• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kuningan Multipurpose Center

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kuningan Multipurpose Center"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

Tema

BANGUNAN BENTANG LEBAR

LAPORAN PERANCANGAN

AR 38313 S – STUDIO TUGAS AKHIR

SEMESTER VIII TAHUN 2014-2015

Sebagai Persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Oleh :

DENI PRIANSYAH

104 11 029

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR

(2)

BAB IV

ANALISIS

4.1 Analisis Fungsional

Menurut rencana Tata ruang wilayah kabupaten kuningan(2011), pada daerah

perkotaan merupakan daerah diperuntukan untuk bangunan-bangunan

komersial, tepatnya di daerah site yang berada pada Jl. Jen. Sudirman dengan

tingkat kepadatan sedang.

Berdasarkaan tinjaua analisis daerah ini mempunyai potensi yang baik untuk

dijadikan tempat bisnis karena karena dilihat dari potensi dan akses yang

mudah kedalam site, terlebih lagi dengan banyaknya fungsi pendukung

seperti pusat belanja pasar tradisional, pasar modern, masjid agung, taman

kota dan lain sebagainnya.

4.1.1 Kebutuhan Ruang dan Luasan

Program ruang pada Bangunan Multifungsi yang dirancang Modular, dengan

modular yang sama memudahkan untuk proses pengembangan perncangan

. berikut Penjelasanya dalam table sebagai berikut:

No. Nama Ruangan Jumlah standar Sumber Luas(m2)

1 Lobby Pameran 0,5m2/orang Neufert 1482 m2

2 Ruang Pameran 9m2/Stand Fred Lawson 18780m2

(3)

WC= 5

7 Resepsionis 11m2/orang Fred Lawson 1117m2

8 Registrasi 9m2/group Pusat exhibition dan konvention

42m2x8=

336m2

45m2x4=

180m2

9 Exhibition hall 1m2/orang

1,5m2/orang

2m2/orang Neufert 1117m2

(4)

16 Parkir (bisa dibuat basement)

(5)

4.1.2 Analisis Sirkulasi

1. Sirkulasi pengunjung

Sirkulasi pengunjung dimulai dari Main Entrance menuju Drop off, pada drop

off dibagi 2 jalur, yaitu jalur kanan dan jalur kiri, pada jalur kanan untuk dropp

off bangunan penunjang dan jalur kiri untuk langsung menuju Pre-Function

Lobby, setelah itu kendaraan bisa langsung masuk ke Basement, pada

basement terdapat jalur menuju Pre-Function Lobby.

Bisa dilihat dari Diagram dibawah ini, Yaitu:

2. Sirkulasi Peserta

Sirkulasi pesert bisa dilihat dari bagan dibawah ini, dimulai dari basement, dan

pada basement terdapat akses menuju ke atas langsung pada Pre-Function

dan bisa jga pada fasilitas penunjang lain, setelah itu peserta bisa langsung

masuk kedalam Hall dari fasilitas penunjang dan bisa juga dari Pre-Function

Lobby. DROP OFF

MAIN ENTRANCE

BASEMENT

PRE FUNCTION HALL

BASEMENT PRE FUNCTION HALL

FASILITAS PENUNJANG

Bagan 4. Sirkulasi pengunjung

(6)

3. Sirkulasi Pengelola

Sirkulasi Pengelola dimulai dari Parkir pengelola bisa langsung masuk ke

dalam Pre Function atau bahkan bisa masuk ke Fasilitas Penunjang lainya,

pada Pre Function Pengelola bisa langsung masuk ke Kantor pengelola setiap

Hall nya.

Bisa dilihat dari bagan dibawah ini, yaitu:

4. Sirkulasi Barang

Sirkulasi Barang pada dasarnya mobil angkut barang berjalan dari jalan utama

memasuki site pada bagian tertentu yang sudah disediakan, selanjutnya mobil

barang memasuki Loading Dok pada bagian Hall-Hallnya masing-masing,

padaHall-Hall terdapat Loading dok, pada bagian belakang dekat Loading dok

ada kantor penerima untuk untuk pengecekan barang, setelah itu barang bisa

langsung masuk kedalam hall-hall.

Bisa dilihat dari bagan dibawah ini, yaitu:

Pada Bagan diatas menjelaskan bagaimana sirkulasi barang pada loading dok

bagian belakang Hall

LOADING DOK KANTOR PENERIMA HALL

Bagan 6. Sirkulasi Pengelola

Bagan 7. Sirkulasi Barang

FASILITAS PENUNJANG

(7)

4.2 Analisis Lingkungan Sekitar

Bangunan multipurpose ini merupakan suatu fungsi public dan komersial,

keberadanya dapat mendukung sektor industry, perdagangan, dan sekaligus

pariwisata.

Berdasarkan Analisis lahan disini merupakan Sebuah Potensi yang baik untuk

dibangunkan Banguna Multifungsi ini, dari tinjauan analisis lahan ini bisa

dikembangkan untuk menjadi pusat kegiatan bisnis bersekala besar disini,

potensi site sekitar ini didukung oleh adanya Fasilitas pendiukung lainya.

Menurut rencana Tata ruang wilayah kabupaten kuningan (2011), Pada pusat

kota dijadikan pusat Primer kota kuningan, dengan dibangunya pusat bisnis

disini akan menjadikan Perekonomian kota kuningan mengkat.

Gambar diatas merupakan Peta Lokasi perancangan yang akan

dikembangkan untuk dibangun bangunan multifungsi, pada daerah ini

merupakan daerah yang cocok untuk didirikan bangunan multipurpose,

tepatnya pada bagian yang bertanda biru merupakan daerah yang akan

dibangun bangunan Multipurpose center ini.

(8)

4.2.1 Lokasi dan Batasan

Lokasi berada pada lahan seluas 4,2 HA tepatnya terletak di kawasan

komersial di Jl. Jen.Sudirman kecamatan kuningan kabupaten kuningan jawa

barat.

Batas Tapak Proyek adalah sebagai berikut:

Berikut penjelasan dan batasa site dengan symbol:

U Utara: Jl. Syekh Maulana Akbar

S Selatan: Jl. Jendral Sudirman

B Barat: Jl. Wahyu

T Tumur: Jl. Salawati

Gambar 28. Lokasi Site Sumber : Wikimapia.org

U

B

(9)

Suasana pada lokasi site merupakan tingkat kepadatan yang sedang, dengan

kepadatan yang sedang menjadikan potensi bagi pembangunan multipurpose

ini, dengan adanya factor pendukung yang memadai untuk pembangunan ini,

dengan adanya fasilitas ibadah, pasar tradisional, taman kota ruko dan lain

sebagainya. Pada lokasi site merupakan lokasi pusat kota dengan batasan site

merpakan jalan-jalan yang menjadikan akses menuju lokasi site sangatlah

mudh dari beberapa titik pada lokasi site, dengan tidak adanya tingkat

kemacetan yang tinggi pada sekitar lokasi site yang akan dibangun bangunan

multipurpose ini.

Berikut gambaran eksisting pada suasana lokasi site, sebagai berikut:

Gambar 29. Batasan dan Kondisi Tapak S

(10)

Suasana pada lokasi site merupakan tingkat kepadatan yang sedang, dengan

kepadatan yang sedang menjadikan potensi bagi pembangunan multipurpose

ini, dengan adanya factor pendukung yang memadai untuk pembangunan ini,

dengan adanya fasilitas ibadah, pasar tradisional, taman kota ruko dan lain

sebagainya. Pada lokasi site merupakan lokasi pusat kota dengan batasan site

merpakan jalan-jalan yang menjadikan akses menuju lokasi site sangatlah

mudh dari beberapa titik pada lokasi site, dengan tidak adanya tingkat

kemacetan yang tinggi pada sekitar lokasi site yang akan dibangun bangunan

multipurpose ini.

Berikut gambaran eksisting pada suasana lokasi site, sebagai berikut:

Gambar 31. Batasan dan Kondisi Tapak T

(11)

Suasana pada lokasi site merupakan tingkat kepadatan yang sedang, dengan

kepadatan yang sedang menjadikan potensi bagi pembangunan multipurpose

ini, dengan adanya factor pendukung yang memadai untuk pembangunan ini,

dengan adanya fasilitas ibadah, pasar tradisional, taman kota ruko dan lain

sebagainya. Pada lokasi site merupakan lokasi pusat kota dengan batasan site

merpakan jalan-jalan yang menjadikan akses menuju lokasi site sangatlah

mudh dari beberapa titik pada lokasi site, dengan tidak adanya tingkat

kemacetan yang tinggi pada sekitar lokasi site yang akan dibangun bangunan

multipurpose ini.

Berikut gambaran eksisting pada suasana lokasi site, sebagai berikut:

(12)

4.2.2 Alasan Pemilihan Lokasi

Alasan pemilihan daerah ini sebagai lokasi perancangan pembangunan

multipurpose center ini adalah karena dikawasan atau lokasi ini merupakan

site yang baik untuk mendirikan bangunan multifungsi ini, dan tidak adanya

bangunan fasilitas untuk mewadahi kegiatan bisnis yang besar ini,

Gambar dibawah ini merupakan Gambar yang menjelaskan batasan site yang

akan dirancang pada bangunan Multifungsi ini, dilihat sebagai berikut:

Gambar diatas yang diblock warna bir merupakan batasan dan alasan

pengambilan site merupakan potensi yang baik untuk dibangun bangunan

Multifungsi ini dengan fasilitas sekitar yang memadai di pusat kota dekat

dengan masjid agung, pasar tradisional dan taman kota kuningan

(13)

4.2.3 Data dan Analisis

1. Orientasi matahari

Bentuk tapak mirip dengan Huruf L, untuk respon dan menyesuaikan dengan

iklim, bentuk masa diolah dan diarahkan berjajaran dari selatan ke utara agar

tidak terdapat radiasi matahari, selain itu menghindari dari cahaya matahari

masuk langsung kedalam bangunan.

2. Kebisingan

Kebisingan terbesar pada jalan utama/alan dan jalan loading Dok, masuk

kedalam site, pada gambar dibawah ini kebisingan ditandai dengan lingkaran

berwarna merah, dengan tingkat kebisingan sedang, berikut gambaranya:

Gambar 36 Orientasi Matahari

(14)

3. Fungsi Pendukung

Beberapa Fungsi pendukung Lokasi yang dipilih, ada Masjid agung Kuningan

Taman Kota Kuningan, Pasar Tradisional Kuningan dan ruko-ruko penunjang.

Gambar dibawah menjelaskan Lokasi-Lokasi Fungsi penunjang lainya dengan

A merupakan Masjid agung Kota kuningan , B merupakan Taman kota

Kuningan, C merupakan Pasar Tradisional Kota Kuningan dan yang terakhir D merupakan ruko-ruko menunjang lain.

Bisa dilihat pada Gambar sebagai berikut:

Pada gambar diatas menunjukan Fungsi pendukung utama pada Lokasi yang

telah dipilih untuk pembangunan Bangunan Multifungi ini, Fasilitas yang

disebutkan diatas merupakan Fasilitas/potensi yang besar untuk ikut serta

dalam peran bangunan.

Fasilitas pendukung lain juga tentunya ada disekita lokasi, seperti Super

Market, Pos Polisi, Parkir Outdor, took-toko, Hotel, Sekolah dan lain

sebagainya. Dengan adanya fungsi pendukung ini Menjadikan Bangunan

lebih berperan dalam perletakan lokasi yang sudah dipilih sebagai Lokasi

pembangunan Bangunan Multifungsi di Pusat Kota kuningan.

A

B

C

D

(15)

4. Vegetasi

Kawasan ini merupakan kawasan perkotaan kabupaten kuningan, ada

beberapa pengaruh dari bangunan-bangunan dalam sekala mikro, sehingga

dalam proses perancangan harus memperhatikan Penghijauan di daerah

sekitar.

Daya Tarik lokasi menjai factor yang cukup menentukan dalam pemilihan

lokasi, mengingat fungsi yang ditawarkan bersifat mengundang dan

mengandung unsur hiburan. Bentuk dan ukuran site sangat dipengaruhi oleh

factor kebutuhan dan penentuan lokasi. Setiap lokasi mempunyai potensi dan

kendala tersendiri untuk dikembangkan sesuai dengan tujuan. Kebutuhan site

untuk multipurpose hall lebih tergantung pada penyediaan fasilitas parker

dengan cara menyediakan ruang parker baru atau menggabungkan dengan

fasilitas yang sudah ada. Kondisi Lahan Exhisting yang banyak penghijauan

merupakan dibagian timur site berikut penjelasanya dalam gambar:

Kondisi Lahan Exhisting yang banyak penghijauan merupakan dibagian timur

site berikut penjelasanya dalam gambar diatas, pada lokasi ini tidak terlalu

banyak penghijauan, karena daerah ini merupakan lokasi perkotaan yang

tidak terlalu memerlukan penghijauan yang sangat banyak, di lokasi ini

merupakan pusat kota kuningan

(16)

Dengan pemilihan lokasi pada pusat kota menjadikan akses yang mudah

untuk dicapai ke lokasi site yag akan dituju ini, lokasi site menjadi gampang

karena merupakan titik tengah kota kuningan,bukan hanya lokasi yang

strategis karena pada pusat kota, fasilitas pendukung juga kan menjadi

pertibangan yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi potensi

yang baik bagi bangunan multipurpose ini,

Gambar dibawah adalah lokasi site yang kan dirancang, terlihat potensi sekitar

yang akan dimanfaatkan untuk mendukung bangunan multifungsi ini, sebagai

berikut:

Pada gambar diatas merupakan lokasi site yang akan dirancang dengan

melihatkan potensi sekitar yang menjadi pertimbangan, ,lokasi site ditandai

oleh lingkaran berwarna biru, lokasi tersebut menjadi pilihan untuk

pembangunan bangunan multipurpose ini dengan analisis yang cocok untuk

pembangunan, dengan potensi akses yang baik karena lokasi merupakan

pada jalur primer kota kuningan menjadikan akses yang mudah untuk

menempuh kedala lokasi site.

Dengan mengikut sertakan peran bangunan sekitar menjadikan bangunan

yang akan dibangun ini menjadi menyatu dengan bangunan sekitar tetapi

tetap dengan identitasnya sebagai bangunan multipurpose. Gambar 40. Lokasi

(17)

5. Akses

Pertimbangan terletak pada arus lalu lintas (didalam ataupun di luar site)

sepanjang jalan yang dilewati dan jalur pejalan kaki.

Evaluasi site, studi kelayakan dan perencanaan proyek. Lokasi site harus

dapat dicapai dengan mudah dan baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki,

dilalui kendaraan umum, dan diusahakan merupakan daerah umum yang

hidup.

Berikut adalah gambar site yang akan dirancang dengan memertimbangkan

akses yang mudah, sebagai berikut:

Gambar diatas merupakan jalur kendaraan yang sangat mudah diakses untuk

memasuki lokasi site, digambarkan dengan garis berwarna Merah.

Gambar 41. Akses Sumber : Wikimapia.org

(18)

4.2.4 Analisis Keadaan Fisik Lahan

perkotaan merupakan daerah diperuntukan untuk bangunan-bangunan

komersial, tepatnya di daerah, Topografi disini Keadaan lahan relative datar,

tidak ada kontur dlam bangunan, dikarenakan di daerah ini merupakan daerah

perkotaan pusat kota kuningan. Iklim Pada daerah ini beriklim dingin, pada

sebelah timur site berada gunung ciremai, curah hujan pada site ini rendah.

Hidrologi pada lokasi ini Aliran air tanah mengalir kea rah barat site. Jenis

tanah Memiliki sifat mudah menyerap air. Litologi lokasi Didominasi oleh tanah

tidak ada bebatuan di daerah site

Kawasan ini merupakan kawasan perkotaan kabupaten kuningan, ada

beberapa pengaruh dari bangunan-bangunan dalam sekala mikro, sehingga

dalam proses perancangan harus memperhatikan bangunan yang lainya.

Orientasi bangunan meghadap ke jalan utama, mengingat bahwa besar

fasade ini akan menjadi bangunan penerima yang akan menjadi menarik

perhatian pengunjung untuk dating ke dalam bangunan. Topografi akan

mempengaruhi bentuk bangunan, perencanaan system drainase dan utilitas

banguna. Proyek dalam sekala ini harus dapat menerapkan system drainase

tersendiri yang tidak menimbulkan dampak pada sekelilingnya. Bisa dilhat

pada gambar diatas Bentuk topografi menentukan utilitas dengan mudah dan

baik, dengan bentuk pola dan site yang mirip berbentuk huruf L ini

memudahkan untuk mengatur utilitas dan bentuk pola bangunan

(19)

4.2.5 Analisis Sirkulasi Kendaraan Dan Pejalan kaki

Sirkulasi kendaraan dengan pencapaian di dalamnya di bagi menjadi dua

yaitu sirkulasi kendaraan dan sikulasi pejalan kaki, pada pencapaian menuju

site sebagain besar dicapai dengan kendaraan baik roda 4 maupun roda

2,Pejalan kaki juga bisa mencapainya dengan mudah karena daerah ini

merupakan darah yang strategis dari segi pencapaian baik melalui kendaraan

maupun pejalan kaki. Untuk kendaraan bisa melalui jalur: Daerah depan site

yaitu Jl. Jen. Sudirman, Bagain samping site yaitu Jl. Sulawati dan, Bagain

belakang yaitu pada Jl. Syekh maulana akbar, pada gambar dibawah

ditunjukan dengan garis berwarna merah, sebagai berikut:

-Sedangkan untuk pejalan kaki bisa mencapai site dengan 4 jalur bisa dilihat

dengan garis warna biru, yaitu sebagai berikut:

Gambar 43. Sirkulasi Kendaraan

Sirkulasi pejalan kaki Sirkulasi Kendaraan

(20)

4.3 Persyaratan teknis

Fasilitas yang ideal meliputi beberapa kriteria:

Hall pada lantai dasar, Loading dock terletak di dekat hall, Paling sedikit ada

satu drive-in ke hall, Ketinggian langit-langit hall lebih dari 9 meter, Terdapat

outlet utilitas pada lantai, Modul struktur sesuai standar produk industry.

Gambar 45. Gambaran Persyaratan teknis Hall

Gambar 46. Gambaran Persyaratan teknis Driver in

Driver in Driver in

(21)

Pada gambar diatas menunjukan beberapa persyaratan teknis yang harus

dipenuhi perancang, sepeeti ditunjukan dalam gambar 45 hall berada pada

lantai dasar, pada gambar 47 loading dok didekat jall ditunjukan dengan

warna hijau, pada gambar 46 menunjukan driver in lebih dari 1 titik, dan yang

terakhir persyaratan teknis langit-langit lebih dari 9 meter, pada perancangan

ini menggunakan ketinggian 12 meter.

Gambar 47. Gambaran Persyaratan teknis Loading Dok

Gambar 48. Gambaran Persyaratan teknis Langit-langit

Loading dok

(22)

BAB VI

HASIL PERANCANGAN

6.1 Pengembangan Site Plan

Entrance menuju bangunan dibuat dua yaitu bagian depan site dan bagian

samping site, entrance utama berada di bagian depan site yaitu Jl. Jen.

Sudirman. Entrance dibuat dua untuk menghindari dari penumpukan

kendaraan yang masuk. Dan pada bagian Entrance utama yang berada di Jl.

Jendral Sudirman terdapat dua Parki bus.

Area samping digunakan untuk loading dok dan loading get , dikarenakan

untuk memudahkan mobil angkut memasuki bangunan. Dan pada bagian

tengah site terdapat 12 Hall.

Site dibatasi dengan pohon-pohon bukan hanya berfungsi untuk penghijauan,

tetapi berfungsi juga untuk pembatas site dan baper suara. Untuk drop off

dibagi menjadi dua yaitu di bagian depan site dan di bagian samping

disesuaikan dengan entrance.

(23)

4.2 Pengembangan Denah

Beberapa layout yang berbeda disesuaikan dengan standar-standar fungsinya

masing-masing, pembuatan layout sesuai fungi untuk memudahkan

pengguna mengatur hall di dalamnya dengan mudah dan bisa memperkirakan

kapasitas yang bisa ditampung pada setiap hall didalamnya, konfigurasi hall

berfungsi untuk mengetahui luasan dan kapasitas daya tamping yang akan

digunakan, dari konsep dasarnya sendiri yaitu “fleksible” ini memudahkan

untuk membuka tutup hall dengan mudah

Terdapat beberapa kirteia fungsi hall di dalamnya, seperti untuk perdagangan,

bisnis dan olah raga. Fungsi-fungsi tersebut disesuaikan dengan standar

pada bagianya. Untuk lebih jelas diterangkan pada gambar dibawah ini

sebagai berikut:

(24)

Pada lantai dasar ini terdapat beberapa ruangan-ruang utama, seperti ruang

registrasi pada bagian depan, ruang toilet wanita dan pria pada bagian depan

dan belakang, lift pada bagian depan dan belakang, tangga darurat, gudang

depan dan belakang, ruang data elektirkal pada bagian belakang, kantor

loading dok, ruang vip, ruang operator, koridor yang terakhir terdapat hall

pada bagian belakang. Dengan kedekatan ruang seperti yang dijelaskan

menjadikan ruangan yang baik dengan penzonaan yang teratur, pemisahan

antara zona bersih seperti ruang registrasi, lift, toilet dll dengan ruang kotor

seperti area loading dok, data elektrikal, dan kantor loading dok. Dengan

pembagian pre function lobby pada bagiantengah menjadikan sirkulasi yang

baik untuk pengunjung yang dating dan pengunjung yang pergi

Gambar 66. Denah lantai Dasar dan Luasanya

(25)

Denah lantai dasar bangunan multipurpose ini dirancang sedemikian rupa

dengan standar-standa dan bertujuan agar memudahkan pengguna. Ada

beberapa fungsi ruang pada lantai dasar ini yaitu meliputi:

- Hall

- Ruang registrasi pada bagan depan

- Toilet pria pada bagian depan dan belakang

- Lift

- Tangga darurat

- Gudang

- Ruang data elektrikal

- Kantor loading dok

- Ruang vip

- Koridor

- Ruang operator

(26)

Denah Mezzanine 1 pada bangunan multipurpose ini dirancang sedemikian

rupa dengan standar-standa dan bertujuan agar memudahkan pengguna dan

dapat memfasilitasi sesuai kebutuhan . Ada beberapa fungsi ruang pada

Mezzanine 1 ini yaitu meliputi:

Mezzanine 1 pada bangunan multipurpose ini didominasi oleh ruang-ruang

service seperti:

- Ruang rapat

- Tangga darurat

- Toilet

- Lift

- Ruang genset

- Ruang chiller

(27)

Denah Mezzanine 2 pada bangunan multipurpose ini dirancang sedemikian

rupa dengan standar-standa dan bertujuan agar memudahkan pengguna dan

dapat memfasilitasi sesuai kebutuhan . Ada beberapa fungsi ruang pada

Mezzanine 2 ini yaitu meliputi:

Mezzanine 2 pada bangunan multipurpose ini didominasi oleh ruang-ruang

service seperti:

- Ruang ahu

- Tangga darurat

- Lift

- Cooling tower

- Gudang

(28)

6.3 Pengembangan Tampak

Gambar tampak A diambil dari sudut A atau di bagian depan bangunan

dengan konsep batik di bagian depan bangunan penerima yang berfungsi

sebagai cafeteria dan ATM center. Bagian depan bangunan terdapat bendera

yang berfungsi sebagai penerima, bukan hanya sebagai penerima tetapi

sebagai identitas bangunan tersebut, terdapat 14 bendera untuk menunjukan

identitas bangunan,

Gambar tampak B diambil dari sudut B atau dibagian samping kanan

bangunan, di bagian ini tidak terlalu banyak konsep yang di pakai karena di

bagian samping ini merupakan bagian Loading dok yang tidak memerlukan

bagian yang cantik.

Berikut pada gambar dibawah ini merupakan gambaran tampak A dan tampak

B, sebagai berikut:

Gambar 70. Tampak A

(29)

Gambar tampak C diambil dari sudut C atau dibagian samping kanan

bangunan, di bagian ini tidak terlalu banyak konsep yang di pakai karena di

bagian samping ini merupakan bagian Loading dok yang tidak memerlukan

bagian yang cantik.

Gambar tampak D diambil dari sudut D atau dibagian samping kanan

bangunan, di bagian ini tidak terlalu banyak konsep yang di pakai karena di

bagian samping ini merupakan bagian Loading dok yang tidak memerlukan

bagian yang cantik.

Berikut pada gambar dibawah ini merupakan gambaran tampak C dan tampak

D, sebagai berikut:

Pada gambar-gambar diatas menunjukan beberapa tampak yang diambil,

yaitu tampak A, B, C dan yang terakhir pengambilan tampak D.

Gambar 72. Tampak C

(30)

6.4 Pengembangan Potongan

Potongan bangunan dengan memotong bagian A dan bagian B pada

bangunan, potongan berfungi untuk menunjukan situasi didalam bangunan

dengan metoda pemotongan pada bangunan, selain itu potongan untuk

memperlihatkan detail-detail, sambungan-sambungan dan material yang

digunakan,

Potongan A, pada potongan ini memperlihatkan bagian tangga yang

terpotong pada bagian belakang bangunan, pemotongan pada bagian

gudang dan koridor belakang, hall, dan pada bagian depan memootong teras

dan pre function loby pada bagian tengah bangunan, dan memotong pada

bagian basement 1 dan 2 pada bangunan,

Potongan B, pada potongan ini memperlihatkan bagian bagian hall, kantor

pengelola, basement 1 dan 2, dan memperlithatkan ketinggian Ahu pada

bangunan.

(31)

Potongan bangunan dengan memotong bagian C dan bagian D pada

bangunan, potongan berfungi untuk menunjukan situasi didalam bangunan

dengan metoda pemotongan pada bangunan, selain itu potongan untuk

memperlihatkan detail-detail, sambungan-sambungan dan material yang

digunakan,

Potongan C pada potongan ini memperlihatkan bagian tangga yang terpotong

pada bagian belakang bangunan, pemotongan pada bagian gudang dan

koridor belakang, hall, dan pada bagian depan memootong teras dan pre

function loby pada bagian tengah bangunan, dan memotong pada bagian

basement 1 dan 2 pada bangunan,

Potongan D, pada potongan ini memperlihatkan bagian bagian hall, kantor

pengelola, basement 1 dan 2, dan memperlithatkan ketinggian Ahu pada

bangunan

(32)

6.5 Pengembangan Utilitas

Utilitas Menjadi salah satu aspek penting dalam perancangan bangunan

multipurpose ini, dengan konsep AC central memudahkan untuk penggunaan

AC yang sangat besar. Cara kerja AC central ini adalah pada bagian Mezanine

2 terdapat ruang Cooling tower dan bagian mezzanine 1 terdapat ruang

Chiller, dari Cooling tower disalurkan k AHU yang berada di bagian depan dan

belakang bangunan, setelah itu dari AHU disalurkan ke dalam Hall dengan

konsep penyaluran di bagi dua bagian kanan dan bagian kiri ini bermaksud

untuk semua bagian mendapatkan udara.

Gambar berikut penjelasanya dengan gambar dibawah ini, bagaimana cara

kerja Ac pada bangunan ini, dari penyebaran dan pembagainya, sebagai

berikut:

(33)

Pada gambar dibawah menjelaskan system utilitas air kotr dengan

memanfatkan gaya grafitas untuk memudahkan air kotor turun dan masuk ke

dalam bak control sementara dan langsung dilanjutkan ke tangka ipal.

Gambar 79. Utilitas Air Kotor

(34)

Gambar dibawah merpakan jalur air hujan dari atap, pada gambar diatas

menunjukan jalur air hujan dengan arah-arah menuju pipa untuk disalurkan

kedalam basement untuk d tamping dan dimanfaatkan.

Pada gambar dibawah dengan garis warna merah merupakan jalur air hujan

untuk menuju penampungan air hujan. Utilitas talang air hujan menjadi hal

yang sangat penting unutk diperhatikan Karen bila atap bocor menjadi kendala

yang sangat merepotkan, pada gambar di atas menjelaskan bagaimana

konsep alur air hujan.

Gambar 81. Roof Top

(35)

6.6 Pengembangan Perspektif

6.6.1 Perspektif Exterior

Pada gambar 83 merupakan perspektif pada bagian samping kanan

bangunan, pada perspektif ini sangat terlihat jelas konsep fasad dengan pola

batik, dari depan bangunan dan pada bagian belakang bangunan.

Pada gambar 84 merupakan perspektif pada bagian samping kiri atas pada

bangunan, pada perspektif ini sangat terlihat jelas Drop off bagian kedua

pada bangunan ini.

(36)

Pada gambar 85 merupakan perspektif pada bagian samping kiri bangunan,

pada perspektif ini sangat terlihat jelas konsep fasad dengan pola batik, dari

depan bangunan dan pada bagian belakang bangunan.

Pada gambar 86 merupakan perspektif pada bagian samping kanan

bangunan, pada perspektif ini sangat terlihat jelas konsep fasad dengan pola

batik, dari depan bangunan dan pada bagian belakang bangunan.

Gambar 85. Perspektif Exterior Samping Kiri Depan

(37)

Pada gambar 87 merupakan perspektif pada bagian samping kanan atas

bangunan, pada perspektif ini sangat terlihat jelas konsep fasad dengan pola

batik, dari depan bangunan dan pada bagian belakang bangunan. Pada

bagian ini merupakan view bangunan yang terlihat keselurugan pada setiap

sisi bangunan.

Pada gambar 88 merupakan perspektif pada bagian drop off utama bangunan

yang terletak antara bangunan penerima dan hall utama.

Gambar 87. Perspektif Exterior Keseluruhan

(38)

6.6.2 Perspektif Interior

Pada gambar 89 dan 90 merupakan salah satu gambar interior yang diambil,

yaitu interior banquet dan interior keseluruhan hall, terlihat jelas dengan

konsep batik pada interior ini.

Gambar 89. Perspektif Interior Banquet

(39)

Pada gambar 91 merupakan salah satu gambar interior yang diambil, yaitu

interior pre function lobby, pada gambar berikut terlihat jelas teras-teras pada

mezzanine 1 dan mezzanine 2 dengan penggunaan pagar kaca dan ditopang

oleh almunium untu k lebih kuatnya, dan pada bagian tengah lobby terdapat

tangga yang menghubungkan basement 1, basement 2 , lantai dasar,

mezzanine 1 dan yang terakhir menghubungkan ke mezzanine 2.

(40)

BAB V

KONSEP PERANCANGAN

5.1 Konsep Dasar

5.1.1 Konsep Dasar dan Pengembangan Tema

Konsep dasar perancangan ini adalah bangunan bentang lebar yang modular

dengan memikirkan layout dan struktur yang bisa menyesuaikan

kebutuhannya, konsep dasar dari bentuk bentang lebar yang kemudian

diklarifikasikan dengan Grid Modul. Konsep tersebut adalah bangunan yang

menyesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan Fungsinya, dengan

menggunakan Konsep tersebut untuk menyelaraskan dengan Tema

bangunan nya sendiri yaitu Bangunan Bentang Lebar. Fungsi yang mengikuti

bentuk dengan flexibilitas yang sangat tinggi, kebutuhan disetiap kegiatan

sangat lah berbeda-beda disesuaikan dengan jenis kegiatan yang akan

diselenggarakan, dengan konsep hall yang bisa dibuka dan ditutup dengan

mudah dan praktis menjadikan kegiatan mudah untuk diselenggarakan

dengan bebas memilih berapa modul yang akan dipakai untuk kegiatan

disesuaikan dengan jenis kegiatan , seperti kegiatan pertemuan, olahraga,

pernikahan, seminar dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut

merupakan rangkuman dari kegiatan yang akan dipergunakan dalam

bangunan multifungsi ini. Flexible terlihat dari Masa yang terbagi-bagi menyatu

dan bisa sebebasnya membuka tutup disesuaikan dengan kebutuhan dan

keinginan, pada konsep dasar ini memudahkan pengguna untuk

mendapatkan ruangan yang luas, pada dasarnya tidak ada ruang yang mati

dalam arti pengguna menyesuaikan dengan kegiatan dengan itu tidak ada

ruangan yang tersisa, pembatas pada setiap hall-hall yang akan menjadi

patokan untuk penyewaan ruangan, bisa dihat dari bentuk atapnya sendiri

yang terlihat seperti terpisah melainkan itu adalah menyatu, dengan bentuk

atap seperti itu menjadikan patokan dari luar seberapa besar modulnya

(41)

Flexibilitas ruang bisa dilihat dari ilustrasi pada gambar dibwah ini, dengan

konsep dasar dari bentuk bentang lebar yang kemudian diklarifikasikan

dengan Grid Modul menjadikan mudah untuk diolah oleh pengguna.

Ilustrasi konsep ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini yang menunjukan

flexibilitas:

Flexibilitas terlihat dari Masa yang terbagi-bagi menyatu dan bisa sebebasnya

membuka tutup disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan, pada konsep

dasar ini memudahkan pengguna untuk mendapatkan ruangan yang luas.

Pada gambar diatas menjelaskan pembagian-pembagian modul, dari modul

dan disatukan menjadi berjejeran rapih, dengan modul berjejer rapih

menjadian struktur bentang leba dengan memanjang sesuai peletakan modul

yang berjajaran.

(42)

5.2 Pola Bangunan

5.2.1 Pola masa dengan Modul

Pola bangunan berdiri di daerah yang tidak berkontur, bangunan depan di

terdapat bangunan pendukung dan pada bagian tengah site merupakan

Hall-Hall dan pre-function. Bangunan yang fungsi pendukung yang berfungsi

sebagai pendukung bangunan utama yang di dalamnya merupakan cafeteria

dan ATM center, dan bangunan utama merupakan Hall-hall. Bentuk dan pola

bangunan dipengaruhi oleh fungsi bangunan itu seperti apa dan bagaimana

selain fungsi bangunan banyak juga factor yang dapat mempengaruhi

bangunan, yaitu seperti sifat bangunannya seperti apa, struktur yang dipakai

bangunan menggunakan struktur sebagaimana, tentunya bukan hanya itu,

bisa juga dengan sirkulasi dan bentuk site pada lapangan, berikut gambaran

mengenai pola bangunan ditunjukan dalam gambar dibawah ini:

Pada gambar diatas menunjukan lokasi site dengan mempersiapkan konsep

menyesuaikan dengan fungsi bangunan memperhatikan fungsi sekitar dan

bentuk gubahan sekitar bangunan, untuk alasan agar bangunan yang akan

dibangun dapat menyesuaikan dengan bangunan sekitar dapat menyatu

dengan baik.

(43)

Pada gambar dibawah ini akan menjelaskan bentukan yang disesuaikan

dengan lingkungan sekitar,dari bentuk dasar yang kotak dan di kembangkan

dengan subtraktif dan aditif, gambarnya sebagai berikut:

Gambar dibawah ini adalah hasil perkembangan pola masa dan modul

dengan mengangkat bentuk dasar kotak, sebagai beikut:

Konsep pola bangunan bangunan menggunakan pola linier, bangunan pada

daerah pusat perkotaan yang site bangunannya berhadapan langsung

dengan jalan dan akses masuk berasal dari jalan utama, konsep pola ini

disesuaikan dengan keadaan sekitar, menyesuaikan bangunan yang sudah

ada dan dikembangkan dengan bentuk dasar kotak dan sedikit dikembangkan

dengan subtraktif dan aditi pada pola modul tersebut.

Gambar 52. Konsep Pola masa dengan Modul Bentuk dasar Perkembangan

Bentuk

Perkembangan Bentuk Subtraktif dan aditif

Hasil Perkembangan

(44)

5.3 Pengembangan Konsep

5.3.1 Konsep Pola Perletakan Dengan Fungsi

Konsep pola perletakan dan fungsi, pada analisis sebelumnya akses menuju

lokasi site sangatlah mudah, dari beberapa arah bisa mencapainya,

penjelasanya sebagai berikut:

Pada gambar diatas menjelaskan sirkulasi dan titik macet pada lokasi site yang

akan dibangun bangunan multifungsi ini, dalam gambar diatas menjelaskan

titik-titik berwarna merah muda merupakan jalur kendaraan utama yang nisa

diakese oleh kendaraan roda 4 dan roda 2, pada gambar diatas ada panah

berwarna biru merupakan arah menuju kota berikutnya, seperti kota Cirebon

dan kota majalengka, dan pada lingkaran biru merupakan titik0-titik

kemacetan dengan tingktat kemacetan rendah, pada pusat kota ini merupakan

pusat perekonomian kota kuningan.

(45)

Pada analisis diatas menjelaskan jalur kendaraan dan titik-titik kemacetan

pada lokasi site yang akan dibangun bangunan multifungsi ini, Untuk lebih

jelas Mengenai Konsep pola bangunan dan Fungsinya bisa dilihat pada

Gambar di bawah ini:

Gambar diatas menunjukan pembagian zona pada konsep pola perletakan

dan fungsi, Pola perletakan bangunan dan fungsinya bisa kita lihat dari konsep

gambar di atas, pada warna kuning disini merupakan bangunan penerima,

pada bangunan ini adalah bagian fasade bangunan dengan fungsi sebagai

cafeteria Daerah yang berwarna abu-abu merupakan bagian utam dari

bangunan, bagian ini adalah hall-hall dengan konsep 3 hall di bagian kanan

site, 4 hall di bagian belakang site dan yang terakhir 5 hall di bagian kiri site.

Perletakan ini memudahkan untuk sirkulasi pengunjung.

(46)

Bagian yang berwarna biru merupakan daerah pre function, dengannkonsep

menempatkan pre function di bagian tengah site memudahkan sirkulasi

manusia masuk dan keluar bangunan, dan dengan menggunakan konsep ini

bisa memudahkan orang untuk mencari hall yang mereka tuju.

Bagian hijau merupakan zona loading dok, ditempatkan dibagian pinggir site

memudahkan untuk mobil angkut memasuki bangunan, ini merupakan daerah

kotor dalam arti merupakan sirkulasi mobil angkut barang.

Konsep ini didapat dari kesimpulan analisis, analisis yang matang menjadikan

konsep yang matang pula, dari analisis menerangkan bahwa bagain depan

site cocok untuk bangunan penerima yang bersifat sangat cantik untuk bagian

depan , dairi analisis tersebut dibagian depan site merupakan salah satu jalan

utama yang aksesnya sangat mudah dicapai, disamping itu jalan utama ini

terdapat fasilitas yang memadai dan potensi yang bisa dimanfaatkan. Pada

bagian depan bangunan penerima difasilitasi cafeteria dan ATM centre,

fasilitas ini sangat diperlukan unutk penunjang bangunan serbaguna.

Dengan menempatkan pre function lobi di tengah lurus dengan bangunan

penerima menjadikan pola bangunan yang rapih, dengan sirkulasi dibagian

tengah dan hall-hall dibagian pinggir site.

Pola bangunan yang menyesuaikan dengan sejajaran pre function lobby

menjadikan kerapihan bangunan, mengambil dari kesimpulan analisis bahwa

pada daerah ini pola bangunan yang rapih berajajaran dengan baik.

Pereltakan loading dok dibagian pinggir site menjadikan kemudahan untuk

sirkulasi kendaraan angkut, karena disesuaikan dari pola bangunan yang

erada setiap sisi untuk pereltakan loading dok.

Pada konsep perletakan pola dan fungsi mengidentifikasikan dari hasil analisis

sirkulasi dan kemacetan pada lokasi site yang akan dibangun ini, untuk

menghindari dari akses yang susah dicapai dan penumpukan kendaraan yang

(47)

5.3.2 Konsep Hall

Pada dasarnya muncul Konsep hall dan perletakan dari modul-modul, dengan

pembuatan modul yang sesuai standar dan memenuhi fasilitas yang

memadai, perletakan, pada konsep modul kali ini menggunakan 2 type

konsep modul dari Modul A dan Modul B, berikut gambaran modul A dan

modul B:

Standar Modul diatas yang akan disusun dengan konsep Contiguous Hall,

dengan konsep ini menjadikan bangunan yang tersusun rapih dan tertata,

selain itu memudahkan untuk dicapai oleh pengunjung dengan konsep

berajaran seperti konsep Contiguous Hall, zona modul diatas dibedakan

dengan ukuran-ukuran ruang.

Gambar 55. Modul A

(48)

Konsep perletakan, menggunakan konsep “Contiguous Halls”, hall-hall berletakan sejajar bersebelahan, digunakan agar memungkinkan fleksibilitas

ruang yang tinggi, agar hall dapat dibagi dan digabung dengan mudah. Untuk

konsep lebih jelas bisa dilihat dalam gambar di bawah ini:

gambar diatas merupakan pola perletakan Modul dengan konsep Contiguous

Hall, pada gambar diatas terdapat nomor-nomor hall, pada pembagian hall

meliputi, nomor 1- 8, merupakan modul type A, dan 9-12 merupakan modul

type B. perletakan hall menggunakan konsep contiguous halls memudahkan

untuk konsep utama yaitu fleksible, dengan meletakan hall-hall sejajar agar

memudahkan membuka dan menutup hall sesuai kebutuhan, hall-hall ditutup

dan dibuka oleh penutup yang flexible mudah untuk di dilipat dan di tata.

Hall-hall yang sejajar disamping untuk memudahkan flexibilitas hal ini juga

memudahkan untuk konsep perletakan loading dok, pada konsep loading

dong disimpan pada bagian belakang hall, dengan konsep hall yang sejajar

menjadikan loading dok ikut sejajar ini memudahkan untuk sirkulasi mobil

angkut masuk dan keluar dengan rapih.

1

(49)

5.3.3 Konsep Sirkulasi Hall

Konsep sirkulasi, pintu masuk dan pintu keluar menyatu. Pada konsep ini pintu

masuk berletak di bagian depan dan pintu keluar juga berletak di depan, hal

ini memudahkan untuk sirkulasi manusia dalam hall. Pada konsep sirkulasi ini

menyesuaikan dengan konsep perletakan yang menjadikan hall-hall sejajar

dengan rapih dari kanan ke kiri. Display menerus terbuka pada dua sisi, pada

pemasangan layout menggunakan display 2 sisi dengan menempatkan

sirkulasi di tengah dan pada kanan kiri sirkulasi terdapat layout-layout display

untuk pameran sendiri, untuk pemanfaatan ruangan konsep ini menjadi efisien

dan sangat menghemat ruang.

Sirkulasi untuk mobil angkut diletakan pada bagian belakang hall, dengan

konsep yang sama yaitu pintu masuk dan pintu keluar dengan jalur yang

sama, ini memudahkan untuk proses pemongkar pasangan barang dan

memudahkan untuk proses pengangkutan barang uyang besar, disamping itu

perletakan sirkulasi mobil angkut di belakang ini membedakan antara zona

bersih dan zona kotor, dengan menjadikan daerah loading barang sebagai

zona kotor yang menjadikan peserta dan pengunjung pameran tidak melewati

dan beraktifitas pada bagian ini. Berikut penjelasan dengan ilustrasi gambar:

(50)

5.3.4 Konsep Lanscap

Landscap pada bangunan ini menggunakan pohon-pohon peredu, di bagian

samping-samping site, bukan hanya menggunakan pohon peredu didalam

konsep ini menggunakan elementair pada bagian depan site atau pada entrance

utama menjadikan agar pengunjung tidak bosan dan tidak jenuh dengan hanya

melihat pohon pada bagian samping site, adapun kegunaan pohon-pohon

peredu sebagai beikut:

- Sebagai buffer, baik sebagai buffer visual dan buffer kebisingan dari lingkungan sekitar

- Sebagai pembatas jalur pedestrian dan jalur kendaraan atau area parkir - Untuk menciptakan suasana yang nyaman dengan menggunakan

element-element seperti pohon, air dan sclupter

Landscap Pohon-pohon

(51)

5.3.5 Konsep Signage

Signage diperlukan untuk memberikan kesan visual dan sebagai pemberi

informasi serta petunjuk arah. Signage disini menggunakan tiang bendera

sebagai identitas atau ciri bangunan. Pada konsep ini memasang 7 tiang

bendera sebelah kanan dan 7 tiang bendera di sebelah kiri dengan total tiang

bendera 14 buah tiang bender. berikut penjelasan melalui ilustrasi gambar:

Pada gambar diatas merupakan gambar signage dengan bendera, yang

menjadikan identitas bangunanya itu sendiri.

5.3.6 Konsep Pencahayaan

Penerangan exterior yang baik dapat mengurangi terjadinya kecelakaan, dan

menjaga keselamatan public yang luar masuk ke dalam site, secara fungsional

penerangan di butuhkan pada daerah-daerah sebagai berikut:

- Tempat parker/basement - Jalur pejalan kaki

- Jalan masuk

- Ruang terbuka/halaman bangunan - Jalur pengunjung dan service

(52)

Pada gambar dibawah menunjukan sirkulasi alami yang masuk kedalam bangunan

dengan konsep hemat energy, gambar sebagaii berikut:

Pada gambar diatas dengan warna merah menunjukan bahwa sirkulasi udara

dan cahaya masuk, Penggunaan pencahayaa dan penghawaan yang alami

menjadikan bangunan yang hemat akan energy, pencahayaan dan

penghawaan disatukan dengan membuat atap pada bagian atas dengan

konsep terbuka agar cahaya dan penghawaan bisa masuk dengan muda

melalui lubang-lubang yang sudah disediakan pada bagian atas atap yang ke

dua.

Perletakan pada bagian atas tidak mengganggu visual di bagian dalam hall,

menjadikan tidak ada kendala dalam perancangan untuk menempatkan

pencahayaan dan penghawaan alami pada bagian atas atap dengan

membuat atap yang baru untuk menutup. Dengan memasang 2 tingkat atap

bukan hanya untuk pencahayaan dan penghawaan, tetapi juga sebagai

estetika yang menjadikan bangunan menarik dilihat tidak polos hanya dengan

1 tingkat atap sebagai struktur utama.

(53)

5.3.7 Pemilihan Material

Pada kriteria pemilihan material yang akan digunakan dalam bangunan ini

adalah memilih material yang berkesan timbul, ketahanan terhadap umur dan

cuaca, kemudahan perawatan dan kemudahan penyediaan dengan

menggunakan material local. Material yang digunakan merupakan material

modern seperti kaca dan baja, yang berkesan ringan dan flexible terhadap

cuaca tropis. Alasan pemilihan material didasarkan atas pertimbangan,

perawatan yang mudah, Tahan lama terutama pada bagian fasilitas public,

Mempunyai nilai esteika yang bagus

5.3.8 Konsep Fasade Bangunan

Secara fungsional ruang-ruang tidak membuuhkan bukaan-bukaan pada

fasade bangunan, oleh karena itu sering kali digunakan panel-panel beton

pada bangunan seperti ini. Namun pada saat ini timbul kecenderungan

penggunaan fasade transfaran dari rangka baja dan kaca, untuk memberikan

kesan bangunan yang lebih terbuka.

Batik dijadikan konsep untuk perancangan pasade pada bangunan penerima,

bangunan penerima dibuat menarik karena menjadikan fiusal yang baik untuk

pengunjung mendatangi bangunan ini, diasmping itu pada bagian depan

dibuat menarik untuk menjadikan identitas bangunan dengan estetika yang

bagus dan menarik. Konsep batik diterapkan untuk menjadikan batik sebagai

(54)

5.3.9 Konsep Entrance

Entrance merupakan akses menuju bangunan, dengan akses yang mudah

untuk pengunjung menjadikan bangunan yang nyaman untuk dikunjungi,

pada gambar dibawah merupakan pola perletakan entrance, drop off, parker

bus dan loading dok.

Entrance dibuat lebih dari satu, namun entrance utama haruslah dibuat

menarik untuk memberikan orientasi pada pengunjung. Penjelasanya akan

digambarkan pada gambar dibawah ini, yaitu:

Konsep entrance dibuat lebih dari satu dikarenakan untuk menghindari

penumpukan kendaraan masuk dan keluar, pada konsep ini perletakan

entrance berada pada baian depan dan bagain samping kiri site. Pada

bagiandepan site merupakan entrance utama yang pembuataanya dibuat

semenarik mungkin. Pada entance depan terdapat beberapa street furniture

untuk mempercantik penampilan bangunan dan lebih berkesan welcome.

(55)

5.4 Sistem Utilitas

5.4.1 Sistem Jaringan Listrik

System daya listrik untuk bangunan diperoleh dari jaringan listrik PLN dan

dari jaringan listrik Generator.

Skematika jaringan listrik dapat digambarkan sebagai berikut:

Suplai listrik pada untuk disebarkan ditanam di di bawah lantai, agar tertutup

tidak terxpos, dan pada proses penyalran dipasang setiap 4 stand atau 12

meter.

5.4.2 Pengondisian Udara

Luas ruangan yang besar dilakukan penghawaan dengan membagikan dari

ruang atas pada setiap hall nya, dengan konsep penghawaan disebarkan ke

kanan dank e kiri diharapkan agar semua ruangan mendapatkan udara yang

dingin dari udara buatan.

PLN GARDU LISTRIK METERAN LISTRIK MDP

GENERATOR

Bagan 7. Sistem Jaringan Listrik

(56)

5.4.3 Sistem Distribusi Air Bersih

Distribusi air bersih diperoleh dari PDAM

Berikut adalah skema jaringan air bersih:

5.4.4 Sistem Pengolahan Air Limbah

System pengolahan air limbah

- System penampungan dan penyaluran

Pada system ini adalah system pencampuran dari dapur, air hujan dan

fasilitas lain sebagainya dalam 1 saluran air.

- System pembuangan

Air limbah yang berasal dari air bekas memasak dibuang ke dalam saluran

drainase sedangkan saluran dari toilet menggunakan septictank.

5.4.5 Sistem sampah

System pembuangan sampah menggunakan system penumpukan dan

pengumpulan dari beberap titik dan di ambil oleh mobil sampah, pada

titik-titik tertentu disediakan bak sampah.

PDAM TANGKI UTAMA

POMPA

PENYEBARAN

PENYEBARAN

PENYEBARAN

(57)

5.4.5 Sistem Kebakaran

Peralatan yang digunakan untuk mengantisipasi bencana kebakaran

- Hydrant (indoor dan outdor) - Siamesse connection

- Smoke dan heat detector - Fire extinguisher

Mesin dan alat:

- Pompa - Tanki air

- Hydrant box untuk indoor dan hydrant pillar untuk outdor - Tangga darurat

5.4.6 Tata Suara

- Penempatan titik suara ditempatkan di mana pengunung berkumpul ini bertujuan agar pengunjung dapat mendengrkan suara dengan jelas.

- Pengeras suara ditempatkan di bagian atas, di dinding bagian atas, dengan ukuran pengeras suara yang kecil

- Pada ruang informasi dijadikan tempat pemanggilan

(58)

BAB III

ELABORASI TEMA

3.1 Pengertian

Tema yang diangkat dari perancangan ini yaitu “Bangunan Bentang Lebar” .

Bangunan bentang lebar merupakan tema yang mengoptimalkan Struktur

Bentang Lebar, namun bukanhanya sebagai struktur melainkan sebagai

elemen estetik yang menarik.

Definisi bangunan bentang lebar ini sendiri yaitu merupakan bangunan yang

didalamnya bebas kolom sebagai penyangga struktur(column free space)

Struktur adalah sarana untuk menyalurkan beban yang diakibatkan

penggunaan dan kehadiran bangunan diatas tanah.

Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan

penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin.

Bangunan bentang lebar secara umum terdiri dari 2 yaitu bentang lebar

sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar sederhana berarti

bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada

bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk

yang ada. Sedangkan bentang lebar kompleks merupakan bentuk struktur

bentang lebar yang melakukan modifikasi dari bentuk dasar, bahkan kadang

dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang lebar.

Guna dan fungsi bangunan bentang lebar dipergunakan untuk

kegiatan-kegiatan yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup besar, seperti

untuk kegiatan olah raga berupa gedung stadion, pertunjukan berupa gedung

pertunjukan, audiotorium dan kegiatan pameran atau gedung exhibition.

Struktur bentang lebar, memiliki tingkat kerumitan yang berbeda satu dengan

lainnya. Kerumitan yang timbul dipengaruhi oleh gaya yang terjadi pada

(59)

Definisi Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan

penggunaan ruang bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Yang

dibagi menjadi dua golongan yaitu : 1.Bangunan lebar sederhana Bentang

lebar sederhana berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada

dipergunakan langsung pada bangunan berdasarkan teori dasar dan tidak

dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada. 2.Bangunan lebar kompleks

Merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi dari

bentuk dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa

sistem struktur bentang lebar.

Menurut Schodek (1998), struktur bentang lebar dibagi ke dalam beberapa

sistem struktur yaitu sebagai berikut :

- Struktur Rangka Batang dan Rangka Ruang.

- Struktur Furnicular, yaitu kabel dan pelengkung

- Struktur Plan dan Grid

- Struktur Membran meliputi Pneumatik dan struktur tent (tenda) dan net

(jarring)

- Struktur Cangkang

Sedangkan menurut Sutrisno (1989), Struktur Bentang Lebar dibagi menjadi

membagi ke dalam 2 bagian yaitu :

a. Struktur ruang, yang terdiri atas :

- Konstruksi bangunan petak (Struktur rangka batang)

- Struktur rangka ruang

b. Struktur permukaan bidang, terdiri atas :

- Struktur Lipatan

- Struktur Cangkang

- Membran dan Struktur Membran

- Struktur Pneumatik

(60)

3.2 Interpretasi Tema

Penerapan tema arsitektur “Bangunan Bentang Lebar” merupakan aspek penting

untuk menghadirkan kekuatan yang menjadi faktor utama, melihat fungsinya yang

memerlukan struktur yang lebar dan kuat.

Bagan dibawah menjelaskan tentang proses pengembangan tema sebagai

berikut:

Pada bagan diatas menjelaskan tahapan pengembangan tema, dari tema

bangunan bentang lebar dengan mengembangkan struktur dan konstruksi,

pada struktur mengembangkan estetika pada bangunan dan dengan

memperhatikan fungsi, dan pada konstruksi mengembangkan bahan

bangunan yang akan dupakai dan dengan memperhatikan fungsi.

Dari tahapan-tahapan diatas menunjukan bagaimana cara pengembangan

tema yang baikdan benar, dengan memperhatikan semua aspek didalamnya.

`

BANGUNAN BENTANG LEBAR

STRUKTUR KONSTRUKSI

FUNGSI

BAHAN ESTETIKA

(61)

3.3 Studi Kasus Tema Sejenis 3.3.1 Singapura Expo

Alamat 1 Expo Drive, Singapore 486150

Lokasi Changi, Singapura

Pemilik: PSA International

Dibuka 4 Maret 1999

- Jumlah ruang 123.000 m2 (1.320.000 sq ft)

- aula pameran lantai Halls 1-6 60.000 m2 (650.000 kaki persegi)

Halls 7-9 32.000 m2 (340.000 kaki persegi)

Stasiun MRT angkutan umum akses Expo

Gambar diatas merupakan Type Atap Singapore Expo.

Singapura EXPO adalah yang terbesar konvensi dan pameran tempat di

Singapura dengan lebih dari 100.000 meter persegi kolom bebas, penyebaran

ruang indoor lebih dari 10 ruang. Dibangun dan dikelola oleh PSA

International, dan didanai oleh Departemen Perdagangan dan Industri, S $

220.000.000 bangunan (tidak termasuk biaya 40.000 ekspansi m²) dibangun

di sebelah timur Singapura dekat Simei dan Tanah Merah. Saat ini dikelola

oleh Temasek Holdings, Singex Venues Private Limited, gedung milik

pemerintah dirancang oleh Cox Richardson Rayner

(62)

Gambar dibawah Merupakan Gambar Denah pada Singapore Exp, bisa dilihat

sebagai berikut:

Gambar diatas merupakan Denah dari Singapore expo, denah dengan

modular berjajaran menjadikan pola bangunan yang sangat rapih dengan pola

linier.

Singapore Expo adalah yang pertemuan terbesar, insentif, konferensi,

pameran tempat di Singapura dan merupakan salah satu yang terbesar dan

paling benar-benar dilengkapi pusat di seluruh Asia. Ada sepuluh ruang besar

serbaguna, masing-masing menjadi 10.000 meter persegi, memberikan total

lantai ruang lebih dari 100.000 meter persegi. Semua ruang yang tersedia yang

saling berhubungan dan di permukaan tanah dan kolom gratis.

Sepuluh ruang konferensi juga tersedia, mulai dari ukuran 89-844 meter

persegi, cocok untuk 150 sampai 1.000 orang. Selain itu, ada ruang rapat yang

dapat menampung 15-125 anggota.

(63)

Asli bangunan Singapore Expo terdiri enam ruang yang saling berhubungan

dari 10.000 meter persegi masing-masing, dengan kolom bebas ruang dan

ketinggian langit-langit hingga 16 meter. Setiap hall mandiri dan terkait dengan

ruang lain oleh jalan setapak udara. Tambahan 40.000 meter persegi (empat

ruang baru) diselesaikan pada bulan September 2005 dan terkait dengan

bangunan aslinya di Expo drive melalui jalan terlindung.

Gambar dibawah menunukan View keseluruhan dari Singapore expo, sebagai

berikut:

Gambar diatas merunukan View keseluruhan dari Singapore expo dan Secara

resmi dibuka pada tanggal 4 Maret 1999. Selain itu, disajikan dengan Stasiun

MRT Expo di Cabang Jalur Bandara Changi Line Timur-Barat. Gambar 22. Exterior Singpura Expo

(64)

Gambar dibawah merupakan suasana interior dengan kegiatan pameran,

sebagai berikut:

Pada gambar diatas menunjukan suasana interior, terlihat struktur yang

dipakai Singapore expo ini, struktur yang di expos menjadikan estetika pada

interior dengan menambahkan lampu-lampu untuk mempercantik.expos

struktur tentunya tidak menjadi mengganggung aktifitas pada pameran

didalamnya. Sebuah carpark untuk 2.200 kendaraan juga tersedia, yang dapat

dikonversi menjadi 25.000 meter persegi ruang pameran luar. Hal ini dapat

diakses oleh MRT, dengan mentransfer ke kereta di platform tengah di Tanah

Merah interchange. Singex Venues, perusahaan manajemen Singapore

EXPO, adalah satu-satunya perusahaan MICE di dunia yang memiliki sertifikasi

ganda dalam Business Continuity Management (diberikan oleh standar Inggris

dan Singapura).

(65)

3.3.2 Brisbane Convention & Exhibition Centre

Brisbane Convention & Exhibition Centre (BCEC) adalah pusat konvensi di

Brisbane, Australia. Hal ini terletak di Brisbane Selatan dan menempati

sebagian besar blok yang dibentuk oleh Grey Street, Melbourne Street,

Merivale Street, dan Glenelg Street. Pusat ini dimiliki oleh South Bank

Corporation dan dikelola oleh AEG Ogden.

BCEC dibangun oleh Leighton Contractors, awal Maret 1993 dengan

pembongkaran World Expo Park.Bangunan biaya $ 170 juta dan sebagian

besar didanai oleh penjualan Pemerintah Queensland lisensi kasino, dan

sisanya didanai langsung oleh pemerintah. Pusat selesai pada Mei 1995, dan

dibuka pada tanggal 6 Juni.

Gambar dibawah ini merupakan Exterior Brisbane Convention & Exhibition

Centre (BCEC)pada bagian depan, sebagai berikut:

view diambil dari sudut kanan pada bangunan, dengan konsep entrance pada

bagian kanan bangunan Brisbane Convention & Exhibition Centre ini.

(66)

Desain ekspansi ke BCEC di Grey Street telah disetujui pada tahun 2007.Laing

O'Rourke ditunjuk sebagai pembangun proyek pada bulan Juni 2009 setelah

penundaan yang disebabkan oleh masalah anggaran, dan konstruksi dimulai

pada tahun 2010.Proyek ini selesai pada awal 2012, dan dibuka pada tanggal

25 Januari. Ini biaya $ 140 juta dan didanai oleh Pemerintah Queensland.

Ekspansi lima tingkat memiliki 25,000m² lantai kerja dan mencakup dua

auditoria untuk 400 dan 600 dengan disertai ruang foyer, fasilitas speaker , dan

ruang rapat pribadi. Bangunan ini 450 meter panjangnya, 120 m dan lebar 24

m. Desain atap kompleks didasarkan pada lima paraboloids hiperbolik.

Bangunan ini distabilkan oleh dinding geser beton dan dibalut baja. Parkir

mobil terletak di lantai dasar. Berikut adalah interior dari acara pameran dalam

gedung Brisbane Convention & Exhibition Centre, sebagai berikut:

Pada gambar diatas merupakan interior Brisbane Convention & Exhibition

Centre, terlihat aktifitas pameran pada interior ini.

(67)

Pada gambar diatas menunjukan suasana interior, terlihat struktur yang

dipakai interior Brisbane Convention & Exhibition Centre ini, struktur yang di

expos menjadikan estetika pada interior dengan menambahkan lampu-lampu

untuk mempercantik.expos struktur tentunya tidak menjadi mengganggung

aktifitas pada pameran didalamnya.

Pada gambar diatas menunjukan suasana interior, terlihat struktur yang

dipakai interior Brisbane Convention & Exhibition Centre ini, struktur yang di

expos menjadikan estetika pada interior dengan menambahkan lampu-lampu

untuk mempercantik.expos struktur tentunya tidak menjadi mengganggung

aktifitas pada pameran didalamnya.

Struktur bentang lebar tidak hanya menyesuaikan dengan fungis, tetapi bisa

juga menjadi nilai estetis pada bangunan, salah satunya kita bisa lohat pada

gambar interior diatas merupakan interior yang strukturnya terekspos.

Pada gambar diatas juga terlihat lampu diletakan pada bagian rangka atap,

menjadikan beban yang tersalur dari lampu ditopang oleh atap, dengan

kekuatan baja sebagai material utama atap.

(68)

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

2.1 Deskripsi Umum.

Deskripsi umum menjelaskan tentang data umum proyek racangan bangunan

multipurpose ini, dengan data perancangan sebagai berikut:

Nama Proyek : Kuningan Multipurpose Center

Lokasi : Jl. Jen. Sudirman Kuningan

Sifat Proyek : Komersial

Kelengkapan Fasilitas : Telepon, Jaringan Listrik, Saluran air bersih, Pam,

Riol kota, Drainase.

2.1.1 Lokasi proyek

Kuningan Jawa Barat Indonesia. Lokasi ini adalah yang mempunyai potensi

yang sangat baik untuk dibangunnya bangunan exhibition ini.

Letak lokasi pada gambar dibawah:

Gambar 1. Peta Lokasi Site peruntukan

(69)

Pada gambar diatas meurpkan peta keseluruhan kota kuninga, lokasi site

ditunjukan dengan lingkaran berwarna biru pada gambar diatas, lokasi tersebut

merupakan lokasi pusat perkotaan kota kuningan

Gambar di atas menjelaskan Lahan berada di zona komersial skala kota dengan

potensi eksisting merupakan pusat perekonomian dan peribadatan kota

kuningan, dengan adanya pasar tradisional, masjid agung, dan taman kota

kuningan.

(70)

Gambar diatas menunjukan existing pada lokasi site yang telah analisis dan

dipilih sebagai lokasi pembangunan Bangunan multipurpose ini.

Lokasi proyek ini merupakan lokasi yang sangat strategis untuk didirikan

bangunan multifungsi, dengan fasilitas sekitar yang memadai dan mendukung

untuk didirikan bangunan multifungsi ini, dengan potensi yang sangat baik ini

bisa memanfaatkanya sebaik mungkin untuk menghasilkan penghasilan yang

lebih besar lagi dalam sektor perekonomian.

Gambar 4. Eksisting Batasan site

Eksisting tidak ada Gambar pada Depan Site Jl.

Jen. Sudirman Eksisting tidak ada

kemacetan, pengambilan Gambar pada Depan Site Jl.

(71)

Gambar dibawah ini merupkan gambaran zona kawasan Kab. Kuningan

dibedakan dengan warna warna. Dengan gambar sebagai berikut:

Gambar dibawah ini merupkan gambaran akses menuju Kab. Kuningan,

dengan warna biru sebagai kota kuningan dan warna biru muda dengan

jalur/akses menuju kota kuningan.

Gambar diatas merupakan gambar akses menuju kab. Kuningan dengan bisa

mengambil arah dari Cirebon, arah dari majalengka dan arah dari jawa

Gambar 5. Zona kawasan Kab. Kuningan

(72)

2.1.2 Peraturan Kawasan

Peraturan kawasan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan

dalam setiap perancangan karena hal ini dapat pempengaruhi prancangan

dari lahan bentukan dan aturan setempat.

Gambar dibawah ini merupakan peta rencana pola ruang dan tabel peraturan

pemerintah setempat:

Beberapa peraturan pemerintah untuk mendirikan bangunan komersial pada

kawasan ini, salah satunya yaitu peraturan mendirikan bangunandengan KDB,

KLB dan KDH, pada kawasan ini merupakan kawasan komersial yang berletak

di pusat kota kabupaten kuningan ini, selain potensi yang baik pemilihan lokasi

ini juga disesuaikan dengan peraturan pemerintah yang mendukung dan

memperbolehkan mendirikan bangunan komersial seperti bangunan

multipurpose ini disite tersebut.

Gambar 7. Peta Rencana Pola Ruang Kab. Kuningan

(73)

Gambar bawah merupakan gambar detail peraturan KDB, KLB, dan KDH pada

kawasan yang akan dibangun dalam perancangan, gambarnya sebagai berikut:

Gambar diatas dapat dilihat peraturan pemeritah tentang KDB, KLB, dan KDH,

pada peraturan diatas menjelaskan secara detail tentang peraturan tersebut,

didalamnya merupakan peraturan yang harus dipenuhi untuk membangun

bangunan Multipurpose ini, peraturan meliputi KDB mencapai 70%, KDB yang

besar menjadi potensi untuk membangun bangunan yang besar pula untuk

mengembangkan perancangan, pada peraturan yang lainya menjelaskan

tentang KLB, pada KLB di daerah tersebut sebesar 3,5 dan pada peraturan

yang terakhir merupakan KDH, pada KDH didaerah tersebut merupakan 10%,

ini menjadi potensi tersendiri untuk mendukung pembangunan bangunan

multipurpose ini.

Gambar 8. Peta peruntukan

(74)

2.2 Studi Banding Proyek Sejenis.

2.2.1 Indonesia Convention And Exhibition Center

Terletak di Bumi Serpong Damai - Tangerang, Indonesia Iinternational

Convention dan Exhibition Center telah dirancang untuk menjadi sebuah

kompleks bangunan multi-fungsi yang membentang di area seluas ± 25

hektar. Indonesia Iinternational Convention dan Exhibition Center terdiri dari ±

150.000 meter persegi dari fasilitas konvensi dan pameran, 800 kamar dari 3

& 4 hotel bintang dan gedung perkantoran modern. Dijadwalkan akan dibuka

pada tahun 2014, Indonesia Iinternational Convention dan Exhibition Center

diharapkan menjadi yang terbesar konvensi dan pameran tempat di Asia

Tenggara.

Gambar diatas merupakan view keseluruhan bangunan, pada pengambilan

gambar merupakan gambar dari sisi kiri bangunan, pada sudut sisi kiri

bangunan ini terlihat exhibition hall pada bangunan, hotel bintang, drop off,

exhibition outdor convention hall, dan jalur utama/jalan utama untuk mencapai

kedalam lokasi bangunan Indonesia international convention and exhibition

Center.

(75)

ICE memiliki Fasilitas 10 halls pameran, dengan luas 60,000m² dengan 2 pusat

konvensi, dengan satu konvensi berkapasitas 10.000 oang, dan 15.000 orang,

dan dengan fasilitas gedung kantor dengan 17 lantai gedung kantor.

Pada Gambar dibawah ini merupakan view dilihat dari mata manusia dari

bagian depan bangunan, gambar diambil bagian depan disamping drop off

pada Convention.

Pada Gambar diatas menunjukan aktifitas pada bagian depan convention,

menunjukan aktifitas bagian depan. Luas lahan total 220.000 meter persegi,

fasilitas tersebut akan siap pada awal 2015 dan siap sebagai pergi untuk venue

untuk pasar MICE domestik berkembang, dan peristiwa internasional mencari

di luar pantai matang dan mapan.

Terletak di daerah komersial BSD City, Tangerang, pembangunan perkotaan

yang berkelanjutan, IEC hanya 30 menit dari Bandar Udara Internasional

Soekarno-Hatta dan dapat dicapai dalam 40 menit dari Central Business

District Jakarta.

Gambar

Gambar 74. Potongan A
Gambar 76. Potongan C
Gambar 78. Utilitas Ac Central
Gambar 80. Utilitas Air Bersih
+7

Referensi

Dokumen terkait

jaringan distribusi agar menjadi lebih optimal dengan beberapa pertimbangan yang sebagaimana telah dijelaskan diatas melihat distribusi berhubungan langsung dengan

Gambar diatas menunjukkan bahwa prioritas subkriteria berdasarkan kriteria Biaya yang menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi adalah Infrastruktur dengan

Lokasi site yang terletak di Kota Yogyakarta yang merupakan salah satu kota pariwisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun luar negri yang dapat menjadi

Terlihat pada gambar 6.5 diatas bahwa potensi energi listrik dari PLTS yang sebesar 1 MW tidak seluruhnya bisa dipakai, sekitar 30% dari 1 MW atau 0,3 MW

Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Kelurahan Pasar Tanjung Enim merupakan daerah yang menjadi pusat pertumbuhan sekitar PT Bukit Asam Tanjung

Dengan pertimbangan kriteria site maka site yang dipiJih berada dipingir ruas jalan wonosari km 10-12, dengan dua altematif lokasi dengan site yang terpilih

Pada lokasi ini, Puro Pakualaman menjadi landmark sebagai sebuah penanda/ elemen unik yang berada di sekitar site tersebut sehingga tempat tersebut akan selalu diingat

Terlihat pada gambar 6.5 diatas bahwa potensi energi listrik dari PLTS yang sebesar 1 MW tidak seluruhnya bisa dipakai, sekitar 30% dari 1 MW atau 0,3 MW