• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Konghucu dan Budi Pekerti Siswa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kelas 12 SMA Pendidikan Agama Konghucu dan Budi Pekerti Siswa"

Copied!
144
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Js. Gunadi
    • Kristan
  • Pengajar:
    • Js. Maria Engeline Santoso
    • Xs. Buanadjaya
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
  • Topik: Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas XII
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2015
  • Kota: Jakarta

I. Hakikat dan Semangat Belajar

Bagian ini membahas pentingnya belajar sebagai ibadah dan proses pembinaan diri. Belajar bukan hanya sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi juga harus dimaknai sebagai upaya untuk membina diri dan mengembangkan potensi kemanusiaan. Dalam konteks pendidikan agama Khonghucu, belajar diharapkan dapat membentuk karakter dan moral siswa. Nabi Kongzi mengajarkan bahwa belajar seharusnya dilakukan dengan kesungguhan dan bertujuan untuk meningkatkan hubungan dengan Yang Mahakuasa. Oleh karena itu, pembelajaran harus diorientasikan pada pengembangan diri dan kontribusi sosial.

1.1. Belajar Sebagai Ibadah dan Proses Pembinaan Diri

Belajar sebagai ibadah berarti bahwa setiap aktivitas belajar harus dilakukan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga pada pengembangan spiritual dan moral. Proses pembelajaran diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang baik dan beretika, sehingga mereka dapat berkontribusi positif kepada masyarakat.

1.2. Belajar Sepanjang Hidup

Konsep belajar sepanjang hidup menekankan bahwa pendidikan tidak berhenti di sekolah, tetapi merupakan proses yang berkelanjutan. Nabi Kongzi mengajarkan bahwa setiap individu harus memiliki semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ini mencakup pembelajaran dari pengalaman hidup, interaksi sosial, dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, siswa diharapkan untuk selalu terbuka terhadap pengetahuan baru dan berusaha untuk meningkatkan diri.

1.3. Pendekatan Belajar

Pendekatan belajar yang diajarkan oleh Nabi Kongzi mencakup beberapa aspek penting seperti banyak belajar, bertanya, berpikir kritis, dan melaksanakan apa yang dipelajari. Pendekatan ini bertujuan untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima informasi tetapi juga mampu menganalisis dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

II. Filosofi Yin Yang

Filosofi Yin Yang merupakan konsep dasar yang mendasari banyak aspek kehidupan dalam ajaran Khonghucu. Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang Yin Yang dapat membantu siswa memahami keseimbangan dalam hidup. Konsep ini mengajarkan bahwa segala sesuatu memiliki dua sisi yang saling melengkapi, dan penting untuk menemukan keseimbangan antara keduanya. Hal ini relevan untuk pembentukan karakter siswa yang seimbang antara pengetahuan dan tindakan, serta antara spiritualitas dan kehidupan sehari-hari.

2.1. Konsep Dasar dan Pemetaan Yin Yang

Konsep Yin Yang menjelaskan bahwa segala sesuatu di dunia ini terdiri dari dua unsur yang saling melengkapi. Dalam pendidikan, hal ini mengajarkan siswa untuk memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan pentingnya mempertimbangkan kedua sisi sebelum mengambil keputusan. Dengan pemahaman ini, siswa diharapkan dapat mengembangkan sikap bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi.

2.2. Prinsip Perubahan

Prinsip perubahan dalam filosofi Yin Yang menekankan bahwa segala sesuatu selalu dalam keadaan berubah dan tidak ada yang bersifat tetap. Dalam konteks pendidikan, siswa diajarkan untuk fleksibel dan adaptif terhadap perubahan. Ini penting untuk membekali mereka dengan kemampuan menghadapi tantangan yang terus berkembang di lingkungan sekitar.

III. Zhong Shu Garis Besar Ajaran Khonghucu

Bab ini membahas tentang konsep Zhong (Satya) dan Shu (Tepasalira) dalam ajaran Khonghucu. Nilai-nilai ini mengajarkan siswa untuk berperilaku jujur dan adil dalam interaksi sosial. Pendidikan karakter yang berlandaskan ajaran Khonghucu diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki integritas dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.

3.1. Pendahuluan

Pendahuluan dalam bab ini memberikan gambaran umum tentang pentingnya ajaran Khonghucu dalam membentuk karakter individu. Ajaran ini menekankan nilai-nilai moral yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pribadi maupun sosial.

3.2. Zhong (Satya)

Zhong, yang berarti satya, mengajarkan siswa untuk selalu berbicara dan berperilaku jujur. Ini adalah landasan penting dalam membangun kepercayaan di antara individu dan masyarakat. Dengan menanamkan nilai Zhong, siswa diharapkan dapat menjadi teladan dalam kejujuran dan integritas.

3.3. Shu (Tepasalira)

Shu, yang berarti tepasalira, mengajarkan siswa untuk bersikap empati dan memahami perasaan orang lain. Pendidikan ini penting untuk membangun hubungan yang harmonis dalam masyarakat. Siswa yang memahami nilai Shu akan lebih mampu berinteraksi dengan baik dan menghindari konflik.

IV. Sejarah dan Perkembangan Kitab Suci

Bagian ini menjelaskan sejarah dan perkembangan kitab suci dalam ajaran Khonghucu. Memahami konteks historis kitab suci penting bagi siswa untuk menghargai dan menerapkan ajaran yang terkandung di dalamnya. Ini juga mengajarkan siswa tentang pentingnya tradisi dan warisan budaya dalam pendidikan.

4.1. Pendahuluan

Pendahuluan membahas latar belakang dan pentingnya kitab suci dalam ajaran Khonghucu. Siswa diajak untuk memahami peran kitab suci sebagai sumber ajaran moral dan etika.

4.2. Pendekatan Historis

Pendekatan historis dalam mempelajari kitab suci membantu siswa untuk memahami konteks zaman ketika ajaran tersebut diturunkan. Ini memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai tersebut masih relevan hingga saat ini.

V. Ajaran Tengah Sempurna

Ajaran Tengah Sempurna menekankan pentingnya keseimbangan dalam hidup. Dalam pendidikan, ini mengajarkan siswa untuk tidak ekstrem dalam berpikir dan bertindak. Keseimbangan ini penting untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup.

5.1. Pendahuluan

Pendahuluan memberikan gambaran tentang konsep Tengah Sempurna dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak untuk merenungkan bagaimana keseimbangan dapat dicapai.

5.2. Makna Zhong

Makna Zhong dalam konteks ini adalah mencari jalan tengah dalam setiap situasi. Siswa diajarkan untuk tidak terjebak dalam ekstremitas, tetapi mencari solusi yang seimbang.

VI. Sikap dan Perilaku Junzi

Sikap dan perilaku Junzi mengacu pada karakter ideal yang harus dimiliki oleh setiap individu. Dalam pendidikan, ini berarti membentuk siswa menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan beretika. Junzi adalah teladan bagi masyarakat.

6.1. Hakikat Junzi

Hakikat Junzi adalah menggambarkan karakter ideal dalam ajaran Khonghucu. Siswa diajarkan untuk meneladani sikap Junzi dalam kehidupan sehari-hari.

6.2. Prinsip Utama Junzi

Prinsip utama Junzi mencakup berbagai nilai moral yang harus diterapkan dalam interaksi sosial. Ini penting untuk membentuk individu yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

VII. Makna Tahun Baru Yinli

Bagian ini membahas makna Tahun Baru Yinli dalam konteks budaya dan tradisi. Siswa diajarkan untuk menghargai tradisi dan memahami pentingnya perayaan dalam memperkuat identitas budaya.

7.1. Pendahuluan

Pendahuluan memberikan latar belakang tentang perayaan Tahun Baru Yinli dan signifikansinya dalam budaya Khonghucu.

7.2. Mengenal Sistem Penanggalan

Mengenal sistem penanggalan dalam konteks Tahun Baru Yinli membantu siswa memahami perbedaan budaya dan cara masyarakat merayakan tahun baru.

Referensi Dokumen

  • Widya Karya Edisi Harlah Nabi----2542 ( Bratayana, Ongkowijaya )
  • Inspiration From The Doctrine of The Mean ( Mary Ng En Tzu )
  • Peradaban Tionghoa Selayang Pandang ( Nio Joe Lan )
  • The Power Of Emotional & Adversity Quotient for Teachers ( Ronnie, Dani )
  • Simple Confusianism ( Simpkins, Alexander dan Annellen )

Gambar

Gambar 1.1 Untuk mendapatkan banyak pengetahuan kita harus banyak belajar.
Gambar 1.2  Bertanya menunjukkan
Gambar 1.3Berpikir tanpa belajar berbahaya.
Gambar 2.1 Tai Ji (Maha Kutub), Yin Yang (Dua Unsur)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Orang yang dapat melaksanakan lima perkara ini, ia benar-benar boleh dinamai melakukan pengabdian kepada orang tua.” (2) “Orang yang benar-benar mengabdi kepada

Peduli pada orang lain sesungguh- nya juga peduli kepada diri sendiri. Karena semua yang kita lakukan un- tuk orang lain akan berbalik kepada diri sendiri. Berdana dapat membuat

Berpuasa yang baik, harus memahami dan mengikuti ketentuan- ketentuannya. Puasa dalam bahasa Arab disebut £ aum atau £iy ām , artinya menahan diri dari segala sesuatu, seperti

Ungkapan terima kasih kepada Tian dilakukan dengan berbuat baik kepada sesama manusia dan lingkunganc. Perbuatan apa yang dapat kamu lakukan kepada

1) Setiap awal pembelajaran, peserta didik harus membaca teks yang tersedia di buku teks pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas XII. 2) Peserta didik

Dalam kalimat, “ sabbe sankhara anicca “ atau “ anicca vata sankhara “ (segala sesuatu yang terjadi dari paduan unsur adalah tidak kekal), istilah “ sankhara “ digunakan

Sekadar contoh, di antara nilai budi pekerti dalam Hindu dikenal dengan Tri Marga (bakti kepada Tuhan, orangtua, dan guru; karma, bekerja sebaik-baiknya untuk

Meminta peserta didik untuk: (a) mendeskripsikan pengalaman belajar yang telah dilalui, (b) menilai baik tidaknya, dan (c) merancang rencana ke depan. Agar kegiatan