• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA DI SMP X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA DI SMP X"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bab Pendahuluan ini meletakkan dasar bagi keseluruhan penelitian. Bagian 1.1, Latar Belakang, memberikan konteks penting dengan mengkaji perkembangan remaja, khususnya di usia SMP, menekankan aspek kognitif, fisik, dan psikososial. Penulis membahas periode 'formal operation' menurut Piaget dan menggarisbawahi peran perubahan fisik dan psikososial dalam membentuk relasi orang tua-anak dan pengaruh teman sebaya. Penulis juga menyoroti peran keluarga dan teman sebaya dalam membentuk perilaku merokok, dengan merujuk data prevalensi merokok di Indonesia dari berbagai sumber seperti Depkes. Penggunaan kutipan langsung dari wawancara dengan siswa SMP X memperkuat argumentasi tentang faktor-faktor yang mendorong perilaku merokok, termasuk pengaruh keluarga dan teman sebaya. Secara keseluruhan, latar belakang ini berhasil membangun argumen yang kuat untuk perlunya penelitian ini.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini secara efektif menjelaskan konteks permasalahan perilaku merokok pada siswa SMP. Penulis memaparkan perkembangan remaja awal, menyertakan teori-teori perkembangan seperti Piaget dan Erikson untuk mendukung argumennya. Data statistik mengenai prevalensi merokok di Indonesia yang disajikan memberikan gambaran yang jelas tentang keprihatinan masalah ini. Lebih penting lagi, kutipan wawancara dengan siswa SMP X memberikan perspektif langsung dan relevan, menunjukkan pengalaman dan alasan di balik perilaku merokok. Integrasi teori perkembangan remaja dengan data empiris dan wawancara ini memperkuat argumen dan memberikan dasar yang kokoh bagi rumusan masalah dan tujuan penelitian.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian diformulasikan dengan jelas dan ringkas: apakah ada pengaruh dukungan keluarga dan teman sebaya terhadap perilaku merokok pada siswa SMP X? Rumusan masalah ini langsung dan fokus, menunjukkan keterkaitan antara variabel independen (dukungan keluarga dan teman sebaya) dengan variabel dependen (perilaku merokok). Kejelasan rumusan masalah ini penting karena membimbing arah penelitian dan analisis data secara efektif. Hal ini menunjukkan ketelitian penulis dalam merumuskan inti permasalahan yang akan diteliti.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian, baik umum maupun khusus, disusun secara sistematis. Tujuan umum dengan jelas menyatakan fokus utama penelitian, yaitu untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga dan teman sebaya terhadap perilaku merokok. Tujuan khusus kemudian memecah tujuan umum menjadi langkah-langkah yang lebih spesifik dan terukur, yaitu mengidentifikasi dukungan keluarga dan teman sebaya, serta menganalisis pengaruh keduanya terhadap perilaku merokok. Struktur tujuan yang terarah ini memastikan agar penelitian dilakukan secara terorganisir dan hasilnya dapat diinterpretasi dengan baik. Pembagian tujuan umum dan khusus ini sangat penting dalam konteks metodologi penelitian.

1.4 Manfaat Penelitian

Bagian ini menjelaskan manfaat penelitian secara komprehensif, meliputi manfaat teoritis dan praktis. Manfaat teoritis menekankan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu keperawatan, khususnya dalam memahami perkembangan remaja. Manfaat praktis diuraikan lebih lanjut dengan menunjukkan aplikasi hasil penelitian untuk institusi pendidikan, penelitian selanjutnya, dan bahkan untuk intervensi dalam mengatasi masalah perilaku merokok. Pembahasan manfaat yang komprehensif ini menunjukkan pemahaman penulis tentang implikasi penelitiannya dalam konteks yang lebih luas. Pembahasan manfaat praktis meliputi aplikasi dan implikasi hasil penelitian bagi berbagai pihak yang terlibat.

1.5 Keaslian Penelitian

Bagian ini membahas keaslian penelitian dengan membandingkannya dengan penelitian terdahulu yang relevan. Penulis secara sistematis menjelaskan perbedaan metodologi dan fokus penelitiannya dengan penelitian sebelumnya. Hal ini menunjukkan pemahaman penulis akan literatur yang ada dan kemampuannya untuk membedakan penelitiannya dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Perbandingan yang detail dengan penelitian lain menonjolkan orisinalitas dan kontribusi penelitian ini. Penulis berhasil menunjukkan bagaimana penelitian ini berbeda dari studi-studi sebelumnya dan mengisi celah pengetahuan yang ada.

II. Tinjauan Pustaka

Bab Tinjauan Pustaka ini memberikan landasan teoritis yang kuat bagi penelitian. Penulis membahas konsep-konsep kunci yang relevan, seperti dukungan keluarga, teman sebaya, remaja, perilaku manusia, dan perilaku merokok. Setiap konsep diuraikan secara detail, disertai dengan definisi, jenis-jenis, faktor-faktor yang berpengaruh, dan teori-teori yang mendukung. Penulis juga menjelaskan instrumen yang digunakan dalam penelitian, seperti kuesioner Perceived Social Support Family (PSS-FA), Perceived Social Support Friends (PSS-FS), dan Smoking Status and Smoking Susceptibility. Penggunaan berbagai sumber rujukan akademik menunjukkan kedalaman pemahaman penulis dan kredibilitas penelitian ini. Penggunaan beragam sumber rujukan menunjukkan pemahaman menyeluruh penulis terhadap berbagai perspektif yang ada dalam kajian literatur.

2.1 Konsep Dukungan Keluarga

Bagian ini mendefinisikan dukungan keluarga secara komprehensif, termasuk pengertian, jenis-jenis keluarga, faktor-faktor yang mempengaruhinya, fungsi keluarga, dan peran orang tua. Penulis juga menjelaskan instrumen kuesioner Perceived Social Support From Family (PSS-FA) yang digunakan untuk mengukur variabel ini. Integrasi teori-teori keluarga dengan penjelasan instrumen penelitian menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang konsep dukungan keluarga dan bagaimana hal itu diukur dalam penelitian. Penjelasan yang rinci memberikan dasar metodologis yang kuat untuk pengukuran dukungan keluarga.

2.2 Konsep Teman Sebaya

Konsep teman sebaya dibahas secara sistematis, meliputi pengertian, fungsi, jenis-jenis kelompok teman sebaya, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penulis juga menjelaskan instrumen kuesioner Perceived Social Support From Friends (PSS-FS) yang relevan. Pembahasan ini mencakup pengaruh positif dan negatif teman sebaya terhadap perilaku remaja, dengan mengacu pada teori-teori yang mendukung. Integrasi teori dan penjelasan instrumen menunjukkan keakuratan dan validitas metodologi pengukuran dukungan teman sebaya dalam penelitian. Penjelasan yang lengkap mengenai fungsi teman sebaya, baik yang positif maupun negatif, penting untuk konteks penelitian.

2.3 Konsep Remaja

Bagian ini memberikan gambaran komprehensif tentang konsep remaja, termasuk pengertian, tahapan perkembangan remaja, dan perkembangan pada remaja awal. Penulis membahas aspek kognitif, fisik, dan psikososial perkembangan remaja awal, menggunakan teori-teori perkembangan seperti teori Piaget dan Erikson untuk menjelaskan perkembangan remaja dan perannya dalam membentuk perilaku merokok. Pembahasan ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk memahami konteks perilaku merokok pada siswa SMP. Teori-teori perkembangan yang dirujuk memberikan dasar teoretis yang kokoh untuk menafsirkan data penelitian.

2.4 Konsep Perilaku Manusia

Bagian ini memberikan penjelasan tentang konsep perilaku manusia secara umum. Penulis mendefinisikan perilaku, menjelaskan jenis-jenisnya, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pembahasan ini memberikan kerangka teoritis untuk memahami perilaku merokok sebagai suatu bentuk perilaku manusia. Pembahasan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sangat penting untuk memahami multidimensi perilaku merokok. Konsep perilaku ini memberikan kerangka umum untuk memahami perilaku merokok dalam konteks penelitian.

2.5 Konsep Perilaku Merokok

Bagian ini membahas secara spesifik tentang perilaku merokok pada remaja. Penjelasan yang komprehensif meliputi definisi perilaku merokok, tahapan-tahapannya, faktor-faktor yang memengaruhi, jenis-jenis perokok, dan konsep perilaku merokok pada remaja. Penulis juga menjelaskan instrumen kuesioner Smoking Status and Smoking Susceptibility yang digunakan dalam penelitian. Pembahasan yang komprehensif ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk menganalisis data penelitian. Penulis memaparkan berbagai faktor yang melatarbelakangi perilaku merokok pada remaja, sehingga pemahaman akan hal ini menjadi semakin mendalam. Pembahasan mengenai instrumen pengukuran memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana variabel tersebut diukur.

III. Kerangka Konsep dan Hipotesis Penelitian

Bab ini menyajikan kerangka konseptual penelitian yang menggambarkan hubungan antara variabel independen (dukungan keluarga dan teman sebaya) dan variabel dependen (perilaku merokok). Kerangka konsep ini secara visual menunjukkan bagaimana dukungan keluarga dan teman sebaya dihipotesiskan untuk mempengaruhi perilaku merokok. Hipotesis penelitian dinyatakan secara eksplisit dan teruji, menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen dan dependen.

3.1 Kerangka Konsep

Kerangka konsep yang disajikan dalam bab ini memberikan gambaran visual hubungan antara variabel-variabel penelitian. Kerangka ini menunjukkan bagaimana dukungan keluarga dan teman sebaya dihipotesiskan mempengaruhi perilaku merokok pada siswa SMP. Visualisasi ini memudahkan pemahaman tentang hubungan antar variabel dan memperjelas alur berpikir penelitian. Dengan adanya kerangka konsep, pembaca akan lebih mudah memahami alur berpikir dan hubungan antar variabel dalam penelitian ini.

3.2 Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian dirumuskan secara jelas dan terukur. Hipotesis ini menunjukan dugaan adanya pengaruh dukungan keluarga dan teman sebaya terhadap perilaku merokok siswa SMP X. Rumusan hipotesis yang spesifik dan terukur ini penting karena berfungsi sebagai pedoman dalam analisis data dan penarikan kesimpulan. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan landasan teori dan kerangka konsep yang telah dijelaskan sebelumnya. Kejelasan hipotesis ini sangat penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan secara sistematis dan hasilnya dapat diinterpretasi dengan baik.

IV. Metode Penelitian

Bab ini menjelaskan secara detail metodologi yang digunakan dalam penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penulis menjelaskan populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel (purposive sampling). Variabel penelitian, definisi operasional, waktu dan tempat penelitian, instrumen penelitian (kuesioner), uji validitas dan reliabilitas, prosedur pengumpulan data, dan analisis data (uji regresi linier berganda) dijelaskan secara sistematis dan rinci. Penjelasan yang detail ini memastikan bahwa penelitian dilakukan secara ilmiah dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

4.1 Desain Penelitian

Penulis menjelaskan secara rinci desain penelitian yang digunakan, yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pilihan desain ini dijelaskan secara rasional dan dikaitkan dengan tujuan penelitian. Penjelasan yang jelas tentang desain penelitian ini penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas metodologi yang digunakan. Pemilihan desain penelitian yang tepat akan memastikan bahwa hasil penelitian dapat diinterpretasi dengan tepat dan memberikan jawaban atas rumusan masalah.

4.2 Kerangka Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran umum alur penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga analisis data. Penjelasan ini memastikan bahwa metodologi penelitian terstruktur dan sistematis. Kerangka penelitian yang jelas ini penting untuk memastikan bahwa semua tahap penelitian dilakukan secara terorganisir dan konsisten. Dengan adanya gambaran alur penelitian, pembaca akan lebih mudah memahami langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini.

4.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel

Penjelasan tentang populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel (purposive sampling) diberikan secara detail dan sistematis. Penulis menjelaskan alasan penggunaan purposive sampling, dan bagaimana sampel dipilih. Penjelasan ini penting untuk menunjukkan representasi sampel dan untuk memastikan validitas generalisasi hasil penelitian. Teknik pengambilan sampel yang tepat akan memastikan bahwa hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi yang lebih besar.

4.4 Variabel Penelitian

Variabel independen (dukungan keluarga dan teman sebaya) dan variabel dependen (perilaku merokok) diidentifikasi dan dijelaskan dengan jelas. Penjelasan yang rinci tentang variabel-variabel ini sangat penting untuk memastikan pemahaman yang konsisten tentang konsep-konsep yang diteliti. Definisi operasional variabel yang jelas sangat penting untuk menghindari ambiguitas dan memastikan bahwa penelitian dilakukan secara sistematis.

4.5 Definisi Operasional

Definisi operasional dari setiap variabel penelitian diberikan secara detail dan jelas. Definisi operasional ini menjelaskan bagaimana masing-masing variabel diukur dan diobservasi dalam penelitian. Definisi operasional yang jelas dan spesifik ini penting untuk menghindari ambiguitas dan memastikan bahwa penelitian dilakukan secara sistematis. Kejelasan definisi operasional sangat penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat diinterpretasi dengan tepat dan dapat direplikasi.

4.6 Waktu dan Tempat Penelitian

Penulis menjelaskan secara jelas waktu dan tempat penelitian dilakukan. Penjelasan ini penting untuk memberikan konteks dan transparansi tentang pelaksanaan penelitian. Informasi ini penting untuk memberikan konteks dan memastikan reproduksibilitas penelitian. Dengan mengetahui waktu dan tempat, pembaca akan lebih mudah memahami konteks penelitian dan dapat mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin memengaruhi hasil.

4.7 Instrumen Penelitian

Penulis menjelaskan secara detail instrumen yang digunakan, yaitu kuesioner dukungan keluarga, kuesioner dukungan teman sebaya, dan kuesioner perilaku merokok. Penjelasan mengenai validitas dan reliabilitas instrumen juga diberikan. Penjelasan ini penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang dikumpulkan. Instrumen yang valid dan reliabel memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat dan dapat diandalkan.

4.8 Prosedur Pengumpulan Data dan Analisa Data

Penjelasan rinci tentang prosedur pengumpulan dan pengolahan data diberikan, meliputi langkah-langkah yang diambil untuk mengumpulkan data dari responden. Penulis juga menjelaskan bagaimana data tersebut diolah dan dianalisis. Penjelasan yang detail dan sistematis ini penting untuk memastikan validitas dan transparansi proses penelitian. Penjelasan yang sistematis tentang prosedur pengumpulan dan pengolahan data sangat penting untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan dan dianalisa.

4.9 Analisis Data

Penulis menjelaskan teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis univariat dan multivariat (uji regresi linier berganda). Penjelasan mengenai teknik analisis ini memastikan bahwa metode analisis data yang dipilih sesuai dengan desain penelitian dan tujuan penelitian. Pemilihan teknik analisis data yang tepat akan memastikan bahwa hasil penelitian dapat diinterpretasi dengan tepat dan memberikan jawaban atas rumusan masalah. Penjelasan yang detail mengenai teknik analisis data ini penting untuk memastikan validitas dan keandalan hasil penelitian.

4.10 Prinsip Etis dalam Penelitian

Bab ini menyebutkan prinsip etis dalam penelitian yang dipatuhi, seperti informed consent. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa penelitian dilakukan secara etis dan menghormati hak-hak subjek penelitian. Penelitian yang dilakukan secara etis akan memastikan bahwa hak-hak subjek penelitian dihormati dan dijamin.

V. Hasil Penelitian dan Analisis Data

Bab ini menyajikan hasil penelitian secara sistematis. Karakteristik responden dijelaskan, diikuti dengan deskripsi distribusi responden berdasarkan dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok. Hasil analisis data menggunakan uji regresi linier berganda disajikan secara jelas dan terstruktur. Tabel-tabel dan grafik yang digunakan membantu pembaca memahami hasil penelitian dengan mudah. Penyajian data yang terstruktur memudahkan pembaca untuk memahami hasil penelitian dan menarik kesimpulan yang tepat.

5.1 Hasil Penelitian

Bagian ini menyajikan hasil penelitian secara sistematis, dimulai dengan deskripsi karakteristik responden. Kemudian, distribusi responden berdasarkan variabel dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok disajikan dengan jelas dan terstruktur menggunakan tabel-tabel dan/atau grafik. Penyajian data yang sistematis dan terstruktur ini memudahkan pembaca untuk memahami hasil penelitian secara keseluruhan. Data yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik memudahkan pemahaman atas data yang kompleks.

5.2 Analisis Data Pengaruh Dukungan Keluarga dan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Merokok

Hasil analisis data menggunakan uji regresi linier berganda disajikan dengan jelas dan ringkas. Nilai-nilai statistik yang relevan, seperti nilai p, diinterpretasikan dan dikaitkan dengan hipotesis penelitian. Penjelasan yang detail dan sistematis ini memastikan bahwa hasil analisis data dapat dipahami dan diinterpretasikan dengan tepat. Presentasi hasil uji regresi linier berganda penting untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian.

VI. Pembahasan

Bab ini membahas hasil penelitian secara mendalam, menghubungkan temuan dengan teori-teori dan penelitian terdahulu. Penulis memberikan interpretasi atas hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan. Pembahasan juga mencakup gambaran dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan perilaku merokok pada siswa SMP X, dengan menjelaskan temuan-temuan signifikan dan non-signifikan. Keterbatasan penelitian dan implikasi keperawatan juga dibahas. Pembahasan yang mendalam dan terstruktur ini memberikan interpretasi yang komprehensif dan kontekstual atas hasil penelitian.

6.1 Gambaran Dukungan Keluarga

Bagian ini membahas temuan penelitian mengenai gambaran dukungan keluarga terhadap perilaku merokok siswa SMP X. Penulis menginterpretasikan data yang diperoleh dan menghubungkannya dengan teori-teori yang telah dijelaskan dalam tinjauan pustaka. Pembahasan ini menjelaskan bagaimana dukungan keluarga berperan dalam membentuk perilaku merokok remaja. Analisis data yang dihubungkan dengan teori memberikan interpretasi yang mendalam tentang peran dukungan keluarga dalam perilaku merokok.

6.2 Gambaran Dukungan Teman Sebaya

Bagian ini membahas temuan penelitian mengenai dukungan teman sebaya terhadap perilaku merokok siswa SMP X. Penulis menginterpretasikan data dan menghubungkannya dengan teori-teori yang relevan. Pembahasan ini menjelaskan bagaimana pengaruh teman sebaya berperan dalam membentuk perilaku merokok remaja. Analisis data yang terintegrasi dengan teori memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peranan teman sebaya dalam konteks perilaku merokok.

6.3 Gambaran Perilaku Merokok

Bagian ini membahas temuan penelitian mengenai gambaran perilaku merokok pada siswa SMP X. Penulis menganalisis data yang diperoleh dan membahas berbagai faktor yang mungkin berkontribusi terhadap perilaku merokok. Pembahasan ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang perilaku merokok pada siswa SMP X. Analisis perilaku merokok memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku merokok itu sendiri.

6.4 Hasil Analisis Pengaruh Dukungan Keluarga dan Teman Sebaya

Bagian ini membahas hasil analisis regresi linier berganda yang menguji pengaruh dukungan keluarga dan teman sebaya terhadap perilaku merokok. Penulis menginterpretasikan hasil uji statistik dan membahas implikasinya terhadap hipotesis penelitian. Pembahasan ini menjawab pertanyaan penelitian utama dan memberikan kesimpulan berdasarkan bukti empiris. Interpretasi hasil analisis regresi linier berganda sangat penting untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis.

6.5 Keterbatasan Penelitian

Penulis secara jujur mengakui keterbatasan penelitian, seperti keterbatasan sampel atau metode pengumpulan data. Pengakuan keterbatasan ini penting untuk memberikan gambaran yang objektif tentang penelitian dan untuk mengidentifikasi area pengembangan penelitian selanjutnya. Keterbatasan penelitian yang diakui akan memberikan gambaran yang lebih realistis terhadap temuan penelitian.

6.6 Implikasi Keperawatan

Bagian ini menjelaskan implikasi temuan penelitian bagi praktik keperawatan. Penulis membahas bagaimana temuan penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan intervensi keperawatan dalam mencegah atau mengatasi perilaku merokok pada remaja. Pembahasan ini menunjukkan relevansi penelitian dalam konteks praktik keperawatan. Pembahasan mengenai implikasi keperawatan menunjukkan manfaat praktis dari penelitian yang telah dilakukan.

VII. Penutup

Bab Penutup ini merangkum kesimpulan penelitian dan memberikan saran-saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan penelitian didasarkan pada hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan. Saran-saran yang diberikan memberikan arah untuk penelitian selanjutnya dan pengembangan intervensi yang lebih efektif. Kesimpulan dan saran yang komprehensif ini memberikan ringkasan keseluruhan penelitian dan memberikan arah untuk penelitian masa depan.

7.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian merangkum temuan-temuan utama yang telah dibahas sebelumnya. Kesimpulan ini menjawab pertanyaan penelitian dan menguji hipotesis yang diajukan. Kesimpulan yang ringkas dan jelas menunjukkan inti dari penelitian ini. Kesimpulan yang tepat dan ringkas menunjukkan inti dari seluruh proses penelitian.

7.2 Saran

Bagian ini memberikan saran-saran yang konstruktif untuk penelitian selanjutnya dan implikasi bagi praktik keperawatan. Saran-saran ini memberikan arah untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan intervensi yang lebih efektif. Saran yang diberikan harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berjangka waktu (SMART). Saran yang konstruktif dan spesifik akan memberikan kontribusi bagi perkembangan penelitian di bidang yang relevan.

VIII.Daftar Pustaka

Daftar pustaka yang lengkap dan akurat menunjukkan kredibilitas penelitian dan kedalaman pemahaman penulis terhadap literatur yang relevan. Daftar pustaka yang lengkap dan sesuai standar menunjukkan kredibilitas penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

“Hubungan antara Dukungan Orang Tua, Teman Sebaya dan Iklan Rokok dengan Perilaku Merokok Pada Siswa Laki-Laki Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali”.. Jurnal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dan asertivitas dengan perilaku merokok pada siswa di SMP N 5 Purbalingga.. Penelitian

Hasil analisis hubungan pengaruh teman sebaya dan perilaku seksual menurut dukungan keluarga diperoleh pada dukungan keluarga tinggi diperoleh persentase responden

Penelitian meta analisis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teman sebaya dan anggota keluarga yang merokok terhadap kebiasan merokok pada remaja.. Subjek dan Metode: Meta

diketahui secara keseluruhan hasil penelitian dari 50 responden menunjukkan bahwa nilai tertinggi untuk pengaruh teman sebaya terhadap perilaku merokok berada pada kategori

Hasil analisa data perilaku merokok pada remaja tentang merokok diDusun Piring Kecamatan Sanden Bantul Yogyakarta diperoleh perilaku teman sebaya berdasarkan tanggapan

Hal ini dapat diartikan bahwa tingkat hubungan regulasi emosi yang ditinjau dari dukungan sosial teman sebaya adalah lemah mengingat usia perkembangan siswa di SMP X ini ialah usia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi teman sebaya mempengaruhi siswa yang merokok; bagaimana respon siswa dalam menghadapi ajakan teman sebaya untuk merokok;