• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUH PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA DENGAN ISOLAT KHAMIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annum L.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RUH PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA DENGAN ISOLAT KHAMIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annum L.)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Undergraduate Theses dari JIPTUMMPP / 2008-01-14 09:45:58

PENGARUH PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA DENGAN

ISOLAT KHAMIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN

CABAI BESAR(Capsicum annum L.)

Oleh: Anif Purwanto D.A.S ( 01710010 ) Agronomy

Dibuat: 2008-01-14 , dengan 3 file(s).

Keywords: Antraknosa, isolat, Khamir, Colletotrichum sp

ABSTRAKSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar isolate khamir mampu mengendalikan penyakit antraknosa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (capsicum annum L). Penelitian dilakukan dilahan pecobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang dengan ketinggian 500 m dpl dan dilaksanakan pada bulan April sampai bulan agustus. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) kontras orthogonal yang disusun secara faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Adapun faktor pertama adalah macam bahan pembawa (P), terdiri dari dua taraf perlakuan dan faktor kedua adalah jenis khamir untuk pengendalian hayati (H), terdiri dari lima taraf. Pada rancangan ini ditambahkan kontrol dimana kontrol ini hanya diberi perlakuan patogen saja tanpa pengendalian. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman.

Pengamatan dimulai sejak tanaman berumur 20 HST dengan interval 10 hari. Adapun parameter pengamatan pertumbuhannya adalah sebagai berikut: Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun, Luas daun (cm), Jumlah buah, Berat buah (g), Intensitas serangan, Diameter bercak, Jumlah koloni. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan macam bahan pembawa dengan jenis bahan isolat tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada seluruh parameter pengamatan kecuali parameter pengamatan intensitas serangan. Kombinasi perlakuan mampu mengendalikan intensitas serangan pada umur perlakuan 109, 116 dan 123 HST di banding umur 95 dan 102 HST. Pada tinggi tanaman penyemprotan khamir isolat campuran mengalami penambahan tinggi tanaman cukup besar pada semua umur pengamatan tetapi pada umur 35 HST mengalami

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan hormon tanaman unggul secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen pertama, berat buah

Pada Tabel 3 menunjukkan bahwa rata-rata persentase buah yang terserang penyakit antraknosa pada panen ke 1, 2 dan 3 tidak berbeda nyata untuk semua perlakuan

Hasil analisis ragam yang ditunjukkan pada tabel 3 menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara perlakuan konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk

hayati Pseudomonad fluorescens dalam menekan perkembangan penyakit layu pada tanaman cabai di lahan, mengetahui isolat agensia hayati Pseudomonad fluorescens yang

capsici (%) pada 2 hari setelah inokulasi (hsi) (Transformasi Arc Sin √X).. Perlakuan Ulangan Total

Pada Tabel 1 di bawah ini dapat dilihat bahwa aplikasi pestisida nabati yang berbahan baku ekstrak daun sirsak, kirinyuh dan ekstrak rimpang lengkuas

Dari seluruh hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami dan mulsa plastik hitam perak berpengaruh nyata pada beberapa variabel pengamatan, yaitu pada

kombinasi antara konsentrasi dan frekuensi aplikasi giberelin berpengaruh sangat nyata pada tanaman cabai besar, Rata-rata jumlah bunga total akibat perlakuan