• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alternatif Pola Pengangkutan dan Potensi Pengomposan dalam Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu Kota Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Alternatif Pola Pengangkutan dan Potensi Pengomposan dalam Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu Kota Bandung"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

3) Dalam meminimisasi biaya pengelolaan sampah terpadu ada potensi produk samping yang dihasilkan seperti bahan daur ulang sebagai secundary materials, kompos, energi panas, gas

Setelah proses analisis menghasilkan arahan berupa peningkatan kinerja operasional Bio Reaktor Mini, yang terdiri dari arahan peran serta masyarakat, kelembagaan serta

1) Langsung : Kendaraan pengangkutan mengambil sampah dan langsung dibawa ke tempat pengolahan. 2) Tidak langsung : Sampah diangkut dari wadahnya dengan gerobak

5 Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh Pasar Flamboyan adalah sampah organik dengan persentase sebesar 89,57 %

5 Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh Pasar Flamboyan adalah sampah organik dengan persentase sebesar 89,57 %

Setelah proses analisis menghasilkan arahan berupa peningkatan kinerja operasional Bio Reaktor Mini, yang terdiri dari arahan peran serta masyarakat, kelembagaan serta

Sisa waktu kerja rata-rata dan ritasi yang dimiliki kendaraan pengangkut sampah di Kecamatan Ngaliyan akan menjadi acuan yaitu 3,9 jam dengan jumlah ritasi 12 rit/hari.. Rute

Optimasi dilakukan dengan metode sampling untuk mengetahui jumlah timbulan sampah dan metode routing untuk mengetahui waktu operasional pengangkutan sampah.. Biaya operasional