• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengakuan Tanda Tangan Pada Suatu Dokumen Elektronik Di Dalam Pembuktian Hukum Acara Perdata Di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengakuan Tanda Tangan Pada Suatu Dokumen Elektronik Di Dalam Pembuktian Hukum Acara Perdata Di Indonesia"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

bentuk dokumen elektronik, bila salah satu pihak melanggar kesepakatan tersebut atau wanprestasi dari salah satu pihak, maka pihak yang dirugikan dapat mengugat ke

b. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik secara tegas, telah menyebutkan bahwa dokumen elektronik adalah sah atau dapat digunakan sebagai alat bukti

Agar memperjelas setiap jenis pengaturan yang memuat alat bukti berupa dokumen elektronik dengan secara tegas memasukkan kata-kata dokumen elektronik tidak terbatas pada

5 Dokumen elektronik yang ditandatangani dengan tanda tangan elektronik didalam hukum pembuktian di Indonesia, diakui esensinya setelah diatur di dalam UU ITE bahwa

Keberadaan Digital Signature telah diatur dalam Pasal 1 angka 12 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik “Tanda Tangan Elektronik

Terkait kedudukan tanda tangan elektronik pada suatu transaksi, ada hukum dasar yang mengaturnya yaitu pada Pasal 1338 BW yang berbunyi: “Semua persetujuan yang dibuat

Dengan diberlakukannya UU ITE maka terdapat suatu pengaturan yang baru mengenai alat-alat bukti dokumen elektronik. Berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat 1 UU ITE ditentukan

Kekuatan pembuktian digital signature dalam sengketa perdata ditinjau dari UU ITE tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu, seperti layaknya kekutan pembuktian tanda