Epidemiologi Dan Usaha Pemberant Asan Penyakit Rabies Di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur Periode Nopember 1997 - April 2000
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap responden dinilai cukup baik terhadap cara pencegahan, penularan, tanda, gejala rabies namun perilaku
Pagu Wilayah Kecamatan yang selanjutnya disingkat PWK adalah sejumlah plafon anggaran yang dialokasikan untuk mendanai program kegiatan prioritas dan mendesak yang
Diharapkan hasil yang diperoleh memerkirakan setiap tahun di dunia terdapat dapat memberikan gambaran kasus rabies pada sekurang-kurangnya 50.000 orang meninggal
Surveilans dan monitoring ini bertujuan: mendeteksi keberadaan virus rabies pada anjing berisiko terjangkit rabies, terkait dengan upaya pembebasan penyakit rabies
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap responden dinilai cukup baik terhadap cara pencegahan, penularan, tanda, gejala rabies namun perilaku
Diharapkan hasil yang diperoleh memerkirakan setiap tahun di dunia terdapat dapat memberikan gambaran kasus rabies pada sekurang-kurangnya 50.000 orang meninggal
Dari data pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa kasus Brucellosis masih terjadi di NTT dengan angka prevalensi tertinggi di Kabupaten Belu dan TTU dan ini masih mengakibatkan belum
Data yang diambil yaitu usia, agama, tingkat pendidikan, tempat tinggal, tingkat pendapatkan yang dikelompokkan berdasarkan upah minimum regional NTT, sumber informasi