• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Eksperimen Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education Dan Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Ditinjau Dari Motivasi Belajar Pada Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun 2016/2017.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Eksperimen Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education Dan Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Ditinjau Dari Motivasi Belajar Pada Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun 2016/2017."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Hasil belajar matematika merupakan salah satu ilmu terapan yang sangat penting. Kemampuan matematika dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Supriyono (dalam Thobroni, 2016: 20) Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Sedangkan menurut Susanto (2013: 5), hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Untuk mengetahui kemampuan yang telah dicapai oleh siswa dapat diketahui melalui evaluasi.

Dapat kita simpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu capaian yang siswa dapatkan dari suatu proses masukan (input) dan hasilnya suatu keluaran (output) berupa perubahan tingkat pemahaman siswa. Untuk memperoleh hasil belajar dilakukan suatu penilaian sebagai tindak lanjut dari proses pembelajaran.

Sampai saat ini hasil belajar matematika yang dicapai oleh siswa masih tergolong rendah dan cenderung belum sesuai dengan harapan. Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) melaporkan bahwa pada tahun 2007 Indonesia berada di posisi 36 dari 49 negara peserta dengan skor 397 yang berada signifikan di bawah rata-rata internasional. Hal tersebut juga diperkuat dengan hasil UN SMA tahun 2016 yang mengalami penurunan. Menurut Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) bahwa nilai rata-rata UN mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 6,9 menjadi 55,3. Sedangkan secara lokal di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar nilai rata-rata UN Matematika tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

(2)

2

Faktor yang bersumber dari siswa adalah motivasi belajar dan minat belajar. Menurut Lestari (2015:93), motivasi belajar adalah suatu daya, dorongan atau kekuatan, baik yang datang dari diri sendiri maupun dari luar yang mendorong peserta didik untuk belajar. Oleh sebab itu, motivasibelajar terhadap suatu pelajaran akan mempengaruhi proses belajar. Peserta didik akan mengalami kesulitan belajar ketika tidak memiliki motivasi terhadap suatu mata pelajaran.

Faktor yang bersumber dari guru yaitu 1) Pendekatan pembelajaran yang kurang inovatif. 2) Metodenya belum variasi, hal ini menunjukkan metode guru yang masih sempit, tidak mempunyai kecakapan yang lain dalam hal penguasaan kelas. 3) Pembelajarannya abstrak sehingga anak tidak ada aktivitas. 4) Belum menggunakan alat peraga yang memiliki tujuan sangat penting dalam proses pembelajaran. Dari faktor-faktor tersebut tidak mustahil timbul kesulitan belajar yang mengakibatkan hasil belajar yang rendah dan tidak sesuai dengan harapan.

Disamping faktor-faktor tersebut, rendahnya hasil belajar matematika juga belum diselesaikan oleh hasil-hasil penelitian terdahulu secara optimal. Hasil penelitian pada artikel yang berjudul “Penerapan Realistic Mathematic Education (RME) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Materi Segitiga Kelas

VII-H SMP Negeri 7 Malang” menyatakan bahwa penerapan RME dapat

meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi segitiga dan Jurnal Pembelajaran Matematika, Nur Rohmad Vol. 1, No. 2, (2013) berjudul “Eksperimen Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik dan Problem Based Learning pada Operasi Bilangan Bulat ditinjau dari Gaya Belajar Siswa” menyatakan bahwa siswa dengan pendekatan PMRI mempunyai prestasi belajar yang matematika lebih baik dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.

(3)

3

melakukan suatu penelitian eksperimen dengan judul Eksperimen Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education dan Problem

Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Ditinjau dari Motivasi Belajar

pada Kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun 2016/2017. B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan permasalahan tersebut dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Hasil belajar matematika siswa belum sesuai dengan yang diharapkan dan masih perlu ditingkatkan

2. Motivasi belajar siswa masih perlu ditingkatkan

3. Pendekatan pembelajaran yang digunakan belum inovatif 4. Metode yang digunakan dalam pembelajaran belum bervariasi. C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identfiikasi masalah maka penelitian ini perlu membatasi masalah agar penelitian yang dilakukan lebih efektif, efisien, terarah, dan dapat dikaji. Maka perlu adanya pembatasan masalah. Pembatasan dalam penelitian ini adalah:

1. Penelitian ini hanya dilaksanakan dalam mata pelajaran matematika kelas XI IPA Semester Gasal di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar

2. Pendekatan yang digunakan adalah Realistic Mathematic Education (RME) dan Problem Based Learning (PBL) yang dibatasi pada proses pembelajaran matematika seperti penyampaian materi

3. Hasil belajar yang dibatasi pada hasil belajar matematika.

4. Tingkat motivasi siswa dalam belajar untuk menunjang hasil belajar matematika

D. Rumusan Masalah

Permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan menjadi tiga:

1. Adakah pengaruh penggunaan pendekatan pembelajaran denganRME dan PBL terhadap hasil belajar?

(4)

4

3. Adakah interaksi antara pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education dan Problem Based Learning ditinjau dari motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh jawaban atas masalah yang telah dirumuskan. Tujuan tersebut adalah:

1. Menganalisis dan menguji pengaruh penggunaan pendekatan pembelajaran dengan RME dan PBL terhadap hasil belajar

2. Menganalisis dan menguji pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar 3. Menganalisis dan menguji interaksi pendekatan pembelajaran dan motivasi

belajar terhadap hasil belajar matematika F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan setelah penelitian ini dilaksanakan adalah: 1. Manfaat Teoritis

Menemukan pengetahuan baru tentang meningkatkan hasil belajar matematika yang ditinjau dari motivasi belajar siswa menggunakan pendekatan RME dan PBL

2. Manfaat Praktis a. Untuk siswa

Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan siswa untuk membantu meningkatkan kualitas hasil belajar matematika yang ditinjau dari motivasi belajar

b. Untuk guru

Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan guru sebagai alternatif pemilihan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih baik dan cocok

c. Untuk kepala sekolah

Referensi

Dokumen terkait

Faktor lain yang mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi pembelajaran IPS antara lain motivasi belajar, motivasi merupakan penggerak pada diri peserta didik untuk selalu

Berarti pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran serta motivasi siswa akan mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa1.

Faktor lain dalam individu siswa yang mempengaruhi prestasi belajar adalah faktor motivasi belajar siswa. Motivasi belajar merupakan sebuah keinginan kuat yang

1. Prestasi belajar matematika sampai saat ini belum sesuai harapan. Motivasi siswa yang berbeda dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kesiapan siswa dalam proses belajar

Faktor instrinsik pada motivasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 7 Yogyakarta mampu mempengaruhi motivasinya dalam mengikuti pelajaran KKPI dan dalam kategori tinggi

Banyak faktor yang mempengaruhi proses pencapaian prestasi belajar baik dari faktor ekstern maupun intern siswa, selain faktor model pembelajaran kooperatif,

Minat belajar peserta didik dapat dilihat dari ketertarikannya pada suatu pelajaran atau kegiatan yang diadakan oleh pihak sekolah, dalam hal pelajaran jika peserta didik memiliki

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya motivasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran geografi di SMAN 1 Cisarua. Proses pembelajaran yang berlangsung di kelas