• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Visual Kaligrafi Kontemporer AD. Pirous

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tinjauan Visual Kaligrafi Kontemporer AD. Pirous"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Deddy Kurniawan
  • Pengajar:
    • Taufan Hidayatullah, S.Sn., M.Ds
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Desain Komunikasi Visual
  • Topik: Tinjauan Visual Kaligrafi Kontemporer A.D Pirous
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2014
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan konteks awal tentang kaligrafi dalam Islam, termasuk larangan terhadap representasi makhluk hidup yang mempengaruhi perkembangan seni kaligrafi. Penjelasan mengenai pengaruh Al-Qur'an dalam kaligrafi serta sejarah masuknya kaligrafi ke Indonesia juga disampaikan. Selain itu, dijelaskan bahwa kaligrafi kontemporer telah berkembang menjadi seni lukis yang menampilkan keindahan visual di luar kaidah penulisan huruf Arab yang tradisional.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan pentingnya kaligrafi dalam konteks Islam dan sejarahnya di Indonesia. Kaligrafi dianggap sebagai bentuk ekspresi seni yang unik, terlepas dari larangan terhadap representasi makhluk hidup. Penjelasan mengenai perkembangan kaligrafi kontemporer yang tidak hanya berfokus pada keindahan huruf, tetapi juga pada elemen visual lainnya, menjadi fokus utama.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah menguraikan beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengakuan seni kaligrafi oleh dunia Barat. Selain itu, juga dibahas tentang keterbacaan kaligrafi A.D Pirous dan bagaimana hal ini mempengaruhi interpretasi karya-karyanya. Masalah ini penting untuk dipahami dalam konteks pendidikan seni dan kaligrafi.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah berfokus pada ciri visual kaligrafi kontemporer A.D Pirous, yang menjadi inti penelitian. Hal ini penting untuk menentukan bagaimana kaligrafi kontemporer dapat dipahami dan dinilai dalam konteks seni yang lebih luas.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah menjelaskan fokus penelitian pada aspek formal kaligrafi A.D Pirous, dengan penekanan pada dua karya yang dipilih. Ini membantu menjaga fokus penelitian agar tidak meluas ke aspek lain yang mungkin tidak relevan.

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis elemen-elemen visual dalam karya kaligrafi A.D Pirous, serta menginterpretasikan makna yang terkandung di dalamnya.

1.6 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kecenderungan visual kaligrafi A.D Pirous dalam konteks kaligrafi kontemporer dan untuk mengidentifikasi ciri khas yang membedakan karyanya dari kaligrafi lainnya. Hal ini penting untuk pengembangan pengetahuan dalam bidang seni kaligrafi.

1.7 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada bidang desain dan seni, serta menjadi referensi bagi akademisi dan praktisi yang tertarik pada kaligrafi kontemporer. Penelitian ini juga bertujuan untuk memperkaya literatur yang ada mengenai kaligrafi di Indonesia.

1.8 Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan memberikan gambaran tentang struktur skripsi, mulai dari pendahuluan, pengenalan seni kaligrafi, hingga kajian visual dan kesimpulan. Ini membantu pembaca memahami alur pemikiran dan analisis yang dilakukan dalam penelitian.

II. PENGENALAN SENI, KALIGRAFI, KALIGRAFI KONTEMPORER

Bab ini membahas landasan teori mengenai seni dan kaligrafi, serta perbedaan antara kaligrafi murni dan kaligrafi kontemporer. Penjelasan mengenai estetika dan prinsip-prinsip desain yang mendasari karya seni menjadi penting untuk memahami konteks kaligrafi dalam seni rupa.

2.1 Estetika dan Seni

Penjelasan mengenai estetika dan seni sebagai bentuk ekspresi diri. Teori estetika yang menjelaskan keindahan dan bagaimana karya seni dapat mempengaruhi perasaan dan pemikiran pengamat. Aspek komunikasi dalam seni juga menjadi fokus penting dalam memahami karya kaligrafi.

2.2 Seni Kaligrafi

Pengertian seni kaligrafi sebagai cabang dari seni lukis yang menampilkan aksara Arab. Penjelasan mengenai jenis-jenis kaligrafi, termasuk kaligrafi murni dan kaligrafi kontemporer. Hal ini penting untuk memahami perkembangan dan transformasi kaligrafi di Indonesia.

2.3 Kaligrafi Murni

Kaligrafi murni sebagai seni yang mengikuti kaidah penulisan yang baku. Penjelasan mengenai berbagai jenis kaligrafi murni seperti Naskhi, Tsuluts, dan lainnya. Ini memberikan konteks penting untuk memahami pergeseran ke kaligrafi kontemporer.

2.4 Sejarah Singkat Perkembangan Kaligrafi

Sejarah perkembangan kaligrafi dari masa awal hingga saat ini. Penjelasan mengenai pengaruh Al-Qur'an dalam perkembangan kaligrafi dan bagaimana kaligrafi menjadi bagian penting dari budaya Islam. Ini memberikan latar belakang yang kuat untuk memahami konteks seni kaligrafi.

III. KALIGRAFI KONTEMPORER A

Bab ini menggali lebih dalam tentang A.D Pirous sebagai seniman kaligrafi kontemporer, termasuk biografi dan perjalanan karya seninya. Penjelasan mengenai pameran dan pengaruh gaya Barat dalam karyanya juga disampaikan.

3.1 Biografi Singkat Prof. A.D Pirous

Biografi singkat A.D Pirous yang menjelaskan latar belakang dan pendidikan seniman ini. Hal ini penting untuk memahami perspektif dan konteks yang membentuk karya-karyanya.

3.2 Perjalanan Proses Kekaryaan A.D Pirous

Menggambarkan perjalanan seni A.D Pirous dari awal karirnya hingga saat ini. Penjelasan mengenai pameran dan pengembangan gaya kaligrafi yang unik menjadi fokus utama dalam bagian ini.

3.3 A.D Pirous Pada Pameran Retrospektif #2

Analisis mengenai pameran Retrospektif #2 dan bagaimana A.D Pirous mengadaptasi gaya Barat dalam karyanya. Ini menunjukkan bagaimana pengaruh eksternal dapat membentuk seni lokal.

3.4 Pameran 80 Tahun A.D Pirous 'Ja’u Timu'

Pameran yang merayakan 80 tahun A.D Pirous dan bagaimana karyanya mencerminkan perkembangan kaligrafi kontemporer. Penjelasan mengenai tema dan elemen visual dalam pameran ini.

3.5 Kaligrafi Kontemporer A.D Pirous

Pembahasan mengenai karakteristik dan ciri khas kaligrafi kontemporer A.D Pirous. Penjelasan ini penting untuk memahami kontribusinya dalam dunia seni kaligrafi.

IV. KAJIAN VISUAL KALIGRAFI KONTEMPORER A

Bab ini memberikan analisis mendalam tentang unsur formal dalam karya kaligrafi A.D Pirous dan bagaimana elemen-elemen tersebut berfungsi dalam konteks visual. Ini termasuk deskripsi dan analisis visual dari karya-karya yang dipilih.

4.1 Deskripsi Unsur Formal

Deskripsi mengenai unsur-unsur formal seperti titik, garis, bidang, dan warna dalam karya A.D Pirous. Ini membantu dalam memahami bagaimana elemen-elemen ini berkontribusi pada keseluruhan komposisi.

4.2 Analisa Visual Kaligrafi Kontemporer A.D Pirous

Analisis visual yang lebih dalam mengenai bagaimana karya A.D Pirous berdiri sendiri, menggabungkan gaya, dan memiliki tema. Penjelasan ini penting untuk memahami pesan yang ingin disampaikan melalui karyanya.

V. KESIMPULAN

Kesimpulan dari penelitian ini merangkum temuan utama mengenai ciri khas kaligrafi kontemporer A.D Pirous dan kontribusinya dalam bidang seni. Penjelasan mengenai pentingnya penelitian ini dalam konteks pendidikan seni dan kaligrafi juga disampaikan.

Referensi Dokumen

  • 80 Tahun A.D Pirous ( Ja’u Timu )
  • Katalog Retrospektif #2 ( Abdul Hadi )
  • Seni Abstrak ( Jerome Eddy )
  • Katalog Retrospektif #2 ( Abdul Hadi )
  • 80 Tahun A.D Pirous ( Ja’u Timu )

Gambar

Gambar II.10: Lukisan 2 dimensi yang memberikan kesan gelap terang
Gambar II.11: Keselarasan (Harmony)
Gambar II.14: Gradasi bentuk
Gambar II.15: Lukisan dengan objek yang berbeda tetapi masih dalam satu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Semiotika merupakan teori ilmiah yang dapat digunakan untuk mengkaji bentuk tanda, pesan, dan makna pada karya seni rupa kontemporer.Teori semiotika digunakan

Saya bersedia untuk menanggung, segala macam bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaral hak cipta dalam karya tulis ilmiah saya ini. Demikian surat pernyataan

manusia, seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realita (kenyataan) dalam suatu karya yang berupa bentuk dan isinya mempunyai daya untuk