Membangun E-Mail Server di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T)

84  20  Download (0)

Teks penuh

(1)

KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek Program Strata Satu jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia

RIZAL MUHAMMAD FIRDAUS 10109252

NANDY MARDIANSYAH 10109260

ROHMATULLOH 10109261

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)

LAMPIRAN D

(3)
(4)

LAMPIRAN E

(5)
(6)
(7)
(8)

LEMBAR JUDUL

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 2

1.4 Batasan Masalah ... 3

1.5 Metode Penelitian ... 3

1.6 Sistematika Penulisan ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Profil Tempat Kerja ... 5

2.1.1 Sejarah Instansi ... 5

2.1.2 Logo Instansi ... 6

2.1.3 Badan Hukum Instansi ... 7

2.1.4 Struktur Organisasi dan Job Description ... 7

2.2 Landasan Teori ... 9

2.2.1 Jaringan Komputer ... 9

2.2.2 Topologi Jaringan ... 12

2.2.3 IP address ... 15

2.2.4 Subneting IP address ... 17

2.2.5 Pengertian Server ... 18

2.2.5.1 FTP Server ... 19

(9)

2.2.5.5 Proxy Server ... 23

2.2.11 PostfixAdmin ... 26

2.2.12 Dovecot ... 26

2.2.13 Email Security ... 26

2.2.13.1 Amavisd-New ... 27

2.2.13.2 Clam AntiVirus ... 27

2.2.13.3 Spamassassin ... 27

2.2.14 Roundcube ... 28

BAB 3 PEMBAHASAN ... 29

3.1 Kegiatan Kerja Praktek ... 29

3.2 Analisis Fisik Bangunan ... 29

3.3 Analisis Jaringan ... 30

3.4 Analisis Perangkat Keras ... 31

3.5 Analisis Sistem ... 32

3.5.1 Analisis masalah ... 32

3.5.2 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan ... 33

3.6 Implementasi ... 33

3.6.1 Instalasi Ubuntu Server ... 33

3.6.2 Konfigurasi Mail Server ... 34

3.6.2.1 Konfigurasi Dasar ... 34

3.6.2.2 LAMP Web Server ... 35

3.6.2.3 Konfigurasi PHP ... 36

(10)

3.6.2.7 Membuat Mail Database dan User dalam MySQL ... 41

3.6.2.8 Install Postfix Admin dam Skema MySQL ... 41

3.6.2.9 Membuat Domain dan Accounts dalam Postfix Admin ... 45

3.6.2.10 Membuat User untuk Menangani Virtual Mail Direktori ... 47

3.6.2.11 Konfigurasi Dovecot ... 47

3.6.2.12 Konfigurasi Amavis, ClamAV dan Spamassassin ... 53

3.6.2.13 Konfigurasi Postfix ... 54

3.6.2.14 Restart dan Test Server ... 63

3.6.2.15 Install dan Seting Monit Untuk Monitoring ... 64

3.6.2.16 Installasi dan Konfigurasi Roundcube sebagai MUA ... 66

3.7 Hasil Pengolahan Data ... 70

3.8 Hasil Kuesioner ... 70

BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN ... 72

4.1 Kesimpulan ... 72

4.2 Saran ... 72

(11)

KATA PENGANTAR

Segala Puji Bagi Allah , Tuhan yang maha kuasa. Karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek dengan judul “MEMBANGUN

E-MAIL SERVER DI BALAI BESAR BAHAN DAN BARANG TEKNIK (B4T)”.

Kerja Praktek ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi memenuhi tugas

mata kuliah Kerja Praktek Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas

Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan

laporan kerja praktek ini masih jauh dari kesempurnaan, karena keterbatasan pengetahuan

dan kemampuan yang ada pada diri penulis. Dengan segala keterbatasan laporan kerja

praktek ini, penulis mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun. Dalam

kesempatan ini penulis menyampaikan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada :

1. Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis

sehingga dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.

2. Kepada Ibu dan Ayah, terima kasih atas doa, perhatian, kesabaran, kasih saying

dan pengorbanan yang selama ini diberikan kepada ananda dan juga terima

kasih kepada kakak dan adik tercinta.

3. Bapak Irawan Afrianto, S.T, M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika

4. Bapak Eko Budi Setiawan, S.Kom selaku dosen wali dan sekaligus dosen

pembimbing kerja praktek.

5. Seluruh staf dan dosen Jurusan Teknik Informatika.

6. Bapak Galih Ginanjar S.Si.,M.T. selaku pembimbing kerja praktek di lapangan.

7. Bapak Untung, selaku Kepala Seksi Sistem Informasi B4T yang telah

memberikan kesempatan untuk dapat kerja praktek.

8. Rekan-rekan lainnya yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah

(12)

lain pada umumnya. Penulis mengharapkan saran dan kritik guna perbaikan diwaktu yang

akan datang.

Bandung, Desember 2012

(13)

DAFTAR PUSTAKA

1. Novriansyah, N. 2000. Linux. Jakarta. PT Elex Media Komputindo.

2. Reason, (2012), A Mailserver on Ubuntu 12.04: Postfix, Dovecot, MySQ,L

http://www.exratione.com/2012/05/a-mailserver-on-ubuntu-1204-postfix-dovecot-mysql/ diakses pada tanggal 14 Juli 2012.

3. Wahana Komputer dan Penerbit Andi. Mari Mengenal Linux. Penerbit ANDI.

Yogyakarta, 2005.

4. Firman Sopian,R, Client/Server, Bandung : rfsaing

5. Buku Pintar Internet, TCP/IP, Standar,Desain dan Implementasi, cetakan ke enam,

(14)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) yang beralamat di Jalan Sangkuriang

No.14 Bandung merupakan salah satu instansi pemerintah yang melaksanakan kegiatan

penelitian dan pengembangan, standarisasi, sertifikasi, dan inspeksi teknik dalam rangka

pengembangan industri bahan dan barang teknik.

E-mail merupakan aplikasi utama yang sering digunakan oleh pengguna internet,

terutama seorang pegawai kantor. Karena dengan e-mail dapat mentransfer data berupa

teks,gambar dan lain-lain. Tentunya dalam sebuah kantor, institusi yang mempunyai

banyak pengguna akan sangat tidak praktis jika membuat e-mail menggunakan e-mail

server luar karena kapasitas media penyimpanan yang terbatas. Akan lebih sederhana jika

bisa dibuatkan e-mail server sendiri yang memiliki kapasitas media penyimpanan yang

besar, mengatur e-mail untuk semua orang, mengambilkan semua mail di Internet,

mengirimkan mail ke Internet, maupun mengirim e-mail antar pengguna lokal.

B4T mempunyai sebuah aplikasi intranet yang diberi nama Intranet B4T. Aplikasi

ini berbasis web dan dapat diakses oleh seluruh pegawai yang komputernya terhubung

dengan jaringan komputer B4T. Aplikasi intranet berisi informasi yang berkaitan dengan

B4T namun tidak semua hal bisa diatasi oleh aplikasi intranet. Salah satunya pengiriman

E-mail. Server e-mail yang digunakan saat ini di B4T menggunakan E-mail server luar.

E-mail ini digunakan untuk memfasilitasi apabila ada keluhan dari client mengenai

standarisasi, sertifikasi, dan inspeksi bahan dan barang teknik yang nantinya akan direspon

oleh pegawai B4T . Permasalahanya respon untuk membalas e-mail oleh pegawai B4T ke

client masih terhitung lambat dikarenakan tidak efisiennya pengaksesan e-mail sehingga

pegawai jarang sekali mengakses e-mail luar. Selain itu admin tidak dapat memonitoring

untuk mengetahui berapa lintas data dan berapa banyak pengguna e-mail yang mengakses

(15)

Sudah banyak instansi yang menggunakan e-mail server untuk melakukan

pengiriman data dalam intranet sehingga pihak B4T ingin memanfaatkan teknologi dengan

membangun e-mail server untuk mengelola e-mail yang masuk ke B4T. Dengan

membangun e-mail server, B4T mampu menampung kapasitas e-mail yang lebih besar,

dapat memonitoring pengelolaan e-mail dan mempercepat respon balasan e-mail dari

pegawai B4T ke client dengan mengefisienkan waktu akses e-mail.

Berdasarkan pernyataan diatas B4T memerlukan sebuah aplikasi dan server yang

dapat menyelesaikan masalah tersebut. Oleh karena itu dibuatlah sebuah mail server dan

aplikasi webmail yang menyatu dengan intranet di B4T untuk membantu menyelesaikan

masalah pengelolaan e-mail tersebut.

1.2Identifikasi Masalah

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, sehingga memudahkan dalam

penyusunan maupun penulisan laporan tugas akhir ini, maka pengidentifikasian

permasalahan terdapat pada :

1. Terbatasnya kapasitas media penyimpanan jika menggunakan server luar

sehingga pegawai tidak perlu khawatir akan habisnya kuota penyimpanan.

2. Tidak efisiennya pengaksesan e-mail karena pegawai B4T lebih sering

menggunakan aplikasi yang ada di intranet dalam menyelesaikan pekerjaannya.

3. Tidak adanya kontrol atau monitoring dalam pengelolaan e-mail sehingga admin

tidak mengetahui berapa lintas data dan berapa banyak pengguna e-mail yang

mengakses e-mail.

1.3Maksud dan Tujuan

Maksud dari pembuatan laporan kerja praktek ini adalah membangun e-mail server

di B4T.

Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan laporan kerja praktek ini adalah :

1. Dapat menampung kapasitas e-mail yang lebih besar.

(16)

3. Dapat memonitoring dalam pengelolaan e-mail yang masuk untuk mengetahui

berapa lintas data dan berapa banyak pengguna e-mail yang mengakses e-mail.

1.4Batasan Masalah

Untuk memudahkan dalam membahas permasalahan serta untuk menghindari

adanya penyimpangan pembahasan, maka permasalahan dibatasi pada :

1. Melakukan konfigurasi e-mail server untuk menangani pengantaran pesan mail

dari e-mailclient yang digunakan user.

2. Melakukan konfigurasi postfix admin untuk memfasilitasi dalam pembuatan

akun e-mail.

3. Melakukan konfigurasi webmail untuk antarmuka (interface) antara e-mail

dengan user yang memiliki e-mail tersebut.

1.5Metode Penelitian

Dalam penulisan laporan ini menggunakan beberapa metode, antara lain :

1. Metode Studi Literatur

Mengambil dan mengumpulkan teori – teori dasar serta teori pendukung dari

berbagai sumber, terutama meminta data dari pihak Balai Besar Bahan dan

Barang Teknik, buku-buku referensi dan situs-situs dari internet tentang materi

yang menunjang dalam pembuatan konfigurasi e-mail server.

2. Metode Observasi

Melakukan pengamatan di kantor Balai Besar Bahan dan Barang Teknik dengan

cara mengamati langsung baik secara fisik (alat-alat yang akan dipakai) maupun

konsep (cara kerja dari alat-lat yang dipakai).

3. Wawancara

Melakukan wawancara dengan pembimbing di kantor Balai Besar Bahan dan

Barang Teknik untuk memperoleh gambaran dan penjelasan tentang berbagai

(17)

yang akan dikerjakan atau di konfigurasi guna memperolah data dan hasil yang

akurat.

1.6Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut: BAB 1 Pendahuluan

Bab ini berisi pembahasan masalah umum yang berhubungan dengan penyusunan laporan

penelitian, yang menjelaskan latar belakang diadakannya penelitian, maksud dan tujuan

penelitian, batasan masalah penelitian, metode yang digunakan dalam pengumpulan data

serta sistematika penulisan laporan penelitian.

BAB 2 RUANG LINGKUP PERUSAHAAN

Pada bab ini berisi pembahasan mengenai perusahaan tempat mahasiswa melaksanakan

penelitian, yang meliputi sejarah, visi dan misi perusahaan, aktivitas perusahaan, bidang

pekerjaan perusahaan, alamat perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan hal – hal lain

yang menjelaskan tentang perusahaan.

BAB 3 KEGIATAN SELAMA KERJA PRAKTEK

Bab ini berisi landasan teori dari materi yang diambil dalam kegiatan penelitian yaitu

tentang jadwal penelitian, cara/teknik penelitian, analisis sistem jaringan, analisis masalah,

analisih prosedur berjalan dan konfigurasi Web Server pada Ubuntu yang di gunakan di

kantor Badan Besar Bahan dan Barang Teknik

BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menjelaskan tentang permasalahan yang di hadapi mengenai konfigurasi server

ubuntu dan kesimpulan mengenai seluruh hasil penelitian yang dilaksanakan di Balai Besar

Bahan dan Barang Teknik, serta saran untuk pengembangan sistem jaringan yang telah di

(18)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Profil Tempat Kerja

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) beralamat di Jalan Sangkuriang 14

Bandung 40135.Telp. 022 – 2504088, 2504828, 2510682. Fax 022 – 2502027. Website :

www.b4t.go.id dan e-mail : info@b4t.go.id.

2.1.1 Sejarah Instansi

B4T didirikan pada tahun 1909 di Batavia (Jakarta sekarang) oleh pemerintah

Hindia Belanda dengan nama Laboraturium Voor Metal Onderzoek dan berada dibawah

naungan Burgelizke Openbake Warken (Departemen Pekerjaan Umum sekarang).

Pada tahun 1912 diperluas menjadi Laboraturium Voor Material Onderzoek.Yang

semula balai ini hanya mengurus benda-benda metal diperluas dengan benda material

lainnya.

Pada tahun 1921 lokasi balai dipindahkan ke Bandung.Tepatnya ke lokasi

Technische Hogeschool (Institut Teknologi Bandung sekarang). Tahun 1934 kedudukan

balai berpindah ke naungan Van Ekonomische (Departemen Perekonomian dan

Perdangangan)

Pada tahun 1942 dibawah kekuasaan pemerintah Jepang balai berubah nama

menjadi Laboraturium Zeiro Sikendya dan kemudian berubah lagi menjadi Laboraturim

Kogio Sikendya.

Tahun 1945 Indonesia merdeka dan balai ini kembali berubah nama menjadi Balai

Penyelidikan Bahan-bahan yang berkedudukan dibawah kementerian Kemakmuran. Pada

periode tahun 1952 – 1960 balai ini dua kali beralih naungan, yaitu dari Kementerian

(19)

Sangkuriang Bandung dengan nama Balai Penelitian Bahan-bahan. Pada tahun 1963

kedudukan balai berada di bawah Perindustrian Rakyat.

Tahun 1971 kedudukan balai berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan

Pendidikan Industri.Pada tahun 1974 kedudukan balai berada di bawah Puslitbang Industri

Logam dan Mesin Departemen Perindustrian.

Tahun 1980 kedudukan balai dibawah Badan Litbang Industri Departemen

Perindustrian dan berubah nama menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan

Industri Bahan dan Barang Teknik. Dan pada akhir tahun 2002 balai ini berubah nama

menjadi Balai Besar Bahan dan Barang Teknik yang disingkat dengan B4T dan dipakai

hingga sekarang.

2.1.2 Logo Instansi

Berikut gambar logo instansi B4T :

Gambar 2.1 Logo Instansi B4T

Huruf B dan T berwarna merah menandakan independen. Hurup B menandakan awal kata dari kata “Balai”, “Besar”, “Bahan” dan “Barang”. Sedangkan huruf T menandakan awal kata dari kata “Teknik”. Angka 4 yang berwarna silver menandakan

bahwa kantor ini sebagian besar menangani barang barang teknik yang tidak jauh dari

(20)

2.1.3 Badan Hukum Instansi

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik merupakan balai resmi pemerintah yang

berada di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Departemen

Perindustrian.Badan hukum oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia.Nomor : 13 / M – IMD / PER / 6 / 2006.

2.1.4 Struktur Organisasi dan Job Description

Berikut gambar Struktur Organisasi B4T:

(21)

Berikut gambar Struktur Organisasi Sistem pelelangan di B4T :

KEPALA

BALAI BESAR BAHAN DAN BARANG TEKNIK

KEPALA BIDANG PENGEMBANGAN JASA TEKNIK

KEPALA SEKSI PENGEMBANGAN KOMPETENSI DAN SARANA RISET

KEPALA SEKSI INFORMASI

Gambar 2.3 Organisasi Sistem pelelangan di B4T

Berikut merupakan deskripsi pekerjaan dari struktur organisasi Pelelangan (Job

Description) di B4T sesuai dengan jabatannya masing-masing.

1. Kepala B4T

Mengerjakan hal-hal sebagai berikut :

a. Sebagai pimpinan di B4T.

b. Mengawasi jalannya aktivitas di B4T

c. Menetapkan tugas dari kepala bidang yang ada.

d. Mengawasi dan mengkoordinir kegiatan-kegiatan dari setiap kepala

bidang yang ada.

2. Kepala Bidang Pengembangan Jasa dan Teknik

(22)

a. Sebagai pimpinan di divisi pengembangan jasa dan teknik.

b. Menetapkan kegiatan lelang.

c. Membuat surat laporan kegiatan lelang.

d. Menyetujui senua dokumen yang masuk ke divisi pengembangan jasa

dan teknik.

e. Menentukan pemenang kegiatan lelang.

3. Kepala seksi Pengembangan Kompetensi dan Sarana Riset

Mengerjakan hal-hal berikut

a. Menyediakan barang-barang yang akan dilelang.

b. Mengawasi kegiatan lelang

c. Mengecek data perusahaan peserta lelang.

d. Mengecek data perusahaan pemenang lelang

4. Kepala Seksi Informasi

Mengerjakan hal-hal berikut

a. Mengawasi jaringan server di B4T

b. Mengawasi semua sistem yang berjalan di B4T

c. Admin di sistem pelelangan.

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya

yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau

tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar

dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan

hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal

yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki

dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek

(23)

University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin

memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk

mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses

beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah

komputer dengan dengan kaidah antrian.

Gambar 2.4 Jaringan Komputer Model TSS

Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super

komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal (lihat Gambar 1)

Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan

nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network)

komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke

sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer

(24)

Gambar 2.5 Jaringan komputer model distributed processing

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga

perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep

proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2.2, dalam proses ini

beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani

beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses

distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer

dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer

wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep

proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai

beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer

(25)

teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet

mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan

dan terbentuklah jaringan raksasa WAN

2.2.2 Topologi Jaringan

Topologi Jaringan adalah susunan lintasan aliran data didalam jaringan yang secara

fisik menghubungkan simpul yang satu dengan simpul lainnya. Berikut ini adalah

beberapa topologi jaringan yang ada dan dipakai hingga saat ini, yaitu:

2.2.2.1 Topologi Star

Beberapa simpul/node yang diswitchkan dengan simpul pusat/host, yang

membentuk jaringan fisik seperti bintang, semua komunikasi ditangani langsung dan

dikelola oleh host yang berupa mainframe komputer seperti Switch hub.Topologi star

digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi

pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi.

Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan

karena semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu

komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang

jaringan yang lainnya. Berikut ini gambar topologi star sebagai gambaran.

(26)

2.2.2.2 Topologi Tree

Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang

diswitchkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi

berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh

perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga

data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya. Berikut ini gambar topologi

hierarkis sebagai gambaran.

Gambar 2.7 Topologi Tree

2.2.2.3 Topologi Bus

Beberapa simpul/node diswitchkan dengan jalur data (bus). Masing-masing node

dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yang berbeda namun semua mempunyai hierarki

yang sama. Topologi ini biasanya menggunakan kabel Coaxial, yang sekarang sudah sangat

jarang digunakan atau di implementasikan. Berikut ini gambar topologi bus sebagai

gambaran.

(27)

Gambar 2.8 Topologi Bus

2.2.2.4 Topologi Ring

Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga

terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima

dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang

dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta

mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di

suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu. Keunggulan topologi Ring adalah tidak

terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya

satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat, dan yang lainnya menggu hingga

(28)

Gambar 2.9 Topologi Ring

2.2.3 IP address

IP address adalah alamat unik yang digunakan untuk mengidentifikasikan

perangkat pada suatu jaringan IP. IP address terdiri dari 32 bit biner yang dapat dibagi ke

dalam bagian jaringan dan bagian host dengan bantuan sebuah subnet mask. 32 bit biner

dibagi menjadi empat oktal (1 oktal = 8 bit). Setiap oktal dikonversi ke decimal dan

dipisahkan oleh titik. Nilai di setiap oktal berkisar dari 0 sampai dengan 255 desimal atau

00000000-11111111 dalam biner. Contoh IP address misalnya 172.16.81.100

Oktaloktal dalam IP address dipecah untuk menentukan skema pengalamatan yang

dapat mengakomodasi jaringan besar dan jaringan kecil. Ada lima kelas jaringan yang

berbeda, dari kelas A sampai kelas E. Setiap kelas dapat ditentukan dalam tiga hight-order

bit. Gambar di bawah ini akan menunjukan secara signifikan dalam tiga hight-order bit

(29)

Gambar 2.10 Class IP

Dalam Kelas A, oktal pertama adalah bagian jaringan, sehingga Kelas A contoh

pada diatas memiliki alamat jaringan utama 1.0.0.0 – 127.255.255.255. Oktet 2, 3, dan 4

(24 bit berikutnya) adalah untuk pengelola jaringan dibagi menjadi subnet dan host. Kelas

A digunakan untuk jaringan yang memiliki lebih dari 65.536 host (sebenarnya, sampai

dengan 16.777.214 host!).

Dalam Kelas B, dua oktet pertama adalah bagian jaringan, sehingga contoh Kelas B

(30)

Oktet 3 dan 4 (16 bit) adalah untuk subnet lokal dan host. Kelas B alamat yang digunakan

untuk jaringan yang memiliki 256 dan 65.534 host.

Dalam Kelas C, tiga oktet pertama adalah bagian jaringan. Contoh Kelas C pada

Gambar 1 memiliki alamat jaringan utama dari 192.0.0.0 – 233.255.255.255. Oktal 4 (8 bit)

adalah untuk subnet lokal dan host. Kelas ini sempurna untuk jaringan dengan kurang dari

254 host.

2.2.4 Subneting IP address

Subnetting IP address memungkinkan Anda untuk membuat multiple jaringan yang

ada dalam jaringan A, B, atau C Class. Jika Anda tidak melakukan subneting, Anda hanya

dapat menggunakan satu jaringan dari Kelas Anda A, B, atau C network, yang tidak

realistis.

Setiap data link pada jaringan harus memiliki ID jaringan yang unik, dengan setiap

node pada link menjadi anggota jaringan yang sama. Jika Anda memecah jaringan utama

(Kelas A, B, atau C) menjadi subnetwork yang lebih kecil, memungkinkan Anda untuk

membuat jaringan interkoneksi subnetwork. Setiap data link pada jaringan ini kemudian

akan memiliki jaringan yang unik / subnetwork ID. Setiap perangkat, atau gateway,

menghubungkan jaringan n / subnetwork memiliki n alamat IP yang berbeda, satu untuk

setiap jaringan / subnetwork bahwa interkoneksi.

Untuk subnet jaringan, memperpanjang natural mask dengan menggunakan

beberapa bit dari bagian host ID dari alamat untuk membuat subnetwork ID. Sebagai

contoh, diberi jaringan Kelas C 204.17.5.0 dari yang memiliki natural mask 255.255.255.0,

Anda bisa membuat subnet dengan cara ini:

204.17.5.0 - 11001100.00010001.00000101.00000000 255.255.255.224 – 11111111.11111111.11111111.11100000 ---|sub|----

Dengan memperluas masker menjadi 255.255.255.224, Anda telah mengambil tiga

bit (ditandai dengan “sub”) dari bagian host asli dari alamat dan menggunakannya untuk

(31)

Dengan lima bit sisa host ID, subnet masing-masing dapat memiliki hingga 32 alamat host,

30 dari yang sebenarnya dapat diberikan ke perangkat karena host id dari semua nol atau

semua yang tidak diperbolehkan (sangat penting untuk mengingat hal ini). Jadi, subnet

telah diciptakan.

Dari subneting diatas akan diperoleh skema jaringan digambarkan oleh gambar di

bawah ini:

Gambar 2.11 Contoh Model Skema Subneting

2.2.5 Pengertian Server

Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan

tertentudalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat

scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang

disebutsebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga

menjalankanperangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan

sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), 204.17.5.0 255.255.255.224 hostaddress range 1 to 30

(32)

danmemberikan akses kepada workstation anggota jaringan. Umumnya, di atas sistem

operasi server terdapat aplikasi- aplikasi yang menggunakan arsitektur client/server.

Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau

layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan

merespons terhadap request dari client. Sebagai contoh, client DHCP akan memberikan

request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah client membutuhkan

alamat IP, client akan memberikan perintah/ request kepada server, dengan bahasa yang

dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri. Contoh sistem operasi

server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem

yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian

Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux. Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel

UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.

Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar

penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer

client ke Internet. Server adalah suatu komputer yang menjadi pengelola dan pusat bagi

komputer lainnya

Oleh karena itu komputer server haruslah memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dari

pada client-client nya. Selain itu server memiliki macam-macam jenis, yaitu diantaranya :

1. FTP server

File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk

tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dua hal

yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client. FTP server adalah suatu

(33)

menukar file dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat

permintaan (request) dari FTP client.

FTP client adalah komputer yang me-request koneksi ke FTP server untuk tujuan

tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client dapat

men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan ijin yang diberikan oleh

FTP server.

Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :

a. Untuk tujuan sharing data.

b. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.

c. Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user.

d. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

2.2.5.2 DNS Server

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan

untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP

(Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi

yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu

memetakan host name sebuah komputer ke IP address. DNS dapat disamakan fungsinya

dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name

(nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan

mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host

name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang

anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk

mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

2.2.5.3 Web Server

Web server adalah server yang melayani permintaan client terdapat halaman web

(34)

untuk menterjemahkan kode-kode tertentu, menjalankan kode-kode tersebut dan

memungkinkan berinteraksi dengan basis data, PHP atau ASP.

Web Server merupakan sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima

permintaan HTTP atau HTTPS dari client yang dikenal dengan web browser dan

mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman- halaman web yang umumnya

berbentuk dokumen HTML. Selain itu Web Server juga merupakan sebuah komputer yang

menyediakan layanan untuk internet. Server disebut juga dengan host.

Agar anda dapat memasukkan web yang anda rancang ke dalam internet, maka anda

harus memiliki ruangan terlebih dahulu dalam internet, dan ruangan ini disediakan oleh

server.

Adapun arsitektur aplikasi server adalah sebagai berikut :

1. Browser atau client berinteraksi dengan web server.

2. Secara internal web server berinteraksi dengan middleware.

3. Middleware yang berhubungan dengan database.

Adapun teknologi yang berjalan di server antara lain : CGI (Common Gateway

Interface), ASP (Aktive Server Page), JSP (Java Server Page) dan PHP

2.2.5.4 E-mail Server

E-mail merupakan sebuah layanan pengiriman surat elektronik yang dikirim melalui

internet. E-mail dikirim dari suatu alamat e-mail yang terdapat pada sebuah mail server

kepada alamat e-mail yang lainnya yang terdapat pada mail server yang sama maupun pada

mail server yang berbeda. Fungsi e-mail server untuk melakukan penyimpanan (storing)

dan distribusi yang berupa pengiriman (sending), penjaluran (routing), dan penerimaan

(receiving) e-mail

E-mail dapat dianalogikan dengan kotak surat yang ada di kantor POS sedangkan

servere-mail dapat diibaratkan sebagai kantor POS. dengan analogi ini sebuah mail server

(35)

Mail Server berjalan dengan beberapa protokol pada TCP/IP, yakni SMTP (port 25),

POP3 (port 110), dan IMAP (port 143). Mail Server memiliki tiga komponen utama, yakni

Mail Transfer Agent (MTA), Mail Delivery Agent (MDA), dan Mail User Agent (MUA).

Untuk mengirim sebuah e-mail dari alamat e-mail yang satu ke alamat e-mail yang

lain digunakan sebuah protocol (aturan) yaitu Simple Mail Transfer Protocol SMTP.

Protokol SMTP telah menjadi aturan dasar yang disepakati untuk pengiriman e-mail.

Dengan demikian semua software e-mailserver pasti mendukung protokol ini.

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum

digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. SMTP merupakan protokol yang

digunakan untuk berkomunikasi dengan client. Sedangkan untuk client, digunakan protokol

imap imaps pop3 pop3s.

POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol yang digunakan untuk

mengambil surat elektronik (e-mail) dari servere-mail. Protokol POP3 dibuat karena desain

dari sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang

menampung surat eletronik untuk sementara sampai surat elektronik tersebut diambil oleh

penerima yang berhak.

Supaya sebuah mail server dapat diakses oleh client, dikembangkan sebuah aplikasi

dimana client dapat mengakses e-mail dari sebuah e-mailserver. IMAP (Internet Message

Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server.

IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan diambil, membuat folder

di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada. IMAP

dan POP3 memiliki fungsi yang sama, akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda

dalam cara pengaksesan pada server. Untuk dapat melakukan tugasnya, sebuah mail server

harus dapat melayani e-mail yang mempergunakan protokol SMTP serta harus mampu

melayani client yang ingin mengakses e-mail dengan menyediakan IMAP atau POP3.

MDA adalah komponen yang bertanggung jawab untuk pengiriman pesan ke kotak

(36)

e-mail yang datang untuk di;etakan/di distribusikan sesuia pada mailbox user masing

masing.

MTA adalah sebuah aplikasi untuk mengantarkan e-mail dan mengatur penerimaan

e-mail. MTA melakukan fungsi fungsi sebagai berikut :

a. Pertukaran e-mail menggunakan protokol TCP

b. Menerima e-mail masuk (incoming)

c. Meneruskan e-mail yang akan keluar (outgoing)

d. Mengatur antrian bila ada e-mail masuk, keluar dan yang tertunda

pengirimannya.

MTA yang umun dipakai adalah send mail dan qmail serta postfix untuk di unix

serta untuk di ms windows menggunakn mdaemon.

MUA adalah aplikasi yang berfungsi sebagai antar muka (interface) antara e-mail

(dalam hal ini berhubungan denga user yang memiliki e-mail tersebut) dengan MTA yang

mendukungnya. MUA berfungsi :

a. Menulis e-mail dan membaca e-mail yang masuk.

b. Mengatur konfigurasi e-mail sehingga sesuai dengan MTA yang

mendukungnya.

c. Memberikan kenyamanan kepada user dalam menerima dan mengirim e-mail.

Beberapa agen e-mail yang populer saat ini adalah roundcube , eudora, netscape,

outlook, evolution mail, thunderbird dan pegassus.

2.2.5.5 Proxy Server

Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat

bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet

atau intranet. Proxy Server bertindak sebagai gateway terhadap dunia Internet untuk setiap

komputer client. Proxy server tidak terlihat oleh komputer client: seorang pengguna yang

(37)

sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web server yang

menerima request dari proxy server akan menginterpretasikan request-request tersebut

seolah-olah request itu datang secara langsung dari komputer client, bukan dari proxy

server.

Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan jaringan pribadi yang

dihubungkan ke sebuah jaringan publik (seperti halnya Internet). Proxy server memiliki

lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena memang

proxy server beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih

menyeluruh terhadap akses jaringan. Proxy server yang berfungsi sebagai sebuah "agen

keamanan" untuk sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai firewall.

2.2.6 Linux

Linux adalah sebuah sistem operasi open source dan bebas (free) di bawah lisensi

GNU (GNU is Not Unix) GPL (General Public License). Arti open source adalah kode

sumber (source code) diikutsertakan dalam program Linux sehingga dapat dilihat oleh siapa

saja tanpa harus mendatangi suatu perjanjian khusus seperti NDA (Non Disclosure

Agreement). Arti kata bebas atau free mengacu pada kebebasan bukan pada bebas biaya.

2.2.7 LAMP Server

LAMP adalah istilah yang merupakan singkatan dari Linux, Apache, MySQL dan

Perl/PHP/Phyton. Merupakan sebuah paket perangkat lunak bebas yang digunakan untuk

menjalankan sebuah aplikasi secara lengkap.

Komponen-komponen dari LAMP:

1. Linux sebagai sistem operasi

2. Apache HTTP Server sebagai web server 3. MySQL sebagai sistem basis data

(38)

Beberapa perangkat lunak yang menggunakan konfigurasi LAMP antara lain

MediaWiki dan Bugzilla.

2.2.8 SSH (Secure Shell)

SSH menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengotentikasi komputer remote

dan biarkan komputer remote untuk mengotentikasi pengguna, jika perlu. SSH biasanya

digunakan untuk login ke mesin remote dan mengeksekusi berbagai perintah, tetapi juga

mendukung tunneling, forwarding TCP port dan X11 connections untuk mentransfer file

menggunakan SFTP atau SCP protocols. SSH menggunakan client-server model. Yang

standar TCP port 22 telah ditetapkan untuk menghubungi server SSH. Sebuah klien

program SSH ini biasanya digunakan untuk membangun koneksi ke SSH daemon untuk

dapat di-remote. Keduanya biasanya terdapat pada sistem operasi modern, termasuk Mac

OS X, Linux, FreeBSD, Solaris dan OpenVMS. Tersedia versi berpemilik, freeware dan

open source untuk berbagai tingkat kerumitan dan kelengkapan.

2.2.9 WinSPC

WinSPC adalah software file transport client yang berfungsi utamanya menyalin

file secara aman antara lokal dan untuk meremote komputer lain serta dapat mengelola

beberapa tindakan file manajement lainnya. WinSPC menggunakan teknologi SSH (Secure

Shell) yang memungkinkan aman dalam menyalin file antar lokal dan meremote PC

menggunakan FTP (File Transfer Protocol), SSH FTP atau SCP Protocol (Secure Copy

protocol) yang menawarkan fitur manajemen file dasar.

2.2.10 Postfix

Postfix berasal dari IBM Secure Mailer yang dirilis sekitar tahun 1998, yang

kemudian diberi nama VMailer. Tapi karena alasan kemiripan dengan merek dagang yang

telah ada, pemakaian nama ini tidak dilanjutkan dan diganti dengan postfix. Proyek postfix

dimulai oleh Wietse Venema, pakar keamanan komputer dan periset di IBM. Postfix

berusaha memberikan alternative untuk program mail Sendmail yang telah luas

(39)

Gambar 2.12 Cara kerja postfix

2.2.11 PostfixAdmin

PostfixAdmin adalah antarmuka berbasis web yang digunakan untuk mengelola

surat, domain virtual dan alias. PostfixAdmin digunakan sebagai management user, domain

virtual, alias dan mailbox dari database postfix yang sebelumnya di buat pada saat

konfigurasi postfix

2.2.12 Dovecot

Dovecot merupakan sebuah aplikasi yang dijalankan untuk mengikuti protokol imap

imaps pop3 pop3s. Dengan mempergunakan protokol tersebut, kita dapat mengakses e-mail

yang ada di server. Sehingga kita dapat melakukan pengaksesan e-mail dimanapun juga dan

kapan saja

2.2.13 Email Security

Spam atau junk mail adalah penyalahgunaan dalam pengiriman berita elektronik

untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan

ketidaknyamanan bagi para pengguna web. Penanganan spam dapat ditangani dengan

(40)

1. Amavisd-New

2. Clam AntiVirus

3. Spamassassin

2.2.13.1 Amavisd-New

Amavisd-New adalah content filter yang ditulis menggunakan perl (Net Server) dan

berjalan secara daemonized sehingga memungkinkan penanganan lalu lintas email besar

tanpa harus banyak memakan resource komputer yang tersedia. Selain itu, amavisd-new

dapat menerima email yang akan diperiksa melalui SMTP sehingga dapat dipadukan

dengan mudah dengan hampir semua MTA yang ada. Amavis dapat juga dapat difungsikan

sebagai mail gateway.

Dalam memeriksa e-mail, amavisd-new menyimpan hash tiap e-mail yang masuk.

Bila hash e-mail yang masuk belum tersimpan maka amavis akan memeriksa email tersebut

secara utuh. Bila hashnya sudah ditemukan maka email tersebut tidak diperiksa secara utuh,

melainkan keputusannya sesuai dengan hash yang sudah ada. Bila sebelumnya email

dengan jenis hash itu di-drop, maka email baru ini akan di-drop, dan sebaliknya. Amavis

dapat digabungkan dengan beberapa antivirus seperti ClamAV, f-prot, grisoft, kaspersky,

dll

2.2.13.2 Clam AntiVirus

Clam AntiVirus adalah aplikasi antivirus yang open source untuk UNIX, didesain

khusus untuk melakukan pemeriksaan email pada mail gateway. Juga menyediakan

beberapa fasilitas termasuk fungsi multi-thread yang fleksibel dan handal, terdapat pula

fungsi update database secara otomatis.

2.2.13.3 Spamassassin

SpamAssassin adalah program komputer yang dijalankan pada Apache dan dipakai

untuk menyaring spam terhadap surat elektronik yang masuk. Prinsip kerja dari

(41)

pengecekan alamat DNS, pengecekan checksum isi, dan berdasarkan pada penyaringan

secara statistik, yang didukung oleh basis data online. SpamAssassin ini secara umum

dianggap paling efektif dalam memerangi spam, terutama jika dikombinasikan dengan

basisdata spam.

2.2.14 Roundcube

Roundcube adalah web-based IMAP e-mail client yang ditulis dalam bahasa

pemrograman PHP. Roundcube sudah menggunakan teknologi Ajax untuk menyajikan

antarmuka pengguna yang lebih interaktif dan responsif dibandingkan dengan client e-mail

(42)

BAB 3 PEMBAHASAN

3.1 Kegiatan Kerja Praktek

Kegiatan kerja praktek dilakukan selama dua bulan di Kantor Balai Besar Bahan

dan Barang Teknik (B4T) mulai dari tanggal 9 Juli sampai dengan tanggal 9 Agustus 2012,

hari kerja praktek bebas karena dari pihak tempat kerja praktek tidak mewajibkan untuk

datang setiap hari. Pelaksanaan kerja praktek dimulai dari jam 08.00-16.00 WIB. Dalam

melaksanakan kerja praktek ini dibantu oleh pembimbing bernama Galih

Ginanjar,S.Si.,MT.

3.2 Analisis Fisik Bangunan

Kantor Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) terdiri dari 7 gedung yang terdiri

dari beberapa lantai yang didalamnya terdapat beberapa ruangan. Dari hasil analisis yang

telah dilakukan di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) memiliki denah bangunan

sebagai berikut :

(43)

3.3 Analisis Jaringan

Topologi yang diterapkan pada intranet di kantor ini adalah topologi bintang dengan

menggunakan media transmisi kabel. Penerapan topologi ini dikarenakan fleksibilitas yang

tinggi, kemudahan dalam pendeteksian kesalahan atau kerusakan pada jaringan dan bila ada

salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan

mempengaruhi yang jaringan yang lainnya. Adapun media transmisi kabel yang digunakan

adalah twisted pair jenis UTP tipe CAT5 dengan konektor RJ-45. Dalam pemasangan kabel

UTP ke konektor RJ-45 digunakan tipe penyambungan straight untuk kabel yang

terhubung antara komputer dengan switch. Jenis protokol yang digunakan dalam jaringan

ini ialah protokol TCP/IP yang merupakan jenis protokol yang umum dipakai jaringan

komputer.

Balai Besar dan Barang Teknik (B4T) memiliki sebuah jaringan dimana berfungsi

untuk komunikasi atau pengiriman data. Secara umum skema intranet pada kantor Balai

Besar Bahan dan Barang Teknik digambarkan seperti gambar 3.2 dibawah ini.

(44)

Keterangan gambar :

a. Modem Speedy

Internet Service Provider yang digunakan pada instansi B4T adalah Telkom

Speedy.

b. MikroTik RouterOSTM

B4T menggunakan MikroTik RouterOSTM sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network

c. Proxy

B4T menggunakan Proxy Server berbasis Windows Server.

d. Switch

Hub ini berfungsi untuk menerima sinyal dari satu komputer dan

mentransmisikannya ke komputer yang lain.

e. Client

Client ini merupakan komputer yang terhubung ke HUB yang memiliki akses

lokal maupun internet.

3.4 Analisis Perangkat Keras

Spesifikasi Perangkat Keras server dan klien di kantor Balai Besar Bahan dan

Barang teknik diantaranya :

Tabel 3.1 Spesifikasi Perangkat Keras Server

Processor Intel Core 2 Duo

Memory 1GB

HDD SEAGATE 4TB

Power Power Suply 450 W

CD/DVD Rom ASUS DVD RW

(45)

Tabel 3.2 Spesifikasi Perangkat Keras Klien

System Operasi Windows XP

3.5 Analisis Sistem

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem yang utuh

ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan

mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan

yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan

- perbaikannya.

3.5.1 Analisis masalah

Aplikasi intranet berisi informasi yang berkaitan dengan B4T namun tidak semua

hal bisa diatasi oleh aplikasi intranet. Salah satunya pengiriman e-mail. Email Server yang

digunakan saat ini di B4T menggunakan e-mail server luar. E-mail ini digunakan untuk

memfasilitasi apabila ada keluhan dari client mengenai standarisasi, sertifikasi, dan inspeksi

bahan dan barang teknik. Keterbatasan pada intranet menimbulkan beberapa permasalahan

yang mendorong untuk membangun e-mail server yang diharapkan dapat mengatasi

permasalahan yang terjadi. Beberapa permasalahan yang mendorong untuk membangun

e-mail server antara lain :

1. Terbatasnya kapasitas media penyimpanan jika menggunakan server luar

sehingga pegawai tidak perlu khawatir akan habisnya kuota penyimpanan.

2. Tidak efisiennya pengiriman dan penerimaan e-mail sehingga respon balasan

e-mail dari pegawai B4T lambat .

3. Tidak adanya kontrol atau monitoring dalam pengelolaan e-mail sehingga

admin tidak mengetahui berapa lintas data dan berapa banyak pengguna

(46)

3.5.2 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di Balai Besar Bahan dan Barang

Teknik (B4T) pada sistem e-mail yang sedang berjalan saat ini e-mail server yang

digunakan masih menggunakan server luar bukan server yang berada di dalam jaringan

intranet B4T. Tentunya dalam sebuah kantor, institusi yang mempunyai banyak pengguna

akan sangat tidak praktis jika menggunakan e-mail server luar karena memiliki banyak

keterbatasan. Diantaranya keterbatasan media penyimpanan yang mengakibatkan pengguna

e-mail menjadi terbatas dan keterbatasan untuk mengontrol dalam pengelolaan e-mail

sehingga admin tidak dapat mengolah e-mail dengan baik yang nantinya sebagai bahan

analisa berapa besar lintas data dan berapa banyak pengguna email yang mengakses email.

Maka diperlukannya e-mail server dengan melakukan konfigurasi e-mail server sebagai

pusat e-mail berbasis web.

3.6 Implementasi

3.6.1 Instalasi Ubuntu Server

Pertama tama siapakan CD Ubuntu server 12.04, jika tidak memilikinya maka perlu

men-download versi server Ubuntu 12.04 dari situs ubuntu ini setelah itu membuat CD dan

mulai boot dengan CD. Jika anda sudah mempunyai CD untuk installasi pastikan boot

komputer anda sudah berada pada option boot CD ROM lalu masukan CD ubuntu server

(47)

Gambar 3.3 Tampilan Awal Instalasi

3.6.2 Konfigurasi Mail Server

3.6.2.1 Konfigurasi Dasar

Konsep dasar Ubuntu adalah melacak setiap paket yang mungkin diperlukan. Login

sebagai root karena sebagian besar kebutuhan untuk mengkonfigurasi server haruslah

menggunakan akses sebagai root:

Setting IP elastis untuk memberikan IP address secara permanen. AWS instance

akan memberikan IP yang aneh dikarenakan IP tersebut adalah IP bawaan (default). Maka

pada domain harus dilakukan perubahan:

Atur isi di /etc/hostname menjadi hostname yang telah ditentukan:

staf.b4t.go.id

(48)

Tambahkan hostname yang telah ditentukan pada langkah diats di baris pertama

pada file /etc/hosts:

Sekarang langkah dimana harus men-regenerate self-signed SSL certiticate yang

harus cocok dengan nama domain. Ini berguna untuk mengamankan mail server jika siap

untuk dijalankan. Konsekuensinya akan memberikan peringatan pada layar ketika

menggunakan host webmail di server dan memberikan peringatan dari Microsoft Outlook

ketika menghubungkannya via POP, IMAP ataupun SMTP. Ketikan perintah dibawah ini:

3.6.2.2 LAMP Web Server

LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP) web server berguna untuk mengelola

pengguna dikarenakan menggunakan interface berbasis web untuk administrasi pengguna

nya. Jadi misalnya harus menyediakan di server Ubuntu berupa service webserver adalah

langkah yang paling bagus untuk memulai. Ada jalan pintas untuk instalasi paket LAMP

ndengan cara meng update data repostori. Ketikan perintah di bawah ini, tanda „^‟ pada

akhir perintah sangatlah penting:

Selama proses instalasi, akan diminta untuk memasukan password untuk MySQL

pada hak akses root. Untuk mendukung server perlu juga menambahkan berbagai aplikasi

seperti paket PHP dasar, APC bytecode caching, memcache support, cURL, an XML

parser, and GD image processing. Ketikan perintah di bawah ini: apt-get update

(49)

3.6.2.3 Konfigurasi PHP

Konfigurasi default untuk PHP dan paket tambahan yang disebutkan di atas sudah

cukup untuk penggunaan awam. Kecuali jika server yang ingin di buat memiliki kerumitan

dan high-powered dalam pemrosesan, mungkin harus mengubah pengaturan yang ada di expose_php seting di dalam /etc/php5/apache2/php.ini buatlah menjadi “Off”:

3.6.2.4 Konfigurasi Apache

Hasil akhir yang di harapkan untuk Apache adalah akan bisa menyediakan sebuah

single site dengan berpasangan berjalannya sebuah web aplocation. Web mail dan postfix

admin akan disembunyikan di subdirectory. Semua lalu lintas akan menuju ke HTTPS

yang akan disediakan oleh web server.

Langkah pertama konfigurasi adalah dengan mengubah baris pada

/etc/apache2/conf.d/security untuk meminimalisir informasi dimana Apache memberikan

respon di headers. Lakukan seperti di bawah ini: . . .

; Decides whether PHP may expose the fact that it is installed on the server ; (e.g. by adding its signature to the Web server header). It is no security ; threat in any way, but it makes it possible to determine whether you use PHP ; on your server or not.

; http://php.net/expose-php

expose_php = Off

(50)

Pastikan bahwa mod_rewrite, mod_ssl dan default SSL virtual host telah berjalan

atau aktif. Pada baris perintah di bawah ini dibutuhkan untuk bisa menggunakan HTTPS:

Konfigurasi default site di dalam /etc/apache2/sites-available/default dapat diedit

seperti di bawah ini:

<VirtualHost *:80>

ServerAdmin webmaster@localhost DocumentRoot /var/www

<Directory "/">

Options FollowSymLinks AllowOverride All </Directory>

ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log

# Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit, # alert, emerg.

# This directive configures what you return as the Server HTTP response # Header. The default is 'Full' which sends information about the OS-Type # and compiled in modules.

# Set to one of: Full | OS | Minimal | Minor | Major | Prod # where Full conveys the most information, and Prod the least. #

ServerTokens Prod #

# Optionally add a line containing the server version and virtual host # name to server-generated pages (internal error documents, FTP directory # listings, mod_status and mod_info output etc., but not CGI generated # documents or custom error documents).

# Set to "EMail" to also include a mailto: link to the ServerAdmin. # Set to one of: On | Off | EMail

#

(51)

Tapi tentu saja tergantung kepada kebutuhan yang mungkin berbeda. Untuk

menjaga agar tetap sederhana dan seragam, maka pada bagian atas konfigurasi SSL di /

etc/apache2/sites-available/default-ssl dapat diatur sebagai berikut:

Jika menggunakan tidak menggunakan self-signed SSL certificate dan

menggunakan CA certificate dengan cara membundel dari penerbit maka harus merubah

baris pada /etc/apache2/sites-enabled/default-ssl seperti di bawah ini: <IfModule mod_ssl.c>

<VirtualHost _default_:443> ServerAdmin webmaster@localhost

DocumentRoot /var/www <Directory "/">

Options FollowSymLinks AllowOverride All </Directory>

ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log

# Possible values include: debug, info, notice, warn, error, crit, # alert, emerg.

LogLevel warn

CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/ssl_access.log combined

(52)

Agar user bisa menggunakan HTTPS, tempatkan beberapa perintah yang serupa

seperti yang di bawah ini:

3.6.2.5 Install dan Konfigurasi Memcached

Perlunya meng install Memcached adalah untuk mendukung webmail apalication

yang dimaksudkan untuk menjalankan nya di server ini. Perintah untuk meng install

memcached adalah sebagai berikut:

Konfigurasi default pada file /etc/memcached.conf cukup untuk server yang

berukuran kecil. Sehingga mengunci akses ke localhost dan penyedia umum yang

konfigurasinya masih masuk akal menggunakan beberapa nilai parameter. Sedangkan untuk

mesin server yang lebih besar dalam penggunaan nya, perlunya menyediakan alokasi

memory yang lebih besar dari default nya yaitu 64M: apt-get installmemcached

RewriteEngine On

RewriteCond %{SERVER_PORT} 80 RewriteRule ^(.*) https://staf.b4t.go.id/$1 [L]

# A self-signed (snakeoil) certificate can be created by installing # the ssl-cert package. See

# /usr/share/doc/apache2.2-common/README.Debian.gz for more info. # If both key and certificate are stored in the same file, only the

# SSLCertificateFile directive is needed. SSLCertificateFile /path/to/my/cert.crt SSLCertificateKeyFile /path/to/my/key.key

# Server Certificate Chain:

# Point SSLCertificateChainFile at a file containing the

# concatenation of PEM encoded CA certificates which form the # certificate chain for the server certificate. Alternatively # the referenced file can be the same as SSLCertificateFile # when the CA certificates are directly appended to the server # certificate for convinience.

(53)

3.6.2.6 Install Mail Server Packages

Adapun LAMP server mempunyai beberapa jalan pintas untuk menginstal paket

paket dasar untuk sebuah mail server saja. Seperti perintah di bawah ini:

Ketika menginstall postfix perlunya untuk memilih tipe umum dari konfigurasi

mail. Pilih "Internet site" lalu tentukan nama sistem mail nya, dimana harus sesuai dengan

hostname pada mail server. Ini memberikan mail server untuk mengelola pengguna sebagai

pengguna unix secara langsung dimana ini tidak meggunakan SQL database untuk

menyimpan data. Sehingga diperlukan nya MySQL sebagai pendukung bagi postfix dan

dovecot serta beberapa paket spam-mashing. Di bawah ini adalah perintah perintah untuk

mengistall paket paket mailserver:

Paket php5-imap benar-benar mendukung POP3 serta protokol IMAP, dan akan

dibutuhkan oleh Postfix Admin dan banyak pilihan yang mungkin mendukung untuk

aplikasi PHP webmail. Restart Apache untuk memsatikan bahwa berjalan dan siap untuk

digunakan:

Selanjutnya dibutuhkan lagi beberapa paket opsional yang akan memperluas

kemampuan dalam penanganan spam dan deteksi virus. Memungkinkan untuk pemeriksaan

yang lebih besar pada file lampiran: service apache2 restart

pt-get installpostfix-mysql dovecot-mysql postgrey apt-get installamavis clamav clamav-daemon spamassassin apt-get installphp5-imap

apt-get installmail-server^

# Start with a cap of 64 megs of memory. It's reasonable, and the daemon default # Note that the daemon will grow to this size, but does not start out holding this much # memory

(54)

3.6.2.7 Membuat Mail Database dan User dalam MySQL

Log in ke MySQL sebagai user root, kemudian masukan password yang telah

diseting sebelumnya:

Sekarang set database dan user untuk mail software. Database ini akan menyimpan

informasi dari akun dan domain mail, menggunakan skema yang di set oleh paket postfix

admin. Lakukan perintah di bawah ini:

3.6.2.8 Install Postfix Admin dam Skema MySQL

Postfix Admin diinstal sebagai berikut. Untuk memulai download lalu unpack dan

kemudian pindahkan ke dalam sub direktory ke webroot. Ini mungkin akan memerlukan

juga mengubah ownership ke user www-data. Lakukan perintah perintah di bawah ini:

Selanjutnya langkah menarik yaitu menarik dari dua pase dalam setup proses.

Pertama ubah baris berikut di / var / www / postfixadmin / config.inc.php:

wget http://downloads.sourceforge.net/project/postfixadmin/postfixadmin/postfixadmin-2.3.5/postfixadmin-2.3.5.tar.gz

gunzip postfixadmin-2.3.5.tar.gz tar-xf postfixadmin-2.3.5.tar

mvpostfixadmin-2.3.5 /var/www/postfixadmin

chown-R www-data:www-data /var/www/postfixadmin createdatabasemail;

grantallonmail.* to'mail'@'localhost'identified by'mailpassword'; mysql -uroot -p

mysql -uroot -p

apt-get installlibnet-dns-perl pyzor razor

(55)

// Site Admin

// Define the Site Admins email address below.

// This will be used to send emails from to create mailboxes. $CONF['admin_email'] = 'me@staf.b4t.go.id';

// Mail Server

// Hostname (FQDN) of your mail server.

// This is used to send email to Postfix in order to create mailboxes. //

// Set this to localhost for now, but change it later. $CONF['smtp_server'] = 'localhost';

// Set the location of your Postfix Admin installation here.

// YOU MUST ENTER THE COMPLETE URL e.g. http://domain.tld/postfixadmin

$CONF['postfix_admin_url'] = 'https://staf.b4t.go.id/postfixadmin';

/***************************************************************** * !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

* You have to set $CONF['configured'] = true; before the * application will run!

* Doing this implies you have changed this file as required. * i.e. configuring database etc; specifying setup.php password etc. */

(56)

Selanjutnya buka browser web dan mengunjungi mail server di:

https://staf.b4t.go.id/postfixadmin/setup.php

// Mailboxes

// If you want to store the mailboxes per domain set this to 'YES'. // Examples:

// YES: /usr/local/virtual/domain.tld/username@domain.tld // NO: /usr/local/virtual/username@domain.tld

$CONF['domain_path'] = 'NO';

// If you don't want to have the domain in your mailbox set this to 'NO'. // Examples:

// YES: /usr/local/virtual/domain.tld/username@domain.tld // NO: /usr/local/virtual/domain.tld/username

// Note: If $CONF['domain_path'] is set to NO, this setting will be forced to YES. $CONF['domain_in_mailbox'] = 'YES';

// Encrypt

// In what way do you want the passwords to be crypted? // md5crypt = internal postfix admin md5

// md5 = md5 sum of the password

// system = whatever you have set as your PHP system default // cleartext = clear text passwords (ouch!)

// mysql_encrypt = useful for PAM integration // authlib = support for courier-authlib style passwords

// dovecot:CRYPT-METHOD = use dovecotpw -s 'CRYPT-METHOD'. Example: dovecot:CRAM-MD5

(57)

Gambar 3.4 Tampilan Setup Postfix Admin

Ikuti petunjuk pada halaman tersebut untuk memilih password setup, dan

menghasilkan hash dari password itu. Tambahkan hash yang ke file konfigurasi dan

simpan:

Kemudian kembali ke halaman setup. Sekarang dapat menggunakan password yang

dipilih untuk membuat account administrator awal. Postfix Admin juga akan secara

otomatis membuat skema database-nya saat ini.

Hal ini mungkin cukup bijaksan untuk membatasi akses ke / var / www /

postfixadmin / setup.php setelah menggunakannya. Buat file / var / www / postfixadmin /

.htaccess dan menempatkan instruksi berikut ke dalamnya:

// In order to setup Postfixadmin, you MUST specify a hashed password here. // To create the hash, visit setup.php in a browser and type a password into the field, // on submission it will be echoed out to you as a hashed value.

(58)

3.6.2.9 Membuat Domain dan Accounts dalam Postfix Admin Sekarang masuk ke menu utama postfix admin dengan cara:

Gambar 3.5 Tampilan Login Postfix Admin

Login sebagai akun administrator yang baru kemudian pilih “New Domain” di bawah pilihan “Domain List” untuk membuat domain pada server. Sekarang bisa menambah mail untuk user (“Add Mailbox”) dan membuat alias ("Add alias"). Hal ini akan membuat skema database secara otomatis, tapi ini tidak semua database mail server akan

dibuat. Untuk point ini hanya bisa melihat konfigurasi database.

Postfix Admin juga mempunyai fungsi lain selama proses panjang ini. Fungsi

tersebut memungkinkan untuk mengirim e-mail untuk local user dengan menggunakan

interface postfix admin sendiri. Yang mana membantu untuk melakukan test ketika

mengkonfigurasi dan menentukan error yang terjadi di sebelah mana.

https://staf.b4t.go.id/postfixadmin/

(59)

Gambar 3.6 Tampilan membuat Domain

Figur

Gambar 2.2 Struktur Organisasi B4T

Gambar 2.2

Struktur Organisasi B4T p.20
Gambar 2.3 Organisasi Sistem pelelangan di B4T

Gambar 2.3

Organisasi Sistem pelelangan di B4T p.21
Gambar 2.4 Jaringan Komputer Model TSS

Gambar 2.4

Jaringan Komputer Model TSS p.23
Gambar 2.5 Jaringan komputer model distributed processing

Gambar 2.5

Jaringan komputer model distributed processing p.24
Gambar 2.6 Topologi Star

Gambar 2.6

Topologi Star p.25
Gambar 2.7 Topologi Tree

Gambar 2.7

Topologi Tree p.26
Gambar 2.8 Topologi Bus

Gambar 2.8

Topologi Bus p.27
Gambar 2.9 Topologi Ring

Gambar 2.9

Topologi Ring p.28
Gambar 2.10 Class IP

Gambar 2.10

Class IP p.29
Gambar 2.11 Contoh Model Skema Subneting

Gambar 2.11

Contoh Model Skema Subneting p.31
Gambar 2.12 Cara kerja postfix

Gambar 2.12

Cara kerja postfix p.39
Gambar 3.1 Denah Bangunan B4T

Gambar 3.1

Denah Bangunan B4T p.42
Gambar 3.2 Skema Jaringan Intranet

Gambar 3.2

Skema Jaringan Intranet p.43
Tabel 3.1  Spesifikasi Perangkat Keras Server

Tabel 3.1

Spesifikasi Perangkat Keras Server p.44
Tabel 3.2 Spesifikasi Perangkat Keras Klien

Tabel 3.2

Spesifikasi Perangkat Keras Klien p.45
Gambar 3.3 Tampilan Awal Instalasi

Gambar 3.3

Tampilan Awal Instalasi p.47
Gambar 3.4 Tampilan Setup Postfix Admin

Gambar 3.4

Tampilan Setup Postfix Admin p.57
Gambar 3.5 Tampilan Login Postfix Admin

Gambar 3.5

Tampilan Login Postfix Admin p.58
Gambar 3.7 Tampilan Membuat Mailbox

Gambar 3.7

Tampilan Membuat Mailbox p.59
Gambar 3.6 Tampilan membuat Domain

Gambar 3.6

Tampilan membuat Domain p.59
Gambar 3.9 Tampilan Utama Webmail

Gambar 3.9

Tampilan Utama Webmail p.81
Gambar 3.8 Tampilan Login Webmail

Gambar 3.8

Tampilan Login Webmail p.81
Gambar 3.11 Tampilan kotak masuk / inbox

Gambar 3.11

Tampilan kotak masuk / inbox p.82
Gambar 3.10 Tampilan proses pengiriman e-mail

Gambar 3.10

Tampilan proses pengiriman e-mail p.82
Gambar 3.12 Grafik hasil kuisioner

Gambar 3.12

Grafik hasil kuisioner p.83
Tabel 3.3 Hasil Kuesioner, pengaksesan e-mail berbasis web sudah efisien

Tabel 3.3

Hasil Kuesioner, pengaksesan e-mail berbasis web sudah efisien p.83

Referensi

Memperbarui...