• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manuver Politik Golkar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manuver Politik Golkar"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Manuver Politik Golkar Iding Rosyidin

(Pikiran Rakyat, Senin 8 Desember 2014)

Ada satu poin menarik yang dihasilkan Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Bali yang baru saja selesai. Seperti dikatakan ketua umumnya Aburizal Bakrie (Ical) yang terpilih secara aklamasi untuk periode kedua, partai beringin menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada Langsung yang ditelah ditandatangani dan diterbitkan oleh (mantan) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

(2)

Peran Kunci Demokrat

Terlepas dari persoalan internal yang membelit Golkar –kemungkinan munas tandingan oleh kubu Presidium Penyelamat Partai pada Januari 2015--, partai ini tampaknya sangat percaya diri atas perilaku politiknya. Mereka yakin benar bahwa Golkar merupakan lokomotif utama atau tulang punggung dalam Koalisi KMP sehingga fraksi-fraksi anggota lainnya diyakini akan mengikutinya. Fakta kesolidan koalisi ini yang dimotori beringin memang cukup kuat selama ini.

Namun, manuver Golkar tersebut agaknya membuat salah satu partai mitranya, yakni Demokrat kebakaran jenggot. Seperti diketahui, pendukung utama perppu tersebut adalah partai pimpinan SBY. Selama ini meskipun tidak menyatakan tegas apakah berada di kubu KMP atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH), tetapi Demokrat lebih dekat dengan KMP. Oleh karena itu, Demokrat merasa tersinggung dengan manuver Golkar dan menganggapnya sebagai pengkhianatan.

Kalau demikian kenyataannya, mungkinkah manuver Golkar bisa berjalan mulus tanpa dukungan Demokrat. Sebab, jika hanya mengandalkan anggota KMP, yakni Golkar dengan 91 kursi, Gerindra 73 kursi, PKS 40 kursi dan PAN 49 kursi, suara mereka tidak akan cukup kuat untuk mengalahkan KIH karena hanya berjumlah 253 kursi. Lalu apakah yang akan dijadikan modal partai beringin untuk memuluskan langkahnya tersebut.

(3)

politisi paling berpengalaman dalam kancah politik Indonesia sehingga mengetahui betul cita rasa para politisi di negeri ini. Kemenangan KMP terutama dalam pemilihan pimpinan MPR yang melibatkan DPD menjadi bukti kuat padahal di atas kertas suara mereka kalah dari KIH.

Hal ini ditunjang oleh keadaan para politisi motor penggerak KIH, yakni PDIP yang sebaliknya kurang terampil bahkan cenderung kaku dan “tinggi hati” dalam melakukan manuver politik sehingga mudah dipermainkan. Besar kemungaikinan situasi semacam ini akan dimanfaatkan kembali oleh Golkar demi meraih tujuannya tersebut.

Kedua, anggota-anggota DPR sendiri baik yang ada di KMP maupun KIH, sebenarnya secara personal diam-diam banyak yang lebih suka pilkada tidak langsung karena lebih praktis, tidak melelahkan dan sebagainya. Realitas ini tentu akan dimanfaatkan betul oleh Golkar yang memang sangat piawai dalam melakukan persuasi politik kepada para anggota legislatif tersebut seperti keberhasilannya dalam membujuk anggota DPD dalam memilih pimpinan MPR.

Dalam situasi seperti ini, Demokrat sesungguhnya diharapkan dapat memainkan perannya. Dengan jumlah 61 kursi di DPR jelas suara mereka sangat menentukan koalisi mana yang akan menang. Kekalahan KIH dalam Paripurna DPR tentang pengesahan RUU Pilkada yang mengubah pilkada dari langsung ke tidak langsung adalah akibat aksi walk out Demokrat.

(4)

memilih untuk tetap mendukung pilkada langsung merupakan langkah bijak dari Demokrat.

Dengan demikian, sekalipun Demokrat tetap dalam posisinya, yakni tidak di dalam KMP atau KIH, namun memilih hal yang sesuai dengan aspirasi rakyat menjadi sebuah keharusan bagi partai biru ini. Inilah peran kunci yang mesti dimainkan oleh Demokrat. Asalkan Demokrat tidak mudah tergoda, manuver Golkar dan fraksi-fraksi lainnya di KMP untuk menjegal Perppu Pilkada sulit diwujudkan.

*Penulis, Doktor Komunikasi Unpad, Deputi Direktur Bidang Politik The Political Literacy Institute

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Dinamika politik Partai Golkar studi kasus DPD Partai Golkar Kota Salatiga pada.. Pilkada Tahun 2011, maka pada bab ini akan dipaparkan kesimpulan dari

Konsep Partai Politik dan Politik Lokal digunakan untuk menganalisis elektabilitas Partai Golkar dan mengukur Eksistensi Partai Golkal di Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten

Lingkungan sosial politik langsung tentu juga ikut mempengaruhi perilaku politik pengikut Saminisme, karena masyarakat pengikut Saminisme bukan komunitas yang betul-betul

Hasil dari analisis dalam penelitian ini menemukan 5 hal utama tentang apa-apa saja yang menjadi peran elit politik di partai golkar dalam pemenangan pemilu legislatif di

Judul skripsi yang penulis ajukan yakni “Pendidikan Politik Partai Politik Melalui Media Sosial ( Analisis Pendidikan Politik Partai PKB dan Partai Golkar Melalui

Di Kabupaten Tanah Datar, elit yang mejabat baik di eksekutif maupun legislatif mayoritas mempunyai afiliasi politik dengan partai Golkar, kendati di legislatif banyak partai

Pelaksanaan program kerja ± program kerja Partai Golkar Kota Tomohon dalam usahanya menjalankan pendidikan politik, memfokuskan pada 3 bidang kerja saja yaitu:

SKRIPSI PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK PARTAI GOLKAR DAN NASDEM DI KABUPATEN SIDRAP ANALISIS SIYASAH DUSTURIYAH OLEH DESY SUSILAWATI NIM: 16.2600.026 PROGRAM STUDI HUKUM