BUKU PED OMAN PE M BINAAN P RO GR AM PRI LAK U HIDUP BE RSIH DAN SEHAT 01
iihUU.'HMMhht'
KAlA PENGANlAR
Dalam rangka menyongsong era desentralisasi, dimana Kabupatenl Kota mempunyai wewenang penuh untuk mengembangkan program kesehatan di wilayah kerjanya , maka Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat telah mengembangkan tiga macam buku Pembinaan PHBS yang terdiri dari :
a. Buku Pembinaan PHBS di Tatanan Rumah Tangga b. Buku Pembinaan PHBS di Tatanan Sarana Kesehatan c. Buku Pembinaan PHBS di Tatanan Tempat-Tempat Umum Buku ini disusun untuk memberikan panduan kepada para petugas baik di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan dalam membina petugas dan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Buku ini diharapkan dapat dipergunakan oleh pengelolalpetugas PKM , pengelola program dan sektor terkait.
Harapan kami , panduan ini dapat dipergunakan secara kreatif, sesuai dengan permasalahan dan tantangan setempat.
Masukan atau tanggapan untuk perbaikan dan penyempurnaan buku ini sangat kami harapkan .
Jakarta, Februari 2000
KEPALA PUSAT PENYULUHAN KESEHATAI\J MASYARAKAT,
セ@
dイウNセh@
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
DAFTAR lSI
Kata Pengantar .. ... .. ... .. ... ... ... ... ... ... ... ... ... i
Daftar lsi .... ... .. .. ... ... ... .. .. .... ... ... ... .... ... ... ii
Bab I. Pendahuluan ... ... .. ... ... ... ... ... .. .. 1
A. Latar Belakang ... .. ... ... ... .. ... ... 1
B. Tujuan ... ... ... ... ... .... ... .... ... ... ... .... .. 2
C. Pengertian ... .. ... ... 2
Bab II. Pembinaan Program PHBS di Sarana Kesehatan .. ... .4
A. Tujuan .... ... .. ... ... ... ... ... ... 4
B. Ruang Lingkup dan Sasaran .. .. ... ... .4
C. Langkah-Iangkah Pembinaan Program PHBS ... .... 5
1. Tahap Persiapan .. .. ... ... ... ... ... ... 6
2. Tahap Pengkajiall .. ... ... ... ... ... ... 9
3. Tahap Perencanaan .. ... ... ... ... .. ... 12
D. Penggerakan dan Pelaksanaan ... ... .. ... ... .. 15
E. Strategi dan Langkah-Iangkah PHBS ... .. ... 21
F. Pemantauan dan Periliaian ... ... .. .. ... ... .... ... 25
Bab III. A. Indikator PHBS ... ... ... ... .. .. ... ... ... .. .. ... .... 27
B. Definisi Operasional ... .... ... ... ... .. ... ... ... ... .27
Bab IV. Penutup ... ... .... .... ... ... ... .... .. .. .. .. ... .. ... ... 32 Lampiran
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
PENDAHUlUAN
A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dengan perkataan lain masyarakat diharapkan mampu berpartisipasi aktif dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri, dengan demikian masyarakat mampu menjadi subjek dalam pembangunan kesehatan.
Penyuluhan kesehatan masyarakat, disingkat PKM merupakan pro-gram pokok yang disebutkan pada urutan pertama, diantara 7 propro-gram pokok dan 10 program unggulan dalam pembangunan kesehatan. Sedangkan pembangunan kesehatan mempunyai peran menentukan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merupakan fokus pembangunan nasional. Oleh karena itu program PKM perlu diselenggarakan dengan sebaik-baiknya , agar dapat memberikan sumbangan yang nyata dalam pembangunan kesehatan pada khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya.
Menyambut pelaksanaan Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Desentralisasi yang menjadikan Kabupaten/Kota mempunyai wewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara lokal dengan prakarsa sendiri dan berdasarkan aspirasi masayarakat, maka dituntut petugas-petugas yang terampil dan berwawasan luas untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat terutama di bidang kesehatan . Demikian juga dalam upaya memasyarakatkan dan membudayakan PHBS di Kabupatenl Kota, petugas kesehatan dituntut kemampuannya untuk bisa melaksanakan tugas tersebut secara baik dan efektif.
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
khususnya untuk mulai mengubah pola pikir dari sudut pandang sakit menjadi sudut pandang sehat, yang lebih dikenal dengan istilah "Paradigma Sehat" Dalam kaitan ini , pada tanggal 1 Maret 1999, Presiden Republik In-donesia telah mencanangkan "Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan" sebagai Strategi Pembangunan Nasional untuk mewujudkan "Indonesia Sehat 2010". Paradigma Sehat tersebut perlu dijabarkan dan dioperasionalkan antara lain dalam bentuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan Paradigma Sehat dalam budaya hidup perorangan, keluarga dan masyarakat yang berorientasi sehat, bertujuan untuk meningkatkan , memelihara, dan melindungi kesehatannya baik fisik, mental spiritual maupun sosial.
B. TUJUAN
Tujuan disusunnya Buku Pedoman Program Pembinaan PHBS di tatanan sarana kesehatan ini adalah untuk memberikan gambaran atau arahan bagi pengelola program PKM/pengelola program PHBS di tingkat Kabupaten/Kota sehingga dapat melaksanakan tugas pekerjaan yang terkait dengan pembinaan terprogram PHBS dengan sebaik baiknya. Sedangkan bagi petugas puskesmas mempunyai dua fungsi. Fungsi pertama yaitu sebagai pembina wilayah di tingkat kecamatan dalam melaksanakan pro-gram yang telah dtetapkan sebelumnya yang berkaitan dengan PHBS seperti kesehatan lingkungan, gizi, JPKM, gaya hidup sehat dan upaya kesehatan. Fungsi kedua yaitu puskesmas sebagai pelaksana program PHBS ditatanannya sendiri ( sarana kesehatan ) dan tatanan lainnya seperti tatanan rumah tangga.
Penyusunan buku ini terkait erat dengan buku panduan manajemen penyuluhan kesehatan masyarakat tingkat Kabupaten, yang telah diterbitkan oleh Pusat PKM pada tahun 1996/1997 .
C.
PENGERTIANBUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRllAKU HIOUP BERSIH OAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support) , dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sebagai suatu upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, dalam tatanan masing-masing, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat, dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan.
2. Sarana Kesehatan
Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan seperti; Puskesmas, Rumah Sakit, Rumah Sakit Bersalin/RB, Balai pengobatan, dll.
3. Sasaran:
o
SASARAN PRIMERAdalah sasaran yang benar-benar diharapkan berubahl meningkat pengetahuan , sikap dan perilakunya dari yang tidak atau kurang Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat, menjadi Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai petugas kesellatan di Sarana Kesehatan.
o
SASARAN SEKUNDERAdalah sasaran yang mempunyai pengaruh, baik langsung maupun tidak langsung kepada sasaran primer yang diharapkan akan dapat mempercepat tercapainya tujuan PHBS.
o
SASARAN TERSIERBUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
D,I.f.hdlr.s3f13nV.fl'
PEMBINAAN PROGRAM PHBS
D
I SARANA KESEHATAN
A. TUJUAN
Tujuan umum
Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat di Sarana Kesehatan.
Tujuan khusus
Petugas kesehatan di sarana kesehatan mampu melakukan pembinaan program PHBS sehingga dapat :
1 Meningkatkan PHBS di Tatanan Rumah Sakit. 2 Meningkatkan PHBS di Tatanan Puskesmas. 3 Meningkatkan PHBS di Tatanan RSB/RB.
4 Meningkatkan PHBS di Tatanan Balai Pengobatan/Sarana Kesehatan lainnya.
B. RUANG lINGKUP DAN SASARAN
NO RUANG SASARAN
lINGKUP PRIMER SEKUNDER TERSIER
1 Rumah Sakil - Pelugas kesehalan (baik
pelugas medis/nDn medis) - Pelugas Kesehalan di RS
(pelugas medis/non medis) - Pengunjung Rumah Sakil - Masyarakal yang tinggal
sekilar RS
Direk1ur RS - Ka . DinKes
Kabupalen/Kola
I - BupalilWalikola
- Bapeda - Camal
2 Puskesmas - Pengunjung Puskesmas
- Masyarakal yang tinggal sekilar Puskesmas
Kepala Puskesmas dan Slat
Sda+Organisasi Protesi seperti : 101, PDGI, PPNI , IBI , PERSI,IAKMI, organisasi profesi lain.
3 RSB/RB - Pelugas di RSB/RB
(Medis/non medis)
Direklur RSB/RB Sda
MMMMMMMMMMMMMMセエエᄋMMMMMMMMMMMMMM
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
C. LANGKAH-LANGKAH PEMBINAAN PROGRAM PHBS DI SARANA KESEHATAN
1. Oiseminasi informasi program PHBS kepada petugas di sarana kesehatan dan lintas program di tingkat Kabupaten/Kota
2. Mengarahkan dan membimbing pelaksanaan pengkajian PHBS. 3. Mengarahkan dan membimbing proses penyusunan rencana kegiatan PHBS seperti ; menentukan tujuan, menyusun langkah-langkah kegiatan , pengembangan media dll.
4. Melakukan Monitoring dan Supervisi pelaksanaan PHBS .
5. Membantu proses penilaian PHBS .
6. Menindaklanjuti hasil penilaian
+
Re assesment..
.
...
.
...
. . .
PRINSIP PEMBINAAN
Oalam mengoperasionalkan langkahIangkah pembinaan di atas, petugas kesehatan kabupaten/kota perlu memperhatikan pola kegiatan/sistim kerja yang sudah berjalan di
masingmasing sarana kesehatan.
. .
. . .
.
.
.
. . .
.
. . .
. . .
.
.
....
Contoh:
• Oi Puskesmas ada proses P1 , P2, P3 , dst
• Oi Rumah Sakit, RSB/RB, BP lainnya ada pertemuan berkala
Sumber Pembiayaan
Perencanaan pembiayaan dimulai dari tingkat Puskesmas . Perencanaan dapat bersumber dari APBN , APBO , bantuan dari sektor terkait, LSM , BLN , dll.
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI
JihOii.UMMUW'
Untuk petugas kesehatan yang akan melaksanakan program PHBS di sarana kesehatan dapat mengacu pada Buku Pedoman Manajemen PHBS tingkat Puskesmas yang pernah diterbitkan oleh Pusat PKM yang jika dilihat kembali mengikuti pola manajemen baku yang meliputi; persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi seperti dibawah ini:
POLA PEMBINAAN
1. TAHAP PERSIAPAN
LangkahIangkah yang harus diperhatikan pada tahap persiapan adalah sebagai berikut :
a. Diseminasi Informasi
Persiapanpersiapan kegiatan PHBS ini dimaksudkan untuk diseminasi informasi atau sosialisasi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana kegiatan PHBS yang akan dilakukan di semua sarana kesehatan. Dilaksanakan oleh petugas Kabupaten/Kota yang berkompeten. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai langkah advokasi singkat kepada pihakpihak penentu kebijakan di tingkat kabupaten.
Diseminasi informasi ditujukan juga kepada lintas sektor dan lintas program di sarana kesehatan.
1). Tujuan
Tujuan sosialisasi disini adalah agar semua petugas kese-hatan di Puskesmas, Rumah Sakit, RSB/RB dan BP (Balai Pengobatan) lainnya mengetahui program PHBS dan siap : • Mendukung rencana kegiatan PHBS.
• Sepakat untuk melaksanakan program PHBS di Sarana Kesehatan masingmasing .
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
2). Sasaran
• Direktur Rumah Sakit • Kepala Puskesmas
• Direktur/Kepala Rumah Sakit Bersalin/ Rumah Bersalin • Kepala BP/Sarana Kesehatan lainnya.
• Bidan di desa
• Petugas pelaksana kesehatan
3). Maleri
• Program PHBS
• LangkahIangkah pengelolaan PHBS
4). Melode
• Ceramah, tanya jawab
5). Media
• Buku Pedoman PHBS • Makalah PHBS
• Poster, leaflet, media elektronik (VCD, siaran radio, dll).
6). Pelaksana
• Seksi PKM Kabupaten/Kota
• Tim pelaksana/koordinator PHBS Kabupaten/Kota • Masingmasing puskesmas, Rumah Sakit
melak-sanakan sendiri.
7). Benluk Kegialan
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH OAN SEHAT 01
Ji.i;f.iR'\if13:t.ViI'
b. Persiapan Sarana
Persiapan ini untuk mengindetifikasi kebutuhan sarana, baik jenis , jumlah maupun sumber untuk pengadaan yang ada di Sarana Kesehatan , contohcontoh sarana yang dibutuhkan antara lain :
1. Untuk pengkajian ; daftar pertanyaan, daftar sarana kesehatan yang akan dikaji, alat transportasi , dll.
2. Untuk perencanaan ; alat tulis dan bahanbahan lain untuk pertemuan .
3. Untuk penggerakan pelaksanaan; alat tranportasi, media penyuluhan , alat tulis, komputer, dll.
4. Untuk monitoring/evaluasi; daftar pertanyaan dan daftar PHBS, alat transportasi , dll.
Untuk pembinaan selanjutnya, petugas kabupaten/kota mengacu pada pedoman pembinaan dan prinsip pembinaan seperti yang sudah dijelaskan diatas.
c.
Persiapan AdministrasiDalam rangka mempersiapkan lapangan dan untuk pertemuan-pertemuan lain diperlukan persiapan administrasi, misalnya; surat untuk kepala desa dalam rangka persiapan responden , surat un dan gan untu k pe rte muan pe rte muan, pe n catatan dan pelaporan, dll.
d. Persiapan Pelaksanaan
Persiapan pelaksana dilakukan untuk menginventarisasi siapa melakukan apa. Walaupun dalam tahap perencanaan akan lebih spesifik lagi , namun pada tahap awal ini perlu juga dijajagi mini-mal siapa yang bertanggung jawab terhadap masingmasing kegiatan .
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SARANA KESEHATAN
2. TAHAP PENGKAJIAN
Pengkajian PHBS dilakukan oleh petugas di masingmasing tatanan sarana kesehatan . Pengkajian ini dilakukan setelah dilaksanakannya tahap sosialisasi , diseminasi informasi program PHBS kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kontribusi bagi pelaksanaan PHBS. Ada tiga klasifikasi untuk menentukan Pengkajian PHBS dilakukan sebagai data dasar dalam menentukan klasifikasi tatanan sarana kesehatan .
Adapun cara klasifikasi PHBS di sarana kesehatan meliputi :
a. Klasifikasi jika jawaban ya banyaknya antara 1 s.d 2
(warna merah)
.
b. Klasifikasi II jika jawaban ya banyaknya antara 3 s.d 4
(warna hijau)
c. Klasifikasi III jika jawaban ya banyaknya antara 5 s.d 6 (warna hijau)
d. Klasifikasi IV: jika jawaban ya 7 s.d 8 (warna biru)
Selanjutnya klasifikasi dapat ditingkatkan berdasarkan intervensi yang dilakukan . Jika intervensi berhasil tentu klasifikasi akan meningkat dan sebaliknya.
Selain itu ada delapan indikator di tatanan sarana kesehatan sebagai indikator yang telah disepakati secara nasional . Daerah diberi kesempatan untuk mengembangkan indikator -indikator tersebut sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan daerah masing-masing. Pengkajian dilakukan dengan seksama mencakup pengkajian masalah kesellatan , masalah "perilaku" yang berhubungan dengan PHBS , pellletaan wilayah , dan pengkajian sumber daya dan tenaga yang ada.
---C).---BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
a.
Pengkajian masalah penyakit• Tahap pertama dari kegiatan pengkajian masalah kesehatan di sarana kesehatan adalah dengan mengkaji data 10 penyakit terbanyak, dimana biasanya data tersebut dapat diperoleh di puskesmas/RS.
• Kalau belum ada bisa dilakukan sendiri dengan melihat laporan puskesmas/RS ditambah dengan laporan dari semua sarana pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmasl RS .
• Dari daftar 10 penyakit terbanyak ini bisa ditarik kesimpulan bahwa 10 penyakit tersebut merupakan masalah kesehatan yang banyak menimpa masyarakat setempat.
• Dalam mengkaji masalah kesehatan, petugas di sarana kesehatan harus mempertimbangkan masalahmasalah antara lain:
1. Penyebab masalah
2. Sifat masalah (beratnya, luasnya, siapa yang banyak terkena)
3. Epidemiologi masalah (perjalanan penyakit)
Pengkajian ini berkaitan dengan rencana intervensi penyuluhan dan pengembangan pesan yang akan dilaksanakan setelah dikaitkan dengan kajian masalah perilaku/PHBS tersebut.
b. Pengkajian PHBS
Pengkajian PHBS dimaksudkan untuk mengetahui apakah petugas kesehatan melaksanakan halhal yang ada dalam indikator, dan apabila tidak melaksanakan, apa penyebabnya. Perilaku petugas yang berhubungan dengan indikator PHBS di sarana kesehatan (Iihat lampiran 1).
Pengkajian PHBS untuk sarana kesehatan dilakukan tahaptahap sebagai berikut :
• Petugas kesehatan melakukan pendataan PHBS di sarana kesehatan dengan mengisi lampiran 1 (terlampir).
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
• Cara mendapatkan data tersebut setiap petugas mengisi daftar pertanyaan khusus atau dilakukan wawancara oleh petugas kabupaten/kota untuk tatanan sarana kesehatan.
• Dari data tersebut dapat ditentukan klasifikasi PHBS di sarana kesehatan, apakah masuk dalam klasifikasi II , III, atau IV. • Klasifikasi PHBS sarana kesehatan ini dimasukkan dalam
lampiran 2 (terlampir) , kemudian di rekapitulasi sehingga Illenghasilkan data PHBS tingkat Kabupaten/Kota.
• Luaran kajian PHBS adalah berupa rumusan masalah yang nantinya akan dijadikan fokus intervensi.
c. Pengkajian Sumber Daya
Pengkajian Sumber Daya dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana sumber daya yang ada terutama sarana, tenaga dan dana yang tersedia agar dapat direncanakan kegiatan yang layak dilaksanakan. Bila tidak tersedia, perlu diketahui pula penyebabnya, agar dapat direncanakan pemecahannya.
Untuk sarana, yang perlu dikaji untuk meningkatkan indikator diantaranya :
• Ketersediaan jamban dan air bersih
• Poster kesehatan dan media penyuluhan lainnya • Tempat sampah
• Radio kaset dan kasetnya • Sarana lain yang diperlukan. • Ketersediaan alatalat kebersihan • Transportasi .
Untuk sumber daya perlu dijajaki tenaga pelaksana penyuluhan dalam jumlah (kuantitas) dan pelatihan yang telah diikuti baik lintas program maupun lintas sektoral.
Untuk sumber dana perlu dijajaki dana yang tersedia di lintas program di sarana kesehatan yang ada, jika memungkinkan sumber dana dari lintas sektor.
---4D---BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
3. TAHAP PERENCANAAN
a.
Menentukan prioritasSebelum dilakukan prioritas masalah perlu menentukan rumusan masalah PHBS yang dapat digambarkan pada baris terakhir dalam format 2 (terlampir) yang membuat urutan besarnya masalah sesuai dengan prosentase tiap indikator PHBS .
Makin kecil prosentasenya, berarti makin tinggi urutan prioritas masalahnya.
Setelah rumusan masalah maka dapat ditentukan prioritas masalah dari hasil pengkajian PHBS telah diketahui indikator mana yang prosentasenya besar (berarti yang menjawab tidak lebih banyak), dan biasanya itu merupakan prioritas, akan tetapi prioritas juga ditentukan oleh sumber daya yang tersedia, kesepakatan dll.
Contoh dari hasil pengkajian di 5 puskesmas diperolell data bahwa:
• Indikator radio kaset tidak berfungsi (semua tidak melaksanakan)
• Indikator poster sebanyak 60% (3 puskesmas) • Indikator merokok sebanyak 40%
Dari hasil pengkajian diperoleh data bahwa di semua puskesmas tidak memiliki radio kaset, dan 2 puskesmas tidak mempunyai poster. Berdasarkan data ini urutan prioritas dapat menjadi :
1. Masalah adanya perilaku merokok pada petugas kesehatan 2. Masalah poster tidak terpasang
3. Masalah radio kaset tidak berfungsi
b. Menentukan tujuan (rumusan tujuan)
1). Tujuan umum : adalah tujuan untuk meningkatkan klasifikasi sesuai dengan kemampuan yang ada
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
2), Tujuan khusus : adalah tujuan untuk mengubah prosentase dari hasil kajian indicator yang diperoleh.
Sebagai contoh telah ditemukan bahwa dari hasil rekapitulasi dari 5 puskesmas yang dikaji mempunyai klasifikasi II , dengan prioritas masalal1 seperti diatas.
Maka tujuan urnum dan tujuan khusus dapat dirumuskan sebagai berikut :
Tujuan umum
Meningkatkan klasifikasi PHBS di sarana kesehatan dari klasifikasi II menjadi klasifikasi IV selama 6 bulan
Tujuan khusus
• Menurunnya petugas yang merokok dari 40% menjadi 20%
• Meningkatnya pemasangan poster dari 60% menjadi 80%
• Meningkatnya penyuluhan melalui radio kaset setiap hari dari 20% menjadi 60%
Contoh lain rumusan tujuan untuk rumah sakit yaitu :
Tujuan umum
Meningkatkan klasifikasi PHBS di Bagian/lnstalasi/UPF menjadi klasifikasi IV selama 6 bulan .
Tujuan khusus :
• Meningkatnya jumlah poster yang dipasang di setiap bagianl UPFI Instalasi dari 2 buah menjadi 4 buah.
• IVlenurunnya jumlah petugas RS yang merokok dari 30 menjadi 20%.
• dst.
BUKU PEoOMAN PEMBINAAN PR O GRAM PR ILAKU HloUP BER SIH DAN SEH AT 01 SARANA KESEHATAN
c.
Menentukan jenis kegiatanDalam menentukan jenis kegiatan PHBS di sarana kesehatan, ada kegiatan standar yang harus dilaksanakan oleh penanggung jawab PKM/penanggung jawab PHBS di sarana kesehatan tersebut. Diharapkan penanggung jawab tersebut mampu meningkatkan klasifikasi sarana kesehatan. Bila kita urutkan kegiatan tersebut sesuai indikator, dapat disimpulkan kegiatan standar tersebut, seperti tabel di bawah ini.
NO INDIKATOR VARIABEL PENYEBAB KEGIATAN
1 Tidak ada air bersih
I
Pengadaan air Tidak ada dana • Pertemuan linsekllinprog untuk mencari dukungan dana • Lobi kepada
pembuat keputusan
2 Tidak ada jamban
Penyediaan jamban Tidak ada dana Idem
3 Tidak terpasang poster kesehatan • Pengadaan poster • Petugas tidak mau memasang • Tidak ada dana • Perilaku petugas I • Idem • Pembinaan petugas
• Beri penghargaan
4 Sampah Berserakan • Pengadaan tempat sampah • Petugaslpengunjung tidak membuang sampah pada tempatnya • Tidak ada dana • Perilaku petugasl pengunjung • Idem • Penyuluhan kelompok • Penyuluhan melalui kaset • Konseling di poli
MMMMMMMMMMMMMMcdセMMMMMMMMMMMM
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01
HYilf.i3MBif.imi
D. PENGGERAKAN DAN PELAKSANAAN
Tahap penggerakan dan pelaksanaan dalam manajemen PHBS merupakan tahap yang banyak unsur "keteladanan" dari petugas kesehatan yang bersangkutan , karena petugas kesehatan baik di Institusi kesehatan seperti Dinas kesehatanl Kandepkes di Kabupatenl Kota) maupun petugas kesehatan di sarana kesehatan seperti RS atau Puskesmas adalah sebagai tenaga penggerak sekaligus juga bersama masyarakat sebagai pelaksana PHBS.
Kegiatan standar PHBS yang harus ada di sarana kesehatan :
1. Pemberdayaan
a. PenyuJuhan di daJam gedung
Penyuluhan di dalam gedung dapat dilakukan melalui 2 cara :
1. Secara lang sung
Penyuluhan langsung dapat dilakukan terhadap sasaran perorangan (pasien) di poliklinik dan terhadap kelompok di ruang tunggu baik pasien maupun keluarga pasien .
• Penyuluhan di poli :
o
Tempat di polikliniko
Kapan dapat dilakukan sambil memeriksapasien atau di akhir pemeriksaan.
o
Materi materi sesuai dengan masalahpenyakit yang diderita pasien dan diarahkan agar pasien melakukan halhal yang dapat mencegah terjadinya kembali penyakit tersebut, termasuk obat yang akan diberikan.
o
Pelaksana Petugas poli atau petugas lainnya yang pada saat tersebut mempunyai waktu .jjji;ll4=1b-_ _ _ _
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SARANA KESEHATAN
o
Cara Dapat dilakukan secara interpersonal, sebaiknya menggunakan alat bantu (media) seperti poster, lembar balik dsb.• Penyuluhan di ruang tunggu:
o
Tempat di ruang tungguo
Kapan dapat dilakukan sebelum peme-riksaan pasien atau ketika pasien sedang menunggu di panggil.o
Materi disesuaikan dengan kejadian penyakit saat itu yang aktual di wilayah tersebut dan diarahkan dengan hal-hal yang dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut.o
Pelaksana Petugas penyuluh kesehatan.o
Cara Dilakukan dengan penyuluhankelompok , menggunakan pengeras suara atau mediamedia lain yang dirasa perlu .
2. Penyuluhan tidak langsung
a. Penyuluhan dilaksanakan secara tidak langsung yaitu dengan menggunakan media (baik cetak maupun elektronik) seperti poster, kaset suara atau kaset video dll.
b. Dengan cara ini kegiatan petugas dalam melayani pasien ataupun pengunjung puskesmas/rumah sakit tidak terganggu .
c. Dilaksanakan kapan saja.
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
d. Materi disesuaikan dengan masalah kesehatan yang sedang menjadi prioritas di puskesmas/rumah sakit atau klinik kesehatan lainnya.
e. Dilakukan dengan cara pemasangan media cetak ditempattempat strategis, misalnya; di tempat yang banyak dilalui orang , mudah dilihat dsb. Juga dengan memperdengarkan/menayangkan media elektronik seperti radio kaset, video dsb.
f. Dilaksanakan oleh tim koordinator PKMRS/PHBS di rumah sakit atau petugas lainnya yang diserahi tugas tersebut.
b. Penyuluhan di luar gedung
Penyuluhan di luar gedung dilakukan/diutamakan dengan metode penyuluhan kelompok. Terutama di rumah sakit penyuluhan di luar gedung dapat dilakukan pada situasi tertentu seperti Hari Kesehatan Nasional, Hari AIDS sedunia, Hari Bebas Tembakau dll.
Langkah-/angkah yang di/akukan ada/ah :
1. Tentukan daerah mana yang akan dilakukan penyuluhan (Iihat rencana PHBS, dan peta wilayah PHBS).
2. Tentukan materi penyuluhan yang akan diberikan . 3. Siapkan sarana dan media yang diperlukan.
4. Tentukan siapa pelaksana penyuluhan (upayakan agar pro-gram terkait dengan materi ikut serta).
5. Pelaksanaan penyuluhan .
6. Setelah penyuluhan selesai, lakukan evaluasi sederhana untuk mengetahui apakah pesan yang disampaikan sudah dapat diterima oleh sasaran , dan apakah sasaran mau melakukan sesuatu sesuai pesan penyuluhan yang disampaikan .
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SARANA KESEHATAN
c. Kegiatan lomba yang berhubungan dengan kesehatan Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pembangunan Kesehatan . Lomba tersebut dapat berbentuk lomba TOGA, lomba UKS, lomba Posyandu , lomba kader kesehatan , lomba penampilan sarana kesehatan , dsb . Lomba dapat dilakukan pada saat memperingati hari -hari besar kesehatan seperti Hari Kesehatan Nasional (HKN), Hari Pangan Sedunia, dsb .
Langkah-Iangkah :
o
Rapat persiapan pembentukan Panitiao
Rapat panitia untuk menentukan :» Jenis lomba
» Uraian tugas masing-masing anggota panitia
» Pendanaan
» Tempat pelaksanaan lomba
» Dsb.
o
Pelaksana lombao
Penilaian Pemenang lombao
Pembagian hadiah disesuaikan dengan hari-hari besar tersebut2. Pembinaan suasana
a. Pelatihan tenaga pelaksana PHBS di Rumah Sakit , Puskesmas, atau sarana kesehatan lainnya.
Langkah-Iangkah :
1). Lakukan kajian kebutuhan pelatihan
2) . Tentukan panitia pelaksana
3) . Tentukan tenaga/peserta yang akan dilatih
HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU
4). Buat daftar materi yang akan diajarkan (kurikulum)
5). Tentukan tempat pelatihan
6). Buat undangan untuk pengajar dan peserta
7). Pelaksanaan pelatihan dengan pendekatan pendididkan orang dewasa
8). Lakukan evaluasi pelatihan terutama untuk melihat peningkatan pengetahuan/keterampilan
b. Pelatihan Kader (masyarakat di lingkungan sekitar sarana kesehatan seperti; pedagang makanan, dsb).
c. RapatJpertemuan intern untuk koordinasi/konsolidasi
Langkah-JangJah :
1). Pimpinan menentukan agenda rapat sesuai masalah yang ada dengan mempelajari laporan monitoringl hasil kajian PHBS
2). Tentukan hari, tanggal dan jam
3). Buat surat undangan yang disertai dokumen-dokumen, agenda yang akan dibahas
4). Lakukan pertemuan/rapat yang diinginkan
5). Buat notulen rapat dan sebarkan ke masingmasing peserta rapat sebagai acuan dan tindak lanjut.
d. Pertemuan perencanaan Puskesmas/Rumah SakitJSarana Kesehatan .
Langkah-Jangkah :
1. Pelajari/kaji masalah PHBS yang ada
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
2) . Tentukan hari, tanggal dan jam
3). Suat surat undangan dengan disertai dokumen- dokumen/ agenda yang akan dibahas
4). Laksanakan pertemuan/rapat
5) . Suat rumusan rencana untuk mengatasi masalah PHSS
6). Suat POA
3. Advokasi
a. Pertemuan lintas sektor/lintas program tingkat kecamatan
b. Pertemuan lintas sektor/lintas program dengan Tk. Kabupaten
---GD---SARAN A KESEHATAN BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01
E. STRATEGI DAN lANGKAH-lANGKAH PHBS
1. Pendekatan pimpinan (Advokasi)
• Strategi ini terutama ditujukan kepada para pimpinan atau pengambil keputusan, seperti Direktur rumah sakit, Kepala Puskesmas, atau pejabat di tingkat Kabupaten/Kota, yang secara fungsiol1al maupul1 struktural membina Sarana Kesehatan (baik Saral1a Kesehatan milik daerah, Swasta maupun pusat).
• Tujuannya adalah agar para pil11pinan atau pengamb fl keputusal1 l11engupayakan kebijakan atau peraturan yang berorientasi sehat, serta memberikan dukungan, kemudahan, pengayoman, dan bimbingan, berupa arahan atau peraturan tertulis, dukungan dana, ataupun dukungan moril, termasuk memberikan keteladanan.
langkah-Iangkah Advokasi
• Tentukan sasaran yang akan diadvokasi (sasaran sekunder dan/atau tersier)
• Siapkan informasi kesehatan yang menyangkut PHBS di sarana Kesehatan
• Tentukan kesepakatan dimana, dan kapan dilakukan advokasi
• Lakukan advokasi dengan penyajian yang menarik dan memakai tehnik dan metode yang tepat
• Simpulkan dan sepakati hasil advokasi dengan sasaran advokasi
• . Buat ringkasan eksekutif secara tertulis dan sebarluaskan kepada sasaran.
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SARANA KESEHATAN
2. Mengembangkan dukungan suasana
• Strategi ini ditujukan kepada kelompok sasaran sekunder, seperti petugas kesehatan di rumah sakitiPuskesmas, organisasi profesi kesehatan (101, IBI, PPNI, dsb) termasuk organisasi perumahsakitan, Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli rumah sakit, para pembuat opini di masyarakat dan media massa.
• Tujuannya adalah agar kelompok ini dapat mengembang kan atau menciptakan suasana yang mendukung dilaksanakannya PHBSdi RS atau sarana kesehatan lainnya.
• Caranya antara lain; melalui penyuluhan kelompok, lokakarya, seminar, studi banding, pelatihan, dsb.
langkah - langkah kegiatan dukungan suasana
• Mengkaji dan menetapkan sasaran pada tiap tatanan secara rinci dan tepat .
• Menganalisis dan mendesain metode dan teknik kegiatan dukungan suasana seperti demonstrasi, pelatihan, sosialisasi , orientasi, menciptakan jalinan kerja.
• Uji coba metode dan teknik yang telah didesain di tiap tatanan terkait serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
• Mengupayakan dukungan pimpinan/program/sektor terkait pada tiap tatanan dalam bentuk dukungan politis, sarana dan sumber daya.
• Menetapkan metoda dan teknik yang telah di uji coba dan disernpurnakan .
• Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan bersama-sama dengan lintas program dan lintas sektor pada tatanan terkait.
• Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis (ringkasan eksekutif).
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM P RIL AKU HIOUP BER SIH DAN SEHAT 01
lihf.iIf.'3f1J10f.j/'
3. Pemberdayaan (Empowerment)
• Strategi ini ditujukan kepada seluruh kelompok khususnya sasaran primer, meliputi baik penderita, keluarganya, masyarakat umum secara individu maupun kelompok. • Tujuannya agar kelompok sasaran meningkat pengetahuannya,
kesadaran maupun kemampuannya sehingga dapat berperilaku positif dalam bidang PHBS .
• Caranya dengan penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok, membuat Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat • Melakukan kegiatan bersama untuk mempraktikan perilaku
hidup bersih dan sehat dan sebagainya.
langkah - langkah kegiatan pemberdayaan
• Mengkaji dan menetapkan sasaran pad a tiap tatanan secara rinci dan tepat.
• Menganalisis dan mendesain metode dan teknik kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan, media komunikasi untuk penyuluhan individu, kelompok dan masa, lomba, sarasehan dan lokakarya.
• Uji coba metode dan teknik yang telarl didesain di tiap tatanan terkait serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
• Mengupayakan dukungan pimpinan/program/sektor terkait pada tiap tatanan terkait dalam bentuk dukungan politis, sarana dan sumberdaya .
• Menetapkan metoda dan teknik yang telah di uji coba dan disempurnakan .
• Membuat format penilaian dan menilai hasil kegiatan bersama-sama dengan lintas program dan lintas sektor padatatanan terkait. • Menyusun laporan serta menyajikannya dalam bentuk tertulis
(ringkasan eksekutif).
Untuk lebih jelasnya ketiga strategi tersebut dapat dilihat dalam tabel dibawah ini .
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01 SAAANA KESEHATAN
Strategi dan langlah-Iangkah PHBS dapat dirumuskan dalam bagan berikut ini :
SASARAN STRATEGI TUJUAN PENDEKATAN
Primer Pemberdayaan / Meningkatkan • Penyuluhan
Empowerment pengetahuan , perorangan,
kesadaran, dan kelompok, kemampuan untuk dan massal berperilaku positif I • Melalui media
terhadap kesehatan (cetak, film/
(PHBS) elektronika)
• Memberi contoh
Sekunder Dukungan Sosial/ • Terciptanya • Seminar
Pembinaan suasana yang • Lokakarya
suasana mendukung • Studi banding
• Memberikan • Pendekatan
opini perorangan
• Pendekatan kelompok
,
Tersier Advocacy/ • Dukungan • Audiensi
Pendekatan • Persetujuan • Konsultasi
Pimpinan • Arahan • Pertemuan
• Peraturan • Laporan
• Dsb • Dsb
---GD---BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SARANA KESEHATAN
F. PEMANTAUAN DAN PENllAIAN
1. Pemantauan
• Pemantauan dan Penilaian dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh suatu program PHBS telah berjalan dan memberikan hasil seperti yang diharapkan terhadap perilaku pasien/keluarga pasien, atau petugas sarana kesehatan serta masyarakat lingkungan Sarkes, atau seberapa jauh dampak program PHBS telah tercapai.
• Kegiatan Pemantauan berupa :
o
Monitoring kegiatan yang ada di sarana kesehatano
Pertemuan bulanan bagi koordinator PKM/PKMRS atau koordinator PHBSo
Melihat buku kegiatan/laporan kegiatan PHBS di sarana kesehatano
Rapat tertentu seperti minggon di kabupaten/kota2. Penilaian
• Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dirancang sesuai dengan apa yang diinginkan.
• Penilaian dapat dilaksanakan oleh pengelola PHBS di rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan yang bersangkutan.
• Penilaian dapat meliputi input, proses, dan output kegiatan misalnya jumlah tenaga yang sudah dilatih tentang PHBS , media yang telah dikembangkan , frekuensi dan cakupan penyuluhan maupun hasilnya yaitu ; pengetahuan , sikap dan praktik petugas terhadap PHBS di sarana kesehatan yang bersangkutan.
• Waktu pemantauan ; disesuaikan dengan rencana yang ditetapkan misalnya; sebelum dan sesudah intervensi, pada saat tertentu (setiap 3 bulan , 6 bulan).
BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
• Cara melakukan dan penilaian bisa melalui :
o
Pengkajian ulang tentang klasifikasi PHBS di sarana kesehatano
Analisa data PHBS di sarana kesehatano
Analisa laporan rutino
Observasi , wawancara mendalam , diskusi kelompok terarah kepada petugas kesehatan di sarana kesehatan yang bersangkutan.---0---BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH OAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
..:tJ:ll!.
INDIKATOR PHBS DAN DEFINISI
OPERASIONAL
A. INDIKATOR PHBS
Dalam melakukan pengkajian PHBS, indikator merupakan suatu petunjuk yang membatasi fokus perhatian. Sehingga dalam kegiatan penilaian nanti kita dapat membandingkan antara hasil pengkajian dengan hasil penilaian PHBS. Indikator PHBS di sarana kesehatan meliputi indikator input, proses dan output. Khusus indikator output digunakan untuk melakukan pengkajian PHBS , sedangkan indikator input, proses dan out-put dikembangkan untuk melakukan penilaian PHBS . Indikator PHBS diarahkan pad a lima aspek program prioritas penyuluhan , yaitu , KIA, Gizi , Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup dan Upaya Kesehatan .
B. DEFINISIOPERASIONAl
Definisi operasional dikembangkan pada tiap-tiap indikator PHBS di masing-masing tatanan Sarana Kesehatan . Dengan adanya definisi operasional ini memudahkan para pelaksana di lapangan untuk melakukan pengkajian dan penilaian PHBS, juga agar tidak timbul salah persepsi tentang indikator-indikator yang akan dikaji . Berikut ini indikator dan definisi operasional PHBS di tatanan Sarana Kesehatan .
c.
Indikator PHBS di Tatanan Puskesmas ... iセ@c:
"
m
a
INDIKATORJDEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI
OPERASIONAl. INPUT OPERASIONAL PROSES OPERASIONAL OUTPUT OPERASIONAL
I!
"
0 m ;;: セ@ z1. Air bersih Tersedia air bersih Air yang tidak Terpelihara tempat Tempat penam Oigunakannya air Air bersih untuk » »
berbau , berwarna, penampungan air pungan air bebas bersih mencuci alatalat z
dan berasa. lumpur, jentik dan dan bahan JJ "
0
lumut makanan, minum C)
JJ
dan cuci tangan . » ;;:
2. Jamban Tersedia jamban Jamban meliputi Tersedia alat Alat pembersih Oigunakannya Jamban digunakan yang bersih kakus cemplung pembersih jamban terdiri dari sikat jamban oleh seluruh
tanpa leher angsa jamban, sapu lidi pengelola atau dengan leher dan karbol makanan dan
angsa pengunjung
3. Sampah Tersedia tempa! Tempa! sampah Oigunakan dan Tempat sampah Oi halaman dan Sampah sampah di dapur yang terbuat dari dipeliharanya dalam keadaan didalam gedung ditampung dan
dan ruang makan seng/plastik tempat sampah baik dan dalam keadaan dibuang ditempat diberslhkan secara bersih pembuangan akhir teratur
4. Poster Tersedia poster Poster kesehatan Terpelihara poster Poster dalam Terpasang poster Poster dipasang kesehatan kesehatan paling paling sedikit 3 kesehatan keadaan bersih ditempat yang ditempat yang
sedikit 3 macam dari lima program da n d itata baik semestinya mudah dilihat oleh prioritas yaitu KIA, pengunujung Kesling, gizi, gaya seperti, ruang hidup dan upaya tunggu, dan ruang
... C. Indikator PHBS di Tatanan Puskesmas 1 m c
"
c
INDIKATOR/OEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI
OPERASIONAL INPUT OPERASIONAL PROSES OPERASIONAL OUTPUT OPERASIONAL
I§
;;:l>
Z
-c m 5. Radio kaset Tersedia radio Kaset penyuluhan Terpelihara radio Radio kaset dan Kaset penyuluhan Masa putar selama ;;:
m
penyuluhan kaset dan kaset paling sedikit 3 kaset dan kaset kaset penyuluhan diputar setiap hari jam berkunjung
z
penyuluhan paling dari lima program penyuluhan dalam keadaan dan dapat l> l>
sedikit 3 buah prioritas yaitu baik bergantiganti z
KIA. Kesling, gizi, topik JJ
0
"
gaya hidup dan c;)
JJ
upaya kesehatan l>
;;: 6. Penyuluhan Ada petugas Petugas kesehatan Tersedia alat bantu Alat bantu Adanya penyu Jadwal Penyuluhan
Kelompok kesehatan yang pernah mengikuti penyuluhan penyuluhan luhan kelompok didalam dan diluar trampil menyuluh pelatihan PKM kelompok kelompok seperti terjadwal gedung
puskes-atau mempunyai lembar balik. mas seperti pengalaman poster posyandu dll. menyuluh instruksional,
leaflet dlL
7. Tidak merokok Tidak ada rokok, Tidak ditemukan Adanya larangan Adanya larangan Tidak ada Puskesmas be bas asbak dan abu rokok, puntung, merokok disekitar merokok berupa pengunjung dan asap rokok dan rokok abu rokok, yang puskesmas poster, stiker dlL petugas yang bahanbah an
berserakan di yang mudah merokok NAPZA dalam dan di luar terlihat oleh
gedung pengunjung dan petugas
Indikator PHBS di Rumah Sakit... iセ@ C " ." rn 0 0
INDIKATOR/DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI
OPERASIONAL INPUT OPERASIONAL PROSES OPERASIONAL OUTPUT OPERASIONAL
iセ@
."
rn ;:
aJ
z
1. Air bersih Tersedia air bersih Air yang tidak Memanfaatkan air Tempat Digunakannya air Air bersih untuk
l> l>
yang memenuhi berbau, berwarna, bersih dan penampungan air bersih oleh mencuci alatalat z syarat dan berasa. dipeliharanya bebas lumpur, seluruh keluarga medis, minum dan ."
JJ
tempat jentik dan lumut mandi dan cuci 0 Cl
penampungan air tangan JJ
l> ;: ."
2. Jamban Tersedia jamban Jamban meliputi ka Memanfaatkan Alat pembersih Jamban yang Jamban digunakan JJ
;=
yang memenuhi kus cemplung tanpa dan memelihara terdiri dari sikat digunakan bersih oleh seluruh l> syarat atau dengan leher jamban dengan jamban, sapu lidi dan tidak berbau petugas, pasien c
"
angsa lengkap alat pembersih dan karbol dan pengunjung :Ie 0
dengan penampung c
."
kotoran (septic aJ
rn
tank) JJ
3. Sampah Tersedia tempat Tempat sampah Memanfaatkan Tempat sampah Halaman dan Sampah sampah yang yang terbuat dari dan memelihara dalam keadaan rumah dalam ditampung dan tertutup di dalam seng, plastik baik tempat sampap baik dan dibersih keadaan bersih dibuang ditempat dan di luar gedung didalam maupun kan secara teratur bebas sampah pembuangan
diluar gedung
4. Poster Tersedia poster Poster kesehatan Terpelihara poster Poster dalam Terpasang poster Poster dipasang kesehatan kesehatan paling paling sedikit 1 kesehatan keadaan bersih ditempat yang ditempat yang
mu-sedikit 1 macam dari lima program dan ditata baik semestinya dah dilihat oleh pa-ditiap uniVbagianl prioritas yaitu KIA, sien dan pengun-UPF/ruang tunggu , Kesling, gizi, gaya jung seperti, ruang ruang periksa dll. hidup dan upaya tunggu, dan ruang
kesehatan periksa
セ@
:!!
".Indikator PHBS di Rumah Sakit I III
c
7'.
C
"0
INDIKATOR/DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI INDIKATOR DEFINISI
OPERASIONAl INPUT OPERASIONAl PROSES OPERASIONAl OUTPUT OPERASIONAl
iセ@
l>z
"0
m
s:
5, Video dan Tersedia audio, Video, kaset Terpelihara video Video, Radio kaset Video atau kaset Masa putar III
z
Radio kaset radio kaset dan penyuluhan paling dan radio kaset dan kaset penyuluhan selama jam kerja
l> l>
penyuluhan kaset penyuluhan sedikit 3 dari lima dan kaset penyuluhan dalam diputar setiap hari dan dapat z paling sedikit 3 program prioritas penyuluhan keadaan baik be rgantiganti "0
Jl
buah yaitu KIA, Kesling, topik 0
G)
gizi, gaya hidup dan Jl
l>
upaya kesehatan s:
6. Penyuluhan Ada petugas Petugas kesehatan Tersedia alat bantu Alat bantu penyu Adanya Penyuluhan Kelompok kesehatan yang pernah mengikuti penyuluhan luhan kelompok penyuluhan kelompok teratur
trampil menyuluh pelatihan PKM kelompok seperti lembar ba kelompok dilaksanakan atau mempunyai lik, poster instruk terjadwal paling sedikit dua pengalaman sional, video inst kali dalam menyuluh ruksionalleaflet dU. seminggu
7. Tidak merokok Tidak ada rokok, Rokok, puntung Adanya larangan Larangan merokok Semua petugas, Petugas, pasien asbak dan abu dan abu rokok merokok disekitar berupa poster, pasien dan dan pengunjung rokok tidak berserakan rumah sakit stiker dll yang mu pengunjung tidak tidak merokok
didalam dan diluar dah terlihat oleh merokok selama berada d i gedung pasien, pengun lingkungan rumah
jung dan petugas sakit 8, Kuku Setiap petugas Alat pemotong Kuku dipotong Paling sedikit kuku Kuku pendek dan Bersih artinya
mempunyai alat kuku terdiri dari secara teratur dipotong bersih tidak ada kotoran pemotong kuku gunting, silet,dan seminggu sekali hitam disekitar
dirumah gunting kuku kuku walaupun
kuku terse but
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH OAN SEHAT 01
IihWr.sHf15mW'
PENUTUP
1. Pedoman PHBS ini dibuat agar program PHBS di sarana kesehatan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
2. Oi samping itu, agar PHBS di sarana kesehatan dapat dilaksanakan dengan lancar, diperlukan adanya dukungan positif dari semua pihak, seperti forum koordinasi , sarana dan media yang sesuai dengan standar minimal yang telah ditentukan dan dukungan dari seluruh sektor, mitra kerja dan masyarakat.
3. Oengan demikian PHBS dapat membudaya di setiap tatanan sarana kesehatan , sehingga akan meningkatkan mutu pelayanan di sarana kesehatan , serta dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam mencapai visi Indonesia Sehat 2010 .
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 01 SARANA KESEHATAN
PEDOMAN PERTANYAAN
TATANAN PUSKESMAS
1. Apakah digunakannya air bersih ? ... ... ... .... ... ... a. Ya
2. Apakah digunakannya jamban ? ... .. ... ... a. Ya
3. Apakah di halaman dan di tiaptiap ruangan
dalam keadaan bersih ? .. ... ... .... .. .... ... ... a. Ya
4. Apakah terpasang poster di tempat
semestinya ? ... .. .... .. ... ... ... .. ... ... .. .... ... a. Ya
5. Apakah video atau kaset penyulullan diputar
setiap hari ? .. ... .... ... ... ... ... .... ... a. Ya
6. Apakah adanya penyuluhan kelompok
terjadwal ? ... .. .. .... ... ... ... .. ... .... ... ... a. Ya
7. Apakah semua petugas , pasien dan pengunjung
tidak merokok ? ... .... .... ... .. ... ... ... a. Ya
8. aー。ォ。セQ@ kuku pendek dan bersih ? ... ... .. ... ... . a. Ya
b. Tidak
b. Tidak
b. Tidak
b. Tidak
b. Tidak
b. Tidak
b. Tidak
b. Tidak
Klasifikasi Klasifikasi II Klasifikasi III Klaslfikasi IV
CARA PENGKLASIFIKASIAN
jika jawaban ya banyaknya antara
1
s.d 2 (warna merah) jika jawaban ya banyaknya antara 3 s.d 4 (warna hijau) jika jawaban ya banyaknya antara 5 s.d 6 (warna hijau) jika jawaban ya 7 s.d 8 (warna biru)BUKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI
Jihf.iR'3f1Mhdli
PEDOMAN PERTANYAAN
Lampiran ITATANAN RUMAH SAKIT
1. Apakah digunakannya air bersih ? ... a. Ya b. Tidak
2. Apakah digunakannya jamban ? ... a. Ya b. Tidak
3. Apakah di halaman dan di tiaptiap ruangan
dalam keadaan bersih ? ... a. Ya b. Tidak
4. Apakah terpasang poster di tempat
semestinya ? ... . a. Ya b. Tidak
5. Apakah video atau kaset penyuluhan diputar
setiap hari ? ... .... .. a. Ya b. Tidak
6. Apakah adanya penyuluhan kelompok
terjadwal ? ... .... ... . a. Ya b. Tidak
7. Apakah semua petugas, pasien dan pengunjung
tidak merokok ? ... a. Ya b. Tidak
8. Apakah kuku pendek dan bersih ? ... ... .. ... a. Ya b. Tidak
CARA PENGKLASIFIKASIAN
Klasifikasi jika jawaban ya banyaknya antara 1 s.d 2 (warna merah) Klasifikasi II jika jawaban ya banyaknya antara 3 s.d 4 (warna kuning) Klasifikasi III jika jawaban ya banyaknya antara 5 s.d 6 (warna hijau) Klasifikasi ,IV jika jawaban ya 7 s.d 8 (warna biru)
REKAPITULASI HASIL PEMANTAUAN PHBS TATANAN SARAN AKESEHATAN (PUSKESMAS) KABUPATEN / KOTA
NAMA I N D I KAT D R P H B S KlASIFIKASI
KEPAlA
KElUARGA 1 2 3 4 5 6 7 8 I
" '"
IV PUSKESMAS 1 PUSKESMAS 2 PUSKESMAS 3 PUSKESMAS 4 PUSKESMAS 5 PUSKESMAS 6 dsl... JUMLAH % URUTAN KlASIFIKASI MASAlAH SARKES Calalan :Urulan masalah dilenlukan alas dasar prosenlase indikalor PHBS , prosenlasi lerkecil merupakan priorilas pertama .
Klasifikasi PHBS sarana kesehalan (Puskesmas) dilenlukan berdasarkan klasifikasi sehat tiap Puskesmas didaerah lersebul dengan kelenfuan sebagai berikut :
Sarkes Sehat I bila < 25% mencapai klasifikasi IV (Warn a merah) Sarkes Sehat II bila 25% 49% mencapai klasifikasi IV (Warna kuning) Sarkes Sehal III bila 50% 74% mencapai klasifikasi IV (Warn a hijau) Sarkes Sehaf IV bila 75% > mencapai klasifikasi IV (Warna biru)
BUKU P E D O MAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIDUP B ER S IH DAN SEHAT D I SARANA KESE HATAN
B UKU PEDOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILA KU HIDU P B ER S IH DAN SEHAT DI
inMif.i3M3Rif.iI'
BUKU PEOOMAN PEMBINAAN PROGRAM PRILAKU HIOUP BERSIH DAN SEHAT 0 1 SARANA KESEHATAN
PROGRAM PR ILAKU HIOUP BERS IH DA N SEHAT 01 SARANA KESEHATAN BUKU PEOOMA N PE MBI NAAN
TIM PENGARAH
Drs. Dachroni , MPH Dr. BPP Gultom , SKM, HES
Dr. Ernanti W, MSc
TIM PENYUSUN
Ora. Hafni Rochmah , SKM , MPH Ora . Zuraida,SKM, MPH
Drg. Dyah Erti M, MPH Org . Naalih Kalsum , MPH Tanty Herawati, SKM , Mkes
Mursiatno , SKM Drg. Marlina Ginting Ir. Bambang Setiaji, SKM
Giri Wuryandaru , SKM
EDITOR
Sudirman Rusdi Satar Nanik Suparti Suharni , SKM
z
セ@
o