• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Patogenitas Virus Penyebab White Spot Pada Udang Windu (Penaeus Monodon Fab.) Secara Perendaman Dalam Konsentrasi 100 µg/ml Dan 200 µg/ml Selama 240 Menit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Patogenitas Virus Penyebab White Spot Pada Udang Windu (Penaeus Monodon Fab.) Secara Perendaman Dalam Konsentrasi 100 µg/ml Dan 200 µg/ml Selama 240 Menit"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)

Referensi

Dokumen terkait

TERHADAP PATOGENITAS VIRUS WHITE SPOT PADA UDANG WINDU (Penneus ntonodorz Fabr.).. Oleh:

, '( Hasil percobaan pengaruh suhu pembiusan menunjukkan bahwa pembiusan udang windu tambak pada suhu 19°C dan 17°C selama 10 menit relatif tidak berbed%. dimana

Suatu Kajian Penggunaan Natrium Alginat pada Proses Pembekuan Udang Windu (Penaeus monodon Fab.)1. (Di bawah bimbingan RUDY R. NITIBASKARA sebagai ketua dan RUDDY SUWANDI

[r]

Pemeliharaan udang dengan memakai bahan imunostimulan dari spirulina menghasilkan panen dengan nilai produksi dan ekonomi yang baik, tetapi masih memiliki beberapa

dapat ditemukan pada abdomen, cephalothorax , insang, kaki jalan, kaki renang dan ekor. Sementara itu, pada derajat infestasi berat infestasi Zoothamnium penaei sudah

Dengan demikian pengamatan kualitas spermatozoa induk udang jantan asal perairan Sumbawa lebih baik dibanding dengan kuatitas induk udang asal perairan Banyuwangi

Hasil yang diperoleh pada pengamatan ini menunjukkan bahwa kualitas spermatozoa induk udang jantan asal perairan Aceh, Takalar, dan Polman lebih baik dibanding dengan