• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT ACTINOMYCETES SELAMA PROSES SOLID STATE FERMENTATION KITIN

DENGAN METODE SOMOGYI-NELSON

Oleh

WELLY ANGGRAINI

Telah dilakukan uji aktivitas enzim kitinase dari isolat actinomycetes selama proses Solid State Fermentation kitin dengan metode Somogyi-Nelson. Enzim kitinase dapat diproduksi oleh mikroorganisme kitinolitik, yaitu actinomycetes. Actinomycetes ini diambil dari Lumpur Hutan Bakau asal Pantai Ringgung Perairan Teluk Lampumg, dan telah diisolasi pada penelitian sebelumnya. Isolat actinomycetes yang digunakan adalah ANL-12, ANL-9, ANLd-2b-3, dan ANL-4, dengan memiliki aktivitas kitinolitik berturut-turut 1,9 cm, 2,0 cm, 2,3 cm, dan 5,0 cm. Isolat ANL-4 yang memiliki aktivitas kitinolitik terbesar ini dipilih untuk proses selanjutnya, yaitu proses Solid State Fermentation (SSF) dengan metode Somogyi-Nelson. Untuk proses SSF ini dilakukan dalam satu tempat. Aktivitas enzim kitinase diukur menggunakan microplate reader dengan metode

Somogyi-Nelson. Aktivitas enzim dihitung dengan mengukur jumlah glukosa yang

dilepaskan dalam µg/ml enzim kasar/jam (U/mL) oleh reaksi substrat dengan

kondisi tertentu. Dari data penelitian menunjukkan bahwa enzim hasil pemurnian

mempunyai waktu reaksi optimumnya sama-sama 20 menit dengan pH optimum

pH 7,0 (kitin dicuci dengan NaOH), dan pH 6,0 (kitin tanpa dicuci NaOH); suhu

(2)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Saat ini budi daya udang dengan tambak telah berkembang dengan pesat, karena udang merupakan komoditi ekspor yang dapat dihandalkan dalam meningkatkan ekspor non migas dan merupakan salah satu jenis biota laut yang bernilai ekonomis

tinggi. Udang di Indonesia pada umumnya diekspor dalam bentuk udang beku (30%-75%) yang telah dibuang bagian kepala, kulit, dan ekornya Limbah kulit udang

mengandung konstituen utama yang terdiri dari protein, kalsium karbonat, kitin, pigmen, abu, dan lain - lain (Anonim, 2009).

Kitin, polimer berantai lurus tersusun atas residu N-asetilglukosamin melalui ikatan ß-(1,4) yang terdapat berlimpah di alam setelah selulosa. Penyebaran kitin yang

relatif luas menjadikan enzim pendegradasi kitin, kitin deasetilase, berpotensi diaplikasikan untuk menghidrolisis kitin menjadi kitosan (Tsigos et al., 2000). Adanya konfigurasi ß- tersebut membuat molekul glukosa mudah untuk membentuk serabut kristal fibriler yang kuat (Winarno, 1995), sehingga untuk merusaknya diperlukan suatu enzim yang spesifik. Enzim spesifik yang digunakan untuk

(3)

2

Enzim kitinase dapat diproduksi oleh mikroorganisme kitinolitik, salah satunya

adalah actinomycetes, karena actinomycetes ini mampu untuk mensintesis metabolit senyawa yang memiliki aktivitas biologis dan spora dari actinomycetes sangat esensial untuk biokonversi (Xu et al., 1996). Actinomycetes merupakan mikroorganisme yang paling efisien dalam menggunakan substrat bagi kelangsungan hidupnya. Substrat kitin mudah dihidrolisis oleh actinomycetes menjadi karbohidrat

yang lebih sederhana, selanjutnya karbohidrat ini akan digunakan dalam memproduksi etanol dengan bantuan fermentasi (Samsuri, 2007). Proses hidrolisis

dan fermentasi ini dapat dilakukan dalam satu tempat, dimana proses ini disebut sebagai proses fermentasi keadaan padat atau disebut Solid State Fermentation (SSF).

Proses SSF ini, pertama kali dikenalkan oleh Takagi et al. (1977), yang berhasil mengkombinasikan enzim kitinase dan yeast S. cerevisiae untuk fermentasi gula menjadi etanol. Menurut Moo–Young et al (1983), fermentasi keadaan padat (solid state fermentation) merupakan proses fermentasi yang melibatkan zat padat dalam suatu fasa cair. Dalam penerapan bioteknologi alternatif, pemanfaatan SSF menggunakan actinomycetes pendegradasi kitin pada udang dapat digunakan sebagai

bioenergi dan bioproduk yang bermanfaat dengan biaya produksi yang murah (Angenent et al., 2004, Das dan Singh 2004).

Berdasarkan hasil penelitian dari Takagi et al. (1977), maka dalam penelitian ini, SSF difokuskan pada uji aktivitas enzim kitinase dari isolat actinomycetes selama proses

(4)

3

perubahan glukosa dengan reagen tembaga dan reagen arsenomolibdat (Nelson,

1944). Metode Somogyi-Nelson ini dipilih karena memiliki kemampuan mendeteksi kisaran relatif perubahan gula yang tinggi, sedikit interferensi dari enzim dan biaya

yang relatif lebih murah. Untuk proses fermentasi ini dapat dilihat dari karakteristik (berdasarkan pH, suhu, dan waktu inkubasi) dan aktivitas enzim kitinase (berdasarkan

jumlah glukosa yang direduksi) actinomycetes pada saat inkubasi. Aktivitas enzim kitinase dihitung dari jumlah glukosa yang dilepaskan dalam μg/mL enzim kasar/ jam (U/mL) enzim oleh reaksi substrat dengan kondisi tertentu (Mathivanan et al.,

1995).

B. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mempelajari kondisi optimum dan aktivitas enzim kitinase selama proses

reaksi enzim substrat.

2. Mempelajari substrat kitinolitik yang digunakan dalam aktivitas enzim kitinase.

C. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang :

1. Proses fermentasi keadaan padat (solid state fermentation) sebagai salah satu dari bioteknologi alternatif yang dapat digunakan dalam hidrolisis enzim.

(5)

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

1. Isolat ANL-12, ANL-9, ANLd-2b-3, dan ANL-4 memiliki aktivitas kitinolitik pada media mineralsalt agar dengan kitin 1% (w/v) dengan indeks kitinolitik berturut-turut 1,9 cm, 2,0 cm, 2,3 cm, dan 5,0 cm.

2. Isolat ANL-4 memiliki pH optimum yaitu pH 7,0 dengan aktivitas unit sebesar 11,166 U/mL (kitin dicuci dengan NaOH) dan pH 6,0 dengan

aktivitas unit sebesar 10,929 U/mL (kitin tanpa dicuci NaOH).

3. Isolat ANL-4 memiliki suhu optimum yaitu suhu 30oC dengan aktivitas unit sebesar 12,225 U/mL (kitin dicuci dengan NaOH) dan suhu 20oC

dengan aktivitas unit sebesar 12,096 U/mL (kitin tanpa dicuci NaOH). 4. Isolat ANL-4 memiliki waktu inkubasi optimum yaitu 20 menit dengan

(6)

38

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini, untuk penelitian selanjutnya disarankan :

1. Untuk mempelajari karakter spesifik dari isolat actinomycetes ANL-4 yang mempunyai aktivitas kitinolitik paling besar.

2. Menentukan konsentrasi optimum dan pengaruh ion logam agar aktivitas

dari enzim yang dihasilkan juga besar.

3. Menggunakan variasi isolat actinomycetes untuk lebih meningkatkan produksi enzim kitinase.

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini enzim amilase diisolasi dari isolat actinomycetes yang berasal dari lumpur hutan bakau, Pantai Teluk Lampung.. Isolat terpilih yang mempunyai aktivitas

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas enzim pendegradasi kitin yang dihasilkan selama pertumbuhan dari lima isolat bakteri kitinolitik (SDI23, MDR23,

Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi enzim kitinase dari bakteri termofilik asal sumber air panas Bora dan untuk menentukan aktivitas enzim kitinase yang

Dengan menggunkan metode Nelson Somoghy didapatkan aktivitas tertinggi enzim selulase dalam menghidrolisis substrat yakni pada serbuk selulosa dengan aktivitas optimum isolat

Penelitian ini perlu dilakukan dengan asumsi bahwa di dalam lumpur mangrove terdapat bakteri kitinolitik yang dapat memproduksi enzim kitinase untuk mendegradasi kitin,

Kitinase kasar dari isolat yang dikultur dalam medium garam minimum dengan kitin koloidal cair selama 5 hari dipresipitasi dengan beberapa konsentrasi amonium

Isolat bakteri B1211 digunakan pada produksi enzim kitinase pada media MSM cair yang diperkaya dengan konsentrasi koloidal kitin 1% pada suhu inkubasi 60 o C selama 3

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh kandidat isolat probiotik dari bakteri Actinomycetes melalui penapisan produktivitas enzim selulase, amilase, protease dan