Tema
BANGUNAN BENTANG LEBAR
LAPORAN PERANCANGAN
AR 38313 S – STUDIO TUGAS AKHIR
SEMESTER VIII TAHUN 2014-2015
Sebagai Persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Oleh :
DENI PRIANSYAH
104 11 029
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
BAB IV
ANALISIS
4.1 Analisis Fungsional
Menurut rencana Tata ruang wilayah kabupaten kuningan(2011), pada daerah
perkotaan merupakan daerah diperuntukan untuk bangunan-bangunan
komersial, tepatnya di daerah site yang berada pada Jl. Jen. Sudirman dengan
tingkat kepadatan sedang.
Berdasarkaan tinjaua analisis daerah ini mempunyai potensi yang baik untuk
dijadikan tempat bisnis karena karena dilihat dari potensi dan akses yang
mudah kedalam site, terlebih lagi dengan banyaknya fungsi pendukung
seperti pusat belanja pasar tradisional, pasar modern, masjid agung, taman
kota dan lain sebagainnya.
4.1.1 Kebutuhan Ruang dan Luasan
Program ruang pada Bangunan Multifungsi yang dirancang Modular, dengan
modular yang sama memudahkan untuk proses pengembangan perncangan
. berikut Penjelasanya dalam table sebagai berikut:
No. Nama Ruangan Jumlah standar Sumber Luas(m2)
1 Lobby Pameran 0,5m2/orang Neufert 1482 m2
2 Ruang Pameran 9m2/Stand Fred Lawson 18780m2
WC= 5
7 Resepsionis 11m2/orang Fred Lawson 1117m2
8 Registrasi 9m2/group Pusat exhibition dan konvention
42m2x8=
336m2
45m2x4=
180m2
9 Exhibition hall 1m2/orang
1,5m2/orang
2m2/orang Neufert 1117m2
16 Parkir (bisa dibuat basement)
4.1.2 Analisis Sirkulasi
1. Sirkulasi pengunjung
Sirkulasi pengunjung dimulai dari Main Entrance menuju Drop off, pada drop
off dibagi 2 jalur, yaitu jalur kanan dan jalur kiri, pada jalur kanan untuk dropp
off bangunan penunjang dan jalur kiri untuk langsung menuju Pre-Function
Lobby, setelah itu kendaraan bisa langsung masuk ke Basement, pada
basement terdapat jalur menuju Pre-Function Lobby.
Bisa dilihat dari Diagram dibawah ini, Yaitu:
2. Sirkulasi Peserta
Sirkulasi pesert bisa dilihat dari bagan dibawah ini, dimulai dari basement, dan
pada basement terdapat akses menuju ke atas langsung pada Pre-Function
dan bisa jga pada fasilitas penunjang lain, setelah itu peserta bisa langsung
masuk kedalam Hall dari fasilitas penunjang dan bisa juga dari Pre-Function
Lobby. DROP OFF
MAIN ENTRANCE
BASEMENT
PRE FUNCTION HALL
BASEMENT PRE FUNCTION HALL
FASILITAS PENUNJANG
Bagan 4. Sirkulasi pengunjung
3. Sirkulasi Pengelola
Sirkulasi Pengelola dimulai dari Parkir pengelola bisa langsung masuk ke
dalam Pre Function atau bahkan bisa masuk ke Fasilitas Penunjang lainya,
pada Pre Function Pengelola bisa langsung masuk ke Kantor pengelola setiap
Hall nya.
Bisa dilihat dari bagan dibawah ini, yaitu:
4. Sirkulasi Barang
Sirkulasi Barang pada dasarnya mobil angkut barang berjalan dari jalan utama
memasuki site pada bagian tertentu yang sudah disediakan, selanjutnya mobil
barang memasuki Loading Dok pada bagian Hall-Hallnya masing-masing,
padaHall-Hall terdapat Loading dok, pada bagian belakang dekat Loading dok
ada kantor penerima untuk untuk pengecekan barang, setelah itu barang bisa
langsung masuk kedalam hall-hall.
Bisa dilihat dari bagan dibawah ini, yaitu:
Pada Bagan diatas menjelaskan bagaimana sirkulasi barang pada loading dok
bagian belakang Hall
LOADING DOK KANTOR PENERIMA HALL
Bagan 6. Sirkulasi Pengelola
Bagan 7. Sirkulasi Barang
FASILITAS PENUNJANG
4.2 Analisis Lingkungan Sekitar
Bangunan multipurpose ini merupakan suatu fungsi public dan komersial,
keberadanya dapat mendukung sektor industry, perdagangan, dan sekaligus
pariwisata.
Berdasarkan Analisis lahan disini merupakan Sebuah Potensi yang baik untuk
dibangunkan Banguna Multifungsi ini, dari tinjauan analisis lahan ini bisa
dikembangkan untuk menjadi pusat kegiatan bisnis bersekala besar disini,
potensi site sekitar ini didukung oleh adanya Fasilitas pendiukung lainya.
Menurut rencana Tata ruang wilayah kabupaten kuningan (2011), Pada pusat
kota dijadikan pusat Primer kota kuningan, dengan dibangunya pusat bisnis
disini akan menjadikan Perekonomian kota kuningan mengkat.
Gambar diatas merupakan Peta Lokasi perancangan yang akan
dikembangkan untuk dibangun bangunan multifungsi, pada daerah ini
merupakan daerah yang cocok untuk didirikan bangunan multipurpose,
tepatnya pada bagian yang bertanda biru merupakan daerah yang akan
dibangun bangunan Multipurpose center ini.
4.2.1 Lokasi dan Batasan
Lokasi berada pada lahan seluas 4,2 HA tepatnya terletak di kawasan
komersial di Jl. Jen.Sudirman kecamatan kuningan kabupaten kuningan jawa
barat.
Batas Tapak Proyek adalah sebagai berikut:
Berikut penjelasan dan batasa site dengan symbol:
U Utara: Jl. Syekh Maulana Akbar
S Selatan: Jl. Jendral Sudirman
B Barat: Jl. Wahyu
T Tumur: Jl. Salawati
Gambar 28. Lokasi Site Sumber : Wikimapia.org
U
B
Suasana pada lokasi site merupakan tingkat kepadatan yang sedang, dengan
kepadatan yang sedang menjadikan potensi bagi pembangunan multipurpose
ini, dengan adanya factor pendukung yang memadai untuk pembangunan ini,
dengan adanya fasilitas ibadah, pasar tradisional, taman kota ruko dan lain
sebagainya. Pada lokasi site merupakan lokasi pusat kota dengan batasan site
merpakan jalan-jalan yang menjadikan akses menuju lokasi site sangatlah
mudh dari beberapa titik pada lokasi site, dengan tidak adanya tingkat
kemacetan yang tinggi pada sekitar lokasi site yang akan dibangun bangunan
multipurpose ini.
Berikut gambaran eksisting pada suasana lokasi site, sebagai berikut:
Gambar 29. Batasan dan Kondisi Tapak S
Suasana pada lokasi site merupakan tingkat kepadatan yang sedang, dengan
kepadatan yang sedang menjadikan potensi bagi pembangunan multipurpose
ini, dengan adanya factor pendukung yang memadai untuk pembangunan ini,
dengan adanya fasilitas ibadah, pasar tradisional, taman kota ruko dan lain
sebagainya. Pada lokasi site merupakan lokasi pusat kota dengan batasan site
merpakan jalan-jalan yang menjadikan akses menuju lokasi site sangatlah
mudh dari beberapa titik pada lokasi site, dengan tidak adanya tingkat
kemacetan yang tinggi pada sekitar lokasi site yang akan dibangun bangunan
multipurpose ini.
Berikut gambaran eksisting pada suasana lokasi site, sebagai berikut:
Gambar 31. Batasan dan Kondisi Tapak T
Suasana pada lokasi site merupakan tingkat kepadatan yang sedang, dengan
kepadatan yang sedang menjadikan potensi bagi pembangunan multipurpose
ini, dengan adanya factor pendukung yang memadai untuk pembangunan ini,
dengan adanya fasilitas ibadah, pasar tradisional, taman kota ruko dan lain
sebagainya. Pada lokasi site merupakan lokasi pusat kota dengan batasan site
merpakan jalan-jalan yang menjadikan akses menuju lokasi site sangatlah
mudh dari beberapa titik pada lokasi site, dengan tidak adanya tingkat
kemacetan yang tinggi pada sekitar lokasi site yang akan dibangun bangunan
multipurpose ini.
Berikut gambaran eksisting pada suasana lokasi site, sebagai berikut:
4.2.2 Alasan Pemilihan Lokasi
Alasan pemilihan daerah ini sebagai lokasi perancangan pembangunan
multipurpose center ini adalah karena dikawasan atau lokasi ini merupakan
site yang baik untuk mendirikan bangunan multifungsi ini, dan tidak adanya
bangunan fasilitas untuk mewadahi kegiatan bisnis yang besar ini,
Gambar dibawah ini merupakan Gambar yang menjelaskan batasan site yang
akan dirancang pada bangunan Multifungsi ini, dilihat sebagai berikut:
Gambar diatas yang diblock warna bir merupakan batasan dan alasan
pengambilan site merupakan potensi yang baik untuk dibangun bangunan
Multifungsi ini dengan fasilitas sekitar yang memadai di pusat kota dekat
dengan masjid agung, pasar tradisional dan taman kota kuningan
4.2.3 Data dan Analisis
1. Orientasi matahari
Bentuk tapak mirip dengan Huruf L, untuk respon dan menyesuaikan dengan
iklim, bentuk masa diolah dan diarahkan berjajaran dari selatan ke utara agar
tidak terdapat radiasi matahari, selain itu menghindari dari cahaya matahari
masuk langsung kedalam bangunan.
2. Kebisingan
Kebisingan terbesar pada jalan utama/alan dan jalan loading Dok, masuk
kedalam site, pada gambar dibawah ini kebisingan ditandai dengan lingkaran
berwarna merah, dengan tingkat kebisingan sedang, berikut gambaranya:
Gambar 36 Orientasi Matahari
3. Fungsi Pendukung
Beberapa Fungsi pendukung Lokasi yang dipilih, ada Masjid agung Kuningan
Taman Kota Kuningan, Pasar Tradisional Kuningan dan ruko-ruko penunjang.
Gambar dibawah menjelaskan Lokasi-Lokasi Fungsi penunjang lainya dengan
A merupakan Masjid agung Kota kuningan , B merupakan Taman kota
Kuningan, C merupakan Pasar Tradisional Kota Kuningan dan yang terakhir D merupakan ruko-ruko menunjang lain.
Bisa dilihat pada Gambar sebagai berikut:
Pada gambar diatas menunjukan Fungsi pendukung utama pada Lokasi yang
telah dipilih untuk pembangunan Bangunan Multifungi ini, Fasilitas yang
disebutkan diatas merupakan Fasilitas/potensi yang besar untuk ikut serta
dalam peran bangunan.
Fasilitas pendukung lain juga tentunya ada disekita lokasi, seperti Super
Market, Pos Polisi, Parkir Outdor, took-toko, Hotel, Sekolah dan lain
sebagainya. Dengan adanya fungsi pendukung ini Menjadikan Bangunan
lebih berperan dalam perletakan lokasi yang sudah dipilih sebagai Lokasi
pembangunan Bangunan Multifungsi di Pusat Kota kuningan.
A
B
C
D
4. Vegetasi
Kawasan ini merupakan kawasan perkotaan kabupaten kuningan, ada
beberapa pengaruh dari bangunan-bangunan dalam sekala mikro, sehingga
dalam proses perancangan harus memperhatikan Penghijauan di daerah
sekitar.
Daya Tarik lokasi menjai factor yang cukup menentukan dalam pemilihan
lokasi, mengingat fungsi yang ditawarkan bersifat mengundang dan
mengandung unsur hiburan. Bentuk dan ukuran site sangat dipengaruhi oleh
factor kebutuhan dan penentuan lokasi. Setiap lokasi mempunyai potensi dan
kendala tersendiri untuk dikembangkan sesuai dengan tujuan. Kebutuhan site
untuk multipurpose hall lebih tergantung pada penyediaan fasilitas parker
dengan cara menyediakan ruang parker baru atau menggabungkan dengan
fasilitas yang sudah ada. Kondisi Lahan Exhisting yang banyak penghijauan
merupakan dibagian timur site berikut penjelasanya dalam gambar:
Kondisi Lahan Exhisting yang banyak penghijauan merupakan dibagian timur
site berikut penjelasanya dalam gambar diatas, pada lokasi ini tidak terlalu
banyak penghijauan, karena daerah ini merupakan lokasi perkotaan yang
tidak terlalu memerlukan penghijauan yang sangat banyak, di lokasi ini
merupakan pusat kota kuningan
Dengan pemilihan lokasi pada pusat kota menjadikan akses yang mudah
untuk dicapai ke lokasi site yag akan dituju ini, lokasi site menjadi gampang
karena merupakan titik tengah kota kuningan,bukan hanya lokasi yang
strategis karena pada pusat kota, fasilitas pendukung juga kan menjadi
pertibangan yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi potensi
yang baik bagi bangunan multipurpose ini,
Gambar dibawah adalah lokasi site yang kan dirancang, terlihat potensi sekitar
yang akan dimanfaatkan untuk mendukung bangunan multifungsi ini, sebagai
berikut:
Pada gambar diatas merupakan lokasi site yang akan dirancang dengan
melihatkan potensi sekitar yang menjadi pertimbangan, ,lokasi site ditandai
oleh lingkaran berwarna biru, lokasi tersebut menjadi pilihan untuk
pembangunan bangunan multipurpose ini dengan analisis yang cocok untuk
pembangunan, dengan potensi akses yang baik karena lokasi merupakan
pada jalur primer kota kuningan menjadikan akses yang mudah untuk
menempuh kedala lokasi site.
Dengan mengikut sertakan peran bangunan sekitar menjadikan bangunan
yang akan dibangun ini menjadi menyatu dengan bangunan sekitar tetapi
tetap dengan identitasnya sebagai bangunan multipurpose. Gambar 40. Lokasi
5. Akses
Pertimbangan terletak pada arus lalu lintas (didalam ataupun di luar site)
sepanjang jalan yang dilewati dan jalur pejalan kaki.
Evaluasi site, studi kelayakan dan perencanaan proyek. Lokasi site harus
dapat dicapai dengan mudah dan baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki,
dilalui kendaraan umum, dan diusahakan merupakan daerah umum yang
hidup.
Berikut adalah gambar site yang akan dirancang dengan memertimbangkan
akses yang mudah, sebagai berikut:
Gambar diatas merupakan jalur kendaraan yang sangat mudah diakses untuk
memasuki lokasi site, digambarkan dengan garis berwarna Merah.
Gambar 41. Akses Sumber : Wikimapia.org
4.2.4 Analisis Keadaan Fisik Lahan
perkotaan merupakan daerah diperuntukan untuk bangunan-bangunan
komersial, tepatnya di daerah, Topografi disini Keadaan lahan relative datar,
tidak ada kontur dlam bangunan, dikarenakan di daerah ini merupakan daerah
perkotaan pusat kota kuningan. Iklim Pada daerah ini beriklim dingin, pada
sebelah timur site berada gunung ciremai, curah hujan pada site ini rendah.
Hidrologi pada lokasi ini Aliran air tanah mengalir kea rah barat site. Jenis
tanah Memiliki sifat mudah menyerap air. Litologi lokasi Didominasi oleh tanah
tidak ada bebatuan di daerah site
Kawasan ini merupakan kawasan perkotaan kabupaten kuningan, ada
beberapa pengaruh dari bangunan-bangunan dalam sekala mikro, sehingga
dalam proses perancangan harus memperhatikan bangunan yang lainya.
Orientasi bangunan meghadap ke jalan utama, mengingat bahwa besar
fasade ini akan menjadi bangunan penerima yang akan menjadi menarik
perhatian pengunjung untuk dating ke dalam bangunan. Topografi akan
mempengaruhi bentuk bangunan, perencanaan system drainase dan utilitas
banguna. Proyek dalam sekala ini harus dapat menerapkan system drainase
tersendiri yang tidak menimbulkan dampak pada sekelilingnya. Bisa dilhat
pada gambar diatas Bentuk topografi menentukan utilitas dengan mudah dan
baik, dengan bentuk pola dan site yang mirip berbentuk huruf L ini
memudahkan untuk mengatur utilitas dan bentuk pola bangunan
4.2.5 Analisis Sirkulasi Kendaraan Dan Pejalan kaki
Sirkulasi kendaraan dengan pencapaian di dalamnya di bagi menjadi dua
yaitu sirkulasi kendaraan dan sikulasi pejalan kaki, pada pencapaian menuju
site sebagain besar dicapai dengan kendaraan baik roda 4 maupun roda
2,Pejalan kaki juga bisa mencapainya dengan mudah karena daerah ini
merupakan darah yang strategis dari segi pencapaian baik melalui kendaraan
maupun pejalan kaki. Untuk kendaraan bisa melalui jalur: Daerah depan site
yaitu Jl. Jen. Sudirman, Bagain samping site yaitu Jl. Sulawati dan, Bagain
belakang yaitu pada Jl. Syekh maulana akbar, pada gambar dibawah
ditunjukan dengan garis berwarna merah, sebagai berikut:
-Sedangkan untuk pejalan kaki bisa mencapai site dengan 4 jalur bisa dilihat
dengan garis warna biru, yaitu sebagai berikut:
Gambar 43. Sirkulasi Kendaraan
Sirkulasi pejalan kaki Sirkulasi Kendaraan
4.3 Persyaratan teknis
Fasilitas yang ideal meliputi beberapa kriteria:
Hall pada lantai dasar, Loading dock terletak di dekat hall, Paling sedikit ada
satu drive-in ke hall, Ketinggian langit-langit hall lebih dari 9 meter, Terdapat
outlet utilitas pada lantai, Modul struktur sesuai standar produk industry.
Gambar 45. Gambaran Persyaratan teknis Hall
Gambar 46. Gambaran Persyaratan teknis Driver in
Driver in Driver in
Pada gambar diatas menunjukan beberapa persyaratan teknis yang harus
dipenuhi perancang, sepeeti ditunjukan dalam gambar 45 hall berada pada
lantai dasar, pada gambar 47 loading dok didekat jall ditunjukan dengan
warna hijau, pada gambar 46 menunjukan driver in lebih dari 1 titik, dan yang
terakhir persyaratan teknis langit-langit lebih dari 9 meter, pada perancangan
ini menggunakan ketinggian 12 meter.
Gambar 47. Gambaran Persyaratan teknis Loading Dok
Gambar 48. Gambaran Persyaratan teknis Langit-langit
Loading dok
BAB VI
HASIL PERANCANGAN
6.1 Pengembangan Site Plan
Entrance menuju bangunan dibuat dua yaitu bagian depan site dan bagian
samping site, entrance utama berada di bagian depan site yaitu Jl. Jen.
Sudirman. Entrance dibuat dua untuk menghindari dari penumpukan
kendaraan yang masuk. Dan pada bagian Entrance utama yang berada di Jl.
Jendral Sudirman terdapat dua Parki bus.
Area samping digunakan untuk loading dok dan loading get , dikarenakan
untuk memudahkan mobil angkut memasuki bangunan. Dan pada bagian
tengah site terdapat 12 Hall.
Site dibatasi dengan pohon-pohon bukan hanya berfungsi untuk penghijauan,
tetapi berfungsi juga untuk pembatas site dan baper suara. Untuk drop off
dibagi menjadi dua yaitu di bagian depan site dan di bagian samping
disesuaikan dengan entrance.
4.2 Pengembangan Denah
Beberapa layout yang berbeda disesuaikan dengan standar-standar fungsinya
masing-masing, pembuatan layout sesuai fungi untuk memudahkan
pengguna mengatur hall di dalamnya dengan mudah dan bisa memperkirakan
kapasitas yang bisa ditampung pada setiap hall didalamnya, konfigurasi hall
berfungsi untuk mengetahui luasan dan kapasitas daya tamping yang akan
digunakan, dari konsep dasarnya sendiri yaitu “fleksible” ini memudahkan
untuk membuka tutup hall dengan mudah
Terdapat beberapa kirteia fungsi hall di dalamnya, seperti untuk perdagangan,
bisnis dan olah raga. Fungsi-fungsi tersebut disesuaikan dengan standar
pada bagianya. Untuk lebih jelas diterangkan pada gambar dibawah ini
sebagai berikut:
Pada lantai dasar ini terdapat beberapa ruangan-ruang utama, seperti ruang
registrasi pada bagian depan, ruang toilet wanita dan pria pada bagian depan
dan belakang, lift pada bagian depan dan belakang, tangga darurat, gudang
depan dan belakang, ruang data elektirkal pada bagian belakang, kantor
loading dok, ruang vip, ruang operator, koridor yang terakhir terdapat hall
pada bagian belakang. Dengan kedekatan ruang seperti yang dijelaskan
menjadikan ruangan yang baik dengan penzonaan yang teratur, pemisahan
antara zona bersih seperti ruang registrasi, lift, toilet dll dengan ruang kotor
seperti area loading dok, data elektrikal, dan kantor loading dok. Dengan
pembagian pre function lobby pada bagiantengah menjadikan sirkulasi yang
baik untuk pengunjung yang dating dan pengunjung yang pergi
Gambar 66. Denah lantai Dasar dan Luasanya
Denah lantai dasar bangunan multipurpose ini dirancang sedemikian rupa
dengan standar-standa dan bertujuan agar memudahkan pengguna. Ada
beberapa fungsi ruang pada lantai dasar ini yaitu meliputi:
- Hall
- Ruang registrasi pada bagan depan
- Toilet pria pada bagian depan dan belakang
- Lift
- Tangga darurat
- Gudang
- Ruang data elektrikal
- Kantor loading dok
- Ruang vip
- Koridor
- Ruang operator
Denah Mezzanine 1 pada bangunan multipurpose ini dirancang sedemikian
rupa dengan standar-standa dan bertujuan agar memudahkan pengguna dan
dapat memfasilitasi sesuai kebutuhan . Ada beberapa fungsi ruang pada
Mezzanine 1 ini yaitu meliputi:
Mezzanine 1 pada bangunan multipurpose ini didominasi oleh ruang-ruang
service seperti:
- Ruang rapat
- Tangga darurat
- Toilet
- Lift
- Ruang genset
- Ruang chiller
Denah Mezzanine 2 pada bangunan multipurpose ini dirancang sedemikian
rupa dengan standar-standa dan bertujuan agar memudahkan pengguna dan
dapat memfasilitasi sesuai kebutuhan . Ada beberapa fungsi ruang pada
Mezzanine 2 ini yaitu meliputi:
Mezzanine 2 pada bangunan multipurpose ini didominasi oleh ruang-ruang
service seperti:
- Ruang ahu
- Tangga darurat
- Lift
- Cooling tower
- Gudang
6.3 Pengembangan Tampak
Gambar tampak A diambil dari sudut A atau di bagian depan bangunan
dengan konsep batik di bagian depan bangunan penerima yang berfungsi
sebagai cafeteria dan ATM center. Bagian depan bangunan terdapat bendera
yang berfungsi sebagai penerima, bukan hanya sebagai penerima tetapi
sebagai identitas bangunan tersebut, terdapat 14 bendera untuk menunjukan
identitas bangunan,
Gambar tampak B diambil dari sudut B atau dibagian samping kanan
bangunan, di bagian ini tidak terlalu banyak konsep yang di pakai karena di
bagian samping ini merupakan bagian Loading dok yang tidak memerlukan
bagian yang cantik.
Berikut pada gambar dibawah ini merupakan gambaran tampak A dan tampak
B, sebagai berikut:
Gambar 70. Tampak A
Gambar tampak C diambil dari sudut C atau dibagian samping kanan
bangunan, di bagian ini tidak terlalu banyak konsep yang di pakai karena di
bagian samping ini merupakan bagian Loading dok yang tidak memerlukan
bagian yang cantik.
Gambar tampak D diambil dari sudut D atau dibagian samping kanan
bangunan, di bagian ini tidak terlalu banyak konsep yang di pakai karena di
bagian samping ini merupakan bagian Loading dok yang tidak memerlukan
bagian yang cantik.
Berikut pada gambar dibawah ini merupakan gambaran tampak C dan tampak
D, sebagai berikut:
Pada gambar-gambar diatas menunjukan beberapa tampak yang diambil,
yaitu tampak A, B, C dan yang terakhir pengambilan tampak D.
Gambar 72. Tampak C
6.4 Pengembangan Potongan
Potongan bangunan dengan memotong bagian A dan bagian B pada
bangunan, potongan berfungi untuk menunjukan situasi didalam bangunan
dengan metoda pemotongan pada bangunan, selain itu potongan untuk
memperlihatkan detail-detail, sambungan-sambungan dan material yang
digunakan,
Potongan A, pada potongan ini memperlihatkan bagian tangga yang
terpotong pada bagian belakang bangunan, pemotongan pada bagian
gudang dan koridor belakang, hall, dan pada bagian depan memootong teras
dan pre function loby pada bagian tengah bangunan, dan memotong pada
bagian basement 1 dan 2 pada bangunan,
Potongan B, pada potongan ini memperlihatkan bagian bagian hall, kantor
pengelola, basement 1 dan 2, dan memperlithatkan ketinggian Ahu pada
bangunan.
Potongan bangunan dengan memotong bagian C dan bagian D pada
bangunan, potongan berfungi untuk menunjukan situasi didalam bangunan
dengan metoda pemotongan pada bangunan, selain itu potongan untuk
memperlihatkan detail-detail, sambungan-sambungan dan material yang
digunakan,
Potongan C pada potongan ini memperlihatkan bagian tangga yang terpotong
pada bagian belakang bangunan, pemotongan pada bagian gudang dan
koridor belakang, hall, dan pada bagian depan memootong teras dan pre
function loby pada bagian tengah bangunan, dan memotong pada bagian
basement 1 dan 2 pada bangunan,
Potongan D, pada potongan ini memperlihatkan bagian bagian hall, kantor
pengelola, basement 1 dan 2, dan memperlithatkan ketinggian Ahu pada
bangunan
6.5 Pengembangan Utilitas
Utilitas Menjadi salah satu aspek penting dalam perancangan bangunan
multipurpose ini, dengan konsep AC central memudahkan untuk penggunaan
AC yang sangat besar. Cara kerja AC central ini adalah pada bagian Mezanine
2 terdapat ruang Cooling tower dan bagian mezzanine 1 terdapat ruang
Chiller, dari Cooling tower disalurkan k AHU yang berada di bagian depan dan
belakang bangunan, setelah itu dari AHU disalurkan ke dalam Hall dengan
konsep penyaluran di bagi dua bagian kanan dan bagian kiri ini bermaksud
untuk semua bagian mendapatkan udara.
Gambar berikut penjelasanya dengan gambar dibawah ini, bagaimana cara
kerja Ac pada bangunan ini, dari penyebaran dan pembagainya, sebagai
berikut:
Pada gambar dibawah menjelaskan system utilitas air kotr dengan
memanfatkan gaya grafitas untuk memudahkan air kotor turun dan masuk ke
dalam bak control sementara dan langsung dilanjutkan ke tangka ipal.
Gambar 79. Utilitas Air Kotor
Gambar dibawah merpakan jalur air hujan dari atap, pada gambar diatas
menunjukan jalur air hujan dengan arah-arah menuju pipa untuk disalurkan
kedalam basement untuk d tamping dan dimanfaatkan.
Pada gambar dibawah dengan garis warna merah merupakan jalur air hujan
untuk menuju penampungan air hujan. Utilitas talang air hujan menjadi hal
yang sangat penting unutk diperhatikan Karen bila atap bocor menjadi kendala
yang sangat merepotkan, pada gambar di atas menjelaskan bagaimana
konsep alur air hujan.
Gambar 81. Roof Top
6.6 Pengembangan Perspektif
6.6.1 Perspektif Exterior
Pada gambar 83 merupakan perspektif pada bagian samping kanan
bangunan, pada perspektif ini sangat terlihat jelas konsep fasad dengan pola
batik, dari depan bangunan dan pada bagian belakang bangunan.
Pada gambar 84 merupakan perspektif pada bagian samping kiri atas pada
bangunan, pada perspektif ini sangat terlihat jelas Drop off bagian kedua
pada bangunan ini.
Pada gambar 85 merupakan perspektif pada bagian samping kiri bangunan,
pada perspektif ini sangat terlihat jelas konsep fasad dengan pola batik, dari
depan bangunan dan pada bagian belakang bangunan.
Pada gambar 86 merupakan perspektif pada bagian samping kanan
bangunan, pada perspektif ini sangat terlihat jelas konsep fasad dengan pola
batik, dari depan bangunan dan pada bagian belakang bangunan.
Gambar 85. Perspektif Exterior Samping Kiri Depan
Pada gambar 87 merupakan perspektif pada bagian samping kanan atas
bangunan, pada perspektif ini sangat terlihat jelas konsep fasad dengan pola
batik, dari depan bangunan dan pada bagian belakang bangunan. Pada
bagian ini merupakan view bangunan yang terlihat keselurugan pada setiap
sisi bangunan.
Pada gambar 88 merupakan perspektif pada bagian drop off utama bangunan
yang terletak antara bangunan penerima dan hall utama.
Gambar 87. Perspektif Exterior Keseluruhan
6.6.2 Perspektif Interior
Pada gambar 89 dan 90 merupakan salah satu gambar interior yang diambil,
yaitu interior banquet dan interior keseluruhan hall, terlihat jelas dengan
konsep batik pada interior ini.
Gambar 89. Perspektif Interior Banquet
Pada gambar 91 merupakan salah satu gambar interior yang diambil, yaitu
interior pre function lobby, pada gambar berikut terlihat jelas teras-teras pada
mezzanine 1 dan mezzanine 2 dengan penggunaan pagar kaca dan ditopang
oleh almunium untu k lebih kuatnya, dan pada bagian tengah lobby terdapat
tangga yang menghubungkan basement 1, basement 2 , lantai dasar,
mezzanine 1 dan yang terakhir menghubungkan ke mezzanine 2.
BAB V
KONSEP PERANCANGAN
5.1 Konsep Dasar
5.1.1 Konsep Dasar dan Pengembangan Tema
Konsep dasar perancangan ini adalah bangunan bentang lebar yang modular
dengan memikirkan layout dan struktur yang bisa menyesuaikan
kebutuhannya, konsep dasar dari bentuk bentang lebar yang kemudian
diklarifikasikan dengan Grid Modul. Konsep tersebut adalah bangunan yang
menyesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan Fungsinya, dengan
menggunakan Konsep tersebut untuk menyelaraskan dengan Tema
bangunan nya sendiri yaitu Bangunan Bentang Lebar. Fungsi yang mengikuti
bentuk dengan flexibilitas yang sangat tinggi, kebutuhan disetiap kegiatan
sangat lah berbeda-beda disesuaikan dengan jenis kegiatan yang akan
diselenggarakan, dengan konsep hall yang bisa dibuka dan ditutup dengan
mudah dan praktis menjadikan kegiatan mudah untuk diselenggarakan
dengan bebas memilih berapa modul yang akan dipakai untuk kegiatan
disesuaikan dengan jenis kegiatan , seperti kegiatan pertemuan, olahraga,
pernikahan, seminar dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut
merupakan rangkuman dari kegiatan yang akan dipergunakan dalam
bangunan multifungsi ini. Flexible terlihat dari Masa yang terbagi-bagi menyatu
dan bisa sebebasnya membuka tutup disesuaikan dengan kebutuhan dan
keinginan, pada konsep dasar ini memudahkan pengguna untuk
mendapatkan ruangan yang luas, pada dasarnya tidak ada ruang yang mati
dalam arti pengguna menyesuaikan dengan kegiatan dengan itu tidak ada
ruangan yang tersisa, pembatas pada setiap hall-hall yang akan menjadi
patokan untuk penyewaan ruangan, bisa dihat dari bentuk atapnya sendiri
yang terlihat seperti terpisah melainkan itu adalah menyatu, dengan bentuk
atap seperti itu menjadikan patokan dari luar seberapa besar modulnya
Flexibilitas ruang bisa dilihat dari ilustrasi pada gambar dibwah ini, dengan
konsep dasar dari bentuk bentang lebar yang kemudian diklarifikasikan
dengan Grid Modul menjadikan mudah untuk diolah oleh pengguna.
Ilustrasi konsep ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini yang menunjukan
flexibilitas:
Flexibilitas terlihat dari Masa yang terbagi-bagi menyatu dan bisa sebebasnya
membuka tutup disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan, pada konsep
dasar ini memudahkan pengguna untuk mendapatkan ruangan yang luas.
Pada gambar diatas menjelaskan pembagian-pembagian modul, dari modul
dan disatukan menjadi berjejeran rapih, dengan modul berjejer rapih
menjadian struktur bentang leba dengan memanjang sesuai peletakan modul
yang berjajaran.
5.2 Pola Bangunan
5.2.1 Pola masa dengan Modul
Pola bangunan berdiri di daerah yang tidak berkontur, bangunan depan di
terdapat bangunan pendukung dan pada bagian tengah site merupakan
Hall-Hall dan pre-function. Bangunan yang fungsi pendukung yang berfungsi
sebagai pendukung bangunan utama yang di dalamnya merupakan cafeteria
dan ATM center, dan bangunan utama merupakan Hall-hall. Bentuk dan pola
bangunan dipengaruhi oleh fungsi bangunan itu seperti apa dan bagaimana
selain fungsi bangunan banyak juga factor yang dapat mempengaruhi
bangunan, yaitu seperti sifat bangunannya seperti apa, struktur yang dipakai
bangunan menggunakan struktur sebagaimana, tentunya bukan hanya itu,
bisa juga dengan sirkulasi dan bentuk site pada lapangan, berikut gambaran
mengenai pola bangunan ditunjukan dalam gambar dibawah ini:
Pada gambar diatas menunjukan lokasi site dengan mempersiapkan konsep
menyesuaikan dengan fungsi bangunan memperhatikan fungsi sekitar dan
bentuk gubahan sekitar bangunan, untuk alasan agar bangunan yang akan
dibangun dapat menyesuaikan dengan bangunan sekitar dapat menyatu
dengan baik.
Pada gambar dibawah ini akan menjelaskan bentukan yang disesuaikan
dengan lingkungan sekitar,dari bentuk dasar yang kotak dan di kembangkan
dengan subtraktif dan aditif, gambarnya sebagai berikut:
Gambar dibawah ini adalah hasil perkembangan pola masa dan modul
dengan mengangkat bentuk dasar kotak, sebagai beikut:
Konsep pola bangunan bangunan menggunakan pola linier, bangunan pada
daerah pusat perkotaan yang site bangunannya berhadapan langsung
dengan jalan dan akses masuk berasal dari jalan utama, konsep pola ini
disesuaikan dengan keadaan sekitar, menyesuaikan bangunan yang sudah
ada dan dikembangkan dengan bentuk dasar kotak dan sedikit dikembangkan
dengan subtraktif dan aditi pada pola modul tersebut.
Gambar 52. Konsep Pola masa dengan Modul Bentuk dasar Perkembangan
Bentuk
Perkembangan Bentuk Subtraktif dan aditif
Hasil Perkembangan
5.3 Pengembangan Konsep
5.3.1 Konsep Pola Perletakan Dengan Fungsi
Konsep pola perletakan dan fungsi, pada analisis sebelumnya akses menuju
lokasi site sangatlah mudah, dari beberapa arah bisa mencapainya,
penjelasanya sebagai berikut:
Pada gambar diatas menjelaskan sirkulasi dan titik macet pada lokasi site yang
akan dibangun bangunan multifungsi ini, dalam gambar diatas menjelaskan
titik-titik berwarna merah muda merupakan jalur kendaraan utama yang nisa
diakese oleh kendaraan roda 4 dan roda 2, pada gambar diatas ada panah
berwarna biru merupakan arah menuju kota berikutnya, seperti kota Cirebon
dan kota majalengka, dan pada lingkaran biru merupakan titik0-titik
kemacetan dengan tingktat kemacetan rendah, pada pusat kota ini merupakan
pusat perekonomian kota kuningan.
Pada analisis diatas menjelaskan jalur kendaraan dan titik-titik kemacetan
pada lokasi site yang akan dibangun bangunan multifungsi ini, Untuk lebih
jelas Mengenai Konsep pola bangunan dan Fungsinya bisa dilihat pada
Gambar di bawah ini:
Gambar diatas menunjukan pembagian zona pada konsep pola perletakan
dan fungsi, Pola perletakan bangunan dan fungsinya bisa kita lihat dari konsep
gambar di atas, pada warna kuning disini merupakan bangunan penerima,
pada bangunan ini adalah bagian fasade bangunan dengan fungsi sebagai
cafeteria Daerah yang berwarna abu-abu merupakan bagian utam dari
bangunan, bagian ini adalah hall-hall dengan konsep 3 hall di bagian kanan
site, 4 hall di bagian belakang site dan yang terakhir 5 hall di bagian kiri site.
Perletakan ini memudahkan untuk sirkulasi pengunjung.
Bagian yang berwarna biru merupakan daerah pre function, dengannkonsep
menempatkan pre function di bagian tengah site memudahkan sirkulasi
manusia masuk dan keluar bangunan, dan dengan menggunakan konsep ini
bisa memudahkan orang untuk mencari hall yang mereka tuju.
Bagian hijau merupakan zona loading dok, ditempatkan dibagian pinggir site
memudahkan untuk mobil angkut memasuki bangunan, ini merupakan daerah
kotor dalam arti merupakan sirkulasi mobil angkut barang.
Konsep ini didapat dari kesimpulan analisis, analisis yang matang menjadikan
konsep yang matang pula, dari analisis menerangkan bahwa bagain depan
site cocok untuk bangunan penerima yang bersifat sangat cantik untuk bagian
depan , dairi analisis tersebut dibagian depan site merupakan salah satu jalan
utama yang aksesnya sangat mudah dicapai, disamping itu jalan utama ini
terdapat fasilitas yang memadai dan potensi yang bisa dimanfaatkan. Pada
bagian depan bangunan penerima difasilitasi cafeteria dan ATM centre,
fasilitas ini sangat diperlukan unutk penunjang bangunan serbaguna.
Dengan menempatkan pre function lobi di tengah lurus dengan bangunan
penerima menjadikan pola bangunan yang rapih, dengan sirkulasi dibagian
tengah dan hall-hall dibagian pinggir site.
Pola bangunan yang menyesuaikan dengan sejajaran pre function lobby
menjadikan kerapihan bangunan, mengambil dari kesimpulan analisis bahwa
pada daerah ini pola bangunan yang rapih berajajaran dengan baik.
Pereltakan loading dok dibagian pinggir site menjadikan kemudahan untuk
sirkulasi kendaraan angkut, karena disesuaikan dari pola bangunan yang
erada setiap sisi untuk pereltakan loading dok.
Pada konsep perletakan pola dan fungsi mengidentifikasikan dari hasil analisis
sirkulasi dan kemacetan pada lokasi site yang akan dibangun ini, untuk
menghindari dari akses yang susah dicapai dan penumpukan kendaraan yang
5.3.2 Konsep Hall
Pada dasarnya muncul Konsep hall dan perletakan dari modul-modul, dengan
pembuatan modul yang sesuai standar dan memenuhi fasilitas yang
memadai, perletakan, pada konsep modul kali ini menggunakan 2 type
konsep modul dari Modul A dan Modul B, berikut gambaran modul A dan
modul B:
Standar Modul diatas yang akan disusun dengan konsep Contiguous Hall,
dengan konsep ini menjadikan bangunan yang tersusun rapih dan tertata,
selain itu memudahkan untuk dicapai oleh pengunjung dengan konsep
berajaran seperti konsep Contiguous Hall, zona modul diatas dibedakan
dengan ukuran-ukuran ruang.
Gambar 55. Modul A
Konsep perletakan, menggunakan konsep “Contiguous Halls”, hall-hall berletakan sejajar bersebelahan, digunakan agar memungkinkan fleksibilitas
ruang yang tinggi, agar hall dapat dibagi dan digabung dengan mudah. Untuk
konsep lebih jelas bisa dilihat dalam gambar di bawah ini:
gambar diatas merupakan pola perletakan Modul dengan konsep Contiguous
Hall, pada gambar diatas terdapat nomor-nomor hall, pada pembagian hall
meliputi, nomor 1- 8, merupakan modul type A, dan 9-12 merupakan modul
type B. perletakan hall menggunakan konsep contiguous halls memudahkan
untuk konsep utama yaitu fleksible, dengan meletakan hall-hall sejajar agar
memudahkan membuka dan menutup hall sesuai kebutuhan, hall-hall ditutup
dan dibuka oleh penutup yang flexible mudah untuk di dilipat dan di tata.
Hall-hall yang sejajar disamping untuk memudahkan flexibilitas hal ini juga
memudahkan untuk konsep perletakan loading dok, pada konsep loading
dong disimpan pada bagian belakang hall, dengan konsep hall yang sejajar
menjadikan loading dok ikut sejajar ini memudahkan untuk sirkulasi mobil
angkut masuk dan keluar dengan rapih.
1
5.3.3 Konsep Sirkulasi Hall
Konsep sirkulasi, pintu masuk dan pintu keluar menyatu. Pada konsep ini pintu
masuk berletak di bagian depan dan pintu keluar juga berletak di depan, hal
ini memudahkan untuk sirkulasi manusia dalam hall. Pada konsep sirkulasi ini
menyesuaikan dengan konsep perletakan yang menjadikan hall-hall sejajar
dengan rapih dari kanan ke kiri. Display menerus terbuka pada dua sisi, pada
pemasangan layout menggunakan display 2 sisi dengan menempatkan
sirkulasi di tengah dan pada kanan kiri sirkulasi terdapat layout-layout display
untuk pameran sendiri, untuk pemanfaatan ruangan konsep ini menjadi efisien
dan sangat menghemat ruang.
Sirkulasi untuk mobil angkut diletakan pada bagian belakang hall, dengan
konsep yang sama yaitu pintu masuk dan pintu keluar dengan jalur yang
sama, ini memudahkan untuk proses pemongkar pasangan barang dan
memudahkan untuk proses pengangkutan barang uyang besar, disamping itu
perletakan sirkulasi mobil angkut di belakang ini membedakan antara zona
bersih dan zona kotor, dengan menjadikan daerah loading barang sebagai
zona kotor yang menjadikan peserta dan pengunjung pameran tidak melewati
dan beraktifitas pada bagian ini. Berikut penjelasan dengan ilustrasi gambar:
5.3.4 Konsep Lanscap
Landscap pada bangunan ini menggunakan pohon-pohon peredu, di bagian
samping-samping site, bukan hanya menggunakan pohon peredu didalam
konsep ini menggunakan elementair pada bagian depan site atau pada entrance
utama menjadikan agar pengunjung tidak bosan dan tidak jenuh dengan hanya
melihat pohon pada bagian samping site, adapun kegunaan pohon-pohon
peredu sebagai beikut:
- Sebagai buffer, baik sebagai buffer visual dan buffer kebisingan dari lingkungan sekitar
- Sebagai pembatas jalur pedestrian dan jalur kendaraan atau area parkir - Untuk menciptakan suasana yang nyaman dengan menggunakan
element-element seperti pohon, air dan sclupter
Landscap Pohon-pohon
5.3.5 Konsep Signage
Signage diperlukan untuk memberikan kesan visual dan sebagai pemberi
informasi serta petunjuk arah. Signage disini menggunakan tiang bendera
sebagai identitas atau ciri bangunan. Pada konsep ini memasang 7 tiang
bendera sebelah kanan dan 7 tiang bendera di sebelah kiri dengan total tiang
bendera 14 buah tiang bender. berikut penjelasan melalui ilustrasi gambar:
Pada gambar diatas merupakan gambar signage dengan bendera, yang
menjadikan identitas bangunanya itu sendiri.
5.3.6 Konsep Pencahayaan
Penerangan exterior yang baik dapat mengurangi terjadinya kecelakaan, dan
menjaga keselamatan public yang luar masuk ke dalam site, secara fungsional
penerangan di butuhkan pada daerah-daerah sebagai berikut:
- Tempat parker/basement - Jalur pejalan kaki
- Jalan masuk
- Ruang terbuka/halaman bangunan - Jalur pengunjung dan service
Pada gambar dibawah menunjukan sirkulasi alami yang masuk kedalam bangunan
dengan konsep hemat energy, gambar sebagaii berikut:
Pada gambar diatas dengan warna merah menunjukan bahwa sirkulasi udara
dan cahaya masuk, Penggunaan pencahayaa dan penghawaan yang alami
menjadikan bangunan yang hemat akan energy, pencahayaan dan
penghawaan disatukan dengan membuat atap pada bagian atas dengan
konsep terbuka agar cahaya dan penghawaan bisa masuk dengan muda
melalui lubang-lubang yang sudah disediakan pada bagian atas atap yang ke
dua.
Perletakan pada bagian atas tidak mengganggu visual di bagian dalam hall,
menjadikan tidak ada kendala dalam perancangan untuk menempatkan
pencahayaan dan penghawaan alami pada bagian atas atap dengan
membuat atap yang baru untuk menutup. Dengan memasang 2 tingkat atap
bukan hanya untuk pencahayaan dan penghawaan, tetapi juga sebagai
estetika yang menjadikan bangunan menarik dilihat tidak polos hanya dengan
1 tingkat atap sebagai struktur utama.
5.3.7 Pemilihan Material
Pada kriteria pemilihan material yang akan digunakan dalam bangunan ini
adalah memilih material yang berkesan timbul, ketahanan terhadap umur dan
cuaca, kemudahan perawatan dan kemudahan penyediaan dengan
menggunakan material local. Material yang digunakan merupakan material
modern seperti kaca dan baja, yang berkesan ringan dan flexible terhadap
cuaca tropis. Alasan pemilihan material didasarkan atas pertimbangan,
perawatan yang mudah, Tahan lama terutama pada bagian fasilitas public,
Mempunyai nilai esteika yang bagus
5.3.8 Konsep Fasade Bangunan
Secara fungsional ruang-ruang tidak membuuhkan bukaan-bukaan pada
fasade bangunan, oleh karena itu sering kali digunakan panel-panel beton
pada bangunan seperti ini. Namun pada saat ini timbul kecenderungan
penggunaan fasade transfaran dari rangka baja dan kaca, untuk memberikan
kesan bangunan yang lebih terbuka.
Batik dijadikan konsep untuk perancangan pasade pada bangunan penerima,
bangunan penerima dibuat menarik karena menjadikan fiusal yang baik untuk
pengunjung mendatangi bangunan ini, diasmping itu pada bagian depan
dibuat menarik untuk menjadikan identitas bangunan dengan estetika yang
bagus dan menarik. Konsep batik diterapkan untuk menjadikan batik sebagai
5.3.9 Konsep Entrance
Entrance merupakan akses menuju bangunan, dengan akses yang mudah
untuk pengunjung menjadikan bangunan yang nyaman untuk dikunjungi,
pada gambar dibawah merupakan pola perletakan entrance, drop off, parker
bus dan loading dok.
Entrance dibuat lebih dari satu, namun entrance utama haruslah dibuat
menarik untuk memberikan orientasi pada pengunjung. Penjelasanya akan
digambarkan pada gambar dibawah ini, yaitu:
Konsep entrance dibuat lebih dari satu dikarenakan untuk menghindari
penumpukan kendaraan masuk dan keluar, pada konsep ini perletakan
entrance berada pada baian depan dan bagain samping kiri site. Pada
bagiandepan site merupakan entrance utama yang pembuataanya dibuat
semenarik mungkin. Pada entance depan terdapat beberapa street furniture
untuk mempercantik penampilan bangunan dan lebih berkesan welcome.
5.4 Sistem Utilitas
5.4.1 Sistem Jaringan Listrik
System daya listrik untuk bangunan diperoleh dari jaringan listrik PLN dan
dari jaringan listrik Generator.
Skematika jaringan listrik dapat digambarkan sebagai berikut:
Suplai listrik pada untuk disebarkan ditanam di di bawah lantai, agar tertutup
tidak terxpos, dan pada proses penyalran dipasang setiap 4 stand atau 12
meter.
5.4.2 Pengondisian Udara
Luas ruangan yang besar dilakukan penghawaan dengan membagikan dari
ruang atas pada setiap hall nya, dengan konsep penghawaan disebarkan ke
kanan dank e kiri diharapkan agar semua ruangan mendapatkan udara yang
dingin dari udara buatan.
PLN GARDU LISTRIK METERAN LISTRIK MDP
GENERATOR
Bagan 7. Sistem Jaringan Listrik
5.4.3 Sistem Distribusi Air Bersih
Distribusi air bersih diperoleh dari PDAM
Berikut adalah skema jaringan air bersih:
5.4.4 Sistem Pengolahan Air Limbah
System pengolahan air limbah
- System penampungan dan penyaluran
Pada system ini adalah system pencampuran dari dapur, air hujan dan
fasilitas lain sebagainya dalam 1 saluran air.
- System pembuangan
Air limbah yang berasal dari air bekas memasak dibuang ke dalam saluran
drainase sedangkan saluran dari toilet menggunakan septictank.
5.4.5 Sistem sampah
System pembuangan sampah menggunakan system penumpukan dan
pengumpulan dari beberap titik dan di ambil oleh mobil sampah, pada
titik-titik tertentu disediakan bak sampah.
PDAM TANGKI UTAMA
POMPA
PENYEBARAN
PENYEBARAN
PENYEBARAN
5.4.5 Sistem Kebakaran
Peralatan yang digunakan untuk mengantisipasi bencana kebakaran
- Hydrant (indoor dan outdor) - Siamesse connection
- Smoke dan heat detector - Fire extinguisher
Mesin dan alat:
- Pompa - Tanki air
- Hydrant box untuk indoor dan hydrant pillar untuk outdor - Tangga darurat
5.4.6 Tata Suara
- Penempatan titik suara ditempatkan di mana pengunung berkumpul ini bertujuan agar pengunjung dapat mendengrkan suara dengan jelas.
- Pengeras suara ditempatkan di bagian atas, di dinding bagian atas, dengan ukuran pengeras suara yang kecil
- Pada ruang informasi dijadikan tempat pemanggilan
BAB III
ELABORASI TEMA
3.1 Pengertian
Tema yang diangkat dari perancangan ini yaitu “Bangunan Bentang Lebar” .
Bangunan bentang lebar merupakan tema yang mengoptimalkan Struktur
Bentang Lebar, namun bukanhanya sebagai struktur melainkan sebagai
elemen estetik yang menarik.
Definisi bangunan bentang lebar ini sendiri yaitu merupakan bangunan yang
didalamnya bebas kolom sebagai penyangga struktur(column free space)
Struktur adalah sarana untuk menyalurkan beban yang diakibatkan
penggunaan dan kehadiran bangunan diatas tanah.
Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan
penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin.
Bangunan bentang lebar secara umum terdiri dari 2 yaitu bentang lebar
sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana berarti
bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada
bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk
yang ada. Sedangkan bentang lebar kompleks merupakan bentuk struktur
bentang lebar yang melakukan modifikasi dari bentuk dasar, bahkan kadang
dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang lebar.
Guna dan fungsi bangunan bentang lebar dipergunakan untuk
kegiatan-kegiatan yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup besar, seperti
untuk kegiatan olah raga berupa gedung stadion, pertunjukan berupa gedung
pertunjukan, audiotorium dan kegiatan pameran atau gedung exhibition.
Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu dengan
lainnya. Kerumitan yang timbul dipengaruhi oleh gaya yang terjadi pada
Definisi Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan
penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Yang
dibagi menjadi dua golongan yaitu : 1.Bangunan lebar sederhana Bentang
lebar sederhana berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada
dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak
dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada. 2.Bangunan lebar kompleks
Merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi dari
bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa
sistem struktur bentang lebar.
Menurut Schodek (1998), struktur bentang lebar dibagi ke dalam beberapa
sistem struktur yaitu sebagai berikut :
- Struktur Rangka Batang dan Rangka Ruang.
- Struktur Furnicular, yaitu kabel dan pelengkung
- Struktur Plan dan Grid
- Struktur Membran meliputi Pneumatik dan struktur tent (tenda) dan net
(jarring)
- Struktur Cangkang
Sedangkan menurut Sutrisno (1989), Struktur Bentang Lebar dibagi menjadi
membagi ke dalam 2 bagian yaitu :
a. Struktur ruang, yang terdiri atas :
- Konstruksi bangunan petak (Struktur rangka batang)
- Struktur rangka ruang
b. Struktur permukaan bidang, terdiri atas :
- Struktur Lipatan
- Struktur Cangkang
- Membran dan Struktur Membran
- Struktur Pneumatik
3.2 Interpretasi Tema
Penerapan tema arsitektur “Bangunan Bentang Lebar” merupakan aspek penting
untuk menghadirkan kekuatan yang menjadi faktor utama, melihat fungsinya yang
memerlukan struktur yang lebar dan kuat.
Bagan dibawah menjelaskan tentang proses pengembangan tema sebagai
berikut:
Pada bagan diatas menjelaskan tahapan pengembangan tema, dari tema
bangunan bentang lebar dengan mengembangkan struktur dan konstruksi,
pada struktur mengembangkan estetika pada bangunan dan dengan
memperhatikan fungsi, dan pada konstruksi mengembangkan bahan
bangunan yang akan dupakai dan dengan memperhatikan fungsi.
Dari tahapan-tahapan diatas menunjukan bagaimana cara pengembangan
tema yang baikdan benar, dengan memperhatikan semua aspek didalamnya.
`
BANGUNAN BENTANG LEBAR
STRUKTUR KONSTRUKSI
FUNGSI
BAHAN ESTETIKA
3.3 Studi Kasus Tema Sejenis 3.3.1 Singapura Expo
Alamat 1 Expo Drive, Singapore 486150
Lokasi Changi, Singapura
Pemilik: PSA International
Dibuka 4 Maret 1999
- Jumlah ruang 123.000 m2 (1.320.000 sq ft)
- aula pameran lantai Halls 1-6 60.000 m2 (650.000 kaki persegi)
Halls 7-9 32.000 m2 (340.000 kaki persegi)
Stasiun MRT angkutan umum akses Expo
Gambar diatas merupakan Type Atap Singapore Expo.
Singapura EXPO adalah yang terbesar konvensi dan pameran tempat di
Singapura dengan lebih dari 100.000 meter persegi kolom bebas, penyebaran
ruang indoor lebih dari 10 ruang. Dibangun dan dikelola oleh PSA
International, dan didanai oleh Departemen Perdagangan dan Industri, S $
220.000.000 bangunan (tidak termasuk biaya 40.000 ekspansi m²) dibangun
di sebelah timur Singapura dekat Simei dan Tanah Merah. Saat ini dikelola
oleh Temasek Holdings, Singex Venues Private Limited, gedung milik
pemerintah dirancang oleh Cox Richardson Rayner
Gambar dibawah Merupakan Gambar Denah pada Singapore Exp, bisa dilihat
sebagai berikut:
Gambar diatas merupakan Denah dari Singapore expo, denah dengan
modular berjajaran menjadikan pola bangunan yang sangat rapih dengan pola
linier.
Singapore Expo adalah yang pertemuan terbesar, insentif, konferensi,
pameran tempat di Singapura dan merupakan salah satu yang terbesar dan
paling benar-benar dilengkapi pusat di seluruh Asia. Ada sepuluh ruang besar
serbaguna, masing-masing menjadi 10.000 meter persegi, memberikan total
lantai ruang lebih dari 100.000 meter persegi. Semua ruang yang tersedia yang
saling berhubungan dan di permukaan tanah dan kolom gratis.
Sepuluh ruang konferensi juga tersedia, mulai dari ukuran 89-844 meter
persegi, cocok untuk 150 sampai 1.000 orang. Selain itu, ada ruang rapat yang
dapat menampung 15-125 anggota.
Asli bangunan Singapore Expo terdiri enam ruang yang saling berhubungan
dari 10.000 meter persegi masing-masing, dengan kolom bebas ruang dan
ketinggian langit-langit hingga 16 meter. Setiap hall mandiri dan terkait dengan
ruang lain oleh jalan setapak udara. Tambahan 40.000 meter persegi (empat
ruang baru) diselesaikan pada bulan September 2005 dan terkait dengan
bangunan aslinya di Expo drive melalui jalan terlindung.
Gambar dibawah menunukan View keseluruhan dari Singapore expo, sebagai
berikut:
Gambar diatas merunukan View keseluruhan dari Singapore expo dan Secara
resmi dibuka pada tanggal 4 Maret 1999. Selain itu, disajikan dengan Stasiun
MRT Expo di Cabang Jalur Bandara Changi Line Timur-Barat. Gambar 22. Exterior Singpura Expo
Gambar dibawah merupakan suasana interior dengan kegiatan pameran,
sebagai berikut:
Pada gambar diatas menunjukan suasana interior, terlihat struktur yang
dipakai Singapore expo ini, struktur yang di expos menjadikan estetika pada
interior dengan menambahkan lampu-lampu untuk mempercantik.expos
struktur tentunya tidak menjadi mengganggung aktifitas pada pameran
didalamnya. Sebuah carpark untuk 2.200 kendaraan juga tersedia, yang dapat
dikonversi menjadi 25.000 meter persegi ruang pameran luar. Hal ini dapat
diakses oleh MRT, dengan mentransfer ke kereta di platform tengah di Tanah
Merah interchange. Singex Venues, perusahaan manajemen Singapore
EXPO, adalah satu-satunya perusahaan MICE di dunia yang memiliki sertifikasi
ganda dalam Business Continuity Management (diberikan oleh standar Inggris
dan Singapura).
3.3.2 Brisbane Convention & Exhibition Centre
Brisbane Convention & Exhibition Centre (BCEC) adalah pusat konvensi di
Brisbane, Australia. Hal ini terletak di Brisbane Selatan dan menempati
sebagian besar blok yang dibentuk oleh Grey Street, Melbourne Street,
Merivale Street, dan Glenelg Street. Pusat ini dimiliki oleh South Bank
Corporation dan dikelola oleh AEG Ogden.
BCEC dibangun oleh Leighton Contractors, awal Maret 1993 dengan
pembongkaran World Expo Park.Bangunan biaya $ 170 juta dan sebagian
besar didanai oleh penjualan Pemerintah Queensland lisensi kasino, dan
sisanya didanai langsung oleh pemerintah. Pusat selesai pada Mei 1995, dan
dibuka pada tanggal 6 Juni.
Gambar dibawah ini merupakan Exterior Brisbane Convention & Exhibition
Centre (BCEC)pada bagian depan, sebagai berikut:
view diambil dari sudut kanan pada bangunan, dengan konsep entrance pada
bagian kanan bangunan Brisbane Convention & Exhibition Centre ini.
Desain ekspansi ke BCEC di Grey Street telah disetujui pada tahun 2007.Laing
O'Rourke ditunjuk sebagai pembangun proyek pada bulan Juni 2009 setelah
penundaan yang disebabkan oleh masalah anggaran, dan konstruksi dimulai
pada tahun 2010.Proyek ini selesai pada awal 2012, dan dibuka pada tanggal
25 Januari. Ini biaya $ 140 juta dan didanai oleh Pemerintah Queensland.
Ekspansi lima tingkat memiliki 25,000m² lantai kerja dan mencakup dua
auditoria untuk 400 dan 600 dengan disertai ruang foyer, fasilitas speaker , dan
ruang rapat pribadi. Bangunan ini 450 meter panjangnya, 120 m dan lebar 24
m. Desain atap kompleks didasarkan pada lima paraboloids hiperbolik.
Bangunan ini distabilkan oleh dinding geser beton dan dibalut baja. Parkir
mobil terletak di lantai dasar. Berikut adalah interior dari acara pameran dalam
gedung Brisbane Convention & Exhibition Centre, sebagai berikut:
Pada gambar diatas merupakan interior Brisbane Convention & Exhibition
Centre, terlihat aktifitas pameran pada interior ini.
Pada gambar diatas menunjukan suasana interior, terlihat struktur yang
dipakai interior Brisbane Convention & Exhibition Centre ini, struktur yang di
expos menjadikan estetika pada interior dengan menambahkan lampu-lampu
untuk mempercantik.expos struktur tentunya tidak menjadi mengganggung
aktifitas pada pameran didalamnya.
Pada gambar diatas menunjukan suasana interior, terlihat struktur yang
dipakai interior Brisbane Convention & Exhibition Centre ini, struktur yang di
expos menjadikan estetika pada interior dengan menambahkan lampu-lampu
untuk mempercantik.expos struktur tentunya tidak menjadi mengganggung
aktifitas pada pameran didalamnya.
Struktur bentang lebar tidak hanya menyesuaikan dengan fungis, tetapi bisa
juga menjadi nilai estetis pada bangunan, salah satunya kita bisa lohat pada
gambar interior diatas merupakan interior yang strukturnya terekspos.
Pada gambar diatas juga terlihat lampu diletakan pada bagian rangka atap,
menjadikan beban yang tersalur dari lampu ditopang oleh atap, dengan
kekuatan baja sebagai material utama atap.
BAB II
DESKRIPSI PROYEK
2.1 Deskripsi Umum.
Deskripsi umum menjelaskan tentang data umum proyek racangan bangunan
multipurpose ini, dengan data perancangan sebagai berikut:
Nama Proyek : Kuningan Multipurpose Center
Lokasi : Jl. Jen. Sudirman Kuningan
Sifat Proyek : Komersial
Kelengkapan Fasilitas : Telepon, Jaringan Listrik, Saluran air bersih, Pam,
Riol kota, Drainase.
2.1.1 Lokasi proyek
Kuningan Jawa Barat Indonesia. Lokasi ini adalah yang mempunyai potensi
yang sangat baik untuk dibangunnya bangunan exhibition ini.
Letak lokasi pada gambar dibawah:
Gambar 1. Peta Lokasi Site peruntukan
Pada gambar diatas meurpkan peta keseluruhan kota kuninga, lokasi site
ditunjukan dengan lingkaran berwarna biru pada gambar diatas, lokasi tersebut
merupakan lokasi pusat perkotaan kota kuningan
Gambar di atas menjelaskan Lahan berada di zona komersial skala kota dengan
potensi eksisting merupakan pusat perekonomian dan peribadatan kota
kuningan, dengan adanya pasar tradisional, masjid agung, dan taman kota
kuningan.
Gambar diatas menunjukan existing pada lokasi site yang telah analisis dan
dipilih sebagai lokasi pembangunan Bangunan multipurpose ini.
Lokasi proyek ini merupakan lokasi yang sangat strategis untuk didirikan
bangunan multifungsi, dengan fasilitas sekitar yang memadai dan mendukung
untuk didirikan bangunan multifungsi ini, dengan potensi yang sangat baik ini
bisa memanfaatkanya sebaik mungkin untuk menghasilkan penghasilan yang
lebih besar lagi dalam sektor perekonomian.
Gambar 4. Eksisting Batasan site
Eksisting tidak ada Gambar pada Depan Site Jl.
Jen. Sudirman Eksisting tidak ada
kemacetan, pengambilan Gambar pada Depan Site Jl.
Gambar dibawah ini merupkan gambaran zona kawasan Kab. Kuningan
dibedakan dengan warna warna. Dengan gambar sebagai berikut:
Gambar dibawah ini merupkan gambaran akses menuju Kab. Kuningan,
dengan warna biru sebagai kota kuningan dan warna biru muda dengan
jalur/akses menuju kota kuningan.
Gambar diatas merupakan gambar akses menuju kab. Kuningan dengan bisa
mengambil arah dari Cirebon, arah dari majalengka dan arah dari jawa
Gambar 5. Zona kawasan Kab. Kuningan
2.1.2 Peraturan Kawasan
Peraturan kawasan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan
dalam setiap perancangan karena hal ini dapat pempengaruhi prancangan
dari lahan bentukan dan aturan setempat.
Gambar dibawah ini merupakan peta rencana pola ruang dan tabel peraturan
pemerintah setempat:
Beberapa peraturan pemerintah untuk mendirikan bangunan komersial pada
kawasan ini, salah satunya yaitu peraturan mendirikan bangunandengan KDB,
KLB dan KDH, pada kawasan ini merupakan kawasan komersial yang berletak
di pusat kota kabupaten kuningan ini, selain potensi yang baik pemilihan lokasi
ini juga disesuaikan dengan peraturan pemerintah yang mendukung dan
memperbolehkan mendirikan bangunan komersial seperti bangunan
multipurpose ini disite tersebut.
Gambar 7. Peta Rencana Pola Ruang Kab. Kuningan
Gambar bawah merupakan gambar detail peraturan KDB, KLB, dan KDH pada
kawasan yang akan dibangun dalam perancangan, gambarnya sebagai berikut:
Gambar diatas dapat dilihat peraturan pemeritah tentang KDB, KLB, dan KDH,
pada peraturan diatas menjelaskan secara detail tentang peraturan tersebut,
didalamnya merupakan peraturan yang harus dipenuhi untuk membangun
bangunan Multipurpose ini, peraturan meliputi KDB mencapai 70%, KDB yang
besar menjadi potensi untuk membangun bangunan yang besar pula untuk
mengembangkan perancangan, pada peraturan yang lainya menjelaskan
tentang KLB, pada KLB di daerah tersebut sebesar 3,5 dan pada peraturan
yang terakhir merupakan KDH, pada KDH didaerah tersebut merupakan 10%,
ini menjadi potensi tersendiri untuk mendukung pembangunan bangunan
multipurpose ini.
Gambar 8. Peta peruntukan
2.2 Studi Banding Proyek Sejenis.
2.2.1 Indonesia Convention And Exhibition Center
Terletak di Bumi Serpong Damai - Tangerang, Indonesia Iinternational
Convention dan Exhibition Center telah dirancang untuk menjadi sebuah
kompleks bangunan multi-fungsi yang membentang di area seluas ± 25
hektar. Indonesia Iinternational Convention dan Exhibition Center terdiri dari ±
150.000 meter persegi dari fasilitas konvensi dan pameran, 800 kamar dari 3
& 4 hotel bintang dan gedung perkantoran modern. Dijadwalkan akan dibuka
pada tahun 2014, Indonesia Iinternational Convention dan Exhibition Center
diharapkan menjadi yang terbesar konvensi dan pameran tempat di Asia
Tenggara.
Gambar diatas merupakan view keseluruhan bangunan, pada pengambilan
gambar merupakan gambar dari sisi kiri bangunan, pada sudut sisi kiri
bangunan ini terlihat exhibition hall pada bangunan, hotel bintang, drop off,
exhibition outdor convention hall, dan jalur utama/jalan utama untuk mencapai
kedalam lokasi bangunan Indonesia international convention and exhibition
Center.
ICE memiliki Fasilitas 10 halls pameran, dengan luas 60,000m² dengan 2 pusat
konvensi, dengan satu konvensi berkapasitas 10.000 oang, dan 15.000 orang,
dan dengan fasilitas gedung kantor dengan 17 lantai gedung kantor.
Pada Gambar dibawah ini merupakan view dilihat dari mata manusia dari
bagian depan bangunan, gambar diambil bagian depan disamping drop off
pada Convention.
Pada Gambar diatas menunjukan aktifitas pada bagian depan convention,
menunjukan aktifitas bagian depan. Luas lahan total 220.000 meter persegi,
fasilitas tersebut akan siap pada awal 2015 dan siap sebagai pergi untuk venue
untuk pasar MICE domestik berkembang, dan peristiwa internasional mencari
di luar pantai matang dan mapan.
Terletak di daerah komersial BSD City, Tangerang, pembangunan perkotaan
yang berkelanjutan, IEC hanya 30 menit dari Bandar Udara Internasional
Soekarno-Hatta dan dapat dicapai dalam 40 menit dari Central Business
District Jakarta.