• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Teori 2.1.1 Pengertian Suhu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB II DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Teori 2.1.1 Pengertian Suhu"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

DASAR TEORI

2.1

Tinjauan Teori

2.1.1 Pengertian Suhu

Suhu adalah pernyataan tentang perbandingan (derajat) panas suatu zat. Dapat pula dikatakan sebagai ukuran panas atau dinginnya suatu benda. Sedangkan dalam bidang termodinamika suhu adalah suatu ukuran kecenderungan bentuk atau sistem untuk melepaskan tenaga secara spontan. Dalam dunia kesehatan, suhu tubuh adalah perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh panas tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan luar. Pemeriksaan suhu tubuh termasuk dalam tolak ukur utama untuk mengetahui keadaan pasien dan diagnosa. Sehingga, kemampuan pengukuran suhu tubuh sangatlah penting bagi tenaga kesehatan dibidang apapun (Liana, 2012).

(2)

2.1.2 Faktor-Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh

Tubuh selalu mempertahankan suhu normalnya agar tidak terjadi

gangguan pada proses Homeostasis. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi suhu tubuh (Eliasih: 2012)

2.1.2.1 Usia

Pada bayi dan balita belum terjadi kematangan mekanisme pengaturan suhu sehingga dapat terjadi perubahan suhu tubuh yang drastis terhadap lingkungan. Pastikan mereka mengenakan yang cukup dan hindari pajanan terhadap suhu lingkungan. Seorang bayi baru lahir dapat kehilangan 30 % panas tubuh melalui kepala sehingga dia harus menggunakan tutup kepala untuk mencegah kehilangan panas. Suhu tubuh bayi lahir berkisar antara 35,5˚C sampai 37,5˚C. Regulasi tubuh baru mencapai kestabilan saat pubertas. Suhu normal akan terus menerus menurun saat seseorang semakin tua. Para dewasa tua memiliki kisaran suhu tubuh yang lebih kecil dibandingkan dewasa muda. 2.1.2.2 Olahraga

Semakin berat olahraga maka suhunya akan meningkat 15X sedangkan pada atlet dapat meningkatkan 20X dari suhu normal. Aktivitas otot membutuhkan lebih banyak darah serta peningkatan pemecahan karbonhidrat dan lemak. Berbagai bentuk olahraga meningkatkan metabolisme dan dapat meningkatkan produksi panas sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh. Olahraga berat yang lama seperti jalan jauh dapat meningkatkan suhu tubuh sampai 41 C.

2.1.2.3 Kadar Hormon

(3)

sebanyak 4 C, yang sering disebut hotflases. Hal ini diakibatkan ketidakstabilan pengaturan fasomor.

2.1.2.4 Irama sircadian

Suhu tubuh yang normal berubah 0,5 ℃ sampai 1 ℃ selama periode 24 jam. Suhu terendah berada diantara pukul 1 sampai 4 pagi. Pada siang hari suhu tubuh meningkat dan mencapai maximum pada pukul 6 sore, lalu menurun kembali sampe pagi hari. Pola suhu ini tidak mengalami perubahan pada individu yang bekerja di malam hari dan tidur di siang hari. Dibutuhkan 1 sampai 3 minggu untuk terjadinya pembalikan siklus. Secara umum, irama suhu sircadian tidak berubah seiring usia.

2.1.2.5 Stres

Stres fisik maupun emosianal meningkatkan suhu tubuh melalui stimulasi hormonal dan syaraf. Perubahan fisiologis ini meningkatkan metabolisme, yang akan meningkatkan produksi panas. Klien yang gelisah akan memiliki suhu normal yang lebih tinggi.

2.1.2.6 Lingkungan

Lingkungan mempengaruhi suhu tubuh. Tanpa mekanisme kompensasi yang tepat, suhu tubuh manusia akan berubah mengikuti suhu lingkungan. Suhu lingkungan lebih berpengaruh terhadap anak-anak dan dewasa tua karena mekanisme regulasi suhu mereka yang kurang efisien.

2.1.2.7 Perubahan suhu

Perubahan suhu tubuh di luar kisaran normal akan mempengaruhi titik pengaturan hypotalamus. Perubahan ini berhubungan dengan produksi panas berlebihan, kehilangan panas berlebihan, produksi panas minimal, kehilangan panas minimal, atau kombinasi hal di atas. Sifat perubahan akan mempengaruhi jenis masalah klinis yang dialami klien.

2.1.2.8 Asupan Makanan

(4)

2.1.3 Jenis Pengukuran Suhu Tubuh

Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki suhu tubuh yang bervariasi dan beragam tergantung dari banyaknya aktivitas yang dilakukan, serta kondisi cuaca dan suhu yang terjadi pada lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini tentunya akan berbeda – beda setiap manusia.

Tabel 2.1 Tabel Usia Dan Suhu Tubuh Standar

(Dikutip dari makalah suhu tubuh karya Sari Indah)

Suhu tubuh pada manusia ini ternyata dapat mengalami perubahan, baik kenaikan atau penurunan suhu tubuh dalam satu hari. Secara umum, suhu terendah pada tubuh manusia terjadi pada pagi hari ketika bangun tidur, dengan kondisi cuaca yang juga bersuhu dingin. Ketika anda beraktivitas, terutama aktivitas di bawah suhu panas, seperti berjalan di bawah terik matahari, maka suhu tubuh anda akan mengalam kemungkinan untuk mengalami peningkatan kurang lebih sebesar 0.6 derajat.

Dalam pengukuran suhu tubuh terdapat empat macam cara yang biasa dugunakan dalam duni kesehatan untuk mengukur suhu tubuh, yaitu (Liana, 2012):

1. Peroral (sublingual), yaitu mengukur suhu melalui oral(mulut) 2. Peraxila, yaitu mengukur suhu melalui axila(ketiak)

(5)

Ke empat macam cara ini dapat digunakan salah satunya saja. Karena pada dasarnya memiliki tujuan yang sama. Namun, itu tergantung jenis bagian suhu mana yang ingin kita ketahui. Ada dua macam jenis suhu tubuh yang kita perlukan untuk tujuan pemeriksaan, yaitu (Liana, 2012):

2.1.2.1 Suhu Inti (Core Temperatur)

Yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam relatif konstan, seperti kranial, toraks, rongga abdomen, rongga pelvis, rektum, membran timpani,esophagus,arteri pulmoner, dan kandung kemih. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C). Tempat pengukuran suhu inti yang paling efektif : rectum, membrane timpani, esophagus, arteri pulmonel, kandung kemih, rektal. Dalam hal ini, kita harus menggunakan cara pengukuran suhu melalui rektum

2.1.2.2 Suhu Permukaan (Surface Temperatur)

Yaitu suhu yang terdapat pada kulit, jaringan subkutan, dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C. Tempat pengukuran suhu permukaan yang paling efektif : kulit, aksila oral. Sehingga, kita bias menggunakan cara pengukuran melalui oral, aksila, dan telinga.

(6)

2.1.4 Skala

Pengertian Skala suhu adalah suhu yang kita ukur dinyatakan dalam suatu skala pengukuran. Setiap negara menggunakan skala pengukuran suhu yang berbeda-beda, tetapi hasil pengukuran suhu tetap dinyatakan dalam derajat. Skala pengukuran suhu yang telah dikenal ada empat, yaitu skala Celcius, skala Kelvin, skala Fahrenheit, dan skala Reamur.

Skala Celcius adalah suatu skala yang didesain supaya titik beku air

berada pada 0 ° dan titik didih pada 100 ° ditekanan atmosfik standar.Skala Celcius ini dikemukakan oleh Anders Celcius, seorang astronom Swedia. Anders Celcius pertama kali mempresentasikan tentang skala Celcius yang dirumuskannya pada 1742, dalam publikasinya “the origin of the Celsius temperature scale”. Titik lebur es digunakan sebagai titik tetap bawah dan titik didih air digunakan sebagai titik tetap atas. Es yang digunakan untuk menetapkan titik tetap bawah skala Celcius haruslah es murni. Jika es tidak berasal dari air murni, titik leburnya bisa lebih rendah daripada seharusnya. Skala pengukuran suhu dengan skala Celcius dinyatakan dalam derajat Celcius yang dilambangkan dengan °C. Skala Celcius merupakan skala pengukuran yang biasa digunakan di Indonesia.

Skala Kelvin adalah skala suhu dimana 0 absolut, didefinisikan sebagai 0 K, satuan Kelvin merupakan slah satu dari 7 unit dasar SI(Standar Indonesia). Skala Kelvin dikemukakan oleh Lord Kelvin, seorang ilmuwan fisika yang berasal dari negara Inggris. Dengan meneliti energi kinetik suatu partikel yang dihubungkan dengan kenaikan suhu, Kelvin menemukan bahwa pada suhu -273°C, partikel berhenti bergerak. Akibatnya, tidak ada lagi suhu yang dapat diukur karena energi kinetik partikel sama dengan nol. Berdasarkan penemuan ini, Kelvin mengusulkan adanya nol mutlak, yaitu suhu terendah yang mungkin dapat dimiliki oleh sebuah benda. Pengukuran suhu yang menggunakan skala pengukuran Kelvin dinyatakan dalam derajat Kelvin dengan lambang K.

(7)

lebur es untuk titik tetap bawah dan titik didih air untuk titik tetap atas. Skala Fahrenheit biasa digunakan di negara Amerika Serikat.

Skala Reamur adalah skala yang mempunyai titik didih air 80

°

R

dengan titik bekunya 0 ° R. skala reamur dikemukakan oleh René Antoine Ferchault de Réaumur, seorang ilmuwan dari Prancis, pada 1731. Dengan demikian, 1 °R sama dengan 1,25°C atau K. Termometer skala Reamur pertama kali dibuat menggunakan cairan alkohol. Dulunya, alat ini banyak digunakan di negara-negara Eropa, terutama di Jerman dan Prancis. Sekarang, termometer Reamur telah digantikan oleh termometer. Celcius sehingga termometer Reamur relatif jarang ditemukan, kecuali di industri permen dan keju.

(8)

2.1.5 Termometer Suhu Badan (Termometer Klinis)

Gambar 2.1 Bagan Termometer

Beberapa sifat mutlak yang dibutuhkan oleh sebuah termometer adalah skalanya mudah dibaca, aman untuk digunakan, mempunyai kepekaan pengukurannya, dan lebar jangkauan suhu yang mampu diukur.

(9)

2.1.6 Termometer Klinis Analog

Gambar 2.1 Termometer Air Raksa

Termometer klinis analog adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu badan yang banyak dimanfaatkan di bidang kedokteran yang mana nilai suhu ditampilkan oleh naiknya air raksa dan kita mengetahui nilainya dengan melihat angka yang dicapai oleh air raksa pada pipa kapiler.

2.1.6.1 Cara Kerja Termometer Klinis Analog

Ketika suhu meningkat, alkohol atau air raksa yang berada di dalam wadah akan memuai sehingga panjang kolom alkohol atau air raksa akan bertambah. Sebaliknya, ketika suhu menurun, panjang kolom alkohol atau air raksa akan berkurang. Pada bagian luar tabung kaca terdapat angka-angka yang merupakan skala termometer tersebut. Angka yang ditunjukkan oleh ujung kolom alkohol atau air raksa merupakan nilai suhu yang diukur (Rosalina, 2014).

2.1.6.2 Cara Baca Termometer Klinis Analog

(10)

2.1.7 Termometer Klinis Digital

Gambar 2.1 Termometer Digital

Termometer klinis digital adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu badan yang banyak dimanfaatkan di bidang kedokteran yang mana nilai suhunya ditampilkan dengan langsung dalam bentuk angka yang tertera pada layar kecil termometer.

2.1.7.1 Cara Kerja Termometer Klinis Digital

Termometer digital, biasanya menggunakan termokopel sebagai sensornya untuk membaca perubahan nilai tahanan. Secara sederhana termokopel berupa dua buah kabel dari jenis logam yg berbeda yang ujungnya, hanya ujungnya saja, disatukan (dilas). Titik penyatuan ini disebut hot junction. Prinsip kerjanya memanfaatkan karakteristik hubungan antara tegangan (volt) dengan temperatur. Setiap jenis logam, pada temperatur tertentu memiliki tegangan tertentu pula.

Pada temperatur yang sama, logam A memiliki tegangan yang berbeda dengan logam B, terjadilah beda tegangan (kecil sekali, miliVolt) yang dapat dideteksi. Jadi dari input temperatur lingkungan setelah melalui termokopel terdeteksi sebagai perbedaan tegangan (volt).

(11)

berupa seven segmen yang menunjukkan temperatur yang dideteksi oleh termokopel (Rosalina, 2014).

2.1.7.2 Cara Baca Termometer Klinis Digital

(12)

2.2 Hipotesis

(13)

BAB III

PERANCANGAN SISTEM

3.1 Cara Mengukur Suhu Tubuh Dengan Menggunakan Termometer

Mengukur suhu tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu yang paling umum adalah dengan melakukan pengukuran di ketiak, mulut, dubur, dan telinga. Termometer yang digunakan,sebaiknya termometer digital (elektronik) untuk memberikan hasil yang tepat dan akurat.

Pengukuran suhu tubuh yang paling umum dan mudah adalah di ketiak. Hal ini dikarenakan cara ini lebih aman dan non-invasif selain itu cara ini yang lebih disukai pada bayi baru lahir dan pasien yang tidak kooperatif. Akan tetapi kelemahannya waktu pengukuran lama dan memerlukan bantuan perawat untuk

mempertahankan posisi klien

.

Langkah pengukuran pertama-tama menurunkan suhu termometer dibawah antara

34

35

, kemudian ujung termometer dibersihkan setelah itu diletakkan ujung termometer di ketiak yang juga telah dibersihkan, dan jepit dengan erat kemudian tahan termometer 3-5 menit setelah itu hasil pengukuran bisa segera dibaca. Untuk menjaga kebersihan maka setelah pemakaian sebaiknya dibersihkan dengan tissue dan dicuci dengan air sabun atau disinfektan kemudian termometer dapat disimpan.

Pengukuran suhu tubuh yang lainnya yaitu dengan menggunakan mulut. Mengukur suhu tubuh yang paling mudah dan memberikan hasil yang cukup akurat adalah melalui mulut. Hal ini dikarenakan mudah dijangkau dan tidak membutuhkan perubahan posisi, nyaman bagi klien, dan memberikan pembacaan suhu permukaan yang akurat

(14)

dalam pengukuran menggunakan oral(mulut) adalah mempunyai risiko terpapar cairan tubuh.

Untuk mengukur suhu tubuh ini pertama-tama dilakukan letakan ujung termometer yang telah dibersihkan pada mulut setelah itu masukkan ujung termometer ke bawah lidah kemudian tahan termometer dalam mulut minimal 1

menit kemudian keluarkan termometer dan hasil dapat dibaca

.

Untuk menjaga kebersihan maka maka setelah pemakaian sebaiknya dibersihkan dengan tissue dan dicuci dengan air sabun atau disinfektan kemudian termometer dapat disimpan.

Adapun tempat lain untuk mengukur suhu tubuh adalah di dubur. Pengukuran suhu tubuh lewat rektal atau dubur terbukti lebih dapat diandalkan bila suhu oral tidak dapat diperoleh dan menunjukkan suhu inti

Namun pengukuran di tempat ini cukup merepotkan, terutama pada bayi atau anak-anak. Pengukuran ditempat ini juga tidak boleh dilakukan pada pasien yang mengalami bedah rektal, kelainan rektal, nyeri pada area rektal, atau cenderung perdarahan. Memerlukan perubahan posisi dan dapat merupakan sumber rasa malu dan ansietas pasien.Selain itu risiko terpajan cairan tubuh, memerlukan lubrikasi, dan dikontradiksikan pada bayi baru lahir.

Langkah pengukuran yang perlu dilakukan adalah dengan mengoleskan pelumas (Aquagel) pada ujung termometer setelah itu posisikan pasien agar posisi badan tengkurap kemudian mulai memasukkan 1,5-2,5 cm(anak-anak) dan 3,5 cm(dewasa) ujung termometer ke dalam dubur dengan hati-hati. Tahan posisi tersebut 30-60 detik, diusahakan agar posisi pasien harus ditahan tidak bergerak, sebab jika bergerak, dapat menyebabkan termometer masuk lebih dalam dan menyebabkan luka.Pengukuran suhu tubuh di dubur memberikan hasil yang paling akurat. Sebagai catatan, termometer yang telah digunakan pada dubur tidak boleh digunakan pada tempat lain, terutama di mulut.

(15)

serumen dan otitis media dapat mengganggu pengukuran suhu. Selain itu keakuratan pengukuran pada bayi baru lahir dan anak-anak dibawah 3 tahun masih diragukan.

Penempatan termometer adalah pada lubang terlinga, masukan ujung probe termometer secara perlahan-lahan ke dalam saluran telinga yang mengarah ketitik tengah.Teknik yang benar adalah tergantung pada bagaimana perangkat digunakan. Probe termometer pada beberapa model harus dimasukkan hanya cukup sampai mencapai segel cahaya, sedangkan model lainnya memerlukan segel penuh dan putaran dari termometer. Oleh karena itu penting bahwa perawat dilatih dalam penggunaan yang benar dari termometer timpani di area klinis.

3.2 Cara Mengukur Suhu Tubuh Dengan Menggunakan Termometer

Analog

(16)

dubur sekitar 3 menit. Setelah 3 menit kemudian segera angkat termometer ke arah cahaya dan lihat ada berapa angkat yang ditunjukkan pada air raksa di termometer. Ada beberapa versi mengenai pengukuran suhu tubuh normal

manusia. Menurut departemen RI, suhu tubuh normal adalah 36℃−47,5℃ .

(17)

3.3 Cara Mengukur Suhu Tubuh Dengan Menggunakan Termometer

Digital

Penggunaan termometer digital sangatlah mudah untuk digunakan. Pertama-tama harus membaca petunjuk paduan pemakaian yang ada diberikan. Akan tetapi apabila buku paduan sudah hilang, maka yang harus diketahui bahwa kebanyakan termometer digital mengeluarkan bunyi ”bip” yang menunjukkan bahwa pengukuran sudah selesai. Untuk itu sangat penting mengetahui termometer apa yang digunakan. Untuk menggunakan termometer digital harus menyalakan tombol on off terlebih dahulu kemudian memastikan bahwa angka yang ditunjukkan adalah 0 atau tidak muncul suhu sama sekali.

(18)

3.4 Perbandingan Cara Pengukuran Suhu Tubuh Menggunakan

Termometer Digital dan Termometer Analog

Termometer digital lebih mudah dan cepat untuk digunakan. Termometer digital akan memberikan sinyal bunyi ketika termometer telah siap untuk dilakukan pengukuran suhu. Selain itu, hasil dari pengukuran tersebut lebih mudah dibaca, dibandingkan dengan skala baca yang ada pada termometer air raksa. Termometer digital tidak seperti termometer air raksa yang dapat menumpahkan air raksa dan pecahan beling ketika jatuh/ pecah, sehingga penggunaan termometer digital lebih aman. Selain itu termometer air raksa memiliki kemungkinan pecah yang lebih besar, hal ini dikarenakan diperlukan pengguncangan untuk menyesuaikan pengukuran sebelum termometer dipakai.

Hasil pengukurannya lebih lama dibandingkan dengan termometer digital Tidak ada alarm penanda jika pengukuran suhu selesai Tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang rendah, Selain itu air raksa merupakan zat yang berbahaya, sehingga kalau jatuh dan pecah ditakutkan membahayakan.

(19)

Tabel 3.4 Perbedaan Selisih Suhu Pada Termometer Analog dan Termometer Digital

(20)

3.5 Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pengukuran Suhu Tubuh

Pemeriksaan suhu tubuh melalui rectal, aksila, dan oral menilai keseimbangan tubuh dapat membantu menentukan diagnosis suatu penyakit. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengukuran suhu tubuh adalah termometer harus dalam keadaan nol suhunya. Dalam penggunaan termometer untuk tiap tempat pengukuran harus pisah. Cara menurunkan suhu harus dilakukan hati-hati jangan sampai thermometer jatuh dan pecah. Sebelum melakukan pengukuran harus dijelaskan dengan benar tentang tempat dan tujuan pengukuran suhu. Fungsi thermometer harus menghadap keluar untuk arah yang dibaca. Dan yang terakhir pembacaan thermometer harus ditempat yang cukup cahaya

Gambar

Tabel 2.1 Tabel Usia Dan Suhu Tubuh Standar
Gambar 2.1 Bagan Termometer
Gambar 2.1 Termometer Air Raksa
Gambar 2.1 Termometer Digital
+2

Referensi

Dokumen terkait

(C) raksa adalah zat cair yang tak berbahaya yang akan memecahkan termometer (D) panjang kolom raksa bertambah secara.. tetap dengan

pada suhu 38 o C dan anak dengan ambang kejang tinggi, kejang baru terjadi pada suhu 40 o C atau lebih, kejang yang berlangsung lama (>15 menit) biasanya disertai

Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh berhubungan dengan perubahan laju metabolisme, dehidrasi, pemajanan suhu lingkungan yang ekstrem, usia ekstrem, berat badan

Setiap kenaikan suhu pada forming unit akan menghambat terjadinya pemindahan panas, dan apabila kenaikan suhunya mencapai suhu dari material yang dimasukkan, maka proses

Rasio ini mengukur likuiditas perusahaan, namun difokuskan dalam jangka pendek. Hal ini menunjukan tingkat sejauh mana aktiva perusahaan telah dibiayai oleh

Pengukuran tinggi badan seseorang pada prinsipnya adalah mengukur jaringan tulang skeletal yang terdiri dari kaki, panggul, tulang belakang, dan tulang

Semikonduktor jenis-P juga terbuat dari kristal silikon yang didalamnya terdapat sejumlah kecil materi lain ( umumnya boron ) yang mana menyebabkan material

pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran tekanan darah, menilai status gizi dengan mengukur lingkar lengan atas atau menghitung IMT/Indeks Masa Tubuh, pemeriksaan tinggi