• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Dan Analisis Velg Mobil Berbasis Aluminium Alloy

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Desain Dan Analisis Velg Mobil Berbasis Aluminium Alloy"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Harri Rusadi Dalimunthe
  • Pengajar:
    • Prof.Dr.Ir.Bustami Syam, MSME
    • Dr.Ing.Ir.Ikhwansyah Isranuri
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Mesin
  • Topik: Desain Dan Analisis Velg Mobil Berbasis Aluminium Alloy
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2014
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya velg mobil sebagai komponen utama kendaraan. Velg paduan aluminium semakin populer dibandingkan velg baja, karena memiliki kelebihan dalam hal berat, ketahanan korosi, dan penampilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah spoke pada velg paduan aluminium terhadap tegangan dan deformasi menggunakan simulasi komputer. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam desain velg, mengingat banyak kecelakaan yang disebabkan oleh kerusakan pada velg. Oleh karena itu, penelitian ini relevan untuk mengembangkan desain velg yang lebih aman dan efisien.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menekankan pentingnya velg dalam kendaraan, serta peralihan dari velg baja ke velg paduan aluminium. Velg paduan aluminium, terutama A413.0, menawarkan banyak keunggulan seperti kekuatan, ketahanan korosi, dan bobot yang lebih ringan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana desain velg dapat mempengaruhi keselamatan dan performa kendaraan, serta mengurangi risiko kerusakan akibat tegangan berlebih.

1.2 Perumusan Masalah

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana modifikasi desain velg paduan aluminium dapat mencegah terjadinya kegagalan. Penelitian ini berfokus pada pengaruh jumlah spoke dan ketebalan flange terhadap kekuatan dan deformasi velg. Dengan menggunakan simulasi komputer, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif untuk meningkatkan keselamatan dan daya tahan velg.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kekuatan antara velg standar dan velg modifikasi, serta untuk mengetahui pengaruh modifikasi pada distribusi tegangan dan deformasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi desain velg yang lebih baik berdasarkan hasil simulasi numerik, sehingga dapat diterapkan dalam industri otomotif.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini meliputi penggunaan material velg paduan aluminium yang umum digunakan dan simulasi numerik menggunakan software ANSYS untuk menganalisis distribusi tegangan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penelitian tetap fokus dan dapat dicapai dengan sumber daya yang ada.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini mencakup pengembangan akademis dan industri. Bagi peneliti, penelitian ini menambah pengetahuan tentang material logam paduan aluminium. Untuk industri, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam desain velg untuk mencegah kegagalan dan meningkatkan keselamatan, tanpa memerlukan biaya tambahan untuk material yang lebih mahal.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab, dimulai dari pendahuluan yang menjelaskan latar belakang dan tujuan penelitian, diikuti dengan tinjauan pustaka, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Struktur ini membantu pembaca memahami alur penelitian secara sistematis.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini membahas literatur terkait yang mendasari penelitian, termasuk sifat-sifat aluminium, proses pembuatan, dan aplikasinya pada velg mobil. Tinjauan pustaka ini penting untuk memberikan konteks dan dasar teori bagi penelitian yang dilakukan. Selain itu, bagian ini juga mencakup analisis tentang penggunaan software ANSYS dalam simulasi numerik untuk mendukung desain dan analisis struktur velg.

2.1 Aluminium

Aluminium merupakan logam yang memiliki banyak aplikasi, termasuk dalam pembuatan velg mobil. Sifat ringan, tahan korosi, dan kemampuan untuk dibentuk menjadikan aluminium pilihan yang baik. Pengetahuan tentang sifat-sifat aluminium sangat penting untuk memahami bagaimana material ini berperilaku di bawah beban dan tekanan yang berbeda.

2.2 Proses Pembuatan Aluminium

Proses pembuatan aluminium melibatkan ekstraksi dari bijih bauksit melalui proses Bayer dan Hall-Heroult. Memahami proses ini penting untuk mengetahui kualitas dan karakteristik aluminium yang digunakan dalam velg. Proses yang tepat akan menghasilkan aluminium dengan sifat mekanis yang diinginkan untuk aplikasi otomotif.

2.3 Mikrostruktur Aluminium

Mikrostruktur aluminium berpengaruh besar terhadap sifat mekaniknya. Struktur mikro yang baik dapat meningkatkan kekuatan dan ketahanan korosi. Penelitian ini mencakup analisis mikrostruktur aluminium paduan yang digunakan dalam velg untuk memahami bagaimana perlakuan panas dapat mempengaruhi performa material.

2.4 Sifat-Sifat Aluminium

Sifat fisik dan mekanik aluminium, seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan ductility, sangat berpengaruh terhadap performa velg. Pengetahuan ini penting untuk merancang velg yang mampu menahan beban dan tekanan yang terjadi selama penggunaan. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana variasi dalam desain velg dapat mempengaruhi sifat-sifat ini.

2.5 Aplikasi Aluminium Pada Velg Mobil

Aluminium digunakan secara luas dalam pembuatan velg mobil karena keunggulan dalam hal berat dan ketahanan. Penelitian ini akan membahas aplikasi spesifik dari aluminium dalam desain velg dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi keselamatan dan efisiensi kendaraan.

2.6 Spesifikasi Velg Mobil

Spesifikasi velg mobil, termasuk PCD, offset, dan centre bore, menjadi penting dalam desain velg. Memahami spesifikasi ini membantu dalam merancang velg yang sesuai dengan kendaraan dan meningkatkan performa keseluruhan. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana spesifikasi ini dapat dioptimalkan dalam desain velg.

2.7 Velg Baja dan Velg Aluminium

Perbandingan antara velg baja dan velg aluminium menunjukkan bahwa aluminium lebih unggul dalam hal berat dan ketahanan korosi. Penelitian ini akan mengkaji kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis velg untuk memberikan rekomendasi desain yang lebih baik.

2.8 Paduan Aluminium

Paduan aluminium memiliki berbagai jenis yang berbeda, masing-masing dengan sifat dan aplikasi yang unik. Penelitian ini akan membahas jenis-jenis paduan yang umum digunakan dalam velg dan bagaimana mereka mempengaruhi performa dan daya tahan velg dalam kondisi operasional yang berbeda.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan langkah-langkah yang diambil dalam penelitian, termasuk bahan, alat, dan metode analisis yang digunakan. Metodologi yang jelas dan terstruktur penting untuk memastikan bahwa penelitian dapat direplikasi dan hasilnya dapat dipercaya. Dalam penelitian ini, simulasi numerik menggunakan software ANSYS menjadi fokus utama untuk menganalisis desain velg.

3.1 Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara, dengan waktu pelaksanaan yang telah ditentukan. Pemilihan lokasi dan waktu yang tepat sangat penting untuk memastikan ketersediaan sumber daya dan dukungan yang diperlukan selama penelitian.

3.2 Bahan, Peralatan, dan Metode

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah paduan aluminium A413.0. Peralatan yang digunakan termasuk software AutoCAD untuk pemodelan dan ANSYS untuk simulasi. Metode penelitian meliputi pembuatan gambar velg standar dan modifikasi, serta analisis simulasi untuk menguji distribusi tegangan dan deformasi.

3.3 Analisa Simulasi Numerik

Analisis simulasi numerik dilakukan dengan menggunakan software ANSYS untuk mengevaluasi desain velg dalam kondisi beban yang berbeda. Proses ini mencakup mendefinisikan material properties, meshing, dan menjalankan analisis statis untuk mendapatkan hasil tegangan dan deformasi. Hasil dari simulasi ini akan dibandingkan dengan velg standar untuk menentukan desain yang optimal.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan data hasil penelitian yang diperoleh dari simulasi dan analisis. Pembahasan akan mengaitkan hasil dengan tujuan penelitian, serta membandingkan antara velg standar dan velg modifikasi. Ini adalah bagian penting untuk menunjukkan kontribusi penelitian terhadap pemahaman desain velg yang lebih baik.

4.1 Simulasi Komputer Untuk Velg Standar

Simulasi komputer untuk velg standar menunjukkan hasil total deformasi dan tegangan yang terjadi. Data ini menjadi baseline untuk membandingkan hasil dari velg modifikasi. Hasil ini penting untuk memahami seberapa baik velg standar dapat menahan beban yang diterapkan.

4.2 Simulasi Komputer Untuk Velg Modifikasi Dengan Spoke 10

Hasil simulasi untuk velg modifikasi dengan 10 spoke menunjukkan peningkatan kekuatan dan penurunan deformasi dibandingkan velg standar. Penambahan spoke berkontribusi terhadap distribusi tegangan yang lebih merata, sehingga meningkatkan daya tahan velg.

4.3 Simulasi Komputer Untuk Velg Modifikasi Dengan Spoke 12

Simulasi velg dengan 12 spoke menunjukkan hasil yang baik dalam hal distribusi tegangan dan deformasi. Meskipun ada peningkatan, penelitian ini mencatat bahwa penambahan jumlah spoke harus diimbangi dengan desain yang tepat untuk menghindari masalah struktural.

4.4 Simulasi Komputer Untuk Velg Modifikasi Dengan Spoke 14

Velg modifikasi dengan 14 spoke menunjukkan hasil yang optimal dalam hal kekuatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa velg ini mampu menahan beban lebih baik dibandingkan dengan velg standar dan modifikasi lainnya, menjadikannya pilihan yang baik untuk aplikasi yang memerlukan daya tahan tinggi.

4.5 Simulasi Komputer Untuk Velg Modifikasi Dengan Spoke 10 Serta Penambahan Tebal Daerah Flange

Penambahan ketebalan pada daerah flange pada velg dengan 10 spoke memberikan hasil yang signifikan dalam mengurangi deformasi. Hasil ini menunjukkan bahwa modifikasi desain dapat meningkatkan performa velg secara keseluruhan dan mengurangi risiko kerusakan.

4.6 Tabulasi dan Grafik Hasil Simulasi

Data hasil simulasi ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik untuk memudahkan analisis. Grafik menunjukkan perbandingan antara tegangan maksimum dan deformasi untuk berbagai desain velg, memberikan gambaran yang jelas tentang efektivitas setiap modifikasi yang dilakukan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini menyimpulkan temuan dari penelitian dan memberikan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut. Kesimpulan yang jelas dan saran yang konstruktif penting untuk mengarahkan pengembangan desain velg di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri otomotif dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi kendaraan.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi desain velg paduan aluminium dengan menambah jumlah spoke dan ketebalan flange dapat meningkatkan kekuatan dan mengurangi deformasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain velg yang optimal dapat mencegah kegagalan dan meningkatkan keselamatan kendaraan.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi lebih lanjut penggunaan material alternatif dan teknik pemodelan yang lebih canggih. Penelitian lebih lanjut juga dapat mempertimbangkan faktor lingkungan dan biaya produksi dalam desain velg untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi industri otomotif.

Referensi Dokumen

  • Proses Manufaktur ( A.Schey, John )
  • Deciding the Optimum Spoke Number of Motor Cycle Cast Wheel ( Anggono, Wilyanto )
  • Reparasi Casis Mobil ( Daryanto )
  • Aluminium Properties and Physical Metallurgy ( Hatch, John E. )
  • Pengetahuan Bahan Teknik ( Surdia, Tata; Saito, S. )

Gambar

Gambar 2.5 PCD velg mobil
Tabel 2.3 Daftar seri paduan aluminium tuang
Gambar 3.2 Ukuran velg standar
Gambar 3.10 Tampilan velg yang dikenai beban
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian dalam tahapan analisis, yaitu mengukur seberapa jauh error antara simulasi dengan hasil perancangan, bagaimana pengaruh penambahan filter, berapa efisiensi dari

Dari hasil simulasi diketahui bahwa material AISI 1020 mendapatkan nilai deformasi 876,655, tegangan maksimun 110,5x10ˆ6 N/m² dan Safety Factor 3,2 pada pembebanan 150N sedangkan