WEWENANG OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DALAM PENGATURAN DAN PENGAWASAN TERHADAP BANK SYARIAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN
Teks penuh
Dokumen terkait
Lembaga perbankan merupakan inti dari sistem keuangan dari setiap negara. Bank adalah lembaga keuangan yang menjadi tempat bagi orang perseorangan, badan-badan usaha
Dari gambaran diatas, maka penelitian ini akan membahas tentang peranan Bank Indonesia terhadap perkembangan bank syariah di Kota Denpasar-Bali setelah adanya Otoritas
Akibat hukum terhadap Bank Indonesia atas peralihan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 21
Pasal 34 ayat (2) undang-undang OJK dinyatakan bahwa anggaran OJK bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan/atau pungutan dari pihak yang melakukan kegiatan
Dari gambaran diatas, maka penelitian ini akan membahas tentang peranan Bank Indonesia terhadap perkembangan bank syariah di Kota Denpasar-Bali setelah adanya Otoritas
Menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan tertentu dari bank, melaksanakan pengawasan bank dan mengenakan sanksi terhadap
Total Aset Gross, Total Pembiayaan, Dana Pihak Ketiga, FDR Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah berdasarkan Kota/Kabupaten - Oktober 2021 Total of Gross Assets, Financing, Depositor
Total Aset Gross, Pembiayaan, Dana Pihak Ketiga, dan FDR Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah berdasarkan Kota/Kabupaten Total of Gross Assets, Financing, Depositor Funds,