KEKUATAN PEMBUKTIAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK (Dokumen Dan Tanda Tangan Elektronik) DALAM SENGKETA E-COMMERCE
Teks penuh
Dokumen terkait
Alat bukti informasi atau dokumen elektronik dalam perkara pidana korupsi merupakan jenis alat bukti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang
Bagi Hakim, Jaksa Penuntut Umum, Penyidik, dan Advokad untuk memahami tentang arti pentingnya prinsip pembuktian terkait dengan perkembangan penggunakan alat bukti
elektronik sebagai alat bukti yang sah dalam perkara pidana umum... pembuktian dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana
Selain itu informasi dan dokumen elektronik sebagai alat bukti surat yang mempunyai kekuatan hukum yang sah dalam sistem pembuktian peradilan perdata harus memenuhi persyaratan
5 Dokumen elektronik yang ditandatangani dengan tanda tangan elektronik didalam hukum pembuktian di Indonesia, diakui esensinya setelah diatur di dalam UU ITE bahwa
Dokumen elektronik dapat dikategorikan sebagai alat bukti tertulis yang sah berupa akta di bawah tangan, sehingga memiliki kekuatan hukum yang sama dengan dokumen yang tertulis
Dokumen elektronik dapat dikategorikan sebagai alat bukti tertulis yang sah berupa akta di bawah tangan, sehingga memiliki kekuatan hukum yang sama dengan dokumen yang tertulis
bukti dalam pembuktian perkara pidana saat ini terdiri dari lima (5) alat bukti yang diatur Pasal 184 KUHAP dan Pasal 5 UU ITE yaitu sebagai berikut: keterangan saksi, keterangan