• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Alat Kontrol Larutan Penyangga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Alat Kontrol Larutan Penyangga"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Achmad Ari Wibowo
  • Pengajar:
    • Ir. Syahrul, M.T
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Sistem Komputer
  • Topik: Perancangan Alat Kontrol Larutan Penyangga
  • Tipe: Tugas Akhir
  • Tahun: 2015
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya larutan penyangga dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam industri kimia dan laboratorium. Proses manual dalam pembuatan larutan penyangga sering kali tidak efisien, sehingga penelitian ini bertujuan untuk merancang alat otomatis yang menggunakan mikrokontroler untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi. Penelitian ini diharapkan dapat membantu para pekerja laboratorium dalam memproduksi larutan penyangga secara lebih cepat dan akurat.

1.1 Latar Belakang

Larutan penyangga memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas pH dalam berbagai proses kimia. Penelitian ini berfokus pada pengembangan alat kontrol larutan penyangga yang memanfaatkan teknologi mikrokontroler untuk menggantikan metode manual yang kurang efisien. Dengan alat ini, diharapkan proses pembuatan larutan penyangga dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga aspek utama: perancangan mekanik dan perangkat keras untuk pembuatan larutan penyangga, pengembangan perangkat lunak untuk mengontrol pompa dan sensor, serta antarmuka pengguna yang memudahkan input dan output data melalui smartphone. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan alat yang efisien dan user-friendly.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat yang dapat memproduksi larutan penyangga dengan cepat dan akurat. Tujuannya meliputi peningkatan efisiensi dalam pembuatan larutan, kemudahan penggunaan bagi pengguna awam, dan fleksibilitas pengendalian alat secara nirkabel melalui smartphone.

1.4 Batasan Masalah

Batasan dalam penelitian ini mencakup fokus pada larutan penyangga sitrat, dengan pengujian pH dalam rentang 3 hingga 6 dan volume maksimum 1 liter. Selain itu, alat ini hanya menggunakan mikrokontroler Atmega328 dan bahasa pemrograman Arduino, serta komunikasi nirkabel menggunakan modul Wi-Fi ESP8266.

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, yang meliputi studi literatur, wawancara, dan pengujian sistem. Proses ini bertujuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk merancang dan menguji alat kontrol larutan penyangga secara efektif.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi beberapa bab, dimulai dengan pendahuluan yang menjelaskan latar belakang dan tujuan penelitian, diikuti dengan teori pendukung, perancangan sistem, hasil pengujian, dan diakhiri dengan kesimpulan serta saran untuk penelitian selanjutnya.

II. TEORI PENUNJANG

Bagian ini membahas konsep-konsep dasar yang mendukung penelitian, termasuk larutan penyangga, pH, dan teknologi yang digunakan dalam alat. Pemahaman teori ini penting untuk mendasari pengembangan alat yang efisien dan akurat.

2.1 Larutan Penyangga

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu meskipun ada penambahan asam atau basa. Konsep ini sangat penting dalam banyak aplikasi kimia, termasuk dalam pengendalian proses di laboratorium. Larutan penyangga asam dan basa memiliki peranan masing-masing dan dibentuk melalui reaksi antara asam lemah dan basa konjugatnya.

2.2 Teori Dasar pH

pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan. Nilai pH berkisar antara 0 hingga 14, di mana pH 7 adalah netral. Pemahaman tentang pH sangat penting dalam konteks larutan penyangga, karena alat yang dirancang bertujuan untuk mengontrol dan memproduksi larutan dengan pH tertentu.

2.3 Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah komponen utama dalam alat ini, berfungsi sebagai otak dari sistem. Mikrokontroler ATmega328 yang digunakan memiliki arsitektur Harvard dan kemampuan untuk mengendalikan berbagai perangkat input/output, sehingga dapat mengatur proses pembuatan larutan penyangga secara otomatis.

2.4 Sensor

Sensor pH dan sensor aliran air (flow meter) adalah komponen penting dalam sistem. Sensor pH mengukur nilai pH larutan, sedangkan sensor aliran air mengukur volume larutan yang dipompa. Kedua sensor ini memberikan data yang diperlukan untuk pengendalian yang tepat oleh mikrokontroler.

2.5 Nirkabel

Teknologi nirkabel, khususnya Wi-Fi, digunakan untuk komunikasi antara alat dan smartphone. Modul Wi-Fi ESP8266 memungkinkan pengiriman data secara real-time, sehingga pengguna dapat memantau dan mengontrol proses pembuatan larutan penyangga dari jarak jauh.

2.6 Android

Sistem operasi Android digunakan sebagai platform untuk aplikasi yang mengontrol alat. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan parameter seperti pH dan volume larutan, serta menerima hasil pengukuran pH secara langsung. Antarmuka yang user-friendly meningkatkan kemudahan penggunaan alat.

III. PERANCANGAN SISTEM

Bagian ini menjelaskan rancangan sistem secara keseluruhan, termasuk perangkat keras, mekanik, dan perangkat lunak. Penjelasan rinci tentang setiap komponen dan interaksinya memberikan gambaran jelas tentang cara kerja alat.

3.1 Rancangan Perangkat Keras

Rancangan perangkat keras meliputi semua komponen fisik yang diperlukan untuk mengendalikan dan memonitor larutan penyangga. Diagram blok sistem menunjukkan hubungan antara smartphone, mikrokontroler, pompa, dan sensor, serta alur komunikasi data antar perangkat.

3.2 Rancangan Mekanik

Desain mekanik alat dikembangkan untuk memastikan semua komponen dapat berfungsi dengan baik. Spesifikasi ukuran dan penempatan komponen penting untuk efisiensi dan kemudahan penggunaan. Rancangan ini mencakup penempatan sensor, pompa, dan indikator pada alat.

3.3 Rancangan Perangkat Lunak

Perangkat lunak mikrokontroler berfungsi untuk mengendalikan pompa dan sensor, serta mengelola komunikasi dengan aplikasi Android. Diagram alir menunjukkan proses pengendalian motor pompa dan prosedur parameter pH, sedangkan aplikasi Android memberikan antarmuka pengguna untuk interaksi.

IV. HASIL PENGUJIAN DAN ANALISA

Bagian ini menyajikan hasil pengujian sistem yang dilakukan untuk memastikan bahwa alat berfungsi sesuai harapan. Pengujian dilakukan untuk setiap komponen dan keseluruhan sistem, dengan analisis terhadap hasil yang diperoleh.

4.1 Pengujian Sensor Flow meter

Pengujian sensor flow meter dilakukan untuk mengukur akurasi aliran larutan. Hasil pengujian menunjukkan adanya selisih antara hasil pengukuran dan volume yang diinginkan, dengan tingkat kesalahan yang terukur. Data ini penting untuk menilai performa sistem secara keseluruhan.

4.2 Pengujian Sensor pH

Sensor pH diuji untuk memastikan keakuratannya dalam mengukur pH larutan. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil sensor pH dengan larutan standar. Hasil menunjukkan bahwa sensor pH memberikan pembacaan yang konsisten dan dapat diandalkan dalam rentang yang diuji.

4.3 Pengujian Modul WiFi 8266

Modul WiFi diuji untuk memastikan komunikasi antara mikrokontroler dan smartphone berjalan lancar. Pengujian ini melibatkan pengiriman dan penerimaan data secara nirkabel, dan hasilnya menunjukkan bahwa modul WiFi dapat berfungsi dengan baik dalam kondisi yang diuji.

4.4 Pengujian sistem

Pengujian sistem secara keseluruhan dilakukan untuk menilai integrasi antara semua komponen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat dapat memproduksi larutan penyangga sesuai dengan parameter yang dimasukkan oleh pengguna, serta memberikan hasil yang akurat.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut. Kesimpulan merangkum pencapaian penelitian dan manfaat alat yang dirancang, sedangkan saran berfokus pada perbaikan dan pengembangan alat di masa depan.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah alat kontrol larutan penyangga yang dirancang telah berhasil berfungsi dengan baik. Alat ini dapat memproduksi larutan penyangga dengan akurasi tinggi dan efisiensi waktu, serta memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengontrol proses melalui smartphone.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pengujian lebih lanjut dengan variasi larutan penyangga lainnya dan memperbaiki sistem pengukuran untuk meningkatkan akurasi. Selain itu, pengembangan antarmuka pengguna yang lebih intuitif dapat meningkatkan pengalaman pengguna.

Referensi Dokumen

  • Penuntun Kimia Dasar : Kimia Larutan ( Achmad, H. )
  • Arduino Board ProMini ( Arduino.cc )
  • Perubahan pH saliva setelah mengkonsumsi minuman isotonik dan minuman produk olahan susu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatra Utara ( Armand, A. )
  • ATmega48A/PA/88A/PA/168A/PA/328/P datasheet ( Atmel )
  • Electrochemical Methods: Fundamentals and Applications ( Bard, A. J. & Faulkner, L. R. )

Gambar

Gambar 2.1 Peta konsep larutan penyangga
Gambar 2.2 Arsitektur ATmega328
gambar 2.3 ditunjukkan sebuah konfigurasi pin ATmega 328
Tabel 2.4 Pin konfigurasi input output arduino promini
+7

Referensi

Dokumen terkait