Pendugaan Heritabilitas Hasil Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Tipe Virginia Di Queensland Australia
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Berdasarkan data peubah bobot polong kering per petak dan bobot 100 biji kering sebagai indikator utama, galur Unila KT9-1, K/WS6, K/Flg-1, dan K/SR-1 menunjukkan bobot polong
Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa karakter jumlah polong total memiliki nilai heritabilitas arti luas yang tinggi hingga sedang dengan nilai KKG yang luas pada
Kultivar Gajah memiliki karakter fisiologi dan daya hasil yang berlawanan dengan kultivar Panter, tetapi kultivar Gajah memiliki bohot 100 biji yang lebih besar
Karakter - karakter pada dua populasi F2 persilangan kacang tanah sebagian besar memiliki nilai duga heritabilitas dan koefisien keragaman genetik yang
Berdasarkan analisis lintas, karakter bobot polong isi, bobot biji tanaman dan bobot polong kering merupakan karakter-karakter yang dapat digunakan sebagai kriteria
Tujuh variabel yang diamati dalam Percobaan II yaitu rata-rata jumlah ginofor dan polong total per tanaman, panjang dan lebar polong, panjang dan lebar biji, dan bobot 10 butir biji
pemberian bakteri PGPR berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, jumlah polong berisi per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, dan hasil
Hasil analisis ragam terhadap berat kering polong total per tanaman, berat kering biji per hektar dan berat kering polong kacang tanah per hektar (Tabel 5 dan 6)