• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Pedoman Pembinaan Program Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Sarana Kesehatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Buku Pedoman Pembinaan Program Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Sarana Kesehatan"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BUKU PED OMAN PE M BINAAN P RO GR AM PRI LAK U HIDUP BE RSIH DAN SEHAT 01

iihUU.'HMMhht'

KAlA PENGANlAR

Dalam rangka menyongsong era desentralisasi, dimana Kabupatenl Kota mempunyai wewenang penuh untuk mengembangkan program kesehatan di wilayah kerjanya , maka Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat telah mengembangkan tiga macam buku Pembinaan PHBS yang terdiri dari :

a. Buku Pembinaan PHBS di Tatanan Rumah Tangga b. Buku Pembinaan PHBS di Tatanan Sarana Kesehatan c. Buku Pembinaan PHBS di Tatanan Tempat-Tempat Umum Buku ini disusun untuk memberikan panduan kepada para petugas baik di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan dalam membina petugas dan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Buku ini diharapkan dapat dipergunakan oleh pengelolalpetugas PKM , pengelola program dan sektor terkait.

Harapan kami , panduan ini dapat dipergunakan secara kreatif, sesuai dengan permasalahan dan tantangan setempat.

Masukan atau tanggapan untuk perbaikan dan penyempurnaan buku ini sangat kami harapkan .

Jakarta, Februari 2000

KEPALA PUSAT PENYULUHAN KESEHATAI\J MASYARAKAT,

セ@

dイウNセh@

(3)

BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN

DAFTAR lSI

Kata Pengantar .. ... .. ... .. ... ... ... ... ... ... ... ... ... i

Daftar lsi .... ... .. .. ... ... ... .. .. .... ... ... ... .... ... ... ii

Bab I. Pendahuluan ... ... .. ... ... ... ... ... .. .. 1

A. Latar Belakang ... .. ... ... ... .. ... ... 1

B. Tujuan ... ... ... ... ... .... ... .... ... ... ... .... .. 2

C. Pengertian ... .. ... ... 2

Bab II. Pembinaan Program PHBS di Sarana Kesehatan .. ... .4

A. Tujuan .... ... .. ... ... ... ... ... ... 4

B. Ruang Lingkup dan Sasaran .. .. ... ... .4

C. Langkah-Iangkah Pembinaan Program PHBS ... .... 5

1. Tahap Persiapan .. .. ... ... ... ... ... ... 6

2. Tahap Pengkajiall .. ... ... ... ... ... ... 9

3. Tahap Perencanaan .. ... ... ... ... .. ... 12

D. Penggerakan dan Pelaksanaan ... ... .. ... ... .. 15

E. Strategi dan Langkah-Iangkah PHBS ... .. ... 21

F. Pemantauan dan Periliaian ... ... .. .. ... ... .... ... 25

Bab III. A. Indikator PHBS ... ... ... ... .. .. ... ... ... .. .. ... .... 27

B. Definisi Operasional ... .... ... ... ... .. ... ... ... ... .27

Bab IV. Penutup ... ... .... .... ... ... ... .... .. .. .. .. ... .. ... ... 32 Lampiran

(4)

BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN

PENDAHUlUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dengan perkataan lain masyarakat diharapkan mampu berpartisipasi aktif dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri, dengan demikian masyarakat mampu menjadi subjek dalam pembangunan kesehatan.

Penyuluhan kesehatan masyarakat, disingkat PKM merupakan pro-gram pokok yang disebutkan pada urutan pertama, diantara 7 propro-gram pokok dan 10 program unggulan dalam pembangunan kesehatan. Sedangkan pembangunan kesehatan mempunyai peran menentukan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merupakan fokus pembangunan nasional. Oleh karena itu program PKM perlu diselenggarakan dengan sebaik-baiknya , agar dapat memberikan sumbangan yang nyata dalam pembangunan kesehatan pada khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya.

Menyambut pelaksanaan Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Desentralisasi yang menjadikan Kabupaten/Kota mempunyai wewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara lokal dengan prakarsa sendiri dan berdasarkan aspirasi masayarakat, maka dituntut petugas-petugas yang terampil dan berwawasan luas untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat terutama di bidang kesehatan . Demikian juga dalam upaya memasyarakatkan dan membudayakan PHBS di Kabupatenl Kota, petugas kesehatan dituntut kemampuannya untuk bisa melaksanakan tugas tersebut secara baik dan efektif.

(5)

BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN

khususnya untuk mulai mengubah pola pikir dari sudut pandang sakit menjadi sudut pandang sehat, yang lebih dikenal dengan istilah "Paradigma Sehat" Dalam kaitan ini , pada tanggal 1 Maret 1999, Presiden Republik In-donesia telah mencanangkan "Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan" sebagai Strategi Pembangunan Nasional untuk mewujudkan "Indonesia Sehat 2010". Paradigma Sehat tersebut perlu dijabarkan dan dioperasionalkan antara lain dalam bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan Paradigma Sehat dalam budaya hidup perorangan, keluarga dan masyarakat yang berorientasi sehat, bertujuan untuk meningkatkan , memelihara, dan melindungi kesehatannya baik fisik, mental spiritual maupun sosial.

B. TUJUAN

Tujuan disusunnya Buku Pedoman Program Pembinaan PHBS di tatanan sarana kesehatan ini adalah untuk memberikan gambaran atau arahan bagi pengelola program PKM/pengelola program PHBS di tingkat Kabupaten/Kota sehingga dapat melaksanakan tugas pekerjaan yang terkait dengan pembinaan terprogram PHBS dengan sebaik baiknya. Sedangkan bagi petugas puskesmas mempunyai dua fungsi. Fungsi pertama yaitu sebagai pembina wilayah di tingkat kecamatan dalam melaksanakan pro-gram yang telah dtetapkan sebelumnya yang berkaitan dengan PHBS seperti kesehatan lingkungan, gizi, JPKM, gaya hidup sehat dan upaya kesehatan. Fungsi kedua yaitu puskesmas sebagai pelaksana program PHBS ditatanannya sendiri ( sarana kesehatan ) dan tatanan lainnya seperti tatanan rumah tangga.

Penyusunan buku ini terkait erat dengan buku panduan manajemen penyuluhan kesehatan masyarakat tingkat Kabupaten, yang telah diterbitkan oleh Pusat PKM pada tahun 1996/1997 .

C.

PENGERTIAN
(6)

BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRllAKU HIOUP BERSIH OAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN

PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support) , dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, dalam tatanan masing-masing, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat, dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan.

2. Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan seperti; Puskesmas, Rumah Sakit, Rumah Sakit Bersalin/RB, Balai pengobatan, dll.

3. Sasaran:

o

SASARAN PRIMER

Adalah sasaran yang benar-benar diharapkan berubahl meningkat pengetahuan , sikap dan perilakunya dari yang tidak atau kurang Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat, menjadi Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai petugas kesellatan di Sarana Kesehatan.

o

SASARAN SEKUNDER

Adalah sasaran yang mempunyai pengaruh, baik langsung maupun tidak langsung kepada sasaran primer yang diharapkan akan dapat mempercepat tercapainya tujuan PHBS.

o

SASARAN TERSIER
(7)

BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

D,I.f.hdlr.s3f13nV.fl'

PEMBINAAN PROGRAM PHBS

D

I SARANA KESEHATAN

A. TUJUAN

Tujuan umum

Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat di Sarana Kesehatan.

Tujuan khusus

Petugas kesehatan di sarana kesehatan mampu melakukan pembinaan program PHBS sehingga dapat :

1 Meningkatkan PHBS di Tatanan Rumah Sakit. 2 Meningkatkan PHBS di Tatanan Puskesmas. 3 Meningkatkan PHBS di Tatanan RSB/RB.

4 Meningkatkan PHBS di Tatanan Balai Pengobatan/Sarana Kesehatan lainnya.

B. RUANG lINGKUP DAN SASARAN

NO RUANG SASARAN

lINGKUP PRIMER SEKUNDER TERSIER

1 Rumah Sakil - Pelugas kesehalan (baik

pelugas medis/nDn medis) - Pelugas Kesehalan di RS

(pelugas medis/non medis) - Pengunjung Rumah Sakil - Masyarakal yang tinggal

sekilar RS

Direk1ur RS - Ka . DinKes

Kabupalen/Kola

I - BupalilWalikola

- Bapeda - Camal

2 Puskesmas - Pengunjung Puskesmas

- Masyarakal yang tinggal sekilar Puskesmas

Kepala Puskesmas dan Slat

Sda+Organisasi Protesi seperti : 101, PDGI, PPNI , IBI , PERSI,IAKMI, organisasi profesi lain.

3 RSB/RB - Pelugas di RSB/RB

(Medis/non medis)

Direklur RSB/RB Sda

MMMMMMMMMMMMMMセエエᄋMMMMMMMMMMMMMM

(8)

BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN

C. LANGKAH-LANGKAH PEMBINAAN PROGRAM PHBS DI SARANA KESEHATAN

1. Oiseminasi informasi program PHBS kepada petugas di sarana kesehatan dan lintas program di tingkat Kabupaten/Kota

2. Mengarahkan dan membimbing pelaksanaan pengkajian PHBS. 3. Mengarahkan dan membimbing proses penyusunan rencana kegiatan PHBS seperti ; menentukan tujuan, menyusun langkah-langkah  kegiatan , pengembangan  media  dll. 

4.   Melakukan  Monitoring dan  Supervisi  pelaksanaan  PHBS . 

5.   Membantu  proses penilaian  PHBS . 

6.   Menindaklanjuti  hasil  penilaian 

­+ 

Re assesment.

.

.

...  

.

...

. . . 

PRINSIP PEMBINAAN

Oalam  mengoperasionalkan langkah­Iangkah  pembinaan di atas,  petugas kesehatan  kabupaten/kota perlu  memperhatikan pola  kegiatan/sistim  kerja yang  sudah  berjalan di 

masing­masing sarana kesehatan. 

. . 

. . . 

.  

.

.

. . . 

.

. . . 

. . . 

.  

.

.... 

Contoh: 

•   Oi  Puskesmas ada  proses  P1 , P2,  P3 , dst 

•   Oi  Rumah  Sakit,  RSB/RB, BP  lainnya ada  pertemuan  berkala 

Sumber Pembiayaan 

Perencanaan  pembiayaan  dimulai  dari  tingkat  Puskesmas .  Perencanaan  dapat  bersumber  dari  APBN , APBO , bantuan  dari  sektor  terkait, LSM , BLN , dll. 

(9)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  DI 

JihOii.UMMUW'

Untuk petugas kesehatan yang akan  melaksanakan  program  PHBS  di  sarana kesehatan dapat mengacu pada Buku  Pedoman  Manajemen  PHBS  tingkat Puskesmas yang pernah diterbitkan oleh Pusat PKM yang jika dilihat  kembali  mengikuti  pola  manajemen  baku  yang  meliputi;  persiapan,  perencanaan,  pelaksanaan  dan  monitoring  dan  evaluasi  seperti  dibawah  ini: 

POLA PEMBINAAN

1. TAHAP PERSIAPAN

Langkah­Iangkah yang harus diperhatikan pada tahap persiapan adalah  sebagai  berikut : 

a. Diseminasi Informasi

Persiapan­persiapan  kegiatan  PHBS  ini  dimaksudkan  untuk  diseminasi informasi atau sosialisasi tentang segala sesuatu yang  berhubungan dengan rencana kegiatan  PHBS yang akan dilakukan  di  semua  sarana  kesehatan.  Dilaksanakan  oleh  petugas  Kabupaten/Kota yang  berkompeten.  Kegiatan  ini  juga sekaligus  sebagai  langkah  advokasi  singkat  kepada  pihak­pihak  penentu  kebijakan  di tingkat kabupaten. 

Diseminasi  informasi  ditujukan  juga  kepada  lintas  sektor  dan  lintas  program  di  sarana  kesehatan. 

1). Tujuan

Tujuan  sosialisasi  disini adalah  agar semua  petugas  kese-hatan  di  Puskesmas,  Rumah  Sakit,  RSB/RB  dan  BP  (Balai  Pengobatan) lainnya mengetahui program  PHBS dan siap :  •   Mendukung  rencana  kegiatan  PHBS. 

•   Sepakat untuk melaksanakan program  PHBS  di  Sarana  Kesehatan  masing­masing . 

(10)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

2). Sasaran

•   Direktur Rumah  Sakit  •   Kepala  Puskesmas 

•   Direktur/Kepala Rumah Sakit Bersalin/ Rumah  Bersalin  •   Kepala  BP/Sarana  Kesehatan  lainnya. 

•   Bidan  di  desa 

•   Petugas  pelaksana kesehatan 

3). Maleri

•   Program  PHBS 

•   Langkah­Iangkah  pengelolaan  PHBS 

4). Melode

•   Ceramah,  tanya jawab 

5). Media

•   Buku  Pedoman  PHBS  •   Makalah  PHBS 

•   Poster,  leaflet, media elektronik (VCD, siaran  radio, dll). 

6). Pelaksana

•   Seksi  PKM  Kabupaten/Kota 

•   Tim  pelaksana/koordinator PHBS  Kabupaten/Kota  •   Masing­masing  puskesmas,  Rumah  Sakit 

melak-sanakan  sendiri. 

7). Benluk Kegialan

(11)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  OAN  SEHAT  01 

Ji.i;f.iR'\if13:t.ViI'

b. Persiapan Sarana

Persiapan ini untuk mengindetifikasi kebutuhan sarana, baik jenis ,  jumlah  maupun  sumber  untuk  pengadaan  yang  ada  di  Sarana  Kesehatan , contoh­contoh  sarana yang  dibutuhkan  antara  lain  : 

1.  Untuk pengkajian ; daftar pertanyaan, daftar sarana kesehatan  yang  akan  dikaji,  alat transportasi , dll. 

2.  Untuk  perencanaan ; alat  tulis  dan  bahan­bahan  lain  untuk  pertemuan . 

3.  Untuk  penggerakan  pelaksanaan;  alat  tranportasi,  media  penyuluhan , alat tulis,  komputer, dll. 

4.  Untuk monitoring/evaluasi; daftar pertanyaan dan daftar PHBS,  alat transportasi , dll. 

Untuk pembinaan selanjutnya, petugas kabupaten/kota mengacu  pada  pedoman  pembinaan  dan  prinsip  pembinaan  seperti  yang  sudah  dijelaskan  diatas. 

c.

Persiapan Administrasi

Dalam  rangka  mempersiapkan  lapangan  dan  untuk  pertemuan-pertemuan lain diperlukan persiapan administrasi, misalnya; surat  untuk  kepala  desa  dalam  rangka  persiapan  responden , surat  un dan gan  untu k  pe rte muan­ pe rte muan,  pe n catatan  dan  pelaporan,  dll. 

d. Persiapan Pelaksanaan

Persiapan  pelaksana  dilakukan  untuk  menginventarisasi  siapa  melakukan  apa.  Walaupun  dalam tahap  perencanaan  akan  lebih  spesifik lagi , namun pada tahap awal  ini  perlu  juga dijajagi  mini-mal  siapa  yang  bertanggung  jawab  terhadap  masing­masing  kegiatan . 

(12)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  DI  SARANA  KESEHATAN 

2.  TAHAP  PENGKAJIAN 

Pengkajian  PHBS  dilakukan  oleh  petugas  di  masing­masing  tatanan  sarana  kesehatan . Pengkajian  ini  dilakukan  setelah  dilaksanakannya  tahap sosialisasi , diseminasi  informasi program PHBS kepada  pihak-pihak yang dapat memberikan kontribusi bagi pelaksanaan PHBS. Ada tiga klasifikasi untuk menentukan Pengkajian PHBS dilakukan sebagai data dasar dalam menentukan klasifikasi tatanan sarana kesehatan .

Adapun cara klasifikasi PHBS di sarana kesehatan meliputi :

a. Klasifikasi jika jawaban ya banyaknya antara 1 s.d 2

(warna merah)

.

b. Klasifikasi II jika jawaban ya banyaknya antara 3 s.d 4

(warna hijau)

c. Klasifikasi III jika jawaban ya banyaknya antara 5 s.d 6 (warna hijau)

d. Klasifikasi IV: jika jawaban ya 7 s.d 8 (warna biru)

Selanjutnya klasifikasi dapat ditingkatkan berdasarkan intervensi yang dilakukan . Jika intervensi berhasil tentu klasifikasi akan meningkat dan sebaliknya.

Selain itu ada delapan indikator di tatanan sarana kesehatan sebagai indikator yang telah disepakati secara nasional . Daerah diberi kesempatan untuk mengembangkan indikator -indikator tersebut sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan daerah masing-masing. Pengkajian dilakukan dengan seksama mencakup pengkajian masalah kesellatan , masalah "perilaku" yang berhubungan dengan PHBS , pellletaan wilayah , dan pengkajian sumber daya dan tenaga yang ada.

(13)

---C).---BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

a.

Pengkajian masalah penyakit

•   Tahap  pertama  dari  kegiatan  pengkajian  masalah  kesehatan  di sarana kesehatan adalah dengan mengkaji data 10 penyakit  terbanyak, dimana  biasanya  data tersebut  dapat diperoleh  di  puskesmas/RS. 

•   Kalau belum ada bisa dilakukan sendiri dengan melihat laporan  puskesmas/RS  ditambah dengan  laporan  dari  semua  sarana  pelayanan  kesehatan  yang  ada  di  wilayah  kerja  puskesmasl  RS . 

•   Dari  daftar  10  penyakit terbanyak  ini  bisa  ditarik  kesimpulan  bahwa  10  penyakit tersebut  merupakan  masalah  kesehatan  yang  banyak  menimpa  masyarakat setempat. 

•   Dalam mengkaji masalah kesehatan, petugas di sarana kesehatan  harus  mempertimbangkan  masalah­masalah antara lain: 

1.   Penyebab  masalah 

2.  Sifat  masalah  (beratnya,  luasnya,  siapa  yang  banyak  terkena) 

3.  Epidemiologi  masalah  (perjalanan  penyakit) 

Pengkajian  ini  berkaitan  dengan  rencana  intervensi  penyuluhan  dan  pengembangan  pesan  yang  akan  dilaksanakan  setelah  dikaitkan  dengan  kajian  masalah  perilaku/PHBS tersebut. 

b. Pengkajian PHBS

Pengkajian  PHBS  dimaksudkan  untuk  mengetahui  apakah  petugas  kesehatan  melaksanakan  hal­hal  yang  ada  dalam  indikator,  dan  apabila  tidak  melaksanakan,  apa  penyebabnya.  Perilaku  petugas  yang  berhubungan  dengan  indikator  PHBS  di  sarana  kesehatan  (Iihat  lampiran  1). 

Pengkajian  PHBS untuk sarana kesehatan dilakukan tahap­tahap  sebagai  berikut : 

•   Petugas  kesehatan  melakukan  pendataan  PHBS  di  sarana  kesehatan  dengan  mengisi  lampiran  1 (terlampir). 

(14)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

•   Cara mendapatkan data tersebut setiap petugas mengisi daftar  pertanyaan  khusus  atau  dilakukan  wawancara  oleh  petugas  kabupaten/kota  untuk tatanan  sarana kesehatan. 

•   Dari data tersebut dapat ditentukan klasifikasi PHBS di sarana  kesehatan, apakah  masuk dalam  klasifikasi  II , III, atau  IV.  •   Klasifikasi  PHBS  sarana  kesehatan  ini  dimasukkan  dalam 

lampiran  2 (terlampir) , kemudian  di  rekapitulasi  sehingga  Illenghasilkan  data PHBS  tingkat Kabupaten/Kota. 

•   Luaran  kajian  PHBS  adalah  berupa  rumusan  masalah  yang  nantinya  akan  dijadikan fokus  intervensi. 

c. Pengkajian Sumber Daya

Pengkajian Sumber Daya dimaksudkan untuk mengetahui sampai  sejauh mana sumber daya yang ada terutama sarana, tenaga dan  dana yang tersedia agar dapat direncanakan kegiatan yang  layak  dilaksanakan.  Bila  tidak  tersedia,  perlu  diketahui  pula  penyebabnya, agar dapat direncanakan  pemecahannya. 

Untuk  sarana,  yang  perlu  dikaji  untuk  meningkatkan  indikator  diantaranya : 

•   Ketersediaan  jamban  dan  air bersih 

•   Poster kesehatan  dan  media penyuluhan  lainnya  •   Tempat sampah 

•   Radio  kaset dan  kasetnya  •   Sarana  lain yang  diperlukan.  •   Ketersediaan  alat­alat kebersihan  •   Transportasi . 

Untuk sumber daya  perlu  dijajaki tenaga  pelaksana  penyuluhan  dalam  jumlah  (kuantitas)  dan  pelatihan  yang  telah  diikuti  baik  lintas  program  maupun  lintas sektoral. 

Untuk  sumber  dana  perlu  dijajaki  dana  yang  tersedia  di  lintas  program  di  sarana  kesehatan  yang  ada, jika  memungkinkan  sumber dana dari  lintas sektor. 

(15)

---4D---BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

3. TAHAP PERENCANAAN

a.

Menentukan prioritas

Sebelum  dilakukan prioritas masalah perlu menentukan rumusan  masalah PHBS yang dapat digambarkan pada baris terakhir dalam  format  2 (terlampir)  yang  membuat  urutan  besarnya  masalah  sesuai  dengan  prosentase tiap  indikator PHBS . 

Makin  kecil  prosentasenya,  berarti  makin tinggi  urutan  prioritas  masalahnya. 

Setelah  rumusan  masalah  maka  dapat  ditentukan  prioritas  masalah  dari  hasil  pengkajian  PHBS  telah  diketahui indikator mana yang  prosentasenya  besar  (berarti  yang  menjawab  tidak  lebih  banyak), dan  biasanya itu  merupakan  prioritas, akan tetapi  prioritas  juga  ditentukan  oleh  sumber  daya  yang  tersedia,  kesepakatan  dll. 

Contoh  dari  hasil  pengkajian  di  5  puskesmas  diperolell  data  bahwa: 

•   Indikator  radio  kaset  tidak  berfungsi  (semua  tidak  melaksanakan) 

•   Indikator poster sebanyak  60%  (3  puskesmas)  •   Indikator merokok sebanyak 40% 

Dari hasil pengkajian diperoleh data bahwa di semua puskesmas tidak memiliki radio kaset, dan 2 puskesmas tidak mempunyai poster. Berdasarkan data ini urutan prioritas dapat menjadi :

1.  Masalah  adanya  perilaku  merokok  pada  petugas  kesehatan  2.   Masalah  poster tidak terpasang 

3.   Masalah  radio  kaset tidak  berfungsi 

b. Menentukan tujuan (rumusan tujuan)

1).  Tujuan umum : adalah tujuan untuk meningkatkan klasifikasi  sesuai  dengan  kemampuan  yang  ada 

(16)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

2), Tujuan khusus : adalah tujuan untuk mengubah prosentase  dari  hasil  kajian  indicator yang  diperoleh. 

Sebagai  contoh  telah  ditemukan  bahwa  dari  hasil  rekapitulasi  dari  5  puskesmas  yang  dikaji  mempunyai  klasifikasi  II , dengan  prioritas  masalal1  seperti  diatas. 

Maka  tujuan  urnum  dan  tujuan  khusus  dapat  dirumuskan  sebagai  berikut : 

Tujuan umum

Meningkatkan klasifikasi  PHBS  di  sarana  kesehatan  dari  klasifikasi  II  menjadi  klasifikasi  IV selama 6 bulan 

Tujuan khusus

•   Menurunnya  petugas yang  merokok dari  40%  menjadi  20% 

•   Meningkatnya pemasangan  poster dari  60%  menjadi 80% 

•   Meningkatnya  penyuluhan  melalui  radio  kaset  setiap  hari  dari  20%  menjadi  60%  

Contoh  lain  rumusan  tujuan  untuk rumah  sakit yaitu  :  

Tujuan umum

Meningkatkan  klasifikasi  PHBS  di  Bagian/lnstalasi/UPF  menjadi  klasifikasi  IV selama 6 bulan . 

Tujuan khusus :

•   Meningkatnya jumlah poster yang dipasang di setiap bagianl UPFI  Instalasi  dari  2 buah  menjadi  4 buah. 

•   IVlenurunnya jumlah  petugas  RS  yang  merokok dari  30  menjadi  20%. 

dst.

(17)

BUKU  PEoOMAN  PEMBINAAN  PR O GRAM  PR ILAKU  HloUP  BER SIH  DAN  SEH AT  01  SARANA  KESEHATAN 

c.

Menentukan jenis kegiatan

Dalam  menentukan  jenis  kegiatan  PHBS  di  sarana  kesehatan,  ada kegiatan  standar yang  harus dilaksanakan oleh  penanggung  jawab  PKM/penanggung  jawab  PHBS  di  sarana  kesehatan  tersebut.  Diharapkan  penanggung  jawab  tersebut  mampu  meningkatkan  klasifikasi  sarana  kesehatan.  Bila  kita  urutkan  kegiatan  tersebut  sesuai  indikator,  dapat  disimpulkan  kegiatan  standar tersebut,  seperti tabel  di  bawah  ini. 

NO INDIKATOR VARIABEL PENYEBAB KEGIATAN

1 Tidak ada  air bersih 

Pengadaan  air  Tidak ada dana  • Pertemuan  linsekllinprog  untuk  mencari  dukungan  dana  • Lobi  kepada 

pembuat keputusan 

2 Tidak ada  jamban 

Penyediaan  jamban  Tidak ada  dana  Idem 

3 Tidak  terpasang  poster  kesehatan  • Pengadaan  poster  • Petugas tidak mau  memasang  • Tidak ada dana  • Perilaku  petugas  I  • Idem  • Pembinaan  petugas 

• Beri  penghargaan 

4  Sampah  Berserakan  • Pengadaan tempat  sampah  • Petugaslpengunjung  tidak membuang  sampah  pada  tempatnya  • Tidak ada dana  • Perilaku  petugasl  pengunjung  • Idem  • Penyuluhan  kelompok  • Penyuluhan  melalui  kaset  • Konseling  di  poli 

MMMMMMMMMMMMMMcdセMMMMMMMMMMMM

(18)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01 

HYilf.i3MBif.imi

D. PENGGERAKAN DAN PELAKSANAAN

Tahap  penggerakan  dan  pelaksanaan  dalam  manajemen  PHBS  merupakan  tahap  yang  banyak  unsur  "keteladanan"  dari  petugas  kesehatan  yang  bersangkutan , karena  petugas  kesehatan  baik  di  Institusi kesehatan seperti Dinas kesehatanl Kandepkes di Kabupatenl  Kota) maupun petugas kesehatan di sarana kesehatan seperti RS atau  Puskesmas adalah sebagai tenaga penggerak sekaligus juga bersama  masyarakat sebagai  pelaksana  PHBS. 

Kegiatan  standar PHBS  yang  harus ada  di  sarana kesehatan  : 

1. Pemberdayaan

a. PenyuJuhan di daJam gedung

Penyuluhan di  dalam gedung dapat dilakukan melalui 2 cara : 

1. Secara  lang sung 

Penyuluhan  langsung  dapat  dilakukan  terhadap  sasaran  perorangan  (pasien)  di  poliklinik  dan  terhadap  kelompok  di  ruang  tunggu  baik  pasien  maupun  keluarga  pasien . 

•  Penyuluhan  di  poli : 

o

Tempat di  poliklinik 

o

Kapan dapat  dilakukan  sambil  memeriksa 

pasien  atau  di  akhir pemeriksaan. 

o

Materi materi  sesuai  dengan  masalah 

penyakit  yang  diderita  pasien  dan  diarahkan  agar  pasien  melakukan  hal­hal  yang  dapat  mencegah  terjadinya kembali penyakit tersebut,  termasuk obat yang  akan  diberikan. 

o

Pelaksana Petugas  poli  atau  petugas  lainnya  yang  pada  saat tersebut mempunyai  waktu . 
(19)

jjji;ll4=1b-_ _ _  _ 

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  DI  SARANA  KESEHATAN 

o

Cara Dapat dilakukan secara interpersonal,  sebaiknya  menggunakan  alat  bantu  (media)  seperti  poster,  lembar  balik  dsb. 

• Penyuluhan di ruang tunggu:

o

Tempat di  ruang  tunggu 

o  

Kapan dapat  dilakukan  sebelum  peme-riksaan  pasien  atau  ketika  pasien  sedang  menunggu  di  panggil. 

o

Materi disesuaikan dengan kejadian penyakit  saat  itu  yang  aktual  di  wilayah  tersebut  dan  diarahkan  dengan  hal-hal  yang  dapat  mencegah  terjadinya  penyakit tersebut. 

o

Pelaksana Petugas penyuluh  kesehatan. 

o  

Cara Dilakukan  dengan  penyuluhan 

kelompok , menggunakan  pengeras  suara  atau  media­media  lain  yang  dirasa  perlu . 

2. Penyuluhan tidak  langsung 

a.  Penyuluhan  dilaksanakan  secara  tidak  langsung  yaitu  dengan  menggunakan  media  (baik  cetak  maupun  elektronik) seperti  poster, kaset  suara atau  kaset video  dll. 

b.  Dengan cara ini kegiatan petugas dalam melayani pasien  ataupun  pengunjung  puskesmas/rumah  sakit  tidak  terganggu . 

c.  Dilaksanakan  kapan  saja. 

(20)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

d.  Materi  disesuaikan  dengan  masalah  kesehatan  yang  sedang menjadi prioritas di puskesmas/rumah sakit atau  klinik kesehatan  lainnya. 

e.  Dilakukan  dengan  cara  pemasangan  media  cetak  ditempat­tempat  strategis,  misalnya;  di  tempat  yang  banyak  dilalui  orang , mudah  dilihat dsb.  Juga  dengan  memperdengarkan/menayangkan  media  elektronik  seperti  radio  kaset, video  dsb. 

f.  Dilaksanakan  oleh  tim  koordinator  PKMRS/PHBS  di  rumah  sakit  atau  petugas  lainnya  yang  diserahi  tugas  tersebut. 

b. Penyuluhan di luar gedung

Penyuluhan  di  luar  gedung  dilakukan/diutamakan  dengan  metode  penyuluhan  kelompok.  Terutama  di  rumah  sakit  penyuluhan  di  luar  gedung  dapat  dilakukan  pada  situasi  tertentu  seperti  Hari  Kesehatan  Nasional, Hari  AIDS sedunia,  Hari  Bebas Tembakau  dll. 

Langkah-/angkah yang di/akukan ada/ah :

1.  Tentukan  daerah  mana  yang  akan  dilakukan  penyuluhan  (Iihat rencana  PHBS,  dan  peta  wilayah  PHBS). 

2. Tentukan  materi  penyuluhan  yang  akan  diberikan .  3.  Siapkan  sarana  dan  media yang  diperlukan. 

4. Tentukan siapa pelaksana penyuluhan (upayakan agar pro-gram  terkait dengan  materi  ikut serta). 

5.  Pelaksanaan  penyuluhan . 

6.   Setelah  penyuluhan  selesai,  lakukan  evaluasi  sederhana  untuk mengetahui apakah  pesan yang  disampaikan sudah  dapat  diterima  oleh  sasaran , dan  apakah  sasaran  mau  melakukan  sesuatu  sesuai  pesan  penyuluhan  yang  disampaikan . 

(21)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  DI  SARANA  KESEHATAN 

c. Kegiatan lomba yang berhubungan dengan kesehatan Tujuan  kegiatan  ini  adalah  untuk  meningkatkan  partisipasi  masyarakat dalam Pembangunan Kesehatan . Lomba tersebut  dapat berbentuk lomba TOGA, lomba UKS, lomba Posyandu ,  lomba kader kesehatan , lomba penampilan sarana kesehatan ,  dsb . Lomba  dapat  dilakukan  pada  saat  memperingati  hari -hari besar kesehatan seperti Hari Kesehatan Nasional (HKN), Hari Pangan Sedunia, dsb .

Langkah-Iangkah :

o

Rapat persiapan pembentukan Panitia

o

Rapat panitia untuk menentukan :

» Jenis lomba

» Uraian tugas masing-masing anggota panitia

» Pendanaan

» Tempat pelaksanaan lomba

» Dsb.

o

Pelaksana lomba

o

Penilaian Pemenang lomba

o

Pembagian hadiah disesuaikan dengan hari-hari besar tersebut

2. Pembinaan suasana

a. Pelatihan tenaga pelaksana PHBS di Rumah Sakit , Puskesmas, atau sarana kesehatan lainnya.

Langkah-Iangkah :

1). Lakukan kajian kebutuhan pelatihan

2) . Tentukan panitia pelaksana

3) . Tentukan tenaga/peserta yang akan dilatih

(22)

HIOUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU 

4).  Buat  daftar  materi  yang  akan  diajarkan  (kurikulum) 

5).  Tentukan  tempat  pelatihan 

6).  Buat  undangan  untuk  pengajar  dan  peserta 

7).  Pelaksanaan  pelatihan  dengan  pendekatan  pendididkan  orang  dewasa 

8).  Lakukan  evaluasi  pelatihan  terutama  untuk  melihat  peningkatan  pengetahuan/keterampilan 

b.   Pelatihan  Kader  (masyarakat  di  lingkungan  sekitar sarana  kesehatan  seperti;  pedagang  makanan,  dsb). 

c.   RapatJpertemuan  intern  untuk koordinasi/konsolidasi 

Langkah-JangJah :

1).   Pimpinan  menentukan  agenda  rapat  sesuai  masalah  yang  ada  dengan  mempelajari  laporan  monitoringl  hasil  kajian  PHBS 

2).   Tentukan  hari,  tanggal  dan  jam 

3).   Buat  surat  undangan  yang  disertai  dokumen-dokumen,  agenda yang  akan  dibahas 

4).   Lakukan  pertemuan/rapat yang  diinginkan 

5).   Buat  notulen  rapat  dan  sebarkan  ke  masing­masing  peserta  rapat  sebagai  acuan  dan  tindak lanjut. 

d.  Pertemuan perencanaan  Puskesmas/Rumah SakitJSarana  Kesehatan . 

Langkah-Jangkah :

1.   Pelajari/kaji  masalah  PHBS  yang  ada 

(23)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

2) .  Tentukan  hari,  tanggal  dan  jam  

3).  Suat  surat  undangan  dengan  disertai  dokumen-  dokumen/ agenda yang  akan  dibahas 

4).  Laksanakan  pertemuan/rapat 

5) .  Suat  rumusan  rencana  untuk  mengatasi  masalah  PHSS  

6).  Suat  POA  

3. Advokasi

a.   Pertemuan  lintas sektor/lintas program tingkat  kecamatan 

b.   Pertemuan  lintas  sektor/lintas  program  dengan  Tk.  Kabupaten 

(24)

---GD---SARAN A  KESEHATAN BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01 

E. STRATEGI DAN lANGKAH-lANGKAH PHBS

1. Pendekatan pimpinan (Advokasi)

•   Strategi  ini  terutama  ditujukan  kepada  para  pimpinan  atau  pengambil  keputusan,  seperti  Direktur  rumah  sakit,  Kepala  Puskesmas,  atau  pejabat  di  tingkat  Kabupaten/Kota,  yang  secara  fungsiol1al  maupul1  struktural  membina  Sarana  Kesehatan  (baik  Saral1a  Kesehatan  milik  daerah,  Swasta  maupun  pusat). 

•   Tujuannya  adalah  agar  para  pil11pinan  atau  pengamb fl  keputusal1  l11engupayakan  kebijakan  atau  peraturan  yang  berorientasi sehat, serta memberikan dukungan, kemudahan,  pengayoman,  dan  bimbingan,  berupa  arahan  atau  peraturan  tertulis,  dukungan  dana,  ataupun  dukungan  moril,  termasuk  memberikan  keteladanan. 

langkah-Iangkah Advokasi

•   Tentukan  sasaran  yang  akan  diadvokasi  (sasaran  sekunder  dan/atau tersier) 

•   Siapkan  informasi  kesehatan  yang  menyangkut  PHBS  di  sarana  Kesehatan 

•   Tentukan  kesepakatan dimana, dan  kapan  dilakukan advokasi 

•   Lakukan  advokasi  dengan  penyajian  yang  menarik  dan  memakai  tehnik dan  metode yang  tepat 

•   Simpulkan  dan  sepakati  hasil  advokasi  dengan  sasaran  advokasi 

•  . Buat  ringkasan  eksekutif  secara  tertulis  dan  sebarluaskan  kepada  sasaran. 

(25)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  DI  SARANA  KESEHATAN 

2. Mengembangkan dukungan suasana

•   Strategi  ini  ditujukan  kepada  kelompok  sasaran  sekunder,  seperti  petugas  kesehatan  di  rumah  sakitiPuskesmas,  organisasi  profesi  kesehatan  (101,  IBI,  PPNI,  dsb)  termasuk  organisasi  perumahsakitan,  Lembaga  Swadaya  Masyarakat  yang  peduli  rumah  sakit, para  pembuat  opini  di  masyarakat  dan  media  massa. 

•   Tujuannya adalah  agar kelompok  ini  dapat mengembang  kan  atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksanakannya  PHBSdi  RS  atau  sarana  kesehatan  lainnya. 

•   Caranya antara lain; melalui penyuluhan kelompok,  lokakarya,  seminar,  studi  banding,  pelatihan,  dsb. 

langkah - langkah kegiatan dukungan suasana

•   Mengkaji  dan  menetapkan  sasaran  pada  tiap tatanan  secara  rinci  dan  tepat  . 

•   Menganalisis  dan  mendesain  metode  dan  teknik  kegiatan  dukungan suasana seperti demonstrasi, pelatihan, sosialisasi ,  orientasi,  menciptakan  jalinan  kerja. 

•   Uji coba metode dan teknik yang telah  didesain di tiap tatanan  terkait serta  disesuaikan dengan  situasi  dan  kondisi. 

•   Mengupayakan  dukungan  pimpinan/program/sektor  terkait  pada tiap tatanan dalam  bentuk dukungan  politis, sarana dan  sumber  daya. 

•   Menetapkan  metoda  dan  teknik  yang  telah  di  uji  coba  dan  disernpurnakan  . 

•   Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan bersama-sama  dengan  lintas  program  dan  lintas  sektor  pada  tatanan  terkait. 

•   Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis  (ringkasan  eksekutif). 

(26)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  P RIL AKU  HIOUP  BER SIH  DAN  SEHAT  01 

lihf.iIf.'3f1J10f.j/'

3. Pemberdayaan (Empowerment)

•   Strategi  ini  ditujukan  kepada  seluruh  kelompok  khususnya  sasaran  primer,  meliputi  baik  penderita,  keluarganya,  masyarakat  umum  secara  individu  maupun  kelompok.  •   Tujuannya agar kelompok sasaran meningkat pengetahuannya, 

kesadaran  maupun  kemampuannya  sehingga  dapat  berperilaku  positif dalam  bidang  PHBS . 

•   Caranya  dengan  penyuluhan  perorangan,  penyuluhan  kelompok,  membuat Gerakan  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  •   Melakukan  kegiatan  bersama  untuk  mempraktikan  perilaku 

hidup  bersih  dan  sehat  dan  sebagainya. 

langkah - langkah kegiatan pemberdayaan

•   Mengkaji  dan  menetapkan  sasaran  pad a tiap  tatanan  secara  rinci  dan tepat. 

•   Menganalisis  dan  mendesain  metode  dan  teknik  kegiatan  pemberdayaan  seperti  pelatihan,  media  komunikasi  untuk  penyuluhan  individu,  kelompok dan  masa,  lomba,  sarasehan  dan  lokakarya. 

•   Uji coba metode dan teknik yang telarl didesain di tiap tatanan  terkait serta disesuaikan  dengan  situasi  dan  kondisi. 

•   Mengupayakan  dukungan  pimpinan/program/sektor  terkait  pada tiap tatanan terkait dalam bentuk dukungan politis, sarana  dan  sumberdaya . 

•   Menetapkan  metoda  dan  teknik  yang  telah  di  uji  coba  dan  disempurnakan . 

•   Membuat format penilaian  dan  menilai  hasil  kegiatan  bersama-sama dengan lintas program dan lintas sektor padatatanan terkait.  •   Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis 

(ringkasan  eksekutif). 

Untuk lebih  jelasnya ketiga strategi tersebut dapat dilihat dalam tabel  dibawah  ini . 

(27)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SAAANA  KESEHATAN 

Strategi dan langlah-Iangkah PHBS dapat dirumuskan dalam bagan berikut ini :

SASARAN STRATEGI TUJUAN PENDEKATAN

Primer  Pemberdayaan /  Meningkatkan  •  Penyuluhan 

Empowerment  pengetahuan ,  perorangan, 

kesadaran,  dan  kelompok,  kemampuan  untuk  dan  massal  berperilaku  positif  I  •  Melalui  media 

terhadap  kesehatan  (cetak,  film/ 

(PHBS)  elektronika) 

•  Memberi  contoh 

Sekunder  Dukungan  Sosial/  •  Terciptanya  •  Seminar 

Pembinaan  suasana  yang  •  Lokakarya 

suasana  mendukung  •  Studi  banding 

•  Memberikan  •  Pendekatan 

opini  perorangan 

•  Pendekatan  kelompok

Tersier  Advocacy/  •  Dukungan  • Audiensi 

Pendekatan  •  Persetujuan  •  Konsultasi 

Pimpinan  •  Arahan  •  Pertemuan 

•  Peraturan  •  Laporan 

•  Dsb  •  Dsb 

(28)

---GD---BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  DI  SARANA  KESEHATAN 

F. PEMANTAUAN DAN PENllAIAN

1.  Pemantauan

•   Pemantauan  dan  Penilaian  dilaksanakan  untuk  mengetahui  seberapa  jauh  suatu  program  PHBS  telah  berjalan  dan  memberikan  hasil seperti yang  diharapkan  terhadap  perilaku  pasien/keluarga pasien,  atau  petugas  sarana  kesehatan  serta  masyarakat  lingkungan  Sarkes,  atau  seberapa  jauh  dampak  program  PHBS  telah  tercapai. 

•   Kegiatan  Pemantauan  berupa  : 

o

Monitoring  kegiatan  yang  ada  di  sarana  kesehatan 

o

Pertemuan  bulanan  bagi  koordinator  PKM/PKMRS  atau  koordinator PHBS 

o

Melihat  buku  kegiatan/laporan  kegiatan  PHBS  di  sarana  kesehatan 

o

Rapat tertentu  seperti  minggon  di  kabupaten/kota 

2. Penilaian

•   Penilaian  dilakukan  dengan  menggunakan  instrumen  yang  dirancang  sesuai  dengan  apa  yang  diinginkan. 

•   Penilaian  dapat dilaksanakan  oleh  pengelola  PHBS  di  rumah  sakit/puskesmas/klinik  kesehatan  yang  bersangkutan. 

•   Penilaian  dapat  meliputi  input, proses,  dan  output  kegiatan  misalnya  jumlah  tenaga  yang  sudah  dilatih  tentang  PHBS ,  media  yang  telah  dikembangkan ,  frekuensi  dan  cakupan  penyuluhan  maupun  hasilnya yaitu ; pengetahuan , sikap  dan  praktik  petugas  terhadap  PHBS  di  sarana  kesehatan  yang  bersangkutan. 

•   Waktu  pemantauan ;  disesuaikan  dengan  rencana  yang  ditetapkan  misalnya;  sebelum  dan  sesudah  intervensi,  pada  saat tertentu  (setiap  3 bulan , 6 bulan). 

(29)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

•  Cara  melakukan  dan  penilaian  bisa  melalui  : 

o

Pengkajian  ulang  tentang  klasifikasi  PHBS  di  sarana  kesehatan 

o

Analisa  data  PHBS  di  sarana  kesehatan 

o

Analisa  laporan  rutin 

o

Observasi ,  wawancara  mendalam ,  diskusi  kelompok  terarah kepada petugas kesehatan di sarana kesehatan yang  bersangkutan. 
(30)

---0---BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  OAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

..:tJ:ll!.

INDIKATOR PHBS DAN DEFINISI

OPERASIONAL

A. INDIKATOR PHBS

Dalam  melakukan  pengkajian  PHBS,  indikator  merupakan  suatu  petunjuk  yang  membatasi  fokus  perhatian.  Sehingga  dalam  kegiatan  penilaian nanti kita dapat membandingkan antara hasil pengkajian dengan  hasil penilaian PHBS.  Indikator PHBS di sarana kesehatan meliputi indikator  input,  proses  dan  output.  Khusus  indikator  output  digunakan  untuk  melakukan  pengkajian  PHBS , sedangkan  indikator input, proses  dan  out-put dikembangkan untuk melakukan penilaian PHBS . Indikator PHBS diarahkan pad a lima aspek program prioritas penyuluhan , yaitu , KIA, Gizi , Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup dan Upaya Kesehatan .

B. DEFINISIOPERASIONAl

Definisi operasional dikembangkan pada tiap-tiap indikator PHBS di masing-masing tatanan Sarana Kesehatan . Dengan adanya definisi operasional ini memudahkan para pelaksana di lapangan untuk melakukan pengkajian dan penilaian PHBS, juga agar tidak timbul salah persepsi tentang indikator-indikator yang akan dikaji . Berikut ini indikator dan definisi operasional PHBS di tatanan Sarana Kesehatan .

(31)

c.

Indikator PHBS di Tatanan Puskesmas ... iセ@

c:

a

INDIKATORJDEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI

OPERASIONAl. INPUT OPERASIONAL PROSES OPERASIONAL OUTPUT OPERASIONAL

I! 

0 m  ;;:  セ@ z

1.  Air bersih  Tersedia air bersih  Air yang  tidak  Terpelihara tempat  Tempat penam­ Oigunakannya air  Air bersih  untuk  » »

berbau , berwarna,  penampungan air  pungan air bebas  bersih  mencuci alat­alat  z

dan berasa.  lumpur, jentik dan  dan bahan  JJ " 

0

lumut  makanan, minum  C) 

JJ

dan cuci tangan .  » ;;: 

2. Jamban  Tersedia  jamban  Jamban meliputi  Tersedia alat  Alat pembersih  Oigunakannya  Jamban digunakan  yang  bersih  kakus cemplung  pembersih jamban  terdiri dari sikat  jamban  oleh seluruh 

tanpa leher angsa  jamban, sapu lidi  pengelola  atau  dengan  leher  dan  karbol  makanan dan 

angsa  pengunjung 

3. Sampah  Tersedia tempa!  Tempa! sampah  Oigunakan dan  Tempat sampah  Oi  halaman dan  Sampah   sampah  di dapur  yang  terbuat dari  dipeliharanya  dalam  keadaan  didalam gedung  ditampung dan  

dan ruang  makan  seng/plastik  tempat sampah  baik dan  dalam  keadaan  dibuang  ditempat   diberslhkan secara  bersih  pembuangan akhir  teratur 

4. Poster  Tersedia poster  Poster kesehatan  Terpelihara poster  Poster dalam  Terpasang  poster  Poster dipasang   kesehatan  kesehatan paling  paling sedikit 3  kesehatan  keadaan  bersih  ditempat yang  ditempat yang  

sedikit 3 macam  dari  lima program  da n d itata baik  semestinya  mudah  dilihat oleh  prioritas yaitu KIA,  pengunujung  Kesling, gizi, gaya  seperti, ruang  hidup dan  upaya  tunggu, dan  ruang 

(32)

... C. Indikator PHBS di Tatanan Puskesmas 1 m c

"

c

INDIKATOR/OEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI

OPERASIONAL INPUT OPERASIONAL PROSES OPERASIONAL OUTPUT OPERASIONAL

;;:

l> 

Z

-c m 5.  Radio  kaset   Tersedia  radio  Kaset  penyuluhan  Terpelihara  radio  Radio  kaset  dan  Kaset  penyuluhan  Masa  putar selama  ;;:

m

penyuluhan  kaset  dan  kaset  paling  sedikit 3  kaset dan  kaset  kaset  penyuluhan  diputar setiap  hari  jam  berkunjung 

z

penyuluhan  paling  dari  lima  program  penyuluhan  dalam  keadaan   dan  dapat  l>  l>

sedikit 3 buah  prioritas yaitu  baik   berganti­ganti  z

KIA.  Kesling,  gizi,   topik  JJ

0

gaya  hidup dan  c;)

JJ

upaya  kesehatan  l> 

;;: 6.  Penyuluhan  Ada petugas  Petugas  kesehatan  Tersedia alat bantu  Alat  bantu  Adanya  penyu­ Jadwal Penyuluhan  

Kelompok  kesehatan  yang  pernah  mengikuti  penyuluhan  penyuluhan  luhan  kelompok  didalam  dan  diluar   trampil  menyuluh   pelatihan  PKM  kelompok  kelompok seperti  terjadwal  gedung 

puskes-atau  mempunyai  lembar balik.  mas seperti  pengalaman  poster  posyandu  dll.  menyuluh  instruksional, 

leaflet dlL 

7.  Tidak merokok  Tidak ada  rokok,  Tidak  ditemukan  Adanya  larangan  Adanya  larangan  Tidak ada  Puskesmas  be bas  asbak  dan  abu  rokok,  puntung,  merokok disekitar  merokok berupa  pengunjung  dan  asap  rokok  dan  rokok  abu  rokok,  yang  puskesmas  poster,  stiker dlL  petugas yang  bahan­bah an 

berserakan  di   yang  mudah  merokok  NAPZA  dalam  dan  di  luar   terlihat oleh 

gedung   pengunjung  dan  petugas 

(33)

Indikator PHBS di Rumah Sakit... iセ@ C "  ."  rn  0 0

INDIKATOR/DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI

OPERASIONAL INPUT OPERASIONAL PROSES OPERASIONAL OUTPUT OPERASIONAL

iセ@

." 

rn  ;: 

aJ

z

1. Air bersih   Tersedia air bersih  Air yang  tidak  Memanfaatkan air  Tempat  Digunakannya air  Air bersih  untuk 

l>  l>

yang  memenuhi   berbau,  berwarna,  bersih  dan  penampungan  air  bersih  oleh  mencuci alat­alat  z syarat   dan  berasa.  dipeliharanya  bebas lumpur,  seluruh  keluarga  medis,  minum  dan  ." 

JJ

tempat   jentik dan  lumut  mandi  dan  cuci  0 Cl 

penampungan air   tangan  JJ

l>  ;:  ."

2.  Jamban   Tersedia jamban  Jamban meliputi ka­ Memanfaatkan  Alat pembersih  Jamban yang  Jamban  digunakan  JJ

;=

yang  memenuhi  kus cemplung tanpa  dan  memelihara  terdiri dari sikat  digunakan  bersih  oleh seluruh  l>  syarat  atau  dengan  leher  jamban dengan  jamban, sapu  lidi  dan tidak berbau  petugas,  pasien  c

angsa lengkap   alat pembersih  dan  karbol  dan pengunjung  :Ie 0

dengan penampung  c

."

kotoran  (septic  aJ

rn

tank)  JJ

3.  Sampah  Tersedia tempat  Tempat  sampah  Memanfaatkan  Tempat  sampah  Halaman dan  Sampah   sampah  yang  yang terbuat dari  dan  memelihara  dalam keadaan  rumah  dalam  ditampung dan   tertutup di dalam  seng, plastik  baik  tempat sampap  baik dan dibersih­ keadaan  bersih  dibuang  ditempat   dan  di  luar gedung  didalam maupun  kan  secara teratur  bebas sampah  pembuangan  

diluar gedung 

4. Poster   Tersedia poster  Poster kesehatan  Terpelihara poster  Poster dalam  Terpasang  poster  Poster dipasang  kesehatan   kesehatan paling  paling sedikit 1  kesehatan  keadaan  bersih  ditempat yang  ditempat yang 

mu-sedikit 1 macam  dari lima program  dan  ditata baik  semestinya  dah  dilihat oleh  pa-ditiap uniVbagianl  prioritas yaitu  KIA,  sien  dan  pengun-UPF/ruang tunggu ,  Kesling, gizi, gaya  jung  seperti, ruang   ruang  periksa dll.  hidup dan upaya  tunggu,  dan  ruang  

kesehatan   periksa 

セ@

(34)

:!!

".Indikator PHBS  di  Rumah  Sakit   I  III 

c

7'.

C

"0

INDIKATOR/DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI

OPERASIONAl INPUT OPERASIONAl PROSES OPERASIONAl OUTPUT OPERASIONAl

iセ@

l> 

z

"0

s:

5,  Video dan   Tersedia audio,  Video, kaset  Terpelihara video  Video, Radio kaset  Video atau kaset  Masa putar  III 

z

Radio  kaset  radio kaset dan  penyuluhan  paling  dan  radio  kaset  dan  kaset  penyuluhan  selama jam kerja 

l>  l>

penyuluhan  kaset penyuluhan  sedikit 3 dari  lima  dan  kaset  penyuluhan  dalam  diputar setiap hari  dan  dapat  z paling  sedikit  3  program  prioritas  penyuluhan  keadaan  baik   be rganti­ganti  "0

Jl

buah  yaitu  KIA,  Kesling,   topik  0 

G)

gizi, gaya hidup dan  Jl

l>

upaya  kesehatan  s: 

6.  Penyuluhan  Ada  petugas  Petugas kesehatan  Tersedia alat bantu  Alat bantu  penyu­ Adanya  Penyuluhan   Kelompok  kesehatan  yang  pernah  mengikuti  penyuluhan  luhan  kelompok  penyuluhan  kelompok teratur  

trampil  menyuluh  pelatihan  PKM  kelompok  seperti lembar ba­ kelompok  dilaksanakan  atau mempunyai  lik, poster instruk­ terjadwal  paling sedikit dua  pengalaman  sional, video  inst­ kali  dalam  menyuluh  ruksionalleaflet dU.  seminggu 

7.  Tidak merokok  Tidak ada  rokok,  Rokok, puntung  Adanya  larangan  Larangan  merokok  Semua petugas,  Petugas, pasien  asbak dan  abu  dan  abu  rokok  merokok disekitar  berupa  poster,  pasien  dan  dan  pengunjung  rokok  tidak  berserakan  rumah  sakit  stiker dll yang  mu­ pengunjung tidak  tidak  merokok 

didalam  dan  diluar  dah  terlihat oleh  merokok  selama  berada d i  gedung  pasien,  pengun­ lingkungan  rumah 

jung  dan  petugas  sakit  8, Kuku   Setiap  petugas  Alat pemotong  Kuku  dipotong  Paling  sedikit kuku  Kuku  pendek dan  Bersih artinya 

mempunyai alat  kuku terdiri  dari  secara teratur  dipotong  bersih  tidak ada kotoran  pemotong kuku  gunting, silet,dan  seminggu sekali  hitam disekitar 

dirumah  gunting kuku  kuku  walaupun 

kuku  terse but 

(35)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  OAN  SEHAT  01 

IihWr.sHf15mW'

PENUTUP

1. Pedoman  PHBS  ini  dibuat agar  program  PHBS  di  sarana  kesehatan  dapat  berjalan  secara efektif dan  efisien. 

2. Oi  samping  itu,  agar  PHBS  di  sarana  kesehatan  dapat  dilaksanakan  dengan lancar, diperlukan adanya dukungan  positif dari semua pihak,  seperti  forum  koordinasi , sarana  dan  media  yang  sesuai  dengan  standar  minimal  yang  telah  ditentukan  dan  dukungan  dari  seluruh  sektor,  mitra kerja  dan  masyarakat. 

3. Oengan  demikian  PHBS  dapat  membudaya  di  setiap  tatanan  sarana  kesehatan , sehingga  akan  meningkatkan  mutu  pelayanan  di  sarana  kesehatan , serta  dapat  memberikan  sumbangan  yang  berarti  dalam  mencapai  visi  Indonesia  Sehat  2010 . 

(36)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  DAN  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN 

PEDOMAN PERTANYAAN

TATANAN PUSKESMAS

1. Apakah  digunakannya air  bersih ? ... ... ... .... ... ... a.  Ya 

2. Apakah  digunakannya jamban ? ... .. ... ... a.  Ya 

3. Apakah  di  halaman  dan  di  tiap­tiap  ruangan 

dalam  keadaan  bersih ? .. ... ... .... .. .... ... ... a.  Ya 

4. Apakah  terpasang  poster di tempat 

semestinya ? ... .. .... .. ... ... ... .. ... ... .. .... ... a.  Ya 

5. Apakah  video atau  kaset  penyulullan  diputar 

setiap  hari ? .. ... .... ... ... ... ... .... ... a.  Ya 

6. Apakah  adanya  penyuluhan  kelompok 

terjadwal ? ... .. .. .... ... ... ... .. ... .... ... ... a.  Ya 

7. Apakah  semua  petugas , pasien  dan  pengunjung 

tidak  merokok ? ... .... .... ... .. ... ... ... a.  Ya 

8. aー。ォ。セQ@ kuku  pendek  dan  bersih ? ... ... .. ... ... . a.  Ya 

b. Tidak 

b. Tidak 

b. Tidak 

b. Tidak 

b. Tidak 

b. Tidak 

b. Tidak 

b. Tidak 

Klasifikasi  Klasifikasi  II  Klasifikasi  III  Klaslfikasi  IV 

CARA PENGKLASIFIKASIAN

jika jawaban ya banyaknya antara 

1

s.d 2 (warna merah)  jika jawaban ya  banyaknya antara 3 s.d 4 (warna hijau)  jika jawaban ya  banyaknya antara 5 s.d  6 (warna hijau)  jika jawaban  ya  7 s.d 8 (warna  biru) 
(37)

BUKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  BERSIH  DAN  SEHAT  DI 

Jihf.iR'3f1Mhdli

PEDOMAN PERTANYAAN

Lampiran I

TATANAN RUMAH SAKIT

1. Apakah  digunakannya air  bersih ? ... a.  Ya  b.  Tidak  

2. Apakah  digunakannya jamban ? ... a.  Ya  b. Tidak  

3. Apakah  di  halaman  dan  di  tiap­tiap  ruangan 

dalam  keadaan  bersih ? ... a.  Ya  b. Tidak 

4. Apakah  terpasang  poster  di  tempat 

semestinya ? ... . a.  Ya  b. Tidak 

5. Apakah  video  atau  kaset  penyuluhan  diputar 

setiap  hari ? ... .... .. a.  Ya  b. Tidak 

6. Apakah  adanya  penyuluhan  kelompok 

terjadwal ? ... .... ... . a.  Ya  b. Tidak 

7.   Apakah  semua  petugas,  pasien  dan  pengunjung 

tidak  merokok ? ... a.  Ya  b. Tidak 

8. Apakah  kuku  pendek dan  bersih ? ... ... .. ... a.  Ya  b. Tidak  

CARA PENGKLASIFIKASIAN

Klasifikasi  jika jawaban ya banyaknya antara 1 s.d 2 (warna merah)  Klasifikasi  II  jika jawaban ya banyaknya antara 3 s.d 4 (warna kuning)  Klasifikasi  III  jika jawaban  ya  banyaknya antara 5 s.d  6 (warna hijau)  Klasifikasi  ,IV  jika jawaban  ya  7 s.d  8 (warna biru) 

(38)

REKAPITULASI HASIL PEMANTAUAN PHBS TATANAN SARAN AKESEHATAN (PUSKESMAS) KABUPATEN / KOTA

NAMA I  N  D  I  KAT  D  R  P  H  B  S  KlASIFIKASI 

KEPAlA 

KElUARGA  1  2 3 4  5 6 7 8 I 

"  '" 

IV  PUSKESMAS 1  PUSKESMAS  2  PUSKESMAS  3  PUSKESMAS 4  PUSKESMAS  5  PUSKESMAS  6  dsl...  JUMLAH  %  URUTAN  KlASIFIKASI  MASAlAH  SARKES  Calalan :

Urulan masalah  dilenlukan  alas  dasar  prosenlase  indikalor PHBS , prosenlasi lerkecil  merupakan priorilas pertama .  

Klasifikasi  PHBS  sarana  kesehalan  (Puskesmas)  dilenlukan  berdasarkan  klasifikasi  sehat tiap  Puskesmas  didaerah  lersebul dengan   kelenfuan  sebagai  berikut :  

Sarkes  Sehat  I  bila < 25%  mencapai  klasifikasi  IV (Warn a merah)  Sarkes  Sehat  II  bila  25%  ­ 49%  mencapai  klasifikasi  IV  (Warna  kuning)  Sarkes  Sehal  III  bila  50%  ­ 74%  mencapai  klasifikasi  IV  (Warn a hijau)  Sarkes  Sehaf  IV  bila  75% >  mencapai  klasifikasi  IV (Warna  biru) 

(39)
(40)

BUKU  P E D O MAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIDUP  B ER S IH  DAN  SEHAT  D I  SARANA KESE HATAN

(41)

B UKU  PEDOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILA KU  HIDU P  B ER S IH  DAN  SEHAT  DI 

inMif.i3M3Rif.iI'

(42)

BUKU  PEOOMAN  PEMBINAAN  PROGRAM  PRILAKU  HIOUP  BERSIH  DAN  SEHAT  0 1 SARANA KESEHATAN

(43)
(44)

PROGRAM  PR ILAKU  HIOUP  BERS IH  DA N  SEHAT  01  SARANA  KESEHATAN BUKU  PEOOMA N  PE MBI NAAN 

TIM PENGARAH

Drs. Dachroni , MPH   Dr.  BPP  Gultom , SKM,  HES  

Dr.  Ernanti  W, MSc  

TIM PENYUSUN

Ora. Hafni  Rochmah , SKM , MPH   Ora . Zuraida,SKM,  MPH  

Drg.  Dyah  Erti  M, MPH   Org . Naalih  Kalsum , MPH   Tanty  Herawati,  SKM , Mkes  

Mursiatno , SKM   Drg.  Marlina Ginting   Ir.  Bambang  Setiaji,  SKM  

Giri  Wuryandaru , SKM  

EDITOR

Sudirman   Rusdi  Satar   Nanik Suparti   Suharni , SKM  

(45)
(46)

z

セ@

o

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas Patumbak (Mei, 2008), dapat diketahui, bahwa pelaksanaan program strategi promosi kesehatan untuk peningkatan PHBS

Alokasi Biaya program PHBS yang berasal dari APBD II melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyebutkan 6 pos pembiayaan yaitu pembentukan dusun baru pro- gram PHBS,

Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Padang agar mengkoordinasikan program/ kegiatan PHBS rumah tangga kepada lintas sektor terkait (BPMPK, TP-PKK) sehingga

Hasil : Pengambilan sampel di Puskesmas Sigaluh 2 sudah tepat untuk alat pengambilan, waktu, petugas, cara penilaian, besar sampel dan kategori strata

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemahaman dan keterlibatan dalam Program USRI dengan perilaku hidup bersih dan sehat

Pengelolaan Limbah Padat di dusun kunden sudah terintegrasi ke bank limbah antara lain : pengumpulan dan Pembuangan Limbah Padat Masyarakat harus memiliki lingkungan yang

Dengan demikian, urutan prioritas permasalahan pada program promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Mengwi II adalah sebagai berikut: 1 Masih tingginya jumlah anggota keluarga yang belum

Penelitian bertujuan menganalisis hubungan strategi promosi kesehatan advokasi, bina suasana, dan gerakan pemberdayaan masyarakat dengan tingkat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS