ANALISIS BUKTI PERMULAAN YANG CUKUP UNTUK MENDUGA ADANYA TINDAK PIDANA GUNA DILAKUKAN PENYIDIKAN OLEH KEPOLISIAN MENURUT KUHAP
Teks penuh
Dokumen terkait
1 Tahun 2002 menyatakan “Penyidik dapat melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang didugakeras melakukan tindak pidana terorisme berdasarkan bukti permulaan yang cukup
Dalam KUHAP sendiri tidak ada batasan mengenai apa yang dimaksud dengan bukti permulaan tetapi didalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12
Penangkapan, penahanan, pemeriksaan tersangka, dan pemeriksaan saksi- saksi penyidik menggunakan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan Undang-undang Nomor 3 tahun
Obyektifitas Pelaksanaan Penyidikan Bagi Anggota Kepolisian Yang Melakukan Tindak Pidana ………... Kendala Yang Dihadapi Penyidik dalam Proses Penyidikan Terhadap Anggota Kepolisian
Pada dasarnya undang-undang tidak mernberikan defenisi atau pengertian apa itu bukti yang cukup ataupun bukti permulaan dalam hal penyidik akan melakukan
Penyidik Pegawai Negeri Sipil diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b, Undang- undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang- undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang
20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Tentang pemberantasan tindak Pidana Korupsi pasal 26 A menyatakan bahwa alat bukti yang sah
1) Pengaturan alat bukti dalam hukum positif diatur pada Pasal 184 Undang- Undang Nomor 8 tahun 1981 Tentang Kitab Hukum Acara Pidana yaitu keterangan saksi, keterangan