• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seleksi Burung Puyuh Generasi II Berdasarkan Bobot Badan dan Perubahan Biokimia Genetika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Seleksi Burung Puyuh Generasi II Berdasarkan Bobot Badan dan Perubahan Biokimia Genetika"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Bobot badan (g) burung puyuh (Coturnix japonica) generasi I dan II dengan seleksi bobotbadan tinggi (TT)
Tabel 2. Bobot badan (g) burung puyuh (Coturnix japonica) generasi I dan II tanpa seleksi bobotbadan (RR)
Tabel 4.  Perubahan bobot badan dan aspek metabolisme pada burung puyuh (Coturnix japonica)generasi II (umur 6 minggu)

Referensi

Dokumen terkait

Seleksi selama 21 generasi terhadap sifat produksi puyuh dengan kriteria bobot badan besar dan bobot telur yang kecil memberikan pengaruh respon seleksi kumulatif positif pada

Burung puyuh akan mengalami pertumbuhan yang cepat pada fase grower yaitu ditunjukkan dengan pertambahan bobot badan karena kadar protein yang lebih banyak dan jumlah

Correlations Correlations Pertambahan Bobot Badan Minggu I (Seleksi) Berat Telur Pertama (Seleksi) Pertambahan Bobot Badan. Minggu

Tahap pelaksanaan penelitian diawali dengan memelihara puyuh jantan umur 2 hari yang diambil beberapa sampel untuk ditimbang agar mengetahui rata- rata bobot badan awal

feeding) yang sesuai untuk performans awal peneluran burung puyuh (Cortunix cortunix japonica) yang meliputi umur awal bertelur, bobot badan awal bertelur dan

3.2.4.3.Bobot non karkas dan persentase non karkas : puyuh jantan diambil 1-2 ekor/unit percobaan setiap perlakuan pada akhir pemeliharaan umur 8 minggu

4 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa korelasi genetik dan fenotipik korelasi fenotipik bobot badan puyuh umur empat minggu dengan bobot telur menunjukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis statistik pemberian ramuan herbal sebagai feed additive terhadap bobot karkas, bobot hati, bobot, jantung, dan bobot gizzard pada burung puyuh