• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTENSI OLIGOCHITOSAN,VITAZYME DAN BIOFERTILIZER DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "POTENSI OLIGOCHITOSAN,VITAZYME DAN BIOFERTILIZER DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L.)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.  Sifat kimia dan fisik tanah yang digunakan dalam penelitian di Desa Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Tabel 6. Pengaruh Oligochitosan, Vitazyme, dan BioJertilizer terhadap tinggi padi umur 2-8 MST pada percobaan pot
Tabel 8.  Pengaruh O/igochitosan dan BioJertilizer terhadap jumlah anakan produktif dan variabel produksi padi pacta penelitian pot di Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea Bogor

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah anakan produktif yang lebih tinggi pada perla-. kuan urea-zeolit tablet diikuti dengan lebih

Tolok ukur yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, umur berbunga, panjang malai, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, berat 100 biji,

Tabel 6 Hasil Analisis Korelasi antara Karakter Kuantitatif dengan Produksi Gabah Karakter Kuantitatif Bobot gabah per rumpun Tinggi tanaman Jumlah anakan produktif Panjang daun

Rata-rata Jumlah Anakan Produktif, dan Bobot Gabah Kering Giling per Plot pada Perlakuan Pupuk Urea, Varietas dan Arang Sekam.. Rata-rata Persentase C-organik, N-total dan

Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi waktu pemberian dan macam air kelapa terhadap parameter jumlah anakan umur 56 hst dan jumlah anakan produktif umur

Interaksi jumlah bibit dan umur bibit berpengaruh tidak nyata, terhadap jumlah anakan produktif, produksi per tanaman, produksi per plot, jumlah gabah berisi

Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi waktu pemberian dan macam air kelapa terhadap parameter jumlah anakan umur 56 hst dan jumlah anakan produktif umur

Tinggi tanaman padi saat panen, jumlah anakan produktif (JAP), jumlah anakan tidak produktif (JATP), dan jumlah anakan total (JAT) pada berbagai perlakuan pengendalian gulma