Karakteristik Ikan Patin Pangasius djamba/ dan Pangasius hypophtha/mus yang Dipelihara Secara Komunal di Kolam Pembesaran.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Larva ikan patin siam ( Pangasius sp.) dipelihara selama 30 hari dengan beberapa tingkat alakalinitas yang berbeda di Laboratorium Lingkungan, Jurusan Budidaya
Jumlah Artemia (a) dan potongan cacing (b) dalam saluran pencernaan larva ikan patin, Pangasius hypophthalmus , umur 2, 3, 5, 7, 10 dan 15 hari yang dipelihara dengan skedul
Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa Prevalensi ektoparasit pada ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) yang dibudidayakan dalam keramba jaring apung di Sungai
Jenis dan tingkat serangan cacing parasitik lebih tinggi pada organ insang daripada organ saluran pencernaan (usus) ikan patin (Pangasius djambal) pada kolam budidaya
Jenis-jenis Bakteri Potensial Patogen pada Ikan Patin (Pangasius sp) di Kolam Budidaya Ikan Air Tawar Kota Beling Tanah Air Kecamatan Tanjung Anom Provinsi Sumatera Utara..
Terdapat 4 jenis bakteri potensial patogen pada ikan patin ( Pangasius sp) di Kolam Budidaya Ikan Air Tawar Kota Beling Tanah Air yaitu Aeromonas salmonicida, Aeromonas
Pemeliharaan dan pembesaran ikan di waring dilakukan dengan membuat waring seperti jala ikan, waring dibuat yang kuat dan mengapung dalam kolam dengan tujuan agar
Laju pertumbuhan harian ikan patin yang diberi suplementasi sinbiotik dengan dosis yang berbeda melalui pakan Pemberian sinbiotik pada ikan patin melalui pakan menunjukkan FCR yang