DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Kadar LDL Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Dr. Moewardi.

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

43

Adams, L.B. 2005. Hyperlipidemia.http://www.umn.edu/let/pubs/adol_book.shtm. Diakses Tanggal 13 Juli 2016.

Agung, P. 2003. Konsensus Pengelolaan Diabetes di Indonesia 2002. Dalam: Naskah Lengkap Symposium Practical Approach in the Management of Diabetic Complication. Surabaya. pp: 25-26.

Alwi, I. 2014. Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST dan Infark Miokard Akut Tanpa Elevasi ST. In Setiati dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi VI. Jakarta: FKUI, pp: 1449-57.

American Diabetes Association. 2014. Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care volume 37 Supplement 1 : 81-90.

American Diabetes Assosiation. 2014. Standards of Medical Care in Diabetes – 2014. Diabetes care. 37:S15.

Anna, A.T. 2012. Hubungan Kadar Kolesterol LDL dengan Tipe Stroke di RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Januari – Juni 2011 . Skripsi . Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin Makassar.

Banasik, J.L., dan Copstead. 2005. Alterations in Cardiac Function. In: Lee-Ellen C. Copstead, Banasik Jacquelyn L. Pathophysiology. 3 rd ed. Missouri: Elvesier Saunders. p. 465-78.

Barter J.P., dan Rye K.A. 2014. Regulation Of High-Density Lipoprotein Metabolism. Circulation Research. 114: 143-4.

Batjo, R., Assa, Y.A., dan Tiho, M. 2013. Gambaran Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein Darah Pada Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado dengan Indeks Massa Tubuh 18,5 – 22,9 kg/m². Jurnal e-Biomedik (eBM). vol. 1, no. 2, pp. 843-848.

Bays, H.E., Peter, H.J., W.Virgil, B., dan Terry, A.J. 2014. National Lipid Association Annual Summary of clinical Lipidology 2015. Journal of Clinical Lipidology. vol. 8, no. 6, pp. 1-36.

(2)

Dahlan, M.S. 2010. Besar Sampel Dan Cara Pengambilan Sampel Dalam Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan Edisi Tiga. Jakarta: Salemba Medika.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Situasi Kesehatan Jantung 2013, pp 1-8.

Eko, V. 2011. Terapi Diabetes Mellitus. CDK. Vol. 182, pp. 13-20.

Erawati, M.R. 2012. Perbedaan Kadar HDL pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penyakit Jantung Koroner dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Fadilah, E. 2016. Pemodelan Sistem Pakar Pengobatan Tradisional Penyakit Jantung dan Metode Dempster Shafer. Journal of Applied Intelligent System. vol.1, no.1, pp. 1-11.

Fatimah, R.N. 2015. Diabetes Melitus Tipe 2. J Majority. vol. 4, no.5, pp. 93-101. Fauzi, I. 2014. Buku Pintar Deteksi Dini Gejala & Pengobatan Asam Urat,

Diabetes & Hipertensi. Yogyakarta : ARASKA

Herman, I., Muhammad, S., dan Efrida. 2015. Hubungan Faktor Resiko yang dapat Dimodifikasi dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RS Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. vol. 4, no.2, pp. 369-75. International Diabetes Federation. 2013. IDF Diabetes Atlas. Sixth Edition.

Jacoby, R.M., dan Nesto, R.W. 1992. Acute Myocardial Infarction in the Diabetic Patient: Pathophysiology Clinical Course and Prognosisi. J Am Coll Cardiol. pp. 736-44.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Profil Kesehatan Indonesia 2013. Indonesia.

Kosasih, A.S. 2008. Tafsiran Hasil Pemeriksaan Laboratorium Klinik. Ciputat – Tangerang: Karisma Publishing Group.

Kharroubi, T.A., dan Hisham, M.D. 2015. Diabetes Mellitus: The Epidemic of The Century. World Journal Of Diabetes. vol. 6, no. 6, pp. 850-67.

Lee, D dan Kuilick, D. 2005. Improving Your Cholesterol Profile In-Depth. http:/www.medicinet.com./your_cholesterol_profile-in_depth/article.htm. Diakses 19 Oktober 2016.

(3)

Lewis, J.P. 2007. Prevalence and Extent of Atherosclerosis in Adolescents and Young Adults: Implications for Prevention from the Pathobiological Determinants of Atherosclerosis in Youth Study. The Atlas of Heart Disease and Stroke; 30-49.

Libby, P. 2005. Prevention and Treatment of Atherosclerosis in Harrison’s Principles of Internal Medicine. vol. 2, pp. 1430-34.

LIPI. 2009. Kolesterol. UPT-Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan dan Kesehatan: 1-6.

LIPI. 2009. Kolesterol Tinggi. UPT-Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan dan Kesehatan: 1-7.

Ma’rufi, R., dan Rosita, L. 2014. Hubungan Dislipidemia dan Kejadian Penyakit Jantung Koroner. JKKI. vol. 6, no. 1, pp. 47-53.

Majid, A. 2007. Penyakit Jantung Koroner: Patofisiologi, Pencegahan, dan Pengobatan Terkini. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Maulana, M. 2007. Penyakit Jantung Pengertian, Penanganan, dan Pengobatan. Jogjakarta: Penerbit Kota Hati.

Maulida, R.A. 2011. Perbedaan Rerata Kadar Kolesterol Total pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penyakit Jantung Koroner dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta.x

Megawati, T. 2008. Perbedaan Kadar Resisitin Antara Penderita Dengan Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. PhD Thesis.

Myrtha, R. 2012. Patofisiologi Sindrom Koroner Akut. CDK. vol. 39, no. 24, pp. 261-4.

Noviyanti, F., Decroli, E., dan Sastri, S. 2015. Perbedaan Kadar LDL-Kolesterol pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan dan tanpa Hipertensi di RS Dr. M. Djamil Padang Tahun 2011. Jurnal Kesehatan Andalas. vol. 4, no. 2, pp. 545-50.

Ohira, T. 2010. Psychological Distress and Cardiovascular Disease: The Circulatory Risk in Communities Study (CIRS). J Epidemiol. vol. 20, no. 3, pp. 185-91.

PDPERSI. 2011. RI Rangking Keempat Jumlah Penderita Diabetes Terbanyak Dunia.http://www.pdpersi.co.id. Diakses tanggal 12 Juli 2016.

(4)

PERKI. 2015. Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut. Hal: 22.

Pena, Y., Jose, E.F.B., Jorge, B., Juan, F.B., dan Maria, L.D.L. 2012. Lipid Levels as Predictors of Silent Myocardial Ischemia in a Type 2 Diabetic Population in Havana. MEDICC Review. vol. 14, no. 1, pp. 18-24.

Powers, A.C. 2001. Diabetes Mellitus. In : Harrison T.R. et al (eds). Harrison’s Principles of Internal Medicine. 15th ed. New York: McGraw-Hill Professional, p: 2109.

Powers, A.C. 2010. Diabetes Mellitus. In: Jameson J.L. Harrison Endocrinology Ed 2. USA: McGraw-Hill Companies, Inc. 267-313.

Purnamasari, D. 2014. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. In Setiati dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi VI. Jakarta: FKUI, pp: 2323-7.

Pusparini. 2006. Low Density Lipoprotein Padat Kecil sebagai Faktor Risiko Aterosklerosis. Universa Medicina. vol. 25, no.1, pp. 22-32.

Rader, J.D., dan Helen, H.H. 2014. Gangguan Metabolisme Lipoprotein. In Joseph Loscalzo (ed). Harrison Kardiologi dan Pembuluh Darah Edisi II. Jakarta: EGC, pp: 328-48.

RISKESDAS. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Hal:3.

RISKESDAS. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Hal:88

Rohatgi, A., A. Khera., J.D. Berry., E.G. Givens., C.R. Ayers., K.E. Wedin., I.J., Neeland., I.S. Yuhanna., D.R. Rader., J.A. de Lemos., dan P.W. Shaul. 2014. HDL Cholesterol Efflux Capacity and Incident Cardiovascular Events. N ENGL J MED. vol. 371, no. 25, pp. 2383-93.

Rohman, M.S., 2007. Patogenesis dan Terapi Sindroma Metabolik. J Kardiol Ind. vol. 28, no. 2, pp. 160-8.

Rosmiatin, M. 2012. Analisis Faktor-Faktor Resiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Wanita Lanjut Usia Di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. PhD Thesis.

Sanhia, A.M., Damajanty, H.C.P., dan Joice, N.A.E. 2015. Gambaran Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) pada Masyarakat Perokok di Pesisir Pantai. Jurnal e-Biomedik (eBm). vol. 3, no. 1, pp. 460-5.

(5)

Sherwood, L. 2012. Kelenjar Endokrin Perifer, In: Lauralee Sherwood (ed). Human Physiology: From Cells to SystemsEdisi VI. Jakarta: Penerbit Kedokteran EGC, pp. 757-810.

Soegondo, S., Soewondo, P., dan Subekti, I. 2005. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Edisi kedua. Jakarta: Balai Penerbit FK UI.

Soewondo, P. 2011. Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe2 di Indonesia 2011. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.

Supriyono, M., Soeharyo, H., Sugiri., Ari, U., dan Sakundarno, A. 2008. Faktor-Faktor Risiko yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Penyakit Jantung

Koroner pada Kelompok Usia < 45

Tahun.http://eprints.undip.ac.id/18090/1/Mamat_Supriyono.pdf.Diakses tanggal 15 Juli 2016.

Sutanegara D. 2000. The Epidemiology and Management of Diabetes Mellitus in Indonesia. Diabetes Research and Clinical Practice 50 (Supplement 2), S9-16.

Tunstall, P.H. 2004. Myocardial infarction and coronary deaths in the WorldHealth Organization MONICA project. Circulationpp.90:583-12.

Utomo, M.R.S., Herlina, W., dan Sylvia, M. 2015. Kadar HbA1C pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm). vol. 3, no. 1.

Yanti., Suharyo, H., dan Toni, S. 2008. Faktor-Faktor Resiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. PhD Thesis.

Yuliani, F., Fadil, O., dan Detty, I. 2014. Hubungan Berbagai Faktor Resiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Kesehatan Andalas. vol. 3, no. 1, pp. 37-40.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...