Informasi Dokumen
- Penulis:
- Frencius Leo Nardus
- Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
- Mata Pelajaran: Teknik Informatika
- Topik: Trial KWH Meter Terkoneksi untuk Mensolusikan Keperluan Automatic Meter Reading (AMR) dan Remote Token Up KWH Meter PT. PLN Persero
- Tipe: Kerja Praktek
- Tahun: 2013
- Kota: Bandung
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Bagian pendahuluan ini menyajikan latar belakang permasalahan yang dikaji dalam kerja praktik, yaitu kebutuhan akan sistem Automatic Meter Reading (AMR) dan Remote Token Up KWH Meter yang lebih efisien dan terintegrasi untuk PT. PLN Persero. Latar belakang ini relevan dengan tujuan pembelajaran mata kuliah Kerja Praktik yang menekankan pada penerapan pengetahuan dan keterampilan di dunia nyata. Mahasiswa diajak untuk mengidentifikasi permasalahan, merumuskan solusi, dan mengimplementasikannya dalam bentuk proyek nyata. Penelitian ini juga mengkaji metode penelitian dan pengembangan, yang menjadi bagian penting dari kurikulum Teknik Informatika untuk melatih mahasiswa dalam proses pengembangan sistem.
1.1 Latar Belakang Masalah
Sub-bab ini membahas konteks permasalahan terkait sistem pencatatan dan pengisian pulsa listrik konvensional PT PLN. Sistem manual yang ada memiliki keterbatasan efisiensi dan fleksibilitas. Pembahasan ini mengaitkan aspek praktis operasional PLN dengan teori manajemen sistem informasi. Mahasiswa diajarkan untuk menganalisis kelemahan sistem yang ada, yang merupakan langkah penting dalam siklus pengembangan sistem. Analisis ini juga membantu mahasiswa memahami bagaimana permasalahan bisnis nyata dapat diterjemahkan ke dalam kebutuhan teknis sistem.
1.2 Identifikasi Masalah
Sub-bab ini mengidentifikasi permasalahan utama yang akan dipecahkan dalam kerja praktik, yaitu membangun sistem terintegrasi online untuk AMR dan Remote Token Up. Hal ini memperkenalkan mahasiswa pada pentingnya analisis kebutuhan sistem, yang mencakup aspek fungsional dan non-fungsional. Mahasiswa juga dilatih untuk merumuskan permasalahan secara terstruktur dan terukur, yang merupakan keterampilan penting dalam penelitian dan pengembangan. Kemampuan ini sangat penting dalam proyek skala besar dan riset ilmiah.
1.3 Maksud dan Tujuan
Sub-bab ini menjelaskan maksud dan tujuan dari kerja praktik, yaitu membangun sistem AMR dan Remote Token Up berbasis web yang efisien. Tujuan pembelajarannya adalah untuk melatih mahasiswa dalam perencanaan dan pencapaian tujuan proyek. Menentukan tujuan yang jelas dan terukur adalah keterampilan penting dalam manajemen proyek dan proses penelitian. Mahasiswa juga belajar tentang pentingnya menghubungkan kerja praktik dengan rencana strategis perusahaan, dalam hal ini PT PLN.
1.4 Batasan Masalah
Sub-bab ini menetapkan batasan ruang lingkup proyek kerja praktik. Batasan ini meliputi area implementasi (perumahan PLN), teknologi yang digunakan (web-based), dan metodologi pengembangan (perancangan berorientasi objek). Pembahasan ini mengajarkan mahasiswa untuk menetapkan batasan yang realistis dalam proyek pengembangan sistem, yang penting untuk manajemen waktu dan sumber daya. Hal ini juga mengajarkan tentang kemampuan untuk mengelola ekspektasi dan fokus pada tujuan yang terukur.
1.5 Metode Penelitian
Sub-bab ini menjelaskan metodologi penelitian dan pengembangan yang digunakan, yaitu metode waterfall. Pembahasan ini memperkenalkan mahasiswa pada berbagai metode pengembangan perangkat lunak dan membantu mereka memilih metode yang sesuai dengan konteks proyek. Mahasiswa dilatih untuk memahami tahapan-tahapan pengembangan sistem, mulai dari analisis kebutuhan hingga pemeliharaan. Mereka juga belajar tentang pentingnya dokumentasi dan pengujian dalam pengembangan perangkat lunak.
1.6 Sistematika Penulisan
Sub-bab ini menjelaskan struktur penulisan laporan kerja praktik. Bagian ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya struktur penulisan yang logis dan sistematis dalam penyampaian informasi teknis. Mahasiswa juga belajar untuk menyusun laporan yang terstruktur dan mudah dipahami oleh pembaca, yang merupakan keterampilan penting dalam komunikasi teknis dan ilmiah.
II. Tinjauan Pustaka
Bagian ini menelaah teori dan konsep yang relevan dengan proyek kerja praktik. Hal ini mencakup teori sistem informasi, basis data, dan pengembangan web. Relevansi terhadap tujuan pembelajaran adalah untuk memperkaya pemahaman mahasiswa tentang dasar-dasar teori yang mendasari proyek mereka. Mahasiswa dilatih untuk menelaah literatur ilmiah yang relevan dan mengaplikasikan pengetahuan teoritis dalam konteks proyek praktis.
2.1 Tinjauan Perusahaan (PT. Telkom Indonesia)
Sub-bab ini memberikan gambaran umum tentang perusahaan tempat kerja praktik dilaksanakan (PT. Telkom), meskipun judulnya menunjukan PT. PLN sebagai fokus utama proyek. Meskipun demikian, informasi perusahaan tetap relevan untuk memahami konteks kerja praktik secara keseluruhan. Mahasiswa belajar tentang pentingnya memahami lingkungan kerja dan konteks bisnis tempat mereka menerapkan pengetahuan dan keahlian. Hal ini juga mengajarkan pentingnya memahami bagaimana perusahaan beroperasi dan bagaimana teknologi dapat diintegrasikan untuk mencapai tujuan bisnis.
2.2 Landasan Teori
Sub-bab ini mengkaji konsep-konsep dasar sistem informasi, basis data, internet, dan teknologi web yang relevan dengan proyek. Pembahasan ini memberikan landasan teoritis bagi mahasiswa untuk memahami prinsip-prinsip yang mendasari pembangunan sistem AMR dan Remote Token Up. Mahasiswa dilatih untuk menghubungkan teori dengan praktik, dan mengaplikasikan pengetahuan teoritis mereka dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kemampuan ini penting dalam pengembangan sistem yang handal dan efisien.
2.3 Alat Bantu Pengembangan Sistem
Sub-bab ini menjelaskan alat dan teknik pengembangan sistem yang digunakan, seperti diagram konteks, DFD, dan kamus data. Pembahasan ini memperkenalkan mahasiswa pada berbagai metodologi dan tools yang digunakan dalam pengembangan sistem. Mahasiswa dilatih untuk memilih dan menggunakan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan proyek, serta memahami pentingnya dokumentasi dan visualisasi dalam pengembangan sistem. Keterampilan ini esensial dalam proses kolaborasi dan komunikasi tim.
2.4 Perangkat Lunak yang Digunakan
Sub-bab ini menjelaskan perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan sistem, seperti PHP, MySQL, Dreamweaver, dan NetBeans. Pembahasan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada berbagai tools dan teknologi yang relevan dalam bidang pengembangan web. Mahasiswa dilatih untuk memilih dan menggunakan teknologi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Mereka juga belajar tentang pentingnya memahami karakteristik dan keunggulan masing-masing perangkat lunak.
III. Pembahasan
Bagian pembahasan ini menjelaskan secara detail proses pengembangan sistem AMR dan Remote Token Up, mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi. Relevansi terhadap tujuan pembelajaran adalah untuk melatih mahasiswa dalam proses pengembangan sistem secara menyeluruh, mulai dari analisis, perancangan, implementasi, hingga pengujian. Mahasiswa dilatih untuk memecahkan masalah secara sistematis, menerapkan pengetahuan teoritis, dan menyelesaikan proyek secara efektif dan efisien.
3.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan
Sub-bab ini menganalisis sistem pencatatan dan pengisian pulsa listrik yang sudah ada. Analisis ini membantu mahasiswa memahami permasalahan yang ada dan merumuskan solusi yang tepat. Mahasiswa dilatih untuk menganalisis sistem yang kompleks, mengidentifikasi kelemahan, dan mengusulkan solusi perbaikan. Ini adalah keterampilan penting dalam bidang rekayasa sistem dan pengembangan perangkat lunak.
3.2 Analisis Kebutuhan Fungsional
Sub-bab ini menganalisis kebutuhan fungsional sistem yang akan dibangun, mencakup kebutuhan perangkat lunak, perangkat keras, dan pengguna. Mahasiswa diajarkan untuk mengumpulkan dan menganalisis kebutuhan pengguna, merancang solusi yang memenuhi kebutuhan tersebut, serta mempertimbangkan aspek teknis sistem. Ini adalah keterampilan penting dalam proses rekayasa dan pengembangan sistem.
3.3 Analisis Kebutuhan Non-Fungsional
Sub-bab ini menganalisis kebutuhan non-fungsional seperti performa, keamanan, dan skalabilitas sistem. Mahasiswa diajarkan untuk mempertimbangkan aspek-aspek penting ini dalam merancang sistem yang handal dan berkualitas tinggi. Pengetahuan dan keterampilan dalam hal ini dibutuhkan di dunia kerja nyata dalam proses pengembangan sistem yang berkelanjutan.
3.4 Perancangan Antarmuka
Sub-bab ini menjelaskan desain antarmuka pengguna (UI) sistem yang dibangun. Mahasiswa dilatih untuk merancang antarmuka yang user-friendly dan mudah digunakan. Mereka belajar tentang pentingnya aspek estetika dan usability dalam merancang sistem yang efektif dan efisien. Ini merupakan keterampilan penting dalam pengembangan sistem berbasis web.
3.5 Jaringan Semantik (Jika ada)
Jika terdapat sub-bab ini, maka akan membahas penggunaan jaringan semantik sebagai alat bantu dalam pengembangan sistem. Mahasiswa akan mempelajari penerapan teknik dan metode dalam pengembangan sistem. Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan berbagai teknik dan pendekatan dalam menyelesaikan permasalahan.
IV. Kesimpulan dan Saran
Bagian ini menyimpulkan hasil kerja praktik dan memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut. Relevansi terhadap tujuan pembelajaran adalah untuk melatih mahasiswa dalam menyampaikan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi perbaikan. Mahasiswa dilatih untuk menyimpulkan temuan mereka secara ringkas dan jelas, serta memberikan saran-saran yang konstruktif untuk perbaikan sistem.
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan merangkum pencapaian kerja praktik, seperti keberhasilan dalam membangun sistem AMR dan Remote Token Up, serta evaluasi terhadap hasil. Ini melatih mahasiswa untuk merangkum hasil kerja mereka secara efektif dan menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami. Hal ini sangat penting dalam presentasi ilmiah dan pelaporan hasil riset.
4.2 Saran
Saran memberikan rekomendasi untuk pengembangan sistem di masa mendatang. Ini melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan memberikan solusi perbaikan atas sistem yang telah mereka kembangkan. Kemampuan memberikan saran yang konstruktif sangat penting dalam proses perbaikan dan pengembangan sistem secara berkelanjutan.