• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penerapan Prinsip-Prinsip Goodgovernance Terhadap Kinerja Organisasi (Studi Pada Kantor Camat Medan Helvetia Kota Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Penerapan Prinsip-Prinsip Goodgovernance Terhadap Kinerja Organisasi (Studi Pada Kantor Camat Medan Helvetia Kota Medan)"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA ORGANISASI

(Studi Pada Kantor Camat Medan Helvetia Kota Medan) Skripsi

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Oleh:

RIZKI ALFINDO LUBIS 100903115

DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang mana

telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Kinerja Organisasi”.

Skripsi ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan di Departemen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera

Utara, dalam memperoleh gelar sarjana Ilmu Administrasi Negara. Semoga kasih dan anugrah dari Allah SWT selalu mengalir dan menyertai penulis dalam menyempurnakan karya ilmiah ini.Penulis menyadari bahwa dalam penulisan

skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam penulisan karya ilmiah. Skripsi ini

tidak akan selesai tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, baik dalam bentuk ide, gagasan, moral, maupun materi.

Terima kasih buat keluargaku untuk segala dukungan moril, moral, materil

serta doa-doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.Kalian penyemangat saya, kalian kekuatan saya, kalian inspirasi saya, keluargaku kalian

(3)

Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Badaruddin, M.Si, selaku Dekan fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. M. Husni Thamrin NST, M. Si, selaku Ketua Departemen Ilmu

Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara

3. Ibu Dra.Elita Dewi, M.Sp selaku sekretaris Departemen Ilmu Administrasi

Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara 4. Bapak Hatta Ridho, S.Sos, M,Sp, selaku Dosen Pembimbing yang dengan

sabar dan selalu menyediakan waktu untuk membimbing dan

mengarahkan penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini.

5. Dosen Penguji Ibu Dra.Elita Dewi, M.Sp, yang telah meluangkan

waktunya untuk memberikan kritik dan saran yang membangun dalam

penyelesaian skripsi ini.

6. Dosen-Dosen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu

Politik Universitas Sumatera Utara yang telah membimbing penulis dari

awal hingga detik ini.

7. Kak Dian dan Kak Mega yang telah banyak membantu penulis dalam

urusan administrasi di kampus.

8. Bapak Drs. Edi Mulia Matondang , selaku Camat Medan Helvetia dan

Bapak Muhammad Ludfi, selaku Kasubbag Umum yang telah

(4)

9. Untuk Para Pegawai Kantor Camat Medan Helvetia yang telah membantu

ketika melakukan penelitian.

10. Sahabat penulis, Bg Bembeng, Yuyun dan Fifah yang bersusah payah

membantu saya dalam pengerjaan skripsi ini segala perbuatan dan jasa kalian bakal dikenang sepanjang masa hahahaha.

11. Sahabat-sahabat penulis, Martinus Jomblo, wongkitot, Madan Sawit, Een

Bujang, Adit B(Binje), Adit C(Coro), Margen EB(Elo Binje), Yudo Bedil, Aggri Men, Muda kemben, Fahmi Tion, dan sahabat tamil saya Candra

Cero. Terima kasih sudah menjadi bawahan dan keluarga kedua penulis selama masa perkuliahan yang selalu ada disaat susah dan senang, dan

membuat suasana perkuliahan semakin berwarna. Semoga tali silaturahmi kita terus terjalin.

12. Sahabat penulis sekaligus calon ibu-ibu rumah tangga, Yuyunick, Inun,

Khafifah, Arum, dan Yuli, terima kasih buat bantuannya selama perkuliahan jasa kalian tiada tandingannya. Semoga tali silaturahmi kita terus terjalin.

13. Teman- teman AN 010 yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima

kasih sudah membagi banyak cerita selama masa perkuliahan kita. Semoga

kita tetapi menjadi satu keluarga dan tali silaturahmi kita tetap terjalin. Selamat berjuang untuk masa depan kawan-kawan.

14. Abang senior, Bg Bembeng, Bg Zikri, Bg Denot, Bg Ivri, dan Bg Rahmat,

dan yang lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih telah senantiasa membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini dan

(5)

15. Kawan-kawan 2011 Rippy, Felix, Andre, Josua, Tesa Adriana, Ricy

Rihana, Audy, Melany, Ardita, Shinta, Lailan dan yang lainnya yg tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih sudah banyak membagi cerita

selama masa perkuliahan.

16. Buat Junior 2012 Nesya, Wiro, Widya, Sonya, Anwar, Monica, Eka,

Acho, Migu, Jhos, Ryan, Basri, Martin, Erik dan Yohansen. Terima kasih

sudah berbagi cerita selama perkuliahan, yang semangat kalian kuliah dan tetap jaga IMDIAN kita.

Penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini belum sempurna.Oleh karena itu, penulis mengharapkan kepada pembaca agar member kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan skripsi ini.Akhir kata, semoga skripsi ini dapat

memberikan manfaat, menambah wawasan dan pengetahuan kita bersama. Terima Kasih…

Medan, April 2015 Penulis,

(6)

ABSTRAK

Pengaruh Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Kinerja Organisasi (Studi Pada Kantor Camat Medan Helvetia)

Skripsi ini disusun oleh:

Nama : Rizki Alfindo Lubis

NIM : 100903115

Departemen : Ilmu Administrasi Negara Fakultas :Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dosen Pembimbing : Hatta Ridho S.Sos., M,SP

Good governance merupakan acuan dasar bagi setiap pelayan publik dalam menjalankan tujuan dan fungsi dari pelayan publik itu sendiri. Diharapkan dengan adanya prinsip – prinsip good governance dapat meningkatkan kualitas dari pelayan publik sehingga masyarakat sebagai objek dari pelayanan tdi dapat mendapatkan pelayanan yang baik dan maksimal dari setiap pelayan publik.

Lokasi penelitian ini adalah Kantor Camat Medan Helvetia yang terletak di Jalan Beringin X No 2 Kelurahan Helvetia Kecamatan Medan Helvetia dengan luas tanah± 1.800 m2 dan luas bangunan 375 m2 . metode yang digunakan adalah metode kuantitatif.Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi antar variabel untuk membuktikan adanya pengaruh dari prinsip-prinsip good governance terhadap kinerja organisasi.Data-data di peroleh dengan menyebarkan angket/kuesioner kepada seluruh responden sebayak 30 orang yang semuanya merupakan pegawai di Kantor Camat Medan Helvetia.

Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik analisis data korelasi product moment, dari persamaan tersebut hasil perhitungan yang didapat 0,807 dimana hubungan antara variabel X dan variabel Y berada pada kategori sangat kuat. Berdasarkan uji hipotesis yang diperoleh nilai positif sebesar 7,240, hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara prinsip-prinsip good governance terhadap kinerja organisasi dengan tingkat pengaruh 65,2%. Sehingga hipotesis yang menyatakan ada pengaruh antara prinsip-prinsip good governance terhadap kinerja organisasi dapat diterima.

_________________________

(7)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK ... iv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang ... 1

1.2.Perumusan Masalah ... 4

1.3.Tujuan Penelitian ... 5

1.4.Manfaat Penelitian ... 5

1.5.Kerangka Teori 1.5.1.Good Governance ... 6

1.5.1.1.Pengertian Governance ... 6

1.5.1.2.Pengertian Good Governance ... 7

1.5.1.3.Prinsip-prinsip Good Governance ... 9

1.5.2.Kinerja Organisasi ... 12

1.5.2.1.Pengertian Organisasi ... 12

1.5.2.2.Pengertian Kinerja Organisasi ... 13

1.5.2.3.Pengaruh Penerapan Good Governance Terhadap Kinerja Organisasi 16 1.6.Hipotesa ... 17

1.7.Definisi Konsep ... 18

(8)

1.9.Sistematika Penulisan ... 19

BAB II METODE PENELITIAN 2.1.Bentuk Penelitian ... 21

2.2.Lokasi Penelitian ... 21

2.3.Populasi dan Sampel ... 21

2.3.1.Populasi ... 21

2.3.2.Sampel ... 22

2.4.Tekhnik Pengumpulan Data ... 22

2.5.Tekhnik Penentuan Skor ... 23

2.6.Tekhnik Analisa Data ... 25

BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN 3.1.Sejarah Terbentuknya Kecamatan Medan Helvetia ... 30

3.2.Letak Geografis dan Luas Wilayah Kecamatan Medan Helvetia ... 31

3.3.Kependudukan... 34

3.4.Struktur Organisasi dan Tata Kerja ... 39

3.4.1.Tugas Pokok dan Fungsi ... 39

3.4.2.Visi dan Misi ... 40

3.4.3.Struktur Organisasi ... 42

BAB IV PENYAJIAN DATA A.Deskripsi Data Identitas Responden ... 45

B.Tabel Jawaban Responden ... 49

B.1.Jawaban Responden Tentang Penerapan Prinsip-prinsip Good Governance ... 49

(9)

BAB V ANALISA DATA

5.1.Uji Validitas danRealibilitas Data ... 68

5.2.Uji Korelasi Product Momen ... 69

5.3.Uji Determinasi ... 71

5.4.Uji T ... 72

5.5.Uji F ... 74

5.6.Model Persamaan Regresi ... 75

BAB VI PENUTUP 6.1.Kesimpulan ... 78

6.2.Saran ... 80

(10)

ABSTRAK

Pengaruh Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Kinerja Organisasi (Studi Pada Kantor Camat Medan Helvetia)

Skripsi ini disusun oleh:

Nama : Rizki Alfindo Lubis

NIM : 100903115

Departemen : Ilmu Administrasi Negara Fakultas :Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dosen Pembimbing : Hatta Ridho S.Sos., M,SP

Good governance merupakan acuan dasar bagi setiap pelayan publik dalam menjalankan tujuan dan fungsi dari pelayan publik itu sendiri. Diharapkan dengan adanya prinsip – prinsip good governance dapat meningkatkan kualitas dari pelayan publik sehingga masyarakat sebagai objek dari pelayanan tdi dapat mendapatkan pelayanan yang baik dan maksimal dari setiap pelayan publik.

Lokasi penelitian ini adalah Kantor Camat Medan Helvetia yang terletak di Jalan Beringin X No 2 Kelurahan Helvetia Kecamatan Medan Helvetia dengan luas tanah± 1.800 m2 dan luas bangunan 375 m2 . metode yang digunakan adalah metode kuantitatif.Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi antar variabel untuk membuktikan adanya pengaruh dari prinsip-prinsip good governance terhadap kinerja organisasi.Data-data di peroleh dengan menyebarkan angket/kuesioner kepada seluruh responden sebayak 30 orang yang semuanya merupakan pegawai di Kantor Camat Medan Helvetia.

Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik analisis data korelasi product moment, dari persamaan tersebut hasil perhitungan yang didapat 0,807 dimana hubungan antara variabel X dan variabel Y berada pada kategori sangat kuat. Berdasarkan uji hipotesis yang diperoleh nilai positif sebesar 7,240, hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara prinsip-prinsip good governance terhadap kinerja organisasi dengan tingkat pengaruh 65,2%. Sehingga hipotesis yang menyatakan ada pengaruh antara prinsip-prinsip good governance terhadap kinerja organisasi dapat diterima.

_________________________

(11)

BAB I PENDAHULUAN

I.1Latar Belakang Masalah

Otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang dimulai pelaksanaannya pada tanggal 1 Januari 2001

yang kemudian direvisi dengan Undang-Undang No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, membawa implikasi bahwa pemerintah daerah dalam hal ini

adalah Pemerintah Kabupaten/Kota diberikan wewenang yang luas untuk mengatur dan menyelenggarakan rumah tangganya sendiri. Sehingga pemerintah

daerah harus mendorong terciptanya prinsip-prinsip pemerintahan yang baik (good governance) dengan melakukan upaya-upaya untuk memberdayakan masyarakat, mengembangkan peran dan fungsi DPRD melalui prinsip demokrasi,

peran serta masyarakat dalam pembangunan, pemerataan ekonomi dan kesejahteraan, keadilan sosial dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia. Dalam hal ini tujuannya adalah agar daerah otonom lebih mampu

meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara adil dan merata, taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, serta terbukanya kesempatan kerja. Untuk itu

Pemerintah daerah (kabupaten/kota) hendaknya dapat mengefektifkan kinerjanya guna menyelenggarakan ketata pemerintahan yang baik (good governance) serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Dampak pelaksanaan otonomi daerah sangat besar karena pelimpahan kewenangan pada pemerintahan daerah dapat memberikan keleluasaan untuk

(12)

permasalahan daerah yang bersangkutan. Hal ini juga dikuatkan oleh PP No. 38

tahun 2007 tentang pembagian urusan wajib dan pilihan yang akan memberikan kawalan untuk mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan karakteristik

masing-masing daerah.

Hakikat otonomi daerah pada dasarnya adalah bagaimana mendekatkan ke pemerintahan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kewenangan

yang sudah diberikan kepada daerah itu menjadi urusan dan tanggung jawab Pemerintah Daerah yang bersangkutan. Masyarakat tidak lagi hanya

menyesuaikan kepada pelayanan yang akan dibuat oleh pemerintah akan tetapi mereka diharapkan dapat sekaligus ikut dalam proses penetapan perencanaan

pembangunan dan bagaimana pembangunan itu akan dilakukan, masyarakat juga harus diberikan akses dalam menilai serta mengawal bagaimana pelayanan pemerintah itu dilakukan serta bagaimana ditingkatkan. Dalam hal ini hubungan

pemerintah dengan masyarakat tidak lagi seperti hubungan top-down tetapi menjadi suatu hubungan yang bersifat partnership. Untuk ini perlulah penguatan institusi pemerintah daerah dalam hal ini kelembagaan dan kapasitas institusi

pemerintah daerah.

Pada saat krisis terjadi, ada wacana yang menyebutkan bahwa asal muasal krisis adalah kurangnya kualitas “governasi” atau governance kita. baik di sektor

pemerintah maupun di sektor bisnis. Bertolak dari proses reformasi 1998 yangmenginginkan suatu perubahan mendasar dalam penyelenggaraan

pemerintahan yang lebih tr ansparan, berkeadilan dan akuntabel, maka tuntutan akan adanya pemerintahan yang baik (good governance) menjadi relevan

(13)

masyarakat dengan penerapan demokrasi rakyat tidak tercapai jika tidak

didukung oleh suatu pemerintahan yang kredibel dan dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam waktu terakhir ini, telah terjadi perubahan paradigma organisasi dalam berbagai aspek, dari segi manajemen perubahan, dari organisasi yang bersifat sentralisasi ke organisasi yang bersifat desentralisasi, gaya kerja

organisasi yang kaku berubah menjadi lebih fleksibel, kekuatan organisasi yang sebelumnya dilihat dari tolak ukur stabilitas organisasi kini bergeser pada

kemampuan organisasi untuk mengadaptasi perubahan. Faktor politik yang mempengaruhi perubahan peran organisasi dalam hal ini

dimanaorganisasipublik menuntut penerapan Good Governance. Good governance dimaksud adalah merupakan proses penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan public good and service disebut governance (pemerintahan ataukepemerintahan) sedangkan praktek terbaiknya adalah “good governance” (kepemerintahan yang baik).

Pemerintah dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance. Dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance, diharapkan dalam menggunakan dan melaksanakan kewenangan politik, ekonomi dan administratif

dapat diselenggarakan dengan baik. Oleh sebab itu dalam prakteknya, konsep good governance harus ada dukungan komitmen dari semua pihak yaitu negara (state)/pemerintah (government), swasta (private) dan masyarakat (society). Good

governance yang efektif menuntut adanya koordinasi yang baik dan integritas, profesional dan etos kerja dan moral yang tinggi.Dengandemikian penerapan good

(14)

tersendiri. Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan Negara. Dalam rangka hal tersebut, diperlukan pengembangan dan penerapan

sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bertanggung jawab serta bebas KKN.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disebutkan bahwa good governance akan tercapai apabila setiap organisasi dan orang-orang didalamnya selalu menerapkan prinsip-prinsip good governance. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pelaksanaan good governane dan kinerja organisasi lalu menyusunnya dalam bentuk karya ilmiah

Bertitik tolak dari latar belakang yang dikemukakan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Penerapan

Prinsip-prinsipGood Governance Terhadap Kinerja Organisasi (Studi Pada Kantor Camat Medan Helvetia)”.

I.2 Perumusan Masalah

Untuk dapat memudahkan dalam penelitian ini dan agar penelitian ini

memiliki arah yang jelas dalam menginterprestasikan fakta dan data ke dalam penulisan skripsi, maka terlebih dahulu dirumuskan permasalahannya. Adapun permasalahan yang diajikan dalam penelitian ini adalah: “Adakah Pengaruh

(15)

I.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip Good Governance di Kantor Camat Medan Helvetia.

2. Untuk mengetahui bagaimana kinerja organisasi di Kantor Camat

Medan Helvetia.

3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan prinsip-prinsip

Good Governance terhadap kinerja organisasi di Kantor Camat Medan Helvetia.

I.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari peneitian ini adalah:

1. Bagi penulis secara subjektif adalah sebagai suatu tahapan untuk melatih

dan mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis dan teoritis dalam memecahkan suatu permasalahan secara objektif dan kritis melalui

suatu karya ilmiah sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang bersifat teruji dan berguna

2. Bagi mahasiswa lainnya sebagi khasanah ilmiah untuk penelitian lainnya. 3. Bagi FISIP-USU khususnya Departemen Ilmu Administrasi Negara

sebagai bahan referensi, bahan kajian dan bahan perbandingan bagi

(16)

I.5 Kerangka Teori

I.5.1 Good Governance

I.5.1.1 Pengertian Governance

Governance adalah suatu terminologyyang digunakan untuk mengganti istilah government, yang menggunakan otoritas politik, ekonomi, dan administrasi dalam mengelola masalah-masalah kenegaraan, hal tersebut di atas dapat ditelusuri dari tulisan J.S Endarlin (Setyawan, 2004:223).

Governance yang diterjemahkan menjadi tata pemerintahan adalah penggunaan wewenang ekonomi, politik dan administrasi guna mengelola

urusan-urusan negara pada semua tingkat. Tata pemerintahan mencangkup seluruh mekanisme, proses dan lembaga-lembaga dimana warga dan kelompok-kelompok masyarakat mengutamakan kepentingan mereka, menggunakan hak hukum,

memenuhi kewajiban dan menjembatani perbedaan-perbedaan diantara mereka. Menurut Kooiman (Setyawan, 2004 : 224) mengatakan governancemerupakan serangkaian proses interaksi social politik antara pemerintah dengan masyarakat

dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan intervensi pemerintah atas kepentingan-kepentingan tersebut. Governance merupakan mekanisme-mekanisme, proses-proses dan institusi-institusi melalui warga negara mengartikulasikan kepentingan-kepentingan mereka, memediasi perbedaan-perbedaan mereka serta menggunakan hak dan kewajiban legal mereka

(Setyawan, 2004:12). Dalam konteks ini governance memeiliki hakikat yang sesuai yaitu bebas dari penyalahgunaan wewenang dan korupsi serta dengan

(17)

I.5.1.2 PengertianGood Governance

Istilah good governance berasal dari induk bahasa Eropa Latin, yaitu Gubernare yang diserap oleh bahasa Inggris menjadi Govern, yang berarti steer(menyetir, mengendalikan), direct (mengarahkan), atau rule (memerintah). Penggunaan utama istilah ini dalam bahasa Inggris adalah to rule with authority, atau memerintah dengan kewenangan.

Pengertian good governance diatas merupakan suatu pemahaman atau pijakan dari akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Good governance sebenarnya mempunyai makna sebagai kepengelolaannya atau kepengarahannya yang baik bukan kepemerintahan yang baik. Memang pemahaman ini mempunyai

perbedaan dengan pemahaman dasar di lingkungan kita selama ini, antara lain yang diperkenalkan oleh lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawaasn Keuangan dan Pembangunan.

O’Brien (Nugroho:2005:142) mendefinisikan Good Governance adalah

penjumlahan dari cara-cara dimana individu-individu dan institusi-institusi baik privat maupun public mengelola urusan-urusan bersamanya.

Menurut Bank Dunia yang dikutip Wahab menyebut Good Governance adalah suatu konsep dalam penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid

dan bertanggung jawab sejalan dengan demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dan investasi yang langka dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun Administrative, menjalankan disiplin anggaran serta

(18)

Berkaitan dengan good governance, Mardiasmo dalam Tangkilisan, mengemukakan bahwa orientasi pembangunan sektor publik adalah untuk menciptakan good governance, dimana pengertian dasarnya adalah pemerintahan yang baik. Kondisi ini berupaya untuk menciptakan suatu penyelenggaraan pembangunan yang solid dan bertanggungjawab sejalan dengan prinsip demokrasi, efesiensi, pencegahan korupsi, baik secara politik maupun

administrasi. Berdasarkan dokumen kebijakan UNDP1, disebutkan : Tata pemerintahan adalah penggunaan wewenang ekonomi, politik dan administrasi

guna mengelola urusan-urusan Negara pada semua tingkat. Tata pemerintahan mencakup seluruh mekanisme, proses dan lembaga-lembaga dimana warga dan

kelompok-kelompok masyarakat mengutarakan kepentingan mereka, menggunakan hak hukum, memenuhi kewajiban dan menjembatani perbedaan-perbedaan diantara mereka. Jelas bahwa good governance adalah masalah perimbangan antara negara, pasar dan masyarakat.

Dari berbagai pengertian tentang Good Governance dapat disimpulkan bahwa suatu konsep tata pemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan penggunaan

otoritas politik dan kekuasaan untuk mengelola sumber daya demi pembangunan masyarakat yang solid dan bertanggung jawab secara efektif melalui pembuatan

peraturan dan kebijakan yang absah dan yang merujuk pada kesejahteraan rakyat, pengambilan keputusan, serta tata laksana pelaksanaan kebijakan.

(19)

I.5.1.3 Prinsip-prinsip Good Governance

Berdasarkan pengertian Good Governance oleh Mardiasmo dan Bank Dunia yang disebutkan diatas dan sejalan dengan tuntutan reformasi yang

berkaitan dengan aparatur Negara termasuk daerah adalah perlunya mewujudkan administrasi Negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas, dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,

maka menuntut penggunaan konsep Good Governance sebagai kepemerintahan yang baik, relevan dan berhubungan satu dengan yang lainnya. Ide dasarnya

sebagaimana disebutkan Tangkilisan adalah bahwa Negara merupakan institusi yang legal formal dan konstitusional yang menyelenggarakan pemerintahan dengan fungsi sebagai regulator maupun sebagai Agent of Change.

Sebagaimana dikemukakan diatas bahwa Good Governance awalnya digunakan dalam dunia usaha (corporate) dan adanya desakan untuk menyusun

sebuah konsep dalam menciptakan pengendalian yang melekat pada korporasi dan manajemen professionalnya, maka ditetapkan Good Corporate Governance. Sehingga dikenal prinsip-prinsip utama dalam Governance Corporate adalah: transparansi, akuntabilitas, fairness, responsibilitas, dan responsivitas.

Prinsip-prinsip Good Governance diatas cenderung kepada dunia usaha, sedangkan bagi suatu organisasi publik bahkan dalam skala Negara prinsip-prinsip tersebut lebih luas menurut UNDP melalui LAN yang dikutip Tangkilisan menyebutkan bahwa adanya hubungan sinergis konstruktif di antara Negara,

(20)

1. Partisipasi (Participation)

Setiap warga Negara mempunyai suara dalam formulasi keputusan, baik secara langsung maupun intermediasi institusi legitimasi yang mewakili

kepentingannya. Partisipasi seperti ini dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara secara berpartisipasi secara konstruktif

2. Penerapan Hukum (Fairness).

Kerangka hukum harus adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu, terutama hukum untuk hak azasi manusia.

3. Transparansi (Transparency)

Transparansi dibangun atas dasar kebebasan arus informasi secara

langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus dapat dipahami dan dapat dimonitor.

4. Responsivitas (Responsiveness)

Lembaga-lembaga dan proses-proses kelembagaan harus mencoba untuk melayani setiap stakeholders.

5. Orientasi (Consensus Oreintation)

Good Governance menjadi perantara kepentingan yang berbeda untuk memperoleh pilihan terbaik bagi kepentingan yang lebih luas, baik dalam

hal kebijakan-kebijakan maupun prosedur-prosedur 6. Keadilan (Equity)

Semua warga Negara, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai

(21)

7. Efektivitas (Effectivness)

Proses-proses dan lembaga-lembaga menghasilkan sesuai dengan apa yang telah digariskan dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia

sebaik mungkin.

8. Akuntabilitas (Acoountability)

Para pembuat keputusan dalam pemerintahan, sektor swasta dan

masyarakat sipil (civil society) bertanggungjawab kepada publik dan lembaga-lembaga stakeholders. Akuntabilitas ini tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal atau eksternal organisasi.

9. Strategi visi (Strategic vision)

Para pemimpin dan publik harus mempunyai perspektif good governance dan pengembangan manusia yang luas dan jauh kedepan sejalan dengan

apa yang diperlukan untuk pembangunan semacam ini.

Prinsip-prinsip diatas merupakan suatu karakteristik yang harus dipenuhi dalam hal pelaksanaan good governance yang berkaitan dengan kontrol dan pengendalian, yakni pengendalian suatu pemerintahan yang baik agar cara dan penggunaan cara sungguh-sugguh mencapai hasil yang dikehendaki stakeholders.

Penerapan Good Governance kepada pemerintah adalah ibarat masyarakat memastikan mandat, wewenanang, hak dan kewajibannya telah dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Disini dapat dilihat bahwa arah ke-delapan dari Good Governance adalah membangun the professional government, bukan dalam arti pemerintah yang dikelola para teknokrat, namun oleh siapa saja yang mempunyai

(22)

yang mampu mentransfer ilmu dan pengetahuan menjadi skill dan dalam

melaksanakannya berlandaskan etika dan moralitas yang tinggi.

I.5.2 Kinerja Organisasi

I.5.2.1Pengertian Organisasi

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti

alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan

disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut

Chester I. Barnard (Sutarto, 1998:4) mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih”. James D. Mooney

(Bryson, 1999:23) mengatakan bahwa : Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Dimock (1986:21) organisasi adalah

organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah

ditentukan).

Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa

setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :

1. Orang-orang (sekumpulan orang),

2. Kerjasama,

(23)

Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli, salah

satunya A.M. Williams (1965:45)yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap Government, bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi

1. Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas.

2. Prinsip Skala Hirarkhi.

3. Prinsip Kesatuan Perintah.

4. Prinsip Pendelegasian Wewenang.

5. Prinsip Pertanggungjawaban.

6. Prinsip Pembagian Pekerjaan.

7. Prinsip Rentang Pengendalian.

8. Prinsip Fungsional.

9. Prinsip Pemisahan.

10..Prinsip Keseimbangan.

11. Prinsip Fleksibilitas

12. Prinsip Kepemimpinan.

I.5.2.2Pengertian Kinerja Organisasi

Kinerja adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia dari kata dasar "kerja" yang menterjemahkan kata dari bahasa asing prestasi. Bisa pula berarti hasil kerja.

(24)

accomplishtment (Supardi, 2002:21), Hal ini berarti bahwa, kinerja suatu organisasi itu dapat dilihat dari tingkatan sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang didasarkan pada tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Mengingat bahwa kinerja dari suatu organisasi itu adalah untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya, maka informasi tentang kinerja organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting.

Informasi tentang kinerja organisasi dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah proses kerja yang dilakukan organisasi selama ini sudah sejalan dengan

tujuan yang diharapkan atau belum. Akan tetapi dalam kenyataannya banyak organisasi yang justru kurang atau bahkan tidak jarang ada yang tidak mempunyai

informasi tentang kinerja dalam organisasinya.

Untuk menilai kinerja organisasi ini tentu saja diperlukan indikator-indikator atau kriteria-kriteria untuk mengukurnya secara jelas. Tanpa indikator-indikator

dan kriteria yang jelas tidak akan ada arah yang dapat digunakan untuk menentukan mana yang relatif lebih efektif diantara : alternatif alokasi sumber daya yang berbeda; alternatif desain-desain organisasi yang berbeda; dan diantara

pilihan-pilihan pendistribusian tugas dan wewenang yang berbeda (Bryson, 1995:34). Sekarang permasalahannya adalah kriteria apa yang digunakan untuk

menilai organisasi.

Dalam organisasi publik, sulit untuk ditemukan alat ukur kinerja yang sesuai (Fynn, 1986, Jackson dan Palmer, 1992 dalam Bryson, 2002). Bila dikaji

dari tujuan dan misi utama kehadiran organisasi publik adalah untuk memenuhi kebutuhan dan melindungi kepentingan publik, kelihatannya sederhana sekali

(25)

hingga kini belum ditemukan kesepakatan tentang ukuran kinerja organisasi

publik.

Berkaitan dengan kesulitan yang terjadi dalam pengukuran kinerja organisasi publik ini dikemukakan oleh Dwiyanto (1995: 1), “kesulitan dalam

pengukuran kinerja organisasi pelayanan publik sebagian muncul karena tujuan dan misi organisasi publik seringkali bukan hanya kabur akan tetapi juga bersifat

multidimensional. Organisasi publik memiliki stakeholders yang jauh lebih banyak dan kompleks ketimbang organisasi swasta. Stakeholders dari organisasi

publik seringkali memiliki kepentingan yang berbenturan satu dengan yang lainnya, akibatnya ukuran kinerja organisasi publik dimata para stakeholders juga menjadi berbeda-beda”.

Namun ada beberapa indikator yang biasanya digunakan untuk mengukur kinerja birokrasi publik (Dwiyanto, 1995) yaitu sebagai berikut:

a. Produktivitas

Konsep produktivitas tidak hanya mengukur tingkat efisiensi, tetapi juga efektivitas pelayanan. Produktivitas pada umumnya dipahami sebagai rasio antara

input dengan output. b. Kualitas Pelayanan

Kepuasan masyarakat bisa menjadi parameter untuk menilai kinerja organisasi publik.

c. Responsivitas

(26)

program-program pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi

masyarakat.

d. Responsibilitas

Responsibilitas menjelaskan apakah pelaksanaan kegiatan organisasi publik itu dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar atau sesuai dengan kebijakan organisasi, baik yang eksplisit maupun implisit

Sebagai sebuah pedoman, dalam menilai kinerja organisasi harus dikembalikan pada tujuan atau alasan dibentuknya suatu organisasi.Misalnya,

untuk sebuah organisasi privat/swasta yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan dan barang yang dihasilkan, maka ukuran kinerjanya adalah seberapa

besar organisasi tersebut mampu memproduksi barang untuk menghasilkan keuntungan bagi organisasi. Indikator yang masih bertalian dengan sebelumnya adalah seberapa besar efisien pemanfaatan input untuk meraih keuntungan itu dan

seberapa besar efective yang dilakukan untuk meraih keuntungan tersebut.

I.5.3 Pengaruh PenerapanGood Governance terhadap Kinerja Organisasi

Kantor Camat Medan Helvetia adalah salah satu lembaga pemerintahan yang berfungsi untuk melayani masyarakat dalam hal pelayanan publik.Dalam

melayani masyarakat para pegawai dituntut untuk dapat menjalankan tugas dengan baik yakni kinerja organisasinya harus tinggi. Tercapainya kinerja organisasi kerja bukan saja ditentukan dari banyaknya jumlah pegawai akan tetapi

(27)

Pengelolaan dan pengendalian yang baik dari suatu organisasi dalam hal

ini organisasi publik menyangkut pencapaian tujuan organisasi secara bersama-sama yaitu untuk menciptakan suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan

yang solid dan bertanggung jawab sejalan dengan prinsip demokrasi, efisiensi, pencegahan korupsi baik secara politik maupun secara administrasi. Dengan pengertian lain good governance adalah proses penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel oleh organisasi-organisasi pemerintahan seperti organisasi publik pemerintahan Kota Medan yang mencangkup kepemimpinan,

struktur organisasi dan sumber daya manusianya.

Berdasarkan uraian diatas maka disebutkan bahwa apabila pemimpin

organisasi public, struktur organisasi dan sumberdaya manusianya baik maka akan tercipta Good Governance yang berpengaruh terhadap kinerja organisasi itu sendiri. Dengan demikian jelaslah pelaksanaan good governance akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi, sehingga para stakeholders dalam hal ini masyarakat luas dapat merasa terpuaskan akan hasil kinerja dari organisasi tersebut.

I.6 Hipotesis

Hipotesa adalah merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (Sugiyono, 2005:70)

(28)

“Terdapat pengaruh antara penerapan prinsip-prinsipGood Governance

terhadap Kinerja organisasi”. 2. Hipotesa Nihil (Ho) :

“Tidak terdapat pengaruh antara penerapan prinsip-prinsip Good

Governance terhadap Kinerja organisasi” I.7 Defenisi Konsep

Adapun konsep dari penelitian ini adalah :

a. Good Governance adalah.serangkaian proses interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan intervensi pemerintah atas

kepentingan-kepentingan tersebut

b. Kinerja Organisasi adalah bentuk kerjasama diantara anggota organisasi

yang dimana proses kerjasama tersebut mempunyai hubungan satu sama

lainnya, dan juga untuk mencapai tujuan yang diingin dicapai bersama. I.8 Defenisi Operasional

Defenisi operasional merupakan uraian dari konsep yang sudah

dirumuskan dalam bentuk indikator-indikator agar lebih memudahkan operasionalisasi dari suatu penelitian.

1. Variabel Bebas (X) dalam penelitian ini adalah pelaksanaan Good

Governance, yang diukur berdasarkan indikatornya yaitu : a. Partisipasi Masyarakat(Participation)

b. Tegaknya Supremasi Hukum(Rule of the Law) c. Keterbukaan (Transparansi)

(29)

g. Efektifitas dan Efisiensi .

h. Pertanggung Jawaban (Akuntabilitas) i. Visi Strategis

j. Daya Tanggap ( Responsivenes )

2. Variabel Terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Kinerja Organisasi ,yang

diukur berdasarkan indikatornya yaitu : : a. Produktivitas.

b. Kualitas Layanan c. Responsivitas. d. Responsibilitas

I.9 SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan yang disusun dalam rangka memaparkan keseluruhan hasil penelitian ini secar singkat dapat diketahui sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memuat latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, hipotesis, defenisi konsep, defenisi

operasional dan systematika penulisan BAB II METODE PENELITIAN

Bab ini terdiri dari bentuk penelitian, lokasi penelitian, populasi dan

Sample teknik pengumpulan data, teknik penentuan skor dan teknik Analisis data.

(30)

Bab ini berisi gambaran umum tentang objek atau lokasi penelitian yang

relefan dengan topik penelitian .

BAB IV PENYAJIAN DATA

Bab ini berisi hasil data yang diperoleh dari lapangan dan atau berupa dokumen yang akan dianalisis.

BAB V ANALISA DATA

Bab ini berisi tentang uraian data-data yang diperoleh setelah melaksanakan penelitian.

BAB VI PENUTUP

Bab ini memuat kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang

(31)

BAB II

METODE PENELITIAN

II.1 Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan analisa Kuantitatif dengan maksud mencari pengaruh antara variable independent (X)

dengan variable devenden (Y). Dengan metode ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang ada berdasarkan data dan informasi yang diperoleh.

II.2 Lokasi Penelitian

Adapun lokasi penelitian ini dilakukan pada Kantor Camat Medan Helvetia. Hal ini berkaitan adanya keluhan atau permasalahan yang keluar dari masyarakat mengenai bagaimana tidak maksimalnya kinerja.

II.3 Populasi dan Sampel II.3.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek dan obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti

(32)

II.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2003:91). Pengambilan sebagian itu dimaksudkan

sebagai refresentatif dari seluruh populasi, sehingga kesimpulan juga berlaku bagi keseluruhan popilasi.

Menurut Arikunto,bila populasi kurang dari 100 orang maka diambil

keseluruhannya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika populasi lebih dari 100 orang maka dapat diambil 10-15 persen

atau 20-25 persen sampel atau lebih.Jadi disimpulkan bahwa tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik populasi yaitu menggunakan populasi yang ada

menjadi sampel yang berjumlah 30 orang.

II.4 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, untuk memperoleh data atau informasi, keterangan-keterangan yang diperlukan penulis menggunakan metode sebagai berikut : a. Pengumpulan Data Primer

Yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data yang lengkap dan berkaitan dengan masalah

yang diteliti. Dat primer tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Metode Angket (kuisioner)

Yaitu teknik pengumpulan data melalui pemberian daftar pertanyaan

secara tertutup kepada responden yang dilengkapi dengan berbagi alternative jawaban. Respondenya adalah pegawai Kantor Camat Medan

(33)

b. Metode Observasi

Pelaksanaan pengamatan secara langsung terhadap fenomena-fenomena yang berkaitan dengan focus penelitian..

b. Pengumpulan Data Skunder

Yaitu cara pengumpulan data yang dilakukan melalui : a. Penelitian Kepustakaan

Yaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan berbagai literature seperti buku, majalah dan berbagai bahan yang berhubungan

dengan objek penelitian. b. Studi Dokumentasi

Yaitu pengumpulan data yang diperoleh melalui pengkajian dan penelaahan terhadap catatan tertulis maupun dokumen-dokumen yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

II.5 Teknik Penentuan Skor

Untuk membantu dalam menganalisa data yang diperoleh dalam

penelitian, maka penelitian ini menggunakan teknik penentuan skor. Teknik penentuan skor yang akan digunakan adalah dengan skala ordinal untuk menilai

jawaban kuesioner responden. Adapun skor yang ditentukan untuk setiap pertanyaan adalah :

(34)

d. Untuk alternative jawaban D diberi skor 2 e. Untuk alternative jawaban E diberi skor 1

Untuk mengetahui atau menentukan kategori jawaban responden dari

masing-masing variable apakah tergolong tinggi, sedang atau rendah maka terlebih dahulu ditentukan skala interval dengan cara sebagai berikut :

ilangan BanyaknyaB

ah SkorTerend ggi

SkorTertin

Maka diperoleh n = 0,80 5

1 5

Sehingga dengan demikian dapat diketahui kategori jawaban responden masing-masing variable yaitu :

Skor untuk kategori sangat tinggi = 4.25 – 5.00 Skor untuk kategori tinggi = 3.43 – 4.23 Skor untuk kategori sedang = 2.62 – 3.42 Skor untuk kategori rendah = 1.81 – 2.61 Skor untuk kategori sangat rendah = 1.00 – 1.80 Untuk menentukan jawaban responden tersebut tergolong sangat tinggi ,

tinggi, sedang, rendah, sangat rendah maka dari jumlah skor dari variable akan ditentukan rata-ratanya dengan membagi jumlah pertanyaan. Dari hasil

(35)

II.6 Teknik Analisis Data

Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif yang digunakan untuk menguji pengaruh variable bebas dan variabel terikat.

Adapun metode statistk yang digunakan adalah : 1) Uji Validitas dan Reliabilitas

Suatu alat ukur penelitian khususnya dalam pengumpulan data kuantitatif

mengenai objek penelitian haruslah memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Diantaranya terdapat dua kriteria yang mutlak dipenuhi, yakni reliabel dan valid.

Hal ini dimaksudkan agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipercaya dalam hasil pengukurannya untuk tujuan penelitian.Uji validitas

dimaksudkan untuk menilai sejauhmana suatu alat ukur diyakini dapat dipakai sebagai alat untuk mengukur item-item pertanyaan/pernyataan kuesioner dalam penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas butir

pertanyaan/pernyataan kuesioner adalah Korelasi Product Moment dari Karl Pearson (validitas isi/content validity) dengan cara mengkorelasikan masing-masing item pertanyaan/pernyataan kuesioner dan totalnya, selanjutnya

membandingkan r table dengan r hitung. Adapun kriteria penilaian uji validitas adalah:

a. Apabila r hitung > r table, maka item kuesioner valid. b. Apabila r hitung < r table, maka item kuesioner tidak valid

Sebuah instrumen dan data yang dihasilkan disebut reliable atau terpercaya apabila instrumen tersebut secara konsisten memunculkan hasil yang sama setiap kali pengukuran. Pengujian reliabilitas digunakan untuk melihat reliabilitas

(36)

Menurut Nunnally, dinyatakan bahwa “suatu konstruk atau variable dikatakan

reliable jika memberikan nilai Alpha Cronbach lebih dari 0,6”. 2) Koefisien Korelasi Product Moment

Cara ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya dan besar kecilnya hubungan antara variable bebas dan variable terikat (Sugiyono, 2005:193). Cara perhitungan menggunakan rumus sebagai berikut:

rxy =

. ( )2



. ( )2

) )( ( .

2

2 

              N N N Keterangan:

r = koefisien korelasi x = variable bebas

y = variable terikat n = jumlah sampel

Dari hasil perhitungan tersebut akan memperlihatkan kemungkinan-kemungkinan sebagai berikut :

a. Koefisien korelasi yang diperoleh sama dengan nol (r = o) berarti

hubungan kedua variable yang diuji tidak ada.

b. Koefisien korelasi yang diperoleh positif (r = +)berarti kenaikan nilai

variable yang satu, diikuti nilai variable yang lain dan kedua variable

memiliki hubungan positif.

c. Koefisien korelasi yang diperoleh negative (r = -) berarti kedua variable

(37)

Untuk mengetahui adanya hubungan yang tinggi, sedang atau rendah

antara kedua variabel berdasarkan nilai r (koefisien korelasi) digunakan penafsiran atau interprestasi angka yang dikemukakan oleh Sugiyono {2005:214)

Tabel I. Pedoman untuk memberikan interprestasi Koefisien Korelasi

Interprestasi Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599

0,60 – 0,799 0,80 – 1,000

Sangat Rendah Rendah

Sedang Tinggi

Sangat Tinggi

Dengan nilai r yang di peroleh maka dapat diketahui apakah nilai r yang diperoleh berarti atau tidak dan bagaimana tingkat hubungannya melalui tabel

korelasi. Tabel korelasi menentukan batas-batas r yang signifikan. Bila r tersebut signifikan, artinya hipotesis kerja atau hipotesis alternative dapat diterima.

3) Koofisien Determinant

Teknik ini di gunakan untuk mengetahui berapa persen besarnya pengaruh

variable bebas terhadap variable terikat. Perhitungan dilakukan dengan mengkuadratkan nilai Koofisien Korelasi Product Moment (R) dan dikalikan 100%.

D = (rxy) x 100% Keterangan :

(38)

Rxy = koefisien Korelasi Product Moment.antara x dan y

4) Untuk melihat hubungan variabel x dan y digunakan uji statistic t dengan

rumus :

2

2

r t

n r t

  

(Sutrisno Hadi, 2001:365) Kriteria pengujian adalah :

- Jika harga thitungttabel maka hipotesis alternative ditolak

- Jika harga thitungttabelmaka hipotesis alternative diterima

5) Uji F

Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama

terhadap variabel dependen atau terikat. Uji hipotesis ini dilakukan dengan membandingkan signifikasi F hitung dengan ketentuan:

- Jika signifikasithitungttabel maka H1 diterima

- Jika signifikasi thitungttabel maka H1 ditolak

6) Uji Regresi

Analisis regresi linier sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y), atau dalam artian ada

variabel yang mempengaruhi dan ada variabel yang dipengaruhi. Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel

(39)

Dengan kata lain, regresi linier sederhana adalah koefisien yang menunjukkan

perubahan yang terjadi pada variabel Y jika variabel X berubah 1 satuan. Analisis regresi linier ini banyak digunakan untuk uji pengaruh antara variable independen

(X) terhadap variable dependen (Y) .

Rumus regresi linear sederhana sebagai berikut:

Y’ = a + bX

Keterangan:

Y’ = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan)

X = Variabel independen

a = Konstanta (nilai Y’ apabila X = 0)

b = Koefisien regresi (nilai peningkatan jika bernilai positif ataupun penurunan

(40)

BAB III

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

A. GAMBARAN UMUM WILAYAH KECAMATAN MEDAN HELVETIA

1. Sejarah Terbentuknya Kecamatan Medan Helvetia

Kecamatan Medan Helvetia adalah salah satu dari 21 kecamatan

yang berada di Wilayah Kota Medan memiliki luas 1.156,147 Hadanmerupakan pecahan dari Kecamatan Medan Sunggal.

Sebelum menjadi kecamatan defenitif terlebih dahulu melalui proses Kecamatan Perwakilan. Sesuai dengan Keputusan Gubernur

Sumatera Utara Nomor : 138/402/K/1991 tanggal 05 Pebruari 1991 dan Keputusan Walikota Medan Nomor : 138/595/SK/1991 tanggal 20 Maret 1991 dirubah namanya menjadi Perwakilan Kecamatan Medan

Helvetiadan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor : 50 Tahun 1991 didevinitifkan menjadi kecamatan Medan Helvetia yang diresmikan pada tanggal 31 Oktober 1991 yang terdiri atas 7 (tujuh) Kelurahan yaitu :

Kelurahan Helvetia, Helvetia Tengah, Helvetia Timur, Dwi Kora, Cinta Damai, Tanjung Gusta dan Sei Sikambing C-II.

Adapun kantornya telah menempati bangunan permanen yang terletak di Jalan Beringin X No 2 Kelurahan Helvetia Kecamatan Medan Helvetia dengan luas tanah± 1.800 m2 dan luas bangunan 375 m2 dan

(41)

Sejak terbentuknya Perwakilan Kecamatan Medan Helvetia dari

tahun 1991 sampai sekarang, wilayah ini telah dipimpin oleh beberapa Camat.Daftar nama Camat yang pernah memimpin di Kecamatan Medan

[image:41.595.144.517.333.589.2]

Helvetia sejak mulai terbentuk hingga sekarang adalah :

Tabel 1

Nama Camat yang Memimpin Kecamatan Medan Helvetia Dari Tahun 1991 - Sekarang

No Nama Pejabat Masa Bakti

1 NURHANA SIAGIAN BA 1991 – 1997

2 Drs. ZAINAL AZHAR 1997 – 2001

3 Drs. SAID CHAIDIR 2001 – 2003

4 Dra. SITI MAHRANI HASIBUAN 2003 – Desember 2009 5 M. REZA HANAFI S.STP.M.AP 2009 –2012

6 ARRAHMAAN PANE, S.STP. MAP

2012 – 2013

7 DRS. EDI MULIA MATONDANG 2013 – Sekarang

2. Letak Geografis dan Luas Wilayah Kecamatan Medan Helvetia

Wilayah-wilayah yang berdekatan yang berbatasan langsung

dengan Kecamatan Medan Helvetia adalah :

(42)

- Sebelah Timur : Kecamatan Medan Barat dan Medan Petisah - Sebelah Barat :Kecamatan Sunggal Kab Deli Serdang

Kecamatan Medan Helvetia terbagi menjadi 7 (tujuh) Kelurahan

dan 88 lingkungan dengan status Kelurahan Swasembada. Adapun luas wilayah Kecamatan Medan Helvetia adalah 1.156,147 Ha.

(43)
[image:43.595.91.535.191.586.2]

Tabel 2

Nama Kelurahan, Lurah, Luas Lahan dan Jumlah Kepala Lingkungan Di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2012

No Kelurahan Nama Lurah

Luas wilayah (Ha)

Lingkungan

1 Helvetia RAMADHANI SINULINGGA,

S.STP

125 12

2 Helvetia Tengah SYAHRUL EFFENDI LUBIS 150 22

3 Helvetia Timur HASANAL HARIS HRP, S.STP 182,25 13

4 Tanjung Gusta DRS. H. AMINULLAH

BATUBARA

220 7

5 Cinta Damai SUBIATNO. SE 180 8

6 Dwi Kora KASRUDDIN HASIBUAN, S.Sos 200 12

7 Sei Sikambing

C-II

RAHMADSYAH ZEGA, S.Sos 98,90 14

(44)

Salah satu faktor penting di wilayah Kecamatan Medan Helvetia secara geografis juga berbatasan dengan wilayah Kabupaten Deli Serdang dan ini adalah letak yang sangat strategis yaitu merupakan pintu masuk dan

keluar dari wilayah Deli Serdang maupun Kota Binjai.

3. Kependudukan

Data penduduk merupakan salah satu data pokok dalam perencanaan pembangunan karena penduduk merupakan objek dan subjek dalam pembangunan.

a. Jumlah dan Kepadatan Penduduk

Sesuai dengan hasil registrasi penduduk Kelurahan Tahun 2008 ada kenaikan jumlah penduduk di Kecamatan Medan Helvetia dari tahun –

tahun sebelumnya. Pada bulan Desember tahun 2012 jumlah penduduk yang teregritasi berjumlah 191,475 jiwa yang terdiri dari laki-laki

96,060jiwa dan perempuan 95,415 jiwa. 0

50 100 150 200 250

125

182.25

182 180

200

98.98

99

L

u

as

[image:44.595.114.511.82.333.2]

(Ha)

(45)

Berikut ini grafik perkembangan penduduk Kecamatan Medan Helvetia

[image:45.595.139.494.166.377.2]

dari Tahun 2008, 2009, 2010, dan 2012.

Tabel 3

Keadaan Penduduk Kecamatan Medan HelvetiaTAHUN 2012

Sumber : data Kecamatan Medan Helvetia

140.000 150.000 160.000 170.000 180.000 190.000 200.000

2009 2010 2011 2012

163.279 172.671

183.127

191475

Jum

lah

[image:45.595.182.437.507.624.2]

Grafik Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2008 - 2012

95415

96060

(46)

b. Tenaga Kerja

Berdasarkan hasil pendataan penduduk Tahun 2012 bahwa jumlah tenaga kerja (>10 Tahun) mencapai 163.450 orang sedangkan angkatan

kerja untuk Kecamatan Medan Helvetia mencapai 152.761 orang dan bukan angkatan kerja 10.689 orang pada tahun 2012.Berikut ini grafik jumlah penduduk yang bekerja berdasarkan mata pencaharian di

Kecamatan Medan Helvetia pada tahun 2012.

c. Agama

Mayoritas penduduk di Kecamatan Medan Helvetia ini pada tahun 2012.

Islam 125.518 jiwa (65,47%),

Protestan 54.415 jiwa (28,51%),

Katolik 6.352 jiwa (3,46%),

Hindu 516 jiwa (0,26%),

0,24%

8,95%

35,69% 0,12%

0,29%

0,16% 54,55%

(47)

Budha 3.771 jiwa (2.31%),

Berikut ini Grafik persentase penduduk berdasarkan agama di Kecamatan Medan

Helvetia Tahun 2012.

Kecamatan / Kelurahan Islam Kristen Katholik Hindu Budha Konghuchu Aliran

Kepercayaan

MEDAN HELVETIA

HELVETIA 12394 7952 726 12 34 0 0

HELVETIA TENGAH

23960 15809 1662 45 257 0 0

HELVETIA TIMUR

21712 7196 712 56 1020 0 0

TANJUNG

GUSTA

20225 7201 694 54 48 0 0

CINTA

DAMAI

11068 10176 1365 114 1890 0 0

DWIKORA 21310 4385 820 53 892 0 0

SEI

SIKAMBING C II

14849 1696 373 182 533 0 0

Jumlah per

Kecamatan

125518 54415 6352 516 4674 0 0

(48)

Fasilitas Rumah Ibadah di Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2012

No Rumah Ibadah Jumlah Keterangan

1 MESJID 51

2 MUSHOLLA 20

3 GEREJA 31

4 PURA -

JUMLAH 102

d. Etnis

Penduduk Kecamatan Medan Helvetia cukup heterogen, terbukti dengan banyaknya suku/etnis yang hidup dan tinggal di wilayah Kecamatan Medan Helvetia ini. Adapun suku bangsa yang terbesar adalah:

Suku Jawa 56.267 jiwa (34.42%),

Islam

Protestan

Katolik

Hindu

(49)

Suku Tapanuli Utara 42952 jiwa (26,28%),

Suku Mandailing 14813 jiwa (9,06 %), Suku Melayu 12876 jiwa ( 7,88 %),

Suku Karo 10511 jiwa (6,43 %),

Suku Aceh 8899 jiwa (5,44 %),

Suku Minang 8745 jiwa (5,35 %),

Suku Dairi 3780 jiwa (2.31 %),

Dan suku lainnya sebesar 2.82%.

4. Struktur Organisasi dan Tata Kerja

Di dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, Camat Kecamatan

Medan Helvetia selalu berpedoman kepada Tugas dan Fungsi serta Visi dan Misi yang ada.

a) Tugas Pokok dan Fungsi

Camat mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.Dalam

melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 5. Camat mempunyai fungsi :

1. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

2. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan

ketertiban umum.

3. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan

(50)

4. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan

umum.

5. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di

tingkat Kecamatan.

6. Membina penyelenggaraan pemerintahan kelurahan.

7. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup

tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan kelurahan.

8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai

dengan tugas dan fungsinya.

b) Visi dan Misi Visi

Visi adalah cara pandang jauh kedepan, kemana instansi pemerintah harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Secara umum visi adalah pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan oleh Kantor

Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan. Penetapan visi mencerminkan apa yang ingin dicapai, memberikan arah dan fokus strategis yang jelas,

berorientasi terhadap masa depan dan selanjutnya diharapkan mampu menumbuhkan komitmen dilingkungan kantor Kecamatan Medan Helvetia.

Dengan berpedoman pada visi RPJMD Pemko Medan 2011-2015dan

memperhatikan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Medan Helvetiadalam mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan tahun 2011-2015, maka visi Kecamatan Medan Helvetia Tahun 2011-2015 ditetapkan sebagai

(51)

MEWUJUDKAN KECAMATAN MEDAN HELVETIA SEBAGAI MINIATUR KOTA MEDAN YANG BERDAYA SAING, NYAMAN, PEDULI, DAN SEJAHTERA

Miniatur Kota Medan yang berdaya saing, nyaman, peduli, dan sejahtera mengandung makna bahwa seluruh masyarakat Medan Helvetia mampu menghadapi tantangan globalisasi di tengah-tengah masyarakat luas serta

mampu menciptakan kenyamanan lingkungan sekitarnya walaupun masyarakat Kecamatan Medan Helvetia terdiri dari berbagai macam ragam

suku etnis dan agama serta tingginya kepedulian kepada sesama tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya sehingga tercipta kesejahteraan di

tengah-tengah masyarakat Kecamatan Medan Helvetia.  Misi

Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh organisasi, sesuai visi yang telah ditetapkan, agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.Untuk mencapai visi tersebut di atas,

maka Kecamatan Medan Helvetiamenjabarkannya dalam beberapa Misi yang akan dilaksanakan selama periode Renstra Tahun 2011-2015 adalah sebagai

berikut:

1. Meningkatkan Pelayanan prima kepada masyarakat.

2. Meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang

(52)

c) Struktur Organisasi

Daftar Nama Pegawai pada Kantor Camat Medan Helvetia Tahun 2014

NO Nama Jabatan/Pangkat/Golongan

1 DRS. EDI MULIA

MATONDANG/ 19690114 199009 1 001

CAMAT/Pembina

2 SUSI AGUSTINA, S.Sos/ 19690823 198903 2 002

SEKRETARIS CAMAT/ Pembina – IV/a

3 ERWIN SALEH, S.STP/

19830324 200212 1 001

KASI PEMERINTAHAN/ Penata TK I - III/d

4 ABDILLAH HARJA PURBA,

S.STP, Msi/ 19830714 200112 1 001

KASI KESSOS/ Penata - III/c

5 E R W I N/

19601031 198101 1 001

KASI TRANTIB/ Penata - III/c

6 UNTUNG S MANURUNG,

S.Sos/

19770709 199803 1 002

KASI. PMK/ Penata - III/c

7 MUHAMMAD LUDFI, ST/

19740606 200903 1 004

KASUBBAG UMUM/ Penata Muda TK I -III/b

8 NORA SONDANG, SH/

19820610 200604 2 007

(53)

9 MUHAMMAD RIDHOI PURBA/

19820508 200902 1 007

KASUBBAG KEUANGAN/ Penata Muda – III/a

10 TIROSMA SILITONGA, SE/ 19701111 199403 2 002

BENDAHARA/ Penata - III/c

11 FAJARUDDIN, S.Sos/

19590221 199007 1 001

STAF KECAMATAN/ Penata TK I - III/d 12 MUHAMMAD HAFIZ, S.Sos/

19691111 198903 1 004

STAF KECAMATAN/ Penata TK I - III/d 13 SYSCA ULI ARTHA HSB,

S.STP,M,SP/ 19810407 200012 2 001

STAF KECAMATAN/ Penata - III/c

14 AMIR SAID/

19640304 198712 1 001

STAF KECAMATAN/ Penata Muda TK I -III/b

15 SOFYAN/

19680929 199007 1 001

STAF KECAMATAN/ Penata Muda TK I -III/b

16 SEPTIKA EKA

RAHAYU,S.Psi/ 19860901 201001 2 018

STAF KECAMATAN/ Penata Muda – III/b

17 MUHAMMAD ARSAD LUBIS/

19720101 200801 1 003

STAF TRANTIB/ Penata Muda – III/a

18 ZULFIKAR, Amd/

19751224 201001 1 008

STAF KESSOS/ Pengatur Tk I– II/d

(54)

19730912 200701 2 006 Pengatur Muda TK I - II/b

20 DIANA VIERA/

19720525 200701 2 029

BENDAHARA PENYEDIAAN BARANG/

Pengatur Muda TK I - II/b

21 SUPRIN TURNIP/

19821012 201001 1 017

STAF TRANTIB/ Pengatur Muda Tk I- II/b

22 MUHAMMAD FADLI/

19880721 201112 2 001

STAF TRANTIB/ Pengatur Muda - II/a 23 EVI BEATRIC DEWI ZEBUA/

19880721 201112 2 001

STAF KECAMATAN/ Pengatur Muda - II/a

24 R. DEDI HANDOKO/

19781128 200701 1 023

STAF TRANTIB/ Juru TK I - I/d

25 ABDULLAH/

19620615 200701 1 019

STAF TRANTIB/ Juru Muda TK I - I/b

26 SUPRIYADI HONORER

27 HARTONO HONORER

28 ADRIAN SINAGA HONORER

29 RUDY HASIBUHUAN HONORER

30 SITI NURJANNAH

HARAHAP

(55)

BAB IV

PENYAJIAN DATA A. Deskripsi Data Identitas Responden

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada pegawai Kantor Camat Medan Helvetia dengan cara menggunakan kuesioner pada responden sebanyak 30 orang, maka diperoleh sejumlah data. Untuk memperoleh gambaran yang jelas dari data yang

diperoleh melalui kuesioner tersebut, di bawah ini disajikan data dalam tabel-tabel distribusi yang kemudian didistribusikan sebagai berikut :

[image:55.595.148.518.396.596.2]

1. Jenis Kelamin

Tabel 1

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi Presentasi

1 2

Pria Wanita

21 9

70% 30%

Total 30 100%

Sumber : Hasil Penelitian 2014

Pada tabel diatas terlihat bahwa responden pria berjumlah 21 orang (70%) dan

(56)
[image:56.595.151.517.171.402.2]

2. Umur

Tabel 2

Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Umur

NO Usia Frekuensi Presentasi

1 2 3 4 5

19-26 Tahun 27-34 Tahun 35-42 Tahun 43-50 Tahun >51 Tahun

10 5 12

1 2

33,3% 16,7% 40% 3,3% 6,7%

TOTAL 30 100%

Sumber : Hasil Penelitian 2014

Pada tabel diatas terlihat bahwa jumlah responden berumur 19 - 26 tahun berjumlah 10 orang (33,3%). Berumur 27 - 34 tahun berjumlah 5 orang (16,7%), berumur 35 - 42 tahun berjumlah 12 orang (40%), berumur 43 -

(57)
[image:57.595.141.518.162.427.2]

3. Pendidikan

Tabel 3

Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Frekuensi Presentasi

1 2 3 4 5

SLTP SLTA D3

S1 S2

- 6 4 18

2

- 20% 13,3%

60% 6,7%

TOTAL 30 100%

Sumber : Hasil Penelitian 2014

Pada tabel diatas terlihat bahwa responden yang berpendidikan SLTP berjumlah 0 orang (0%) responden yang berpendidikan SLTA berjumlah 6 orang (20%)

responden yang berpendidikan D3 berjumlah 4 orang (13,3%) dan yang berpendidikan S1 berjumlah 18 orang (60%) dan responden yang berpendidikan

(58)
[image:58.595.150.517.166.424.2]

4. Masa Kerja

Tabel 4

Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Masa Kerja

NO Masa Kerja Frekuensi Presentasi

1 2 3 4 5

0-5 Tahun 6-10 Tahun 11-15 Tahun 16-20 Tahun\ >21 Tahun

15 5 6 3 1

50% 16,7%

20% 10% 3,3%

TOTAL 30 100%

Sumber : Hasil Penelitian 2014

Dari data diatas dapat dilihat bahwa masa kerja responden yang bekerja selama 0-5 tahun sebanyak 15 orang (50%),masa kerja responden selama 6-10

tahun sebanyak 5 orang (16,7%), masa kerja responden 11-15 tahun sebanyak 6 orang (20%), masa kerja responden 16-20 tahun sebanyak 3 orang (10%)

(59)

B. Tabel Jawaban Responden

[image:59.595.130.517.223.475.2]

B.1. Good Governance ( Variabel X ) Tabel 5

Jawaban Responden Tentang Kantor Camat Memberikan Informasi Secara Jelas dan Akurat

No Keterangan Frekuensi Presentasi

1 2 3 4 5

Sangat Jelas Jelas Cukup Jelas Kurang Jelas

Tidak Jelas

6 18

5 1 -

20% 60% 16,7%

3,3 -

TOTAL 30 100%

Sumber : Hasil Penelitian 2014

Berdasarkan tabel diatas responden yang menjawab sangat jelas berjumlah 6 orang (20%) yang menjawab jelas berjumlah 18 orang (60%) yang menjawab

Gambar

Tabel 1
Tabel 2
Grafik  Luas Kelurahan di Kecamatan Medan Helvetia
Grafik  Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Helvetia
+7

Referensi

Dokumen terkait

dengan judul : “Pengaruh Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai (Studi Pada Kantor Camat Medan Helvetia Kota Medan)”.. 1.2

Untuk mengetahui adanya hubungan yang tinggi, sedang atau rendah antara. kedua variable berdasarkan nilai r (koefisien korelasi) digunakan penafsiran

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel terikat. Adapun metode statistik yang

Teknik analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data kuantitatif yang digunakan untuk menguji hubungan/pengaruh antara variabel bebas dan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan populasi sebanyak 158, sampel 40 orang dan teknik analisis data dengan instrument

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear, untuk mengetahui pengaruh antara variabel

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dengan menggunakan analisa kuantitatif untuk menuji pengaruh antar variabel dan sejauh mana hubungan

segala puji hanya milik allah SWT atas segala nikmat, rahmat dan karunia-Nya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Pengaruh