• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 12 periode madinah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bab 12 periode madinah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Standar Kompetensi

Memahami keteladanan Rasulullah SAW dalam membina umat periode Madinah

Kompetensi Dasar

1. Menceritakan dakwah Rasulullah SAW periode Madinah 2. Mendeskripsikan strategi dakwah Rasulullah SAW periode

Madinah

BAB 12

(2)
(3)

A. Sejarah Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah

Arti Hijrah dan Tujuan Rasulullah SAW dan Umat Islam Berhijrah

Arti Hijrah

Meninggalkan perbuatan buruk untuk melakukan kebaikan

Pindah dari negeri kafir ke wilayah Islami

• Tujuan Hijrah

Menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan, ancaman, dan kekerasan kaum kafir Quraisy.

Agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam

(4)

Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah

• Dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah berlangsung selama 10 tahun

• Materi dakwah di Madinah selain 89 surah yang turun di Mekah juga 25 surah yang turun di Madinah

• Isi materi surah yang turun di Madinah masalah sosial kemasyarakatan

• Peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bertujuan untuk:

Membela diri

Menjamin kelancaran dakwah

(5)

Dakwah Islamiah Keluar Jazirah Arabia

Heraclius, kaisar Romawi Timur. Melalui utusan Rasulullah SAW yang bernama Dihijah bin Khalifah. Tetapi Heraclius tidak menerima seruan tersebut karena tidak mendapat restu dari para pembesar dan pendeta Romawi

Muqaiqas, Gubernur Romawi di Mesir. Melalui utusan

Rasulullah SAW yang bernama Hatib. Muqaiqas tidak mau

menerima seruan tersebut. Dan mengirim hadiah-hadiah berupa budak wanita, keledai, pakaian dan kuda

Syahinsyah, kaisar yang sombong dan lalim. Surat dari Rasulullah SAW dirobek-robeknya

(6)

B. Strategi Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah

o Berdakwah dimulai diri sendiri

o Cara (metode) melaksanakan dakwah sesuai

dengan petunjuk Allah ta’âla dalam Surah An-Nahl: 125

o Berdakwah itu hukumnya wajib bagi Rasulullah SAW dan umatnya

(7)

Usaha-usaha Rasulullah SAW dalam mewujudkan masyarakat Islam:

1.Membangun masjid Fungsi masjid sebagai:

Sarana pembinaan umat Islam di bidang akidah, ibadah dan akhlak

(8)

2. Mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Ansar.

Hamzah bin Abdul Muthallib dengan Zaid bin Harits Abu Bakar dengan Kharizah bin Zaid

Utsman bin Affan dengan Aus bin Tsabit

(9)

3. Perjanjian saling membantu antara umat Islam dan non-Islam

(10)

Piagam Madinah

1. Setiap golongan dari ketiga golongan penduduk Madinah memiliki hak pribadi, keagamaan, dan politik

2. Setiap individu penduduk Madinah mendapat jaminan kebebasan beragama

3. Seluruh penduduk Madinah yang terdiri dari kaum Muslimin, Yahudi, dan orang-orang Arab yang belum masuk Islam sesama mereka hendaklah saling membantu dalam bidang moril dan material

4. Rasulullah SAW adalah pemimpin seluruh penduduk Madinah. Segala perkara dan perselisihan besar yang terjadi di Madinah harus diajukan kepada beliau untuk diadili sebagaimana

Referensi

Dokumen terkait

Maka berdasarkan Piagam Madinah itu, dalam menghadapi Perang Uhud, Nabi Muhammad saw mengajak orang-orang Yahudi untuk meyertai kaum Muslimin berperang menghadapi musuh

Pada waktu Rasulullah SAW menetap di Madinah, penduduknya terdiri dari tiga golongan, yaitu umat Islam, umat Yahudi (Bani Qainuqa, Bani Nazir dan Bani Quraizah)

bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang

Piagam Madinah mengatur dengan tegas kebebasan beragama bagi semua penganut agama yang ada di Madinah, terutama kaum Muslim, kaum Yahudi, Nasrani dan

Dapat dikatakan Bangsa Arab pra Islam merupakan masyarakat yang berperilaku bebas dan tak bermoral. Karena itu untuk mempersatukan masyarakat Arab dan Yahudi di Madinah

Piagam Madinah mengatur dengan tegas kebebasan beragama bagi semua penganut agama yang ada di Madinah, terutama kaum Muslim, kaum Yahudi, Nasrani

Kemudian, tidak beberapa lama orang-orang Madinah non Muslim berbondong-bondong masuk agama Islam. Untuk memperkokoh masyarakat baru tersebut mulailah Nabi meletakkan

Upaya Nabi dalam menyatukan penduduk Madinah yaitu melalui sebutan mereka sebagai kaum muslimin terhadap kaum Muhajirin dan Anshar dan juga membuat perjanjian dengan penduduk Madinah