• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Visual Tanda Politik Pada Video Kampanye Gubenur Jokowi-Basuki (AHOK) Tahun 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian Visual Tanda Politik Pada Video Kampanye Gubenur Jokowi-Basuki (AHOK) Tahun 2012"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Skripsi

KAJIAN VISUAL TANDA POLITIK PADA VIDEO KAMPANYE GUBERNUR JOKOWI – BASUKI (AHOK) TAHUN 2012

Studi Kasus: Versi Video Parodi Lagu What Makes You Beautiful dari One Direction

DK 38315/Skripsi Semester II 2014/2015

Oleh:

Nely Sugiarti 51911118

Program Studi Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

KAJIAN VISUAL PADA VIDEO KAMPANYE GUBERNUR

JOKOWI

BASUKI (AHOK) TAHUN 2012

Nely Sugiarti NIM. 51911118

Telah disetujui dan disahkan di Bandung sebagai Tugas Skripsi pada tanggal :

( / / )

Menyetujui,

Pembimbing

Ivan Kurniawan, M.Ds NIP. 4127 32 06 019

Dekan Fakultas Desain

Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual

Prof. Dr. Primadi Tabrani NIP. 4127 32 06 036

(3)

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA TUGAS SKRIPSI

Yang bertanda tangan dibawah ini Nama : Nely Sugiarti NIM : 51911118

Program Studi : Desain Komunikasi Visual

Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis Skripsi ini adalah benar merupakan hasil karya sendiri dan bukan duplikasi dari karya tulis orang lain.

Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini maka saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bandung, Agustus 2015

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya, sehingga penulis akhirnya dapat menyelesaikan laporan penelitian yang berjudul “Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) Tahun 2012” dengan studi kasus versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction ini dapat terlaksana dengan baik. Laporan Skripsi ini disusun guna memenuhi persyaratan mata kuliah Tugas Akhir program studi Desain Komunikasi Visual semester VIII. Karena melalui proses pengerjaan laporan penelitian ini menjadi salah satu syarat kelulusan. Penulis mengetahui bahwa laporan ini jauh dari sempurna, namun penulis berusaha untuk menyusunnya sebaik mungkin dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semua. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari rekan-rekan pembaca.

Adapun penulisan laporan penelitian ini tidak terlepas dari bantuan, dorongan, dan dukungan dari beberapa pihak, sehingga penulisan kerja praktek ini dapat diselesaikan, diantaranya: Ivan Kurniawan, M.Ds selaku Pembimbing, Keluarga serta sahabat, Rekan-rekan DKV 4, teman sepembimbingan dan seluruh pihak yang terlibat.

Akhir kata, penulis berharap semoga laporan penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya dan semoga semua pihak mendapat berkat dari Alloh SWT atas semua kebaikan yang telah diberikan dengan tulus kepada penulis dalam menyelesaikan laporan penelitian ini.

Bandung, 14 Januari 2015

(5)

ABSTRAK

KAJIAN VISUAL PADA VIDEO KAMPANYE GUBERNUR JOKOWI – BASUKI (AHOK) TAHUN 2012

Studi Kasus: Versi Video Parodi Lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction

Oleh:

Nely Sugiarti 51911118

Program Studi Desain Komunikasi Visual

Perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih kini banyak dimanfaatkan oleh sebagian orang yang melihatnya sebagai celah bagi keuntungan mereka. Fenomena yang marak ditahun 2014 kemarin saat pemilihan presiden yaitu pembuatan video kampanye yang diparodikan. Salah satu video kampanye pilkada yang popular dan berhasil mendapatkan perhatian masyarakat yaitu video kampanye Jokowi – Basuki (Ahok) versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Pada video tersebut diperlihatkan bagaimana elemen visual, lagu, serta

penyampaian pesan yang kreatif juga penyebaran yang tepat dapat menyita

perhatian masyarakat. Untuk mengkaji mengenai video kampanye parodi ini dilakukan penelitian guna mengetahui sejauh mana ide politik dapat disampaikan

melalui karya visual. Adapun metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan

cara deskriptifmenggunakan metode citra visual (imagologi). Dari video

kampanye parodi tersebut dapat disimpulkan bahwa ada cara lain yang lebih

menyenangkan untuk kegiatan kampanye salah satunya dengan menggunakan

video kampanye melalui pendekatan parodi. Pemanfaatan media serta

penyampaian yang kreatif menjadi strategi dalam merebut perhatian masyarakat.

(6)

ABSTRACT

VISUAL STUDY ON THE GOVERNOR CAMPAIGN VIDEO JOKOWI - BASUKI (AHOK) IN 2012

Study Case: Version Video Parody song "What Makes You Beautiful" from One Direction

By:

Nely Sugiarti 51911118

Program studies Visual Communications Design

The increasing of development moderen technology a sophisticated is currently widely used by some people who see it as a gap to their advantage. The phenomenon that crowded in 2014 during the presidential election yesterday, which is making a campaign video that parodied. One of them is the popular video elections campaign and managed to get the attention of the public, which is video campaign Jokowi - Basuki (Ahok) parody version of the song "What Makes You Beautiful" from One Direction at the election Governor of Jakarta in 2012. On the video is shown how creative the delivery of messages elements visual, songs, as well as the proper deployment to public attention. To reviewing about this video of parody compaign carried research to know how far the political ideas can be conveyed through visual works. The method used be qualitative by way of descriptive using visual imagery (imagologi). From the campaign video parody can be concluded that there were other ways more fun for campaign activities one of them by using video campaigns through parody approach. The utilization media and delivery of creative to be a strategy in seizing the publics attention.

(7)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ...ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR BAGAN ...xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 4

1.3 Rumusan Masalah ... 4

1.4 Batasan Masalah ... 5

1.5 Metode Penelitian ... 5

1.6 Tujuan Penelitian ... 6

1.7 Manfaat Penelitian ... 7

1.8 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II LANDASAN TEORI ... 9

II.1 Politik ... 9

II.1.1 Pemilihan Kepala Daerah ... 11

II.1.2 Pemasaran Politik ... 14

II.2 Kampanye Politik ... 15

II.2.1 Media kampanye ... 15

II.2.1.1 Video ... 16

II.2.2 Penggunaan Media Masa dalam Aktivitas Kampanye ... 26

(8)

II.3.1 Penerapan Imagologi ... 30

II.4 Parodi ... 31

BAB III VIDEO KAMPANYE GUBERNUR JOKOWI – BASUKI (AHOK) TAHUN 2012 ... 33

III.1 Objek Penelitian ... 33

III.1.1 Metode Penelitian (Imagologi) ... 36

III.1.1.1 Teknik Pengumpulan Data ... 38

III.1.1.2 Teknik Pengolahan Data ... 40

III.1.2 Subjek Penelitian ... 40

III.1.2.1 You Tube ... 42

III.2 One Direction ... 42

III.2.1 Profil ... 42

III.2.2 Gaya Musik ... 43

III.2.3 Album ... 44

III.3 Sekilas Kota Jakarta ... 45

III.4 Pasangan Jokowi – Basuki (Ahok) ... 46

III.5 Cameo Project ... 47

III.6 Penggunaan Media Internet Dalam Kampanye ... 48

III.7 Kampanye Jokowi – Basuki (Ahok) pada Pilgub Tahun 2012 ... 50

BAB IV ANALISIS MASALAH ... 55

IV.1 Analisis Visual dan Lirik (Teks) ... 55

IV.2 Analisis Peran Media ... 88

IV.3 Ikhtisar ... 89

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 92

IV.1 Kesimpulan ... 92

IV.2 Saran ... 94

DAFTAR PUSTAKA ... 95

(9)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

Pemilihan umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem demokrasi untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di lembaga perwakilan rakyat. Selain itu pemilu merupakan bentuk pemenuhan hak asasi warga negara dibidang politik. Setiap wilayah memerlukan sosok pemimpin guna mewakili masyarakat dikawasannya. Calon pemimpin dipilih dengan berbagai kriteria, salah satunya mampu memajukan dan mensejahterakan rakyatnya. Adapun pemilihan kepala daerah (Pilkada) meliputi: Pemilihan Gubernur untuk tingkat Provinsi, pemilihan Walikota untuk tingkat Kota, dan pemilihan Bupati untuk tingkat Kabupaten. Proses pemilihan kepala daerah (pilkada) diselenggarakan 5 tahun sekali, dan dipilih secara langsung oleh masyarakat. Pemilu dan pilkada sangat erat kaitannya dengan aktivitas kampanye. Kampanye merupakan aktivitas yang bertujuan untuk mempromosikan diri atau organisasi serta menyampaikan pesan yang ingin disampaikan, dengan harapan dapat memikat hati publik sehingga dapat dipilih. Tanggal 11 Juni 2012, masyarakat Jakarta melakukan pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur. Pilkada tersebut dilakukan sebanyak 2 putaran, pemilihan pertama dilaksanakan tanggal 11 Juli 2012 sedangkan putaran kedua pada tanggal 20 September 2012. Media yang digunakan untuk berkampanye pun beragam, seperti media elektronik yang meliputi TV, radio, internet dan lain sebagainya. Sedangkan pada media cetak meliputi spanduk, baliho, banner, poster, stiker dan lain-lain.

(10)

seperti sekarang, internet dimanfaatkan oleh para tim sukses untuk berkampanye. Internet dianggap sebagai media komunikasi yang efektif untuk bersosialisasi dan meraih simpati publik karena salah satu kelebihan dari internet dapat menjalin komunikasi 2 arah bahkan lebih. Selain itu, melalui media internet dapat mendekatkan jarak antara tokoh politik dengan masyarakatnya. Banyak ditemukan pendekatan kampanye yang dilakukan oleh tim sukses dan simpatisan dimedia sosial yang menampilkan visual dengan sosok mengagumkan sebagai pencitraan diri, namun pada faktanya tidak seperti apa yang digambarkan. Salah satu contoh kampanye lewat media internet (You Tube) yang berhasil menarik perhatian yaitu kampanye video pasangan Jokowi – Basuki (Ahok) pada pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Saat itu, simpatisan pasangan Jokowi – Basuki (Ahok) membuat video kampanye yang memparodikan lagu “What Makes You Beautiful” dari boyband asal Inggris, One Direction. Dalam lirik lagu tersebut diubah menjadi keluhan-keluhan masyarakat akan masalah yang terjadi di ibu kota (Jakarta), serta kerinduan inginnya terjadi perubahan. Salah satu ciri khas yang membuat video itu mudah untuk dikenali yaitu pemakaian baju kotak-kotak yang menjadi ciri khas dari pasangan Jokowi – Basuki (Ahok). Video tersebut memperlihatkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di ibu kota, secara tidak langsung menampilkan citra buruk terhadap gambaran kota Jakarta. Namun hal itu menjadi salah satu poin yang ingin disajikan pada masyarakat. Citra lain terlihat dari kandidat pasangan yang diusung dalam video tersebut sangat kuat, seolah seperti pahlawan yang ditunggu-tunggu untuk menjadi solusi dari permasalahan yang terungkap dalam video.

(11)

Jakarta. Menurut Ita (2014, p.14) melalui politik.kompasiana.com (diakses 28 September 2014 jam 23.32) “Berdasarkan proses hitung cepat dari sejumlah lembaga survei, Jokowi dan Ahok unggul dalam perolehan suara Pilkada DKI Jakarta 2012. Dalam hitung cepat Litbang Kompas, pasangan Jokowi dan Ahok meraih 52,97% suara sah di 200 sampel tempat pemungutan suara. Adapun pesaingnya, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, yang didukung oleh banyak partai politik, hanya meraih 47,03% suara sah”. Akan tetapi yang menjadi masalah, meskipun kegiatan kampanye menggunakan video dengan memanfaatkan You Tube dianggap cukup efektif namun tidak semua lapisan masyarakat dapat melihat dan mengakses video tersebut terutama bagi masyarakat yang berada di ekonomi kalangan bawah yang tidak mengerti penggunaan internet beserta gadget, hanya bagi para pengguna internet saja yang dapat melihat serta mengakses video kampanye tersebut. Selain itu kutipan yang ditulis oleh peng-upload pada video tersebut berisikan “Ini bukan kampanye, hanya curahan hati sekelompok simpatisan yang mewakili masyarakat yang rindu perubahan di Jakarta. Enjoy!”, tapi dalam isi lirik yang diganti mengandung pesan dukungan kepada pasangan Jokowi – Basuki (Ahok) dengan menggunakan video kampanye. Berdasarkan fakta yang disebutkan diatas maka penulis tertarik untuk mengkaji

tentang bagaimana tampilan elemen visual dan lirik yang digunakan dari video

parodi tersebut dapat menarik perhatian masyarakat, hingga secara tidak langsung

dapat mengajak masyarakat untuk mengumpulkan suara yang banyak dalam

pemilu Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Sebelumnya sudah ada yang peneliti

dari Universitas Airlangga pada tahun 2013 yang mengkaji video tersebut dari sisi

semiotika dengan judul “Media Kampanye Politik Jokowi –Ahok di You Tube”,

namun dalam kajian yang kini diangkat dilakukan penelitian mengenai citra yang

ditampilkan dalam visual dari video kampanye parodi Jokowi – Ahok yang

dianalisis menggunakan teori Imagologi (Citra Visual). Selain itu, untuk melihat

sampai sejauh mana peran media masa internet khususnya You Tube, efektif

(12)

Kampanye Gubernur Jokowi – Ahok Tahun 2012” dengan studi kasus versi

parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction.

I.2 Identifikasi Masalah

Adapun masalah terkait dari Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction :

Banyak ditemukan pendekatan kampanye yang dilakukan oleh tim sukses dan simpatisan dimedia sosial yang menampilkan visual dengan sosok mengagumkan sebagai pencitraan diri.

Video tersebut memperlihatkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di ibu kota, secara tidak langsung menampilkan citra buruk terhadap gambaran kota Jakarta. Namun hal itu menjadi salah satu poin yang ingin disajikan pada masyarakat.

Citra lain terlihat dari kandidat pasangan yang diusung dalam video tersebut sangat kuat, seolah seperti pahlawan yang ditunggu-tunggu untuk menjadi solusi dari permasalahan yang terungkap dalam video.

Pada faktanya tidak seperti apa yang digambarkan walaupun video kampanye tersebut dianggap berhasil menyita perhatian publik dengan jumlah yang mengakses mencapai 2.663.433 orang (tanggal 04 Agustus 2015 pukul 00.10 WIB), namun faktanya dari 25.977 orang yang menyukai ternyata masih ada 699 orang yang tidak menyukai video tersebut.

Kutipan yang ditulis oleh peng-upload pada video tersebut berisikan “Ini bukan kampanye, hanya curahan hati sekelompok simpatisan yang mewakili masyarakat yang rindu perubahan di Jakarta. Enjoy!”, tapi dalam isi lirik yang diganti mengandung pesan dukungan kepada pasangan Jokowi – Basuki (Ahok) dengan menggunakan video kampanye.

I.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah, maka yang akan menjadi pembahasan dalam

(13)

“Bagaimana citra yang ditampilkan pada visual dan lirik dari video parodi kampanye Jokowi – Basuki (Ahok) versi parodi lagu “What Makes You

Beautiful” dari One Direction dapat menarik perhatian publik, dan secara tidak langsung dapat mengajak masyarakat untuk mengumpulkan suara yang banyak

pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 ?”

I.4 Batasan Masalah

Adapun penelitian terkait video kampanye Jokowi – Basuki (Ahok) pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 dibatasi, meliputi :

Dari segi objek penelitian, difokuskan pada Video Kampanye Gubernur

Jokowi – Ahok Tahun 2012” dengan versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction di You Tube. Video tersebut dipilih karena populer, mulai saat pilkada 2012 hingga kini (tanggal 04 Agustus 2015 pukul 00.10 WIB) telah banyak yang mengakses di You Tube sampai 2.663.433 orang yang melihat dan 25.977 orang yang menyukai video tersebut. karena kepopulerannya melalui You Tube, hingga menjadi pembicaraan berita ditelevisi swasta. Sedangkan pada pemilihan situs You Tube, karena selain penyebaran video tersebut yang melalui situs You Tube, You Tube juga merupakan situs populer untuk mengunggah dan mengunduh video.

Pada penelitian ini dilakukan tehnik pengambilan data dilapangan dengan cara

kuisioner. Adapun kuisioner dilakukan untuk melihat sejauh mana tanggapan

masyarakat terhadap video kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok)

tahun 2012 dengan versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One

Direction.

Penelitian dibatasi dengan meneliti visual yang disampaikan melalui metode

yang bersifat kualitatif dengan cara deskriptif dengan menggunakan teori citra

visual (imagologi).

I.5 Metode Penelitian

Adapun metode penelitian yang digunakan terkait video kampanye Gubernur

(14)

Beautiful” dari One Direction bersifat kualitatif dengan cara deskriptif menggunakan metode citra visual (imagologi). Metode penelitian yang bersifat

kualitatif (deskriptif) digunakan untuk menjabarkan dan menganalisa tentang

laporan dan riset penelitian tentang video kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction. Sedangkan metode imagologi dipilih untuk menjabarkan citra visual yang ditampilkan video tersebut, guna mengetahui maksud dan pesan apa yang ingin disampaikan.

Untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dan studi

lapangan. Studi literatur merupakan teknik pencarian data melalui pembelajaran

teori-teori yang berhubungan dengan penelitian. Selain itu, pencarian data

dilakukan dengan mencari informasi (observasi) melalui situs-situs, video

tayangan berita, serta jejaring sosial terkait objek yang diteliti. Sedangkan studi

lapangan merupakan tehnik pencarian data yang melibatkan orang lain atau

narasumber. Dalam penelitian terkait video kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction studi lapangan menggunakan teknik kuisioner. Teknik pencarian data

melalui kuisioner diberikan secara langsung dan online melalui media sosial di internet kepada masyarakat dengan acak serta status yang berbeda. Adapun kuisioner yang disebarkan terkait tanggapan masyarakat terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction.

I.6 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian terkait dari Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction, diantaranya :

(15)

Mengkaji citra yang ditampilkan dengan munculnya video parodi tersebut

berupa aspirasi atau sebuah kondisi dari sosok tokoh politik yang saat itu

populer.

I.7 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian terkait dari Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction, diantaranya :

Bagi masyarakat, memberikan gambaran dan informasi kepada masyarakat

tentang keilmuan dibidang Desain mengenai penyampaian visual tentang

ide-ide politis dengan menggabungkan antara elemen visual dan audio atau lirik

lagu yang mudah diingat sehingga menghasilkan tampilan yang menarik dan

pesan yang disampaikan dapat ditangkap dengan mudah oleh publik.

Bagi masyarakat, memberikan gambaran terkait kajian tersebut dapat dijadikan acuan umumnya pada masyarakat dan khususnya bagi para praktisi dalam pembuatan kampanye yang menarik salah satunya menggunakan media video parodi.

Bagi peneliti, memberikan wawasan baru bagi peneliti mengenai pandangan masyarakat akan karya visual. Selain itu, memberikan kesempatan pada peneliti untuk mempraktekkan berbagai teori yang telah didapat dan dibandingkan dengan keadaan yang terjadi dilapangan.

Bagi keilmuan, memberi kontribusi pengetahuan terhadap keilmuan tentang kampanye menyenangkan melalui visual dalam memebantu mendukung promosi saat pemilihan umum.

I.8 Sistematika Penulisan

Berikut merupakan sistematika penulisan yang digunakan dalam penelitian ini: Bab I Pendahuluan

(16)

masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II Landasan Teori

Bab Kajian Pustaka berisi tentang uraian penjelasan secara rinci dan detail tentang landasan teori serta referensi yang digunakan terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi Video Parodi “What Makes You Beautiful” dari One Direction. Adapun isi pembahasan diantaranya : Video, Politik, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemasaran Politik, Kampanye Politik, Penggunaan Media dalam Aktivitas Kampanye, dan Teori Citra Visual (Imagologi).

Bab III Objek Penelitian

Bab Metode Penelitian berisi tentang uraian objek yang diteliti dan metode penelitian apa yang digunakan diantaranya pengumpulan data serta pengolahan data.

Bab IV Analisis Masalah

Bab Analisis Masalah berisi tentang uraian untuk mengungkapkan permasalahan dan menjawab apa yang ada di Rumusan Masalah dengan disertakan solusinya.

Bab V Kesimpulan dan Saran

(17)

BAB II

LANDASAN TEORI

II.1 Politik

Aktivitas politik merupakan sebuah perilaku atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan kebijakan-kebijakan dalam tatanan suatu negara. Selain itu agar dapat merealisasikan cita-cita negara sesungguhnya, sehingga mampu membangun dan membentuk negara sesuai aturan agar tercipta kebahagian di masyarakat. Adapun tujuan politik dan strategi nasional negara Indonesia terdiri dari dalam dan luar negeri. Tujuan politik dan strategi nasional Indonesia untuk dalam negeri telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat yang menyatakan ”… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial … .” Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan utama politik dan strategi nasional Indonesia adalah untuk :

a. Melindungi hak-hak seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali dan menjaga pelaksanaan kewajiban-kewajiban, dengan melaksanakan pemerintahan untuk mengatur keamanan.

b. Mensejahterakan kehidupan seluruh bangsa Indonesia.

c. Melaksanakan sistem pendidikan agar bisa memajukan bangsa dan negara. d. Menjaga keamanan untuk menjaga perdamaian dan kehidupan sosial yang

seimbang, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sedangkan tujuan politik luar negeri setiap negara adalah mengabdi kepada tujuan nasional negara itu sendiri. Menurut Drs. Moh. Hatta, tujuan politik dan strategi luar negeri Indonesia, antara lain sebagai berikut:

a. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara. b. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk

(18)

d. Meningkatkan persaudaraan dengan semua bangsa.

Mendengar kata politik juga sangat erat kaitannya dengan partai politik. Pada Undang-Undang no. 2 tahun 2008 tercantum dipasal 1 ayat 1 terkait partai politik, partai politik merupakan organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Setiap organisasi dibentuk tentu memiliki tujuan-tujuan tertentu, demikian pula dengan sebuah partai politik. Tujuan pembentukan sebuah partai politik selain untuk merebut, mempertahankan ataupun menguasai kekuasaan dalam pemerintah, namun juga dapat memperlihatkan aktivitas yang dilakukannya guna mensejahterakan rakyat dan memajukan negara. Dalam undang-undang no. 2 tahun 2008 tercantum dipasal 10 ayat 1 dan 2 tentang partai politik juga diatur mengenai tujuan umum dan tujuan khusus partai politik. Adapun isi Undang-Undang berikut: Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yaitu menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan tujuan khusus partai politik diantaranya :

a. Meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan.

b. Memperjuangkan cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

(19)

Dengan melihat tujuan umum dan tujuan khusus partai politik yang diatur dalam konstitusi Negara Republik Indonesia maka dukungan masyarakat kepada partai politik semakin meningkat dengan kinerja yang baik. Selain itu, dukungan masyarakat yang berkualitas dapat memperkuat posisi dalam kehidupan politik ketatanegaraan. Menurut Gaffar dan Amal (2013, p.6) menyatakan bahwa partai politik mempunyai peranan yaitu :

1. Proses pendidikan politik.

2. Sebagai sumber rekrutmen para pemimpin bangsa guna mengisi berbagai macam posisi dalam kehidupan bernegara.

3. Sebagai lembaga yang berusaha mewakili kepentingan masyarakat. 4. Sebagai penghubung antara penguasa dan rakyat.

Gambar II.1 Beberapa Partai Politik di Indonesia

Sumber

(http://1.bp.blogspot.com/-5VB2sFzGvl4/Uj7DTKEv-BI/AAAAAAAAV9A/9nw3iDAvpaU/s1600/tmp_Lambang+Paratai575846469.jpg)

Diakses : 30 November 2014 pukul 01.33 WIB

II.1.1 Pemilihan Kepala Daerah

(20)

Gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi Bupati dan wakil bupati untuk kabupaten Wali kota dan wakil wali kota untuk kota

Pilkada diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dengan diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota. Berdasarkan pasal 65 UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang pemerintahan Daerah, tahapan-tahapan Pilkada ada dua. Dua tahap yang dimaksud meliputi:

a. Tahap Persiapan

Tahap persiapan dalam Pilkada meliputi:

1. Pemberitahuan DPRD kepada Kepala Daerah tentang berakhirnya masa jabatan. Pemberitahuan ini dilakukan secara tertulis paling lambat 5 bulan sebelum jabatan belum berakhir.

2. Pemberitahuan DPRD kepada KPUD tentang berakhirnya jabatan Kepala Daerah. Pemberitahuan ini juga dilakukan secara tertulis paling lambat 5 bulan sebelum jabatan Kepala Daerah tersebut berakhir.

3. Perencanaan penyelenggaraan yang meliputi penetapan tata cara, jadwal pelaksanaan Pilkada.

a. Perencanaan ini diputuskan dengan ketetapan KPUD paling lambat 14 hari setelah pemberitahuan DPRD.

b. Ketetapan tentang perencanaan tersebut disampaikan KPUD kepada DPRD dan Kepala Daerah.

4. Pembentukan panitia pengawas, PPK, PPS, dan KPPS. 5. Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan. b. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan Pilkada meliputi: 1. Penetapan Daftar Pemilih

(21)

Daftar pemilih sementara diproses dari daftar pemilih pelaksanaan Pemilu terakhir di daerah disertai daftar pemilih tambahan.

Bila ada usulan-usulan daftar pemilih sementara masih bisa diperbaiki (misalnya soal kesalahan menulis nama, alamat, identitas, dan lain-lain).

b. Penyusunan dan pengumuman daftar pemilih tetap

Daftar pemilih sementara akan disusul menjadi daftar pemilih tetap.

Daftar pemilih tetap digunakan sebagai bahan untuk menyusun kebutuhan suara dan berbagai perlengkapan pemilihan.

Daftar pemilih tetap diumumkan di PPS desa/RT/RW/atau tempat lain yang strategis.

c. Pembagian kartu pemilih

Sesudah daftar pemilih tetap diumumkan, KPUD melakukan pengisian kartu pemilih berdasarkan susunan daftar pemilih tetap. Kartu pemilih diserahkan kepada pemilih oleh PPS dibantu oleh RT/TW.

Kartu pemilih digunakan pemilih untuk memberikan suara.

Daftar pemilih tetap yang sudah ditetapkan PPS tidak dapat diubah lagi.

2. Pendaftaran dan Penetapan Pasangan Calon

Yang mengajukan atau mendaftarkan pasangan calon ketua/wakil ketua Kepala Daerah adalah partai politik, atau gabungan partai politik.

3. Kampanye Pilkada

Kampanye dilakukan Pilkada selama 14 hari dan berakhir 3 hari sebelum tanggal pemungutan suara.

4. Pemungutan Suara

(22)

daerah dilaksanakan selambat-lambatnya 30 hari sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir.

5. Penghitungan Suara

Penghitungan suara di TPS dilakukan oleh KPPS sesudah pemungutan suara berakhir.

6. Penetapan Calon Kepala/Wakil Kepala Daerah

Pasangan calon kepala/wakil kepala daerah yang memperoleh lebih dari 50% suara merupakan calon pasangan kepala/wakil kepala daerah terpilih.

II.1.2 Pemasaran Politik

Dalam proses kampanye, tidak hanya media yang berpengaruh didalamnya, namun pemasaran politik pun menjadi salah satu poin penting yang harus dipikirkan. Pemasaran politik merupakan rangkaian aktivitas terencana, strategis tapi juga taktis, serta pengukuran jangka panjang dan jangka pendek, untuk menyebarkan makna dan pesan politik kepada publik. Tujuan dari pemasaran politik adalah membentuk dan menanamkan harapan, sikap, keyakinan serta perilaku publik. Ketika akan membuat suatu kampanye, maka perlu dibuat strategi-strategi apa yang akan dilakukan agar mendapat perhatian publik sehingga pesan yang dimaksud dapat tersampaikan dengan mudah. Dilihat dari fungsi, menurut Nursal (2012, hal.134), pemasaran politik dapat dilihat sebagai:

1. Analisis posisi pasar, yakni memetakan persepsi dan prefensi para pemilih (publik), baik konstituen maupun non konstituen, terhadap kontestan-kontestan yang akan bertarung di arena pemilu.

2. Menetapkan tujuan objektif kampanye, upaya pemasaran (marketing effort) dan pengalokasian sumber daya.

3. Mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif-alternatif strategi.

4. Mengimplementasikan strategi untuk membidik segmen-segmen tertentu berdasarkan sumber daya yang ada.

(23)

II.2 Kampanye Politik

Mendengar kata kampanye sangat erat kaitannya dengan proses pemilihan umum (pemilu). Kampanye merupakan suatu proses komunikasi dalam menyampaikan pesan yang dilakukan baik oleh individu maupun kelompok. Menurut Junaedi (2013, hal.53) menyatakan “Setiap tindakan komunikasi akan selalu melibatkan komunikator, pesan, saluran, khalayak, dan umpan balik (feedback).” Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa aktivitas kampanye bertujuan untuk mendapatkan feedback, dalam hal ini terkait pemilu untuk memilih tokoh politik yang diusung. Kampanye politik dapat digolongkan kedalam dua bagian, diantaranya fun campaign dan black campaign. Fun Campaign yaitu kegiatan kampanye yang dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan guna menarik simpati serta perhatian publik. Sedangkan black campaign merupakan kegiatan kampanye yang menggunakan cara dengan menghina, memfitnah, menghasut serta menyebarkan berita kebohongan yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan politiknya agar terkesan negatif dimata publik.

Gambar II.2 Aktivitas Kampanye

Sumber (http://assets.kompas.com/data/photo/2014/06/28/110711320140628-103132-resized780x390.JPG)

Diakses : 29 Oktober 2014 pukul 23.44 WIB

II.2.1 Media Kampanye

(24)

Media elektronik Media cetak

Gambar II.3 Media Kampanye

Sumber (http://img.lensaindonesia.com/uploads/1/2012/06/SPANDUK-GUBERNUR-DKI-LENSA-INDONESIA.jpg)

Diakses : 02 Mei 2015 pukul 23.16 WIB

Aktifitas kampanye melalui media elektronik dapat dilakukan dengan cara membuat dan memasang iklan di televisi dan radio. Sedangkan melalui internet dapat dilakukan dengan membuat video yang di-upload ke You Tube, selain itu dapat dengan membuat banner ataupun iklan yang kemudian di-share ke media sosial. Adapun pada media cetak yang meliputi surat kabar, billboard, brosur, poster, banner dan lain sebagainya. Pada pemasangannya dilakukan dengan menempelkannya di ruang publik yang strategis untuk dilihat. Setiap media memiliki kapasitas, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain itu, pemilihan media tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan target sasaran.

II.2.1.1 Video

(25)

mempengaruhi sikap. Pada pembuatannya, video ada yang tergolong terkonsep serta terarah maksud dan tujuannya, namun ada pula yang dibuat tanpa menggunakan konsep. Adapun jenis video berdasarkan tujuan pembuatannya, diantaranya video dapat diperuntukkan sebagai:

Cerita, video yang bertujuan untuk memaparkan cerita.

Pembelajaran, video yang bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar mudah diserap dan dapat dimainkan ulang.

Dokumenter, video yang bertujuan untuk merekam sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata.

Berita, video yang bertujuan memaparkan suatu berita.

Presentasi, video yang bertujuan untuk mengkomunikasikan ide atau gagasan. Promosi, video yang bertujuan untuk mengenalkan sesuatu.

Sedangkan pada dasarnya, terdapat 2 jenis video dalam layar komputer, diantaranya :

1. Video analog

Video analog merupakan produk dari industri pertelevisian dan oleh sebab itu dijadikan sebagai standar televisi.

2. Video digital

Video Digital adalah produk dari industri komputer dan oleh sebab itu dijadikan standar data digital.

(26)

1. Pra produksi, meliputi : Penulisan scenario atau treatment, pemilihan tim, pemilihan lokasi yang akan digunakan untuk proses shooting, pembuatan storyboard serta pemilihan talent.

2. Produksi, meliputi : Proses shooting diantaranya seperti penempatam gambar (angle).

3. Paska produksi, meliputi : Proses editing, tata suara, serta promosi.

Dalam pembuatan video ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, diantaranya: 1. Unsur teknis

Unsur teknis merupakan bagian-bagian yang harus disiapkan saat proses pembuatan video, seperti :

Camera Angle (Sudut pengambilan gambar)

Tabel II.1 Keterangan Sudut pengambilan gambar Sumber (Andi Purba (2013), hal 25-28)

NO GAMBAR KETERANGAN

1

Gambar II.4 Bird eye view Sumber (http://www.kfirpc.co.il/wp-content/uploads/2013/11/KG_WEBSITE.jpg)

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.18 WIB

(27)

2

Gambar II.5 High Angle Sumber

(https://mengejarbola.files.wordpress.com/201 2/04/high-angle-shot.jpg)

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.20 WIB

High Angle : Sudut pengambilan gambar tepat diatas objek, pengambilan gambar seperti ini memiliki arti yang dramatis yaitu kecil

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.23 WIB

Low Angle : Pengambilan Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.25 WIB

(28)

5

Gambar II.8 Frog Level Sumber (http://fotokita.net/blog/wp-

content/uploads/2013/09/4_eddy_norman_-_haus.jpg)

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.28 WIB

Frog Level : Sudut

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.31 WIB

(29)

2

Gambar II.10 Big Close-up Sumber (http://www.be.com

/1/private-category/photo/forme.jpg) Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.33 WIB

Big Close-up (BCU) : Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.37 WIB

Close-up :

Ukuran gambar sebatas hanya dari ujung kepala hingga Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.39 WIB

(30)

5

Gambar II.13 Full Shoot Sumber

(https://dn3pm25xmtlyu.cloudfront.net/photos/l arge/819373596.jpg)

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.41 WIB

Full Shoot (FS) :

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.45 WIB

Long Shoot (LS) :

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.48 WIB

(31)

Moving Camera (Gerakan kamera)

Tabel II.3 Keterangan Gerakan kamera

Sumber (Andi Purba (2013), hal 32-34)

N

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.49 WIB

Zooming (In/Out) :

Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauhkan objek, gerakan ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh kamera video dan kameramen Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.50 WIB

Panning (Left/Right) :

Gerakkan panning yaitu kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah ke kiri, namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripod yang bergerak sesuai arah yang Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.53 WIB

Tilting (Up/Down) :

(32)

4

Gambar II.19 Dolly

Sumber (http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs070.snc6/168059.jpg)

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.55 WIB

Dolly (In/Out) :

(33)

7

Gambar II.22 Crane Shoot

Sumber(http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6 /_1240531_n.jpg)

Diakses: 02 Mei 2015 pukul 23.58 WIB

Crane Shoot :

Merupakan gerakan kamera yang dipasang pada alat bantu mesin beroda dan Bergerak sendiri bersama kameramen, baik mendekati maupun menjauhi objek.

2. Unsur Naratif

Unsur naratif berhubungan dengan jalan cerita atau tema dari video. Setiap cerita selalu memiliki unsur-unsur seperti tokoh, konflik, masalah, lokasi dan waktu. Seluruh elemen tersebut membentuk unsur naratif secara keseluruhan. Sebuah karya video terdiri dari alur cerita. Alur cerita memiliki struktur yang terbentuk dari penyatuan sekuen, sekuen terdiri dari beberapa adegan (scene) yang saling berhubungan. Adegan terdiri dari beberapa sudut pengambilan gambar (shot). Dengan demikian, penggarapan sebuah karya video harus diupayakan sesempurna mungkin.

(34)

Adapun pada jenis video yang digunakan untuk promosi kini mulai marak ditemui, salah satunya untuk pembuatan video kampanye guna memperkenalkan tokoh yang akan diusung kepada masyarakat. Penyebaran video kampanye tidak hanya dilakukan melalui media masa seperti TV namun yang kini banyak digunakan penyebaran melalui media internet dengan cara meng-upload video ke jejaring sosial khususnya You Tube.

Gambar II.23 Contoh Penggalan Video Kampanye

Sumber (http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/video-parodi-tim-sukses-jokowi-ahok-menyindir-rumitnya-membuat-ktp-_120827113735-172.jpg)

Diakses : 25 April 2015 pukul 21.10 WIB

II.2.2 Penggunaan Media Masa dalam Aktivitas Kampanye

Dengan seiring berkembangnya waktu aktivitas kampanye dinilai publik bukan lagi sebagai sarana untuk mempromosikan diri serta visi misi program kerja, namun juga dianggap sebagai pencitraan diri, janji-janji, money politic dan lain sebagainya. Menurut Tabroni (2012, hal 98) menyatakan peran media sangat penting dalam proses aktivitas kampanye. Adapun peran media masa, diantaranya: 1. Memberikan informasi dan membantu mengetahui secara jelas segala hal

tentang dunia sekelilingnya, kemudian menyimpan ke dalam ingatan kita. 2. Membantu menyusun agenda, termasuk menyusun jadwal setiap hari

(35)

3. Membantu berhubungan dengan berbagai kelompok masyarakat lain diluar masyarakat kita.

4. Membantu menyosialisasikan pribadi manusia.

5. Membujuk khalayak yang mencari keuntungan dari pesan-pesan yang diterimanya.

6. Sebagai media hiburan.

Penggunaan media masa yang dipakai untuk aktivitas kampanye sangat beragam, meliputi media elektronik seperti: TV, radio dan internet. Sedangkan pada media cetak diantaranya: poster, spanduk, baliho, banner, koran, majalah dan lain sebagainya. Melalui media masa, para tim sukses melakukan persuasi melalui pesan-pesan politik yang disampaikan kepada publik. Bagi para pelaku politik, media tidak hanya berfungsi sebagai mitra pemberitaan biasa, tetapi juga sebagai saluran untuk menyampaikan gagasan-gagasan politik, saluran pendidikan politik, hingga menjadi ruang untuk promosi diri dan lembaganya.

(36)

Indonesia sendiri kelemahan dari media internet terdapat pada jangkauannya yang belum menyeluruh, terutama belum dapat menjangkau ke pelosok-pelosok serta daerah yang terpencil sehingga tidak semua masyarakat dapat menggunakannya.

Gambar II.24 Situs Populer di Internet

Sumber

(http://2.bp.blogspot.com/-KI3Zd0XY_EE/UcPQ-ziiL1I/AAAAAAAABDA/BEgL21x36iY/s1600/logos-popular-websites.png)

Diakses : 30 November 2014 pukul 12.54 WIB

II.3 Citra Visual (Imagologi)

Imagologi pertama dikemukakan oleh seorang penulis kelahiran Ceko bernama Milan Kundera. Istilah tersebut pertama kali dikenalkan dalam novel keenamnya yang berjudul “Imortality” (keabadian). Menurut Kudera dalam Adi (2013, p.1) menyatakan bahwa “Reality was stronger than ideology. And it is in this sense that imagology surpassed it. Imagology is stranger than reality.” Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa realitas lebih kuat dari sebuah ideologi, namun ternyata dalam hal tersebut imagologi dapat melampaui dari sebuah kenyataan. Imagologi dinilai sebagai sebuah rekayasa atau tipuan.

(37)

menimbulkan efek baik positif maupun negatif. Seseorang dapat menampilkan citra tersebut tidak hanya secara langsung bahkan dapat ditampilkan melalui media. Media merupakan salah satu bagian yang berperan dan bertanggung jawab dalam menyebarkan imagologi (citra). Salah satu contoh peran media dalam penyebaran imagologi yaitu berita yang dimuat di televisi. Pembuat berita akan menampilkan berita-berita televisi yang dikemas lebih ringan lalu didramatiskan agar rating menjadi tinggi.

Teori imagologi kini mulai banyak digunakan dalam bidang politik (imagologi politik). Imagologi politik yang populer dan kini banyak terjadi lebih dikenal nama pencitraan politik. Pencitraan politik (imagologi politik) merupakan salah satu strategi di kalangan tokoh politik untuk memperkuat citra dirinya dimata publik. Namun pada kenyataannya pencitraan politik dapat menimbulkan efek positif dan negatif di masayarakat. Efek tersebut dapat muncul ketika pencitraan yang dilakukan dinilai publik tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dimasyarakat.

(38)

Gambar II.25 Contoh Pencitraan didepan media

Sumber (http://statik.tempo.co/data/2013/06/22/id_195412/195412_620_tempoco.jpg) Diakses : 02 April 2015 pukul 02.19 WIB

II.3.1 Penerapan Imagologi

Dalam sebuah demokrasi, media memiliki peran yang penting dalam proses membujuk masyarakat. Dari pesan yang disampaikan akan menimbulkan persepsi dikalangan masyarakat. Kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya, mereka masih memegang tradisi leluhur dan mengagumi sosok yang dianggap berpengaruh dalam mensejahterakan kehidupan mereka. Pada dunia politik, hal tersebut banyak dimanfaatkan oleh para tim sukses dan simpatisan melalui peran media. Citra yang baik dari tokoh yang diusung dikemas kemudian ditampilkan oleh media untuk menjadi konsumsi masyarakat. Penyebaran melalui media dilakukan untuk mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadapa apa yang ditampilkan, bukan pada realitas yang terjadi. Proses pencitraan dalam dunia politik dikemas secara menarik dan kreatif guna mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat.

(39)

Berdasarkan bagan diatas, dapat diuraikan adapun cara kerja Imagologi melihat dari sebuah objek, dari objek tersebut kemudian menarik kesan apa yang ditampilkan dalam objek. Setelah itu dibandingkan dengan gaya hidup yang ada dimasyarakat dicocoknya dengan objek utama. Pencitraan dimunculkan dari apa yang digemari oleh masyarakat, lalu dikemas secara menarik dan diberikan makna, kemudian dibandingkan dengan realitas dan kondisi yang ada. Namun bila penyampaian citra yang dilakukan baik melalui media ataupun secara langsung sudah terlalu kuat dan berkesan, terkadang masyarakat sudah tidak akan kembali membandingkannya dengan realita dan kondisi yang terjadi. Pada zaman yang semakin canggih dan modern seperti saat ini, proses pencitraan sangat mudah disebarkan kepada masyarakat. Media menjadi penyalur proses tersebut, terlebih kini tidak hanya media televise, radio dan media cetak saja yang berperan namun sudah menjalar pada media internet. Pencitraan seolah menjadi sebuah tontonan bagi masyarakat untuk mendapatkan perhatian dan simpati. Dalam pencitraan politik, pendekatannya dapat dilakukan dengan cara iklan, memantau kelingkungan masyarakat secara langsung, atau dengan cara pengerahan masa yang dikumpulkan ditempat terbuka. Adapun seluruh pendekatan tersebut dilakukan, disesuaikan dengan situasi dan target masyarakat yang dijadikan sasaran oleh tim sukses dan para simpatisan pengusung tokoh.

II.4 Parodi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam kbbi.web.id yang dikembangkan oleh Ebta Setiawan pembaharuan untuk tahun 2011-2015 menyebutkan bahwa parody adalah karya sastra atau seni yang dengan sengaja menirukan gaya, kata penulis atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan. Dari pernyataan tersebut secara luas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari parodi yaitu untuk menghibur. Namun selain itu secara lebih sempitnya parodi dapat ditujukan sebagai bentuk kritik terhadap apa yang ditirukannya.

(40)

aktifitas lain salah satunya yaitu kampanye. Tujuannya tidak hanya untuk mempromosikan objek yang akan dipasarkan, namun agar publik merasa terhibur dan pesan yang akan disampaikan dapat diberikan serta diterima dengan mudah karena penyampainya yang lucu sehingga dapat diingat dan menarik perhatian publik.

Gambar II.26 Contoh Parodi Gaya

Sumber (http://i.ytimg.com/vi/qg5wcUSPN1A/maxresdefault.jpg)

(41)

BAB III

VIDEO KAMPANYE GUBERNUR JOKOWI – BASUKI (AHOK) TAHUN 2012

III.1 Objek Penelitian

Objek penelitian yaitu apa yang akan dijadikan bahan untuk penelitian. Dalam penelitian ini yang dimaksud sebagai objek penelitian yaitu Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction. Objek penelitiannya lebih ditujukan pada visual yang ditampilkan serta lirik yang disampaikan. Adapun dalam penelitian

terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction terdiri dari beberapa

scene. Dalam sebuah alur cerita terdapat scene yang menjadi puncak cerita, ada pula yang berperan sebagai penjelas cerita. Scene yang menjadi fokus penelitian diantaranya terdapat pada scene yang memperlihatkan kemacetan kota Jakarta hingga mengakibatkan efek stress yang menimbulkan emosi dan cepat

tersinggung pada penduduknya.

Selain itu terdapat pada scene yang menggambarkan padatnya serta sulitnya antrian untuk membuat KTP (Kartu Tanda Penduduk) di kelurahan, lalu

dilanjutkan ke scene yang menggambarkan setelah lama menunggu untuk membuat KTP (Kartu Tanda Penduduk) datang seorang petugas lalu digambarkan

bila proses pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk) ingin cepat selesai harus

memberikan uang. Akhirnya di scene lain diperlihatkan kekesalan para tokoh sebagai warga Jakarta, lalu membuka baju mereka dengan diganti menggunakan

baju kotak-kotak. Dari serangkaian video tersebut, difokuskan pada scene yang dianggap mewakili penggambaran masalah hingga keinginan untuk perubahan

(42)

Tabel III.1 Kumpulan Scene Pokok

Sumber(Dokumen Pribadi yang diambil dari https://www.youtube.com)

Diakses : 04 April 2015 pukul 02.03 WIB

NO SCREEN SHOT SCENE KET. WAKTU

1

Gambar III.1 Screen Shot 1

Sumber (https://www.youtube.com/watch?v=f-zR65eXXPc)

Menit 0:29

(Perkenalan tokoh utama )

2

Gambar III.2 Screen Shot 2

Sumber (https://www.youtube.com/watch?v=f-zR65eXXPc)

Menit 0:43

(Muncul permasalahan pertama yaitu kemacetan)

3

Gambar III.3 Screen Shot 3

Sumber (https://www.youtube.com/watch?v=f-zR65eXXPc)

Menit 0:47

(Akibat efek permasalahan pertama terjadi

(43)
(44)

Dalam video tersebut juga dinilai populer diantaranya karena dari jumlah

penonton di You Tube yang walaupun sudah lewat masa kampanye gubernurnya,

namun hingga saat ini masih banyak yang mengakses video tersebut dengan

2.663.433 orang (tanggal 04 Agustus 2015 pukul 00.10 WIB) dengan jumlah 25.977 orang yang menyukai dan 699 orang yang tidak menyukai video tersebut. Selain itu, video parodi tersebut dapat dikatakan berhasil menarik perhatian masyarakat karena pada awal kemunculannya saat pilkada gubernur DKI Jakarta tahun 2012 selain banyak yang mengakses videonya di You Tube, namun hingga menjadi pembicaraan di beberapa stasiun televisi swasta. Cameo Project pun selaku pembuat video tersebut banyak diundang untuk menjadi narasumber terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction. Alur cerita yang digunakan dalam video tersebut yaitu pola linear. Menurut Pratista (2008, hal 36) menyatakan bahwa “Pola linear merupakan pola dimana waktu berjalan sesuai urutan aksi peristiwa tanpa adanya interupsi waktu yang signifikan.” Berdasarkan pernyataan tersebut, dalam kajian video tersebut diperlihatkan kejadian serta

waktu yang berurutan mulai dari pagi hari tokoh utama bangun dan teringat janji

ke kelurahan, masuk siang hari mulai masuk permasalahan yang terjadi secara

bergantian, hingga puncak puncak dan keinginan perubahan.

III.1.1 Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan terkait video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction yaitu bersifat kualitatif dengan cara deskriptif menggunakan metode citra visual (imagologi). Cara deskriptif dipilih karena lebih efektif untuk menjabarkan dan menganalisa tentang laporan dan riset penelitian terkait tampilan elemen visual dan audio dari Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction

yang dapat menarik perhatian masyarakat, hingga secara tidak langsung dapat

mengajak masyarakat untuk mengumpulkan suara yang banyak pada pemilihan

(45)

maksud dan pesan apa yang ingin disampaikan. Terkait scene yang diambil untuk dikaji sebagai objek penelitian diambil sesuai dengan pola struktur naratif. Dalam

scene yang diambil diawali dengan perkenalan dari pemain adegan, setelah itu masuk dalam scene yang berisikan konflik atau permasalahan dalam video tersebut. Kemudian diambil scene yang menjadi puncak permasalahan (klimaks), selanjutnya diakhir diambil scene solusi. Adapun pola struktur naratif sebagai berikut :

Bagan III.1 Pola Struktur Naratif

Sumber (Pratista, 2008 hal.45)

Dari pola struktur naratif tersebut dapat kita sederhanakan sebagai gambaran pola naik turunnya sebuah adegan. Dimulai dengan prolog, penyampaian awal dalam adegan sebagai perkenalan. Kemudian naik ke klimak, mulai adegan sampai mencapai puncak permasalahan. Setelah itu turun ke epilog, yang berfungsi menjabarkan inti pesan cerita yang ingin disampaikan. Adapun penggambarannya sebagai berikut :

Bagan III.2 Gambaran sederhana Pola Struktur Naratif

Sumber (Dokumen Pribadi tahun 2015)

(46)

Bagan III.3 Kerangka Penelitian

Sumber (Dokumen Pribadi tahun 2015)

III.1.1.1 Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data merupakan salah satu bagian yang penting dalam sebuat penelitian. Adapun pada penelitian terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction ini digunakan beberapa cara dalam pengumpulan data serta informasi, diantaranya :

Bagan III.4 Tahapan Pelaksanaan Penelitian

(47)

Studi Literatur

Studi Literatur merupakan tehnik pengumpulan data yang didapat melalui buku, e-book, ataupun website. Adapun penelitian yang dilakukan terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) Tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction ini dibutuhkan beberapa sumber buku diantaranya :

 Komunikasi Politik Di Era Multimedia yang ditulis oleh Roni Tabroni.  Komunikasi Politik Teori Aplikasi dan Strategi di Indonesia yang ditulis

oleh Fajar Junaedi.

 Pengantar Desain Komunikasi Visual yang ditulis oleh Adi Kusrianto.  Hiper Semiotika yang ditulis oleh Yasraf Amir Piliang

 Desain Komunikasi Visual yang ditulis oleh Lia Anggraini S  Memahami Film yang ditulis oleh Himawan Pratista

 Jurnal Pencitraan Tokoh Politik Menjelang Pemilu 2014 yang ditulis oleh Haryati

 Modul Pembelajaran Imagologi yang ditulis oleh Ivan Kurniawan, M.Ds  Materi diskusi Imagologi yang ditulis oleh Kunto Adi Wibowo

Pencarian data tidak hanya dilakukan dengan menggunakan buku, namun juga menggunakan media Internet seperti : www.politik.kompasiana.com, www.academia.edu, www.negarahukum.com dan www.merdeka.com

Kuisioner

Pada penelitian terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction

(48)

III.1.1.2 Teknik Pengolahan Data

Data, informasi, serta tanggapan masyarakat yang telah dikumpulkan kemudian diolah. Data yang didapat melalui wawancara dan sumber literatur diolah dengan meringkas serta dianalisis lebih lanjut untuk disesuaikan dengan kebutuhan penelitian terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) Tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction.

Bagan III.5 Tahapan Pengolahan Data

Sumber (Dokumen Pribadi tahun 2015)

III.1.2 Subjek Penelitian

Dalam penelitian terkait Video Kampanye Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction ini,

subjek penelitian yang dimaksud adalah para pemberi informasi (narasumber)

yang dibutuhkan dalam penelitian. Subjek penelitian terkait Video Kampanye

Gubernur Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction diantaranya Cameo Project selaku pembuat dan peng-upload dan pengguna internet khususnya You Tube dari berbagai kalangan. Adapun dari hasil kuisioner yang diberikan pada masyarakat, diantaranya :

Hasil Kuisioner

Untuk mengetahui tanggapan masyarakat terkait penelitian video kampanye pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction, maka

dilakukan metode dengan cara kuisioner (menghimpun pendapat masyarakat

terkait objek penelitian). Kuisioner tersebut dilakukan kepada 34 orang dari

berbagai usia, status, dan pekerjaan. Kuisioner juga dilakukan selama 7 hari,

(49)

diberikan secara langsung kepada masyarakat secara acak dari berbagai profesi pekerjaan, berbagai kalangan serta usia. Selain itu, kuisioner juga didapatkan secara online melalui media sosial di internet.

Tabel III.2 Pendapat masyarakat terkait video kampanye Jokowi – Basuki (Ahok) Sumber (Dokumen Pribadi tahun 2015)

No Jumlah Responden Komentar Persentase

1 21 Responden Bagus, kreatif 62%

Adapun hasil kuisioner tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat menilai dan kampanye selama ini bukan hanya kegiatan mempromosikan diri, namun dibalik itu kampanye juga tidak terlepas dengan hal-hal yang kurang bermanfaat bahkan cenderung menimbulkan masalah, seperti : rusuh, macet, demo, suap menyuap, pencitraan, janji-janji dan lain sebagainya. Maka dengan adanya fun campaign (kampanye menyenangkan) salah satu contohnya video kampanye pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta Jokowi – Basuki (Ahok) tahun 2012 versi parodi lagu “What Makes You Beautiful” dari One Direction dapat memberikan cara yang baru dalam berkampanye. Cara berkampanye tersebut, tidak hanya menyenangkan

namun menghibur. Video tersebut dinilai sangat kreatif, karena dapat mewakili

pesan yang ingin disampaikan dengan menarik dari pembuat kepada penonton.

Video tersebut dianggap menarik, selain karena memparodikan lagu yang populer,

elemen-elemen, lirik, kekonyolan serta simbol-simbol dalam video tersebut juga

(50)

Bagan III.6 Diagram Hasil Kuisioner

Sumber (Dokumen Pribadi)

III.1.2.1 You Tube

Youtube merupakan situs website untuk berbagi video bagi pengguna internet. Video di You Tube banyak di-upload oleh individu, kelompok, organisasi sampai

perusahaan. You tube berguna sebagai media untuk mempromosikan sesuatu

kepada pengguna internet, tidak jarang You Tube juga dijadikan sebagai media

untuk menyalurkan ekspresi diri seseorang. Adapun manfaat dari You Tube

diantaranya sebagai media untuk mencari informasi serta media hiburan. Setiap

hal dapat menimbulkan efek, baik positif ataupun negatif. Selain banyak

memberikan manfaat, You Tube juga dapat memberikan efek negatif. Efek negatif

yang ditimbulkan karena penyalahgunaan yang dilakukan oleh peng-upload

karena aksesnya yang terlalu bebas dan mudah. Itulah yang menyebabkan bebarapa negara sangat ketat memberlakukan aturan penggunaan You Tube.

III.2 One Direction III.2.1 Profil

One Direction merupakan grup penyanyi pria (boyband) asal Inggris – Irlandia. Boyband ini terbentuk di London tahun 2010. Personel awal dari One Direction saat itu beranggotakan Niall Horan, Liam Payne, Harry Styles, Louis Tomlinson, dan Zayn Malik, namun pada bulan maret 2015 Zayn Malik mengundurkan diri dari One Direction. Tahun 2010, Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry

Diagram Hasil Kuisioner

Bagus, Kreatif

Tidak mengetahui video kampanye tersebut

Cukup Bagus

Biasa saja

(51)

Styles, dan Louis Tomlinson mengikuti audisi The X Factor musim ke-7 sebagai penyanyi solo dalam kategori "Boys", namun mereka semua gagal. Setelah mendapat saran dari juri tamu saat itu, Nicole Scherzinger, mereka berlima bergabung dan membentuk sebuah boyband. Boyband ini kemudian berhasil lolos untuk kategori "Groups". Ide member nama One Direction datang dari Harry yang menganggap nama tersebut akan terdengar hebat saat pembawa acara The X Factor menyebutkannya pada siaran langsung ditelevisi. Pada akhir kompetisi, One Direction menepati sebagai juara 3 di ajang The X Factor.

Gambar III.8 One Direction

Sumber(http://www.jpnn.com/picture/normal/20150319_061039/061039_352629_One_ Direction_d.jpg)

Diakses : 04 April 2015 pukul 02.30 WIB

III.2.2 Gaya Musik

(52)

III.2.3 Album

Sampai saat ini One Direction memiliki 2 album yaitu “Up All Night” dan “Take Me Home”. Pada bulan Januari 2011, One Direction menandatangani kontrak rekaman dengan label milik Simon Cowel, Syco Records. Kemudian, bulan November 2011, One Direction juga menandatangani kontrak rekaman dengan Columbia Records di Amerika Utara. One Direction merekam album debut mereka, "Up All Night" di Swedia, Amerika Serikat dan Inggris. Dalam album tersebut, mereka berkolaborasi dengan musisi-musisi seperti Savan Kotecha, Rami Yacoub, RedOne, Ed Sheeran, Kelly Clarkson, Tom Fletcher, Steve Mac, Toby Gad dan Carl Falk. Singel pertama mereka, "What Makes You Beautiful", dirilis tanggal 11 September 2011. Singel ini berhasil berada di posisi pertama UK Singles Chart setelah dinobatkan sebagai singel yang paling banyak di request sepanjang masa oleh Sony Music Entertainment.

Di tangga lagu Irlandia, "What Makes You Beautiful" berada di posisi pertama selama empat minggu berturut-turut. Di Amerika Serikat, singel ini dirilis pada bulan Februari 2012, dan memulai karirnya pada posisi 28 di Billboard Hot 100. Posisi ini merupakan posisi tertinggi bagi musisi asal inggris sejak tahun 1997. Singel ini terus naik hingga ke posisi empat dan tanggal 21 Mei 2012, sebanyak 2.060.303 unduhan digital singel ini telah terjual di AS. Singel kedua mereka, "Gotta Be You", dirilis pada tanggal 13 November 2011 dan menempati posisi ketiga di tangga lagu Irlandia dan Inggris.

Gambar III.9 Cover Album “Up All Night”

Sumber(http://img3.wikia.nocookie.net/__cb20121019052730/onedirection/images/6/6a/ Upallnight.png)

(53)

Pada tanggal 12 Agustus 2012, One Direction membawakan "What Makes You Beautiful" dalam upacara penutupan Olimpiade Musim Panas 2012 di London. Berikutnya, tanggal 6 September 2012, One Direction membawakan "One Thing" dalam MTV Video Music Awards 2012. Mereka juga memenangkan penghargaan Best New Artist, Best Pop Video dan Most Share-Worthy Video untuk "What Makes You Beautiful". Pada Februari 2013, One Direction merilis versi cover dari lagu "One Way or Another" dan "Teenage Kicks" sebagai singel amal untuk organisasi Comic Relief. Grup musik ini tampil dalam BRIT Awards 2013 dan berhasil menyabet penghargaan Global Success Award. Setelah kesuksesannya dengan album pertama, One Direction mulai merilis album keduanya yang bertajuk “Take Me Home” di Swedia pada bulan mei 2012.

III.3 Sekilas Kota Jakarta

Jakarta merupakan ibu kota dari negara Indonesia. Jakarta sangat identik dengan permasalahan kemacetan, kemacetan tersebut disebabkan salah satunya karena jumlah penduduk kota Jakarta yang sangat padat. Jakarta memiliki jumlah penduduk 10.187.595 jiwa (tercacat hingga tahun 2011). Mayoritas penduduknya beragama islam, namun ada juga penduduk yang beragama lain seperti: protestan, katolik, budha, hindu bahkan konghucu. Adapun penduduk asli kota Jakarta yauitu suku Betawi. Kota Jakarta memiliki kesenian yang khas yaitu ondel-ondel serta tanjidor, selain itu makanan yang menjadi khas kota Jakarta salah satunya kerak telor. Sedangkan salah satu bangunan yang menjadi ciri dari kota Jakarta yaitu Monas (Monumen Nasional)

Gambar III.10 Kota Jakarta

(54)

Ibu kota Jakarta menjadi pusat dari segala aspek, baik pemerintahan, hiburan dan lain sebagainya. Selain itu, dari infrastruktur banyak tersedia mulai dari jalan tol, listrik, telekomunikasi, pelabuhan serta bandara internasional yang dapat melayani penerbangan baik diwilayah Indonesia dan luar negeri. Seluruh akses tersebut dipermudah karena kota Jakarta merupakan ibu kota negara. Dengan segala kemudahan yang tersedia dikota Jakarta, membentuk gaya hidup yang modern dimasyarakatnya. Gaya hidup tersebut semakin meningkat seiring perkembangan zaman dan teknologi salah satunya meluasnya media komunikasi seperti internet. Dengan perkembangan tersebut, setiap orang memanfaatkan dan menjadikannya kebutuhan hingga tidak bisa lepas dari gadget yang dimilikinya. Semua informasi disediakan dan dapat diakses dengan mudah, terlebih dipusat kota Jakarta banyak tempat yang menyediakan internet gratis (wifi) terutama ditempat-tempat ramai dan strategis, seperti : tempat makan, cafe, mall, perkantoran, sekolah, kampus, dan lain sebagainya. Akses layanan itu disediakan karena melihat gaya hidup penduduk kota Jakarta yang sangat suka nongkrong baik saat santai, istirahat atau melepas penat selesai bekerja.

III.4 Pasangan Jokowi – Basuki (Ahok)

(55)

memenangkannya dengan mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Pemilihan tersebut dilakukan dengan dua putaran. Pada masa kampanye pasangan Jokowi – Ahok berhasil mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia khususnya DKI Jakarta. Cara kampanye yang berbeda cukup efektif serta kekuatan sosok keduanya menjadi salah satu keberhasilan mereka mendapatkan posisi sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. Salah satu ciri yang psangan ini miliki yaitu penggunaan baju kotak-kotak saat melakukan kampanye.

Gambar III.11 Jokowi – Basuki (Ahok)

Sumber(http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/08/1376141514588543222.jpg)

Diakses : 04 April 2015 pukul 03.01 WIB

III.5 Cameo Project

Cameo project adalah sekumpulan pemuda pemudi yang bergabung dan membuat karya hasil dari keresahaan disekitarnya. Karya-karya tersebut dituangkan dalam bentuk video parodi. Video yang dibuat, kemudian dibagikan melalui situs Youtube. Karya yang dibuat oleh Cameo Project dikemas dengan kreatif dan disampaikan dengan menarik pada penonton Youtube. Salah satu karya video parodi yang populer dimasyarakat saat mereka memparodikan lagu “What Makes

You Beautiful” dari One Direction pada masa kampanye pemilihan gubernur dan

wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Mulai saat itu mereka banyak dikenal

(56)

Gambar III.12 Cameo Project

Sumber(http://i.ytimg.com/vi/0CbwmipZl9U/maxresdefault.jpg)

Diakses : 04 April 2015 pukul 03.03 WIB

III.6 Penggunaan Media Internet Dalam Kampanye Politik

(57)

kalangan. Oleh karena itu media internet kini dinilai lebih efektif untuk menarik simpati publik dibanding dengan media lainnya. Pemanfaatan media internet lebih murah dibanding dengan penggunaan media lain seperti pemasangan iklan kampanye di TV dan radio serta pembuatan dan pencetakan media spanduk, baliho, poster, banner, dan lain sebagainya yang dapat menyita banyak biaya. Adapun kelebihan yang dimiliki internet dibandingkan media lainnya, diantaranya:

1. Menembus batas wilayah, ruang dan waktu.

2. Akses yang luas untuk memperoleh informasi menyuluruh (global). 3. Meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi secara bebas.

4. Memiliki kecepatan perkembangan dan penyebaran yang sulit dibatasi.

Gambar III.13 Contoh Media Kampanye

Sumber (http://dgi-indonesia.com/wp-content/uploads/2011/09/kampanye-pilkada-1.jpg) Diakses : 30 Oktober 2015 pukul 09.46 WIB

Gambar

Gambar II.13 Full Shoot
GAMBAR KETERANGAN
Gambar II.19 Dolly
gambar (shot). Dengan demikian, penggarapan sebuah karya video harus
+7

Referensi

Dokumen terkait

Instansipun harus dapat memadukan karakterkarakter budaya organisasi yang ada untuk menciptakan suatu instansi atau perusahaan dengan keanekaragaman tinggi dan pada akhirnya

memanfaatkan sumberdaya alam dalam jangka waktu untuk memberi kesempatam kepada flora dan fauna untuk memperbaharui dirinya, memelihara mutu dan memperbanyak

Gambar simplisia rimpang cabang kunyit (Curcuma longa L.) Lampiran 3 : Gambar minyak atsiri hasil destilasi air... Gambar minyak atsiri hasil

Dengan menggunakan sistem pengasutan bintang (Y)-segitiga (  ) dan pengereman dinamik diharapkan dapat mengurangi besarnya arus starting dan waktu berhenti motor

Penyertaan Modal adalah penanaman dana Bank Syariah dalam bentuk saham pada perusahaan yang bergerak di bidang keuangan syariah, termasuk penanaman dalam bentuk surat utang

Dengan diundangkannya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Kepulauan Sangihe Nomor 2 Tahun 20 15 tentang Pengelolaan Pendapatan dan Pengalokasian Jasa

Pengaruh penambahan kulit manggis terhadap produk cake berbasis pewarna dan daya tahan simpan.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu