• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL BUDAYA POLITIK (Studi pada Aktivis Mahasiswa di Kota Malang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROFIL BUDAYA POLITIK (Studi pada Aktivis Mahasiswa di Kota Malang)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL BUDAYA POLITIK (Studi pada Aktivis Mahasiswa di Kota

Malang)

Oleh: Mohammad Ilham Butsiyanto ( 99230112 )

Goverment Science Dibuat: 2006-06-06 , dengan 2 file(s).

Keywords: Profil Budaya Politik

Demokrasi bukan sekadar banyaknya institusi. Suatu demokrasi yang sehat bergantung terutama pada pembangunan suatu budaya warga negara yang demokratis. Budaya dalam pengertian ini, tidak merujuk pada seni, sastra atau musik, tapi pada perilaku, praktek dan norma-norma yang menjelaskan kemampuan rakyat untuk memerintah diri sendiri. Budaya warga negara suatu masyarakat demokratis dibentuk oleh aktivitas yang dipilih secara bebas oleh individu atau kelompok. Warga negara suatu masyarakat bebas mengejar kepentingan mereka, menjalankan hak-hak mereka dan bertanggungjawab atas hidup mereka sendiri.

Pengaruh mahasiswa terhadap proses demokratisasi di negara ini, tidak bisa dinafikan

kehadirannya. Label yang diberikan sebagai ‘agent of change’ selalu dapat diperankan dengan

apik. Mahasiswa sendiri merupakan kelompok elit terdidik, yang tingkat partisipasinya

dibandingkan dengan seluruh komposisi penduduk mencapai 10,6 persen pada tahun 1995 (data BPS 1996), berdasarkan proyeksi sekitar 3,5 juta orang, tersebar disekitar 74 Perguruan Tinggi Negeri dan kedinasan serta 1.499 perguruan tinggi swasta (berdasarkan data per juni 1999). Untuk itu, menarik bagi peneliti untuk mengetahui lebih dalam tingkat budaya politik di tataran aktivis mahasiswa.

Penelitian ini dilaksanakan dalam rangka mendeskripsikan dan menganalisa profil budaya politik pada tataran aktivis mahasiswa di Kota Malang. Indikator penelitian berdasarkan orientasi responden yang bersifat kognitif, afektif dan evaluatif terhadap sistem politik secara umum, aspek-aspek input, aspek-aspek output, dan pribadi sebagai partisipan aktif, yang kemudian dikonsolidir kedalam pemahaman, perasaan dan partisipasi sebagai warga negara. Penelitian ini menggunakan tipe penelian deskriptif dengan teknik analisa data kualitatif, lokasi penelitian di Kota Malang, sedangkan data diperoleh melalui metode survei, wawancara dan observasi. Adapun populasi adalah mahasiswa di Kota Malang dan sampelnya menggunakan metode purposive sample, sehingga sampelnya adalah aktivis mahasiswa di Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan februari hingga juli 2005.

Hasil penelitian pada aktivis mahasiswa di Kota Malang menunjukkan bahwa orientasi kognitif atau tingkat pemahaman terhadap politik, memiliki frekuensi yang tinggi. Orientasi yang bersifat afektif atau perasaan terhadap politik dan pemerintahan, umumnya responden merasa bangga terhadap struktur politik di Indonesia dalam artian lembaga-lembaga politiknya, namun kecewa terhadap aktor-aktor politik yang menentukan kebijakan politik di Indonesia. Adapun orientasi yang bersifat evaluatif atau partisipasi sebagai warga negara, memiliki frekuensi yang tinggi, hal itu dipengaruhi oleh kesadaran politik dan aktivitas organisasi-organisasi mahasiswa yang menaungi mereka. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa aktivis mahasiswa di Kota Malang tergolong dalam kategori budaya politik yang partisipan. Kemudian, berdasarkan orientasi para aktivis di Kota Malang dalam melakukan partisipasi politik melalui organisasi mahasiswanya, peneliti membaginya dalam dua tipologi yakni pragmatis dan idealis.

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ini ingin menjelaskan bagaimana pengaruh sosialisasi politik melalui media massa dan sosialisasi politik melalui pekerjaan terhadap orientasi politik pemilih

Oleh karena itu melihat dari kondisi yang sudah berubah ini, maka setelah reformasi, bagaimana peran politik pers mahasiswa sepanjang tahun 1998-2008 khususnya di kota Malang..

Pada tabel 15 dapat dilibat bahwa mayoritas dari responden menga1.11 tidak pemah seeara lan gsung menghadiri diskusi politik. Sisanya mengaku pemah menghadiri scrara

Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan kesempatan bagi hamba-Nya yang sangat lemah ini untuk dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Nihilisme

Lampiran 1, Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi (f) Jawaban Responden Terhadap Indikator Aspek Kognitif, Afektif, Dan Behavioral Terkait Informasi Ekonomi Dan Investasi Di

Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, faktor internal penyebab kesulitan belajar mahasiswa dapat ditemukan di aspek kognitif dan aspek Afektif, di Aspek Kognitif

BUDAYA POLITIK MAHASiSWA ETNIS TIONGHOA Studi tentang Pola Sikap dan Orientasi terhadap Obyek-Obyek Politik Dandy P... ADLN Perpustakaan

Subjek YM dan JM tergolong dalam tipe prasangka aversive di mana dalam aspek kognitif, kedua subjek memiliki kognisi bahwa bersikap baik dan ramah adalah suatu hal yang