• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Laporan Kuangan Debitur dalam Menunjang Efektivitas Pembiayaan Murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Laporan Kuangan Debitur dalam Menunjang Efektivitas Pembiayaan Murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PROGRAM S-1

FAKULTAS EKONOMI DEPARTEMEN AKUNTANSI

SKRIPSI

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DEBITUR DALAM

MENUNJANG EFEKTIVITAS PEMBIAYAAN MURABAHAH

PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI CABANG STABAT

LANGKAT

OLEH:

NAMA : AGUSTY WULANTIKA UTAMI

NIM : 060503010

DEPARTEMEN : AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah satu syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

(2)

PERNYATAAN

Dengan ini Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul :

Analisis Laporan Kuangan Debitur dalam Menunjang Efektivitas Pembiayaan Murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat.

Adalah benar hasil karya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi level Program Reguler S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan, 30 April 2010 Yang membuat pernyataan

(3)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Segala puji dan syukur diucapkan kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala,

karena berkat rahmat, hidayah, dan petunjukNya yang selalu memberikan

bimbingan dan kemudahan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi yang berjudul “Analisis Laporan Keuangan Debitur dalam Menunjang

Efektivitas Pembiayaan Murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang

Stabat Langkat”. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat

untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Akuntansi Fakultas

Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini baik secara moril maupun

materil yaitu :

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, MSi., Ak, selaku Ketua Departemen

Akuntansi dan Dra. Mutia Ismail, MM., Ak, selaku Sekretaris Departemen

Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Drs. Syamsul Bahri TRB, M.M, Ak, selaku dosen pembimbing

yang telah bersedia meluangkan waktu dan memberikan bimbingan dan

pengarahan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

4. Bapak Zainal A. T. Silangit, SE, Ak., selaku dosen pembanding / penguji I

(4)

5. Bapak Drs. Rustam, MSi, Ak., selaku dosen wali penulis, seluruh dosen

Fakultas Ekonomi Departemen Akuntansi yang telah banyak memberi

ilmu pengetahuan dan nasihat pada penulis selama masa perkuliahan, serta

seluruh Staff dan Pegawai Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

6. Seluruh Staff dan Pegawai PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat

Langkat yang memberikan izin dan data bagi penulis untuk melaksanakan

penelitian.

7. Kedua orang tua yang paling saya sayangi dan selalu ingin saya

bahagiakan, Ayahanda Suyanto Rachmad dan Ibunda Yustiani, yang telah

mencurahkan seluruh kasih sayang, cinta, pengorbanan, motivasi, dan doa

yang diberikan kepada penulis.

8. Adik-adik saya yang tersayang Edwi Aristio Setiawan, Edwi Aristio

Rahadian, dan Ajeng Yumna Amartya yang selalu memberikan dukungan

dan semangat bagi saya, serta semua pihak yang telah membantu

terselesaikannya skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dalam penulisan di masa yang akan datang. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.

Medan, 30 April 2010 Penulis,

(5)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh analisis laporan keuangan debitur yang tercermin dalam rasio-rasio keuangan baik secara bersama maupun secara individu (parsial) terhadap pemberian pembiayaan

murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat. Penelitian ini

dilakukan terhadap 30 sampel debitur yang masih menerima pembiayaan

murabahah periode Januari 2009 sampai dengan Desember 2009.

Pemberian pembiayaan dalam hal ini diperoleh melalui perhitungan kebutuhan pembiayaan murabahah dari debitur-debitur yang digunakan sebagai variabel dependen. Sedangkan analisis laporan keuangan debitur pada penelitian ini menggunakan rasio-rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan rasio rentabilitas. Pada rasio likuiditas parameternya adalah Current Ratio (CR), rasio leverage berupa Debt to Equity Ratio (DER), rasio aktivitas berupa Asset Turnover (ATO), dan rasio rentabilitas berupa Net Profit Margin Ratio (NPM) dan Return on Assets (ROA). Kelima parameter tersebut merupakan variabel independen dalam penelitian ini.

Model analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh analisa laporan keuangan debitur yang tercermin dalam rasio-rasio keuangannya terhadap pembiayaan murabahah adalah model regresi berganda . Penganalisaan data penulis menggunakan program SPSS versi 16.0. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji signifikansi serentak (uji F) dari variabel independen terhadap variabel dependen dan uji signifikansi parsial (uji t) dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan debitur bersumber dari laporan keuangannya yaitu berupa current ratio, debt to equity ratio, net profit margin, asset turnover dan return on asset secara menyeluruh (simultan) tidak berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah. Dan dari pengujian secara individu (parsial) menunjukkan hasil bahwa hanya net profit margin yang secara individu (parsial) berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah, sedangkan current ratio, debt to equity ratio, asset turnover dan return on asset secara individu tidak berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah.

Keywords : Pembiayaan murabahah, Rasio-rasio Keuangan {Current Ratio (CR),

Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Asset Turnover (ATO), dan

(6)

ABSTRACT

This study aims to analyze and explain the effect of financial statement analysis of debitors is reflected in the financial ratios of both are collectively or individually (partially) against granting murabahah at PT.Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat. This research was conducted on 30 samples of borrowers who are still receiving murabahah the period January 2009 until December 2009.

The provision of financing in this case was obtained through calculation murabahah needs of debtors which is used as the dependent variable. While the analysis of the financial statements of debtors in this study using the financial ratios of liquidity ratios, leverage ratios, activity ratios, and profitability ratio. On the liquidity ratio parameter is Current Ratio (CR), leverage ratio of Debt to Equity Ratio (DER), the ratio of activity in the form of Asset Turnover (ATO), and the profitability ratio of Net Profit Margin Ratio (NPM) and Return on Assets (ROA). The five parameters are independent variables in this study.

The analysis model to see the impact analysis of the financial statements of the debitor that is reflected in its financial ratios to murabahah is a multiple regression model. Authors analyzing data using SPSS version 16.0. Hypothesis testing was done by simultaneous significance test (F test) of the independent variable on the dependent variable and partial test of significance (t test) of each independent variable on the dependent variable.

The results of this study indicate that the financial condition of borrowers are obtained from financial statements which formed as current ratio, debt to equity ratio, net profit margin, asset turnover and return on assets as a whole (simultaneously) did not affect murabahah. And from the test individual (partial), shows that only the net profit margin which individually (partial) effect murabahah, while the current ratio, debt to equity ratio, asset turnover and return on assets individually did not affect murabahah.

Keywords: Murabahah Financing, Financial Ratios (Current Ratio (CR), Debt to

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

PERNYATAAN ... i

KATA PENGANTAR ... ii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Batasan Penelitian... 5

C. Perumusan Masalah ... 5

D. Tujuan Penelitian ... 6

E. Manfaat Penelitian ... 6

F. Hipotesis dan Kerangka Konseptual Penelitian ... 6

1. Hipotesis ... 6

2. Kerangka Konseptual Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan ... 8

1. Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan ... 8

2. Pemakai Laporan Keuangan ... 9

3. Tujuan Laporan Keuangan ... 11

4. Keterbatasan Laporan Keuangan ... 12

B. Analisis Laporan Keuangan ... 13

(8)

2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan ... 14

3. Teknik Analisis Laporan Keuangan ... 15

4. Analisis Rasio Keuangan ... 16

C. Pengertian Efektivitas ... 22

D. Perbankan Syariah ... 22

1. Pengertian Bank Berbasis Syariah ... 22

2. Perbedaan antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional ... 23

3. Pengertian Pembiayaan ... 24

4. Jenis Pembiayaan Bank Syariah ... 24

5. Pembiayaan Murabahah ... 26

6. Hubungan Analisis Laporan Keuangan Debitur terhadap Efektivitas Pembiayaan Murabahah pada Bank ... 27

E. Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 28

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 30

B. Populasi dan Sampel Penelitian ... 30

C. Jenis Data ... 31

D. Teknik Pengumpulan Data ... 32

E. Definisi dan Pengukuran Variabel ... 33

F. Metode Analisis Data ... 34

G. Jadwal dan Lokasi Penelitian ... 36

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian PT. Bank Syariah Mandiri ... 37

1. Sejarah Singkat Perusahaan ... 37

2. Struktur Organisasi Perusahaan ... 39

(9)

B. Prosedur Pembiayaan Murabahah pada PT. Bank

Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat ... 49

C. Analisis Hasil Penelitian ... 63

1. Analisis terhadap Laporan Keuangan Debitur ... 63

2. Analisis Hasil Statistik ... 64

3. Analisis Regresi dan Uji Hipotesis ... 73

D. Pembahasan Hasil Statistik ... 81

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 84

B. Saran ... 85

(10)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Penelitian ... 7

Gambar 2.1 Bagan Ilustrasi Prosedur Pembiayaan ... 50

Gambar 3.1 Histogram ... 68

Gambar 3.2 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual ... 68

(11)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Tabel Halaman

Tabel 4.1:Rasio-rasio Keuangan dan Pembiayaan Murabahah

Rata-Rata ... 65

Tabel 4.2 :One-Sample Kolmogorov Smirnov Test ... 67

Tabel 4.3 :Coefficients ... 70

Tabel 4.4 :Model Summary ... 71

Tabel 4.5 :Coefficients ... 74

Tabel 4.6 :ANOVA... 76

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Lampiran

Lampiran 1 : Rasio-Rasio Keuangan dan Besar Pembiayaan Murabahah Lampiran 2 : Hasil pengujian SPSS

(13)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh analisis laporan keuangan debitur yang tercermin dalam rasio-rasio keuangan baik secara bersama maupun secara individu (parsial) terhadap pemberian pembiayaan

murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat. Penelitian ini

dilakukan terhadap 30 sampel debitur yang masih menerima pembiayaan

murabahah periode Januari 2009 sampai dengan Desember 2009.

Pemberian pembiayaan dalam hal ini diperoleh melalui perhitungan kebutuhan pembiayaan murabahah dari debitur-debitur yang digunakan sebagai variabel dependen. Sedangkan analisis laporan keuangan debitur pada penelitian ini menggunakan rasio-rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan rasio rentabilitas. Pada rasio likuiditas parameternya adalah Current Ratio (CR), rasio leverage berupa Debt to Equity Ratio (DER), rasio aktivitas berupa Asset Turnover (ATO), dan rasio rentabilitas berupa Net Profit Margin Ratio (NPM) dan Return on Assets (ROA). Kelima parameter tersebut merupakan variabel independen dalam penelitian ini.

Model analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh analisa laporan keuangan debitur yang tercermin dalam rasio-rasio keuangannya terhadap pembiayaan murabahah adalah model regresi berganda . Penganalisaan data penulis menggunakan program SPSS versi 16.0. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji signifikansi serentak (uji F) dari variabel independen terhadap variabel dependen dan uji signifikansi parsial (uji t) dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan debitur bersumber dari laporan keuangannya yaitu berupa current ratio, debt to equity ratio, net profit margin, asset turnover dan return on asset secara menyeluruh (simultan) tidak berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah. Dan dari pengujian secara individu (parsial) menunjukkan hasil bahwa hanya net profit margin yang secara individu (parsial) berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah, sedangkan current ratio, debt to equity ratio, asset turnover dan return on asset secara individu tidak berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah.

Keywords : Pembiayaan murabahah, Rasio-rasio Keuangan {Current Ratio (CR),

Debt to Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), Asset Turnover (ATO), dan

(14)

ABSTRACT

This study aims to analyze and explain the effect of financial statement analysis of debitors is reflected in the financial ratios of both are collectively or individually (partially) against granting murabahah at PT.Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat. This research was conducted on 30 samples of borrowers who are still receiving murabahah the period January 2009 until December 2009.

The provision of financing in this case was obtained through calculation murabahah needs of debtors which is used as the dependent variable. While the analysis of the financial statements of debtors in this study using the financial ratios of liquidity ratios, leverage ratios, activity ratios, and profitability ratio. On the liquidity ratio parameter is Current Ratio (CR), leverage ratio of Debt to Equity Ratio (DER), the ratio of activity in the form of Asset Turnover (ATO), and the profitability ratio of Net Profit Margin Ratio (NPM) and Return on Assets (ROA). The five parameters are independent variables in this study.

The analysis model to see the impact analysis of the financial statements of the debitor that is reflected in its financial ratios to murabahah is a multiple regression model. Authors analyzing data using SPSS version 16.0. Hypothesis testing was done by simultaneous significance test (F test) of the independent variable on the dependent variable and partial test of significance (t test) of each independent variable on the dependent variable.

The results of this study indicate that the financial condition of borrowers are obtained from financial statements which formed as current ratio, debt to equity ratio, net profit margin, asset turnover and return on assets as a whole (simultaneously) did not affect murabahah. And from the test individual (partial), shows that only the net profit margin which individually (partial) effect murabahah, while the current ratio, debt to equity ratio, asset turnover and return on assets individually did not affect murabahah.

Keywords: Murabahah Financing, Financial Ratios (Current Ratio (CR), Debt to

(15)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Diantara berbagai kebijaksanaan ekonomi yang dilaksanakan pemerintah,

bidang perbankan merupakan salah satu bidang yang mendapat perhatian

pemerintah karena bank merupakan salah satu sumber permodalan yang sangat

dibutuhkan oleh masyarakat. Bank merupakan salah satu rekan pemerintah yang

dituntut peran sertanya untuk mensukseskan pembangunan, melalui jasa kredit

yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam menjalankan kegiatan usaha.

Perkembangan perekonomian nasional maupun internasional yang senantiasa

bergerak cepat disertai tantangan yang semakin luas sehingga perlu dilakukan

suatu cara antisipasi, dalam rangka antisipasi serta dalam rangka menampung

aspirasi dan kebutuhan masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan usaha

berdasarkan prinsip syariah yang mulai marak di kalangan masyarakat kita.

Perbankan dengan prinsip syariah lahir dengan dilatarbelakangi oleh kebutuhan

masyarakat khususnya sebagian umat Islam Indonesia terhadap bank tanpa bunga,

kelahiran bank syariah di Indonesia yang menggunakan sistem bank tanpa bunga

telah membawa pengaruh yang signifikan terhadap sistem perbankan Indonesia.

Konsep bunga pada bank konvensional oleh sebagian umat Islam Indonesia

dianggap sebagai riba terlebih lagi dengan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia

(16)

Perkembangan perbankan syariah ditandai dengan disetujuinya

Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 yang merupakan revisi dari Undang-Undang-Undang-Undang

Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. Namun setelah itu, disahkanlah

Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 yang sudah secara keseluruhan membahas

mengenai perbankan syariah. Dalam Undang-Undang tersebut diatur dengan rinci

landasan hukum serta jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan

diimplementasikan oleh bank syariah, Undang-Undang tersebut juga menjadi

arahan bagi bank-bank konvensional untuk membuka cabang syariah atau bahkan

mengkonversi diri secara total menjadi bank syariah.

Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan Bank Umum Syariah (BUS) ke-2 di

Indonesia setelah berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI), sekitar tahun

1992. Sejarah berdirinya Bank Syariah Mandiri dipengaruhi adanya

tuntutan dari sebagian masyarakat muslim Indonesia yang menganggap bahwa

bunga bank adalah haram. Pada tahun 1997 tepatnya bulan Juli krisis tersebut

telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi oleh bank-bank

konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah yang menyebabkan

pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk merekonstruksi dan

merekapitalisasi sebagian bank Indonesia. Tepat pada bulan tanggal 1

November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT. Bank Syariah

Mandiri. Kelahiran Bank Syariah Mandiri merupakan buah

usaha dari para perintis Bank Syariah di PT. Bank Susila Bakti dan menejemen

PT. Bank Mandiri (persero) yang memandang pentingnya kehadiran Bank

(17)

bank yang mengkombinasikan idealisme usaha dengan nilai-nilai

rohani yang melandasi operasinya.

Dalam kegiatan bank syariah dikenal nama pembiayaan atau yang biasa kita

sebut dengan nama kredit. Pembiayaan atau kredit merupakan salah satu tugas

pokok bank. Kegiatan pembiayaan secara umum pada bank syariah antara lain

pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah), penyertaan modal

(musyarakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan

(murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni

tanpa pilihan (ijarah) atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas

barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Kredit Murabahah atau yang sering disebut sebagai pembiayaan murabahah,

adalah pemberian kredit dengan sistem jual beli. Sistem pembiayaan Murabahah

adalah sistem jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang

disepakati dalam hal ini penjual harus memberitahu harga produk yang dibeli dan

menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya.

Umumnya, pembiayaan murabahah ini yang paling banyak dilakukan oleh

bank syariah, tidak hanya disukai bank umum syariah (BUS) atau unit usaha

syariah bank umum konvensional (UUS BUK), namun juga oleh Bank

Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Ini dikarenakan pembiayaan murabahah

dinilai lebih mudah dan tidak memerlukan analisa yang rumit serta

(18)

Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H.

Ma'ruf Amin mengungkapkan, masih besarnya peminat perbankan syariah pada

produk pembiayaan murabahah menunjukkan bahwa produk dengan akad jual

beli dengan sistem bagi hasil ini diminati oleh nasabah perbankan syariah karena

dinilai memiliki resiko yang paling kecil. Sebab pembiayaan dengan sistem

murabahah ini, akadnya sangat jelas, barangnya jelas dan keamanannya juga

jelas. Karena itu, wajar kalau produk pembiayaan murabahah ini masih banyak

diminati.

Dan pada umumnya di dalam industri perbankan, penganalisaan laporan

keuangan mempunyai aspek yang besar pengaruhnya terhadap kelangsungan

hidup bank. Tanpa penganalisaan yang cermat maka dapat mengakibatkan

kerugian bagi pihak bank. Jika rasio laporan keuangan dipergunakan untuk

mendapatkan informasi, maka bank akan dapat mengambil keputusan yang tepat

atau setidaknya dapat mengurangi resiko kerugian bisnis. Terlebih lagi dalam hal

pemberian kredit (pembiayaan) kepada nasabah, analisis laporan keuangan

merupakan alat ukur yang dominan guna menentukan layak tidaknya dana

tersebut diberikan kepada nasabah.

Jika ditinjau dari laporan keuangan perusahaan PT. Bank Syariah Mandiri

dalam kinerja keuangannya per Juni 2009, rasio pembiayaan bermasalah (Non

Performing Financial) disebutkan sebesar 5,35%. Dari data tersebut terlihat bahwa

bank tersebut masih memiliki NPF atau pembiayaan yang bermasalah, meskipun

dalam proses pemberian pembiayaan pada Bank Syariah Mandiri telah

(19)

Berdasarkan paparan yang diberikan di atas, maka penulis tertarik untuk

membahas seberapa jauh analisis laporan keuangan berperan dalam efektivitas

pembiayaan murabahah yang terdapat pada PT. Bank Syariah Mandiri dengan

judul “Analisis Laporan Keuangan Debitur dalam Menunjang Efektivitas

Pembiayaan Murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat, Langkat”.

B. Batasan Penelitian

Dalam menganalisis kondisi keuangan debitur, penulis menggunakan 2 (dua)

laporan keuangan, yaitu Neraca dan Laporan Laba Rugi periode Januari 2009

sampai dengan Desember 2009.

Dalam pengujiannya, penelitian ini menggunakan rasio-rasio keuangan untuk

melihat kondisi keuangan debitur sebagai variabel independennya. Rasio-rasio

keuangan tersebut terdiri dari rasio likuiditas berupa Current Ratio (CR), rasio

leverage berupa Debt to Equity Ratio (DER), rasio aktivitas berupa Asset

Turnover (ATO), dan rasio rentabilitas berupa Net Profit Margin Ratio (NPM) dan

Return on Assets (ROA). Sedangkan pembiayaan murabahah yang ditinjau yakni

besarnya pembiayaan yang diberikan kepada debitur tersebut digunakan sebagai

variabel dependen.

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan pada bagian sebelumnya,

(20)

“Apakah current ratio, debt to equity ratio, net profit margin ratio, asset

turnover, dan return on asset berpengaruh terhadap pembiayaan murabahah?”

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang ada, maka tujuan dari penelitian ini

adalah:

“Untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh current ratio, debt to

equity ratio, net profit margin ratio, asset turnover dan return on assets terhadap

pembiayaan murabahah”.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini diharapkan:

1. Bagi penulis, selain sebagai bahan masukan juga merupakan pengalaman

yang dapat menambah pengetahuan penulis khususnya mengenai dunia

perbankan.

2. Bagi perusahaan, dapat menjadi salah satu sumbangan pemikiran dan

informasi dalam pengambilan keputusan perusahaan.

3. Bagi pihak lain, dapat memberikan informasi sekaligus menjadi referensi

dalam penelitian selanjutnya.

(21)

Adapun hipotesis yang dikemukakan berdasarkan latar belakang masalah

dan perumusan masalah adalah sebagai berikut:

“Current Ratio, debt to equity ratio, net profit margin ratio, asset

turnover, dan return on asset berpengaruh terhadap pembiayaan

murabahah”.

b. Kerangka Konseptual Penelitian

Gambar 1.1

Kerangka Konseptual Penelitian

Sumber : Peneliti

Analisis Laporan Keuangan Debitur

Keputusan Pemberian Kredit/Pembiayaan

Efektivitas Pembiayaan Murabahah Proposal Permohonan

Kredit/Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri

(22)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Laporan Keuangan

1. Pengertian dan Jenis Laporan Keuangan

Dilihat dari segi prosesnya, laporan keuangan merupakan hasil akhir dari

proses akuntansi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan. Dengan adanya

laporan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan ekuitas,

maka akan diketahui atau diperoleh gambaran posisi keuangan suatu perusahaan

serta hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut.

Menurut J. Fred Weston & Thomas E. Copeland (Sawir, 2001), “Laporan

keuangan adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses

akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat

tertentu”.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) No.1 (2004:2), Laporan Keuangan yang lengkap terdiri atas komponen-komponen berikut ini:

a. Neraca

b. Laporan Laba Rugi c. Laporan Arus Kas

d. Laporan Perubahan Ekuitas e. Catatan atas Laporan Keuangan

(23)

Dengan melihat batasan di atas mengenai pengertian laporan keuangan, maka

dapat disimpulkan bahwa pada intinya laporan keuangan suatu perusahaan terdiri

dari laporan-laporan yang melaporkan tentang posisi keuangan, tentang hasil

operasi perusahaan dan tentang perubahan yang terjadi dalam posisi keuangan

perusahaan. Posisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu dilaporkan dalam

neraca, hasil operasi perusahaan selama satu periode tertentu dilaporkan dalam

laba rugi dan perubahan posisi keuangan menjelaskan mengenai

perubahan-perubahan yang terjadi dalam modal perusahaan.

2. Pemakai Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang disajikan harus dapat dipertanggungjawabkan

keberadaannya, karena laporan keuangan tersebut sangat diperlukan oleh

pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan yakni:

a. Investor (Investor), para investor berkepentingan untuk mengetahui

laporan keuangan untuk menilai resiko yang melekat dan hasil

pengembangan dari investasi yang dilakukannya. Investor ini

membutuhkan informasi untuk membantu apakah harus membeli,

menahan atau menjual investasi tersebut. Selain itu, mereka juga tertarik

pada informasi yang memungkinkan melakukan penilaian terhadap

kemampuan perusahaan dalam membayar deviden.

b. Pemberi pinjaman atau kreditur (Lenders or Creditors), para investor

(24)

untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat di bayar pada

saat jatuh tempo.

c. Pemasok dan Kreditur Usaha lainnya (Suppliers and other trade

Creditors), pemasok dan kreditur usaha lainnya tertarik dangan informasi

dari laporan keuangan yang dapat memungkinkan mereka untuk

memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh

tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang

waktu yang lebih pendek.

d. Para Pemegang Saham (Shareholders), para pemegang saham memerlukan

informasi keuangan untuk mengetahui kemajuan perusahaan,

perkembangan keuangan perusahaan, dana penambahan modal untuk

business plan.

e. Manajemen (Management), manajemen juga berkepentingan untuk

mengetahui informasi dari laporan keuangan meskipun memiliki akses

terhadap informasi manajemen dan keuangan tambahan yang membantu

dalam melaksanakan tanggung jawab perencanaan, pengendalian dan

pengambilan keputusan.

f. Pelanggan (Customer), para pelanggan berkepentingan dengan informasi

keuangan mengenai kelangsungan hidup perusahaan terutama jika mereka

terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan perusahaan.

g. Pemerintah dan berbagai lembaga (Government and their agencies),

pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya

(25)

berkepentingan dengan aktivitas perusahaan, selain itu mereka juga

membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan

kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan

nasional dan statistik lainnya.

h. Karyawan (Employers), karyawan dan kelompok-kelompok yang

mewakilinya tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas

perusahaan. Mereka juga tertarik pada informasi yang memungkinkan

mereka melakukan penilaian atas kemampuan perusahaan dalam

memberikan balas jasa, manfaat, pensiun, dan kesempatan kerja.

i. Masyarakat (Public), perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat

dalam berbagai cara, seperti kontribusi pada perekonomian nasional,

termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada para

penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat

dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan

terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

3. Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2004:4), dikemukakan tujuan laporan

keuangan sebagai berikut, “tujuan laporan keuangan menyediakan informasi yang

menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu

perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan

keputusan ekonomi.”

(26)

1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.

2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.

3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan keuangan dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

4. Untuk memberikan infomasi penting lainnya mengenai perubahan aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.

5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

4. Keterbatasan Laporan Keuangan

Laporan keuangan juga memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diketahui,

antara lain:

a) Laporan keuangan dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan integritas

report (laporan yang harus dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya

sementara) dan bukan laporan yang final. Karena itu jumlah dan hal-hal

interim report ini terdapat pendapat pribadi yang dilakukan oleh akuntan

maupun manajemen.

b) Laporan keuangan menunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatannya

bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan

standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah.

c) Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan

nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu dimana daya beli uang

tersebut berubah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga

(27)

menunjukkan unit yang dijual semakin besar, mungkin kenaikan itu

disebabkan turunnya nilai uang yang diikuti dengan kenaikan tingkat inflasi.

d) Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai fakta yang dapat

mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor

tersebut tidak dapat dinyatakan dalam satuan uang.

B. Analisis Laporan Keuangan

1. Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Menurut Munawir (2002;35) pengertian analisis laporan keuangan adalah

sebagai berikut, “analisis laporan keuangan terdiri dari penelaahan atau

mempelajari daripada hubungan dan tendensi atau kecenderungan (trend) untuk

menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan perusahaan

yang bersangkutan”.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis laporan

keuangan merupakan porses untuk mempelajari data-data keuangan agar dapat

dipahami dengan mudah untuk mengetahui posisi keuangan, hasil operasi dan

perkembangan suatu perusahaan dengan cara mempelajari hubungan data

keuangan serta kecenderungannya terdapat dalam suatu laporan keuangan,

sehingga analisis laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar dalam

(28)

2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Secara lengkap menurut Harahap (1999:195), kegunaan analisis laporan

keuangan ini dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Dapat memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.

2. Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan keuangan (implicit).

3. Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan. 4. Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam

hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern. laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.

5. Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan modal-model dan teori-teori yang terdapat di lapangan seperti untuk prediksi, peningkatan (rating).

6. Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan perkataan lain yang dimaksudkan dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisis laporan keuangan juga antara lain: a. Dapat menilai prestasi perusahaan

b. Dapat memproyeksi laporan perusahaan

c. Dapat menilai kondisi keuangan masa lalu dan masa sekarang dari aspek waktu tertentu:

1) Posisi keuangan (Asset, Neraca, dan Modal) 2) Hasil Usaha Perusahaan (Hasil atau Biaya) 3) Likuiditas

4) Solvabilitas 5) Aktivitas

6) Rentabilitas atau Profitabilitas 7) Indikator Pasar Modal

d. Menilai perkembangan dari waktu ke waktu e. Menilai komposisi struktur keuangan, arus dana

7. Dapat menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut kriteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.

(29)

9. Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan, dan sebagainya. 10.Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di

masa yang akan datang.

3. Teknik Analisis Laporan Keuangan

Metode dan teknik analisis (alat-alat analisis) digunakan untuk menentukan

dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan, sehingga dapat

diketahui perubahan-perubahan dari masing-masing pos tersebut bila

diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk perusahaan tertentu,

atau diperbandingkan dengan alat-alat pembanding lainnya, misalnya

diperbandingkan dengan laporan keuangan yang dibudgetkan atau dengan laporan

keuangan perusahaan lainnya.

Wild, Subramanyam dan Robert (2005:30) menyatakan bahwa ada lima teknik untuk analisis laporan keuangan, yakni:

1. Analisis Laporan Keuangan Komparatif 2. Analisis Laporan Keuangan Common Size 3. Analisis Rasio

4. Analisis Arus Kas 5. Penilaian

Kelima teknik di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Analisis laporan keuangan komparatif yang lebih dikenal dengan metode

analisis horizontal, yaitu dengan membandingkan pos-pos laporan

keuangan untuk dua periode atau lebih. Ada dua teknik analisis yang

biasa digunakan yaitu analisis perubahan dari tahun ke tahun dan analisis

trend angka index.

2. Analisis laporan keuangan common size yang lebih dikenal dengan

(30)

untuk satu periode dengan cara membandingkan pos yang satu dengan

pos lainnya. Untuk analisis laba rugi, penjualan biasanya ditetapkan

100% sedangkan untuk analisis secara total aktiva ditetapkan 100%.

3. Analisis rasio yaitu menggunakan data perusahaan untuk menghitung

rasio-rasio yang mencerminkan kondisi perusahaan terkini. Analisis rasio

melibatkan dua jenis perbandingan yaitu: internal (membandingkan rasio

saat ini, masa lalu dan masa yang akan datang)

dan eksternal (melibatkan perbandingan rasio perusahaan sejenis atau

dengan rata-rata industri dengan titik waktu yang sama).

4. Analisis arus kas merupakan analisis terhadap laporan arus kas

perusahaan. Analisis arus kas mencerminkan sumber penerimaan dan

tujuan pengeluaran kas perusahaan. Analisis arus penerimaan dan

pengeluaran kas ini akan dilakukan terhadap tiga aktivitas yang ada

dalam laporan arus kas yaitu aktivitas operasi, pendanaan dan investasi.

5. Penilaian merupakan penilaian atas laporan keuangan yang dibuat oleh

perusahaan. Jenis analisis ini jarang digunakan namun analisis ini dapat

menambah informasi bagi pengguna dan pembaca laporan keuangan

perusahaan.

4. Analisis Rasio Keuangan

Rasio dalam analisis laporan keuangan adalah suatu angka yang

menunjukkan hubungan antara suatu unsur dengan unsur yang lainnya dalam

(31)

dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana. Secara individual rasio itu

dapat dinilai jika dibandingkan dengan suatu standar rasio yang layak dijadikan

dasar pembanding.

Menurut Satradipoera (2004: 173), disebutkan bahwa:

“Analisis rasio adalah pengkajian yang dipergunakan oleh penyelia dan pengguna laporan keuangan (dalam hal ini, bisnis perbankan)untuk menilai kekuatan dan kelemahan keuangan dan kecenderungan operasi sebuah perusahaan. Analisis rasio akan menyebabkan pengukuran relative terhadap kondisi dan kinerja perusahaan yang akan mengajukan aplikasi kredit kepada sebuah bisnis perbankan”.

Secara umum, menurut Jusuf (2005:51) kita dapat membagi rasio menjadi

lima golongan sebagai berikut :

1. Rasio Likuiditas, yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan

dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (termasuk bagian dari

kewajiban jangka panjang yang telah berubah menjadi kewajiban jangka

pendek). Rasio-rasio yang digunakan dalam mengukur tingkat likuiditas

perusahaan adalah:

a. Current Ratio

Rasio ini menunjukkan sejauh mana kewajiban lancar dijamin

pembayarannya oleh aktiva lancar. Rumusnya adalah:

s

b. Quick Ratio (Acid Test Ratio)

Rasio cepat ini menunjukkan kemampuan perusahaan melunasi kewajiban

jangka pendeknya dari aktiva cepatnya. Aktiva cepat dalam hal ini adalah

aktiva yang dapat dengan segera dikonversikan menjadi kas. Rumusnya

(32)

s

c. Net Working Capital

Rasio ini digunakan untuk menghitung berapa kelebihan aktiva lancar dan

hutang lancar. Rumusnya:

Net Working Capital = Current Asset – Current Liabilities

2. Rasio Leverage, yaitu rasio yang menunjukkan sejauh mana perusahaan

dibiayai oleh hutang (dana pihak luar). Rasio ini menunjukkan indikasi

tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (kreditor), dalam hal ini adalah

bank yang kita wakili. Dengan kata lain, rasio leverage ini mengukur

kemampuan peruashaan dalam memenuhi semua utang jangka pendek dan

jangka panjangnya. Rasio-rasionya antara lain:

a. Debt to Equity Ratio (DER)

Rasio ini menunjukkan sejauh mana modal sendiri menjamin seluruh

utang. Rasio ini juga dapat dibaca sebagai perbandingan antara dana pihak

luar dengan dana pemilik perusahaan yang dimasukkan ke perusahaan

Rumusnya:

Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai hutang

(33)

Equity

3. Rasio Rentabilitas, yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan

mencetak laba untuk para pemegang saham (pemilik perusahaan). Rasio ini

menunjukkan tingkat penghasilan mereka dalam investasi. Rasio-rasio

rentabilita antara lain:

a. Gross Profit Margin

Rasio ini menunjukkan berapa persen kemungkinan laba kotor yang

dicapai dengan menjual produk. Rumusnya:

%

b. Net Profit Margin

Rasio ini menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang diperoleh dari

bisnis (setelah dikurangi dengan segala biaya-biaya). Rasio ini juga

menunjukkan sejauh mana perusahaan mengelola bisnisnya, dan

mengindikasikan dua hal yakni pengendalian biaya dan volume bisnis.

Rumusnya:

Rasio ini menunjukkan tingkat pengembalian dari bisnis atas seluruh

investasi yang telah dilakukan. Rumusnya:

(34)

d. Return on Equity (ROE)

Rasio ini mengukur berapa besar tingkat pengembalian yang diperoleh

pemilik perusahaan (pemegang saham) untuk setiap modal yang disetor

pada perusahaan tersebut. Rumusnya:

%

4. Rasio Aktivitas, yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan dan efektivitas

manajemen dalam mengelola sumber-sumber yang dimilikinya. Pada

prinspnya semakin tinggi rasio aktivitas, maka semakin efektif perusahaan

dalam mendayagunakan sumber dayanya. Rasio aktivitas yang umum

digunakan antara lain:

a. Asset Turnover (Perputaran Aktiva)

Perputaran aktiva menunjukkan kemampuan manajemen mengelola

seluruh investasi guna menghasilkan penjualan. Rumusnya:

Assets

b. Account Receivable Turnover (Perputaran Piutang Dagang)

Perputaran piutang dagang menunjukkan berapa kali piutang dagang

perusahaan berputar dalam 1 tahun. Rumusnya:

ceivables

5. Rasio Coverage, yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam

(35)

diperoleh dari bisnis. Dalam memberi kredit, bank sangat memperhatikan

kelancaran pembayaran kewajiban dalam kondisi normal, yaitu dalam kondisi

perusahaan yang dibiayai berjalan terus (going concern). Rasio coverage

yang banyak digunakan antara lain:

a. Times Interest Earned Ratio

Rasio ini mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk membayar

bunga pinjaman. Rumusnya:

b. Devidend Pay-Out Ratio

Rasio ini menunjukkan berapa besar bagin dari laba bersih yang dibagi

dalam bentuk deviden tunai. Rumusnya:

%

C. Pengertian Efektivitas

Pengertian efektivitas yang dikemukakan oleh Robert N.Anthony dan Vijay

Govindarajan yang telah diterjemahkan oleh Kurniawan Tjakrawala dalam

bukunya Sistem Pengendalian Manajemen (2005;174) yakni:

“Efektivitas ditentukan oleh hubungan antara output yang dihasilkan oleh suatu pusat tanggung jawab dengan tujuannya. Semakin besar output yang dikontribusikan terhadap tujuan, maka semakin efektiflah unit tersebut karena baik tujuan maupun input sangatlah sukar dikuantifikasikan. Dan efektivitas cenderung dinyatakan dalam istilah 2 subjektif dan nonanalitis”.

(36)

kemampuan suatu unit untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diharapkan atau

diinginkan organisasi. Efektivitas diperlukan karena merupakan kunci

keberhasilan suatu organisasi sebab sebelum kita dapat melakukan kegiatan

dengan efisien, kita harus yakin telah menemukan hal yang tepat untuk dilakukan.

D. Perbankan Syariah

1. Pengertian Bank Berbasis Syariah

Dalam Undang-undang nomor 21 tahun 2008 pasal 1 pengertian bank

syariah, bank umum syariah dan bank pembiayaan rakyat syariah disempurnakan

menjadi:

Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Bank Umum Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Sedangkan yang dimaksud dengan prinsip syariah dijelaskan pada pasal 1 butir 12 Undang-undang tersebut yang berbunyi:

“Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan

berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki

kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah.”

2. Perbedaan antara Bank Syariah dengan Bank Konvensional

Menurut Wirdyaningsih (2005;37), perbedaan mendasar dalam konsep pelaksanaan di bank kovensional dan bank syariah antara lain sebagai berikut:

(37)

2. Besarnya persentase 3. Pembayaran

4. Jumlah pembayaran 5. Eksistensi

b. Perbedaan antara investasi dan membungakan uang

Perbedaan tersebut dapat ditelaah dari definisi hingga makna masing-masing:

1. Investasi adalah kegiatan usaha yang mengandung risiko, karena berhadapan dengan unsur ketidakpastian. Dengan demikian perolehan kembaliannya (return) tidak pasti dan tidak tetap.

2. Membungakan uang adalah kegiatan usaha yang kurang mengandung risiko, karena perolehan kembaliannya berupa bunga yang relatif pasti dan tetap.

c. Perbedaan antara utang uang dan utang barang

Utang yang terjadi karena pinjam-meminjam uang tidak boleh ada tambahan, kecuali dengan alasan yang pasti dan jelas. Tambahan lainnya yang bersifat tidak pasti dan tidak jelas, seperti inflasi dan deflasi, tidak diperbolehkan.

Utang yang terjadi karena pembiayaan pengadaan barang harus jelas

dalam satu kesatuan yang utuh atau disebut harga jual. Dan harga jual itu sendiri

terdiri dari harga pokok barang ditambah keuntungan yang disepakati.

3. Pengertian Pembiayaan

Menurut Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah,

dijelaskan mengenai pengertian pembiayaan yakni:

“Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:

a. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;

b. transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk

ijarah muntahiya bittamlik;

c. transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna’; d. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan

(38)

4. Jenis Pembiayaan Bank Syariah

Kegiatan penyaluran dana kepada masyarakat pada Bank Umum Syariah

terdapat produk-produk sebagai berikut:

a. Fasilitas pembiayaan bagi hasil, terdiri dari:

1. fasilitas pembiayaan mudharabah

adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama

menyediakan seluruh modal sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola.

2. fasilitas pembiayaan musyarakah

adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha

tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana.

b. Fasilitas pembiayaan jual beli, terdiri dari:

1) fasilitas pembiayaan murabahah

adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan

yang disepakati dalam hal ini penjual harus memberi tahu harga produk

yang dibeli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai

tambahannya.

2) fasilitas pembiayaan salam

adalah pembelian barang yang diserahkan dikemudian hari, sedangkan

pembayarannya dilakukan dimuka.

3) fasilitas pembiayaan istisna’

merupakan kontrak penjualan antara pembeli dengan dan pembuat

(39)

pembeli. Pembuat barang lalu berusaha melalui orang lain untuk

membuat atau membeli barang menurut spesifikasi yang telah disepakati

dan menjualnya kepada pembeli akhir.

c. Fasilitas pembiayaan atas dasar sewa beli (ijarah) dan jaminan gadai.

d. Fasilitas jasa perbankan lainnya, seperti pemberian jaminan (al-kafalah),

pengalihan tagihan (al-hiwalah), pelayanan khusus (al-jo’alah), dan

pembukaan L/C (al-wakalah).

e. Fasilitas pembiayaan pinjaman kebajikan (qardhul hassan) bagi mereka yang

memenuhi syarat.

5. Pembiayaan Murabahah

Menurut Harahap (2004;93) dikatakan bahwa, “Murabahah adalah akad jual

beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan”.

Kemudian menurut Heri Sudarsono (2003;62), “Murabahah adalah jual beli

barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati antara pihak

bank dan nasabah. Dalam murabahah, penjual menyebutkan harga pembelian

barang kepada pembeli, kemudian ia mensyaratkan atas laba dalam jumlah

tertentu.”

Jenis-jenis Murabahah menurut Harahap (2005:93) dapat dikategorikan sebagai berikut:

a. Murabahah tanpa pesanan, artinya ada yang beli atau tidak, bank syariah

tetap menyediakan barang

b. Murabahah berdasarkan pesanan artinya bank syariah baru akan melakukan

transaksi jual beli apabila ada yang pesan. Murabahah berdasakan pesanan ini dapat dikategorikan dalam:

(40)

2) sifatnya tidak mengikat, artinya walaupun nasabah telah melakukan pemesanan barang, namun nasabah tidak terikat untuk membeli barang tersebut.

Dalam Murabahah, rukun-rukunnya terdiri dari:

a. Ba’I = penjual (pihak yang memiliki barang)

b. Musytari = pembeli (pihak yang akan membeli barang)

c. Mabi’ = barang yang akan diperjualbelikan

d. Tsaman = harga

e. Ijab Qabul= pernyataan timbang terima

Syarat pelaksanaan murabahah yakni sebagai berikut:

a) penjual memberitahu biaya barang kepada nasabah

b) kontrak pertama harus sah sesuai dengan rukun yang ditetapkan

c) kontrak harus bebas dari riba

d) penjual harus menjelaskan kepada pembeli bila terjadi cacat atas barang

sesudah pembelian

e) penjual harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian,

misalnya jika pembelian dilakukan secara utang.

Harga yang disepakati dalam murabahah adalah harga jual, sedangkan harga

beli harus diberitahukan. Jika bank mendapatkan potongan dari pemasok, maka

potongan itu merupakan hak nasabah. Apabila potongan tersebut terjadi setelah

akad maka pembagian potongan tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian yang

dimuat dalam akad.

(41)

nilainya jelas berupa sejumlah kredit yang dikucurkan. Dalam Bank Syariah, karakter nasabah (personal guarantee) lebih dinomorsatukan, ketimbang cover

guarantee berupa aset. Debitur yang dinilai tidak cacat hukum dan kegiatan

usahanya baik akan mendapat prioritas.

6. Hubungan Analisis Laporan Keuangan Debitur terhadap Efektivitas Pembiayaan Murabahah pada Bank

Dari hasil analisis laporan keuangan debitur, bank dapat mengetahui

likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, profitabilitas, stabilitas, usaha dari pemohon

pembiayaan tersebut. Kemudian bank dapat mengukur kemampuan perusahaan

tersebut untuk membayar hutang dan juga dapat mengetahui apakah pembiayaan

yang akan diberikan itu cukup mendapat keuntungan dimasa yang akan datang.

Hasil analisis laporan keuangan dapat memberikan informasi kepada bank

dalam membuat prediksi, perbandingan dan evaluasi akan sumber dan

penggunaan baik dalam jumlah maupun waktu serta hubungannya terhadap risiko

ketidakpastian di masa yang akan datang. Jadi hasil analisis laporan keuangan

memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak bank dalam pembiayaan

murabahah yang diajukan kepadanya.

E. Tinjauan Penelitian Terdahulu

(42)
(43)

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah langkah dan prosedur yang akan dilakukan dalam

pengumpulan data atau informasi guna memecahkan permasalahan dan menguji

hipotesis penelitian.

A. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah desain kausal, yaitu suatu

penelitian yang berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu

variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi

variabel lainnya (Umar, 2001:63).

B. Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Erlina (2008:74), “Populasi adalah sekelompok entitas yang

lengkap yang dapat berupa orang, kejadian, atau benda yang mempunyai

karakteristik tertentu”. Populasi pada penelitian ini adalah nasabah-nasabah yang

mengajukan permohonan pembiayaan murabahah ke PT. Bank Syariah Mandiri

cabang Stabat Langkat per Januari 2009 sampai Desember 2009, dan terdapat

sebanyak 775 nasabah yang mengajukan permohonan pembiayaan murabahah

pada periode tersebut.

Sedangkan sampel menurut Erlina (2008:75) adalah “bagian populasi yang

(44)

penulis menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara ”purposive

sampling”, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu

(Sugiyono, 2006:78). Beberapa kriteria/pertimbangan yang diambil untuk

dijadikan sampel yaitu:

1. Debitur yang diteliti adalah debitur yang menerima pembiayaan murabahah

minimal Rp 250.000.000,00

2. Debitur tersebut masih menerima pembiayaan murabahah periode Januari

2009 sampai dengan Desember 2009.

Berdasarkan kriteria diatas, maka penulis mengambil sampel yang memenuhi

kriteria tersebut sebesar 30 debitur.

C. Jenis Data

Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari:

1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian,

yang memerlukan pengolahan lebih lanjut dan dikembangkan sendiri oleh

penulis. Yang termasuk data primer pada penelitian ini yakni berupa observasi

di lapangan dan interview terhadap kepala bagian analisis kredit (pembiayaan)

pada PT. Bank Syariah Mandiri cabang Stabat Langkat.

2. Data Sekunder, yakni data yang bersumber dari perusahaan sebagai objek

penelitian yang sudah diolah dan terdokumentasi seperti struktur organisasi,

sejarah singkat perusahaan, dan lain-lain. Yang termasuk dalam data sekunder

(45)

a. Struktur organisasi perusahaan PT. Bank Syariah Mandiri cabang Stabat

Langkat.

b. Laporan keuangan debitur berupa Neraca dan Laporan Laba Rugi.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut:

1) Peneilitian Lapangan

Yaitu penelitian langsung ke perusahaan yang diteliti untuk memperoleh data

yang diperlukan, teknik pengumpulan datanya yakni:

a.Dokumentasi, yaitu dimana nantinya penulis akan melakukan penelitian

terhadap laporan keuangan calon debitur dan laporan keuangan pihak

perbankan.

b.Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan Tanya

jawab secara langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan data

untuk penelitian.

c.Observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati

langsung masalah yang diteliti.

2) Penelitian Kepustakaan

Yaitu cara mengumpulkan bahan-bahan dari berbagai sumber dan

mempelajari segala literatur yang berhubungan dengan topik pembahasan untuk

(46)

E. Definisi dan Pengukuran Variabel

Sesuai dengan judul skripsi yang diambil yaitu “Analisis Laporan Keuangan

Debitur dalam Menunjang Efektivitas Pembiayaan Murabahah”, maka penulis

menggolongkan objek penelitian ke dalam dua pengelompokan definisi

operasional variabel untuk memudahkan pengukuran, yaitu:

1. Pembiayaan murabahah (Y)

Pembiayaan murabahah dalam hal ini diukur dari besarnya pembiayaan

murabahah yang diberikan kepada debitur sesuai dengan keputusan

pembiayaan yang ditentukan oleh pihak bank.

2. Analisis Rasio Keuangan

Sebagai alat pengukuran, bank menggunakan Laporan Laba Rugi dan

Neraca dari pihak debitur. Dalam hal ini rasio yang digunakan meliputi:

a. Current Ratio (X1): Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan

untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya dari aktiva lancarnya.

s

b. Debt to equity Ratio (X2): Rasio ini menunjukkan sejauh mana modal

sendiri menjamin seluruh utangnya dan mengindikasikan sejauh mana

perusahaan dapat menanggung kerugian tanpa harus membahayakan

(47)

c. Net Profit Margin (X3): Rasio ini menunjukkan tingkat keuntungan

bersih yang diperoleh dari bisnis (setelah dikurangi dengan segala

biaya-biaya).

d. Asset Turnover (X4): Rasio ini menunjukkan kemampuan manajemen

mengelola seluruh investasi guna menghasilkan penjualan.

Assets

e. Return On Assets (X5): Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan

dalam menghasilkan keuntungan dengan penggunaan keseluruhan

aktiva perusahaan yang dimiliki.

Assets Total

Income Net

ROA=

F. Metode Analisis Data

Metode Analisis data merupakan cara/langkah yang dilakukan untuk

mengolah data penelitian baik data primer maupun data sekunder. Metode analisis

data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik dengan

menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0.

Menurut Sunaryadi dan Purwanto (2004:509), “Untuk menganalisis

besarnya hubungan dan pengaruh variabel independen yang jumlahnya lebih dari

(48)

untuk variabel independen dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = a + b1 X1 + b2

X2 + b3 X3 + ….. + bk Xk”. Maka bentuk umum persamaan regresi untuk 4

variabel independen dapat dirumuskan sebagai berikut:

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + b4 X4 + b5 X5

dimana: Y = Jumlah pembiayaan murabahah yang diberikan

a = konstanta

X1 = Current Ratio (CR)

X2 = Debt to Equity Ratio (DER)

X3 = Net Profit Margin (NPM)

X4 = Asset Turnover (ATO)

X5 = Return on Assets (ROA)

b1,b2,b3,b4,b5 = koefisien regresi

Model diatas mengisyaratkan jawaban akar hipotesis. Namun pada regresi

berganda Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + ….. + bk Xk, mungkin secara

bersama-sama pengaruh semua variabel dari X1 sampai Xk adalah nyata. Namun demikian

belum tentu secara individu atau parsial seluruh variabel dari X1 sampai Xk

berpengaruh nyata terhadap variabel tidak bebasnya Y. Oleh karena itu, penulis

melakukan uji signifikansi serentak (uji F) dari variabel independen terhadap

variabel dependen dan uji signifikansi parsial (uji t) dari masing-masing variabel

independen terhadap variabel dependen.

Uji F (uji signifikansi serentak), dimaksudkan untuk melihat kemampuan

menyeluruh dari variabel bebas yaitu X1, X2, X3,….., Xk , untuk dapat atau

mampu menjelaskan tingkah laku atau keragaman variabel tidak bebas Y.

Sedangkan uji t (uji signifikansi parsial) adalah untuk menguji apakah suatu

(49)

G. Jadwal dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini mulai dilakukan oleh penulis pada bulan Nopember 2009

dengan objek penelitian yakni PT. Bank Syariah Mandiri yang beralamat di Jln.

(50)

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian PT. Bank Syariah Mandiri 1. Sejarah Singkat Perusahaan

Krisis moneter dan ekonomi sejak Juli 1997, yang disusul dengan krisis

politik nasional telah membawa dampak besar dalam perekonomian nasional.

Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi oleh

bank-bank konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah. Keadaan

tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk

merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia.

Lahirnya Undang-Undang No. 10 tahun 1998, tentang Perubahan atas

Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, pada bulan November

1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syariah

di Indonesia. Undang-Undang tersebut memungkinkan bank beroperasi

sepenuhnya secara syariah atau dengan membuka cabang khusus syariah.

PT Bank Susila Bakti (PT Bank Susila Bakti) yang dimiliki oleh Yayasan

Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi

berupaya keluar dari krisis 1997 - 1999 dengan berbagai cara. Mulai dari

langkah-langkah menuju merger sampai pada akhirnya memilih konversi menjadi bank

syariah dengan suntikan modal dari pemilik.

Dengan terjadinya merger empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi

(51)

tanggal 31 Juli 1999, rencana perubahan PT Bank Susila Bakti menjadi bank

syariah (dengan nama Bank Syariah Sakinah) diambil alih oleh PT Bank Mandiri

(Persero).

PT Bank Mandiri (Persero) selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya

dan melanjutkan rencana perubahan PT Bank Susila Bakti menjadi bank syariah,

sejalan dengan keinginan PT Bank Mandiri (Persero) untuk membentuk unit

syariah. Langkah awal dengan merubah Anggaran Dasar tentang nama PT Bank

Susila Bakti menjadi PT Bank Syariah Sakinah berdasarkan Akta Notaris: Ny.

Machrani M.S. SH, No. 29 pada tanggal 19 Mei 1999. Kemudian melalui Akta

No. 23 tanggal 8 September 1999 Notaris: Sutjipto, SH nama PT Bank Syariah

Sakinah Mandiri diubah menjadi PT Bank Syariah Mandiri.

Pada tanggal 25 Oktober 1999, Bank Indonesia melalui Surat Keputusan

Gubernur Bank Indonesia No. 1/24/KEP. BI/1999 telah memberikan ijin

perubahan kegiatan usaha konvensional menjadi kegiatan usaha berdasarkan

prinsip syariah kepada PT Bank Susila Bakti. Selanjutnya dengan Surat

Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/1999

tanggal 25 Oktober 1999, Bank Indonesia telah menyetujui perubahaan nama PT

Bank Susila Bakti menjadi PT Bank Syariah Mandiri.

Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 merupakan

hari pertama beroperasinya PT Bank Syariah Mandiri. Kelahiran Bank Syariah

Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank syariah di PT

Bank Susila Bakti dan Manajemen PT Bank Mandiri yang memandang

(52)

PT Bank Syariah Mandiri hadir sebagai bank yang mengkombinasikan

idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya. Harmoni

antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu

keunggulan PT Bank Syariah Mandiri sebagai alternatif jasa perbankan di

Indonesia.

Adapun visi dan misi dari PT. Bank Syariah Mandiri antara lain:

a. Visi

Menjadi bank syariah terpercaya pilihan mitra usaha.

b. Misi

1. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang

berkesinambungan

2. Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran

pembiayaan pada segmen UMKM

3. Merekrut dan mengembangkan pegawai profesional dalam

lingkungan kerja yang sehat

4. Mengembangkan nilai-nilai syariah universal

5. Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan

yang sehat.

2. Struktur Organisasi Perusahaan

Bank Syariah memiliki struktur yang sama dengan bank nasional,

misalnya dalam hal Komisaris dan Direksi, tetapi unsur yang membedakannya

(53)

memeriksa dan mengawasi kegiatan bank, guna menjamin bahwa bank telah

beroperasi sesuai dengan aturan dan prinsip-prinsip syariah. Dewan pengawas

syariah biasanya diletakkan setingkat dengan dewan komisaris. Hal ini untuk

menjalin efektivitas dari setiap opini yang diberikan.

Struktur organisasi PT. Bank Syariah Mandiri terdiri dari Dewan

Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, Unit Kerja Kantor Pusat, Staff

Khusus Direksi dan Kantor Cabang, Cabang Pembantu dan Kantor Kas. Untuk

lebih jelasnya, penulis akan menguraikan tugas dan tanggung jawab dari struktur

organisasi yang terdapat pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat :

a. Kepala Cabang

Kepala cabang merupakan penanggung jawab PT. Bank Syariah

Mandiri Cabang Stabat Langkat secara keseluruhan dalam top manajemen,

menjaga dan mempertahankan kredibilitas bank dalam bentuk

perkembangan laba usaha, pengelolaan sumber dana yang efektif dan

menjaga stabilitas likuiditas bank serta menuju pada prinsip kehati-hatian,

selanjutnya melaksanakan pengawasan intern secara berkesinambungan

dengan menunjuk salah satu bidang yang independen untuk melaksanakan

pemeriksaan hasil-hasil kerja operasional.

b. Manajer Operasi

Manajer operasi bertanggung jawab sepenuhnya pada operasional bank

dan melakukan pengawasan terhadap likuiditas bank serta menyusun

anggaran biaya operasi dengan koordinasi dengan kepala cabang,

(54)

serta memberikan motivasi untuk menggairahkan konsep team work antar

bagian untuk mendukung keberhasilan usaha bank. Manajer operasi juga

menkoordinir tugas-tugas di bagian sub bidang, yaitu:

1) Kepala Teller dan Teller

Teller bertanggung jawab atas terselenggaranya pelayanan bidang

kas secara benar dan cepat, terkelolanya penyediaan uang tunai secara

efektif dan efisien, tercatatnya (di buku) secar benar mutasi kas.

2) Customer Service

Customer Service bertugas menyelenggarakan pemasaran produk

Bank Syariah Mandiri kepada masyarakat dan menyelenggarakan

kecepatan dan ketepatan pelayanan kepada nasabah maupun investor.

3) Administrasi Pembiayaan

Administrasi Pembiayaan bertanggung jawab atas terselenggaranya

monitoring pembiayaan dengan tertib, terselenggaranya penyimpangan

legal dokumen pembiayaan dengan tertib dan aman, terlaksananya

pencairan pembiayaan dengan aman, pembuatan/penyampaian laporan

pembiayaan dengan benar dan tepat waktu.

4) Back Office

Back Office bertanggung jawab atas terlaksananya pelayanan

transfer secara cepat dan benar, terlaksananya pelayanan inkaso secara

cepat dan benar, seluruh setoran dan penarikan kliring dapat

(55)

dengan benar, pelayanan deposito dengan benar dan cepat, tecapainya

kepuasan nasabah/ investor.

5) Pelaksana Umum

Pelaksana Umum bertanggung jawab atas terlaksananya pengadaan

dan pendistribusian persediaan kebutuhan kantor berupa alat tulis,

barang cetakan, peralatan/ kebutuhan kantor lainnya dan

menginvestasikan, membukukan, dan memelihara kebutuhan barang,

bangunan dan peralatan milik kantor atau apa yang menjadi tanggung

jawab kantor. Bagian dari pelaksana umum antara lain sebagai berikut:

a) Kliring

Petugas kliring bertugas untuk menjaga terlaksananya

pelayanan transfer, inkaso dan kliring secara cepat dan benar untuk

kepuasan nasabah/investor.

b) Office Boy

Office boy bertanggung jawab membantu kelancaran pekerjaan

dalam setiap unit kerja Cabang dibawah koordinasi Back Office

Officer.

c) Security

Security bertugas melaksanakan pengamanan sarana gedung

Cabang dan kegiatan Cabang.

d) Driver

Driver bertugas untuk melayani permintaan kendaraan

(56)

e) Messanger

f) Task Force

c. Manajer Marketing

Manajer Marketing bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan

pemasaran produk dan jasa-jasa bank kepada masyarakat wilayah

kerjanya, tercapainya target operasional yang ditetapkan oleh Kepala

Cabang, tercapainya pelayanan yang prima kepada nasabah maupun

investor, pembinaan pembiayaan yang aman dan sesuai kebutuhan

nasabah. Bidang marketing membawahi tiga sub bidang, yaitu:

1) Account Officer

Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan marketing produk

pembiayaan dan jasa-jasa Bank kepada masyarakat di wilayah

kerjanya dan proses Nota Analisa Pembiayaan dengan memperhatikan

prudensialitas dan layanan yang prima.

2) Funding Officer

Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan marketing produk

pendanaan dan jasa-jasa Bank kepada masyarakat di wilayah kerjanya,

dengan memperhatikan prudensialitas dan layanan yang prima serta

tercapainya jumlah asset under management dan fee based income

serta layanan prima untuk nasabah BSM Priority (DPP).

3) Pelaksana Marketing Support

Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan marketing produk

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Penelitian
Gambar 4.1 Bagan Ilustrasi Prosedur Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri
Tabel 4.1
Tabel 4.2
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan pergaulan yang meliputi: sekolah, keluarga dan masyarakat dengan sikap dan perilaku seks bebas

Grafik I.1 Struktur Modal Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2017. Sumber : Data diolah peneliti, Bursa Efek

Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kelayakan investasi tambahan modal pada Usaha Tahu “Mulyadi” Kudus yang bersumber dari pinjaman bank, ditinjau dari PP

Penomeran ini dilakukan dengan menggunakan stempel penomeran manual; (3) sistem informasi akuntansi perusahaan belum terkomputerisasi oleh karena itu perusahaan belum

Sedangkan untuk keadaan pelayanan memperoleh rata-rata 2,83 yang artinya baik dengan item terendah adalah waktu penyerahan barang yang diberikan nilai rata-rata (2) hal ini

Aktifitas guru untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan proses belajar siswa berlangsung optimal disebut dengan kegiatan pembelajaran dengan kata lain pembelajaran adalah

dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “ RANCANG BANGUN PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PADA MANAJEMEN RANTAI PASOK (Studi Kasus PT. Rehabort Design Center)“ ini.. Atas

LAMPIRAN A.4.. b) Apabila Rekening Khusus Dana Kampanye Partai Politik Peserta Pemilu bukan atas nama Partai Politik Peserta Pemilu yang bersangkutan, wajib disertai surat