• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bab ini meletakkan dasar penelitian dengan menjelaskan latar belakang masalah yang berkaitan dengan rendahnya minat belajar siswa terhadap kimia, khususnya materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Dikedepankan pula kurangnya metode pembelajaran yang efektif dan keterlibatan siswa yang pasif dalam proses belajar mengajar. Identifikasi masalah menggarisbawahi isu-isu utama seperti kurangnya minat belajar, ketidakmampuan siswa untuk menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, dan model pembelajaran yang berpusat pada guru. Batasan masalah difokuskan pada penerapan model Guided Discovery Learning berbasis Lesson Study di kelas X SMA Cerdas Murni. Rumusan masalah menanyakan apakah model Guided Discovery Learning berbasis Lesson Study meningkatkan hasil belajar siswa lebih baik daripada model Direct Instruction, dan aspek kognitif mana yang paling berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk menguji hipotesis ini. Manfaat penelitian dijelaskan dari perspektif siswa, guru, guru bidang studi lain, dan peneliti sendiri. Terakhir, definisi operasional memberikan penjelasan tentang variabel-variabel kunci seperti 'peningkatan hasil belajar', 'Lesson Study', 'Guided Discovery Learning', dan 'larutan elektrolit dan non-elektrolit'.

1.1 Latar Belakang Masalah

Bagian ini memberikan konteks penelitian dengan merujuk pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional 2003 dan kurikulum KTSP, menekankan pada karakteristik ilmu kimia yang abstrak dan kompleks. Disebutkan tantangan pembelajaran kimia, khususnya materi larutan elektrolit dan non-elektrolit, serta faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat belajar siswa, seperti metode pembelajaran yang tidak efektif dan kurangnya keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian terdahulu yang relevan dikutip untuk menunjukkan perlunya pendekatan baru seperti Guided Discovery Learning berbasis Lesson Study dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.

1.2 Identifikasi Masalah

Sub-bab ini mengidentifikasi empat masalah utama: rendahnya minat belajar siswa terhadap kimia, khususnya materi larutan elektrolit dan non-elektrolit; ketidakmampuan siswa menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari; pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar; dan pembelajaran yang berpusat pada guru. Keempat poin ini secara jelas menunjukkan permasalahan yang akan dikaji lebih lanjut dalam penelitian.

1.3 Batasan Masalah

Bagian ini membatasi ruang lingkup penelitian, yaitu penggunaan model Guided Discovery Learning berbasis Lesson Study pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit di kelas X SMA Cerdas Murni pada tahun ajaran tertentu. Pembatasan ini memastikan fokus penelitian agar hasilnya lebih terarah dan terperinci.

1.4 Rumusan Masalah

Rumusan masalah menjabarkan dua pertanyaan penelitian utama: Pertama, apakah model Guided Discovery Learning berbasis Lesson Study menghasilkan peningkatan hasil belajar yang lebih signifikan dibandingkan dengan model Direct Instruction? Kedua, aspek kognitif manakah yang paling berkembang dengan menggunakan model Guided Discovery Learning berbasis Lesson Study? Kedua pertanyaan ini membentuk kerangka penelitian dan menentukan arah analisis data.

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mencerminkan rumusan masalah, yaitu untuk menentukan apakah model Guided Discovery Learning berbasis Lesson Study memberikan peningkatan hasil belajar yang lebih baik daripada model Direct Instruction pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit, dan untuk mengidentifikasi aspek kognitif yang paling berkembang melalui model pembelajaran tersebut. Tujuan ini memberikan arah yang jelas bagi keseluruhan penelitian.

1.6 Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan manfaat penelitian bagi berbagai pihak, termasuk siswa (meningkatkan motivasi dan hasil belajar), guru (meningkatkan kemampuan mengajar dan kreativitas), guru bidang studi lain (sebagai rujukan), dan peneliti (meningkatkan kompetensi). Penjelasan manfaat ini menegaskan relevansi dan dampak potensial dari penelitian ini.

1.7 Definisi Operasional

Bagian ini mendefinisikan secara operasional variabel-variabel kunci yang digunakan dalam penelitian, memberikan pemahaman yang jelas dan konsisten tentang istilah-istilah penting seperti 'peningkatan hasil belajar' (gain), 'Lesson Study', 'Guided Discovery Learning', dan 'larutan elektrolit dan non-elektrolit'. Definisi operasional ini sangat penting untuk memastikan ketepatan dan keabsahan hasil penelitian.

II. Tinjauan Pustaka

Bab ini memberikan landasan teori yang mendukung penelitian. Kerangka teoritis meliputi pengertian belajar, hasil belajar, dan pembelajaran kimia. Model pembelajaran yang dibahas meliputi Lesson Study, Guided Discovery Learning, dan Direct Instruction, termasuk langkah-langkah, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Metode pembelajaran, khususnya metode praktikum, serta media pembelajaran (kartu) juga dijelaskan. Tinjauan pustaka juga mencakup materi larutan elektrolit dan non-elektrolit, menjelaskan konsep-konsep kunci dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari. Bagian kerangka berpikir menjelaskan hubungan antara variabel-variabel penelitian, dan diakhiri dengan rumusan hipotesis.

2.1 Kerangka Teoritis

Bagian ini membahas teori-teori pembelajaran yang relevan, termasuk definisi belajar dan hasil belajar. Pembahasan tentang pembelajaran kimia membahas karakteristik kimia sebagai ilmu dan tantangan dalam pengajarannya. Teori-teori ini akan menjadi acuan dalam menganalisis data dan menginterpretasikan hasil penelitian.

2.2 Model Pembelajaran

Sub-bab ini membahas secara rinci model-model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian: Lesson Study, Guided Discovery Learning, dan Direct Instruction. Penjelasan meliputi langkah-langkah, kelebihan, kekurangan, dan prinsip-prinsip dasar dari setiap model. Pembahasan ini membandingkan dan menonjolkan karakteristik dari masing-masing model pembelajaran.

2.3 Metode Pembelajaran

Bagian ini membahas metode pembelajaran yang digunakan, khususnya metode praktikum. Kelebihan dan kekurangan metode praktikum dijelaskan untuk menunjukkan relevansinya dalam konteks penelitian, khususnya dalam pembelajaran kimia yang bersifat eksperimental.

2.4 Media Pembelajaran

Sub-bab ini membahas media pembelajaran yang digunakan, khususnya media kartu. Kelebihan dan kekurangan media kartu dijelaskan sebagai alat bantu pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep larutan elektrolit dan non-elektrolit. Pemilihan media ini perlu dijelaskan secara rasional.

2.5 Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Bagian ini membahas secara detail materi pokok bahasan penelitian, yaitu larutan elektrolit dan non-elektrolit. Penjelasan meliputi definisi, jenis-jenis, sifat, dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari. Pembahasan ini memastikan pemahaman yang mendalam tentang materi yang diajarkan.

2.6 Kerangka Berfikir

Sub-bab ini menggambarkan secara visual dan tekstual bagaimana variabel-variabel penelitian saling berhubungan dan bagaimana model pembelajaran yang diterapkan diharapkan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Kerangka berpikir ini memberikan gambaran umum alur logika penelitian.

2.7 Hipotesis

Bagian ini merumuskan hipotesis penelitian berdasarkan kerangka berpikir dan tinjauan pustaka. Hipotesis ini akan diuji melalui analisis data dan menjadi dasar kesimpulan penelitian. Rumusan hipotesis harus jelas dan terukur.

III. Metode Penelitian

Bab ini menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan, termasuk desain penelitian, populasi dan sampel, variabel dan instrumen penelitian, rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Desain penelitian quasi-eksperimen dijelaskan, beserta alasan pemilihannya. Populasi dan sampel penelitian didefinisikan secara rinci, termasuk teknik pengambilan sampel. Instrumen penelitian, yaitu tes objektif berbentuk pilihan ganda, divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Teknik analisis data, termasuk uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, dan perhitungan gain ternormalisasi, dijelaskan secara terperinci.

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Bagian ini menjelaskan lokasi dan jangka waktu penelitian. Informasi ini penting untuk memberikan konteks geografis dan temporal penelitian.

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan populasi dan sampel penelitian, termasuk teknik sampling yang digunakan untuk memilih sampel. Penjelasan ini memastikan representativitas sampel dan validitas generalisasi hasil penelitian.

3.3 Variabel dan Instrumen Penelitian

Bagian ini mendefinisikan variabel-variabel penelitian dan menjelaskan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel tersebut. Proses validasi dan reliabilitas instrumen dijelaskan secara rinci, termasuk teknik yang digunakan dan hasil yang diperoleh. Kisi-kisi instrumen juga perlu disertakan.

3.4 Rancangan Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan desain penelitian yang digunakan, yaitu quasi-eksperimen, dengan menjelaskan secara detail bagaimana kelompok eksperimen dan kontrol dipilih dan diperlakukan. Skema rancangan penelitian perlu disertakan untuk memperjelas prosedur penelitian.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Bagian ini menjelaskan teknik pengumpulan data yang digunakan, termasuk prosedur pengumpulan data pretest dan posttest. Penjelasan ini memastikan ketepatan dan konsistensi dalam pengumpulan data.

3.6 Teknik Analisis Data

Sub-bab ini menjelaskan teknik analisis data yang digunakan, termasuk uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) dan uji hipotesis yang sesuai. Penjelasan ini menunjukkan pemilihan teknik analisis yang tepat berdasarkan jenis data dan desain penelitian. Perhitungan gain ternormalisasi juga dijelaskan.

IV. Hasil dan Pembahasan

Bab ini menyajikan hasil penelitian dan pembahasannya. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif dan inferensial, mencakup data pretest dan posttest, uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, pencapaian indikator Lesson Study, dan peningkatan gain ranah kognitif. Pembahasan menginterpretasikan hasil penelitian berdasarkan kerangka teoritis dan penelitian terdahulu. Perbandingan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dijelaskan secara rinci. Temuan-temuan penelitian diringkas.

4.1 Hasil Penelitian

Bagian ini menyajikan hasil penelitian secara deskriptif dan inferensial, termasuk data kuantitatif seperti rata-rata skor pretest dan posttest, hasil uji statistik (uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis), serta data kualitatif mengenai proses pembelajaran. Data disajikan dalam bentuk tabel dan gambar yang mudah dipahami.

4.2 Pembahasan

Sub-bab ini menginterpretasikan hasil penelitian berdasarkan kerangka teoritis yang telah dijelaskan sebelumnya. Pembahasan ini membandingkan hasil penelitian dengan temuan-temuan penelitian terdahulu dan membahas implikasi dari hasil penelitian terhadap praktik pembelajaran. Penjelasan harus rasional dan didukung oleh data dan teori.

4.3 Temuan Penelitian

Bagian ini meringkas temuan-temuan penting dari penelitian, menyatakan kesimpulan utama dari analisis data. Temuan ini harus relevan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

V. Kesimpulan dan Saran

Bab ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya dan praktik pembelajaran. Kesimpulan menjawab rumusan masalah dan menegaskan temuan utama penelitian. Saran diberikan kepada guru, peneliti selanjutnya, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan merangkum temuan utama penelitian, menjawab rumusan masalah yang diajukan di bab 1. Kesimpulan harus singkat, jelas, dan akurat, mencerminkan hasil analisis data.

5.2 Saran

Saran diberikan berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian. Saran dapat ditujukan kepada guru, peneliti selanjutnya, dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk pengembangan pembelajaran dan penelitian selanjutnya. Saran harus spesifik, relevan, dan konstruktif.

VI.Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi seluruh referensi yang dikutip dalam skripsi, disusun secara alfabetis dan mengikuti pedoman penulisan karya ilmiah yang baku.

Gambar

Gambar 2.1 Jenis Larutan Elektrolit Berdasarkan Daya Hantar Listrik

Referensi

Dokumen terkait

PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Jember merupakan penghubung antara konsumen/pelanggan dengan kebutuhan listrik seperti palayanan gangguan, pelayanan

Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Keep on Learning dengan mengoptimalkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh presepsi siswa tentang komunikasi terhadap prestasi belajar siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri

Pakan hijauan telah dirasakan semakin hari semakin sulit diperoleh, sehingga diperlukan usaha mencari alternatif penggantinya. Salah satu alternatif adalah dengan memanfaatkan limbah

Keberadaan bank syariah dalam sistem perbankan di Indonesia telah. dikembangkan sejak tahun 1992, sejalan dengan diberlakukannya UU

yang dimiliki oleh suatu, dengan kata lain kinerja adalah hasil kerja karyawan.. baik dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja

Sub-kompetensi yang diperoleh bisa membantu siswa dalam dunia kerja nanti, misalnya untuk mendeskripsikan sesuatu yang sedang dilakukan seorang

yang kurang mampu dalam suatu kelompok. Metode pembelajaran TAI akan memotivasi siswa saling membantu anggota kelompoknya sehingga tercipta semangat dalam