Volume 15, Nomor 1, Juni 2017 | JURNAL HUKUM ISLAM 3728 1 10 20180130
Teks penuh
Dokumen terkait
MK berpendapat bahwa bunyi Pasal 43 ayat (1) UU No. 1 tahun 1974 harus dibaca: “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga
Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan yang menyatakan, “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya”, tidak
“Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan
hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya” harus dibaca , “ Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan
46/PUU-VIII/2010, Putusan MK yang menyatakan bahwa anak diluar perkawinan tidak hanya memiliki hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya, namun juga dengan
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 dalam menguji Pasal 77 huruf (a) KUHAP dapat menimbulkan norma dalam Pasal 77 huruf (a) KUHAP tersebut bertambah, karena Putusan
Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan yang menyatakan, “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya”.
Kemudian Pasal 43 ayat (1) hasil review MK menyatakan bahwa: “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan