• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Rasio Likuiditas Laporan Keuangan Pada Directorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perhitungan Rasio Likuiditas Laporan Keuangan Pada Directorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

PERHITUNGAN RASIO LIKUIDITAS LAPORAN

KEUANGAN PADA DIREKTORAT AIRCRAFT

INTEGRATION

PT. DIRGANTARA INDONESIA

Laporan Kerja Praktek

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat

Dalam menempuh Jenjang D3

Program Studi Keuangan dan Perbankan

Oleh :

NAMA

: Herni Siti jubaedah

NIM : 21508008

PROGRAM STUDI KEUANGAN DAN PERBANKAN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)

ii

memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan

laporan Kerja Praktek yang dilaksanakan di PT DIRGANTARA INDONESIA,

Bandung.

Laporan kerja praktek ini merupakan salah satu syarat mata kuliah Kerja

Praktek semester V Program Studi Keuangan & Perbankan Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer Indonesia.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek ini, sehingga dapat

terselesaikan. Terutama kepada :

1. Bapak Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, Selaku Rektor Universitas

Komputer Indonesia

2. Ibu Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati., Dra.,SE.,MSi. Selaku Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.

3. Ibu Linna Ismawati.,SE.,MSi. Selaku Ketua Program Studi Manajemen

Universitas Komputer Indonesia.

4. Ibu Trustorini Handayani.,SE.,MSi. Selaku Dosen Pembimbing dalam

(3)

iii

5. Ibu Elvira Azis.,SE.,MT. Selaku Koordinator Kerja Praktek Program Studi

Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi Universitas Komputer

Indonesia.

6. Bapak Darmazakti Natajaya Tirta.,SE.,MT. Selaku Dosen Wali Keuangan

dan Perbankan.

7. Bapak Doddy Handiman dan Bapak Edy. Selaku Pembimbing perusahaan

dalam pelaksanaan kerja praktek di PT Dirgantara Indonesia Bandung.

8. Pimpinan dan segenap karyawan Directorat Aircraft Integration PT

Dirgantara Indonesia.

9. Kepada kedua orang tua penulis yang senantiasa mendoakan dan

memberikan dukungan baik materil maupun moril.

10.Buat adikku Ridwan dan Tita , selalu memberikan masukan dan

dukungannya kepada penulis

11.Teman-teman kelas KP-1 tercinta yang tidak pernah berhenti untuk selalu

memberikan semangat dan do’anya.

12.R.Adrian Rizkita yang yang setiap hari terus menerus memberikan

pengarahan, masukannya dan dukungan penuh kepada Penulis.

13.Rekan-rekan Kerja Praktek juga dan semua pihak yang telah membantu

dalam menyelesaikan laporan ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari bahwa Laporan Kerja Praktek ini, masih jauh dari

sempurna baik dari segi isi maupun bentuk penyajiannya. Kritik dan saran Penulis

(4)

iv

Bandung, November 2010

Penulis

(5)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Analisis laporan keuangan akan memberikan gambaran mengenai kemampuan

perusahaan dalam hal likuiditas. Perusahaan dapat mengukur seberapa jauh

kemampuannya untuk memenuhi tantangan dan tuntutan yang dihadapi . analisa yang

dihasilkan harus memberikan pemahaman yang baik terhadap operasional keuangan

perusahaan sehingga dapat diketahui kelemahan perusahaan yang dianggap baik.

Dengan analisa rasio yang dilakukan akan diketahui kemampuan perusahaan

dalam memenuhi kewajibannya dan hasil yang telah dicapai dari kegiatan

operasionalnya.

Dari segi manajemen keuangan, perusahaan dikatakan mempunyai kinerja

yang baik atau tidak dapat diukur dengan :

1. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (utang) yang akan jatuh

tempo (liquidity).

2. Kemampuan perusahaan untuk menyusun struktur pendanaan, yaitu

perbandingan antara utang dan modal (leverage).

3. Kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan (profitability).

4. Kemampuan perusahaan untuk berkembang (growth).

(6)

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan kerja

praktek dan menuangkannya dalam laporan kerja praktek dengan judul

“PERHITUNGAN RASIO LIKUIDITAS LAPORAN KEUANGAN PADA

DIRECTORAT AIRCRAFT INTEGRATION PT. DIRGANTARA INDONESIA”.

1.2. Tujuan Kerja Praktek

Tujuan Kerja Praktek bagi setiap mahasiswa adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui Perhitungan rasio likuiditas laporan keuangan Direktorat

Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia (Persero) periode (2008 – 2009).

2. Untuk mengetahui perkembangan rasio likuiditas pada Direktorat Aircraft

Integration PT. Dirgantara Indonesia (Persero) periode (2008 – 2009).

3. Untuk mengetahui hambatan- hambatan dan penanggulangan perhitungan

rasio likuiditas pada Direktorat Aircraft PT. Dirgantara Indonesia (Persero)

Periode (2008 – 2009).

1.3. Kegunaan Kerja Praktek

Bagi mahasiswa, kerja praktek dilaksanakan bukan hanya untuk memenuhi

kewajiban sebagai salah satu syarat kelulusan. Tetapi memiliki kegunaan juga bagi

(7)

3

1. Bagi Mahasiswa

a. Dapat mengetahui, mendalami, dan menerapkan ilmu yang diterima

dibangku kuliah terhadap aplikasi dunia kerja.

b. Mampu mengenal dan beradaptasi di dunia kerja yang sesungguhnya

dimana akan ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan.

c. Mendapatkan ilmu tambahan dan pengalaman selama kerja praktek yang

tidak didapatkan selama perkuliahan.

d. Dapat mengembangkan diri dan meningkatkan keterampilan pada

bidangnya.

e. Meningkatkan kemampuan mahasiswa akan pentingnya profesionalisme

dalam dunia kerja.

f. Menjadikan kepribadian yang disiplin, mandiri dan bertanggung jawab

terhadap kewajibannya dalam menyelesaikan tugas.

2. Bagi Universitas

a. Terjalinnya hubungan kerjasama antara universitas dengan perusahaan

tempat kerja praktek.

b. Sebagai bahan evaluasi universitas dibidang akademik untuk perbaikan

kurikulum kedepannya.

c. Dapat mengetahui keterkaitan atau korelasi antara ilmu yang diberikan di

bangku kuliah dengan kondisi nyata dunia kerja.

3. Bagi Perusahaan

(8)

b. Dapat membantu perusahaan dalam menyiapkan sumber daya manusia

yang potensial.

c. Tidak menutup kemungkinan adanya saran yang bersifat membangun

untuk lebih menyempurnakan sistem yang sudah ada, dari mahasiswa

pelaksana kerja praktek.

4. Bagi pihak lain pada umumnya

a. Dapat menambah wawasan mengenai keuangan suatu perusahaan dari hasil

kerja praktek yang ditulis dalam laporan kerja praktek.

b. Dapat mengetahui perkembangan keuangan suatu perusahaan dalam

beberapa periode.

1.4. Lokasi Dan Waktu Kerja Praktek

Pelaksanaan kerja praktek dilakukan di Unit Usaha Direktorat Aircraft

Integration PT. Dirgantara Indonesia (Persero) Jalan Pajajaran No. 154 Bandung.

Waktu pelaksanaan kerja praktek dimulai pada tanggal 5 Juli 2010 sampai dengan

(9)

5 BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT DIRGANTARA INDONESIA

2.1. Sejarah Singkat Perusahaan

Melalui PP No. 12 tanggal 5 April 1976 pemerintah memberikan

kepercayaan kepada Prof. Dr. Ing. BJ Habibie untuk menghimpun segala potensi

dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia pada waktu itu guna mengelola

dan mengembangkan industri pesawat terbang di Indonesia, dengan dasar PP

itulah maka lahirlah PT. IPTN.

Pada tanggal 23 Agustus 1976 didasari kebutuhan untuk melayani sendiri

sarana transportasi udara yang mampu menghubungkan pulau yang satu dengan

pulau yang lain, karena Indonesia terbentuk atas pulau- pulau yang membentuk

negara Indonesia dan untuk menguasai teknologi.

Pada tahun 1979 PT. IPTN sudah beranjak memasuki tahap dua yaitu

“Integrasi Teknologi”. Tahap ini merupakan penggabungan kemampuan

rancangan dan produksi antara PT. IPTN dengan mitra kerja dari CASA Spanyol.

Melengkapi pesatnya industri pesawat terbang, PT. IPTN mendirikan divisi sistem

persenjataan.

PT. IPTN dan Boeing Company menandatangani kerjasama teknik yang

dibukukan pada tahun1982. Melalui landasan ini landasan baru telah dibuat untuk

(10)

ketika pada tahun 1987 PT. IPTN mulai memproduksi sebagian komponen

pesawat Boeing 737, 747, 757, 787, dan Boeing 777.

Secara bertahap dan berkesinambungan suatu pusat perawatan mesin yakni

Universal Maintenance Centre (UMC) didirikan pada tahun 1983. Pendirian dan

pengembangan UMC ini adalah dalam rangka melengkapi suatu agenda “Alih

Teknologi”. Unit ini juga berfungsi merawat, memperbaiki mesin- mesin pesawat

terbang dan helikopter maupun mesin- mesin turbin gas untuk industry dan untuk

keperluan maritime.

Pada usianya yang ke- 10, pemerintah republik Indonesia

menyelenggarakan Indonesia Air Show (IAS) I, yakni pada tahun 1986. Pameran

kedirgantaraan ini menarik perhatian masyarakat luas baik dari dalam maupun

dari luar negeri. Peristiwa ini adalah pertanggungjawaban pemerintah khususnya

PT. IPTN terhadap rakyat tentang apa yang telah dicapai selama 10 tahun

pertama.

Pada tahun 1987 PT. IPTN mulai memproduksi sebagian komponen

pesawat Boeing 737 dan 767. Kerjasama imbal produksi (off-set) dicapai dengan

General Dynamic untuk membuat komponen pesawat F-16 sehubungan dengan

pembelian pesawat tempur tersebut oleh pemerintah RI.

Dalam rangka meningkatkan peluang- peluang alih teknologi serta bisnis,

PT. IPTN bersama dengan New Media Development Organization, Jepang

(11)

7

Internasional (NSI). Perusahaan yang bergerak dalam perangkat lunak computer

ini didirikan pada tahun 1988 dan langsung beroperasi.

Untuk lebih memperluas produk- produk dan jasa yang dihasilkan

khususnya di wilayah benua Amerika, sejak tahun 1922 yang lalu PT. IPTN

memiliki branch office yang berkedudukan di Seattle Amerika Serikat dan diberi

nama IPTN-NA (IPTN North America). Itu semua sekaligus sebagai dasar unruk

melangkah lebih lanjut.

Memasuki dasawarsa kedua, PT. IPTN tidak hanya memelihara dan

meningkatkan penguasaan teknologi yakni mengembangkan teknologi dirgantara

sendiri untuk menghasilkan produk yang sama sekali baru.

Sejak tahun 1989, PT. IPTN mulai merancang bangun pesawat N-250. Ini

ditandai dengan peluncurannya pada tanggal 10 November 1994 yang bertepatan

dengan hari Pahlawan, dan beberapa bulan kemudian tepatnya pada tanggal 10

Agustus 1995, N-250 Gatotkaca diterbangkan untuk pertama kalinya. Peristiwa

ini selain dipersembahkan untuk hadiah ulang tahun kemerdekaan Republik

Indonesia yang ke- 50, dan tanggal tersebut dikukuhkan sebagai hari Kebangkitan

Teknologi Nasional.

Sebagai pertanggungjawaban kepada rakyat, pada bulan Juni 1996

pemerintah kembali menyelenggarakan Indonesia Air Show (IAS) II. Pada

kesempatan ini N-250 tampil sebagai primadona dan menunjukkan kebolehannya

(12)

Memasuki dasawarsa ketiga, PT. IPTN siap untuk merealisasi era jetsasi, yaitu

dengan dirancangnya pesawat N2130. Pesawat ini dilengkapi dengan dua buah

mesin jet dan akan mengangkut penumpang antara 100-130 orang.

Pada awal abad mendatang pesawat ini akan siap diluncurkan dan

melakukan penerbangan perdananya. Dibidang pemasaran langkah PT. IPTN

semakin progresif menembus pasaran internasional. Hal ini ditandai dengan

dibukanya AMRAI dan EURAI.

Ketika tahun 1997 krisis ekonomi dan moneter melanda kawasan Asia

Tenggara dan Indonesia yang berdampak pada berkurangnya potensi pasar PT.

IPTN. Terkait dengan itu, sejak Oktober 1998 industri ini mempersiapkan

paradigma baru.

Program restrukturisasi perusahaan yang mencakup : reorientasi bisnis,

penataan ulang postur SDM, serta restrukturisasi permodalan dan keuangan

digulirkan. Melalui restrukturisasi ini postur karayawan menyusut dari 15.000

menjadi 10.000 orang. Puncaknya adalah perubahan nama PT. IPTN menjadi PT.

Dirgantara Indonesia (PT. DI), yang dilanjutkan dengan pengukuhan direksi baru.

Nama baru diharapkan melahirkan citra baru yang lebih baik.

Orientasi PT. DI 70% pada bisnis inti pesawat terbang, sementara 30%

nya pada bisnis plasma. Dengan paradigma baru ini PT. DI melahirkan 6 profil

(13)

9

Visi :

1. Menjadi produsen pesawat terbang dan helicopter bertaraf Internasional

yang memberikan nilai pelanggan ( customer value ) lebih baik bagi

kebutuhan pasar global, komersial dan militer.

2. Menjadi perusahaan kelas dunia dalam industry dirgantara yang berbasis

pada penguasaan teknologi dan mampu bersaing dalam pasar global

dengan mengandalkan keunggulan biaya.

Misi :

1. Menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas Internasional,

diserahkan tepat waktu dengan biaya rekayasa , produksi dan operasional

yang optimum.

2. Memberikan kemudahan kepada customer dalam mendapatkan dan

mengoprasikan oesawat terbang dan helicopter dengan biaya kepemilikan

yang rendah.

3. Menjalankan usaha dengan selalu berorientasi pada aspek bisnis dan

komersil dan dapat menghasilkan produk dan jasa yng memiliki

keunggulan biaya.

4. Menjadikan perusahaan sebagai pemain kelas dunia di industry global

yang mampu bersaing dan melakukan aliansi strategis dengana industry

(14)

2.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan hal yang sangat penting untuk

dipertimbangkan dalam sebuah organisasi, karena berperan dalam pencapaian

tujuan perusahaan. Pengertian struktur organisasi menurut Handoko adalah

organisasi dengan segala aktifitasnya, terdapat hubungan di antara orang-orang

yang menjalankan aktivitas tersebut. Makin banyak kegiatan yang dilakukan

dalam suatu organisasi, makin kompleks pula hubungan-hubungan yang ada.

Untuk itu perlu dibuat suatu bagan yang menggambarkan tentang hubungan

tersebut termasuk hubungan antara masing-masing kegiatan atau fungsi. Bagan

yang dimaksud dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi.

Untuk keterangan lebih jelas, maka struktur organisasi perusahaan dapat

(15)

11

Struktur Organisasi Directorat Aircrat Integration PT Dirgantara Indonesia

Sumber : Direktorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia

Gambar 2.1

(16)

2.3 DESKRIPSI JABATAN

1. DIRECTORAT AIRCRAFT INTEGRATION

Tugas dan Tanggung Jawab directorat aircraft integration adalah :

a) Memimpin kantor divisi directorat AI, untuk mencapai suatu tujuan

PT Dirgantara Indonesia baik tujuan panjang maupun tujuan

pendek.

b) Mengadakan pembagian tugas dan koordinasi dalam pelaksanaan

kerja serta melakukan evaluasi agar pelaksanaannya sejalan dengan

program kerja.

c) Meneliti dan menganalisa kegiatan operasi yang memungkinkan

perluasan dan pengembangan operasi divisi tersebut.

d) Mengatur penyusunan program kerja.

e) Bertanggung jawab atas pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang

menyangkut operasional perusahaan baik ketentuan intern dan

ekstern.

2. DEPARTEMEN UR.UMUM DAN AKUTANSI

Tugas dan Tanggung Jawab Departemen Ur.Umum Dan Akutansi adalah :

a) Menganalisa , mengevaluasi akurasi data general ledger dan

subsidiary ledger untuk seluruh akun – akun cost accounting dalam

(17)

13

b) Mengeevaluasi transaksi terhadap akun – akun inventory , property

, dan kalkulasi harga pokok produksi secara tepat dan akurat dalam

mendukung penyajian laporan keuangan.

c) Menganalisa dan melakukan pengawaan setiap akun – akun

property , inventory dan kalkulasi biaya produksi untuk

mendukung laporan keuangan beserta penjelasannya.

3. DIVISI PEMASARAN DAN PENJUALAN

Tugas dan Tanggung Jawab Divisi Pemasaran dan Penjualan adalah :

a) Memastikan setiap Penjualan & Pemasaran membuat rencana

aktifitas untuk penjualan pesawat dan memasarkannya.

b) Memastikan penjualan & pemasaran mematuhi prinsip-prinsip

mengenai penjualan pesawat sesuai dengan ketentuan yang

dikeluarkan oleh PT Dirgantara Indonesia.

c) Memberikan pengarahan dan konseling kepada penjualan &

pemasaran officer sesuai kebutuhan guna meningkatkan

produktifitas.

d) Melakukan planning terhadap pengembangan penjualan &

pemasaran officer meliputi career planning, training, dan

pengembangan lainnya sehingga mendapatkan kesempatan untuk

(18)

4. BIDANG FINANCIAL ACCOUNTING

a) Tugas Pokok :

Memelihara akurasi data general ledger dan subsidiary ledger

untuk seluruh akun- akun financial aaccounting dalam laporan keuangan

yang ada di Direktorat Aircraft Integration dan membuat lampiran

pendukungnya secara lengkap, serta melakukan konfirmasi atas hutang/

piutang dengan pihak terkait dan dengan korporasi untuk keperluan

kompilasi laporan keuangan induk/ konsolidasi.

b) Wewenang dan Tanggung Jawab :

1. Menganalisis dan melakukan pengawasan dari setiap transaksi

keuangan, untuk menyajikan laporan keuangan berupa neraca,

laba/rugi, beserta penjelasannya.

2. Melaksanakan rekonsliasi dan validasi atas seluruh data pendukung

laporan keuangan dengan pihak terkait.

3. Melakukan konfirmasi atas akun- akun keuangan dengan pihak intern

maupun ekstern perusahaan.

4. Menjamin pelaksanaan TQI (Total Quality Improvement) dan K3LH

untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja accounting.

c) Hubungan Organisasi

1. Kedudukan

a) Bertanggung jawab langsung kepada manajer urusan umum dan

akuntansi.

(19)

15

- General ledger financial accounting, posting/ jurnal

- Subsidiary ledger financial accounting

- Rekonsiliasi, konfirmasi

2. Di Dalam Perusahaan

Berkoordinasi baik di lingkungan Direktorat Aircraft

Integration dan korporat dalam hal koordinasi, rekonsiliasi, validitas,

konfirmasi terhadap data- data pendukung pembuat laporan keuangan.

3. Dengan Instansi/ Lembaga/ Perusahaan di Luar PT DI.

Auditor dan Lembaga Perpajakan.

5. BIDANG COST ACCOUNTING

a) Tugas Pokok :

Menganalisis, mengevaluasi akurasi data general ledger dan

subsidiary ledger untuk seluruh akun- akun Cost Accounting dalam

laporan keuangan yang ada di Direktorat Aircraft Integration. Serta

mengevaluasi transaksi terhadap akun- akun inventory, properti, dan

kalkulasi harga pokok produksi secara tepat dan akurat dalam mendukung

penyajian laporan keuangan.

b) Wewenang dan Tanggung Jawab :

1. Menganalisis dan melakukan pengawasan setiap akun- akun properti,

inventory, dan kalkulasi biaya produksi untuk mendukung laporan

(20)

2. Melakukan koordinasi dan konfirmasi atas data- data properti dan

inventory dengan pihak terkait dalam rangka menentukan status

kekayaan/ asset.

3. Melakukan monitoring dan jurnal/ posting transaksi Cost Accounting

di Direktorat Aircraft Integration.

4. Melakukan koordinasi dengan koporasi dan unit lain dalam ragka

mendukung korporasi melakukan konpilasi jurnal transaksi ke general

ledger dan subsidiary ledger.

5. Mengajukan adjustment yang diperlukan dalam kesalahan posting

pada saat jurnal di Direktorat Aircraft Iintegration.

6. Membuat rekapitulasi data subsidiary ledger sebagai lampiran neraca

dan laba/ rugi Direktorat Aircraft Integration.

7. Menjamin pelaksanaan TQI (Total Quality Improvement) dan K3LH

untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas accounting.

c) Hubungan Organisasi

1. Kedudukan

a) Bertanggung jawab langsung kepada manajer urusan umum dan

akuntansi.

b) Membawahi posisi jabatan/ pekerjaan :

- General ledger, posting/ jurnal cost accounting

- Subsidiary ledger cost accounting

(21)

17

2. Di Dalam Perusahaan

Melakukan koordinasi dengan fungsi terkait baik di dalam

Direktorat Aircraft Integration dan direktorat lainnya maupun dengan

korporasi dalam pelaporan keuangan perusahaan.

3. Dengan Instansi/ Lembaga/ Perusahaan di Luar PT DI

a) Auditor, dalam hal audit laporan keuangan khusus terhadap akun-

akun cost accounting Direktorat Aircraft Integration.

b) Institusi lain, dalam hal inventarisasi dan rekonsiliasi data

pendukung laporan keuangan.

2.4. ASPEK KEGIATAN PERUSAHAAN

1. Aircraft

Memproduksi beragam pesawat untuk memenuhi berbagai misi sipil , militer dan

juga misi khusus.

NC-212

Pesawat berkapasitas 19-24 penumpang, dengan beragam versi , dapat lepas

landas dan mendarat dalam jarak pendek serta mampu beroperasi pada landasan

rumput atau tanah.

CN-235

Pesawat angkut komuter serba guna dengan kapasitas 35-40 penumpang , dapat

digunakan dalam berbagai misi , dapat lepas landas dan mendarat dalam jarak

(22)

NBO-105

Helicopter multi guna ini mampu membawa 4 penumpang , sangat baik untuk

berbagai macam misi , mempunyai kemampuan hovening dan maneuver dalam

situasi penerbangan apapun.

2. Aerostructure

Bisnis satuan usaha aerostructure meliputi :

a) Pembuatan komponen aerostructure ( machined parts, sub assembly ,

assembly )

b) Pengembangan rekayasa , pengembangan komponen aerostructure yang

baru.

c) Perancangan dan pembuatan alat-alat.

3. Aircraft Service

Dengan keahlian dan pengalaman bertahun-tahun , unit usaha aircraft service

menyediakan service pemeliharaan pesawat dan helicopter berbagai jenis yang

meliputi :

a) Penyediaan suku cadang.

b) Pembaharuan dan modifikasi struktur pesawat

c) Pembaharuan interior

d) Maintenance dan overhaul.

4. Engineering Service

Dilengkapi dengan perancangan dan analisis yang canggih fasilitas uji

(23)

19

internasional , satuan usaha engineering siap memenuhi kebutuhan produk dan

jasa bidang engineering.

5. Defence

Bisnis utama satuan usaha defence, terdiri dari :

a) Produk-produk militer

b) Perawatan

c) Perbaikan

d) Pengujian dan kalibrasi baik secara mekanik maupun elektrik dengan

tingkat akurasi yang tinggi

e) Integrasi alat-alat perang

(24)

20 3.1. Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek

PT. Dirgantara Indonesia memiliki lima satuan usaha yaitu

Aircraft, Aerostucture, Aircraft Services, Engineering Services, dan

Defence. Berdasarkan bidang kajian yang diperlukan pada surat

permohonan kuliah kerja praktek, penulis ditempatkan di Direktorat

Aircraft Integration pada Departemen Umum dan Akuntansi. Dari

kesesuaian bidang kajian yang diperlukan dan penempatan kerja praktek,

3.2. Teknis Pelaksanaan Kerja Praktek

Hasil kerja praktek selama kurang lebih 1 bulan yang dimulai pada tanggal 05 juli 2010 sampai dengan 05 agustus 2010 pada PT DIRGANTARA INDONESIA cukup menberikan hasil yang baik pada penulis selaku mahasiswa PKL,sehingga dapat menambah ilmu dan pengetahuan tentang ilmu kerja yang sebenarnya.

Kegiatan atau aktivitas penulis selama kerja praktek di PT DIRGANTARA INDONESIA adalah sebagai berikut :

1. Membantu menginput data dari sistem produksi yang ada ke sistem keuangan.

2. Melakukan pengarsipan dokumen- dokumen fisik berdasarkan per nomor

(25)

21

3. Membantu mengambil data dari suatu sistem yang disebut dengan sistem

ERP.

4. Membantu proses pengolahan data dalam menjurnal untuk menghasilkan

laporan keuangan.

3.3. Hasil Pelaksanaan Kerja Praktek

3.3.1. Perhitungan Rasio Likuiditas pada Direktorat Aircraft

Integration PT. Dirgantara Indonesia Periode (2008 – 2009). Untuk mengetahui apakah keuangan Direktorat Aircraft Integration

PT. Dirgantara Indonesia periode (2008 – 2009) sudah baik dan

kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya

dapat menggunakan perhitungan rasio likuiditas.

Berikut ini adalah perhitungan untuk mengetahui nilai rasio

likuiditas Direktorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia periode

(26)

Tabel 3.1

Data Terhitung untuk Likuiditas Direktorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia Periode 2008 – 2009

(dalam jutaan rupiah)

NO KETERANGAN 2008 2009

1. Total aktiva Lancar 830.530 825.544

2. Total Kewajiban Lancar 511.161 345.129

3. Persediaan 548.707 371.370

4. Kas 107 202.299

Sumber : Direktorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia

1) Rasio likuiditas untuk periode 2008 :

a. Current rasio

Current ratio = Total Aktiva Lancar

Total Kewajiban Lancar

x 100%

Current ratio = 830.530

511.161

x 100%

= 162,5%

Artinya : Jika perusahaan memiliki current rasio sebesar 162,5%,

hal itu berarti bahwa setiap Rp.1,00 perusahaan dapat melunasi utang atau

kewajiban lancarnya sebesar Rp. 162,5 aktiva lancar.

b. Quick ratio

Quick ratio = Total Aktiva Lancar – Persediaan

(27)

23

Quick ratio =830.530 –548.707

511.161

x 100%

=

0.55%

Artinya : Jika perusahaan memiliki Quick ratio sebesar 0.55%

, hal itu berarti bahwa setiap Rp.1,00 utang lancar perusahaan dapat

menjamin pembayarannya oleh Rp. 0,55 kas dan piutang yang ada jadi

tidak harus menunggu hasil penjualan persediaan yang dimiliki

perusahaan.

melunasi setiap utang lancar sebesar Rp.1,00

2) Rasio likuiditas untuk periode 2009 :

a. Current rasio

Current ratio = Total Aktiva Lancar

Total Kewajiban Lancar

x 100%

Current ratio =825.544

(28)

= 239,198%

Artinya : Jika perusahaan memiliki current rasio sebesar

239,198%,hal itu berarti bahwa setiap Rp.1,00 perusahaan dapat

melunasi utang atau kewajiban lancarnya sebesar Rp. 239,198 aktiva

lancar.

b. Quick ratio

Quick ratio = Total Aktiva Lancar – Persediaan

Total Kewajiban Lancar

x 100%

Quick ratio =825.544 – 371.370

345.129

x 100%

= 131,595%

Artinya : Jika perusahaan memiliki Quick ratio sebesar 131,595%

, hal itu berarti bahwa setiap Rp.1,00 utang lancar perusahaan dapat

menjamin pembayarannya oleh Rp. 131,595 kas dan piutang yang ada jadi

tidak harus menunggu hasil penjualan persediaan yang dimiliki

perusahaan.

c. Cast ratio

Cash ratio = Kas

(29)

25

utang lancar sebesar Rp.1,00

3.3.2. Perkembangan Rasio Likuiditas pada Direktorat Aircraft

Integration PT. Dirgantara Indonesia Periode (2008 – 2009)

Berikut tabel untuk mengetahui perkembangan rasio likuiditas

pada Direktorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia Periode

2008 – 2009.

Tabel 3.2

Perkembangan Rasio Likuiditas Periode 2008 - 2009

No Rasio Likuiditas Periode

2008 2009

1. Current ratio 162,5% 239,198%

2. Quick ratio 0.55% 131,595%

3. Cash ratio 0,0002093% 58,615%

Sumber : Diolah penulis

Berdasarkan tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa

perkembangan rasio likuiditas tahun 2008 - 2009 yang diperoleh

Direktorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia adalah sebagai

(30)

1. Curent rasio pada tahun 2008 sebesar 162,5% tahun 2009 sebesar

239,198%. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa curent rasio

yang diperoleh dari tahun 2008 ke tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar

76,7%.

2. Quick ratio pada tahun 2008 sebesar 0.55% tahun 2009 131,595% . Hasil

perhitungan tersebut menunjukkan bahwa quick ratio dari tahun 2008 ke

tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 131,04%.

3. Cash ratio diperoleh tahun 2008 yaitu sebesar 0,0002093% tahun 2009

yaitu sebesar 58,615%. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa

cash ratio dari tahun 2008 ke tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar

58,6%.

3.3.3. Hambatan – hambatan dan penanggulangan perhitungan rasio likuiditas pada Direktorat Aircraft Integration PT. Dirgantara

Indonesia Periode (2008– 2009).

Hambatan dalam perhitungan rasio yaitu sering terjadi human

error yaitu kesalahan yang dilakukan oleh auditor keuangan. Dimana

sering terjadi kesalahan pencatatan angka. Cara menanggulanginya adalah

dengan melakukan cross check ulang sehingga tingkat kesalahan dapat

(31)

27 BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan kerja praktek pada Bab III, maka penulis

dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Perhitungan rasio likuiditas yang digunakan pada Direktorat Aircraft

Integration adalah Current Rasio mengetahui seberapa jauh aktiva lancar

perusahaan digunakan, Quick Ratio atau persediaaan, Cash Ratio

perbandingan antara kas di perusahaan dan di bank.

2. Perkembangan rasio likuiditas tahun 2008 - 2009 yang diperoleh

Direktorat Aircraft Integration PT. Dirgantara Indonesia adalah sebagai

berikut:

a. Curent rasio pada tahun 2008 sebesar 162,5% tahun 2009 sebesar

239,198%. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa curent

rasio yang diperoleh dari tahun 2008 ke tahun 2009 mengalami

kenaikan sebesar 76,7%.

b. Quick ratio pada tahun 2008 sebesar 0.55% tahun 2009 131,595% .

Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa quick ratio dari tahun

2008 ke tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 131,04%.

c. Cash ratio diperoleh tahun 2008 yaitu sebesar 0,0002093% tahun 2009

(32)

bahwa cash ratio dari tahun 2008 ke tahun 2009 mengalami kenaikan

sebesar 58,6%.

3. Dalam perhitungan rasio likuiditas terdapat suatu faktor yang dapat

menghambat yaitu Hambatan dalam perhitungan rasio yaitu sering terjadi

human error yaitu kesalahan yang dilakukan oleh auditor keuangan.

Dimana sering terjadi kesalahan pencatatan angka. Cara

menanggulanginya adalah dengan melakukan cross check ulang sehingga

tingkat kesalahan dapat dikurangi.

4.2 Saran

Berdasarkan pelaksanaan kerja praktek, maka sebagai masukan penulis

mengemukakan beberapa saran sebagai berikut :

1. Dalam melakukan perhitungan rasio likuiditas perusahaan sebaiknya

melakukan pengadministrasian lebih tertib.

2. Untuk meningkatkan rasio likuiditas perusahaan tersebut harus

meningkatkan produksinya supaya kewajiban jangka pendeknya dapat

terpenuhi.

3. Untuk menanggulangi hambatan perhitungan rasio likuiditas tersebut

auditor keuangan harus lebih fokus lagi dalam melakukan tanggung

(33)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. Data Pribadi

Nama : Herni Siti Jubaedah

Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 20 April 1990

Umur : 20 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Status : Mahasiswa

Agama : Islam

Bangsa : Indonesia

Alamat : Jl. Melong Asih Bbk. Sukamaju no.354

No. Telepon : 08997867937

II. Pendidikan Formal

1. Lulusan SDN Melong Asih 8 1996 – 2002 2. Lulusan SMP Pasundan 2 Cimahi 2002 – 2005 3. Lulusan SMAN 13 Bandung 2005 – 2008

4. UNIKOM 2008 – sekarang

Bandung ,

Saya Yang Bersangkutan

Gambar

Gambar 2.1 Sturktur Organisasi Direktorat Aircraft Integration
Tabel 3.1
Tabel 3.2

Referensi

Dokumen terkait

Dengan melakukan penelitian ini maka akan menambah pengetahuan mengenai bagaimana pengaruh rasio keuangan yang diwakili oleh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing

.Iika Anda mengurutkan semua perempuan tersebut dari yang terpendek sampai ke yang tertinggi, maka yang di tengah pasti mempunyai tinggi 130 cm. Banyak sisrva yang

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung rasio potensi retribusi pelayanan pasar, rasio

Fotokopi laporan kronologis bagi PNS yang Cacat karena dinas dibuat oleh pimpinan instansi yang bersangkutan;.. Fotokopi surat keterangan sakit dari Tim

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh kepuasan kerja, komitmen organisasi, stres kerja terhadap turnover intention auditor dengan kinerja auditor

Subtema 4 : Bentuk, Warna, Ukuran, dan Permukaan Benda Jika toko buku memiliki 46 buah pensil dan 22 buah pensil patah, pensil di toko buku yang masih utuh adalah....

Salah satu studi terpanjang terapi gabungan modifikasi gaya hidup dan metformin pada wanita PCOS, menunjukkan dengan jelas bahwa kombinasi adalah pendekatan

Faktor-faktor strategis internal yang menjadi kekuatan (strength) usaha ternak itik / Bebek diantaranya adalah telur itik / Bebek memiliki kelebihan bebas dari bahan-bahan