UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL EKSTRAK DAUN JATI BELANDA TERHADAP MENCIT SEBAGAI ANTI DIARE

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

MACHFUD NIZAR

UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL

EKSTRAK DAUN JATI BELANDA TERHADAP

MENCIT SEBAGAI ANTI DIARE

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2011

(2)

ii

Lembar Pengesahan

UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL

EKSTRAK DAUN JATI BELANDA TERHADAP

MENCIT SEBAGAI ANTI DIARE

SKRIPSI

Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang 2011

Oleh :

MACHFUD NIZAR NIM : 07040022

Disetujui Oleh :

Pembimbing I Pembimbing II

Dra.Uswatun Chasanah, Apt,M.Kes Dra.TristianaErawati,Apt,Msi. NIP UMM. 114.0704.00448

(3)

iii

Lembar Pengujian

UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL

EKSTRAK DAUN JATI BELANDA TERHADAP

MENCIT SEBAGAI ANTI DIARE

SKRIPSI

Telah diuji dan dipertahankan di depan tim penguji pada tanggal 29 juli 2011

Oleh :

MACHFUD NIZAR NIM : 07040022

Tim Penguji

Penguji I Penguji II

Dra.Uswatun Chasanah, Apt,M.Kes Dra.TristianaErawati,Apt,Msi. NIP UMM 114.0704.00448

Penguji III Penguji IV

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah S.W.T, atas rahmat, hidayah dan karuniaNya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan sebaik – baiknya. Dengan selesainya skripsi yang berjudul ’’ UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL EKSTRAK DAUN JATI BELANDA SEBAGAI ANTIDIARE TERHADAP MENCIT ’’

Perkenankanlah saya mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada: 1. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Tri Lestari

Handayani, M.Kep., Sp.Mat., atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti program sarjana.

2. Ketua Program Studi Farmasi, Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., SpFRS., yang senantiasa dengan sabar memberikan bimbingan, nasehat dan semangat kepada saya untuk lebih baik lagi dalam menimba ilmu.

3. Dra Uswatun Chasanah Apt, M.Kes., sebagai Pembimbing I dan Dra. Tristana Erawati, Apt.,M.si sebagai Pembimbing II yang dengan tulus ikhlas dan penuh kesabaran, membimbing dan memberi dorongan moral maupun materi kepada saya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

4. Dra. Lilik Yusetyani, Apt., SpFRS., dan Dian Ermawati, S.Farm.Apt., sebagai Tim Penguji yang memberikan saran, masukan, dan kritik yang membangun terhadap skripsi yang telah saya kerjakan.

5. Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp.FRS., sebagai Kepala Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi dan Kimia Terpadu II, yang telah memberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas laboratorium dalam menyelesaikan skripsi saya. 6. Dra. Uswatun Chasanah, Apt., sebagai Dosen Wali yang telah memberikan

bimbingan dan nasehat selama mengikuti pendidikan di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang.

(5)

v

8. Para laboran Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi: Mba Susi dan Mba Sri, Mba Nila, Mas Ferdi yang banyak membantu saya.

9. Bu Hidajah, Bu Fida, Bu Sovia, dan Bu Arina, Pak Jamil.,Bu Ika terimakasih yang sebesar – besarnya atas masukan, nasehat, bimbingan dan semangat dalam perkuliahan saya sampai saat saya menyelesaikan skripsi ini.

10.Keluarga, motivasi hidupku, kedua orang tuaku dan adek ku tercinta Salim Machfud, Salma Ema, Nabilah, Suraiyah, Nadia yang dengan penuh kasih sayang dan kesabaran selalu memberikan semangat, nasehat, dukungan moral dan materi, serta doa sehingga saya dapat menjalani studi saya dengan baik dan menyelesaikan skripsi ini.

11.Teman-teman skripsi Liquid: Popeye(hendra), Dompu(Abi), Glendy, atas semangat, saran, masukan, bantuan dan kerjasamanya.

12.Teman-teman Farmasi 2007 :terimakasih atas persahabatan yang telah kita bina selama 4 tahun ini, semoga bisa selalu seperti ini & lebih dekat lagi walau terpisah oleh jarak dan waktu. will always miss you guys.

13.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terimaksih atas bantuan, dukungan, semangat, dan doa yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini.

Akhir kata, semoga Allah S.W.T. membalas kebaikan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kefarmasian bagi kita semua. Amin.

Malang, Juli 2011 Penyusun

(6)

vi

RINGKASAN

UJI EFEKTIFITAS SEDIAAN LARUTAN ORAL EKSTRAK

DAUN JATI BELANDA SEBAGAI ANTI DIARE TERHADAP

MENCIT

Penyakit diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, masyarakat di Indonesia menggangap bahwa diare adalah penyakit yang biasa, sehingga diare tidak di atasi dengan benar. Sebagian dari masyarakat Indonesia menggunakan tanaman tradisional untuk mengatasi penyakit diare tersebut.

Daun Jati Belanda berfungsi sebagai antidiare, dikarenakan tanin yang terkandung dalam daun Jati Belanda mempunyai sifat adstrigent yaitu menciutkan selaput lendir usus. Untuk menguji efektifitas daun Jati Belanda sebagai antidiare maka dilakukan uji kepada hewan coba mencit.

Agar dapat memperoleh khasiat daun jati belanda secara efektif dan efisien maka dilakukan pembuatan sediaan larutan oral ekstrak daun jati belanda. Pengembangan sediaan berbentuk larutan dilakukan karena beberapa alasan, di antaranya kesulitan pasien untuk menelan tablet atau kapsul dan memudahkan pemberian obat untuk bayi, anak, dan pasien lanjut usia.

Hasil optimasi sediaan secara organoleptis didapatkan rasa yang cukup manis, pada optimasi pertama pH 6,99±0,03, optimasi kedua 6,82±0,01, sedangkan optimasi ketiga 6,77±0,005 dan viskositas pada optimasi pertama 1,45, optimasi kedua 1,73 sedangkan pada optimasi ketiga 1,40 dan berat jenis didapatkan hasil 1,013 pada optimasi pertama, 1,026 pada optimasi kedua dan 1,006 pada optimasi ke tiga sehingga dipilih optimasi ketiga karena sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan seperti organoleptis, evaluasi fisika kimia dan kadar yang diberiokan kepada hewan coba.

(7)

vii

dibandingkan dengan data pengamatan normal defekasi dari mencit tanpa ada induksi apapun. Dengan menggunakan independent test, didapatkan hasil T hitung sebesar 7,822 lebih besar dari T tabel sebesar 2,101 artinya terdapat perbedaan bermakna antara frekuensi defekasi mencit normal dengan frekuensi defekasi mencit yang di induksi oleum ricini 0.05 ml.

Terakhir dilakukan penelitian terhadap empat kelompok mencit yang terlebih dahulu di induksi oleum ricini sebanyak 0,05 setelah 2 jam diamati frekuensi defekasi mencit. Selanjutnya kelompok pertama diberi loperamide, kelompok kedua diberi dosis 1 (2,6 mg / 0,25 ml), dosis 2 (5,34 mg/0,25 ml), dosis 3 (8 mg/0,25ml) kemudian diuji analisis dengan T berpasangan, didapatkan hasil untuk dosis 1 mempunyai T hitung sebesar 8.874 lebih besar dari T tabel sebesar 2,306 sehingga dosis 1 memiliki pengaruh terhadap diare mencit. Untuk dosis 2 mempunyai T hitung sebesar 5.111 lebih besar dari T tabel sebesar 2,571, sehingga dosis 2 memiliki pengaruh terhadap diare mencit. Untuk dosis 3 mempunyai T hitung sebesar 10.787 lebih besar dari T tabel sebesar 2,571, sehingga dosis 3 memiliki pengaruh terhadap diare mencit. Untuk loperamid mempunyai T hitung sebesar 4.485 lebih besar dari T tabel sebesar 2,571, sehingga loperamid juga memiliki pengaruh terhadap diare mencit.

Data di atas menunjukan bahwa significant figure 0,000 kurang dari 0,05 yang berarti data memiliki hubungan yang bermakna. Dan nilai F hitung sebesar 60,324 > dari F tabel sebesar 2,619 yang berarti penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan. Sehingga bisa dilanjutkan ke uji Tukey HSD. Dari hasil uji tukey yang terlampir di lampiran menunjukan bahwa dari oleum ricini berbeda subset dengan formula 1, 2, 3 dan kontrol positif yang berarti ada perbedaan bermakna antar oleum ricini dengan kontrol positif, formula 1, formula 2, formula 3.

(8)

viii

ABSTRACT

EFFECTIVENESS TEST AS ANTI DIARRHEA FOR MICE OF

GUAZUMA ULMIFOLIA LEAF EXTRACT ORAL SOLUTION

Diarrhea disease is still one of the major public health problem in Indonesia. Most of Indonesian people using traditional herb to overcame it. Some of Guazuma Ulmifolia leaves that used as an anti-diarrhea medication. Guazuma ulmifolia leaves became an oral solution to make it easy for using. The study was conducted to determine the oral solution effectivity dosage of anti-diarrhea Guazuma Ulmifolia leaves dried extract at dose of 2,6 mg/0.25 ml, 5,34 mg/0.25ml, and 8,0 mg/0.25 ml to mice that had been induced castor oil. From the result, the oral solution of Guazuma Ulmifolia leaves dried extract at dose of 2,6 mg/0.25 ml, 5,34 mg/0.25ml, 8,0 mg/0.25 ml, has anti-diarrhea effects are comparable with loperamide 0.01 mg / 0.25 ml to mice.

(9)

ix

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

RINGKASAN ... iii

ABSTRAK ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ……….………. ix

DAFTAR GAMBAR ……… x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Hipotesis ... 3

1.5 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Uraian tentang diare ... 5

2.1.1 Mekanisme Kerja Diare ... 5

2.1.2 Penggolongan Diare ... 6

2.1.3 Obat – obat Antidiare ... 6

2.2 Tinjauan tentang Tanaman Jati Belanda ... 8

2.2.1 Pengenalan dan Klasifikasi Tanaman ... 8

2.2.2 Klasifikasi dan Jenis daun Jati Belanda ... 8

2.2.3 Khasiat Jati Belanda ... 9

2.2.4 Morfologi Tanaman Jati Belanda ... 10

2.3 Tinjauan tentang Tanin ... 10

2.3.1 Sifat–Sifat Tanin ... 11

2.3.2 Sifat Kimia Tanin ... 11

2.4 Tinjauan tentang Larutan Oral ... 11

2.5 Tinjauan tentang Bahan Penelitian... 12

2.5.1 Sukrosa ... 12

2.5.2 Tinjauan tentang Natrium Benzoat ... 13

2.5.3 Tinjauan tentang Loperamide ... 14

2.5.4 Tinjauan tentang Oleum Ricini ... 15

2.6 Evaluasi Fisika Kimia ... 15

2.7 Uji Efektivitas ... 16

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL ... 18

BAB 4 METODE PENELITIAN ... 19

4.1 Rancangan Penelitian ... 19

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 19

4.3 Subyek Penelitian ... 19

4.3.1 Kriteria Inklusi ... 19

(10)

x

4.3.3 Definisi Operasional... 20

4.4 Alat dan Bahan ... 20

4.4.1 Bahan – bahan yang Digunakan ... 20

4.4.2 Alat – alat yang Digunakan ... 21

4.5 Rancangan Formula Sediaan ... 21

4.6 Pembuatan Sediaan Larutan Oral ... 22

4.7 Uji Efektivitas pada Mencit ... 23

4.8 Alur Penelitian ... 24

4.8.1 Alur Penelitian Pengaruh Ol Ricini dan Eksipien 24 4.8.2 Alur Penelitian Uji Efektifitas Ekstrak ... 25

4.9 Analisis Data ... 25

BAB 5 HASIL PENELITIAN ... 26

5.1 Hasil Optimasi Sediaan ... 26

5.2Perlakuan Terhadap Hewan Coba dan Analisis ... 27

BAB 6 PEMBAHASAN ... 33

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 37

DAFTAR PUSTAKA ... 38

(11)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel

II.1 Konsentrasi Penggunaan Sukrosa

II.2 Volume Maksimum Larutan Obat yang Diberikan Hewan Coba

II.3 Konversi Perhitungan Dosis

Halaman

13

16

17

IV.1 Skema Pembuatan Sediaan Larutan 21

V.1 Formula Hasil Optimasi Sediaan 26

V.2 Hasil Pengamatan Frekuensi Defekasi Mencit Sebelum Dan Sesudah Pemberian Oleum Ricini 27

V.3 Pengaruh Pemberian Larutan Pembawa 28

V.4 Hasil Uji Anova Pengaruh Pemberian Larutan Eksipien 29

V.5 Homogen Subset Pengaruh Pemberian Larutan Eksipien 29

V.6 Tabel Data Kelompok Perlakuan 30

V.7 Hasil One Way Anova dari 5 perlakuan 31

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar

2.1 Daun Jati Belanda..………... 2.2 Rumus Bangun Tanin……….…… 2.3 Rumus Bangun Sukrosa…………... 2.4 Rumus Bangun Natrium Benzoat.………... 2.5 Rumus Bangun Loperamide……….………. 3.1 Kerangka Konseptual………....…...

Halaman 8 10 12 13

14

18

4.1 Pembuatan Sediaan Larutan Oral 4.2 Alur Penelitian Pengaruh Ol. Ricini dan Eksipien 4.3 Alur Penelitian Uji Efektifitas 5.1 Perbandingan Dari Beberapa Perlakuan Penelitian 22

24

25

(13)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

1 Daftar Riwayat Hidup

2 Surat Pernyataan

Halaman

41

42

3 Spesifikasi Daun Jati Belanda 43

4 Optimasi sediaan formula 44

5 Perhitungan Dosis Ekstrak Daun Jati Belanda 45

6 Perlakuan Terhadap Mencit 47

7 Analisis Bahan Pembawa 48

8 Pair Test Formula 1 50

9 Pair Test Formula 2 51

10 Pair Test Formula 3 52

11 Pair Test Kontrol Positif 53

12 Hasil Test Anova Dari Kelompok Perlakuan 54

13 F Tabel (Α = 0,05) 56

(14)

39

39

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Goeswin. 2008. Pengembangan Sediaan Farmasi. Penerbit ITB.Bandung.

Anonim, 2011, http://wong168.wordpress.com/2011/01/31/daun-jati-belanda/ diakses tanggal 1 Agustus 2011

Anonim, 1978, Materia Medika Indonesia, Jilid II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

http://books.google.co.id/books?id=fx1fN_HVMakC&printsec=frontcover &dq=jati+belanda&hl=id&ei=qO7MTNL5Ksf0cKnxtZYO&sa=X&oi=bo

ok_result&ct=book-preview-link&resnum=1&ved=0CCkQuwUwAA#v=onepage&q&f=false

Ansel, Howard.2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi.UI Press Jakarta.

Ansel, Howard.Popovich, Nicholas.Allen, Loyd.(1995).Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery Systems.William & Wilkins.United States of

America.

Bertram G. Katzung, MD, PhD. 2007. Basic & clinical pharmacology - 10th ed.

The McGraw-Hill Companies. United States of America.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV. Jakarta.

DEPKES, 2000. Informatorium Obat Nasional Indonesia.hal 26.

(15)

40

40

Dinda, 2010. Penanganan Hewan Percobaan. MEDICAFARMA. 24 April 2010.

http://medicafarma.blogspot.com/2010/04/penanganan-hewan-percobaan_24.html. Diakses tanggal 3 Januari 2011.

Hanafiah, K.A., 2001. Rancangan Percobaan : Teori dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Hernawan, U.E., Setyawan, A.D,. 2003. Ellagitannin ,biosynthesis, isolation, and biological activities, Biofarmasi, hal. 25-28.

Indra R., 1999. Penelitian Eksperimental dalam buku Ajar Metode Penelitian Seri I. FKUB; Malang

K.n. Jeejeebhoy. 1977. Symposium on diarrhea Definition and mechanisms of diarrhea.pp 737-739.

Martin A., Swarbrick J., Cammarata A.,Farmasi Fisik. 1993.Lea & Febriger. USA.

Najib,2010.Tanin.ahmad.najib@ymail.com

www.nadjeeb.wordpress.com .2010. diakses Tanggal 10 Desember 2010

Novanto,Setyo. 2008. Diare . http://www.setyanovanto.info/diare diakses tanggal 10 Desember 2008.

Priyambodo, Bambang Apt. 2007. Teknologi & Formulasi Sediaan Cair (Sirup & Suspensi). PT. Berlico Mulia Farma, Yogyakarta

Rowe, R.C., Sheskey, F. J., and Shangraw, R.F.2009. Handbook of Pharmaceutical Exipient Sixth Edition. London. The Pharmaceutical

(16)

41

41

Sarwono, J., 2009. Panduan Lengkap Untuk Belajar Komputasi Statistik Menggunakan SPSS 16. Yogyakarta : ANDI OFFSET.

Suharmiati,drs.Maryani,H.( 2003).Khasiat&Manfaat Jati Belanda si Pelangsing Tubuh dan Peluruh Kolesterol, Agromedia pustaka.Jakarta.

Sukandar, Elin Yulinah et.al. 2008. ISO FARMAKOTERAPI. hal 349.Penerbitan ISFI.Jakarta.

Sunoto,Wihata,.1987.MAJALAH FARMAKOLOGI INDONESIA & TERAPI, VOL. 4 NO. 3-4, 1987

(17)

2

2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanaman obat merupakan salah satu sumber daya yang sudah ada sejak dahulu kala yang dimanfaatkan oleh nenek moyang kita dalam upaya mengatasi masalah kesehatan dengan menjadikan berbagai ramuan bahan tanaman obat. Oleh karena itu pemanfaatan tanaman obat perlu dikembangkan dan disebarluaskan di masyarakat.

Daun Jati Belanda merupakan salah satu tanaman obat yang telah lama digunakan oleh sebagian besar masyarakat untuk pengobatan diare, berdasarkan dari penelitian sebelumnya daun Jati Belanda mempunyai khasiat untuk antidiare dan mempunyai efektifitas sama dengan loperamid (Dian,2001). Daun Jati Belanda berasal dari Amerika Serikat dan kemudian dibawa oleh Orang Portugis ke Indonesia dan di kultivasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut pengalaman tradisional untuk meredakan diare bisa digunakan daun Jati Belanda kering yang digiling lalu dijadikan serbuk selanjutnya dari serbuk ini diambil 20 gram dan diseduh dengan air panas. Selanjutnya dilakukan penyaringan dan diminum atau 2 kali sehari (Anonim, 2011). Menurut peneliti biji Jati Belanda digunakan untuk diare sebagai karminatif. Selain itu biji Jati Belanda yang direbus seperti kopi bisa digunakan untuk sembelit atau biji yang dibakar dan kemudian dilumatkan dengan air lalu ditambah adas bisa digunakan untuk perut kembung dan sesak (Suharmiati, dkk, 2003).

(18)

3

3

Tanin dikatakan sebagai sumber asam pada buah (Najib, 2010). Kandungan tanin mengakibatkan Jati Belanda mempunyai rasa agak kelat (Suharmiati, dkk, 2003).

Menurut data WHO, diare ialah penyebab pertama kematian pada balita di seluruh dunia, dan di Indonesia diare merupakan penyebab kedua kematian pada balita setelah ISPA. Laporan dari UNICEF memperkirakan bahwa setiap 30 detik ada 1 balita yang meninggal dunia karena diare.

Sesuai definisi, diare ialah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari 3 kali dalam sehari. Pada literatur lain juga disebutkan diare ditandai dengan tinja berair, frekuensi pengeluaran lebih besar, dan menjadi penyebabnya kerugian intensif cairan sehingga menyebabkan dehidrasi (Ansel et al. 1995). Dehidrasi ialah suatu keadaan dimana tubuh kekurangan cairan yang dapat berakibat pada kematian. Penyebab diare ialah infeksi berbagai bakteri, virus dan parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman. Lini pertama pengobatan diare ialah mencegah atau mengatasi pengeluaran cairan atau elektrolit yang terlalu berlebihan atau yang disebut dehidrasi, terutama bagi pasien bayi dan lanjut usia. Oralit tidak dapat menghentikan diare melainkan hanya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang bersama tinja (DEPKES, 2000).

Pemanfaatan daun Jati Belanda untuk dibuat dengan cara sediaan larutan oral sangat praktis karena tingkat akseptabilitas sangat diutamakan dalam formulasi ini. Selain itu dosis lebih mudah diatur sesuai kebutuhan pasien (Agoes, 2008).

Larutan ialah sediaan cairan yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang larut (terdispersi dalam bentuk ion atau molekular) yang biasanya dilarutkan dalam air (Ansel et al, 1995). Atau sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia (obat) yang terlarut secara molekuler dalam pelarut yang saling bercampur.

(19)

4

4

Sediaan dalam formula ini menggunakan pelarut air. Air merupakan pertumbuhan yang baik buat mikroba oleh karena itu untuk menjaga sediaan dari pertumbuhan mikoba maka dibutuhkan pengawet. Di antara pengawet yang sering digunakan ialah Asam Benzoat ( 0,1 – 0,2 %), Natrium Benzoat (0,1 – 0,2 %) dan berbagai campuran metil -, propil -, dan butil Paraben kurang lebih 0,1 % ( Ansel, 2005).

Berdasarkan keterangan di atas maka penulis melakukan penelitian uji efektifitas larutan ekstrak daun Jati Belanda sebagai anti diare pada mencit yang dibuat diare yang diinduksi dengan oleum ricini dan menggunakan Loperamid sebagai pembanding yang mempunyai mekanisme menghambat motilitas usus dan mengurangi sekresi gastro intestinal (Martindale 36, 2009).

1.2 RUMUSAN MASALAH

Bagaimana pengaruh efektifitas antidiare sediaan larutan ekstrak kering daun Jati Belanda dengan dosis 2,6 mg/0,25 ml, 5,34 mg/0,25 ml dan 8,0 mg/0,25 ml dengan pembanding loperamide terhadap mencit.

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Membandingkan efektifitas antidiare sediaan larutan ekstrak kering daun Jati Belanda dengan dosis 2,6 mg/0,25 ml, 5,34 mg/0,25 ml, 8,0 mg/0,25 ml dengan pembanding loperamide terhadap mencit.

1.4 HIPOTESIS

(20)

5

5

1.5 MANFAAT PENELITIAN

• Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi

tentang konsentrasi optimal sediaan larutan daun Jati Belanda yang mempunyai efek anti diare yang maksimal sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam mengadakan penelitian lebih lanjut. • Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di