BAB III
DASAR TEORI
13.1 PENGERTIAN MANAJEMEN
Banyak ahli telah mengemukakan pendapatnya mengenai definisi atau pengertian
manajemen. Beberapa di antaranya merumuskan manajemen sebagai berikut :
1. Stoner & Wankel : Manajemen adalah proses merencanakan,
mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan usaha-usaha anggota
organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.
2. Terry : Manajemen adalah proses tertentu yang terdiri dari kegiatan
merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan sumberdaya manusia dan
sumber daya lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Masih banyak lagi definisi atau pengertian yang diberikan oleh para ahli
mengenai manajemen, namun demikian dari sekian banyak definisi tersebut dapat
dikatakan bahwa permasalahan manajemen berkaitan dengan usaha untuk
memelihara kerjasama sekelompok orang dalam satu kesatuan serta usaha
memanfaatkan sumber daya yang lain untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang
telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan demikian sebenarnya kegiatan manajemen itu hampir selalu ada
pada setiap kegiatan manusia, sebab sebagai makhluk sosial manusia akan selalu
berusaha berkumpul dan bekerja sama.
1 Semua dasar teori yang digunakan dalam peneitian ini mengacu pada Siregar, et al
(1987).
Jika dilihat dari pengertian paling mendasar dari organisasi, maka dapat
dikatakan bahwa untuk menjalankan suatu organisasi, apapun bentuk organisasi
tersebut, dibutuhkan manajemen.
3.2 UNSUR-UNSUR MANAJEMEN
Dari pengertian manajemen di atas dikemukakan bahwa manajemen
adalah suatu proses untuk memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya
lain untuk mencapai tujuan tertentu. Sumber daya manusia dan sumber daya
yang lain yang diperlukan tersebut disebut sebagai unsur-unsur manajemen. Lebih lengkapnya, unsur-unsur manajemen ini dapat dikelompokkan menjadi: 1. Manusia (man).
2. Bahan (materials). 3. Mesin (machines).
4. Metode/cara kerja (methods). 5. Modal uang (money).
Unsur-unsur ini dikenal pula sebagai 5 m, bila dinyatakan dalam bahasa
Inggris. Bahan (materials) tidak harus diartikan sebagai logam seperti dalam
industri manufaktur logam misalnya. Ia juga bisa berarti informasi yang diolah
misalkan dalam manajemen perkantoran. Berkenaan dengan unsur-unsur atau
sumber daya ini harus diingat bahwa semua itu tidak tersedia secara berlimpah.
Ada keterbatasan yang mengakibatkan pemanfaatannya harus dilakukan sehemat
dan secermat mungkin. Dengan demikian proses manajemen yang baik harus
bisa memanfaatkan keterbatasan tersebut untuk pencapaian tujuan yang telah
3.3 TINGKATAN MANAJEMEN
Suatu organisasi mempunyai tingkatan-tingkatan tertentu yang berbeda
satu sama lain. Ada tingkatan organisasi yang bersifat operasional atau
pelaksanaan misalkan dalam suatu kegiatan industri adalah operator-operator
mesin, ada tingkatan yang bersifat strategis misalkan direksi.
Berdasarkan tingkatan-tingkatan organisasi ini, dapat dibedakan tingkatan
manajemen. Pada dasarnya terdapat tiga tingkatan manajemen, yaitu :
1. Manajemen tingkat terbawah (first line management) yaitu tingkatan
manajemen pada tingkat bawah dari suatu organisasi. Pada tingkatan ini
manajemen berfungsi mengarahkan pekerja-pekerja operasional. Jika dilihat
dari segi perencanaan yang dibuat pada tingkatan ini maka jangkauan
perencanaan yang dibuat biasanya hanya melingkupi jangka waktu harian.
Mandor-mandor berada dalam tingkatan manajemen ini.
2. Manajemen tingkat menengah (middle management) adalah tingkatan
manajemen yang berfungsi mengarahkan kegiatan dari manajemen terbawah.
jangkauan waktu Perencanaan yang dibuat bersifat menengah.
3. Manajemen tingkat atas (top management)adalah tingkatan paling tinggi dari
manajemen yang biasanya terdiri atas beberapa orang saja.
3.4 PROSES MANAJEMEN
yang memberikan arah dan menyatukan pandangan unsur yang terdapat di dalam
organisasi tersebut. Sudah barang tentu tujuan yang akan dicapai di masa yang
akan datang tersebut adalah suatu keadaan yang lebih baik dari pada keadaan
sebelumnya. Dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan inilah diperlukan
serangkaian kegiatan seperti yang telah dikemukakan di atas yang lebih dikenal
sebagai proses manajemen.
Secara umum proses manajemen dapat dikelompokkan menjadi :
1. Penetapan tujuan (goal setting).
2. Perencanaan (planning).
3. Staffing.
4. Pengaturan (Directing).
5. Pengawasan (Supervising).
6. Pengendalian (controlling).
Rangkaian proses manajemen ini merupakan proses yang bersifat
dinamis. Dengan kata lain, proses tersebut tidak dapat dilihat sebagai suatu
tahapan-tahapan yang berdiri sendiri melainkan sebagai proses yang berkait
yang memungkinkan adanya pengulangan kembali suatu tahapan proses yang
telah dilakukan sebelumnya, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antara
perencanaan dan pengendalian. Untuk melaksanakan proses-proses manajemen
di atas, manajer memerlukan prasarana dan sarana, di antaranya memerlukan
kekuasaan, tujuan orientasi, manusia, serta sumber daya lainnya. Kekuasaan
beberapa jenis kekuasaan yang mungkin diperlukan, di antaranya adalah :
1. Kekuasaan formal yang terjadi karena suatu posisi atau jabatan tertentu
(Legitimate).
2. Kekuasaan untuk memaksa atau menghukum (Coercive power).
3. Kekuasaan untuk memberikan penghargaan (Reward power).
4. Kekuasaan/kekuatan yang bisa menyebabkan orang lain mengikuti atau
melakukan peniruan (Reference power).
5. Kekuasaan yang ditimbulkan oleh keunggulan pengetahuan, pengalaman,
kemampuan, dan keterampilan (Expert power).
3.4.1 Penetapan Tujuan
Penetapan tujuan merupakan tahapan paling awal dari suatu proses
manajemen. Tujuan merupakan misi sasaran yang ingin dicapai oleh suatu
organisasi di masa yang akan datang dan manajer bertugas mengarahkan
jalannya organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Effektifitas pencapaian
tujuan tersebut, selain ditentukan oleh kemampuan manajer, juga ditentukan
oleh sifat dari tujuan itu sendiri. Tujuan yang baik harus memenuhi
sifat-sifat sebagai berikut :
1. Spesifik, jelas apa yang ingin dicapai atau diperoleh. 2. Realistis, bisa dicapai dan bukan sekedar angan-angan.
3. Terukur, memiliki ukuran-ukuran tertentu untuk menentukan
keberhasilannya.
4. Terbatas waktu, mempunyai batas waktu sebagai target kapan tujuan tersebut
Dalam penetapan tujuan ini terdapat dua pendekatan yang dapat
dilakukan yaitu apa yang disebut dengan pendekatan puncak-bawah (top-down)
atau pendekatan dari atas dan pendekatan bawah-puncak (bottom-up) atau
pendekatan dari bawah. Dengan menggunakan pendekatan dari atas
puncak-bawah (top-down), tujuan dibuat terlebih dahulu oleh manajemen lapisan atas.
Tujuan yan telah dirumuskan di sini kemudian dikaji dan dijabarkan lagi oleh
lapisan manajemen di bawahnya untuk kemudian dirumuskan lagi. Begitu
seterusnya sampai ke lapisan manajemen paling bawah sehingga
memungkinkan didapatkannya konsistensi tujuan akhir.
Berbeda dengan pendekatan dari atas, maka pendekatan dari bawah
merupakan kebalikan dari pendekatan tersebut. Penetapan tujuan dimulai dari
individu-individu pada lapisan manajemen bawah. Kemudian dilakukan
pengkajian terhadap tujuan-tujuan tersebut pada lapisan manajemen di atasnya
untuk dirumuskan dalam suatu tujuan tertentu. Begitu seterusnya sampai
akhirnya mencapai lapisan manajemen puncak (top management), tujuan
tersebut akhirnya terumuskan sebagai kesepakatan bersama. Salah satu hal yang
harus diperhatikan dalam tujuan ini berkenaan dengan tingkatan dalam
organisasi adalah tujuan memiliki hirarki atau tingkatan tertentu pula. Pada
tingkatan organisasi paling atas, dengan kata lain tingkat manajemen puncak,
tujuan bersifat sangat global. Makin ke bawah tingkatan tujuan tersebut makin
terjabarkan sehingga bersifat sangat spesifik dan operasional. Misalkan sebuah
mendatang. Bagi bagian pemasaran, tujuan tersebut dapat dirumuskan lagi
dalam bentuk sasaran penjualan (misalkan dalam rupiah) tahun mendatang yang
harus dicapai. Pada tingkatan di bawahnya lagi tujuan tersebut dijabarkan lagi
dalam penentuan strategi promosi yang harus dilakukan.
3.4.2 Perencanaan
Perencanaan merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan
asumsi-asumsi mengenai keadaan di masa yang akan datang untuk merumuskan
kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya.
Terdapat berbagai bentuk rencana yang pada dasarnya dibedakan
menjadi :
1. Kebijaksanaan (policy),adalah rencana yang menerangkan keseluruhan
batasan kegiatan secara umum dan komprehensif yang menjadi pegangan
dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan.
2. Prosedur,adalah rencana yang menerangkan tindakan-tindakan yang harus
dilakukan untuk menjalankan suatu kegiatan.
3. Metode,adalah rencana yang menerangkan tindakan-tindakan yang harus
dilakukan untuk menjalankan suatu kegiatan.
4. Standard, yaitu suatu gambaran pencapaian yang diharapkan dari
kegiatan-kegiatan yang direncanakan.
5. Anggaran, yaitu rencana mengenai penerimaan dan pengeluaran uang dalam
suatu kegiatan.
6. Program, adalah rencana komprehensif yang menyangkut pemakaian sumber
Di samping itu perencanaan juga dapat dilihat dari sudut jangkauan
waktu atau kurun (horizon) perencanaannya. Ada rencana yang jangkauan
waktunya panjang atau lebih dikenal lagi dengan sebutan rencana janka panjang
(strategis), misalkan rencana untuk 5 tahun mendatang. Di lain pihak ada
rencana yag jangkauan waktunya lebih pendek, misalkan rencana untuk satu
tahun bahkan satu bulan mendatang, yang disebut sebagai rencana operasional
(taktis).
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menyusun perencanaan
secara umum adalah sebagai berikut :
1. Mendefinisikan persoalan yang direncanakan dengan jelas dan baik sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan.
2. Mengumpulkan informasi-informasi yang berkenaan dengan
kegiatan-kegiatan yang mungkin akan terjadi dalam rangka pencapaian tujuan
tersebut.
3. Melakukan analisis terhadap informasi yang dapat dikumpulkan dan
mengklasifikasikannya atas kepentingannya. 4. Menetapkan batasan-batasan perencanaan. 5. Menetapkan alternatif-alternatif rencana.
6. Memilih rencana yang akan dipakai dari alternatif-alternatif yang ada. 7. Menyiapkan langkah-langkah pelaksanaan yang lebih rinci serta
penjadwalan pelaksanaannya.
8. Melakukan pemeriksaan ulang (review) terhadap rencana yang diusulkan
sebelum rencana dilaksanakan.
3.4.3 Staffing
Staffing adalah proses manajemen yang berkenaan dengan pengerahan
organisasi. Pada dasarnya prinsip dari tahapan proses manajemen ini adalah
menempatkan orang yang sesuai pada tempat yang sesuai dan pada saat yang
tepat (right people, right position, right time).
Sebelum mencari orang untuk ditempatkan dalam satu posisi tertentu
maka terlebih dahulu ditetapkan struktur organisasi yang akan dipakai.
Masing-masing posisi pada organisasi tersebut kemudian harus dijelaskan lingkup
tugas, tanggung jawab, dan keahlian serta keterampilan yang diisyaratkan yang
dikenal sebagai uraian jabatan (job description) dan persyaratan jabatan (job
requirement). Berdasarkan kedua hal inilah baru dilakuan proses staffing
tersebut. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam tahapan staffing, yaitu :
1. Perencanaan sumber daya manusia, yaitu tahapan penentuan akan kebutuhan
tenaga kerja dalam suatu organisasi dengan mempertimbangkan rencana
organisasi seperti pengembangan yang akan dilakukan di samping juga
mempertimbangkan faktor luar seperti kondisi pasar tenaga kerja.
2. Pengerahan tenaga kerja (recruitment), yang dapat berasal dari pasar tenaga
kerja maupun berasal dari promosi dalam organisasi itu sendiri.
3. Seleksi, yaitu proses pemilihan tenaga kerja yang sesuai dengan posisi yang
akan diisi dari sekumpulan orang yang didapat dari proses pengerahan
tenaga kerja.
4. Pelatihan (training), setelah didapatkan orang yang sesuai untuk satu posisi
tertentu, maka langkah berikutnya adalah melakukan pelatihan bagi orang
5. Penilaian kinerja (performance appraisal) setiap tenaga kerja yang ada untuk
melihat kemungkinan promosi, mutasi, atau bahkan mungkin pemberian
hukuman, setelah jangka waktu tertentu (secara berkala).
3.4.4 Pengaturan
Pengaturan (directing) adalah usaha untuk memobilisasi sumber-sumber
daya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat bergerak dalam satu kesatuan
sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dalam tahapan proses ini terkandung
usaha-usaha bagaimana memotivasi orang agar dapat bekerja dengan baik,
bagaimana proses kepemimpinan yang memungkinkan pencapaian tujuan serta
dapat memberikan suasana hubungan kerja yang baik, dan bagaimana
mengkoordinasi orang-orang dan kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi.
Pada dasarnya dalam bekerja orang memiliki motivasi yang
berbeda-beda. Apabila motivasi ini dapat dikenali dan kemudian dirangsang dengan
tepat maka bisa diharapkan orang tersebut akan memiliki kinerja yang baik.
Proses kepemimpinan yang baik harus memperhatikan aspek motivasi tersebut.
Aspek lain yang sangat penting dalam pengaturan adalah koordinasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan koordinasi antara lain
adalah sebagai berikut :
1. Rentang kendali (span of control) yaitu banyaknya orang yang masih dapat
dikendalikan oleh seseorang secara efektif. Pada dasarnya makin banyak
bawahan yang harus dikendalikan maka koordinasi yang semakin sulit.
mempengaruhi kemampuan tersebut.
2. Hirarki organisasi sesedikit mungkin sehingga perintah atau informasi
jangan sampai terlambat atau menyimpang.
3. Adanya kesatuan komando.
3.4.5 Pengawasan
Pengawasan (supervising)didefinisikan sebagai interaksi langsung antar
individu-individu dalam suatu organisasi untuk mencapai kinerja serta tujuan
organisasi tersebut. Berkenaan dengan tahapan proses ini perlu dikenal adanya
suatu kondisi tertentu dalam organisasi yaitu fenomena kelompok formal dan
informal dalam suatu organisasi. Kelompok formal adalah kelompok yang
dapat dilihat pada struktur organisasi resmi yang dibentuk oleh manajemen
untuk melaksanakan suatu tugas atau kegiatan tertentu. Namun demikian dapat
timbul suatu kelompok informal yang berbeda dengan kelompok formal.
Kelompok ini bisa membentuk struktur yang kuat dengan pemimpin sendiri
serta mungkin aturan-aturan sendiri pula.
Kelompok informal ini bisa mendukung organisasi tetapi juga bisa
menghambat organisasi. Tahapan pengawsan ini harus bisa mengatasi
kemungkinan hambatan dari kelompok informal ini. Bagaimana menjaga
hubungan antar individu dan juga antar kelompok formal-informal harus
dilakukan dengan baik.
Pengendalian adalah proses penetapan apa yang telah dicapai, yaitu
proses evaluasi kinerja, dan jika diperlukan dilakukan perbaikan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan. Kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan
kegiatan perencanaan sebab pada kegiatan pengendalian inilah dilihat apakah
yag direncanakan tersebut dapat dicapai atau tidak.
Proses pengendalian tersebut dapat diterangkan sebagai berikut :
1. Sebagai langkah pertama dilakukan pengukuran terhadap kinerja yang telah
ditampilkan dalam selang waktu pengendalian tertentu.
2. Kemudian hasil yang dicapai tersebut dibandingkan dengan standard yang
telah ditetapkan dalam rencana untuk menentukan
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
3. Apabila penyimpangan-penyimpangan yang terjadi masih berada dalam
batasan-batasan yang diijinkan dalam rencana maka proses manajemen terus
dilakukan, jika tidak maka harus dilakukan perbaikan-perbaikan terhadap
rencana yang telah dibuat sehingga proses manajemen berulang kembali.
3.5 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen sumber daya manusia pada suatu perusahaan tambang
meliputi aktivitas administrasi, perawatan, dan pengaturan pekerja. Manajemen
sumber daya manusia bukan persoalan yang sederhana pada pengembangan dan
penerapan kebijakan serta prosedur, tetapi persoalan pekerjaan dimana pekerja
pada pekerja sebagai individu, kepuasan pekerja, komunikasi, motivasi, dan
produktivitas. Manajemen sumber daya manusia memiliki beberapa fungsi antara
lain: Rekrutmen dan seleksi, Kompensasi, Pelatihan dan pengembangan, Ukuran
performa, Komunikasi dan Hubungan kesatuan manajemen
Fungsi-fungsi di atas berhubungan satu dengan yang lainnya.Sumber
daya manusia merupakan salah satu elemen organisasi yang paling dinamis dan
kompleks. Hal ini terlihat dari usaha yang dilakukan oleh manusia dari waktu ke
waktu untuk menanggapi lingkungannya dan mempertahankan eksistensinya.
Perilaku manusia di dalam organisasi dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pribadi
pekerja itu sendiri, serta situasi dan kondisi saat itu. Perilaku yang muncul
merupakan hasil interaksi dari faktor-faktor tersebut.
Pengelolaan sumber daya manusia di dalam organisasi terdiri atas
fungsi-fungsi berikut :
1. Pengadaan personil
2. Pengembangan personil melalui pelatihan dan pendidikan
3. Pemberian imbalan
4. Integrasi personil ke dalam organisasi
5. Pemeliharaan terhadap personil yang ada
6. Pemberhentian personil
Manajemen personalia adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengendalian dari fungsi-fungsi pengadaan, pengembangan,
rangka mencapai tujuan individu pekerja, tujuan organisasi, serta tujuan sosial
3.5.1 Analisa Jabatan
Analisa jabatan adalah suatu studi yang mendalam dan mendetail
terhadap semua jabatan dalam organisasi untuk mendapatkan informasi tentang
kerja yang dilakukan, kondisi kerja dan persyaratan kualitas individu yang
mengerjakannya atau suatu proses untuk mempelajari dan mengumpulkan
informasi yang berhubungan dengan berbagai operasi dan kewajiban suatu
jabatan. Analisa jabatan mencakup dua elemen utama yaitu uraian jabatan (job
description) dan spesifikasi jabatan (job specification).
Uraian jabatan adalah gambaran informasi yang disusun secara
sistematis, yang menguraikan tentang pekerjaan yang dilakukan, tanggung
jawab sehubungan dengan pekerjaan, keterampilan dan latihan yang diperlukan,
jenis orang dan pendidikan yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut atau bisa
juga didefinisikan sebagai ikhtisar fakta-fakta yang didapat dari analisa jabatan
di dalam suatu susunan yang sistematis dan tertulis, serta merupakan
dokumentasi yang memuat garis-garis besar atau fakta-fakta utama jabatan
secara individual.
Spesifikasi jabatan adalah elemen analisa jabatan yang menyebutkan
satu persatu persyaratan pribadi seseorang pemegang jabatan, pengalaman,
pendidikan, keterampilan dan pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang untuk
mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik.
Dengan melakukan analisa jabatan maka kita dapat menetapkan
1. Pengadaan tenaga kerja dan seleksi
Spesifikasi jabatan merupakan standar personalia yang akan dipakai sebagai
pembanding terhadap para pelamar dan spesifikasi jabatan dapat digunakan
dalam menentukan prosedur seleksinya.
2. Induksi
Dengan adanya uraian jabatan yang jelas akan sangat membantu dalam
memberikan pengarahan tentang pekerjaan dan tugas-tugas yang harus
dilakukan kepada karyawan baru.
3. Latihan (training)
Dengan adanya uraian jabatan dan spesifikasi jabatan dapat direncanakan
program latihan bagi karyawan sesuai dengan kebutuhannya.
4. Perupahan
Analisa jabatan merupakan dasar dari sistem penilaian jabatan yang akan
menentukan struktur dan sistem perupahan.
5. Penilaian dan pengukuran hasil kerja
Dalam uraian jabatan ditunjukkan sasaran yang hendak dicapai dalam
pengerjaan tugas-tugas. Berdasarkan hal ini dapat dilakukan penilaian
terhadap hasil/prestasi karyawan.
6. Promosi dan mutasi karyawan
Dengan memperhatikan informasi yang dihasilkan dari analisa jabatan maka
dapat hasil kerja/ prestasi karyawan dapat diketahui dan dinilai.
Dengan adanya uraian jabatan yang jelas untuk tiap-tiap jabatan maka
terjadinya dualis pekerjaan dapat dihindari.
8. Konsultasi
Karyawan yang tidak merasa cocok dengan pekerjaan sebelumnya dapat
ditempatkan pada jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.
3.5.2 Pengadaan Personil
Pengadaan personil merupakan perencanaan sumber daya yang
menyangkut komposisi (jenis dan jumlah) personil yang dibutuhkan oleh
organisasi. Dalam perencanaan tersebut dikumpulkan data tentang pekerjaan
dan dianalisis untuk :
1. Keperluan rekrutmen dan seleksi
2. Menentukan besarnya upah
3. Perancangan jenjang karir
4. Menetapkan beban kerja yang sesuai
5. Menilai efektivitas program seleksi dan pelatihan
Rekrutmen tenaga kerja yang memenuhi kriteria perusahaan dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu mencari tenaga kerja baru dari luar atau
menggunakan tenaga kerja yang sudah ada di perusahaan. Keuntungan yang
diperoleh perusahaan yang menggunakan tenaga kerja yang sudah ada adalah:
1. Memungkinkan terjadinya proses transfer dan promosi
3. Kemampuan para calon pegawai dapat diketahui melalui catatan kerja yang
ada di perusahaan
Rekrutmen tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan biasanya
dilakukan dengan cara :
1. Melakukan pemasangan iklan
2. Melalui biro tenaga kerja
3. Rekomendasi dari pegawai yang sudah ada
4. Sekolah atau perguruan tinggi
5. Persatuan buruh
6. Pelamar biasa
Seleksi tenaga kerja dapat dilakukan dengan melakukan wawancara
terhadap pelamar kerja dan bila diperlukan dilakukan beberapa tes untuk dapat
mengetahui kemampuan dan bakat pelamar tersebut.
3.5.3 Pengembangan Personil
Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
dalam suatu organisasi adalah dengan mengadakan suatu program pelatihan
bagi pekerja baru maupun yang sudah lama sesuai dengan kebutuhan organisasi
tersebut. Penentuan kebutuhan program pelatihan dilakukan melalui prosedur
sebagai berikut : Penilaian prestasi (performance appraisal), Analisa persyaratan
jabatan, Analisa organisasi dan Survey personil
Salah satu contoh pelatihan yang biasa dilakukan oleh perusahaan
keselamatan kerja merupakan tanggung jawab utama manajemen dalam
melaksanakan program pencegahan kecelakaan. Sebuah teori yang populer
menyebutkan bahwa untuk mempelajari suatu kebiasaan baru ataupun
meninggalkan kebiasaan lama akan memerlukan waktu tujuh tahun. Artinya
pelatihan sangat penting bagi pekerja baru terutama dalam mengubah kebiasaan
mereka.
3.5.4 Mutasi dan Promosi
Selain program pelatihan dan pendidikan, mekanisme lain yang
termasuk dalam pengembangan personil adalah alih jabatan (mutasi) dan
promosi. Pelaksanaan mutasi harus dilakukan antar karyawan dari suatu
pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat atau sejajar. Maksudnya
adalah untuk mendapatkan “orang yang tepat pada tempat yang tepat”.
Promosi adalah kegiatan pemindahan karyawan dari suatu jabatan
kepada jabatan lain yang lebih tinggi. Syarat-syarat yang harus
dipertimbangkan sebagai dasar untuk melakukan promosi karyawan
diantaranya adalah : Pengalaman, Tingkat pendidikan, Loyalitas, Kejujuran,
Tanggung jawab, Kepandaian bergaul, Prestasi kerja dan Inisiatif dan
kreativitas
3.5.5 Pemberian Imbalan (Kompensasi)
Pemberian imbalan atau kompensasi merupakan suatu bentuk
penghargaan atas jerih payah seseorang selama bekerja. Kompensasi dapat
yang dapat dinilai dengan uang. Tujuan dari pemberian imbalan (kompensasi)
adalah :
1. Sebagai daya tarik perusahaan bagi pekerja yang kompeten
2. Untuk memotivasi pekerja agar dapat memberikan hasil kerja yang terbaik
3. Untuk menghargai pengabdian pekerja selama periode tertentu
3.5.6 Integrasi Personil
Kemampuan pekerja untuk dapat bekerja sesuai dengan keinginan organisasi
dimana ia bekerja sebagian besar ditentukan oleh kemampuan pihak
manajemen dalam mengintegrasikan berbagai kepentingan dan kebutuhan
pekerja dengan tujuan-tujuan organisasi yang hendak dicapai. Dengan demikian
performansi pekerja yang tercermin dari perilakunya sehari-hari akan
dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari diri pekerja yang bersangkutan,
lingkungan serta situasi dan kondisi yang terjadi pada saat itu.
Hal-hal yang menyangkut diri pekerja berkenaan dengan konsep-konsep
psikologi manusia, konsep kebutuhan manusia, dan teori motivasi. Sedangkan
faktor yang berasal dari lingkungan organisasi diantaranya adalah masalah
kepemimpinan (leadership). Setiap manager memiliki cara memimpin
(leadership style) masing-masing. Mereka dapat memilih cara yang paling tepat
dalam memimpin ataupun mengarahkan bawahannya (personal ataupun
kelompok).
Mempertahankan dan meningkatkan kondisi di mana para pekerja
mampu dan mau menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan kebutuhan
organisasi merupakan inti permasalahan pemeliharaan personil. (11)Salah satu
cara untuk memelihara sikap para personil agar sesuai dengan yang diinginkan
adalah dengan melakukan komunikasi dan penyuluhan. Berbagai penelitian
yang telah dilakukan oleh para ahli membuktikan bahwa komunikasi
memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen sumber daya
manusia.
Suatu komunikasi disebut efektif bila pendengar/penerima berita dapat
menangkap dan menginterpretasikan ide yang disampaikan oleh pembicara
secara persis sama seperti apa yang dimaksudkan oleh pembicara/pengirim
berita tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengupayakan
efektivitas komunikasi yaitu :
1. Kepekaan pembicara terhadap orang yang diajak berkomunikasi
2. Pemilihan saat yang tepat untuk menyampaikan berita
3. Pemilihan saluran (media) komunikasi yang tepat
4. Pemilihan simbol yang tepat (suara, huruf, angka, gambar, isyarat, dll)
5. Perhatian pada isyarat-isyarat non-verbal
6. Penggunaan umpan balik
3.5.8 Pemberhentian Personil
Pemutusan hubungan kerja terjadi jika salah satu pihak (karyawan atau
tetap dipertahankan. Organisasi yang melakukan pemutusan hubungan kerja
terhadap salah satu personilnya harus bertanggung jawab terhadap proses
pemutusan hubungan kerja tersebut. Dalam prakteknya, proses pemutusan
hubungan kerja ini dapat terjadi atas kehendak dari pihak karyawan. Kerugian
yang diderita oleh perusahaan akibat adanya pegawai yang mengundurkan diri
di antaranya adalah :
1. Biaya untuk mengontrak pekerja baru termasuk waktu dan fasilitas yang
digunakan untuk rekrutmen, wawancara dan pemeriksaan
2. Biaya pelatihan, termasuk waktu yang digunakan oleh supervisor, personalia
dan departemen pelatihan
3. Bayaran yang diberikan kepada orang yang masih dalam pelatihan adalah
melebihi hasil yang dapat diberikannya
4. Tingkat kecelakaan pekerja baru biasanya lebih tinggi
5. Hilangnya produksi pada selang waktu pergantian pekerja lama dan baru
6. Alat-alat produksi tidak dipakai sepenuhnya selama proses pencarian pekerja
baru dan pada saat pelatihan.
3.6 PENGERTIAN ORGANISASI
Beberapa pengertian organisasi adalah sebagai berikut:
1. John M Gaus : Tata hubungan antara orang untuk dapat mencapai tujuan
2. John D Millet : Kerangka struktur dimana pekerjaan dari banyak orang
dilakukan guna mencapai tujuan bersama, sedemikian sehingga merupakan
suatu sistem penugasan pekerjaan diantara kelompok orang melalui tahapan
tertentu.
3. Paul R Lawrence & Jay W Lorsh : Koordinasi dari bermacam-macam aktifitas
penyumbang (contributor) individual untuk menjalankan transaksi-transaksi
yang telah direncanakan dengan lingkungannya.
Gambar 3.1 Definisi Organisasi P R Lawrence dan J W Lorsh
3.7 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi merupakan susunan yang terdiri dari fungsi-fungsi dan
hubung-hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk mencapai suatu
sasaran. Secara fisik struktur organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk
gambaran grafik (bagan) yang memperlihatkan hubungan unit-unit organisasi
dan garis-garis wewenang yang ada.
Penggambaran organisasi dalam satu bagan merupakan suatu hasil
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan bagan organisasi
adalah sebagai berikut :
1. Bagan organisasi dapat memperlihatkan karakteristik utama perusahaan yang
bersangkutan.
2. Bagan organisasi dapat memperlihatkan gambaran pekerjaan dan
hubungan-hubungan yang ada di dalam perusahaan.
3. Bagan organisasi dapat digunakan untuk merumuskan rencana kerja yang
ideal sebagai pedoman untuk mengetahui siapa bawahan dan atasan.
Bagan struktur organisasi biasanya disusun secara piramidal, di bagian
atas menyempit sedang di bagian bawah melebar. Bagan tersebut
memperlihatkan tingkatan-tingkatan yang ada dalam perusahaan, dan
pendelegasian wewenang yang digambarkan dengan garis lurus sedangakan
koordinasi pekerjaan digambarkan dengan garis putus-putus.
3.8 BENTUK BENTUK ORGANISASI
Berdasarkan strukturnya, bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
3.8.1 Organisasi Garis
Organisasi garis merupakan bentuk organisasi tertua dan paling
sederhana. Organisasi dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya
merupakan pimpinan tertinggi yang mempunyai hubungan langsung dengan
bawahan. Di sini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang
bawah dengan pendelegasian yang tegas melalui jenjang hirarki yang ada.
Bentuk organisasi garis dapat dilihat pada Gambar 3.2.
Gambar 3.2 Bagan Organisasi Garis 3.8.2 Organisasi Garis dan Staf
Dalam organisasi ini terdapat dua kelompok orang-orang yang
berpengaruh di dalam menjalankan organisasi, yaitu:
1. Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau lini.
2. Orang yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran pada unit
operasional. Orang-orang tersebut disebut staf. Didalam organisasi garis dan staf :
1. Terdapat spesialisasi yang beraneka ragam yang dipergunakan secara
maksimal.
2. Dalam melaskanakan pekerjaannya, anggota garis atau lini dapat meminta
pengarahan serta informasi dari staf.
3. Pengarahan yang diberikan staf dapat dijadikan pedoman bagi pelaksana. 4. Staf mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan pekerjaan.
3.8.3 Organisasi Fungsional
Organisasi fungsional adalah bentuk organisasi yang mendasarkan
pembagian tugas serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh
pejabat-pejabatnya. Organisasi yang berbentuk fungsional tidak terlalu menekankan
pada hirarki struktural, tetapi lebih pada sifat dan macam fungsi yang perlu
dijalankan.
Dalam organisasi seperti ini seorang bawahan dapat menerima beberapa
instruksi dari beberapa pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada
masing-masing pejabat yang bersangkutan. Bentuk organisasi fungsional dapat
dilihat pada Gambar 3.4.
Gambar 3.4 Bagan Organisasi Fungsional. 3.8.4 Organisasi Komite/Panitia
Pendapat dari sekumpulan orang biasanya akan lebih baik dari pada
hasil pemikiran satu orang. Cara yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama
dari kelompok orang adalah dengan membentuk satu kelompok tetap yang
disebut komite.
Komite adalah suatu badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang
diberi kekuasaan tertentu dan dengan berunding mereka dapat membuat
keputusan bersama-sama. Dengan adanya komite, diharapkan akan dapat
dihindari hambatan-hambatan yang timbul akibat adanya perintah-perintah
yang simpang siur antara pimpinan yang setingkat. Komite dapat dibagi atas 4 (empat) macam, yaitu :
a. Komite yang mempunyai kekuasaan penuh untuk bertindak (biasanya
terdapat pada tingkat-tingkatan institusional).
b. Komite yang tidak mempunyai kekuasaan, tetapi mempunyai hak untuk
menolak (hak veto). c. Komite penasehat.
d. Komite pendidikan yang merupakan kelompok diskusi.
3.9 Organisasi Tambang
Organisasi dalam dunia tambang tidak berbeda jauh proses pembentukan
dan strukturalnya mungkin yang membedakan dari sistem yang lain adalah
bahwa dalam organisasi tambang telah dominan pada bidang operasional
lapangan. Keragaman jenis perusahaan di dunia pertambangan mengakibatkan
konsumsi terhadap sumber daya manusia yang sibutuhkan beragam, tergantung
daripada jenis perusahaan yang ada. Pembagian jenis perusahaan dari segi bidang
usaha adalah:
a. Perusahaan jasa, contohnya: Radio, Video rental, Biro perjalanan dan
lain-lain.
b. Perusahaan dagang, contohnya: Toko, Supermarket, Grosir dan lain-lain.
c. Perusahaan Industri, Contohnya: Pabrikasi. Pertambangan, Kerajinan,
Preservasi dan Perakitan
Secara umum kebutuhan personil perusahaan dapat diurut mulai dewan
komisaris, direksi, sekertaris, keuangan, divisi/bagian beserta staff.
Superitenden/supervisor/seksi beserta staff, pengawas/moderator, dan operator.
Sementara untuk tenga staff, jumlah tenga kerja cukup dengan
memeriksa jabatan-jabatan kosong. Untuk tenaga operasional, perlu dihitung
terlebih dahulu berdasarkan beban kerja yang ada. Dengan memperhitungkan
absensi dan perputaran tenaga kerja yang ada (sebagai cadangan) maka akan
diperoleh angka jumlah tenaga kerja operasionala yang diperlukan.
Contoh kasus :
Jumlah beban tenaga kerja perbulan : 1000 unit produk
Kemampuan kerja perorangan perbulan : 10 unit
Angka absensi rata-rata sebulan : 5%
Angka perputaran tenaga kerja rata-rata/bulan : 2%
Kebutuhan tenaga kerja perbulan adalah:
Kebutuhan tenaga kerja untuk pelaksanaan kegiatan kerja (work load analysis)
adalah:
Beban kerja/bulan Kemampuan/orang=
1000unit
Mengingat kenyataan tenaga kerja yang absen dan sering juga ada yang
keluar, maka diperlukan cadangan tenaga kerja guna menjamin target kegiatan
kerja tercapai, sehingga kebutuhan sesungguhnya (work force analysis) adalah:
100 orang + (5% + 2%) = 107 orang.
Job Description
Job deskripsi/deskripsi jabatan merupakan hasil dari analisa jabatan. Manfaat
deskripsi jabatan dalam organisasi adalah memberikan pedoman bagi setiap
pejabat akan fungsi jabatannya, perincian tugas, wewenang,tanggung
jawab,maupun hubungan-hubungan antar jabatan.
Pada sebuah perusahaan tambang besar biasanya sudah menggunakan
manajemen modern yang antara lain strukturalnya (urutan dari paling bawah
hingga keatas)
A. DEWAN DIREKSI
Dewan Direksi adalah merupakan beberapa orang pemegang saham
perusahaan yang biasanya di pimpin oleh seorang presiden direktur. Dan
mereka berkoordinasi kebawah melalui seorang General Meneger untuk
meminta laporan jalannya perusahaan.
B. GENERAL MANAGER
General Meneger adalah merupakan pimpinan perusahaan yang menentukan
arah, strategi perusahaan, dan membawahi beberapa senior manager
Senior Manager membawahi beberapa manager yaitu;
1. Senior Manager Produksi
2. Senior Manager Administrasi Perusahaan
D. MANAGER
Manager adalah merupakan orang yang memimpim pada
bidang-bidang tertentu dan fungsi utama adalah menyusun rencana dalam pengolahan
faktor-faktor operasional yang menjadi tanggung jawabnya.
Manager membawahi beberapa orang asisten manager (super intenden), yang
diberi kewenangan pada setiap unitnya.
E. ASISTEN MANAGER
Asisten Manager adalah sebagai wakil dari manager sehingga
tugasnya adalah menguraikan gagasan dan garis-garis dasar kebijaksanaan
dan teknik pengusahaan kedalam suatu rencana kerja dan pelaksanaannya.
Kemudian juga memberikan instruksi kepada pengawas (supervisor) dan
memantau operasional penambangan secara tidak langsung.
F. SUPERVISOR
Supervisor adalah sebagai pengawas langsung atau inspeksi pada
jangaka waktu berkala dan sebagai perantara antara pelaksana dan pimpinan
G. FOREMAN
Foreman adalah sebagai mandor yang selalu berada di lapangan untuk
mengawasi produksi perusahaan.
H. OPERATOR
Operator adalah sebagai tenaga terlatih yang mampu mengoperasikan
alat tertentu dangan efektif serta efisien.
Biasanya dari mulai asisten manager hingga kebagian direksi juga
memiliki jajaran staff pada masing-masing bagiannya yang terdiri dari
sekertaris, juru ketik, keuangan, pesuruh dan lain-lain.
Secara singkat manajemen organisasi tambang adalah seperti diuraikan
diatas namun pada setiap pembentukan struktur pelaksana perusahaan
tambang harus disesuaikan dengan besar kecilnya perusahaan itu sendiri,
sehingga akumulasi personil yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan dan