• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekonomi Koperasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ekonomi Koperasi"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

EKONOMI KOPERASI

STIE MUHAMMADIYAH – MIKRO MALAM

Saprial Ependi

(2)

PEMBENTUKAN KOPERASI DI INDONESIA

SYARAT PEMBENTUKAN KOPERASI

 Koperasi primer min 20 orang, koperasi sekunder min 3 koperasi

 Dilakukan dengan akta pendirian yang memuat anggaran dasar  Mempunyai tempat kedudukan dlm wilayah negara Indonesia

LANGKAH PEMBENTUKAN KOPERASI

 Dasar pembentukan;

a. orang2 yang membentuk koperasi mempunyai kepentingan yang sama

b. orang2 yang mendirikan koperasi tidak dalam cacat hukum

c. usaha yang dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi d. Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan

usaha

e. Kepengurusan harus disesuaikan dengan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan

 Persiapan Pembentukan koperasi

a. Penyuluhan/penerangan bagi para pendiri dan calon anggota b. Pendiri à yang hadir dalam rapat pembentukan

c. dan memenuhi syarat sebagai anggota serta d. telah menyatakan diri menjadi anggota

e. Menyusun AD/ART dan rencana kegiatan usaha

 Rapat Pembentukan

Syarat-syarat rapat sebagai berikut ;

a. Dihadiri sekurang2nya 20 orang untuk koperasi b. primer dan 3 koperasi untuk koperasi sekunder c. Dipimpin oleh seorang/beberapa pendiri/kuasa d. Membahasà keanggotaan, usaha yang akan e. dilakukan, modal sendiri, kepengurusan, AD/ART

ANGGARAN DASAR KOPERASI

 Yaitu aturan mengenai kehidupan koperasi dan hubungan antara koperasi dengan anggotanya demi terselenggaranya tertib organisasi

 Menurut UU no. 25/1992, AD harus memuat : a. pendiri koperasi

b. nama dan tempat kedudukan

c. maksud dan tujuan serta bidang usaha d. ketentuan mengenai keanggotaan e. ketentuan mengenai rapat anggota f. ketentuan mengenai pengelolaan g. ketentuan mengenai permodalan h. ketentuan mengenai jangka waktu i. ketentuan mengenai pembagian SHU j. ketentuan mengenai sanksi

(3)

 Koperasi à kumpulan orang2 bukan kumpulan modal sehingga jumlah anggota sangat menentukan besarnya modal yang dimiliki

 UU 25/1992, anggotaà pemilik sekaligus pengguna jasa kopersi

 Syarat anggota à seseorang yang telah mampu melakukan tindakan

hukum dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh koperasi yang bersangkutan.

 Apabila ada yang ingin menjadi anggota namun tidak memenuhi syarat à anggota luar biasa

KEWAJIBAN ANGGOTA :

 Mematuhi AD/ART serta keputusan yang telah disepakat dalam rapat anggota

 Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan koperasi

 Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas asas

kekeluargaan

HAK ANGGOTA

 Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam rapat angggota

 Memilih dan atau dipilih menjadi pengurus dan pengawas  Meminta diadakan rapat anggota menurut ketentuan dalam AD

 Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus diluar rapat

anggota, diminta atau tidak

 Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesama anggota

 Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi

JENIS JENIS KOPERASI

Secara garis besar, jenis koperasi ada 5 yaitu :

1. Koperasi Konsumsi

2. Koperasi Kredit (simpan pinjam) 3. Koperasi Produksi

4. Koperasi Jasa

5. Koperasi Serba Usaha

1. Koperasi Konsumsi

1. Pengertian à Koperasi yang mengusahakan kebutuhan sehari-hari 2. Fungsi koperasi konsumsi :

a. Sebagai penyalur tunggal barang-barang kebutuhan rakyat b. Harga di konsumen menjadi murah

c. Ongkos2 baik penjualan maupun pembelian dapat dihemat

2. Koperasi Kredit

1. Pengertian à koperasi yang memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan ongkos (bunga) yang ringan

2. Fungsi koperasi kredit à untuk memperbaiki kehidupan para anggotanya 3. Tujuan Koperasi kredit :

(4)

c. Mendidik anggotanya hidup berhemat

d. Menambah pengetahuan tentang perkoperasian

3. Koperasi Produksi

1. Pengertian à Koperasi yang bergerak di bidang pembuatan dan

penjualan barang2 baik yang dilakukan oleh koperasi maupun anggota. 2. 2 macam koperasi produksi :

a. Koperasi produksi kaum buruh b. Koperasi produksi kaum produsen 3. Manfaat koperasi produksi :

a. Modal b. Pemasaran

4. Koperasi jasa

 Pengertian à koperasi yang berusaha di bidang pelayanan jasa baik untuk anggota maupun untuk masyarakat umum

 contoh koperasi jasa yaitu : a. Koperasi pengangkutan b. Koperasi Perumahan c. Koperasi asuransi

d. Koperasi perlistrikan, ada 2 yaitu :

- Membeli kemudian membagi2kan ke anggota - Menghasilkan sendiri

e. Koperasi Pariwisata

tujuan à anggota diminta berpariwisata, mis melalui pemberian jasa angkutan, penginapan, konsumsi, dll

5. Koperasi Serba Usaha /KUD

1.Pengertian à koperasi yang dibentuk untuk meningkatkan produksi dan kehidupan rakyat di daerah pedesaan.

2.Anggota KUD -> orang2 yang bertempat tinggal atau menjalankan usahanya di wilayah unit desa itu yang merupakan unit kerja KUD 3.Fungsi KUD

a. Perkreditan

b. Penyedian dan penyaluran produk pertanian dan keperluan sehari-hari

c. Pengolahan dan pemasaran hasil produksi d. Pelayanan jasa-jasa lainnya

e. Melakukan kegiatan ekonomi lainnya

KLASIFIKASI KOPERASI LAINNYA

1. Berdasarkan Drs. Parjiman Nurzain dan Drs. Djabaruddin Djohan, menurut sifatnya koperasi ada 2 yaitu :

a. Koperasi Tunggal Usaha

à koperasi yang mengusahakan hanya 1 macam kegiatan usaha b. Koperasi Serba Usaha

à Koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha lebih dari 1 macam

(5)

à anggotanya memiliki kesamaan kepentingan ekonomi dan usahanya langsung melayani para anggotanya tersebut

2. Koperasi Sekunder

à beranggotakan badan-badan hukum koperasi karena memiliki kesamaan kepentingan ekonomis secara federasi (bergabung) untuk tujuan

efisiensi

3. Koperasi menurut status hukum yang dimilikinya a. Koperasi berbadan hukum (koperasi formal)

à telah memperoleh badan hukum koperasi

b. Lembaga kerjasama ekonomi masyarakat yang belum atau tidak berbadan hukum

à karena kesamaan kebutuhan dan kepentingan ekonomi para anggotanya.

KARAKTERISTIK KOPERASI DI INDONESIA

PENGERTIAN

 Casselman ;

• Koperasi à suatu sistem ekonomi yang mengandung unsur sosial • Sederhana namun bermakna luas

 UU No. 25 /1992;

* Koperasi à badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang kegiatannya berlandaskan prinsip koperasi dan asas kekeluargaan.

LANDASAN DAN ASAS KOPERASI

 Landasan à Pancasila dan UUD 1945

 Asas à kekeluargaan/gotong royong

 Landasan pancasila :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia

4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi selurh rakyat Indonesia

 Landasan UUD à Pasal 33 ayat 1 à Bangun perusahaan yang sesuai dengan pasal 1 adalah koperasi

 Asas gotong royong, pengertian yang luas :

 Gotong royong dalam lingkup organisasi

 Bersifat terus menerus dan dinamis’

 Dalam bidang atau hubungan ekonomi

 Dilaksanakan dengan terencana dan berkesinambungan.

TUJUAN KOPERASI

 UU NO. 25/1992, Tujuan koperasi :

(6)

FUNGSI, PERAN DAN PRINSIP KOPERAS

I

 Fungsi dan Peran ;

1. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

2. berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas hidup manusia.

3. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional

4. Mengembangkan perekonomian nasional.

GAMBARAN FUNGSI DAN PERAN KOPERASI

 Mengurangi tingkat pengangguran

 Mengembangkan kegiatan usaha masyarakat

 Meningkatkan pendidikan rakyat terutama tentang perkoperasian dan dunia usaha

 Berperan sebagai alat perjuangan ekonomi

 Berperan menciptakan demokrasi ekonomi

 Berperan serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional Kerjasama koperasi.

KERJASAMA KOPERASI :

1. Kerjasama Di Bidang Usaha Antar Koperasi

2. Kerjasama di Bidang Usaha Antara Koperasi dengan Bukan Koperasi 3. Kerjasama antar koperasi bukan dibidang usaha.

1. Kerjasama Di Bidang Usaha Antar Koperasi Keuntungan :

 peningkatan daya tawar terhadap pihak ketiga

 Menjamin pemasukan bahan baku

 Dapat beroperasi secara besar-besaran

 Dapat menurunkan biaya transaksi

 Meningkatkan daya saing terhadap pihak ketiga.

Kerjasama di bidang koperasi dapat dilakukan dengan 2 cara :

 Dengan membentuk organisasi baru yang berbadan hukum

 Dalam bentuk proyek atau kemitraan usaha tanpa membentuk organisasi baru yang berbentuk badan hukum.

2. Kerjasama di bidang usaha antara koperasi dengan bukan koperasi Contoh :

 Koperasi sekunder, dengan mitra masing2 mendirikan bank à membantu dan membina

Referensi

Dokumen terkait

Pasal 17 ayat (1) UU Koperasi menyatakan bahwa anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi dan untuk mendirikan koperasi primer dibutuhkan

• Para anggota yang bergabung dalam kelompok- kelompok Koperasi, berusaha mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan Koperasinya, agar mampu menyediakan barang dan jasa yang

Koperasi adalah unik, anggota merupakan pengguna jasa yang disediakan oleh koperasi (Marwa dan Aziakpono, 2014). Oleh karenanya untuk meningkatkan tingkat partisipasi

Rapat anggota merupakan suatu wadah dari para anggota koperasi yang diorganisasikan oleh pengurus koperasi, untuk membicarakan kepentingan organisasi maupun usaha koperasi, dalam

Objek retribusi mengikuti setiap jasa pelayanan Koperasi, jasa pelayanan pasca Panen, Usaha Jasa Koperasi, Jasa Pelayanan terhadap Koperasi/UKM, pengesahan Badan Hukum Koperasi

kesimpulan sebagai berikut: (1) Terbukti melalui penelitian ini, tingkat kepuasan anggota koperasi guru akan pelayanan yang diberikan pengurus koperasi guru Kota Malang secara

Membangun Koperasi Berkualitas Berbasis Kompetensi Sumber Daya Manusia SDM Kompetensi sumber daya manusia seluruh unsur penggerak koperasi, baik itu anggota, pengurus, maupun pengawas

Untuk mengetahui harapan anggota koperasi “Sejahtera” terhadap jasa pelayanan yang diberikan oleh para pengurusnya dapat diketahui hasilnya dari dimensi reliability dengan indikator