BAB IV STRATEGI NABI MUHAMMAD SAW DALAM MELAKUKAN REKONSILIASI UMAT DI MADINAH

Teks penuh

(1)

56

STRATEGI NABI MUHAMMAD SAW DALAM MELAKUKAN

REKONSILIASI UMAT DI MADINAH

A. Faktor-faktor Kesuksesan Nabi Muhammad SAW dalam Melakukan

Rekonsiliasi Umat di Madinah

Keberhasilan beliau dalam menyatukan umat Madinah memang sebuah

prestasi, namun di balik prestasi beliau tersebut ada faktor-faktor yang juga

mendukung terjadinya Rekonsiliasi umat di Madinah, dan juga ada faktok-faktor

penghambat.

1. Faktor Penghambat Terjadinya Rekonsiliasi

Rekonsiliasi yang dilakukan Nabi Muhammad di Madinah sehingga

beliau mampu menyatukan umat Islam dan non Islam dibawah

kepemimpinannya tidaklah lepas dari beberapa faktor pendukung.

Pertama sikap ashabiyah (fanatisme suku) masyarakat Arab yang

sering menjadikan konflik. Telah disebutkan bagaimana komposisi

masyarakat Madinah yang terdiri dari beraneka ragam suku, agama dan

karakter sosial. Seperti yang diungkapkan Suyuthi Pulungan bahwa suku Arab

saja sebelum datangnya Islam paling tidak ada delapan suku utama yang

berdomisili di Madinah, belum lagi suku Yahudi yang mempunyai lebih dari

dua puluh suku yang menetap di wilayah itu. Jika digambarkan, setiap suku

yang berkelompok masing-masing punya pemuda siap perang sendiri-sendiri,

punya benteng pertahanan dan lumbung makanan.

Kedua masyarakat Madinah hidup bersuku-suku tanpa pemerintahan.

Masyarakat Madinah, walau bisa dikatakan lebih kondusif, tetapi

sebagaimana umumnya masyarakat Jazirah Arab Masyarakat Madinah

merupakan masyarakat tanpa pemerintahan. Pemegang kendali terkuat dan

dihormati adalah ketua suku dan para pemuka suku.

(2)

Ketiga, karakter sosial yang keras dan suka berperang. Tiga ciri

masyarakat Arab di atas seperti tidak dapat dipisahkan. Karakter sosial yang

keras dan suka berperang dan sikap kesukuan yang tinggi (ashabiyah) telah

menjadikan penduduk Jaziriyah Arab disebut sebagai Jahiliyah. Sebutan

Jahiliyah menggambarkan sebuah situasi masyarakat yang tidak berperaturan,

dan tidak mengindahkan perintah-perintah Tuhan.

1

Watt menyebutkan bahwa

agama orang Arab boleh jadi yang benar-benar dihayati adalah humanisme

kesukuan. Pikiran yang utama dalam setiap individu adalah kehormatan suku.

Makna kehidupan timbul dari perwujudan keutamaan manusia, yaitu semua

sifat yang menghiasi cita Arab tentang kejantanan dan keteguhan hati,

pemangku sifat-sifat ini adalah suku ketimbang individu.

2

Dapat dikatakan Bangsa Arab pra Islam merupakan masyarakat yang

berperilaku bebas dan tak bermoral. Karena itu untuk mempersatukan

masyarakat Arab dan Yahudi di Madinah hanya didasarkan kepentingan sosial

dan budaya dapat dikatakan mustahil, apalagi dapat waktu yang relatif

singkat.

Selain faktor-faktor tersebut juga ada bebera faktor penghambat yang

ada di luar tubuh umat Islam atau juga dalam diri umat Islam. Nabi

Muhammad SAW sepenuhnya menyadari perjuangannya sangat berat, masih

banyak hambatan atau dalam istilah Ja’far Subhani disebut sebagai bahaya

atau ancaman, baik secara internal dalam tubuh umat Islam yaitu perbedaan di

antara sesama pendukungnya sendiri karena perbedaan lingkungan hidup

mereka dan ancaman eksternal yaitu bahaya dari kalangan Quraisy dan kaum

1

Jahiliyah dalam istilah Arab mempunyai beberapa makna, seperti tidak berilmu, atau tidak mengikuti ilmu, tidak adanya pengetahuan hakikat uluhiyah. Lihat Muhammad Quthub, Ru’yah

Islamiyah li Ahwalil ‘Alam al Mu’ashir, terj. Abu Ridlo, Jakarta, Yayasan SIDIK, 1996, hlm. 17

2

Asghar Ali Engineer, Asal-Usul dan Perkembangan Islam, terj. Imam Baehaqi, Jakarta, Pustaka Pelajar, 1999, hlm. 25

(3)

Musyrik lainnya di Jazirah Arab dan kaum Yahudi yang tinggal di dalam dan

di luar kota dan memiliki kekayaan dan sumber daya yang amat besar.

3

2. Faktor-faktor Pendukung

Selain faktor-faktor penghambat yang disebut di atas keberhasilan

Nabi Muhammad dalam menyatukan Masyarakat Madinah ada faktor-faktor

pendukung yang penya peran besar dalam keberhasilannya.

Pertama, kerasulan Muhammad yang diimani oleh umat Islam.

Pribadi Muhammad sebagai seorang rasul dalam keyakinan umat Islam telah

memberikan pengaruh yang besar. Secara teologis keimanan umat Islam atas

kenabiannya telah mengikat dalam kalbu individu-individu. Muhammad sadar

bahwa keimanan yang baru saja tertananam di hati pengikutnya harus

diperkuat dan terus dipupuk. Keimanan atas kerasulannya yang diperjuangkan

Muhammad selama di Mekkah kini telah ditampakkan hasilnya oleh Allah.

Kedua, Nabi Muhammad bersikap adil dan bijaksana. Nabi dalam

kepemimpinannya juga telah mengambil langkah yang bijaksana, adil dan

tepat. Dia yang sebagai Rasul bagi Umat Islam dan sebagai pemimpin negara

bagi warga Madinah, dia tidak dengan serta-merta memberlakukan hukum

Islam bagi warga Madinah. Beliau memberikan kebebasan beragama dan

menjalankan hukum bagi orang-orang non Islam.

Ketiga, kecerdasan dan ketangkasan beliau sebagai seorang

pemimpin. Karena kecerdasan dan ketangkasan beliau itulah para intelektual

seperti W. Montgomery Watt menyebutnya sebagai seorang negarawan.

Menurut W. Montgomery Watt, dari perannya, Muhammad dapat dikatakan

sebagai seorang negarawan karena tiga alasan mengapa Muhammad disebut

sebagai seorang negarawan.

3

Ja’far Subhani, Ar Risalah, Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW, terj. Muhammad Hasyim dan Meth Kieraha, Jakarta, Lentera, 1996, hlm. 294

(4)

a.) M

UHAMMAD MEMPUNYAI BAKAT MAMPU MELIHAT SEBELUM KEJADIAN

.

S

EBUAH KEGENIUSAN

ATAU MENURUT KEYAKINAN MUSLIM ORTODOK MERUPAKAN WAHYU

ORANG

-

ORANG

A

RAB DIBERIKAN KERANGKA GAGASAN YANG MEMUNGKINKAN PEMECAHAN KETEGANGAN

-

KETEGANGAN SOSIAL

.

b.) T

ERDAPAT KEARIFAN

M

UHAMMAD SEBAGAI NEGARAWAN

.

S

TRUKTUR KONSEPTUAL YANG DIDAPAT DALAM AL

-Q

UR

AN HANYALAH SUATU KERANGKA

.

K

ERANGKA

I

TU HARUS MENDUKUNG SUATU BANGUNAN KEBIJAKSANAAN YANG KONKRIT DAN INSTITUSI YANG KONKRIT PULA

.

c.) T

ERDAPAT KETRAMPILAN

M

UHAMMAD SEBAGAI SEORANG ADMINISTRATOR DAN KEARIFANNYA DALAM MEMILIH ORANG YANG DIBERI KEPERCAYAAN UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS

-

TUGAS ADMINISTRASI PULA

.

4

3. S

OLUSI

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

DALAM

M

ENGHADAPI HAMBATAN

Pertama kali yang harus dijawab Nabi Muhammad SAW untuk

mengatasi ancaman-ancaman tersebut adalah bagaimana menyatukan umatnya

sendiri. Karena itulah mengapa Nabi Muhammad SAW membangun masjid

dan mengikatkan persaudaraan dalam jiwa mereka. Dengan dua jalan tersebut

Nabi Muhammad SAW telah membentuk sebuah komunitas umat dalam arti

eksklusif.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan pada mereka bagaimana

pentingnya persaudaraan dan persatuan. Apa hak dan kewajiban yang harus

dilaksanakan di antara saudara. Nabi Muhammad SAW menanamkan

perintah-perintah Allah pentingnya arti persaudaraan. Dalam sebuah ayat

Allah menjadikan syarat pertolongan, pemberian yang dilandasi cinta kasih

merupakan bagian dari refleksi keimanan.

4

W. MONTGOMERY WATT, MUHAMMAD; NABI DAN NEGARAWAN, TERJ. DJOHAN EFENDI, JAKARTA,CV.KUMING MAS, CET.-2,1984, HLM..244-245

(5)

ﻥﻭﺒِﺤﹸﺘ ﺎﻤِﻤ ﺍﻭﹸﻘِﻔﹾﻨﹸﺘ ﻰﱠﺘﺤ ﺭِﺒﹾﻟﺍ ﺍﻭﹸﻟﺎﹶﻨﹶﺘ ﻥﹶﻟ

Kamu sekali-kali tidak sampai pada kebajikan (sempurna), sebelum

kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.(Q.S. Ali Imran: 92)

Akram Diyauddin menggambarkan bagaimana kebersamaan yang

dibagun Rasulullah, bahwa dasar kebersamaan dalam Islam adalah dasar

keimanan, suatu kepentingan yang bisa saja memisahkan seseorang dari

bapak, anak istri maupun kabilah. Abu Ubaidah berperang melawan bapaknya

sendiri yang musyrik, bahkan membunuhnya ketika berhadapan dalam perang

Badar.

5

P

ERSATUAN UMAT YANG PERTAMA DIBENTUK

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

MERUPAKAN BENTUK DARI UKHUWAH

I

SLAMIYAH

,

PERSAUDARAAN DAN PERSATUAN ANTAR

I

SLAM YANG BERDASARKAN PADA IKATAN KEYAKINAN

LAA ILAHA ILLA

A

LLAH

M

UHAMMAD AR

-R

ASUL

A

LLAH

SEMATA

.

A

TAU UMAT INI

HANYA SEBATAS DENGAN ARTI DINUL

I

SLAM

.

I

NI MENGIMPLIKASIKAN BAHWA SETIAP ORANG YANG BERIMAN HENDAKLAH MEMILIKI SATU TITIK TUMPUAN

(

TEMPAT BERPIJAK

),

SATU TUJUAN MENYELURUH

,

SATU NILAI KUNCI YANG MENDORONG KEPADA SELURUH KREATIVITAS MANUSIA YAITU MENGABDI KEPADA

-N

YA

,

PELAKSANAAN SYARIAT YANG SATU PULA

.

Inilah perubahan

sosial yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW pertama kali. Dengan

mengikat jiwa-jiwa kaum muslim agar saling bercinta kasih maka perdamaian

dikalangan internal umat Islam secara otomatis pun terbentuk.

N

ABI INGIN DAN BERUSAHA MENGHIMPUN SEBUAH PERSATUAN ABADI DAN HAKIKI DENGAN MENYINGKIRKAN HAL

-

HAL YANG BISA MENIMBULKAN PERSELISIHAN DALAM INTERNAL PENGIKUTNYA

.

J

IWA MEREKA DIARAHKAN PADA PERSAUDARAAN YANG LEBIH BESAR DARI PADA PERSAUDARAAN YANG

5

AKRAM DHIYAUDDIN UMAR,MASYARAKAT MADANI; TINJAUAN HISTORIS KEHIDUPAN ZAMAN NABI, TERJ.MUN’IM A.SIRRY,JAKARTA,GEMA INSANI PERSS,1999, HLM.88

(6)

DIBINA MELALUI SILSILAH NASAB SEMATA DAN ASHABIYYAH

.

I

NILAH YANG DISABDAKAN

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

:

ﺎﻨﻤ ﺱﻴﻟﻭ ﻪﻴﺒﺼﻋ ﻰﻠﻋ لﺘﺎﺨ ﻥﻤ ﺎﻨﻤ ﺱﻴﻟﻭ ﻪﻴﺒﺼﻋﻰﻟﺇﺎﻋﺩ ﻥﻤ ﺎﻨﻤ ﺱﻴﻟ

ﻪﻴﺒﺼﻋﻰﻠﻋ ﺕﺎﺴ ﻥﻤ

)

ﺩﻭﺍﺩ ﻭﺒﺍ ﻩﺍﻭﺭ

(

6

“T

IDAKLAH TERMASUK GOLONGANKU ORANG YANG MENYERU KEPADA

ASHABIYYAH

(

FANATISME

),

DAN TIDAKLAH TERMASUK GOLONGANKU ORANG

YANG BERPERANG KARENA

ASHABIYYAH

,

SERTA TIDAKLAH TERMASUK

GOLONGANKU ORANG YANG MATI KARENA

ASHABIYYAH

(HR

A

BU

D

AUD

)

S

ETELAH

M

UHAMMAD MAMPU MEMPERKUAT EKSISTENSI UMAT

I

SLAM SEBAGAI KESATUAN YANG TAK TERPECAHKAN KEMUDIAN

M

UHAMMAD SECARA CERDAS MEMPERSATUKAN WARGA

M

ADINAH DALAM SEBUAH IKATAN KEWILAYAHAN DAN KEWARGANEGARAAN

.

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

SADAR BAHWA PROBLEM DALAM MASYARAKAT PLURAL YANG DIHADAPINYA ADALAH

,

BAHWA DALAM SETIAP HETEROGENITAS ATAU PLURALITAS PASTI DI DALAMNYA MENYIMPAN BENIH KONFLIK

.

S

TRATEGI YANG GENIUS

,

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

MEMBUAT SEBUAH IKATAN PERJANJIAN UNTUK MENCIPTAKAN KEDAMAIAN WARGA

M

ADINAH

.

P

ERJANJIAN ITU DISEBUT SEBAGAI SHAHIFAH

,

ATAU SEKARANG LEBIH DIKENAL

S

HAHIFAH

M

ADINAH

(P

IAGAM

M

ADINAH

).

D

ENGAN DITANDATANGANINYA

S

HAHIFAH

M

ADINAH MAKA

M

UHAMMAD MEMPUNYAI DUA TUGAS PENTING

SEBAGAI KONSEKWENSI KEPEMIMPINANNYA

,

YAITU SEBAGAI

N

ABI YANG MEMIMPIN

U

MAT

I

SLAM DAN SEBAGAI PEMIMPIN WARGA

M

ADINAH SECARA KESELURUHAN

.

D

ENGAN

P

IAGAM

M

ADINAH

M

UHAMMAD TELAH MEMBENTUK KEWARGANEGARAAN BERPRINSIPKAN UMAT

.

U

MAT DI SINI ADA DUA MAKNA

:

6

IMAM ABI AL-HUSAIN IBN HAJAJ,SHAHIH MUSLIM,JUZ III, TERJ.K.H.ADIB BISRI MUSTAFA DKK.,SEMARANG,PENERBIT ASSIFA’,1993, HLM.557.

(7)

PERTAMA UMAT YANG SECARA EKSKLUSIF DIBENTUK

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

INI DALAM

P

IAGAM

M

ADINAH DITULIS SECARA JELAS

,

BAGAIMANA BENTUKNYA

,

APA HAK DAN KEWAJIBANNYA

.

Sesungguhnya mereka ((Muhajirin dan Anshar) adalah umat yang satu

tidak termasuk umat yang lain (pasal 1)

Umat yang dimaksud dalam pasal ini adalah merupakan kesatuan dan

persaudaraan Islam seperti yang dijelaskan di atas. Mereka orang-orang Islam

“duduk bersama” dalam persaudaraan yang dilandasi keyakinan, mereka

mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dipikul bersama, adalah tidak

boleh membiarkan seorang di antara mereka menanggung beban hutang dan

beban keluarga yang harus diberi nafkah, tetapi membantunya dengan cara

yang baik dalam menebus tawanan atau membayar diyat. (pasal 11).

P

EMBERIAN BANTUAN ITU TIDAK SEMATA DALAM MASALAH HARTA DAN TEBUSAN

,

TETAPI SESAMA ORANG MUKMIN HARUS SALING MENJAGA DIRI DARI MUSUH

-

MUSUH YANG INGIN MENGHANCURKAN KESATUAN UMAT

I

SLAM

.

S

EPERTI HARUS BERSAMA MELAWAN ORANG YANG MEMBERONTAK DI ANTARA MEREKA

,

ATAU ORANG YANG BERBUAT DZALIM ATAU BERBUAT DOSA

,

ATAU MELAKUKAN PERMUSUHAN ATAU KERUSAKAN DI ANTARA MEREKA

,

DAN KEKUATAN MEREKA BERSATU MELAWANNYA WALAUPUN TERHADAP ANAK SALAH SATU DARI MEREKA

(

PASAL

13),

TIDAK BOLEH MENGIKAT

persekutuan

ATAU ALIANSI DENGAN KELUARGA MUKMIN TANPA PERSETUJUAN YANG LAINNYA

(

PASAL

12),

D

AN ORANG MUKMIN TIDAK BOLEH MEMBUNUH MUKMIN LAINNYA UNTUK KEPENTINGAN ORANG KAFIR

,

TIDAK BOLEH MEMBANTU ORANG KAFIR UNTUK MELAWAN ORANG MUKMIN

(

PASAL

14).

K

EDUA UMAT DALAM ARTI INKLUSIF

.

U

MAT DALAM ARTI YANG LEBIH

LUAS DAN TERBUKA INI TIDAK MENGENAL ETNISITAS

,

AGAMA DAN NASAB

.

I

NI DISEBUTKAN DALAM PASAL

25:

(8)

S

ESUNGGUHNYA

Y

AHUDI

B

ANU

A

UF SATU UMAT BERSAMA ORANG

-

ORANG MUKMIN

Komunitas umat yang disebut dalam pasal selanjutnya tidak hanya

orang-orang Yahudi dan Muslim, tetapi juga meliputi sekutu-sekutu mereka

dan teman-teman mereka yang terdiri dari suku Arab penyembah berhala dan

lainnya.

N

ABI DALAM KEPEMIMPINANNYA JUGA TELAH MENGAMBIL LANGKAH YANG BIJAKSANA

,

ADIL DAN TEPAT

.

D

IA YANG SEBAGAI

R

ASUL BAGI

U

MAT

I

SLAM DAN SEBAGAI PEMIMPIN NEGARA BAGI WARGA

M

ADINAH

,

DIA TIDAK DENGAN SERTA

-

MERTA MEMBERLAKUKAN HUKUM

I

SLAM BAGI WARGA

M

ADINAH

.

K

EADILAN DAN KEBIJAKSANAANNYA ITU TERLIHAT SAAT DIA MEMUTUSKAN UNTUK MENERAPKAN HUKUM

-

HUKUM

I

SLAM BERIKUT SANGSINYA KEPADA UMAT

I

SLAM

,

TETAPI DALAM HUBUNGAN KETATANEGARAAN DIMANA TERDAPAT MULTI ETNIS

,

KABILAH DAN AGAMA

R

ASULULLAH SEBAGAI KEPALA NEGARA DAN PEMERINTAHAN DENGAN KONSEKWEN MEMBERLAKUKAN

P

IAGAM

M

ADINAH

.

O

RANG

-

ORANG NON MUSLIM DIBERI KEBEBASAN TIDAK HARUS MENGIKUTI HUKUM

-

HUKUM

I

SLAM

.

N

AMUN BAGI MEREKA TETAP HARUS MENJALANKAN HUKUM

-

HUKUM YANG SESUAI SYARI

AT

(

AGAMA

)

MASING

-

MASING

.

I

NI SECARA JELAS TERSURAT DALAM PIAGAM PASAL

25,

YAITU

:

B

AGI KAUM

Y

AHUDI AGAMA MEREKA DAN BAGI KAUM

M

USLIM AGAMA MEREKA

,

TERMASUK SEKUTU

-

SEKUTU DAN DIRI MEREKA KECUALI ORANG

-ORANG YANG BERLAKU DZALIM DAN BERBUAT DOSA

,

KARENA SESUNGGUHNYA YANG ORANG DEMIKIAN AKAN MENCELAKAKAN DIRI DAN KELUARGANYA

.

D

ALAM PEMERINTAHANNYA

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

MEMBERLAKUKAN TOLERANSI YANG TINGGI

,

AGAMA

-

AGAMA YANG ADA DI

M

ADINAH DIBIARKAN HIDUP DAN BERKEMBANG DALAM KEYAKINAN SETIAP PEMELUKNYA

.

J

UGA ADA ISTIADAT YANG TELAH ADA

,

YANG BAIK DAN

(9)

BERLAKU DIKALANGAN PENDUDUK

M

ADINAH

,

SELAMA TIDAK MENGURANGI HAK DAN KEWAJIBAN ANTAR WARGA DIBERI KEBEBASAN HIDUP DAN BEREKSPRESI

.

G

OLONGAN

M

UHAJIRINDARI

Q

URAYS TETAP MENGIKUTI ADAT KEBIASAAN BAIK YANG BERLAKU DI KALANGAN MEREKA

,

MEREKA BERSAMA

-

SAMA MENERIMA DAN MEMBAYAR TEBUSAN DARAH MEREKA DAN MENEBUS TAWANAN MEREKA DENGAN CARA YANG MA

RUF DAN ADIL DI ANTARA ORANG MUKMIN

.

Dengan mempersatukan warga dalam satu ikatan nasionalisme bukan

berarti harus membunuh perbedaan. Perbedaan tatap hidup dan berkembang,

dan tidak menghalangi mereka untuk hidup bersama. Prinsip hidup bersama

yang diterapkan Nabi Muhammad SAW adalah bagaimana dapat berlaku adil

di antara umat dan warganya yang dipimpinnya.

Bahkan lebih jauh lagi, Nabi Muhammad SAW menganggap

penganut agama lain yang sama-sama pemilik kitab wahyu sebagai saudara.

Keberadaan agama mereka diakui kebenarannya dan wajib diimani oleh

orang-orang muslim. Inilah yang melahirkan konsep ahli kitab, yaitu umat

Nabi-Nabi dahulu sebelum Muhammad SAW wajib diimani dan benar

adanya.

ﹶﻕﺎﺤﺴِﺇﻭ َلﻴِﻋﺎﻤﺴِﺇﻭ ﻡﻴِﻫﺍﺭﺒِﺇ ﻰﹶﻠﻋ َلِﺯﹾﻨُﺃ ﺎﻤﻭ ﺎﹶﻨﻴﹶﻠﻋ َلِﺯﹾﻨُﺃ ﺎﻤﻭ ِﻪﱠﻠﻟﺎِﺒ ﺎﱠﻨﻤﺁ ْلﹸﻗ

ﺴﻭﻤ ﻲِﺘﻭُﺃ ﺎﻤﻭ ِﻁﺎﺒﺴَﺄﹾﻟﺍﻭ ﺏﻭﹸﻘﻌﻴﻭ

ﹸﻕﺭﹶﻔﹸﻨ ﻻ ﻡِﻬﺒﺭ ﻥِﻤ ﻥﻭﻴِﺒﱠﻨﻟﺍﻭ ﻰﺴﻴِﻋﻭ ﻰ

ﻥﻭﻤِﻠﺴﻤ ﻪﹶﻟ ﻥﺤﹶﻨﻭ ﻡﻬﹾﻨِﻤ ٍﺩﺤَﺃ ﻥﻴﺒ

) (

ﻥﺍﺭﻤﻋ لﺁ

:

84

(

Katakanlah: “Kami beriman peda Allah dan apa yang diturunkan kepada

kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub

dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan para nabi

dari Tuhannya. Kami tidak membedakan yang satu dari yang lain di

antara mereka, kami menyerahkan diri kepadaNya.

(10)

Prinsip umat yang dibangun Nabi Muhammad SAW berlandas

ANKAN TAUHID

.

S

ERUAN

M

UHAMMAD INI MENUNJUKKAN BAHWA KEBERADAAN PARA

N

ABI

A

LLAH ITU SEMATA MENUNJUKKAN PADA PERINTAH BAHWASANYA UMAT MANUSIA ITU PADA HAKEKATNYA ADALAH UMAT YANG SATU

.

A

GAMA PUN PADA HAKEKATNYA ADALAH SATU

,

DAN INTI AGAMA ITU PUN SATU

.

I

SI SERUAN PARA

R

ASUL TIDAK BERUBAH MESKIPUN BAHASA YANG DIPAKAI BERUBAH

.

S

YARI

AT DAN CARA PELAKSANAAN BOLEH BERUBAH KARENA PERUBAHAN RUANG DAN WAKTU

,

NAMUN INTISARI KEHENDAK AGAMA HANYALAH SATU JUA

.

K

ESATUAN ITU DIRUMUSKAN DALAM SATU KEHENDAK

,

YAITU MENGAKUI

K

ESATUAN

T

UHAN

.

7

Dalam kehidupan bernegara Nabi Muhammad SAW tidak

membeda-bedakan kewajiban yang dipikul bersama, semua warga mempunyai

persamaan tanpa diskriminasi. Persamaan, kebebasan dan pluralisme

mencakup berbagai aspek kehidupan itu juga dapat dirujuk pada jiwa

ketetapan Piagam Madinah. Persamaan dari unsur kemanusiaan tampak dalam

ketetapan yang menyatakan keseluruhan penduduk Madinah adalah umat

yang satu atau umat yang mempunyai status sama dalam kehidupan sosial

(pasal 25-35), persamaan hak dalam memberikan saran dan nasehat untuk

kebaikan (pasal 37), hak kebebasan dalam memilih agama dan keyakinan

(pasal 25-35) serta hak mengatur kehidupan ekonomi masing-masing.

Hak-hak ini adalah Hak-hak manusia yang paling dasar yang tidak boleh dilanggar oleh

siapapun dan akan diperjuangkan sampai kapanpun oleh pribadi-pribadi

manusia.

I

TULAH

LOMPATAN SEJARAH

YANG DILAKUKAN

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

PADA MASYARAKATNYA DI

M

ADINAH

.

D

IKATAKAN LOMPATAN SEJARAH KARENA PERUBAHAN YANG DILAKUKAN

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

WAKTU ITU

7

Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah (HAMKA), Tafsir al-Azhar, Juz XVIII, Surabaya, Yayasan Latimojong, t.th., hlm. 58

(11)

TELAH MELAMPAUI STRUKTUR DAN KECERDASAN MASYARAKATNYA

.

M

ASYARAKAT

M

ADINAH WAKTU ITU SECARA KESELURUHAN BELUM DAPAT DIKATAKAN BEBAS DARI PERASAAN

ETNISITAS

”,

SUPERIORITAS ETNIS DAN KONFLIK

,

TETAPI

N

ABI

M

UHAMMAD

SAW

TELAH MEMBUAT REVOLUSI DENGAN MENGENALKAN PERSAMAAN HAK

-

HAK MANUSIA TANPA DISKRIMINASI RAS

,

SUKU DAN BUDAYA

.

S

TRATEGI PERDAMAIAN ATAU REKONSILIASI YANG DILAKUKAN

M

UHAMMAD

,

PRINSIP YANG DIBANGUN ADALAH

MENCIPTAKAN PERDAMAIAN TANPA JALAN PERANG

”.

N

YAWA DALAM

I

SLAM ADALAH SUCI

,

HARUS DIHORMATI DAN DI LINDUNGI

.

O

LEH KARENA ITU

I

SLAM MEMAJUKAN PERDAMAIAN SEBAGAI PRINSIP KEHIDUPAN YANG ASASI DAN MENGAMBIL TINDAKAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMPERTAHANKANNYA

.

K

ARENA ITU MENGAPA DALAM

P

IAGAM

M

ADINAH SETIAP WARGANYA JUGA DIBERI

hak

membela diri (pasal 36 b), bersama tanggung jawab dalam mempertahankan

keamanan kota Madinah (pasal 44), bersama kewajiban dalam memikul

belanja perang bila diperlukan (pasal 24 dan 38). Pembelaan tidak hanya

berlaku bagi orang Islam, tetapi seluruh warga, terutama orang-orang yang

lemah.

J

IKA DALAM AL

-Q

UR

AN DAN HADITS ADA DOKTRIN YANG MEMERINTAHKAN PERANG

,

BUKAN BERARTI

M

UHAMMAD MENGGUNAKAN PERANG SEBAGAI JALAN YANG HALAL UNTUK DITEMPUH DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN

.

P

ERANG DIPERBOLEHKAN DALAM

I

SLAM DALAM TIGA HAL

.

P

ERTAMA SEBAGAI PEMBELAAN

.

I

NI YANG DIFIRMANKAN

A

LLAH

:

ﹸﻠﹶﺘﺎﹶﻘﻴ ﻥﻴِﺫﱠﻠِﻟ ﻥِﺫُﺃ

ﺭﻴِﺩﹶﻘﹶﻟ ﻡِﻫِﺭﺼﹶﻨ ﻰﹶﻠﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻥِﺇﻭ ﺍﻭﻤِﻠﹸﻅ ﻡﻬﱠﻨَﺄِﺒ ﻥﻭ

ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺎﹶﻨﺒﺭ ﺍﻭﹸﻟﻭﹸﻘﻴ ﻥَﺃ ﺎﱠﻟِﺇ ﱟﻕﺤ ِﺭﻴﹶﻐِﺒ ﻡِﻫِﺭﺎﻴِﺩ ﻥِﻤ ﺍﻭﺠِﺭﹾﺨُﺃ ﻥﻴِﺫﱠﻟﺍ

(12)

I

JIN UNTUK BERPERANG DIBERIKAN KEPADA MEREKA YANG DIPERANGI KARENA

MEREKA DIANIAYA

,

DAN

T

UHAN PASTI AKAN MENOLONG MEREKA

.

O

RANG

-ORANG YANG DIANIAYA INI DIUSIR DARI RUMAH MEREKA SECARA SEMENA

KARENA MEREKA BERKATA

“T

UHAN KAMI ADALAH

A

LLAH

”.

(Q.S

AL

-H

AJJ

:39-40)

Kedua untuk mengakhiri perburuan dan penindasan serta memulihkan

keamanan dan ketertiban sehingga rakyat dapat hidup tenang, damai dan

dalam menjalankan kepercayaan tanpa campur tangan dan rintangan siapapun

juga, ketiga perang untuk menegakkan hukum dan keadilan sehingga semua

orang, kaya dan miskin, kuat dan lemah dapat memperoleh perlindungan

hukum atas dasar hak-hak yang sama tanpa perbedaan.

8

Karena alasan itulah mengapa kemudian dikemudian hari dalam

pemerintahannya Nabi Muhammad SAW memberi hukuman dengan

pengusiran dan pengeksekusian beberapa suku yang melanggar perjanjian

Madinah. Nabi Muhammad SAW dalam sejarahnya sebelum melakukan

perang dia terlebih dahulu melakukan perundingan damai. Terhadap kaum

Quraisy Makkah Nabi Muhammad SAW pernah melakukan beberapa

perjanjian, yang kemudian dilanggar pihak kafir Qurasy sendiri, begitu pula

terhadap kaum Yahudi Madinah.

B. Faktor-faktor Penghambat terjadinya Rekonsiliasi Umat di Madinah yang

dilakukan Nabi Muhammad dalam SAW

Terjadinya Rekonsiliasi umat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad di

Madinah merupakan sebuah perjuangan besar. Hijrahnya Nabi Muhammad SAW

sejak tahun 622 M hingga tahun 632 M merupakan waktu perjalanan kerasulan

beliau yang penuh tantangan dan hambatan. Tugas beliau sebagai Rasul yang

rahmatal lil’alamin (sebagai rahmat untuk semua alam) yang diturunkan Allah

untuk menyatukan semua umat dengan penuh kedamaian tidaklah semudah

8

Afzalur Rahman, Nabi Muhammad SAW Sebagai Seorang Pemimpin Militer, terj. Anas Siddik, Jakarta, Bumi Aksara, 1991, hlm. 19

(13)

membalikkan telapak tangan. Seperti yang telah diuraikan di atas, di Madinah

Nabi Muhammad harus bersinggungan langsung dengan berbagai kelompok yang

plural dan beranekaragam budaya, agama dan adat.

D

ALAM FAKTA SEJARAH

N

ABI PERNAH MELAKUKAN PENGUSIRAN TERHADAP ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI YAITU

B

ANU

Q

OINUQA

’,

B

ANU

N

ADZIR DAN MENGEKSEKUSI

B

ANU

Q

URAIDZAH

.

D

ARI FENOMENA INI SEBAGIAN ORANG

-ORANG ORIENTALIS ADA YANG MENYIMPULKAN BAHWA

M

UHAMMAD SECARA BERTAHAP INGIN MEMBERSIHKAN

M

ADINAH DARI PENGARUH DAN KEKUATAN

Y

AHUDI DAN INGIN MENDIRIKAN NEGARA BERDASARKAN AGAMA BARUNYA

(I

SLAM

).

I

NI SEBUAH SINTESA YANG AHISTORIS

,

SEBENARNYA YANG HARUS DIJAWAB MENGAPA MEREKA HARUS DIUSIR DARI KOTA

M

ADINAH

.

R

ASULULLAH MENGUSIR

B

ANU

Q

AINUQA

PADA BULAN

S

YAWAL TAHUN KE

-2

H

IJRIYAH

.

L

ATAR BELAKANG DIUSIRNYA

B

ANI

Q

AINUQA

DARI

M

ADINAH KARENA ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI

Q

AINUQA

INI MEMPERLIHATKAN KEMARAHAN DAN KEDENGKIAN KETIKA KAUM

M

USLIM MEMPEROLEH KEMENANGAN GEMILANG DALAM PERANG

B

ADAR

.

B

AHKAN KEMARAHAN ITU SAMPAI PADA PERMUSUHAN TERBUKA

D

ALAM SUTAU RIWAYAT DIUNGKAPKAN OLEH AS

-S

UYUTHI

,

BAHWA

R

ASULULLAH SETELAH PERANG

B

ADAR MENGUMPULKAN ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI

Q

AINUQA

DI PASAR

,

KEMUDIAN BELIAU BERKATA

:

H

AI ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI MASUKLAH

I

SLAM SEBELUM

A

LLAH

MENGHUKUMU SEPERTI YANG DIBERIKAN PAAA ORANG

-

ORANG

Q

URASY

.

K

EMUDIAN

Y

AHUDI

Q

AINUQA

MENJAWAB

;

HAI

M

UHAMMAD JANGAN KAU

MENIPU DIRIMU SENDIRI KARENA KEBERHASILANMU MENAKLUKKAN ORANG

-ORANG

Q

URAISY YANG MEMANG TIDAK MEMPUNYAI KEAHLIAN DALAM

(14)

BAHWA KAMI ADALAH MANUSIA YANG SESUNGGUHNYA DAN KAMU TIDAK

MENJUMPAI ORANG

-

ORANG SEPERTI KAMI

.”

9

D

ARI RIWAYAT INILAH SEBAGIAN ULAMA MENGANGGAP BAHWA PENGUSIRAN

B

ANU

Q

AINUQA

KARENA PENOLAKAN MEREKA ATAS AJAKAN

N

ABI UNTUK MEMELUK

I

SLAM

.

P

ADAHAL JELAS ARGUMEN INI TIDAK SESUAI DENGAN SUBSTANSI NILAI

-

NILAI

P

IAGAM

M

ADINAH PASAL

25

DAN DALAM FAKTA HISTORIS

,

BAHWA SETELAH

B

ANU

Q

AINUQA

DIUSIR

N

ABI MASIH MEMBERIKAN KEBEBASAN PADA ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI DAN PENGANUT AGAMA LAIN UNTUK TETAP TINGGAL DI

M

ADINAH HIDUP SECARA DAMAI DENGAN KAUM MUSLIM SESUAI KEPERCAYAAN DAN ADAT KEBIASAAN YANG BERLAKU DI ANTARA MEREKA

.

N

ABI SENDIRI SEBAGAI PEMIMPIN TIDAK PERNAH MENJADIKAN MASUK

I

SLAM SEBAGAI SYARAT BAGI ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI DAN

N

ASRANI UNTUK DAPAT TINGGAL DI

M

ADINAH

.

M

ENURUT

A

FZALUR

R

AHMAN

,

PENGUSIRAN ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI

Q

AINUQA

DIKARENAKAN MEREKA TIDAK MEMBANTU

N

ABI DAN ORANG

-

ORANG

M

USLIM SAAT TERJADI PERANG

B

ADAR

,

BAHKAN MEREKA MELANGGAR PERJANJIAN SAAT ORANG

-

ORANG

I

SLAM DALAM KEADAAN KRITIS MENGHADAPI PERANG MEREKA BERSEKUTU DENGAN ORANG

-

ORANG KAFIR

Q

URAISY DAN ORANG

-

ORANG MUNAFIK

M

ADINAH DENGAN MENGKHIANATI PIHAK

M

USLIM

.

10

B

AHKAN DALAM SEBUAH RIWAYAT DIUNGKAPKAN ADA SEORANG

Y

AHUDI

Q

AINUQA

MEMPERMALUKAN SEORANG WANITA MUSLIM SAMPAI PAKAIANNYA TERSINGKAP

.

K

EMUDIAN ORANG

-

ORANG

Y

AHDI

Q

AINUQA MENERTAWAI PERBUATAN TERSEBUT

,

LALU DATANG SEORANG MUSLIM UNTUK MENOLONG WANITA TERSEBUT

,

HAL INI MENGAKIBATKAN PERTIKAIAN HINGGA ORANG

Y

AHUDI TERSEBUT TERBUNUH

.

D

EMIKIAN PERMUSUHAN TERSEBUT SAMPAI

9

JALAL AL-DIN ABD AL-RAHAMAN BIN ABI BAKAR AL-SUYUTHI, OP.CIT., HLM.64

10

AFZALUR RAHMAN,NABI MUHAMMAD SEBAGAI SEORANG PEMIMPIN MILITER, TERJ.ANAS

(15)

MUNCUL KEPERMUKAAN ANTARA KAUM

Y

AHUDI

Q

AINUQA

DAN KAUM MUSLIMIN

.

11

T

INDAKAN POLITIK

N

ABI DENGAN MENGUSIR

B

ANU

Q

AINUQA

SEBENARNYA BERANGKAT DARI KESIMPULAN BAHWA ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI

Q

ANUQA

TERSEBUT SUDAH TIDAK DAPAT DIPERCAYA SECARA POLITIS DAN TIDAK DAPAT DIAJAK BERSAHABAT LAGI

.

K

RONOLOGIS UNGKAPAN

N

ABI LEBIH PADA PENEKANAN PADA NASEHAT DAN PERINGATAN

,

TETAPI DITANGGAPI MEREKA DENGAN KESOMBONGAN DAN KECAMAN

.

S

EDANG DALAM PENGUSIRAN

B

ANI

N

ADZIR YANG TERJADI PADA TAHUN KEEMPAT HIJRIYAH

.

N

ABI MEMPUNYAI BEBERAPA ALASAN YURIDIS DAN POLITIS

.

P

ERTAMA

B

ANI

N

ADZIR BEBERAPA KALI TERKAIT DALAM USAHA MEMBUNUH

N

ABI

.

S

ETELAH

K

AUM

Q

URASY MENGIRIMKAN SURAT KEPADA

B

ANI

N

ADZIR AGAR BEKERJASAMA MELAWAN

N

ABI

M

UHAMMAD

.

A

KHIRNYA

B

ANU

N

ADZIR MEMENUHI KEINGINAN ORANG

-

ORANG

Q

URAISY ITU DENGAN MELAKUKAN PELANGGARAN DAN PENGKHIANATAN

.

K

ARENA JIKA TIDAK MAU BEKERJASAMA

B

ANU

N

ADZIR SENDIRI YANG AKAN DISERANG OLEH SUKU

-Q

URAISY

M

AKKAH

.

D

ALAM RIWAYAT

I

BNU

H

AJAR DISEBUTKAN

B

ANI

N

ADZIR MEMPUNYAI RENCANA DAYA TIPU MUSLIHAT UNTUK DAPAT MEMBUNUH

N

ABI

.

M

EREKA AKAN PURA

-

PURA MASUK

I

SLAM

,

SETELAH MEREKA MENDEKATI

N

ABI DAN MEMBUATNYA PERCAYA MEREKA AKAN MENGIRIM TIGA RAHIB UNTUK PURA

-

PURA DIALOG DENGAN

N

ABI

.

T

ETAPI TIGA RAHIB INI HANYA TIPU MUSLIHAT AGAR DAPAT MEMBUNUH

N

ABI

.

R

ENCANA JAHAT

B

ANI

N

ADZIR INI AKHIRNYA DAPAT DIKETAHUI OLEH

N

ABI

.

12

K

ESALAHAN YANG KEDUA YAITU ATAS PENGKHIANATAN MEREKA DALAM PERJANJIAN BERSAMA UNTUK MEMBAYAR DIYAT BERSAMA UNTUK DUA ORANG

11

IBNU KATSIR, AL-BIDAYAH WA AL-NIHAYAT, JUZ IV, OP.CIT., HLM.4

12

IBNU HAJAR,“FATH AL-BARI”, DALAM AKRAM DHIYAUDDIN UMAR,MASYARAKAT MADANI; TINJAUAN HISTORIS KEHIDUPAN ZAMAN NABI, TERJ. MUN’IM A. SIRRY, JAKARTA,GEMA INSANI

(16)

YANG BERASAL DARI SUKU YANG TERIKAT DENGAN PERJANJIAN

(P

IAGAM

M

ADINAH

)

DIMANA

A

MR BIN

U

MAYYAH AD

-D

IMARI TELAH MEMBUNUH TANPA SENGAJA

.

S

AAT

N

ABI MENDATANGI

B

ANI

N

ADZIR

,

N

ABI DUDUK MEMBELAKANGI TEMBOK

.

M

EREKA HAMPIR SAJA MELEMPAR BATU PADA

N

ABI DAN MEMBUNUH BELIAU

.

K

ARENA WAHYU DARI

A

LLAH AKHIRNYA

N

ABI SELAMAT

.

13

K

ESALAHAN

-

KESALAHAN POLITIK

B

ANI

N

ADZIR MENURUT

N

ABI SUDAH TIDAK DAPAT DITOLERIR

,

HAL INI AKAN MEMBAHAYAKAN POSISI ORANG

-

ORANG MUSLIM

.

U

NTUK MENGHINDARI KONFLIK YANG LEBIH PANJANG

N

ABI AKHIRNYA MENGUSIR MEREKA DARI

M

ADINAH

.

O

RANG

-

ORANG

Y

AHUDI

B

ANUI

N

ADZIR HARUS MENERIMA KEPUTUSAN INI

,

JIKA MEREKA TERUS BERSITEGANG AKAN MENJADI PERANG DAN MENJADIKAN NASIB LEBIH BURUK

.

D

ALAM PERJALANAN MEREKA KELUAR DARI

M

ADINAH

N

ABI MENJAMIN AKAN KESELAMATAN MEREKA

,

ANAK DAN ISTRI

-

ISTRI MEREKA SERTA HARTA BENDA MEREKA

.

14

B

ERKENAAN DENGAN PENGEKSEKUSIAN

B

ANI

Q

URAIZHA YANG DILAKUKAN

N

ABI

,

INI DIKARENAKAN PENGKHIANATAN MEREKA SECARA TERBUKA TERHADAP KAUM MUSLIMIN

.

D

ISAAT

N

ABI BERSAMA KAUM MUSLIM BERADA DALAM KONDISI KRITIS SAAT PERANG KHANDAQ ATAU PERANG AHZAB

,

DIMANA

M

ADINAH DISERANG OLEH ORANG

-

ORANG

Q

URAISY

M

AKKAH DAN ORANG

-

ORANG

Y

AHUDI

K

HAIBAR

.

N

ABI HARUS MENGHADAPI PENGEPUNGAN

10.000

PASUKAN BERSENJATA DIBELAKANG PARIT DARI BERBAGAI SUKU

.

B

ANI

Q

URAIDZAH TELAH BERPARTISIPASI AKTIF DALAM PENGEPUNGAN TERSEBUT

.

M

EREKA BEKERJA SAMA MEMBANTU KAUM MUNAFIK DAN MUSUH

-MUSUH ORANG MUSLIM DARI PIHAK

Q

URAISY

.

B

AHKAN MEREKA MENGIRIM SEKELOMPOK ORANG UNTUK MENYERANG WANITA DAN ANAK

-

ANAK

.

M

EREKA JUGA MENGIRIMKAN BANTUAN MAKANAN DAN PASUKAN

.

D

AN SAAT

N

ABI

13

IBNU KATSIR, AL-BIDAYAH WA AL-NIHAYAT, JUZ IV, OP.CIT., HLM.62

14

(17)

MEMPERINGATKAN MEREKA

,

DENGAN LANTANG MEREKA BILANG

;

DAN SIAPA YANG MENAMAKAN DIRINYA

N

ABI

T

UHAN

?,

TIDAK ADA PERJANJIAN ATAUPUN PERDAMAIAN ANTARA KAMI DENGAN DIA

”.

15

M

EMANG BERAT HUKUMAN YANG HARUS DITERIMA OLEH

B

ANI

Q

URADZAH

,

MEREKA AKHIRNYA DIEKSEKUSI OLEH

N

ABI KECUALI PARA WANITA DAN ANAK

-

ANAK

.

H

AL INI ATAS USUL

S

A

AD BIN

M

U

AD

,

SEKUTU BANI

Q

URAIZAH DARI BANI

A

US YANG DITUGASKAN MENJADI MENENGAH ATAS KONFLIK TERSEBUT

.

T

INDAKAN

-

TINDAKAN

N

ABI

M

UHAMMAD YANG BERSIKAP KERAS TERHADAP KAUM

Y

AHUDI INI DIDASARKAN PADA DUA PERTIMBANGAN

.

P

ERTAMA

PERTIMBANGAN HUKUM

.

I

NI DIDASARI OLEH SIFAT KONSTITUSI

P

IAGAM

M

ADINAH

.

B

AGAIMANAPUN

P

IAGAM

M

ADINAH MERUPAKAN DASAR DARI KEBIJAKAN YURIDIS

M

UHAMMAD

.

D

ASAR HUKUMAN ATAS KAUM

Y

AHUDI SECARA JELAS TERTULIS DALAM

P

IAGAM PASAL

47:

،ﺔﻨﻳﺪﳌﺎﺑ ﻦﻣﺍ ﺪﻌﻗ ﻦﻣﻭ ،ﻦﻣﺍ ﺝﺮﺧ ﻦﻣ ﻪﻧﺍﻭ ،ﰒﺍﻭ ﱂﺎﻇ ﻥﻭﺩ ﺏﺎﺘﻜﻟﺍ ﺍﺬﻫ ﻝﻮﳛﻻ ﻪﻧﺍﻭ

ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻ ﷲﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﺪﻤﳏﻭ ،ﻰﻘﺗﺍﻭ ﺮﺑ ﻦﳌ ﺭﺎﺟ ﷲﺍ ﻥﺍﻭ ،ﰒﺍ ﻭﺍ ﻢﻠﻇ ﻦﻣ ﻻﺍ

Sesungguhnya tidak ada orang yang akan melanggar ketentuan tertulis

ini kalau bukan pengkhianat dan pelaku kejahatan. Siapa yang keluar

dari kota madinah atau tetap tinggal didalamnya aman, kecuali orang

yang berbuat kedzaliman dan dosa. Sesungguhnya Allah pelindung bagi

orang yang berbuat baik dan takwa dan muhammad adalah Rasulullah.

S

EBAGAI SEBUAH HUKUM

P

IAGAM

M

ADINAH MEMPUNYAI CIRI KHAS NORMATIF

.

Y

AITU SUATU CIRI DIMANA PELANGGARAN TIDAK AKAN DIBIARKAN

,

JADI NORMA HUKUM DALAM

P

IAGAM

M

ADINAH BUKAN HANYA NORMA YANG DIHARAPKAN BERLAKU ATAU SEKEDAR DIANJURKAN

,

MELAINKAN YANG SUNGGUH

-

SUNGGUH BERLAKU

,

YANG SECARA NYATA MENGIKAT MASYARAKAT

.

15

(18)

D

ASAR KEBIJAKAN KEDUA ADALAH KEBIJAKAN POLITIS

N

ABI

.

K

EBIJAKAN

M

UHAMMAD TERHADAP KAUM

Y

AHUDI YANG MELAKUKAN PENGKHIANATAN POLITIK DAN MENGANCAM INTEGRITAS NEGARA JELAS BUKAN SEBUAH TINDAKAN POLITIK AMORAL DAN KEJI SEPERTI YANG DITUDING KAUM ORIENTALIS

.

I

NI

S

EPERTI YANG DIKATAKAN OLEH

W

ATT

;

J

ADI DARI TITIK TOLAK ZAMAN

M

UHAMMAD

,

TUDUHAN TENTANG PENGKHIANATAN DAN NAFSU TIDAK DAPAT DIPERTAHANKAN

.

O

RANG

-ORANG SEZAMANNYA SAMA SEKALI TIDAK MENEMUKANNYA SECARA MORAL BEJAT

.

16

D

ALAM BUDAYA MASYARAKAT

A

RAB SAAT ITU

,

PEREBUTAN KEKUASAAN DENGAN MENGANGKAT SENJATA MERUPAKAN ADAT DAN BUDAYA

.

J

IKA DILIHAT DARI KRONOLOGIS DAN FENOMENA RENTETAN SEJARAH

,

TINDAKAN

N

ABI TERHADAP KAUM

Y

AHUDI

M

ADINAH YANG BERKIANAT MERUPAKAN KEBIJAKAN AKHIR

.

16

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :