• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis efisiensi pemasaran belimbing dewa di Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok Jawa Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis efisiensi pemasaran belimbing dewa di Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok Jawa Barat"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 11. Varietas dan Karakteristik Belimbing Manis Segar yang terdapat
Gambar 2. Kurva Marjin Pemasaran
Gambar 3. Kerangka Pemikiran Operasional
Tabel 14. Karakteristik Struktur Pasar Berdasarkan Sudut Penjual dan
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 3 di atas diketahui bahwa biaya pemasaran keuntungan yang terkecil diterima oleh pedagang pasar pada saluran III yaitu hanya sebesar Rp.2.088/Kg dari harga jual kepada

Biaya usahatani yang dikeluarkan sebesar Rp 21,096 juta/ha, sehingga diperoleh tingkat keuntungan usahatani sebesar Rp 13,904 juta/ha serta R/C rasio 1,66; (3)

Total marjin pada saluran III grade A yang tersaji dalam Tabel 6 sebesar Rp 4.000 yang terdistribusi pada setiap lembaga pemasaran yang terlibat. Pedagang

Hasil penelitian menunjukan lembaga pemasaran yang mengambil keuntungan tertinggi yaitu pedagang pengecer dengan nominal Rp 3.881/kg, hal ini disebabkan biaya-biaya

Rata-Rata Biaya, Keuntungan dan Marjin Pemasaran Belimbing manis di Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara Pada Saluran Pemasaran III. No Uraian Rp/kg

Pedagang pengecer melakukan fungsi pertukaran yaitu fungsi pembelian dari petani langsung dengan harga Rp 27.632,00/kg pada saluran II dan dari pedagang pengumpul dengan

Biaya pemasaran dikeluarkan oleh pedagang pengumpul yang terdiri dari biaya tenaga kerja Rp 500/Kg yaitu biaya untuk karyawan harian, biaya transportasi Rp 620/Kg yaitu

Margin pemasaran terbesar dari ketiga lembaga pemasaran yang terlibat dalam kegiatan pemasaran jagung manis ini terdapat pada pedagang pengecer saluran pemasaran II yaitu Rp 1.041,67