• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bel Otomatis Berbasis ATMEGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bel Otomatis Berbasis ATMEGA"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

PENYERAHAN HAK EKSKLUSIF

Bahwa yang bertandatangan dibawah ini, penulis dan pihak perusahaan tempat penelitian, bersedia :

Bahwa hasil penelitian dapat dionlinekan sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk

kepentingan riset dan pendidikan .

Bandung, (31/01/1012)

Penulis, Perusahaan.

Nauval Maulana Akbar Haris

(2)

1

1.1

Latar Belakang

Perkembangan teknologi komputer saat ini sangatlah pesat, hampir disetiap aspek

kehidupan kita sudah mengalami komputerisasi sehingga semuanya bisa serba otomatis. Dengan

perpaduan antara komputer dengan mikrokontroler kita dapat menciptakan suatu alat yang

digunakan untuk mengendalikan peralatan elektronik yang terdapat di sekolahan, rumah,

perkantoran, ruko, mal, maupun apartemen.

Mikrokontroler yaitu sebuah komponen elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan

program yang diisikan ke dalam memorinya seperti layaknya sebuah komputer yang sangat

sederhana. Hal ini memungkinkan sekali untuk menggunakan mikrokontroler sebagai pusat

kendali. Kemajuan teknologi akan mempermudah pekerjaan manusia. Perkembangan yang

dilakukan adalah memadukan hardware dan software.

Di sebuah pabrik yang umum terdapat karyawan yang sangat banyak dan system kerja

yang padat dengan alasan jalannya produksi tidak boleh terputus contoh pabrik benang, yang

mana sebuah mesin yang tidak boleh berhenti tiba-tiba dan dinyalakan begitu saja dan sudah ada

rencana produksi yang telah di tetapkan, dengan demikian terbentuk beberapa shift kerja yang

memungkinkan kerja karyawan berjalan secara bergantian sesuai waktu yang ditentukan,disini

terdapat jam-jam karyawan disaat masuk,pulang dan istirahat,disini harus ada penanda saat

pergantian shift, Bel merupakan tanda dari sebuah pergantian shift dan istirahat, Untuk

mengoperasikan suatu bel dibutuhkan seorang operator. Andaikata ada dua buah bangunan atau

bahkan lebih pada satu pabrik, tentunya operator akan sibuk kesana-kemari hanya untuk

menyalakan dan mematikan bel tanda peringatan, selain itu jika terjadi keterlambatan bahkan

sampai lupa menyalakan bel akibat human error akan menyebabkan terganggunya aktivitas

karyawan yang lebih buruknya lagi mengganggu produksi pabrik.

Untuk menyikapi hal tersebut penulis mengambil kesimpulan perlu adanya otomatisasi

(3)

berjalan otomatis maka kita dapat mengurangi resiko keterlambatan atau bahkan kelupaan

membunyikan bel. Selain resiko tersebut kita dapat telah mengefisienkan sumber daya manusia.

Penggunaan mikrokontroler ATmega 8535 seri sangat cocok untuk diaplikasikan

kedalam hal otomatisasi, selain dari harganya yang cukup ekonomis kemampuanya dianggap

cukup untuk menyimpan perintah yang tidak terlalu banyak dan rumit, selain itu mikrokontroler

ATmega 8535 ini sangat mudah didapat di pasaran, penulis akan membuat pengendalian bel

secara otomatis dengan beberapa tambahan hardware lain.

Berdasarkan permasalahan dan studi lapangan yang penulis dapatkan, maka penulis

membuat judul “Pengendali Bel Dengan Mikrokontroler”.

1.2

Identifikasi Masalah

Dari uraian yang telah dipaparkan pada bab latar belakang, maka timbul suatu

permasalahan bagaimana supaya Mikrokontroler ATmega 8535 dapat mengendalikan bel secara

otomatis dengan pemrograman Visual Basic 6.0 sehingga bel dapat berjalan otomatis.

1.3

Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan Kerja Praktek ini adalah agar penulis memahami cara dan mampu

membuat Bel Otomatis menggunakan rangkaian sederhana berbasis mikrokontroler ATmega

8535 guna memenuhi Kerja Praktek studi S1 Teknik Informatika.

Tujuan dari perancangan ini adalah merancang dan membangun alat pengendali bel

elektronik berbasis mikrokontroler ATmega8535 yang terdiri dari hardware dan software dengan

menggunakan Visual Basic 6.0. Perangkat ini diharapkan mampu untuk mengendalikan bel

elektronik yang berada di seluruh area pabrik secara otomatis.

1.4 Batasan Masalah

Agar topik permasalahan yang akan dibahas lebih fokus dan tidak melebar maka penulis

(4)

1. Mikrokontroler ATmega 8535 yang telah di isi dengan program menggunakan bahasa

pemrograman Visual Basic hanya berfungsi untuk mengendalikan bel elektronik

secara otomatis.

2. Bel elektronik akan bekerja sesuai dengan jadwal yang berlaku pada perusahaan

tersebut, yang berfungsi sebagai pengingat antara bel masuk, istirahat dan pulang

untuk para karyawan.

1.5

Metodologi Penulisan

Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini yaitu adalah sebagai berikut:

1. Metode Kepustakaan Metode ini untuk mendapatkan konsep-konsep teoritis dengan

cara menganalisa data pada literatur (pustaka) dan media lain yang dapat membantu

dalam pemecahan masalah.

2. Metode Observasi Dengan melakukan survei langsung di lapangan, kemudian

melakukan pencatatan dengan hasil survei tersebut.

1.6

Sistematika Penulisan

Sistematika yang digunakan dalam penulisan laporan kerja prakytek ini penulis

menyusun dalam empat bab yang terdiri dari sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, tujuan, perumusan

masalah, batasan masalah dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini merupakan penjelasan singkat tentang profil tempat kerja praktek dan

pengetahuan dasar tentang website dan software penunjang.

BAB III : PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan tentang bahan atau materi perancangan, alat yang

(5)

berupa uraian yang lengkap dan langkah-langkah yang diambil pada

pelaksanaan perancangan untuk megendalikan peralatan elektronik.

Perancangan sistem dan pembuatan software dan hardware yang

dibutuhkan. Dan menjelaskan mengenai implementasi dari rancangan

aplikasi yang telah dibuat sebelumnya, menganalisa proses kerja alat dan

software serta hasil evaluasi tentang tingkat keberhasilan alat tersebut.

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menjelaskan mengenai kesimpulan yang didapatkan dari hasil

pembuatan pengendali peralatan elektronik dan pembahasan serta saran

guna memperbaiki kelemahan yang ada pada laporan kerja praktek ini

(6)

5

Bab ini akan membahas tentang teori penunjang dalam pembangunan sebuah perangkat

lunak menggunakan Visual basic yang dipadukan dengan perangkat keras berbasis

Microcontroller ATmega 8535. Untuk membangun sebuah aplikasi bel otomatis” di PT.Vonex

Indonesia.

2.1 Sejarah Perusahaan

PT. Vonex Indonesia merupakan perusahaan textile yang didirikan pada tanggal 14 Maret

1974 berdasarkan akte notaris Kartini Mulyani, S.H nomor 125 dengan status Penanaman Moda

Asing (PMA). Kantor pusat PT. Vonex Indonesia berada di gedung Summit Mas Tower, Jalan

Jendral Sudirman Kav. 61-62, Jakarta Selatan, dan lokasi pabrik di jalan Raya Bandung – Garut

Km. 23,7 Bandung

PT. Vonex Indonesia mulai dibangun pada tanggal 13 juni 1974 di atas tanah seluas

62.000 m2 denga jumlah pintal sebanyak 5.200 mata pintal, pada tahun 1975, proses produksi

mulai berjalan dengan menggunakan 2 macam pengaturan jam kerja secara berkala (2 Shift).

Selanjutnya pada tanggal 18 juni 1976 dimulai produksi dengan menggunakan system

pengaturan jam kerja 3 shift tanpa pembagian group.

Pada tanggal 1 April 1978 dilakukan penambahan jumlah mata pintal sebanyak 1.200

mata pintal seiring dengan permintaan pasar yang semakin meningkat. Kemudian pada tanggal

26 Maret 1979 dimulai pelaksanaan pengaturan 3 shift 4 group. Penambahan mata pintal kembali

dilakukan pada tanggal 5 januari 1981 sebanyak 1.600 mata pintal dan pada tanggal 20 oktober

1987 dilakukan lagi penambahan mata pintal sebanyak 2.000 mata pintal.

Untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, maka pada tanggal 29 mei

1989 dilakukan perluasan bangunan pabrik dengan membangun pabrik II yang pada awalnya

melaksanakan proses produksi dengan menggunakan mata pintal sebanyak 5.200 mata pintal,

selanjutnya di pabrik II dilakukan penambahan mata pintal secara bertahap hingga mencapai

(7)

Pada tahun 1996, PT. Vonex Indonesia mendirikan pabrik IIIV7 yang artinya pabrik III

pengembangan ke 7, dengan jumlah mata pintal sebanyak 8.160 mata pintal. Selanjutnya pada

bulan mei 1997 didirikan pabrik IIIV8 dengan jumlah mata pintal 6.240 mata pintal.

Awal tahun 1999 didirikan pabrik IV diatas lahan yang dibeli dari PT Mira Fibre. Pada

bulan januari 2001 PT Mira Fibre yang berlokasi di belakang PT. Vonex Indonesia bergabung

dan menjadi bagian dari PT. Vonex Indonesia sebagai Departement Pencelupan (Dyeing

Departement) dengan kapasitas produksi mencapai 2.500 ton per tahun.

Sampai akhir maret 2004 dengan beroperasinya pabrik I, pabrik II, pabrik IIIV7, Pabrik

IIIV8, dan pabrik IV, maka PT. Vonex Indonesia mempunyai mata pintal sebanyak 55.952 buah

mata pintal

Tetapi pada awal tahun 2005 PT. Vonex Indonesia mengalami penurunan dan

pengurangan jumlah karyawan sehingga pabrik I dan IV dilelang beserta mesin-mesin yang

terdapat didalamnya dan hingga kini pabrik yang beroperasi hanya pabrik II, IIIV7 dan IIIV8

dengan jumlah sisa mata pintal 26.000 mata pintal. Dan kantor pusat PT. Vonex Indonesia yang

berpusat dijakarta dipindahkan ke bandung menjadi satu lokasi dengan pabriknya.

(8)

2.3 Struktur Organisasi

PT. Vonex Indonesia menggunakan jenis struktur organisasi yang berbentuk garis dan

staf, di mana wewenang dan tanggung jawab setiap anggota dalam organisasi berdasarkan arah

vertical, mengalir dari pimpinan tertinggi (president director) sampai kepada pekerja paling

bawah (operator).

Struktur Organisasi PT. Vonex Indonesia

(9)

2.4 Landasan Teori

2.4.1 Microsoft Visual Basic 6.0

Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa

pemrograman yang bersifat event driven dan menawarkan Integrated Development

Environment (IDE) visual untuk membuat program aplikasi berbasis sistem operasi Microsoft

Windows dengan menggunakan model pemrograman Common Object Model (COM). Visual

Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan menawarkan pengembangan aplikasi komputer

berbasis grafik dengan cepat, akses ke basis data menggunakan Data Access Objects (DAO),

Remote Data Objects (RDO), atau ActiveX Data Object (ADO), serta menawarkan pembuatan

kontrol ActiveX dan objek ActiveX. Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for

Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual

Basic,tetapi cara kerjanya yang berbeda.

Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen

yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic

juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi eksternal

tambahan.

Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas.

Dalam sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005, 62% pengembang perangkat lunak

dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript, C#,

dan Java.

Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis softwarenya dengan mengembangkan

interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah

agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS. Perkembangan

berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS. Setelah BASICA,

Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic

(10)

Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan

juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai

gabungan keduanya.

Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode terkompilasi atau kode

yang harus diinterpretasi sebagai hasil executable dari kode VB. Sayangnya, meskipun sudah

terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan. Namun

karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (lebih cepat pakai mode terinterpretasi).

Visual Basic merupakan bahasa yang mendukung OOP, namun tidak sepenuhnya.

Beberapa karakteristik obyek tidak dapat dilakukan pada Visual Basic, seperti Inheritance tidak

dapat dilakukan pada class module. Polymorphism secara terbatas bisa dilakukan dengan

mendeklarasikan class module yang memiliki Interface tertentu. Visual Basic (VB) tidak

bersifat case sensitif.

Visual Basic menjadi populer karena kemudahan desain form secara visual dan adanya

kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang dibuat oleh pihak lain.

Namun komponen ActiveX memiliki masalahnya tersendiri yang dikenal sebagai DLL hell.

Pada Visual Basic .NET, Microsoft mencoba mengatasi masalah DLL hell dengan mengubah

cara penggunaan komponen (menjadi independen terhadap registry).

2.4.2 Microcontroler

Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan

keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara

kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri

Anda saat mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah bisa melakukan hal itu Anda

bisa membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan sebagainya, dan Andapun bisa pula

menulis hal-hal sebaliknya. Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan menulis data maka

Anda dapat membuat program untuk membuat suatu sistem pengaturan otomatik menggunakan

mikrokontroler sesuai keinginan.

Anda. Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan untuk

(11)

harfiahnya bisa disebut "pengendali kecil" dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya

banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat

direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini.

Mikrokontroler memiliki fungsi seperti mikroprosesor. Perbedaan yang mencolok antara

mikrokontroler dengan mikroprosesor adalah kesederhanaan mikrokontroler yang dapat berdiri

sendiri tanpa kehadiran komponen lainnya (seperti ADC, dan Memori program). Mikrokontroler

merupakan rangkaian terintegrasi yang dikemas seperti komponen IC pada umumnya. Perbedaan

utama dengan IC adalah pada kemampuan untuk melaksanakan perintah yang tersimpan dalam

memori programnya. Di samping itu, mikrokontroler juga dilengkapi dengan blok ALU yang

dapat melakukan operasi aritmetika. Tanpa adanya program yang disimpan dalam memori

program, maka mikrokontroler tidak dapat melakukan apapun.

[image:11.612.203.366.359.490.2]

Berikut gambar fisik Microcontroler Vers ATmega 8535.

Gambar 2.3 ATmega 8535

Ada beberapa jenis mikrokontroler, diantaranya keluarga ATMEL atau MCS-51, AVR,

dan PIC. Masing-masing mempunyai keturunan atau keluarga sendiri-sendiri. Yaitu sebagai

berikut.

2.4.3 Mikrokontroler AVR

merupakan mikrokontroler dengan arsitektur modern. Terdapat 3 macam atau jenis

(12)

 TinyAVR

 AVR atau Classic AVR, dan

 megaAVR

Perbedaan jenis-jenis tersebut terletak dari fasilitas, atau lebih dikenal dengan

fitur-fiturnya. Jenis TinyAVR merupakan mikrokontroler dengan jumlah pin yang terbatas (sedikit

maksudnya) dan sekaligus fitur-fiturnya juga terbatas dibandingkan yang megaAVR. Semua

mikrokontroler AVR memiliki set instruksi (assembly) dan organisasi memori yang sama.

Mikrokontroler Alv and Vegard‟s Risc processor atau yang di singkat AVR merupakan

mikrokontroler RISC 8 bit. Karena RISC inilah sebagian besar kode instruksinya di kemas dalam

satu siklus clock. AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam bidang

elektronika dan

Gambar 2.4 Mikrokontroler AVR

2.4.4

Mikrokontroler MCS-51

Mikrokontroler MCS51 adalah Mikrokontroler yang paling popular saat ini. Keluarga ini

diawali oleh Intel yang mengenalkan IC Mikrokontroler type 8051 pada awal tahun 1980-an,

8051 termasuk sederhana dan harganya murah sehingga banyak digemari, banyak pabrik IC

besar lain .yang ikut memproduksinya, tentu saja masing-masing pabrik menambahkan

(13)

8051. Sampai kini sudah ada lebih 100 macam mikrokontroler turunan 8051, sehingga

[image:13.612.107.416.120.311.2]

terbentuklah sebuah „keluarga besar mikrokontroler‟ dan biasa disebut sebagai MCS51.

Gambar 2.5 Mikrokontroler MCS-51

2.4.5

Mikrokontroler PIC

Mikrokontroler PIC adalah salah satu jenis mikrokontroler yang diproduksi oleh

microchip, inc. untuk mengontrol alat di sekeliling, sehingga mengurangi beban CPU utama.

PIC 18F452, sama seperti CPU, memiliki fungsi kalkulasi dan memori serta dikendalikan

oleh software. Bagaimanapun PIC memiliki kapasitas memori yang kecil. Frekuensi kerja

maksimum clock untuk mikrokontroler PIC adalah sekitar 20 MHz dan kapasitas memori untuk

mengisikan program adalah sekitar 1k sampai dengan 4k. Frekuensi clock dapat menentukan

(14)
[image:14.612.126.421.79.251.2]

Gambar 2.6 Mikrokontroler PIC

2.4.6

Input/Output

saluran input terdiri dari beberapa saluran. Begitu juga untuk saluran output, terdiri dari

beberapa saluran. Pada perkembangannya, saluran input dan output ini dapat disatukan ke dalam

satu sistem blok yaitu sistem blok I/O (Input/Output). Saluran input/output merupakan media

penghubung dengan piranti diluar sistem mikroprosesor. Piranti diluar sistem mikroprosesor

dapat terdiri tombol/keyboard, peralatan-peralatan sensor (transducer), speaker, buzzer, lampu,

display peraga, dsb.

2.4.7

CPU(Central Processing Unit)

CPU didalamnya berisi ALU (Aritmatic Logic Unit), Control Unit, PC (Program

Counter) dan beberapa register (diantaranya adalah register Accumulator). ALU merupakan

pusat pengolahan logika (AND, OR, NOT, Compare, etc) dan fungsi matematis (tambah, kurang,

kali, bagi). Unit Control adalah unit yang berfungsi untuk mengambil, mengdekode dan

melaksanakan urutan instruksi suatu program yang tersimpan dalam memori. Pelaksanaan dari

instruksi dilakukan dengan cara mengatur sinyal kendali yang diperlukan dalam melakukan suatu

operasi. Dapat disimpulkan bahwa unit control adalah suatu unit yang mengatur urutan operasi

(15)

2.4.8

Memori

CPU dapat melakukan proses penulisan kepada memori maupun melakukan proses

pembacaan pada memori. Sesuatu yang dibaca pada memori biasanya berupa program,

sedangkan sesuatu yang ditulis pada memori biasanya disebut sebagai data. Jadi perlu dibedakan

antara program dengan data. Pada proses pengolahan data input, CPU memerlukan suatu tempat

untuk melakukan “coretan-coretan” kecil. Dapat dianalogikan seorang manusia yang

memerlukan kertas-kertas kerja sebagai tempat coretan-coretan data sementara sebelum

dihasilkan data yang diharapkan. Begitu pula dengan mikroprosesor memerlukan tempat

sementara penyimpanan data sebelum data sesungguhnya dihasilkan.

2.4.9 ROM( Read Only Memory)

Memori ini memiliki sifat non-volatile, artinya data yang tersimpan didalamnya tidak

akan mudah hilang bila power supply dihilangkan. Dengan sifat yang dimilikinya ini, ROM

biasa digunakan sebagai media penyimpan program, bukan data. Ada beberapa turunan memori

ROM, yaitu PROM (Programable ROM). Pada memori ini, proses penulisan program

kedalamnya hanya bisa dilakukan satu kali. Program didalamnya tidak bisa dihapus. Kemudian

ada memori jenis ROM yang bisa dihapus (EPROM – Erasable PROM) yaitu UV-EPROM dan

EE-PROM. Proses penghapusan pada memori UV-EPROM dilakukan dengan cara mengenakan

suatu cahaya ultra violet pada jendela yang terdapat pada kemasan memori. Sedangkan proses

penghapusan pada memori EE-PROM dilakukan secara elektrikal, yaitu dengan memberikan

suatu standar tegangan, arus dan batas waktu tertentu pada memori.

2.4.10

RAM

Memori ini memiliki sifat volatile, artinya data yang tersimpan didalamnya akan hilang

bila power supply dihilangkan. Dengan sifat yang dimilikinya ini, RAM tidak dapat digunakan

untuk menyimpan program. Teknologi pada RAM terbagi dua, yaitu RAM statik dan RAM

dinamik. RAM statik biasanya memiliki kapasitas yang jauh lebih kecil dibanding dengan RAM

dinamik, namun memiliki kelebihan yaitu tidak diperlukan suatu sistem refreshing (penyegaran)

(16)

besar daripada RAM statik, namun harus memiliki sistem tambahan yang rumit untuk proses

penyegaran data yang tersimpan agar data tersebut tidak hilang.

2.5

AVR BASCOM

Bahasa pemprograman BASIC dikenal di seluruh dunia sebagai bahasa pemrograman

handal, cepat, mudah dan tergolong kedalam bahasa pemprograman tingkat tinggi. Bahasa

BASIC adalah salah satu bahasa pemprograman yang banyak digunakan untuk aplikasi

mikrokontroler karena kemudahan dan kompatibel terhadap mikrokontroler jenis AVR dan

didikung oleh compiler software berupa BASCOM-AVR.

2.5.1 Tipe Data

Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena sangat berpengaruh

pada program. Pemilihan tipe data yang tepat maka operasi data menjadi lebih efisien dan

[image:16.612.133.481.394.645.2]

efektif.

Tabel 2.1 Tipe Data pada BASCOM AVR

No Tipe Jangkauan

12 3 4 5 6 7 8 BitByte Integer Word Long Single Double String

0 atau 10 – 255

-32,768 – 32,767

0 – 65535

-2147483648 – 2147483647

1.5 x 10^–45 – 3.4 x 10^38

5.0 x 10^–324 to 1.7 x 10^308

(17)

16 A C B D Mi cr o co n tr o le r A tm e ga 8 53 5 TERMINAL RELAY ALARM CPU Power supply RANGKAIAN SEDERHANA MICROCONTROLER

BAB III PEMBAHASAN

3.1

Analisis Umum Sistem

System Yang sedang berjalan saat ini adalah system pengendali bel yang berjalan secara

manual, operator atau user akan menyalakan bel ketika jam masuk, istirahat dan pulang dsini

membutuhkan SDM yang sangat teliti dan ketepatan, jangan sampai bel berbunyi melebihi jam

kerja atau kurang dari jam kerja, terjadinya human error akan berakibat fatal yaitu akan

mengakibatkan kurang efektifnya proses produksi terhadap karyawan dan mesin produksi, dan

system yang berjalan manual ini dapat membuat factor kedisiplinan berkurang dikarenakan

ketidak tepatan penanda-penanda waktu atau bunyi bel ketika waktu pergantian proses kerja atau

proses aktivitas karyawan

Faktor ketepatan waktu dalam pergantian jam masuk kerja, jam pulang kerja bahkan jam

istirahat sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan dalam berkarya, karena sedikit saja

terjadi kesalahan walaupun hanya terlambat beberapa menit akan membuat situasi karyawan

menjadi tidak kondusif bahkan sampai mempengaruhi kepada produksi, karena itu Perusahaan

memerlukan alat bel otomatis sehingga pergantian waktu menjadi lebih mudah dan tepat waktu.

Dalam perkembangannya sampai saat ini, teknologi mikrokontroler dapat diaplikasikan

untuk berbagai alat pengendali dengan bahasa pemrograman Visual Basic sebagai pendukungnya.

Dalam perancangan alat pada sistem pengendalian bel elektronik terdiri dari hardware dan

[image:17.612.177.440.566.690.2]

software. Gambar 3.1 menunjukan diagram blok sistem kendali perangkat bel otomatis secara umum.

(18)

Blok diagram diatas merupakan gambaran dari perangkat sedernaha mikrokontroler yang

dibuat, yang terdiri dari power supply, mikrokontroler ATmega 8535, PCB rangkaian sederhana,

Terminal, Relay, Alarm elektronik. Sistem kendali bel listrik mempunyai beberapa blok

fungsional yaitu :

a) CPU digunakan sebagai jalannya program aplikasi yang mengontrol perangkat

sederhana mikrokontroler menggunakan sistem timer.

b) Mikrokontroler menghubungkan antara CPU dengan perangkat yang dikontrol,

mikrokontroler ini mempunyai 4 keluaran tetapi dalam penelitian ini hanya dipakai

sati keluaran saja.

c) Alarm berupa bel listrik termasukd alam bagian perangkat serderhana.

Perancangan hardware meliputi perakitan mikrokontroler yang dihubungkan dengan

CPU dan perangkat bel listrik yang mempunyai teganggan arus AC. Perancangan software

meliputi program sistem kendali perangkat listrik yang dibuat menggunakan Visual Basic 6.0.

Penggunaan software sangat membantu untuk menjalankan perangkat yang dibuat.

Dalam membuat software ini bahasa yang digunakan adalah bahasa Visual Basic 6.0. Dengan

bahasa Visual Basic 6.0 memungkinkan kita berkomunikasi dengan mikrokontroler sehingga alat

yang dibuat dapat bekerja.

Dengan software yang diisikan pada mikrokontroler kita dapat mengendalikan bel

elektronik pada pabrik. Kita dapat melakukan penyetingan waktu bel elektronik yang akan

dihidupkan/matikan sesuai jadwal kemudian menyimpan setingan tersebut dan dapat menyeting

ulang lagi. Penyetingan hanya dilakukan oleh administrator dengan merubah ke dalam source

Visual Basic.

3.2

Studi Pustaka

Dalam perancangan sistem telah dilakukan studi pustaka untuk mendapatkan data-data

yang digunakan dalam perancangan sistem selanjutnya. Data-data yang diambil dari Studi

Pustaka diantaranya adalah :

(19)

2. Jadwal pergantian shift karyawan.

3.3

Perancangan Hardware

Mikrokontroler ATmega 8535 bukan merupakan perangkat yang dapat berdiri sendiri,

mikrokontroler ini memerlukan perangkat pendukungnya seperti PCB ( printed circuit board), terminal

sebagai penghubung relay dengan PCB dan yang terakhir relay yang berfungsi sebagai penghubung dan

pemutus arus. Dalam perancangan hardware terdapat dua komponen penting, antara lain :

1. Catu daya (adaptor)

Suatu rangkaian elektronik dapat bekerja dengan baik apabila adanya catu caya, dalam hal ini

daya atau energi listrik arus searah, Gambar 3.2 Skema catu daya, menunjukan rangkaian

[image:19.612.104.540.253.592.2]

yang digunakan untuk mensuplai perangkat sederhana mikrokontroler.

Gambar 3.2 Skema catu daya

Gambar diatas menunjukan rangkaian catu daya dari adaptor digunakan 6 volt, keluaran

sebesar 5 Volt tersebut akan digunakan untuk mensuplai kebutuhan perangkat sederhana

mikrokontroler.

2. Saklar elektronik

Saklar elektronik yang tidak memiliki bagian yang bergerak. Contohnya foto-coupled

SSR, transformer-coupled SSR, dan hybrida SSR. Solid state relay ini dibangun

dengan isolator untuk memisahkan bagian input dan bagian saklar. Dengan Solid state

relay kita dapat menghindari terjadinya percikan api dan pengeroposan seperti yang

[image:19.612.118.538.329.442.2]
(20)

3.3.1 Kebutuhan Hardware.

Kebutuhan perangkat keras dalam membangun perancangan ini adalah:

a. Microcontroler ATmega8535.

b. Relay.

c. Terminal.

d. PCB rangkaian sederhana.

e. Bel listrik.

f. Power Supply.

g. Downloader.

h. PC untuk Coding.

3.4

Perancangan Software

Perancangan software dimaksudkan agar computer dapat bertugas mengirimkan data ke

mikrokontroler, sistem kendali bel otomatis ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman

Visual Basic 6.0 yang berbasiskan GUI (Graphic User Interface).

Agar program dapat diimplementasikan sesuai dengan kegunaannya maka perlu

merencanakan dahulu alur program yang akan dibuat. Pada Gambar 3.3 berikut menggambarkan

(21)

MULAI

Settingan

Apakah sekarang hari senin,selasa, rabu atau kamis ?

Timer 2 ON

Apakah sekarang hari jumat?

Timer 3 ON Ya

Tidak

Ya

Timer 4 ON

SELESAI

[image:21.612.124.510.109.529.2]

Tidak

Gambar 3.3 Rancangan alur program Timer 1

Maksud dari alur diatas adalah, ketika program diaktifkan, program akan mengenali

perintah yang berupa set waktu jam yang akan menginstruksikan kapan komputer mulai

mengeluarkan sinyal ke mikrokontroler yang akan mengaktifkan bel listrik, alur tersebut

(22)

MULAI

Lihat format hari ini

jika hari ini jam "01:00:00" atau "06:00:00" atau "08:00:00" atau "08:45:00" atau "09:30:00" atau "11:30:00" atau "13:00:00" atau "14:00:00"atau "16:45:00" atau "18:00:00" atau "18:45:00" atau

"22:00:00" lalu

Bel On Bel Off

[image:22.612.147.460.93.526.2]

SELESAI

Gambar 3.4 Rancangan alur program Timer 2,3 dan 4

Maksud dari alur diatas adalah, ketika program sudah mendapatkan timer yang tepat

dalam kondisi ini timer 2 maka ada penyeleksian lagi pada jam nya, dimana jam tersebut

merupakan waktu bel otomatis akan berbunyi. Alur diatas berlaku untuk timer 3 dan timer 4.

Perancangan aplikasi bel otomatis terprogram berbasis PC dirancang memanfaatkan form

(23)
[image:23.612.127.524.107.339.2]

Gambar 3.4 Rancangan form tampilan

Pada tampilan display program merupakan informasi mengenai hari, jam beserta

tanggal lengkap yang sedang berjalan. Tampilan ini tidak dapat mengubah jam yang sudah

terjadwal. Tetapi hanya menampilkan saja.

3.4.1 Kebutuhan Software.

Kebutuhan perangkat lunak dalam membangun perancangan ini adalah:

a. Windows XP.

b. Visual Basic 6.0

c. AVR-BASCOM

(24)

3.5 Jadwal Pergantian Shift

Pergantian shift yang dilakukan pada perusahaan dalam satu hari yaitu 3 kali pergantian

shift. Pergantian shift dimaksudkan untuk mencegah terjadinya waktu terbuang sia-sia. Dengan

pergantian shift. Satu hari dibagi menjadi 3 bagian yaitu pagi, siang dan malam.

Untuk memenuhi peraturan kerja dari jamsostek maka dalam satu minggu karyawan

hanya bekerja 40 jam. Diluar dari ini dianggap over time. Maka dibuatlah kriteria shift

berdasarkan waktu. Contoh saja shift pagi yaitu masuk pukul 6, pulang pukul 14:00, dilanjut

dengan shift siang pukul 14:00 sampai dengan pukul 22:00 dan yang terakhir shift malam 22:00

sampai pukul 06:00.

Hari

:00 :00 :00 :45 :30 1:30 2:00 3:00 2:45 4:00 6:45 8:00 8:45 2:00

Senin/

kamis

Jumat

Sabtu/

Minggu

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah perangkat dapat bekerja dengan baik.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengujian ini sebagai berikut.

3.6

Pengujian

Hardware

.

Bel otomatis ini memanfaatkan tegangan dari sebuah adaptor dengan output 12V 500mA,

pastikan kondisi fisik adaptor yang kita pakai bagus dan juga sudah di test terlebih dahulu

(25)
[image:25.612.234.382.98.218.2]

Gambar 4.1 Catu daya berupa adaptor.

Pastikan perangkat sederhana mikrokontroler ATmega 8535 sudah dapat dipakai cara

pengetesan masukan catu daya kedalam inputan arus yang telah tersedia portnya. Setelah

dimasukan pada portnya jika lampu led yang ada pada perangkat sederhana aktif maka perangkat

tersebut siap diisikan dengan program, pastikan Slot jumper pada posisi ISP.

Gambar 4.2 Port catu daya dan jumper.

Penjelasan dari Gambar 3.2 diatas lingkaran merah menandakan bahwa daerah tersebut

adalah port untuk slot catu daya, dan yang dilingkari kuning yaitu port settingan untuk

[image:25.612.209.399.392.567.2]
(26)

Jumper tersebut memiliki dua posisi yang dapat dipindahkan, kondisi jumper pada posisi

yang pertama untuk seting pengisian program dan kondisi jumper pada posisi yang kedua yaitu

untuk kondisi standby. Dengan kata lain standby program yang sudah di isikan ke dalam

mikrokontroler siap dijalankan.

Selanjutnya terminal kita pasang pada salah satu port yang tersedia pada rangkaian

sederhana. Penulis dalam hal ini memakai port C. fungsi terminal ini sebagai penghubung antara

perangkat dengan alat elektronik yang akan kita pakai saat ini yaitu bel listrik. Pastikan bel listrik

sudah terpasang dengan catu daya dan yang terakhir hubungkan kabel serial to USB sebagai

jembatan antara PC dengan mikrokontroler, dan pastikan di dalam CPU sudah terdeteksi.

3.7 Implementasi pada Sistem Operasi.

Sebelum kita masuk kedalam program, pastikan dahulu apakah sistem operasi (Windows

XP) kita sudah dapat mengenali kabel Serial to USB yang dipakai untuk menghubungkan

mikrokontroler dengan PC, cara melakukan pengecekan masuk ke Device manager,

[image:26.612.106.478.427.686.2]

MyComputer (KlikKanan) > Properties > Device Manager.

(27)

Jika tidak ada tanda seru maka kita dapat melanjutkan dengan penyetingan port. Jika

masih ada tanda seru pada COM1 maka kita harus install Driver SerialtoUSB.

Seting port sangat penting karena jika port tidak cocok dengan yang kita seting di

program maka tidak akan terkoneksi. Cara cek settingan port ada pada Device Manager klik

[image:27.612.100.472.230.398.2]

kanan pada port yang ingin kita seting lalu pilih Advance Port Setting maka akan tampil seperti

Gambar 4.4

Gambar 4.4 Tampilan Advance Seting.

Pilih COM port Numbernya COM1 (mengikuti setingan pada Program). Setelah itu

[image:27.612.225.403.487.680.2]

pastikan BITpersec, Databit, Parity, Stop bits dan FlowControl sama dengan setingan program

(28)

3.8 Implementasi Program Visual Basic

Tampilan program yang berupa form Visual Basic dibuat sangat sederhana karena hanya

[image:28.612.98.524.207.362.2]

berfungsi untuk menampilkan status jam saja.

(29)

MULAI

Text1.Text=WeekdayName(Weekday(now)) Text2.Text=Format(Now,”hh:mm:ss”)

Text3.Text=DateValue(now) Text4.Text=Text2.text

Text1.Text=”Monday”or Text1.Text=”Tuesday”or Text1.Text=”Wednesday”or Text1.Text=”Thursday” then

Timer2.Enable=True Timer3.Enable=False Timer4.Enable=False

If Text1.Text=”Friday” then

Timer2.Enable=False Timer3.Enable=True Timer4.Enable=False Ya

Tidak

Ya

Timer2.Enable=False Timer3.Enable=False Timer4.Enable=True

SELESAI

[image:29.612.73.499.91.639.2]

3.8.1 Flow chart Timer 1

(30)

MULAI

Text4.Text = Text2.Text

Text2.Text = Format(Now, "hh:mm:ss")

If Text4.Text = "01:00:00" Or Text4.Text = "06:00:00" Or Text4.Text = "08:00:00" Or Text4.Text = "08:45:00" Or Text4.Text = "09:30:00" Or Text4.Text = "12:00:00" Or Text4.Text = "12:45:00" Or Text4.Text = "14:00:00" Or Text4.Text = "16:45:00" Or Text4.Text = "18:00:00" Or Text4.Text = "18:45:00" Or Text4.Text = "22:00:00" Then

Timer5.Enabled = True Else

Timer5.Enable = True Timer5.Enable = False

SELESAI

[image:30.612.129.504.120.631.2]

3.8.2

Flow chart Timer 2

(31)

MULAI

Text4.Text = Text2.Text

Text2.Text = Format(Now, "hh:mm:ss")

If Text4.Text = "01:00:00" Or Text4.Text = "06:00:00" Or Text4.Text = "08:00:00" Or Text4.Text = "08:45:00" Or Text4.Text = "09:30:00" Or Text4.Text = "11:30:00" Or Text4.Text = "13:00:00" Or Text4.Text = "14:00:00" Or Text4.Text = "16:45:00" Or Text4.Text = "18:00:00" Or Text4.Text = "18:45:00" Or Text4.Text = "22:00:00" Then

Timer5.Enable = True Timer5.Enable = False

SELESAI

[image:31.612.88.442.137.606.2]

3.8.3

Flow chart Timer 3

(32)

MULAI

Text4.Text = Text2.Text

Text2.Text = Format(Now, "hh:mm:ss")

If Text4.Text = "01:00:00" Or Text4.Text = "06:00:00" Or Text4.Text = "08:45:00" Or Text4.Text = "09:30:00" Or Text4.Text = "14:00:00" Or Text4.Text = "18:00:00" Or Text4.Text = "18:45:00" Or Text4.Text = "22:00:00" Then

Timer5.Enable = True Timer5.Enable = False

SELESAI

[image:32.612.119.474.142.609.2]

3.8.4

Flow chart Timer 4

(33)

3.9

mplementasi Program AVR-BASCOM

Software ini yang akan merubah bahasa pemrogrman Visual Basic menjadi file yang

[image:33.612.124.470.167.432.2]

berekstensi .HEX yang dimana file tersebut yang akan kita tanamkan ke dalam Mikrokontroler.

(34)
[image:34.612.95.512.70.514.2]
(35)

3.10 Uji Coba Rangkaian

Pada rangkaian yang dibuat penulis perlu melakukan uji coba untuk memastikan seberapa

jauh kemampuan mikrokontroler membunyikan bel berdasarkan jadwal yang sudah dibuat. Uji

coba dilakukan dengan mengaktifkan mikrokontroler dan didapat hasil sebagai berikut :

Hari

:00 :00 :00 :45 :30 1:30 2:00 3:00 2:45 4:00 6:45 8:00 8:45 2:00

Senin/

kamis

Jumat

Sabtu/

Minggu

Keterangan :

1 : Bel Aktif.

0 : Bel Tidak Aktif.

Dari pengujian diatas didapat bahwa bel dapat aktif sesuai pada waktu yang telah

ditetapkan.

3.11 Kendala Rangkaian Hardware dan Aplikasinya.

Pada rangkaian sederhana Mikrokontroler ATmega ini penulis mendapatkan kendala dimana

rangkaian tersebut harus terhubung dengan PC sebagai monitoring.

Pada software aplikasi yang dipakai untuk mengkonversikan hanya terbatas kemampuan nya,

(36)

35

4.7 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil bedasarkan hasil perancangan pada perangkat bel

otomatis adalah :

1. Memanfaatkan mikrokontroler jadwal bel otomatis sangat cocok mengingat fungsinya

yang dapat menjalankan program secara otomatis ketika program sudah ditanamkan

di dalam memori mikrokontroler.

2. Mikrokontroler ATmega tidak bisa berdiri sendiri dibutuhkan perangkat system

sederhana lainnya sebagai penunjang, seperti board, terminal dan relay.

3. Pengisian program pada mikrokontroler hanya bisa dilakukan jika program sudah

berekstensi .HEX.

4.8

Saran

Berdasarkan perancangan dan implementasi sistem serta penarikan kesimpulan diatas

maka penulis memberi saran sebagai berikut :

1. Untuk memaksimalkan perangkat mickrokontroler dan sistem yang telah ada kita

bisa membuatkan aplikasi yang lain seperti menambahkan tampilan display pada

perangkat keras.

2. Untuk pengembangan lebih lanjut kita dapat menambah perangkat downloader

yang dibeli terpisah sehingga kita lebih mudah dalam penyetingan waktu tidak perlu ada

computer yang stanby.

3. Untuk pengembangan selanjutnya dibutuhkan tambahan program yang bias

merubah waktu jam secara langsung tanpa harus ditanam kembali, yang menyambungkan

(37)

KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

NAUVAL MAULANA AKBAR

(10109807)

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(38)

36

Aref,Darmawan. 2001. Elektronika Dasar. Yogyakarta : Andi Offset.

Wardhana, Lingga. 2006. Belajar Sendiri Microkontroler AVR seri ATMEGA 8535

Simulasi. Jakarta : 1st Published.

Winoto,Ardi. 2009. Mikrokontroler AVR ATmega8/32/16/8535. Bandung : Penerbit

INFORMATIKA .

http://www.elektro.undip.ac.id/mikro/?page_id=206

http://henryajo88.blogspot.com

http://pcr.akespraktis.net/TutorialVisualBasic.pdf

(39)

iii

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, karuniaNya dan

bimbinganNya sehingga penulis dapat menjalankan kerja praktek serta penyusunan laporan kerja

praktek ini terlaksana dengan baik. Laporan ini merupakan hasil dari pelaksanaan kerja praktek

yang dilakukan di PT. Vonex Indonesia, yang dimulai pada tanggal 01 November sampai 31

Desember 2011, penyusunan laporan kerja praktek ini dilakukan untuk memenuhui mata kuliah

wajib dan merupakan salah satu syarat kelulusan akademik pada program studi Strata 1 Teknik

Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

Dalam melakukan kerja praktek ini banyak sekali pengalaman berharga yang di dapatkan,

serta bantuan dan bimbingan, baik bimbingan dari pihak PT. Vonex Indonesia maupun

bimbingan dari pihak Universitas Komputer Indonesia. Oleh karena itu pada kesempatan ini tak

lupa juga untuk mengucapkan terima kasih kepada:

1. Orang tua dan keluarga tercinta, yang memberikan dukungan moril maupun materil,

dalam penyusunan dan pelaksanaan kerja praktek.

2. Bapak Haris Selaku Pembimbing Lapangan Kerja Praktek.

3. Bapak Galih, S.T. Selaku dosen pembimbing dari kampus.

4. Ibu Mira Kania Sabariah, S.T, M.T. selaku ketua jurusan Teknik Informatika.

5. Teman – teman yang telah membantu saya dalam menyelesaikan laporan kerja

praktek ini.

Dalam pengerjaan laporan kerja praktek ini, tidak terlepas dari kekurangan, oleh karena

itu sangat diharapkan sekali kritik dan saran yang sifatnya membangun, untuk menciptakan

laporan ini lebih baik lagi, semoga laporan ini dapat bermanfat.

Bandung, Desember 2011

(40)

Gambar

Gambar 2.3 ATmega 8535
Gambar 2.5 Mikrokontroler MCS-51
Gambar 2.6 Mikrokontroler PIC
Tabel 2.1 Tipe Data pada BASCOM AVR
+7

Referensi

Dokumen terkait

Program aplikasi sistem kendali perangkat listrik dirancang menggunakan.. Delphi 7.0, sebagai bahasa pemrograman yang bersifat GUI (Graphic

Program komputer yang digunakan untuk pengendalian mesin sortasi manggis dibuat dengan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6,0. Program ini digunakan untuk : a) ON/OFF

Sistem bel pada SMA Unggul Sakti Jambi dilakukan masih secara manual walaupun sudah bertenaga listrik, penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem bel

Sistem lengkap dari rancangan alat ini terdiri dari bagian input sebagai sensor, pengendali sebagai alat kontrol dan aktuator sebagai penggerak. Pada bagian input berupa limit

Perancangan elevator dan pembuatan prototipe pengendali otomatis elevator berbasis mikrokontroler ATmega 8535 yang dapat melayani 4 lantai melatar belakangi penelitian..

Penelitian ini membahas tentang perancangan dan implementasi miniatur otomatisasi bel listrik sekolah dan pintu gerbang menggunakan mikrokontroler ATmega8.Sistem alat

Tahap perancangan alat terdiri dari perancangan hardware dan perancangan mekanik system alat. Sistem yang akan dibuat adalah meliputi pembuatan rangkaian relay

Tujuan penelitian ini adalah membangun sistem penjadwalan bel sekolah otomatis yang diintegrasikan dengan mikrokontroler ATMega328P sebagai pemproses data, RTC Real Time Clock sebagai