IMPLIKASI HUKUM DARI PERKAWINAN SIRI TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK | Adillah | PALASTREN Jurnal Studi Gender 1011 3624 1 PB
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan Pasal 43 ayat 1 undang- undang nomor 1 tahun 1974 sebelum adanya putusan MK ini maka anak yang lahir dari perkawinan sirri tidak mempunyai hubungan secara
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka Pasal 43 ayat (1) UU 1/1974 yang menyatakan, “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata
Dalam putusan MK menyatakan bahwa pasal 43 ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang berbunyi "Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai
Tetapi dalam Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 telah disebutkan mengenai status hukum anak di luar nikah, yakni bahwa anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya
Potensi kerugian tersebut dipertegas dengan ketentuan Pasal 43 ayat (1) UU 1/1974 yang menyatakan, “anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai
Konstitusi (MK) Nomor 46/PUU-VIII/ 2010 yang menyatakan bahwa Pasal 43 ayat (1) harus dibaca sebagai berikut: “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan
Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan bahwa : “ Anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya ”. Artinya,
Kemudian Pasal 43 ayat (1) hasil review MK menyatakan bahwa: “Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan