1. DATA PRIBADI
Nama Lengkap : Ayu Pratiwi Puji Astuti Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 02 November 1989
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Belum Kawin
Anak Ke - : Dua dari Tiga Bersaudara Alamat : Jalan Fokker Raya No.14,
Kompleks Melong Green Garden. Cimahi 40534.
Telepon : +628996038111
E-Mail : [email protected]
Tinggi/Berat : 160 cm / 58 Kg
2. RIWAYAT PENDIDIKAN
1995 – 1996 : TK Ananda.
1996 – 2002 : SD Negeri Perumnas Cijerah 3.
2002 – 2005 : SMP Negeri 4 Cimahi.
2005 – 2008 : SMA Negeri 6 Cimahi.
Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya, dengan keadaan sadar tanpa ada paksaan.
Bandung,
SKRIPSI
Diajukan Untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana Program Studi S1 Teknik Informatika
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
AYU PRATIWI PUJI ASTUTI
10108616
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
iii
Kata Pengantar
Alhamdulillahi robbil’alamin, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan Skripsi dengan judul “Pembangunan Aplikasi E-Commerce pada Rumah Cinta Herbal” sebagai prasyarat utama untuk memenuhi syarat kelulusan program pendidikan strata 1 jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini, masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik serta saran yang membangun penulis harapkan untuk dijadikan masukan sehingga dapat bermanfaat dan berguna di masa yang akan datang.
Dalam penulisan skripsi ini penulis banyak mendapat bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya dan bimbinganNya, sehingga dalam melakukan penelitian serta penyusunan laporan tugas akhir ini terlaksana dengan baik.
2. Kedua orangtua dan keluarga penulis yang tidak pernah letih memberikan bimbingan, dukungan, kepercayaan, dan do’a serta nasehatnya untuk keberhasilan penulis.
3. Bapak Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.
4. Bapak Prof. Dr .H. Denny Kurniadie, Ir., M.Sc., selaku Dekan Fakultas dan Ilmu Komputer di Universitas Komputer Indonesia.
5. Bapak Irawan Afrianto, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika di Universitas Komputer Indonesia.
iv penyusunan tugas akhir ini.
8. Ibu Inne Novitasari, S.Si., M.Si. selaku dosen reviewer yang telah banyak memberikan saran, arahan dan bimbingan.
9. Bapak Andri Heryandi selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan saran, arahan, dan bimbingan kepada penulis.
10. Bapak E.Harianto Chang, S.P.i HERB selaku pemilik Rumah Cinta Herbal beserta seluruh pegawainya yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan data penelitian yang dibutuhkan selama mengadakan penelitian di Rumah Cinta Herbal.
11. Seluruh Dosen Universitas Komputer Indonesia terutama Dosen Program Studi Teknik Informatika.
12. Sahabat sekalian mahasiswa angkatan 2008 khususnya di Program Studi Teknik Informatika kelas IF-13 yang tidak henti-hentinya memberikan doa dan semangat untuk penulis.
13. Eko Kurniawan Putra yang telah banyak membantu dan selalu memberikan doa dan dorongan dalam menyelesaikan skripsi ini.
14. Fitrianti Anggraeni dan Mega Ramadhani Wiguna yang telah memberikan doa dan dukungannya.
15. Teman-teman seperjuangan yang selalu memberikan doa dan dukungan terutama Rossy, Reza, Astri, Indra, Andika, Bhakti, Eko, Rizki, Roy.
16. Serta semua pihak yang turut memberikan dukungan dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Dan tak lupa penulis memohon maaf apabila dalam penulisan laporan tugas akhir ini, penulis telah menyinggung perasaan atau menyakiti hati kepada semua orang baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Akhir kata, penulis berharap agar laporan ini dapat berguna bagi semua orang yang membutuhkan. Amien.
V
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... ...I
ABSTRACT ... ...II
KATA PENGANTAR ... ...III
DAFTAR ISI ... ...V
DAFTAR GAMBAR ... ...XI
DAFTAR TABEL ... ...XVI
DAFTAR SIMBOL ... ...XXI
DAFTAR LAMPIRAN ... ...XXIV
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 2
1.3 Maksud dan Tujuan ... 2
1.4 Batasan Masalah ... ...3
1.5 Metodologi Penelitian ... 5
1.6 Sistematika Penulisan ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9
2.1 Profil Toko Rumah Cinta Herbal ... 9
2.1.1 Sejarah Toko Rumah Cinta Herbal ... 9
2.1.2 Struktur Organisasi ... 9
2.1.3 Deskripsi Tugas ... 11
2.2 Landasan Teori ... 11
2.2.1 Konsep Dasar Sistem ... 11
2.2.1.1 Elemen Sistem ... 11
2.2.2 Informasi dan Data ... 13
VI
2.2.4 Basis Data ... 16
2.2.4.1 Bahasa Basis Data ... 16
2.2.4.2 Jenis-jenis Kunci Basis Data ... 17
2.2.5 Alat Bantu Analissi dan Perancangan Sistem ... 18
2.2.5.1 Flowmap ... 18
2.2.5.2 Diagram Konteks ... 19
2.2.5.3 Data Flow Diagram (DFD) ... 20
2.2.5.4 Entity Relationship Diagram (ERD) ... .21
2.2.5.5 Kamus Data ... 24
2.2.6 Internet ... 24
2.2.6.1 Layanan Aplikasi Internet ... 24
2.2.6.2 Web Server... 26
2.2.6.3 Web Browser ... 27
2.2.6.4 Domain Name System (DNS) ... 28
2.2.6.5 E-Commerce ... 29
2.2.6.5.1 Pengertian E-Commerce ... 29
2.2.6.5.2 Sejarah Singkat E-Commerce ... 29
2.2.6.5.3 Klasifikasi E-Commerce ... 30
2.2.6.5.4 Ketebatasan E-Commerce ... 31
2.2.6.6 Alat Bantu yang digunakan untuk membangun website ... 32
2.2.6.6.1 Hypertext Markup Language (HTML) ... 32
2.2.6.6.2 Personal Home Page (PHP) ... 32
2.2.6.6.3 Java Script ... 33
2.2.6.6.4 Cascading Style Sheet (CSS) ... 33
2.2.6.6.5 MySQL ... 34
2.2.6.6.6 Xampp ... 34
2.2.6.6.7 Adobe Dreamweaver CS5... 35
2.2.6.6.8 SEO (Search Engine Optimization)... 35
VII
2.2.6.6.9.1 Collaborative Filtering ... 37
2.2.6.6.10 Skala Likert ... 38
BAB III ANALISIS DAN PERANCAGAN ... 40
3.1 Analisis Sistem ... 40
3.1.1 Analisis Masalah ... 40
3.1.2 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan ... 41
3.1.2.1 Prosedur Penjualan Produk di Rumah Cinta Herbal ... 41
3.1.2.2 Prosedur Pengadaan Produk ... 43
3.1.2.3 Prosedur Promosi Produk ... 45
3.1.2.4 Prosedur Laporan Penjualan ... 46
3.1.3 Analisis Kebutuhan Non Fungsional ... 47
3.1.3.1 Analisis Perangkat Keras ... ...47
3.1.3.2 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak ... ...48
3.1.3.3 Analisis Kebuuhan User (Pengguna)... 49
3.1.3.4 Aturan Bisnis ... 52
3.1.3.5 Analisis SRS ... 55
3.1.3.6 Analisis Basis Data ... 60
3.1.4 Analisis Kebutuhan Fungsional ... 63
3.1.4.1 Diagram Konteks ... 63
3.1.4.2 DFD (Data Flow Diagram) ... ...64
3.1.4.2.1 DFD Level 1 ... ....65
3.1.4.2.2 DFD Level 2 Proses 1 Pendaftaran Member ... ...67
3.1.4.2.3 DFD Level 2 Proses 2 Login ... 67
3.1.4.2.4 DFD Level 2 Proses 3 Pengolahan Data Master ... 68
3.1.4.2.5 DFD Level 2 Proses 4 Pembelian Produk ... 69
3.1.4.2.6 DFD Level 3 Proses 1 Proses Pilih Produk ... 69
3.1.4.2.7 DFD Level 3 Proses 4.3 Konfirmasi Pembayaran... 70
3.1.4.2.8 DFD Level 2 Proses 5 Transaksi ... 71
3.1.4.2.9 DFD Level 3 Proses 5.2 Pengolahan Data Retur ... 72
VIII
3.1.4.2.13 DFD Level 3 Proses 3.4 Kelola Data Kategori ... 74
3.1.4.2.14 DFD Level 3 Proses 3.5 Kelola Data Produk ... 75
3.1.4.2.15 DFD Level 3 Proses 3.6 Kelola Data Member ... 75
3.1.4.2.16 DFD Level 3 Proses 3.7 Pengolahan Jasapengiriman ... 76
3.1.4.2.17 DFD Level 3 Proses 3.8 Pengolahan Jenispengiriman ... 77
3.1.4.2.18 DFD Level 3 Proses 3.9 Pengolahan Ongkoskirim ... 78
3.1.4.2.19 DFD Level 3 Proses 3.10 Pengolahan Rekening... 79
3.1.4.2.20 DFD Level 3 Proses 3.11 Pengolahan Laporan Penjualan ... 79
3.1.4.2.21 DFD Level 3 Proses 3.11.1 Pengolahan Laporan Penjualan ... 80
3.1.4.2.22 DFD Level 3 Proses 3.11.2 Pengolahan Laporan Produk ... 80
3.2 Spesifikasi Proses ... 81
3.3 Kamus Data ... 112
3.4 Perancangan Basis Data ... 116
3.4.1 Diagram Relasi ... 116
3.4.2 Perancangan Struktur Tabel ... 118
3.5 Perancangan Arsitektur ... 129
3.5.1 Perancangan Struktur Menu Pengunjunng ... 129
3.5.2 Perancangan Antar Muka ... 131
3.5.3 Perancangan Pesan ... 191
3.5.4 Perancangan Prosedural... 191
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 201
4.1 Implementasi ... 201
4.1.1 Perangkat Keras yang digunakan ... 201
4.1.2 Perangkat Lunak yang digunakan ... 202
4.2 Implementasi Database ... 203
4.3 Implementasi Antar Muka ... 212
4.4 Pengujian Perangkat Lunak ... 215
IX
4.5.1 Skenario Pengujian Alpa Member... 215
4.5.1 Pengujian Alpha ... 220
4.5.2 Kasus Dan Hasil Pengujian ... ...220
4.5.2.1 Pengujian Registrasi Member ... 225
4.5.2.2 Pengujan Login Member ... 227
4.5.2.3 Pengujian Lupa Password Member ... 223
4.5.2.4 Pengujian Logout... 229
4.5.2.5 Pengujian Ubah Profil Member ... 230
4.5.2.6 Pengujian Keranjang Belanja ... 322
4.5.2.7 Pengujian Form Pengiriman ... 232
4.5.2.8 Pengujian Form Pembayaran ... 235
4.5.2.9 Pengujian Login Admin ... 237
4.5.2.10 Pengujian Lupa Password Admin ... 239
4.5.211 Pengujian Data Produk ... 241
4.5.2.12 Pengujian Pengolahan Tambah Produk ... 242
4.5.2.13 Pengujian Data Kategori... 244
4.5.2.14 Pengujian Pengolahan Tambah Kategori ... 245
4.5.2.15 Pengujian Data Provinsi ... 247
4.5.2.16 Pengujian Pengolahan Tambah Provinsii ... 241
4.5.2.17 Pengujian Data Kota ... 250
4.5.2.18 Pengujian Pengolahan Tambah Kota... 252
4.5.2.19 Pengujian Data Jasa Pengiriman ... 255
4.5.2.20 Pengujian Pengolahan Tambah Jasa Pengiriman ... 257
4.5.2.21 Pengujian Data Jenis Pengiriman ... 259
4.5.2.22 Pengujian Pengolahan Tambah Jenis Pengiriman ... 261
4.5.2.23 Pengujian Data Rekening ... 262
4.5.2.24 Pengujian Pengolahan Tambah Rekening ... 264
4.5.2.25 Pengujian Data Ongkos kirim ... 266
4.5.2.26 Pengujian Pengolahan Tambah Ongkos Kirim ... 268
4.5.3 Kesimpulan Pengujian Alpa ... 269
X
5.1 Kesimpulan ... 309 5.2 Saran ... 309
258
Daftar Pustaka
1. Dewanto, I.Joko. 2006. Web Desain Metode Aplikasi dan Implementasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.
2. Kadir, Abdul. 1998. Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data. Yogyakarta : Andi Yogyakarta.
3. Kristanto, Ir. Harianto. 1994. Konsep dan Perancangan Database. Yogyakarta : Andi Yogyakarta.
4. Nugroho, Bunafit. 2008. Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan Mysql dengan Dreamwaver. Yogyakarta : Gava Media.
5. Sutanta, Edhy. 2005. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta : Graha Ilmu.
6. Sutedjo D. O, Budi. 2002. Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta.
7. Suyanto, M. 2003. Strategi Periklanan pada E-commerce Perusahaan Top Dunia. Yogyakarta : Andi.
8. Utomo, Eko Priyo. 2009. Meraup Kekayaan Lewat Intenet dengan Toko Online.Yogyakarta : MediaKom.
9. Wahyono, Teguh. 2004. PHP TRIAD Fundamental ( memahami pemrograman web dengan PHP dan MySQL dalam 24 jam). Yogyakarta : Gava Media.
10. http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/439/jbptunikompp-gdl-denilesman-21917 -11-12.bab-i.pdf 14 Maret 2011.
1
1.1 Latar Belakang Masalah
Rumah Cinta Herbal merupakan salah satu toko yang kegiatan operasionalnya menjual produk berupa alat kesehatan dan obat-obatan herbal. Produk yang diproduksi oleh Rumah Cinta Herbal adalah Produk yang dibuat sendiri dan produk yang di pesan dari supplier. Dalam proses penjualannya, toko Rumah Cinta Herbal menjual produknya kepada konsumen secara eceran.
Dari sekian banyak toko yang bergerak dibidang yang sama Rumah Cinta Herbal menjadi salah satu toko yang belum secara optimal memanfaatkan teknologi informasi. Selama ini karena keterbatasan Sumber Daya Manusia dan minimnya pengetahuan akan teknologi informasi Rumah Cinta Herbal masih menggunakan media brosur dalam menyampaikan informasi produk mereka, brosur disebarkan dengan cara memberikanya kepada pejalan kaki, keluarga terdekat dan konsumen, Penggunaan brosur sebagai media untuk menyampaikan informasi produk sangat terbatas sehingga produk hanya dikenal di kota Bandung dan sekitarnya, sedangkan untuk konsumen yang berada diluar kota Bandung hanya mengetahui informasi dari pengalaman konsumen ke konsumen.
2
transaksi itu bisa rusak atau robek, Hal ini akan menyulitkan dalam mengolah data transaksi, dan pembuatan laporan.
Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa toko Rumah Cinta Herbal memerlukan suatu solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Penggunaan internet terutama aplikasi web yang dinamakan
electronic commerce (e-commerce) yang saat ini berkembang, menjadikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada di toko Rumah Cinta Herbal yang berjalan saat ini.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan dengan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan berbagai masalah, yaitu:
1. Masih terbatasnya penyampaian informasi produk karena penyampaian informasi produk masih dilakukan dengan cara memberikan brosur kepada pejalan kaki, keluarga terdekat dan konsumen yang berada disekitaran kota Bandung dan sulitnya konsumen yang berada diluar kota Bandung untuk memperoleh spesifikasi produk.
2. Sulitnya bagi konsumen yang berada diluar kota untuk membeli suatu produk, karena untuk membeli produk harus langsung mendatangi toko.
3. Proses pencatatan laporan penjualan yang masih dilakukan dengan mencatat didalam sebuah buku penjualan dengan mengumpulkan bukti-bukti transaksi.
1.3 Maksud dan Tujuan
Berdasarkan identifikasi masalah yang ada, maka maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk membangun aplikasi e-commerce pada Rumah Cinta Herbal.
Sedangkan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :
3
3. Proses pencatatan laporan menjadi terkomputerisasi dengan aplikasi ini tidak perlu khawatir dengan masalah bukti atau struk transaksi itu rusak atau robek, dikarenakan semua laporan tersebut tersimpan di dalam
database.
1.4 Batasan Masalah
1. Proses yang dilakukan yaitu: a. Pemesanan produk online
b. Pembayaran offline (transfer via bank) c. Pembayaran online (paypal)
d. Pembuatan laporan produk dan laporan transaksi penjualan. e. Pengembalian barang (retur)
2. Data yang diolah pada aplikasi ini adalah : a. Data produk
b. Data kategori produk c. Data member
d. Data rekening e. Data kota f. Data provinsi g. Data ongkos kirim h. Data jasa pengiriman i. Data jenis pengiriman j. Data penjualan k. Data retur
3. Output yang terdapat pada aplikasi ini adalah: a. Informasi produk
4 d. Informasi rekening
e. Informasi kota f. Informasi provinsi g. Informasi ongkos kirim h. Informasi jasa pengiriman i. Informasi jenis pengiriman j. Informasi penjualan k. Informasi retur
4. Pada aplikasi ini frontend adalah member, dan backendnya adalah pegawai dari Rumah Cinta Herbal.
5. Keamanan pada aplikasi ini menggunakan IP dedicated, Secure Soket Layer
(SSL) agar dapat mendukung Protocol Https, dan aplikasi ini menggunakan
username dan login untuk mengakses situs.
6. Aplikasi ini mendukung search engine SEO (Search Engine Optimization) agar situs anda terdaftar di search engine pada halaman-halaman depan. 7. (PHP) Personal Home Page sebagai bahasa pemrograman yang digunakan
dalam pembangunan aplikasi ini. Adobe Dreamweaver CS4 sebagai aplikasi dalam mengimplementasikan perancangan interface. MySQL server sebagai Database server untuk menyimpan data.
8. Metode analisis yang digunakan dalam pembangunan aplikasi ini adalah metode aliran data terstruktur. Tools yang akan digunakan adalah Entity Relationship Diagram (ERD) untuk menyajikan objek data secara visual ,
Data Flow Diagram (DFD) digunakan untuk menyajikan sebuah sistem atau perangkat lunak, dan flowmap untuk menunjukan arus bagi dokumen.
5 berikut :
1. Tahap pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Studi Literatur
Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian.
b. Wawancara
Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang ada kaitannya dengan topik penelitian yang diambil.
c. Kuesioner
Kuesioner adalah suatu pengumpulan data dengan menyebarkan pertanyaan kepada responden yaitu kepada 30 orang. Perhitungan menggunakan skala likert.
2. Tahap pembuatan perangkat lunak.
Metode Pengembangan Sistem yang digunakan dalam pembangunan aplikasi
6
Gambar 1.1 Model Waterfall
Berikut adalah penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam model ini[1]:
1. Communication
Langkah ini merupakan analisis kebutuhan software, dan tahap untuk mengadakan pengumpulan data dengan melakukan pertemuan dengan
customer, maupun mengumpulkan data-data tambahan baik yang ada di jurnal, artikel maupun di internet.
2. Planning
Proses Planning merupakan proses lanjutan dari proses communication (analysis requirement). Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan software, termasuk rencana yang dilakukan.
3. Modelling
Proses modeling ini menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan
software yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur software, representasi interface, dan detail (algoritma procedural). Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement.
4. Construction
Construction merupakan proses membuat kode. Coding atau pengkodean merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Programmer akan menerjemahkan transaksi yang diminta oleh
7
adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut untuk kemudian bisa diperbaiki.
5. Deployment
Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah software atau sistem. Setelah melakukan analisis, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan digunakan oleh user. Kemudian software yang telah dibuat harus dilakukan pemeliharaan secara berkala.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Tugas Akhir ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang permasalahan, mencoba merumuskan inti permasalahan yang dihadapi, menentukan maksud dan tujuan, yang kemudian diikuti dengan pembatasan masalah, metodologi penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: tinjauan umum perusahaan/instansi dan landasan teori. Tinjauan umum perusahaan berisi tentang sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan deskripsi jabatan sedangkan landasan teori berisi teori-teori pendukung dalam membangun sistem e-commerce pada Rumah Cinta Herbal.
BAB III. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
8
BAB IV. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
Bab ini menjelaskan mengenai hasil dari proses implementasi terhadap tahapan analisis dan perancangan sistem yang telah dilakukan, serta hasil pengujian sistem untuk mengetahui apakah sistem yang dibangun sudah memenuhi kebutuhan.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2. 1Profil Toko Rumah Cinta Herbal
Perusahaan yang akan dilakukan pembangunan website e-commerce
adalah Toko Rumah Cinta Herbal. Penjelasan mengenai sejarah perusahaan, struktur organisasi, serta deskripsi tugas dari Toko Rumah Cinta Herbal akan dijelaskan pada sub-bab 2.1.1, sub-bab 2.1.2, dan sub-bab 2.1.3.
2. 1. 1Sejarah Toko Rumah Cinta Herbal
Rumah Cinta Herbal merupakan sebuah perusahaan perorangan yang didirikan pada tahun 2011, yang berorientasi pada penjualan produk herbal seperti tanaman herbal, alat terapi, dsb. Rumah Cinta herbal ini beralamat di JL.Kol Masturi No 40 (Pasar Atas) Cimahi Tengah-Bandung.
2. 1. 2Struktur Organisasi
10
PEMILIK
BAG. GUDANG
BAG. PENJUALAN BAG. PEMASARAN
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Toko Rumah Cinta Herbal
2. 1. 3Deskripsi Tugas
Definisi tugas digunakan untuk mengetahui tugas, wewenang, tanggung jawab dari masing-masing bagian. Definisi tugas yang ada di Toko Rumah Cinta Herbal adalah sebagai berikut :
1. Pemilik
a. Sebagai pengambil keputusan.
b. Sebagai koordinator semua kegiatan yang telah dilaksanakan. c. Bertanggung jawab penuh atas keuangan.
d. Menerima laporan produk dan laporan penjualan. e. memproduksi produk
2. Bagian Penjualan
a. Bagian penjualan yang bertatap muka langsung dengan pembeli. b. Mencatat semua pesanan yang dilakukan oleh pembeli.
c. Mencatat laporan produk dan laporan penjualan. d. Memberikan laporan kepada pemilik.
3. Bagian Gudang
a. Melaporkan kepada pemilik toko tentang keadaan produk yang kosong. b. Menyiapkan produk yang telah dipesan oleh pembeli.
c. Pemeliharaan produk d. Pengadaan produk
2. 2Landasan Teori
Pengembangan website e-commerce memerlukan faktor-faktor yang mendukung. Faktor-faktor tersebut merupakan landasan teori yang akan digunakan dalam proses pengerjaan.
2. 2. 1Konsep Dasar Sistem
Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai gambaran, jika dalam sebuah sistem terdapat elemen yang tidak memberikan manfaat dalam mencapai tujuan yang sama, maka elemen tersebut dapat dipastikan bukanlah bagian dari suatu sistem. Sebagai contoh, raket dan pemukul bola kasti (masing-masing sebagai elemen) tidak bisa membentuk sebuah sistem, karena tidak ada sistem permainan olahraga yang memadukan kedua peralan tersebut.[2]
2. 2. 1. 1Elemen Sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, mekanisme pengendalian dan umpan balik. Gambar 2.2 memperlihatkan hubungan antar elemen dan juga kaitannya dengan lingkungan. [2]
Gambar 2.2 Gambaran sIstem
a. Tujuan
12
mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem lain berbeda-beda.
b. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk kedalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan dapat berupa hal-hal berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa dari pelanggan).
c. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa pemanasan bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
d. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dsb.
e. Mekanisme pengendalian dan umpan balik
2. 2. 2Informasi dan Data
Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang berguna untuk pengambilan keputusan. Sumber dari Informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan saat tertentu. Informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang lebih berarti bagi penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang. Informasi yang bersumber dari proses data harus merupakan informasi yang terstruktur. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya [3].
Adapun kualitas dari suatu informasi sering kali diukur berdasarkan, yaitu [3] :
1. Keakurasian
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan, dalam hal ini informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Ketepatan Waktu
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan suatu landasan dalam mengambil sebuah keputusan dimana bila pengambilan keputusan terlambat maka akan berakibat fatal untuk organisasi.
3. Relevansi
Informasi harus mempunyai manfaat untuk pemakainya, dimana relevansi informasi untuk tiap-tiap individu berbeda tergantung pada yang menerima dan yang membutuhkan.
2. 2. 3Sistem Informasi
14
informasi untuk pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan. Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
“Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suau organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi yang mendukung operasi
bersifat manajerial dan kegiatan stategi-stategis dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan [4].” Sistem informasi dalam sebuah sistem meliputi pemasukan data ( input ) kemudian diolah melalui suatu model dalam pemrosesan data, dan hasil informasi akan ditangkap kembali sebagai suatu input dan seterusnya sehingga membentuk siklus informasi yang dapat diperoleh dari sistem informasi sebagai sistem khusus dalam organisasi untuk mengolah informasi tersebut [3].
2. 2. 3. 1Karakteristik Sistem Informasi
Ada beberapa karakter sistem informasi, yaitu :
1. Sistem informasi memiliki komponen berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh : bagian input adalah salesman memasukkan data penjualan bulan ini, maka di sana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan input, dengan menggunakan hardware keyboard, dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.
2. Ruang lingkup sistem informasi yaitu ruang lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang merupakan garis batas lingkup kerja sistem tersebut, sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
3. Tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah sistem informasi berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
2. 2. 3. 2Komponen Sistem Informasi
Dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti:[2]
1. Perangkat keras (hardware): mencangkup peranti-peranti fisik seperti
computer dan printer.
2. Perangkat Lunak (software) atau program: sekumpulan instruksi yang
memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
3. Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan
pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
4. Orang: semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan
sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
5. Basis data (database): sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang
berkaitan dengan penyimpanan data.
6. Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang
memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
Pada prateknya, tidak semua sistem informasi mencangkup keseluruhan komponen-komponen tersebut. Sebagai contoh, sistem informasi pribadi yang hanya melibatkan sebuah pemakai dan sebuah komputer tidak melibatkan fasilitas jaringan dan komunikasi.
Untuk lebih jelasnya komponen sistem informasi dapat dilihat pada gambar 2.3 dibawah ini :
16
2. 2. 4Basis Data
Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Basis data dimaksudkan untuk mengatasi problem pada sistem yang memakai pendekatan berbasis berkas.
Untuk mengelola basis data diperlukan perangkat lunak yang disebut DBMS. DBMS adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data dengan cara yang praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk mengakomondasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda.[2]
2. 2. 4. 1Bahasa Basis Data
Semua DBMS memiliki dua macam bahasa yang digunakan untuk mengelola dan mengorganisasikan data, yaitu:
1. Bahasa definisi data (Data Definition Language atau DDL)
DDL adalah perintah-perintah yang biasa digunakan oleh administrator basis data untuk mendefinisikan skema basis data dan juga sub-skema. Hasil kompilasi dari pernyataan-pernyataan DDL disimpan dalam berkas-berkas spesial yang disebut katalog sistem. Katalog sistem ini memadukan metadata, yaitu data yang menjelaskan objek-objek dalam basis data. Isi metadata adalah definisi rekaman-rekaman, item data, dan objek yang lain yang berguna bagi pemakai atau diperlukan oleh DBMS.
Pernyataan SQL seperti CREATE TABLE dan DROP TABLE merupakan contoh perintah yang termasuk dalam kategori DDL.
2. Bahasa Manipulasi data (Data Manipulation Language atau DML)
DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk melakukan hal-hal seperti berikut:
1. Mengambil data pada basis data Select * from nilai;
2. Menambahkan data pada basis data
3. Mengupdate data pada basis data Update nilai set field=nilai; 4. Menghapus data pada basis data
Delete from nilai;
DML dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu prosedural dan non- prosedural.
1. DML Prosedural adalah perintah-perintah yang memungkinkan pemakai menentukan data apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkannya. Untuk mendapatkan hasil yang dikehendaki, pemakai memberikan perintah-perintah yang mengikuti suatu algoritma.
2. DML non-prosedural adalah perintah-perintah yang memungkinkan pemakai menentukan data apa saja yang diperlukan, tanpa perlu menyebutkan cara mendapatkannya.
2. 2. 4. 2Jenis-Jenis Kunci Basis Data
Adapun jenis-jenis kunci (Key), adalah sebagai berikut [5] : 1. Candidat key (kunci kandidat/kunci calon)
Kunci kandidat adalah satu attribute atau satu set minimal attribute yang mengidentfikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entity.
2. Primary key (Kunci primer)
Primary key adalah suatu atributr atau satu set minimal attribute yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity.
3. Alternatif Key (Kunci alternatif)
Alternatif Key adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary key. Kerap kali kunci alternatif dipakai sebagai kunci pengurut dalam laporan.
4. Foreign Key (Kunci Tamu)
18
ditempatkan pada entity anak dan sama dengan kunci primary induk direlasikan. Hubungan antara entuty induk dengan anak adalah hubungan satu lawan banyak.
2. 2. 5Alat Bantu Analisis dan Perancangan Sistem
Dalam pembangunan suatu sistem informasi diperlukan alat bantu untuk proses analisis dan perancangan sistem. Alat bantu untuk menganalisis dan merancang sitem yang akan dibangun tersebut akan dijelaskan pada sub-bab.
2. 2. 5. 1Flowmap
Bagan alir atau flowmap adalah bagan yang menunjukan alir didalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan dokumentasi. Bagan alir dokumen atau sering disebut juga Flow Map merupakan bagan alir yang menunjukan arus dari aliran formulir termasuk tembusan-tembusannya [3]. Berikut adalah simbol flowmap beserta keterangan :
Tabel 2.1 Simbol-simbol Flowmap beserta keterangan
Simbol Deskripsi
Simbol yang digunakan untuk menunjukkan awal atau akhir dari suatu proses Menunjukkan dokumen input dan output baik untuk proses manual mekanik atau komputer
Menunjukkan multi dokumen
Pengarsipan Data
Menunjukkan Proses
Simbol input/output digunakan untuk mewakili data input/output
2. 2. 5. 2Diagram Konteks
Diagram konteks menggambarkan aplikasi dalam satu lingkaran dan hubungan dengan entitas luar. Sistem dianggap sebagai sebuah objek yang tidak dijelaskan secara rinci, karena yang ditekankan adalah interaksi sistem dengan lingkungan yang mengaksesnya [5].
Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang akan dibuat. Secara kalimat, dapat dikatakan bahwa diagram konteks ini berisi “siapa saja yang memberikan data (dan data apa saja) ke sistem, serta kepada siapa saja informasi (dan informasi apa saja) yang harus dihasilkan sistem.” Jadi, yang dibutuhkan adalah :
20
3. Kepada siapa sistem harus memberikan informasi atau laporan. 4. Apa saja isi / jenis laporan yang harus dihasilkan sistem.
2. 2. 5. 3Data Flow Diagram (DFD)
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimapan. DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur, selain itu merupakan alat yang cukup popular dikarenakan dapat menggambarkan arus data dalam didalam sistem secara jelas dan terstruktur. Dalam mengembangkan suatu aliran data atau proses yang terjadi di dalam sistem data flow diagram menggunakan simbol-simbol yang memiliki arti tersendiri dalam menerangkan [6]. Berikut ada simbol-simbol yang terdapat pada DFD (Data Flow Diagram) :
Tabel 2.2 Simbol-simbol DFD (Data Flow Diagram) beserta
keterangan
Simbol Nama Penjelasan
Sumber dan tujuan data
Karyawan dan orang mengirim data ke dan menerima data dai sistem digambarkan dengan kotak
Arus data Arus data yang masuk dan keluar dalam sebuah sistem
Penyimpanan data Penyimpanan data digambarkan dengan dua garis horizontal ( parallel )
2. 2. 5. 4Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram atau biasa dikenal dengan diagram E-R secara grafis menggambarkan isi sebuah database. Diagram ini memiliki dua komponen utama yaitu entity dan relasi. Berikut adalah simbol-simbol ERD (Entity Relationship Diagram):
Tabel 2.3 Simbol-simbol ERD (Entity Relationship Diagram) beserta
keterangan
Simbol Nama
Entitas, adalah suatu objek
yang dapat diidentifikasi dalam lingkungan pemakai.
Relasi, menunjukkan adanya
hubungan di antara sejumlah entitas yang berbeda.
Atribut, berfungsi
22
Garis, sebagai penghubung
antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut.
Adapun Elemen-elemen Entity Relationship Diagram adalah sebagai berikut [3] : 1. Entity (Entitas)
Pada E-R diagram, entity digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang. Entity adalah sesuatu apa saja yang ada didalam sistem, nyata maupun abstrak dimana data tersimpan. Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokan dalam empat jenis nama, yaitu : orang, benda, lokasi kejadian (terdapat unsur waktu didalamnya).
2. Relationship (Relasi)
Pada E-R diagram, relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat. Realationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya relationship diberi nama dengan kata kerja dasar, sehinga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya.
3. Atribut
Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap relationship. Maksudnya adalah sesutau yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud entitas maupun relationship, sehingga sering dikatakan bahwa atribut adalah elemen dari setiap entitas dan relationship.
4. Kardinalitas
a. One to one Relationship
Tingkat hubungan satu ke satu, dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, hanya mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas yang kedua dan sebaliknya.
pegawai 1 mempunyai 1 Kendaraan dinas
Gambar 2.4 ERD One to One
b. One to many Relationship
Tingkat hubungan satu ke banyak adalah untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas yang kedua.
dosen 1 mengajar N mahasiswa
Gambar 2.5 ERD One to Many
c. Many to many Relationship
Tingkat hubungan banyak ke banyak terjadi jika tiap kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas lainnya, baik dilihat dari sisi entitas yang pertama maupun dilihat dari sisi yang kedua.
mahasiswa N mengambil N matakuliah
24
2. 2. 5. 5Kamus Data
Adalah daftar organisasi semua elemen yang ada dalam sistem secara lengkap dengan definisi yang baku sehingga Pelanggan dan analisis sistem akan memiliki pengertian yang sama untuk input, output, komponen penyimpanan dan perhitungannya. Kamus data dapat digunakan pada saat analisis sitem atau perancangan sistem, kamus data digunakan untuk mencatat terminologi bisnis, aturan standar (batasan panjang karakter, nilai, system field).
2. 2. 6Internet
Interconnected Network atau yang lebih popular dengan sebutan internet
adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer-komputer di seluruh dunia.
Setiap komputer dan jaringan terhubung secara langsung maupun tidak langsung ke beberapa jalur utama yang disebut “internet backbone” dan
dibedakan satu dengan yang lainnya menggunakan “unique name” yang biasa
disebut dengan “alamat IP” 32 bit [6].
Dengan adanya hubungan komunikasi lintas jaringan pada internet, setiap komputer yang terdapat di dunia dapat terbubung satu dengan yang lain. Hal inilah yang menyebabkan komunikasi di internet sangat cair. Karena penggunaan
internet tidak mengenal batas negara, status ekonomi, idiologi dan faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat komunikasi dan pertukaran informasi di dunia nyata. Dengan alasan inilah, sebagian orang menyebut internet sebagai revolusi di bidang teknologi dan informasi [7]
2. 2. 6. 1Layanan Aplikasi Internet
1) Electronic Mail (E-Mail)
Aplikasi ini adalah yang paling banyak digunakan dan termasuk salah satu dari aplikasi pertama di Internet. Dengan e-mail, anda dapat mengirim dan menerima surat, pesan, dokumen secara elektronik dengan pemakai lain di
Internet yang mempunyai alamat e-mail.
2) File Transfer Protocol (FTP)
File transfer protocol yang disingkat dengan FTP adalah aplikasi internet
yang di gunakan untuk mengirimkan atau mengambil file ke atau dari sebuah komputer lain. FTP memungkinkan transfer data lebih cepat. FTP sering digunakan untuk mencari dan mengambil (download) arsip file di suatu server di internet yang mempunyai alamat tertentu yang menyediakan berbagai arsip (file). File tersebut memang diizinkan untuk diambil oleh penguna internet yang membutuhkan. File ini dapat berupa hasil penelitian, artikel-artikel, jurnal dan lain-lain. FTP juga dipergunakan untuk meng-upload file materi situs (homepage) sehingga dapat diakses oleh penguna dari pelosok dunia.
3) Remote Login– Telnet
Telnet adalah suatu aplikasi remote login Internet yang memungkinkan kita untuk login atau menggunakan komputer yang berbeda di jaringan secara interaktif. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk mengakses komputer berbasis sistem operasi UNIX dari tempat yang berbeda dari
server-nya.
4) World wide Web (WWW)
Awalnya informasi dapat dicari pada Internet dengan menggunakan
26
suatu situs web (website). Untuk dapat menggunakan saran ini dibutuhkan aplikasi Web Browser.
5) Internet Relay Chat (IRC)
Internet Relay Chat (IRC) adalah aplikasi internet yang digunakan untuk bercakap-cakap di internet . Bercakap-cakap di internet dikenal dengan istilah chatting. Chatting dilakukan dengan cara mengetik apa yang ingin anda katakan kepada teman chatting anda, kemudian mengirimkannya dalam bentuk teks. Melalui chating Anda dapat berkenalan dan bercerita dengan orang lain di belahan dunia lain.
6) Universal Resource Locator (URL)
Pada penggunaan www, penunjukan suatu sumber informasi menggunakan metoda URL ini merupakan konsep penamaan lokasi standar dari suatu file, direktori, komputer, lokasi komputernya dan metoda yang digunakan. URL tidak hanya dapat menunjuk ke suatu file tapi dapat juga menunjuk suatu query.
7) HTTP
HTTP atau HyperText Transfer Protocol adalah suatu protokol internet
yang digunakan oleh World Wide Web. Dengan protokol ini sebuah web client (dalam hal ini browser) seperti Internet Explorer atau Netscape
dapat melakukan pertukaran data hypermedia, seperti teks, gambar, suara, bahkan video dengan Web server. HTTP pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1990, dengan versi HTTP/0.9.
2. 2. 6. 2Web Server
Fungsi utama dari sebuah web server adalah pelangganikan halaman web untuk klien. Klien dalam hal ini web browser memulai komunikasi dengan membuat permintaan untuk suatu sumber daya tertentu menggunakan HTTP dan
server merespon dengan isi dari sumber daya tersebut atau pesan kesalahan jika permintaan tidak dapat direspons oleh server. Suatu saat, web server dapat mengalami kelebihan beban yang disebabkan oleh beberapa sebab, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Terlalu banyak lalu lintas web yang sah. Ribuan bahkan jutaan klien tersambung ke situs web dalam interval yang pendek.
2. Serangan Distributed Denial of Service (DDoS). DDoS menyebabkan permintaan terhadap suatu website menjadi tidak bisa dilayani.
3. Worms pada komputer kadang-kadang menyebabkan lalu lintas abnormal karena jutaan komputer terinfeksi.
4. Virus XSS dapat menyebabkan lalu lintasmenjadi tinggi karena jutaan web browser dan atau web server yang terinfeksi.
5. Kecepatan internet atau jaringan melambat, sehingga permintaan klien dilayani lebih lambat dan jumlah koneksi meningkat begitu banyak melampaui batas kemampuan server.
6. Web server sementara tidak bisa melayani permintaan klien. Hal ini dapat terjadi karena sedang dilakukan proses maintenance atau upgrade, kegagalan perangkat keras atau perangkat lunak.
2. 2. 6. 3Web Browser
Dalam dunia web, perangkat lunak client, yaitu browser web mempunyai tugas yang sama yaitu menterjemahkan informasi yang diterima oleh server web
dan menampilkannya pada layer komputer pengguna, oleh karena HTTP memungkinkan server web mengirimkan beragam data, seperti teks atau gambar,
browser harus bisa mengenali berbagai macam data yang akan diterimanya, dan selanjutnya harus tahu cara untuk menampilkanya dengan benar. Teks ditampilkan sebagai teks dan gambar ditampilkan sebagai gambar. Umumnya
28
file teks biasa yang selain berisi informasi yang hendak ditampilkan kepada pengguna, juga mempunyai perintah-perintah untuk mengatur tampilan data tersebut. Browser-lah yang memiliki kuasa penuh dalam menterjemahkan perintah-perintah tadi. Meskipun sudah dibuat consensus untuk menstandarkan format dan elemen-elemen HTML, setiap jenis browser bisa menterjemahkan file HTML secara berbeda. Beberapa server web memiliki feature seperti server side programming, security control dan lain sebagainya. Meskipun beragam macamnya, secara fungsional semua jenis server web adalah sama saja, yaitu berfungsi melayani permintaan-permintaan dari browser web.
Banyak web browser yang bisa digunakan untuk mengakses web, diantaranya internet explorer, mozilla firefox, opera, safari, dan masih banyak lagi webbrowser lain yang bisa digunakan untuk mengakses web.
2. 2. 6. 4Domain Name System (DNS)
Untuk mengidentifikasi suatu entitas, protokol TCP/IP menggunakan alamat IP. Namun apabila dalam aplikasi setiap orang harus menghafal alamat IP untuk melakukan komunikasi bisa berakibat timbulnya kesulitan untuk mengingat. Apalagi jika perkembangan internet sudah demikian pesat. Untuk itu protokol TCP/IP memiliki suatu metode untuk membuat suatu map yang menterjemahkan nama kepada alamat IP atau sebaliknya. Metode ini disebut juga sebagai Domain Name System (DNS).
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke
private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di
Internet maupun di Intranet.
2. 2. 6. 5E-Commerce
2.2.6.5.1 Pengertian E-Commerce
E-commerce merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli produk atau jasa pada World Wide Web Internet (Shim, Qureshi, Siegel, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000). Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan e-commerce dari beberapa perspektif berikut [7] :
1. Dari perspektif komunikasi, e-commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
2. Dari perspektif proses bisnis, e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.
3. Dari perspektif layanan, e-commerce merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas
service cost ketika meningkatkan mutu produk dan kecepatan pelayanan. Dari perspektif online, e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.
2.2.6.5.2 Sejarah Singkat E-Commerce
30
transaksi lain serta memperbesar jumlah perusahaan yang berperan serta, mulai lembaga-lembaga keuangan hingga perusahaan manufaktur, ritel, layanan dan sebagainya. Aplikasi-aplikasi lain kemudian menyusul, yang memiliki jangkauan dari perdagangan saham hingga sistem reservasi perjalanan. Pada saat itu sistem tersebut disebut sebagai aplikasi telekomunikasi yang nilai strategisnya sudah dikenal secara umum. Dengan adanya komersialisasi internet di awal tahun1990-an, serta pesatnya pertumbuhan yang mencapai hingga jutaan pelanggan potensial, maka muncullah istilah electronic commerce (e-commerce), yang aplikasinya segera berkembang pesat. Pusat riset e-commerce di Universitas Texas yang mempelajari 2000 perusahaan internet, sektor yang tumbuh paling cepat adalah e-commerce yang naik sampai 72% dari $99,8 milyar menjadi $171,5 milyar. Pada tahun 2002, diatas satu triliun dolar pendapatan dihasilkan dari internet [7].
2.2.6.5.3 Klasifikasi E-Commerce
Penggolongan e-commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat transaksinya, yaitu sebagai berikut [7] :
1. Business-to-business (B2B)
Kebanyakan e-commerce yang diterapkan saat ini merupakan tipe B2B. e-commerce tipe ini meliputi transaksi IOS yang digambarkan tadi serta transaksi antar organisasi yang dilakukan di electronic market. Contohnya Wal-Mart dengan Warner-Lambert.
2. Business-to-consumer (B2C)
Ini merupakan transaksi eceran dengan pembeli perorangan. Pembeli khas di Amazon.com adalah seorang konsumen atau seorang pelanggan
3. Consumer-to-consumer (C2C)
4. Consumer-to-business (C2B)
Termasuk ke dalam kategori ini adalah perseorangan yang menjual produk atau layanan ke organisasi, dan perseorangan yang mencari penjual, berinteraksi dengan mereka dan menyepakati suatu transaksi.
5. Nonbusiness E-commerce
Dewasa ini makin banyak lembaga non-bisnis seperti lembaga akademis, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan lembaga-lembaga pemerintahan yang menggunakan berbagai tipe e-commerce
untuk mengurangi biaya atau untuk meningkatkan operasi dan layanan publik.
6. Intrabusiness (Organizational) E-commerce
Yang termasuk ke dalam kategori ini adalah semua aktivitas intern organisasi, biasanya dijalankan di internet, yang melibatkan pertukaran produk, jasa atau informasi. Akivitas yang tercakup dapat beragam tingkatannya, mulai penjualan produk perusahaan ke pekerja, hingga pelatihan secara online dan pemangkasan biaya. Perhatikan bahwa apa yang penulis sebut sebagai IOS merupakan bagian dari B2B. Electronic market, di sisi lain dapat diasosiasikan dengan B2B atau B2C.
2.2.6.5.4 Keterbatasan E-commerce
Adapun sisi negatif dari e-commerce, yaitu [9] :
a. Kelemahan sistem yang digunakan, ada kemungkinan adanya pembajakan kartu kredit, hacking ke situs atau pencurian data pelanggan.
32
2. 2. 6. 6Alat Bantu Yang Digunakan Untuk Membangun Website
Alat bantu yang digunakan untuk membangun website akan dijelaskan pada sub-bab berikut ini:
2.2.6.6.1 Hypertext Markup Language (HTML)
HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa dari World Wide Web
yan dipergunakan untuk menyusun dan membentuk dokumen agar dapat ditampilkan pada program browser. Tiap kali kita mengakses dokumen web, maka sesungguhnya kita mengakses dokumen seseorang yang ditulis dengan menggunakan format HTML. Beberapa orang merasa keberatan jika dikatakan HTML adalah sebuah bahasa pemrograman karena struktur yang dimilikinya dianggap terlalu sederhana, kode-kode dibaca oleh browser baris per baris, dari atas ke bawah. HTML juga tidak memiliki looping seperti bahasa pemrograman lain. Pada HTML dipergunakan hypertext link atau hubungan antara teks dan dokumen lain. Dengan demikian pembaca dokumen bisa melompat dari satu dokumen ke dokumen yang lain dengan mudah [8].
2.2.6.6.2 Personal Home Page (PHP)
PHP adalah Personal Home Page, sebuah bahasa scripting yang dibundel dengan HTML, yang dijalankan di sisi server. Sebagain besar intinya berasal dari C, Java dan Perl dengan beberapa tambahan fungsi khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web menyajikan halaman HTML dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah, yang dihasilkan server. PHP juga dimaksudkan untuk mengganti teknologi lama seperti CGI (Common Gateway Interface).
Berikut adalah keunggulan dari script PHP [9] :
2. Script tersebut dapat memanfaatkan sumber-sumber aplikasi dimiliki oleh server. Saat ini PHP mampu melakukan koneksi dengan berbagai database.
3. Pada aplikasi yang dibuat dengan PHP, pada saat dijalankan server
akan mengerjakan script dan hasilnya lah yang dikirimkan ke web browser. Hal itu akan menyebakkan aplikasi tidak memerlukan kompatibilitas web browser.
PHP dapat melakukan semua aplikasi program CGI, seperti mengambil nilai form, menghasilkan halaman web yang dinamis, mengirimkan dan menerima cooki. PHP juga dapat berkomunikasi dengan layanan-layanan yang menggunakan protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, dan lainnya.
2.2.6.6.3 JavaScricpt
Javascript merupakan cross-platform yang dikembangkan oleh Netscape dan pertama kali digunakan dalam browser Netscape. Javascript dibuat agar mudah diintegrasikan kedalam program dan aplikasi lain, misalnya browser. Sebagian besar browser saat ini sudah mendukung javascript. Oleh karena itu, script dari javascript biasanya dimasukkan kedalam suatu HTML dan dieksekusi dibrowser lain [2].
2.2.6.6.4 Cascading Style Sheet (CSS)
34
pelangganikan lebih banyak keleluasaan dan kontrol terhadap tampilan, dan mengurangi kompleksitas serta pengulangan pada strukur isi [2].
2.2.6.6.5 MYSQL
MySQL adalah database server relasional gratis dibawah lisensi General Public License (GNU). Dengan sifatnya yang Open Source, memungkinkan juga user untuk melakukan modifikasi pada source code-nya untuk memenuhi kebutuhan spesifk mereka sendiri. MySQL merupakan database server multi-user dan multi-threaded yang tangguh(robust). Dengan memiliki banyak feature MySQL bisa bersaing dengan database komersial sekalipun. Tidak mengejutkan, MySQL menjadi database pilihan untuk banyak pengguna PHP [8].
MySQL memiliki beberapa storage engine untuk databasenya, diantaranya InnoDB dan MyIsam. Dibandingkan dengan engine MyIsam, InnoDB memiliki banyak keunggulan terutama pada fitur Sql Transaction. Sayangnya kelebihan ini juga harus mengorbankan hal yang lain yaitu RAM. Sedangkan MyIsam adalah default storage engine MySQL. Tipe tabel MyIsam merupakan tipe tabel yang sederhana, stabil dan mudah digunakan. Jika kita akan menyimpan data sederhana yang tidak terlalu rumit, maka gunakanlah tipe tabel ini.
2.2.6.6.6 XAMPP
2.2.6.6.7 Adobe Dreamweaver CS5
Adobe Dreamweaver CS5 merupakan program penyunting halaman web keluaran Adobe Systems yang dulu dikenal sebagai Macromedia Dreamweaver keluaran Macromedia. Program ini banyak digunakan oleh pengembang web karena fitur-fiturnya yang menarik dan kemudahan penggunaannya. Program ini merupakan versi terbaru setelah Adobe Dreamweaver CS4. Dreamweaver adalah alat yang sangat berguna baik untuk pemula dan profesional web. Hal ini dikarenakan Dreamweaver mendukung berbagai teknologi web dan berbagai
server-side scripting languages. Anda dapat menggunakannya sebagai sebuah program perangkat lunak yang berdiri sendiri atau menggunakannya bersama dengan web designing tools lainnya[9].
2.2.6.6.8 SEO (Search Engine Optimization)
SEO adalah singkatan dari search engine optimization yang secara arti kata adalah sebuah proses yang dilakukan oleh pemilik website agar websitenya bisa optimal di search engine, sehingga website tersebut bisa masuk di urutan atas di hasil pencarian search engine dengan kata kunci tertentu.
SEO secara garis besar dibagi menjadi 2 macam, yaitu: on page optimization dan
off page optimization
1. ON page optimization adalah proses optimasi yang dilakukan di website yang bersangkutan itu sendiri, tidak melibatkan keikutsertaan website lain. Contohnya antara lain: perubahan meta tags, keyword density, navigasi antar halaman, internal linking, dan sejenisnya.
36
2.2.6.6.9 Sistem Rekomendasi
Sistem rekomendasi merupakan sistem yang dirancang untuk memprediksi sekumpulan item yang sesuai dengan preferensi pengguna yang mana nantinya
item tersebut akan direkomendasikanpada pengguna. Sistem ini dibangun dengan tujuan membantu pengguna untuk memilih item-item yang disukainya dari sekian banyak item yang tersedia. Tugas dari sistem rekomendasi meliputi analisa data pengguna dan mengekstrak informasi yang berguna untuk melakukan prediksi [10].
Dalam membangun data pengguna, sistem rekomendasi melakukannya secara eksplisit atau implisit. Eksplisit dapat dilakukan misalnya dengan meminta pengguna untuk memberi rating pada item dari jangkauan tertentu, merangking berdasarkan yang paling disukai sampai yang paling tidak disukai, ataupun dengan meminta pengguna untuk melakukan list terhadap item-item yang mereka sukai. Implisit dilakukan misalnya dengan mengamati pola kecenderungan pelanggan melalui observasi jejaring sosial atau dengan mengamati item-item
2.2.6.6.9.1Collaborative Filtering
Collaborative filtering adalah metode yang digunakan untuk memprediksi kegunaan item berdasarkan penilaian pengguna sebelumnya. Metode ini merekomendasikan item-item yang dipilih oleh pengguna lain dengan kemiripan model item dari pengguna saat ini.
Collaborative filtering merupakan sub bagian dari machine learning yang ditunjukan untuk menciptakan algoritma untuk memprediksi keinginan pelanggan berdasarkan kegiatan yang dilakukan sekelompok member yakni pembelian atau pemberian rating suatu barang (item).
Perhitungan yang akan dilakukan pada Collaborative Filtering ini adalah perhitungan similarity (Sim) atau tingkat kesamaan antara member dengan member lain dan perhitungan distance (Dis) untuk setiap produk yang sama dengan produk member.
Perhitungan pertama yang dilakukan adalah menghitung distance (Dis)
Dengan rumus sebagasi berikut.
D
Dimana
nilaiprodukperson = nilai dari produk orang yang akan diberikan
rekomendasi
nilaiprodukorderperson =nilai dari produk orang yang akan dibandingkan.
Setelah nilai Dis diperoleh selanjutnya kita akan menghitung nilai Simnya, yaitu dengan rumus dibawah ini:
Simorderperson =1/(1+ jumlah Dis)
Dimana:
Simorderperson = Simmember
Jumlah Dis = hasil perhitungan dari produk
Perhitungan selanjutnya adalah menghitung tingkat rekomendasi untuk setiap produk yang belum pernah dilihat atau dibeli oleh member.
Perhitungan dapat dilakukan dengan
Rekomendasi = Σ(Sim x Nilai produk) / ΣSim
38
Dimana Total adalah jumlah dari perhitungn Sim x Nilai Produk untuk semua member. Sim Sum adalah jumlah Sim dari member dengan produk yang memiliki nilai.
2.2.6.6.10 Skala Likert
Skala likert pertama kali dikembangkan oleh Rensis Likert pada tahun 1932 dalam mengukur sikap masyarakat. Skala ini hanya menggunakan item yang secara pasti baik dan secara pasti buruk. Item yang pasti disenangi, disukai, yang dari responden yang hasilnya ditafsirkan sebagai posisi responden. Skala ini menggunakan ukuran ordinal sehingga dapat membuat ranking walaupun tidak diketahui berapa kali satu responden lebih baik atau lebih buruk dari responden lainnya[15].
Prosedur dalam membuat skala likert adalah sebagai berikut :
1. Pengumpulan item-item yang cukup banyak dan relevan dengan masalah yang sedang diteliti, berupa item yang cukup terang disukai dan yang cukup terang tidak disukai.
2. Item-item tersebut dicoba kepada sekelompok responden yang cukup representatif dari populasi yang ingin diteliti.
3. Pengumpulan responsi dari responden untuk kemudian diberikan skor, untuk jawaban yang memberikan indikasi menyenangi diberi skor tertinggi.
4. Total skor dari masing-masing individu adalah penjumlahan dari skor masing-masing item dari individu tersebut.
Tabel 2.4 Skala Likert
SKOR KATEGORI JAWABAN 5 Sangat Setuju
4 Setuju
3 Ragu-ragu 2 Tidak Setuju
1 Sangat Tidak Setuju
Kelebihan skala likert:
1. Dalam menyusun skala, item-item yang tidak jelas korelasinya masih dapat dimasukkan dalam skala.
2. Lebih mudah membuatnya dari pada skala thurstone.
3. Mempunyai reliabilitas yang relatif tinggi dibanding skala thurstone untuk jumlah item yang sama. Juga dapat memperlihatkan item yang dinyatakan dalam beberapa responsi alternatif.
4. Dapat memberikan keterangan yang lebih nyata tentang pendapatan atau sikap responden.
Kelemahan skala likert:
1. Hanya dapat mengurutkan individu dalam skala, tetapi tidak dapat membandingkan berapakali individu lebih baik dari individu lainnya.
40
BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisis Sistem
Analisis sistem ini berisi analisis sistem yang sedang berjalan bertujuan sebagai dasar perancangan atau perbaikan sistem lama. Dari hasil analisis tersebut dapat diketahui kelemahan atau kekurangan pada sistem yang lama sehingga dapat dirancang dan diperbaiki menjadi suatu sistem yang lebih efektif dan efisien.
3.1.1 Analisis Masalah
Analisis masalah yang dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada toko Rumah Cinta Herbal adalah:
1. Masih terbatasnya penyampaian informasi produk karena penyampaian informasi produk masih dilakukan dengan cara memberikan brosur kepada pejalan kaki, keluarga terdekat dan konsumen yang berada disekitaran kota Bandung dan sulitnya konsumen yang berada diluar kota Bandung untuk memperoleh spesifikasi produk.
2. Sulitnya bagi konsumen yang berada diluar kota untuk membeli suatu produk, karena untuk membeli produk harus langsung mendatangi toko. 3. Proses pencatatan laporan penjualan yang masih dilakukan dengan
mencatat didalam sebuah buku penjualan dengan mengumpulkan bukti-bukti transaksi.
3.1.2 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan
Sistem yang sedang berjalan di toko Rumah Cinta Herbal memiliki batasan prosedur. Prosedur merupakan urutan kegiatan yang tepat dari tahapan-tahapan yang menerangkan mengenai proses apa saja yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan proses tersebut dan bagaimana proses tersebut dapat dikerjakan.
Berdasarkan dari hasil wawancara dengan pihak toko Rumah Cinta Herbal, prosedur yang terlibat pada sistem yang sedang berjalan saat ini adalah sebagai berikut :
1. Prosedur Penjualan produk 2. Prosedur pengadaan produk 3. Prosedur promosi produk
4. Prosedur laporan penjualan produk
3.1.2.1Prosedur Penjualan Produk di Rumah Cinta Herbal
Prosedur penjualan produk yang sedang berjalan di Rumah Cinta Herbal adalah sebagai berikut:
1. Konsumen yang akan membeli produk datang ke toko Rumah Cinta herbal.
2. Konsumen menanyakan produk yang akan dibeli ke Bagian Penjualan. 3. Kemudian Bagian Penjualan akan mengecek produk yang dibeli dan
mengecek stok produk yang tersedia.
4. Bila produk tidak tersedia, maka konsumen akan diberikan pilihan melakukan pemesanan atau tidak oleh ke bagian penjualan.
5. Selanjutnya bila produk tersedia maka bagian penjualan akan memberikan nota pembayaran kepada konsumen.
42
Konsumen Bagian penjualan Prosedur Penjualan Di Toko Rumah Cinta Herbal
Data produk yang dibeli
Data produk yang dibeli
Periksa data Produk yang
dibeli
Ada?
Data produk yang dibeli tidak tersedia
tidak
Bagian Gudang
A1
Data produk yang ada di etalase
Data produk yang dibeli tersedia
ada
Membuat daftar produk
kosong
Daftar produk kosong Data produk
yang dibeli tidak tersedia Data produk
yang dibeli tidak tersedia
Konfirmasi pemesanan
pesan
Data produk yang dibeli tidak dipesan
tidak
Data produk yang dibeli tidak tersedia dan akan dipesan
ya
Membuat nota penjualan
Data produk yang dibeli tersedia
Buku penjualan 1. Nota pembayaran
A3
2. nota pembayaran
Daftar produk kosong
A4 Daftar produk kosong
Data produk yang dibeli tidak tersedia dan akan dipesan
Mencatat pesanan
Data produk yang dibeli tidak tersedia dan akan dipesan
Data produk yang dipesan
Membuat nota pesanan produk
Data produk yang dipesan 1.nota pesanan
produk 2.nota pesanan produk 1.nota pesanan
produk
A2 Data produk
yang dibeli tersedia
A5
Gambar 3.1 Flowmap Penjualan Produk
Keterangan:
A1 : Arsip Buku Penjualan