• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pengemasan Vakum Dan Non Vakum Terhadap Perubahan Mutu Kimia Dan Sifat Organoleptik Keriptk Pisang Selama Penyimpanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Pengemasan Vakum Dan Non Vakum Terhadap Perubahan Mutu Kimia Dan Sifat Organoleptik Keriptk Pisang Selama Penyimpanan"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pengamatan yang dilakukan terhadap sifat fisis, meliputi kadar air, warna pasta gambir yang pastanya disimpan dengan sifat kimia meliputi kadar bahan

Penelitian pendahuluan menghasilkan waktu yang cukup untuk rnemblansir buah pisang nangka, kepok, tanduk dan uli dengan media air panas suhu 90°C adalali 10 menit..

Perubahan warna buah setelah pemeraman dimulai pada hari ke-2 dan pada hari ke-3 merupakan waktu dimana buah paling enak untuk dimakan yang ditandai dengan menguningnya kulit

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perendaman buah pisang ambon dengan menggunakan kadar kapur sirih sebanyak 1%, 5% dan 2 % dengan lama waktu

Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap penyimpanan bakso jantung pisang dan ikan patin dengan metode pengemasan yang berbeda pada suhu dingin untuk

Penyimpanan hari ke 0 memiliki kadar asam lemak bebas yang rendah disebabkan karena pada penyimpanan hari ke 0 belum dilakukan pengemasan terhadap ayam bakar

Gambar di atas menunjukkan penurunan kadar protein seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan beras, baik untuk beras jenis SNI IV, beras Inpres, maupun beras

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perendaman buah pisang ambon dengan menggunakan kadar kapur sirih sebanyak 1%, 5% dan 2 % dengan lama waktu