• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN KAMUS MIKROBIOLOGI BERBASIS KONTEKSTUAL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN KAMUS MIKROBIOLOGI BERBASIS KONTEKSTUAL."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN KAMUS MIKROBIOLOGI BERBASIS KONTEKSTUAL

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan pada

Program Studi Pendidikan Biologi

Oleh: RAHMAWATI NIM: 8146173019

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

RAHMAWATI, Pengembangan Kamus Mikrobiologi Berbasis Kontekstual. Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan. 2017.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kamus mikrobiologi berbasis kontekstual pada mata kuliah mikrobiologi berdasarkan standar BNSP.Bahan ajar berupa kamus yang menjadi pedoman mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran mata kuliah mikrobiologi. Penelitian ini dilakukan di Pendidikan Biologi FMIPA UNIMED pada bulan Maret–Oktober 2016, dengan model pengembang Thiagarajan (4–D) yang telah dimodifikasi terdiri dari 3 yaitu tahap pertama pendefenisian yang meliputi: analisis awal akhir, analisis mahasiswa, analisis materi, analisis tugas, dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap kedua perancangan, yang terdiri dari: penyusunan materi, pemilihan format, dan perencanaan awal. Tahap ketiga adalah pengembangan, terdiri dari: penilaian dosen pembimbing, validasi oleh ahli materi, desain, dan bahasa, uji terbatas, dan perangkat final. Produk yang dihasilkan berupa kamus mikrobiologi yang digunakan mahasiswa semester VI Pendidikan Biologi FMIPA UNIMED. Bahan ajar disusun menjadi sebuah Kamus Mikrobiologi Berbasis Kontekstual yang dinilai layak oleh tim validasi. Hasil penilaian tim ahli materi menunjukkan rata–rata 89,40% kategori sangat layak, dan tim ahli desain menunjukkan rata–rata 90% katagori sangat layak, dan tim ahli bahasa 85,78% katagori sangat layak. Uji kelompok terbatas oleh dosen mikrobiologi mendapat hasil 88,29% katagori sangat sesuai dan 35 mahasiswa semester VI Pendidikan Biologi FMIPA UNIMED menilai 84,34% kamus mikrobiologi berbasis kontekstual pada mata kuliah mikrobiologi yang disusun menarik.

(5)

ABSTRACT

RAHMAWATI, Development-Based Contextual Dictionary of Microbiology. Graduate Program, State University of Medan. 2017.

This research aims to develop a contextual based on a dictionary microbiology course microbiology based on standard BNSP. Teaching materials in the form of a dictionary that guide students in learning activities microbiology courses. This research was conducted at the Education Biological Science UNIMED in March-October 2016, the model developer Thiagarajan (4-D) that has been modified consisting of 3 that the first stage pendefenisian which includes: a preliminary analysis of the end, the analysis of students, material analysis, task analysis, and specification of learning objectives. The second stage of the design, which consists of: preparation of material, format selection, and initial planning. The third stage is the development, consisting of: assessment supervisor, validation by experts of material, design, and language, limited test, and the final device. Products produced in the form of a dictionary microbiology sixth semester students of Biological Science Education UNIMED. Teaching materials are compiled into a dictionary of Microbiology Based Contextual considered feasible by the validation team. Results of the assessment team of subject matter experts showed an average of 89.40% categorized as very feasible, and a team of design experts showed an average 90% category of very decent, and a team of linguists 85.78% category of very decent. Test group is limited by the lecturers 88.29% of microbiological get results very appropriate categories and 35 students of sixth semester Biological Science Education 84.34% UNIMED assessing microbiological dictionary contextually based on subjects microbiology compiled interesting.

(6)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi rahmat dan rahimNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul “Pengembangan Kamus

Mikrobiologi Berbasis Kontekstual” yang disususn sebagai syarat untuk

memperoleh gelar Magister Pendidikan Biologi Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, serta shalawat kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan Syafaatnya di yaumil Akhir kelak, Aamiin ya Rabbal’alamin.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada ayahanda Alm. Drs. Musa Tawardan ibunda Hj. Idalaila, S.Pd., Suami Muhammad Idris Waruwu, S.Si., dan jagoan kecil di keluarga Zeeshan Ahmad Waruwu, yang selalu memberi senyuman, doa dan semangat hingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini. Dengan segenap kerendahan hati penulis menyampaikan banyak terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. Hasruddin, M.Pd, selaku Dosen Pembimbing I, dan Pembimbing II Dr. Syahmi Edi, M.Si., yang telah membimbing penulis dan membekali ilmu arahan, bimbingan, dan motivasi sejak awal sampai akhir penulisan.

2. Bapak Prof. Dr. Binari Manurung, M.Sc, Ph.D., Ibu Dr. Fauziyah Harahap, M.Si., dan Ibu Dr. Martina Restuati, M.Si., yang telah banyak mengkritis, membimbing, dan mengarahkan penulis.

(7)

4. Bapak Drs. Muhammad Yusuf Nasution, M.Si., dan Bapak Ahmad Shafwan S. Pulungan, S.Pd., M.Pd., yang telah memberi arahan, motivasi, serta dukungan yang sangat bermanfaat.

5. Teman sejawat Program Studi Pendidikan Biologi Pascasarjana Unimed 2014, teman sejawat Pendidikan Biologi Ekstensi 2009 FMIPA Unimed, Teman sejawat di SMK N 8 Medanserta sahabat terdekat saya Nurmaniah, S.Pd., Fauziah Harahap, S.Pd., Zaura Inda Aflia, S,Pd., dan Sailana Mira Rangkuti, M.Pd., Terimakasih atas waktu, doa, dan dukungan kalian.

Penulis menyadari bahwa penulisan tesis ini memiliki kekurangan oleh sebab itu penulis mengharapkan masukan dan saran guna menyempurnakan penulisan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga tesis ini bermanfaat bagi orang lain yang membacanya terutama bagi mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Medan, Februari 2017

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTARGAMBAR ... ix

DAFTARTABEL... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 3

1.3 Batasan Masalah... 4

1.4 Rumusan Masalah ... 4

1.5 Tujuan Penelitian ... 5

1.6 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hakikat Bahan Ajar ... 7

2.1.1 Pengertian Bahan Ajar ... 7

2.1.2 Jenis Bahan Ajar ... 8

(9)

2.2.1 Prinsip Pengembangan Kamus ... 9

2.2.2Standar Kamus Ajar Mikrobiologi ... 10

2.3Kamus Ajar Berbasis Kontekstual ... 14

2.4 Penelitian yang Relevan ... 17

2.5 Kerangka Berpikir ... 19

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 21

3.2 Jenis Penelitian ... 21

3.3Pengembangan Perangkat Pembelajaran... 21

3.3.1 Tahap Pendefinisian (Define) ... 22

3.3.2 Tahap perancangan (Design)... 23

3.3.3 Tahap pengembangan (Develop)... 23

3.4Tahap Uji Coba Produk ... 23

3.4.1 Desain Uji Coba ... 23

3.4.2 Subjek Uji Coba ... 23

3.4.3 Jenis Data ... 24

3.5 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 24

3.5.1 Angket A ... 24

3.5.2 Angket B ... 25

3.5.3 Angket C ... 26

(10)

3.5.5 Angket E... 27

3.6 Prosedur Penelitian... 27

3.6.1 Tahap Perencanaan... 27

3.6.2 Tahap Pelaksanaan ... 27

3.6.3 Tahap Analisis Data ... 28

BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian... 30

4.1.1 Hasil Analisis Awal dan Akhir ... 30

4.1.2 Langkah Pengembangan ... 30

4.1.2.1 Tahap Pendefinisian (Define) ... 30

4.1.2.2 Tahap Perancangan (Design) ... 32

4.1.2.3 Tahap Perancangan (Design) ... 33

4.1.3 Penilaian Tim Ahli ... 34

4.1.3.1 Penilaian Draf KamusBerdasarkan Ahli Materi ... 34

4.1.3.2 Penilaian Draf Kamus Berdasarkan Ahli Desain ... 40

4.1.3.3 Penilaian Draf Kamus Berdasarkan Ahli Bahasa ... 46

4.1.4 Penilaian Draf Kamus Mikrobiologi Dosen Pengampu Mikrobiologi 54 4.1.5 Penilaian DrafKamus Menurut Mahasiswa ... 64

(11)

BAB VSIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

5.1 Simpulan ... 69

5.2 Implikasi ... 70

5.3 Saran ... 70

(12)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 3.1.Modifikasi 4-D ... 22 Gambar 4.1.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis Kontekstual

Berdasarkan Indikator Kelayakan Isi Oleh Tim Ahli Materi. .. 36 Gambar 4.2.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi BerbasisKontekstual

Berdasarkan Indikator Kelayakan Keterbacaan Oleh Tim

Ahli Materi. ... 38 Gambar 4.3.Persentase Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis Kontekstual

Berdasarkan Tim Ahli Materi ... 40 Gambar 4.4.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis Kontekstual

Berdasarkan Indikator Teknik Penyaji Oleh

Tim Ahli Desain ... 42 Gambar 4.5.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

Kontekstual BerdasarkanIndikator Kelengkapan

Penyaji Oleh Tim Ahli Desain……… 44 Gambar 4.6. Persentase Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

Kontekstual Berdasarkan Ahli Desain…... 46 Gambar 4.7.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

Kontekstual BerdasarkanIndikator Kelayakan Isi Oleh

Tim Ahli Bahasa……….. 47 Gambar 4.8.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

Kontekstual BerdasarkanIndikator Kelayakan

Keterbacaan Oleh Tim Ahli Bahasa………50 Gambar 4.9.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

Kontekstual BerdasarkanIndikator Komponen Berbasis

Kontekstual Oleh Tim Ahli Bahasa……… 52 Gambar 4.10. Persentase Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

(13)

KontekstualBerdasarkan Indikator kelayakan Isi

Oleh Dosen MatakuliahMikrobiologi……….56 Gambar 4.12.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

KontekstuaBerdasarkan Indikator kelengkapan Penyaji

Oleh DosenMatakuliah Mikrobiologi………... 58 Gambar 4.13.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

KontekstualBerdasarkan Indikator kelayakan keterbacaan

Oleh Dosen Matakuliah Mikrobiologi………... 60 Gambar 4.14.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis

KontekstualBerdasarkanIndikator kelayakan

keterbacaan Oleh DosenMatakuliah Mikrobiologi……...62 Gambar 4.15. Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis Kontekstual

OlehDua Orang Dosen Mata Kuliah Mikrobiologi………...64

Gambar 4.16. Persentase Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis Kontekstual Berdasarkan 35 Orang Mahasiswa

(14)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Kriteria kelayakan bahan ajar ... 28

Tabel 3.2. Kriteria kesesuaian bahan ajar ... 28

Tabel 3.3. Kriteria kemenarikan bahan ajar ... 29

Tabel 4.1. Skor Penilaian Indikator Kelayakan Isi Oleh Tim Ahli Materi .... 35

Tabel 4.2. Skor Penilaian Indikator Kelayakan Keterbacaan Tim Ahli Materi 37 Tabel 4.3. Skor Rata – rata Penilaian Indikator Ahli materi ... 39

Tabel 4.4.Persentase Rata – rata Penilaian Ahli Materi ... 40

Tabel 4.5. Skor Penilaian Indikator Teknik Penyajian Oleh Tim Ahli Desain 41 Tabel 4.6. Skor Penilaian Indiaktor Kelengkapan Penyaji ... 43

Tabel 4.7. Skor Rata – rata Penilaian Indikator Ahli Desain ... 45

Tabel 4.8. Persentase Rata – rata Hasil Penilaian Desain Kamus ... 46

Tabel 4.9. Skor Penilaian Indikator Kelayakan Isi Oleh Ahli Bahasa ... 47

Tabel 4.10. Skor Penilaian Indikator Kelayakan Keterbacaan Oleh Ahli Bahasa 49 Tabel 4.11. Skor Penilaian Indikator Komponen Berbasis Kontekstual Oleh Ahli Bahasa ... 51

Tabel 4.12. Skor Rata – rata Penialaian Indikator Ahli Bahasa ... 52

Tabel 4.13. Persentase Rata – rata Hasil Penilaian Ahli Bahasa Kamus ... 53

(15)

Tabel 4.15. Skor Penilaian Indikator Kelayakan Penyaji Oleh Dosen

Pengampuh Mikrobiologi ... 57 Tabel 4.16. Skor Penilaian Indikator Kelayakan Keterbacaan Oleh

Dosen Pengampuh mikrobiologi ... 59 Tabel 4.17. Skor Penilaian Indikator Komponen Berbasis Kontekstual Oleh

Dosen Pengampuh Mikrobiologi ... 61 Tabel 4.18. Skor Rata – rata Penilaian Indikator Oleh Dosen

Pengampu Mikrobiologi ... 62 Tabel 4.19. Persentase Rata – rata Hasil Penilaian Dosen Mikrobiologi

(16)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Mutu pendidikan yang baik dicerminkan oleh lulusan yang memiliki kompetensi yang baik. Mutu pendidikan yang rendah dapat menimbulkan berbagai masalah seperti tidak dapat melanjutkan studi, tidak dapat mcnyelesaikan studinya pada jenjang yang lebih tinggi (Djali, 2007). Keberhasilan suatu proses pembelajaran ditentukan oleh seberapa banyak peserta didik dapat menguasai materi kurikulum. Untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang baik perlu dilakukan evaluasi terhadap program pendidikan yang berlangsung selama ini. Faktor terpenting dalam mendukung kegiatan pembelajaran adalah adanya bahan ajar yang mendukung.

(17)

2

Kamus berperan penting dalam pembelajaran bahasa karena dapat meningkatkan pengetahuan akan kosakata. Penggunaan kamus mungkin hanya minimal pada saat berbicara, namun penting pada saat membaca dan menulis (Cook, 2001). Peran kamus semakin penting dalam bidang ilmu yang lebih khusus, yang memiliki berbagai istilah khusus, yang juga disebut kosakata teknis. Namun, hingga saat ini, hanya sedikit penelitian yang berkaitan dengan kosakata teknis (Chung dan Nation, 2003). Oleh sebab itu, penelitian ini berkaitan erat dengan penyusunan kosakata teknis di satu bidang ilmu tertentu, yaitu Mikrobiologi.

Mikrobiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme, yang mencakup bermacam-macam kelompok organisme mikroskopik yang terdapat sebagai sel tunggal maupun kelompok sel, termasuk kaiian virus yang bersifat mikroskopik. Belum ada kamus Mikrobiologi berbasis kontekstual dapat menghambat proses pembelajaran mahasiswa. Ketidak tersedianya kamus ajar tersebut dapat diatasi bila mahasiswa sulit menemukan arti dari istilah – istilah didalam Mikrobiologi. Pengembangan strategi intruksional untuk mata kuliah ini sangat diperlukan agar kompetensi mata kuliah dapat tercapai seperti yang diharapkan.

(18)

3

mikrobiologi industri, pangan, kesehatan, tanah dan lain – lain. Adapun bentuk penyusunan kamus ajar ini dirancang oleh penulis yang disesuaikan dengan silabus perkuliahan dan memperhatikan kebutuhan dan kemampuan mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran. Sehingga dengan penggunaan kamus ajar dapat mendukung dan menarik minat serta memotivasi mahasiswa dan memberikan pengaruh positif dalam menumbuh kembangkan sikap ilmiah mahasiswa dalam meningkatkan hasil belajar agar menjadi lebih baik.

Berdasarkan analisis kebutuhan (Hasruddin, 2016) bahwa mahasiswa jurusan Biologi menginginkan adanya kamus mikrobiologi berbasis kontekstual dalam pembelajaran mikrobiologi.

1.2.Identifikasi Masalah

(19)

4

1.3.Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan dan agar masalah yang diteliti lebih jelas dan terarah maka pembatasan masalah penelitian ini dibatasi pada:

1. Pengembangan kamus ajar Mikrobiologi berbasis kontekstual berupa kamus ajar mahasiswa Pendidikan Biologi FMIPA UNIMED.

2. Penelitian pengembangan dibatasi pada materi mikrobiologi pangan, tanah, air, pertanian, kesehatan dan industri.

3. Penelitian pengembangan ini dilakukan sampai uji coba kelompok terbatas. 4. Uji coba produk dan penelitian pengembangan ini dilakukan untuk

mengetahui tanggapan dosen dan mahasiswa terhadap kamus mikrobiologi berbasis kontekstual.

1.4.Rumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian ini yaitu:

1. Seberapa besar skor penilaian kelayakan kamus mikrobiologi berbasis kontekstual pada mata kuliah mikrobiologi untuk semester VI Pendidikan Biologi Unimed berdasarkan tim ahli materi, desain dan bahasa?

2. Seberapa persen kelayakan kamus mikrobiologi berbasis kontekstual pada mata kuliah mikrobiologi untuk semester VI Pendidikan Biologi Unimed berdasarkan tim ahli materi, desain, dan bahasa?

(20)

5

1.5.Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu:

1. Mengetahui skor penilaian kelayakan kamus mikrobiologi berbasis kontekstual pada mata kuliah mikrobiologi untuk semester VI pendidikan Biologi Unimed.

2. Mengetahui kelayakan kamus mikrobiologi berbasis kontekstual pada mata kuliah mikrobiologi untuk semester VI Pendidikan Biologi Unimed.

3. Mengetahui tanggapan dosen dan mahasiswa terhadap kamus mikrobiologi berbasis kontekstual pada mata kuliah mikrobiologi untuk semester VI Pendidikan Biologi Unimed.

1.6.Manfaat Penelitian

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat penelitian ini antara lain adalahsecara teoritis dan praktis. Manfaat teortis(1) untuk memperkaya dan menambah khasanah ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kamus, dan (2) sumbangan pemikiran dan bahan acuan bagi dosen, pengelola, pengembang, lembaga pendidikan dan peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji dan mengembangkan secara lebih mendalam tentang pengembangan bahan ajar biologi.

(21)

6

1.7.Hasil yang Diharapkan

(22)

72

DAFTAR PUSTAKA

Adyana, G.D. (2009). Meningkatkan Kualitas Aktivitas Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Pemahaman Konsep Biologi Siswa X–5 SMA Negeri 1 Banjar Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Kontekstual. Kerta Mandala. 1 (001): 56–64.

Anonim. (2006). Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu. Jakarta. Depdiknas.

Anonim. (2007).Naskah Akademik, Penelitian Kebijakan Kurikulum Mata Pelajaran IP. Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas.

Anonim. (2008). Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu. Jakarta: Depdiknas.

Arwita, W. (2012). Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berdasarkan Literasi Sains Pada Materi Archaebacteria dan Eubacteria Untuk Kelas X SMA/MA. Tesis Program Pascasarjana UNIMED. Tidak diterbitkan.

Belawati, T. (2006). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Brickman, P., C. Gormally, N. Amstrong, & B. Hallar. (2009). Effects of

nquirybasedLearning on Students’Science Literacy Skill and Confidence.

International Journal for the Scholarship of Teaching and Learning, 3 (2): 122–128.

Chin, C., & L Chia. (2004). Problem–Bassed Learning Using III–Structured Problem in Biology Project Work. Wiley Inter Science. 44–67.

Coliver, C. (2000). Effectiveness Of Problem–Bassed Learning Curricula: Research And Theory. Academic Medicine. (75). 3.

(23)

73

Cook, Curtis W and Hunsaker, Philip L. (2001). Management and Organizational

Behavior 3rdedition. McGraw Hill. New York.

Chung, C. Leon and Megginson. (2003). Organizational Behavior : Delelopping Managerial Skills. New York : Harper and Row.

Chaer, A. (2007). Lingusitik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Djaali. (2007). Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional Melalui Program Sertifikasi. Bulitin BSNP (Online), No.3.

Djamarah & Zain. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Ekawarna. (2007). Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Permodalan Koperasi Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa. Maraka. Sosial Humaniora. 11 (1): 42–47.

Haryati, B.dan Yusuf, S. (2010). Bechmark International Mutu Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasruddin., Harahap, F., Mahmud. (2016). Analisis Kebutuhan Pengembangan Kamus Mikrobiologi Berbasis Kontekstual. Seminar 2016 Bidang Studi MIPA BKI–PTN Barat. Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya Palembang, 22 – 24 Mei 2016.

Husna, R., (2013). Pengembangan Buku Mini Riset Mikrobiologi Terapan Berbasis Masalah. Tesis Program Pasca Sarjana UNIMED. Tidak diterbitkan.

Ibrahim, H., Sihkabuden, Suprijanta, &Kustiiawan, U. (2001). Media Pembelajaran: Bahan Sajian Program Pendidikan Akta Mengajar. FIP. UM.

Mahardika, I K. (2011). Problem–Based Learning In A Large Classroom Setting: Methodology, Student Perception And Problemsolving Skills Proceedings Of

Edulearn 11 Conference. 46 July 2011, Barcelona, Spain.

Majid, A. (2008). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Rosda.

Purwanto, N. (2008). Prinsip–prinsipdan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosda.

(24)

74

Rusyana, Y., Suherli. (2004). Studi Keterbacaan Buku Pelajaran Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

Sanjaya, W. (2010). Perancanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sarwiji, S. (2008). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta 2008.

Gambar

Gambar 4.12.Skor Penilaian Kamus Mikrobiologi Berbasis
Tabel 4.16. Skor Penilaian Indikator Kelayakan Keterbacaan Oleh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja mengalami kondisi mental emosional kategori abnormal sebanyak 78 orang (36,1%), sebanyak 76 orang (35,2%)

Dari spektrun yang telah ditemukan maka diperoleh bentuk polinomial karakteristik dan spektrum Adjacency dari graf konjugasi dari beberapa grup dihedral

Dari tabel 9 dan berdasarkan nilai packet loss sesuai dengan versi TIPHON sebagai standarisasi, pada area Kantor Bandar Udara Rendani untuk kategori degredasi

Risiko terbesar pada proses merebus tahu adalah panas yang dapat menyebabkan dehidrasi dan luka bakar dengan nilai risiko sebesar 900 (very high) disini

atau individu yang tidak datang pada kegiatan bersih lahan dan nugal pada tempat yang sudah. ditentukan agar segera meminta maaf dan membuat kesepakatan untuk terlibat

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP N 2 Rambah Hilir

Karya seni sebagai simbol, tidak berupa suatu konstruksi atau susunan yang bisa diuraikan unsur-unsurnya, melainkan suatu kesatuan yang utuh, maknanya ditangkap dalam arti

Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berpendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya, namun sering terlambat dalam melaksanakan tugas karena daya tangkap