PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN.

Teks penuh

(1)

PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA

DALAM PROSES PENYIDIKAN

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI

Disusun Oleh :

PIUS WIDYO ATMOKO

NPM : 070509650

Program Studi : Ilmu Hukum

Program Kekhususan : Peradilan dan Penyelesaian Sengketa

UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

Fakultas Hukum

(2)
(3)
(4)
(5)

HALAMAN PERSEMBAHAN

Skripsi ini aku persembahkan kepada:

!

"

#$

%

& $

#

'

"

(6)

PERNYATAAN KEASLIAN

Saya menyatakan bahwa Penulisan Skripsi ini karya saya sendiri (ASLI), dan isi dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar sarjana di suatu instansi pendidikan tertentu, dan sepengetahuan saya juga tidak terdapat yang pernah ditulis dan atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka pada skripsi ini.

Yogyakarta, 29 September 2011

(7)

DAFTAR ISI

BAB II TINJAUAN TENTANG PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN...11

A. Polri Sebagai Penyidik...11

1. Pengertian Polri………11

2. Pengertian Penyidik dan Penyidikan...13

(8)

B. Tentang Hak Tersangka………...19

1. Pengertian Tersangka………19

2. Hak-Hak Tersangka………..19

3. Pelanggaran Terhadap Hak Tersangka……….25

C. Implementasi Perlindungan Hak-Hak Tersangka Dalam Proses Penyidikan………...32

1. Potensi Pelanggaran Hak-Hak Tersangka………32

2. Perlindungan Terhadap Hak-Hak Tersangka………40

3. Faktor-Faktor Yang Menghambat Perlindungan Hak-Hak Tersangka………..56

BAB III PENUTUP………...58

A. Kesimpulan……….58

B. Saran………...59 DAFTAR PUSTAKA

(9)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya sehingga penulis dapat mengatasi segala rintangan dan kesulitan sampai akhirnya dapat menyelesaikan penulisan hukum sesuai dengan yang diharapkan.

Adapun maksud dan tujuan penulisan hukum ini adalah untuk memenuhi sebagian syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana (S-1) pada Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Dalam penulisan hukum ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih ini penulis haturkan kepada:

1. Ibu Dr. Y. Sari Murti Widiyastuti, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta.

2. Bapak Prasetyo Sidi Purnomo, S.H., M.S., selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan pengarahan dan petunjuk serta mencurahkan segala waktu yang sangat berguna dalam penulisan hukum.

3. Bapak dan Ibu Dosen beserta seluruh Staff dan Karyawan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

4. Kepala Polresta Yogyakarta beserta seluruh staff dan jajarannya yang telah membantu memberikan data.

(10)

6. Kakakku Fransisca Purwanti yang selalu memberikan dukungan kepada penulis baik materiil maupun moril, serta doanya yang selalu menguatkan penulis.

7. Adikku Dianasia yang menjadi motivasi penulis untuk menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

8. Teman-teman dan Rusunawa serta rekan-rekan di Universitas Atma Jaya dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Semoga amal dan kebaikan saudara-saudara mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari segala kekurangan dan ketidaksempurnaan penulisan hukum ini, dengan segala kerendahan hati penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun guna perbaikan dan kesempurnaan penulisan hukum ini. Semoga penulisan hukum ini dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

Yogyakarta, September 2011

(11)

ABSTRACT

Suspects in the process of preliminary examination (Articles 52 and 184 (1) shall not be treated as a defendant (objects) that must be examined, but the suspect performed as subjects, which means the suspect can not be forced to plead guilty by way of coercion, pressure or threats. provisions is clearly contained in the above article, which stated that the purpose of preliminary investigation by an investigator not to get information about events alleged criminal charge against him. the purpose of this study was to determine the implementation of protection of the rights of suspects in the investigation process. this kind of research is research normative law which focuses on regulatory and legal material. implementations protection of the rights of suspects in the investigation region of Yogyakarta Police, in principle has been implemented in accordance with the law mandated, for example the case of assistance by legal counsel, retained in accordance whit deadline set, given the right to file a pretrial if they received treatment assessed by officers against the law. drawback in this implementation is still often the discovery of the little things in the form of physical torture in the investigation stage.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...