BAB IV HASIL PENELITIAN
3. Aktivitas Operasional PT. Bank Syariah Mandiri
Kegiatan usaha bank syariah pada umumnya meliputi:
a) Mudharabah, yakni pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil
b) Musyarakah, yakni pembiayaan berdasarkan prinsip usaha patungan
c) Murabahah, yakni jual beli barang dengan memperoleh keuntungan
d) Ijarah, yakni pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa
Dalam aktivitasnya PT. Bank Syariah Mandiri menganut beberapa prinsip
operasional yang diterapkan, antara lain sebagai berikut:
1) Prinsip Keadilan
Prinsip ini tercermin dari penerapan imbalan atas dasar bagi hasil
dan pengambilan margin keuntungan yang disepakati bersama antara
Bank dan Nasabah.
2) Prinsip Kemitraan
Bank syariah menempatkan nasabah penyimpan dana, nasabah
pengguna dana, maupun bank pada kedudukan yang sama dan
sederajat dengan mitra usaha. Hal ini tercermin dalam hak, kewajiban,
resiko dan keuntungan yang berimbang di antara nasabah penyimpan
berfungsi sabagai intermediary institution lewat skim-skim
pembiayaan yang dimilikinya.
3) Prinsip Keterbukaan
Melalui laporan keuangan bank yang terbuka secara
berkesinambungan, nasabah dapat mengetahui tingkat keamanan dana
dan kualitas manajemen bank.
4) Universalitas
Bank dalam mendukung operasionalnya tidak membeda-bedakan
suku, agama, ras dan golongan agama dalam masyarakat dengan
prinsip Islam sebagai rahmatan lil’alamiin.
Produk-produk PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat, terdiri
dari:
1) Produk Pendanaan, antara lain:
a) Giro Syariah Mandiri (Wadiah)
Giro Syariah Mandiri menggunakan prinsip wadiah Yad
ad-Dhamanah dimana bank sebagai penerima dana titipan dapat
memanfaatkan dana tersebut dengan seizin pemiliknya dan
menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap
saat si pemilik menghendaki.
Dengan prinsip wadiah, pemilik modal (giran) tidak
mendapatkan jasa giro amun mendapatkan bonus yang besarnya
ditentukan oleh bank dan tidak diperjanjikan dimuka.
Tabungan Syariah Mandiri menggunakan prinsip mudharabah
mutlaqah, yaitu suatu pekongsian antara dua pihak, dimana pihak
pertama (shahibul maal/penabung) menyediakan dana dan pihak
kedua (mudharib/bank) bertanggungjawab atas pengelolaan usaha.
Bank sebagai pengelola dana bebas menggunakannya asal tidak
bertentangan dengan syariah Islam. Keuntungan dibagikan sesuai
dengan nisbah/ratio bagi hasil yang telah disepakati bersama.
Apabila rugi, shahibul maal turut menanggung kerugian tersebut.
c) Deposito Syariah Mandiri (Mudharabah)
Deposito Syariah ialah produk investasi berjangka waktu
tertentu dalam mata uang rupiah yang dikelola berdasarkan prinsip
Mudharabah Mutlaqah.
2) Produk Pembiayaan, antara lain:
a) Pembiayaaan Jual Beli (Murabahah)
Pembiayaan murabahah adalah akad jual beli antara bank
dengan nasabah dimana bank membeli barang yang diperlukan
nasabah dan menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan
sebesar harga perolehan ditambah dengan keuntungan yang
disepakati bersama.
b) Pembiayaan Total (Mudharabah)
Pembiayaan total menggunakan prinsip Mudharabah yang
merupakan pembiayaan yang dilakukan melalui kerja sama usaha
modal 100% sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola
usaha/debitur (mudharib) dengan mensyaratkan jenis ataupun
bentuk usaha yang dilakukan.
c) Pembiayaan Bersama (Musyarakah)
Pembiayaan Bersama menggunakan prinsip Musyarakah yaitu
suatu kesepakatan antara bank dengan nasabah untuk membiayai
suatu proyek dimana masing-masing pihak secara bersama-sama
menyediakan dana dan berpartisipasi dalam kerja.
d) Pembiayaan Pertanian (Salam)
Pembiayaan dalam bidang pertanian ini menggunakan prinsip
salam (jual beli barang sebelum ada). Pembayaran tunai, barang
diserahkan tangguh. Bank sebagai pembeli, dan nasabah sebagai
penjual. Dalam transaksi ini ada kepastian tentang kuantitas,
kualitas, harga, dan waktu penyerahan.
e) Pembiayaan Sewa (Ijarah)
Transaksi Sewa (Ijarah) dilandasi adanya pemindahan manfaat.
Pada akhir masa sewa, bank dapat saja menjual barang yang
disewakannya kepada nasabah yang dikenal dengan Ijarah
Muntahiyah Bittamlik. Harga sewa dan harga jual disepakati pada
awal perjanjian.
Pembiayaan ini berdasarkan prinsip Ar-Rahn untuk
memberikan jaminan pembayaran kembali kepada bank dalam
memberikan pembiyaan.
3) Produk jasa-jasa, antara lain:
a) SMS Banking (Ijarah)
SMS Banking menggunakan prinsip ijarah, yaitu
memanfaatkan jasa bank berupa sms melalui telepon selular.
b) ATM Syariah Mandiri (Ijarah)
ATM Syariah Mandiri menggunakan prinsip ijarah, yaitu
memanfaatkan mesin ATM.
c) Bill Payment (Wakalah)
Bill Payment menggunakan prinsip wakalah, yaitu nasabah
memberi kuasa kepada bank mewakili dirinya melakukan
pekerjaan jasa, seperti membayar tagihan telepon, handphone.
d) Pajak Online (Wakalah)
Pajak Online menggunakan prinsip wakalah, yaitu nasabah
member kuasa kepada bank mewakili dirinya melakukan pekerjaan
jasa, seperti membayar tagihan pajak.
e) Intercity Clearing (Wakalah)
Intercity Clearing menggunakan prinsip Wakalah.
f) Real Time Gross Settlement (RTGS) (Wakalah)
Real Time Gross Settlement menggunakan prinsip Wakalah.
Transfer Kliring menggunakan prinsip Wakalah.
h) L/C (Wakalah)
L/C menggunakan prinsip Wakalah.
i) Garansi Bank (Kafalah)
Bank garansi digunakan untuk menjamin pembayaran suatu
pembayaran.
B. Prosedur Pembiayaan Murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat.
Dalam penyaluran pembiayaan, PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat
Langkat tetap meggunakan prosedur sebagaimana biasa seperti yang diterapkan
pada bank umum lainnya namun dalam konsep pengaplikasiannya tetap tidak
melalaikan dari sistem syariah yang berlaku.
Adapun dalam pengajuan pembiayaan, seorang calon nasabah harus
melewati berbagai tahapan atau proses dari mulai nasabah datang meminta
pembiayaan sampai pembiayaan itu layak atau tidak layak untuk diberikan.
nasabah yang datang mengajukan pembiayaan biasanya berkonsutasi terlebih
dahulu dengan account manager yang bersangkutan.
Berikut bagan ilustrasi prosedur pembiayaan yang dijalankan oleh PT.
Gambar 4.1
Bagan Ilustrasi Prosedur Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri
Sumber: PT. Bank Syariah Mandiri
Permohonan Pembiayaan
Pemeriksaan Berkas dan Investigasi
Wawancara I
Ditolak
Checking On The Spot
Keputusan Pembiayaan Wawancara II Analisis Pembiayaan Penegasan/Pemberitahuan Diterima Akad Pengawasan Pencairan Penegasan/Pemberitahuan
Prosedur pembiayaan murabahah pada PT. Bank Syariah Mandiri meliputi
proses-proses yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Proses Awal
Proses awal ini terjadi dimana calon nasabah datang kepada PT. Bank
Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat untuk melakukan pemesanan barang
yang rencananya akan dibeli, kemudian melakukan negoisasi terhadap harga
barang dan keuntungan, syarat pnyerahan barang, dan syarat pembayaran barang.
Selanjutnya calon nasabah yang mengajukan permohonan pembiayaan
murabahah harus mengisi formulir permohonan pembiayaan yang diajukan oleh
account manager yang bersangkutan. Formulir pembiayaan tersebut berisi
data-data pribadi dan juga data-data-data-data pendukung lainnya. Data pendukung adalah data-data
yang berhubungan dengan keduduka n legalitas calon nasabah misalnya kartu
identitas pribadi yang meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok
Wajib Pajak (NPWP), Kartu Keluarga (KK), dan Slip Gaji. Jika permohonan
pembiayaan murabahah tersebut datangnya dari perusahaan maka calon nasabah
wajib menyertakan data-data tentang perusahaan, data legalitas usaha, dan data
pendukung misalnya mengenai laporan keuangan.
Setelah data-data yang diperlukan diserahkan kepada account manager,
tahap selanjutnya adalah mencari informasi tentang kebenaran data yang telah
diberikan dan mencari kebenaran tentang apa yang didapat dari hasil wawancara
yang dilakukan sebelumnya. Account manager bisa secara langsung memantau
keadaan nasabah atau mencari informasi melalui rekan lainnya yang mengenal
Dalam proses awal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh account
manager dalam menilai calon nasabah, misalnya karakter. Karakter ini
berhubungan dengan kejujuran, moral dan kesediaan calon nasabah untuk bekerja
sama dengan bank. Dan untuk menilai karakter calon nasabah, account manager
dapat mengumpulkan informasi dari beberapa sumber sebagai berikut:
a. Sesama Account manager, baik dari bank yang sama maupun dari bank
yang berbeda. Bila pengecekan dilakukan ke bank lain, ini disebut
dengan bank checking.
b. Nasabah yang memiliki bidang usaha sama dengan calon nasabah.
c. Supplier atau mitra bisnis dari calon nasabah.
Dalam melakukan survei langsung ke lapangan account manager harus
mencari informasi apakah pembiayaan investasi tersebut benar-benar dibutuhkan
atau tidak dan sekaligus mencari informasi bagaiman kelancaran calon nasabah
dalam membayar kewajibannya. Apabila account manager sudah menemukan
kebenaran tentang data perusahaan atau calon nasabah maka hasil survey tersebut
dituangkan dalam bentuk laporan hasil kunjungan. Laporan hasil kunjungan diisi
oleh account manager yang melakukan kunjungan dengan membuat latar
belakang, menjelaskan hubungan perbankan, dan melaporkan hasil kunjungan
kepada pihak komite untuk dimintai pendapatnya tentang keadaan kondisi calon
nasabah tersebut.
Account manager juga membuat usulan pembiayaan. Usulan pembiayaan
merupakan dokumen yang berisi tentang usulan pengajuan pemberian pembiayaan
pihak komite untuk dimintai keputusan apakah calon nasabah tersebut layak.
Usulan pembiayaan yaitu berupa dokumen yang berisi tentang usulan pengajuan
pemberian pembiayaan kepada nasabah yang diajukan kepada komite pembiayaan
untuk mendapatkan persetujuan.
Adapun usulan pembiayaan murabahah dalam setiap pengajuan
pembiayaan calon nasabah Bank Syariah Mandiri nilainya tidak melebihi batas
wewenang Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat, maka usulan pengajuan
fasilitas pembiayaan tersebut harus mendapat persetujuan komite pembiayaan
Bank Syariah Mandiri Pusat.
2. Proses Analisa
Adapun tahapan kedua setelah melalui proses awal adalah proses analisa.
Karena bank syariah adalah bank yang merupakan amanah bagi para nasabah
yang menitipkan dananya, maka Bank Syariah Mandiri wajib menyalurkan dana
tersebut ke perusahaan yang benar-benar syariah supaya Bank Syariah Mandiri
terhindar dari sistem yang subhat.
Analisa pembiayaan terdiri dari dua golongan data atau informasi yaitu
data kuantitatif dan data kualitatif. Adapun data kuantitatif yaitu kita menganalisa
kondisi perusahaan calon nasabah berdasarkan laporan keuangan. Analisa
kuantitatif merupakan gambaran dari kesehatan keuangan suatu perusahaan yang
tercermin dari kemampuan menghasilkan laba, struktur pendataan operasi,
likuiditas keuangan dapat dilihat melalui proyeksi arus kas. Sementara itu untuk
dan laporan laba rugi, sedangkan untuk melihat tolak ukur kinerja perusahaan
dapat dipergunakan rasio keuangan.
Analisa kualitatif biasanya berhubungan dengan etika. Beberapa hal yang
dilakukan dalam menganalisa perusahaan maupun calon nasabah perseorangan
diantaranya meliputi informasi terhadap nasabah itu sendiri dan proyek usaha
yang akan dibiayai. Apakah usaha yang dijalankan calon nasabah benar-benar
sesuai dengan syariah dan tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar
(penipuan), dan riba. Selanjutnya, juga harus mampu menganalisa terhadap
manajemen, organisasi perusahaan, produksi, pemasaran dan sumber daya
manusia.
Adapun analisa pembiayaan yang dilakukan oleh bank, biasanya
didasarkan pada pendekatan prinsip-prinsip 5 (lima) C untuk kriteria calon debitur
yang layak menerima pembiayaan, yaitu:
a. Character (Karakter)
Yaitu penilaian terhadap personalitas calon debitur. Hal ini terutama
berhubungan dengan kemauan dari calon debitur untuk melakukan
kewajiban-kewajibannya. Bank selalu ingin pembiayaan yang
diberikannya dapat kembali (dilunasi) pada waktunya. Untuk itu bank
akan berusaha memberi pembiayaan hanya kepada debitur yang
memiliki komitmen yang tinggi terhadap persetujuan yang dibuat.
b. Capacity (Kapasitas)
Yaitu kemampuan calon debitur untuk membayar, dimana hal-hal yang
usahanya, reputasi perusahaan, keahliannya dalam bidang usaha
tersebut sehingga bank mempunyai keyakinan bahwa suatu usaha yang
dibiayai dengan pembiayaan tersebut dikelola oleh orang-orang yang
tepat. Pada analisis ini bank berusaha mengetahui kemampuan
manajemen mengoperasikan perusahaannya sehingga dapat memenuhi
segala kewajibannya terhadap bank secara rutin dan pada saat jatuh
tempo. Kapasitas ini menunjukkan kemampuan rill dari perusahaan
untuk merealisasikan rencana yang telah dibuatnya.
c. Capital (Modal)
Yaitu penilaian terhadap besar kecilnya modal dan bagaimana
pendistribusian modal, apakah ada modal yang cukup untuk
menggerakkan sumber daya secara efektif, apakah pengaturan modal
kerja baik, sehingga perusahaan berjalan lancar, berapa besar modal
kerja. Dalam pendekatan ini perlu juga dinilai sumber dan struktur
permodalan, serta tingkat pertumbuhan labanya.
d. Condition (Kondisi)
Yaitu analisis keadaan meliputi penilaian terhadap variabel makro yang
melingkupi perusahaan baik variabel regional, nasioal,maupu n
internasional. Variabel yang diperhatikan terutama adalah variabel
ekonomi (walaupun tidak terlepas juga bank perlu memperhatikan
variabel lainnya seperti kondisi politik, perundang-undangan, dan
e. Collateral (Jaminan)
Yaitu penilaian terhadap jaminan yang diberikan debitur sebagai
pengaman pembiayaan yang diberikan bank. Penilaian tersebut
meliputi kecenderungan nilai jaminan di masa depan dan tingkat
kemudahan mengkonversinya menjadi uang tunai (marketability).
Dalam melakukan proses analisa, terdapat dua petugas yang melakukan
analisa yaitu analisa pertama dilakukan oleh bagian pembiayaan (account
manager) yang bertugas untuk menganalisa data kuantitatif yang berupa laporan
keuangan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca dan proyeksi arus
kas. Laporan keuangan akan memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan.
Laporan keuangan juga merupakan wakil dari perusahaan dalam menjelaskan
kondisi perusahaannya. Account manager juga melakukan analisa terhadap
keuntungan atas pengajuan fasilitas murabahah. Hal ini berlaku untuk
perusahaan. Jika calon nasabah individu/pribadi cukup dengan menganalisa
sumber pengembalian yang dilihat dari slip calon gaji nasabah.
Analisa yang kedua yaitu dilakukan oleh support pembiayaan yaitu bagian
administrasi dan pembiayaan hukum (legal) yang tugasnya menganalisa yuridis
secara hukum atau profil nasabah/perusahaan, analisa jaminan, dan transaksi
jaminan. Tujuan dari adanya support pembiayaan adalah untuk membantu
mempercepat proses pembiayaan, membantu mempercepat proses pencairan dana
dan pengadministrasian pembiayaan, melakukan pemeriksaan. Khusus bagian
legal tugasnya menilai apakah barang yang dijadikan jaminan layak atau tidak
pembiayaan yang bermasalah dan akan diselesaikan secara hukum.
Setiap account manager harus mengajukan permohonan analisa yuridis
serta dilengkapi dengan data-data nasabah. Setelah data-data nasabah lengkap
maka diserahkan ke bagian legal untuk diperiksa kelengkapan dokumennya dan
bagian legal akan memberi keterangan bahwa dokumen tersebut sesuai dengan
persyaratan dan apabila data-data tersebut terdapat kekurangan atau belum
lengkap maka tugas bagian account manager untuk menyampaikan kepada
nasabah untuk memenuhi kekurangan data tersebut sebelum usulan pembiayaan
diserahkan ke komite pembiayaan.
Setelah data-data dari nasabah sudah dipenuhi maka bagian legal
menganalisa data yang diperolehnya dan memberikan laporan hasil analisanya
yang dituangkan dalam bentuk memorandum. Apabila hasil analisa tersebut ingin
dilanjutkan maka setiap lembar hasil analisa harus diberi paraf dan
ditandatangani. Kemudian laporan tersebut segera dikirim ke account manager.
Hasil keseluruhan dari analisa yang dilakukan oleh masing-masing pejabat
bank tersebut akan dikumpulkan dalam file pembiayaan.
3. Proses Penyelidikan
Untuk menghindari terjadinya wanprestasi (cidera janji) yang dilakukan
oleh nasabah maka account manager harus malakukan perintah yang ditujukan
kepada bagian support pembiayaan untuk melakukan proses penilaian dan
penyelidikan. Pejabat penilaian dan penyelidikan akan melakukan pemeriksaan
persyaratan pembiayaan telah dipenuhi. Namun apabila dokumen tersebut belum
lengkap maka pejabat penialain dan penyelidikan akan meminta kepada account
manager untuk memenuhi dokumen tersebut.
Pejabat penilaian dan penyelidikan akan menyelidiki data-data barang
jaminan yang digunakan oleh nasabah. Pejabat penilaian dan penyelidikan akan
membantu bank untuk menyelidiki kelayakan usaha nasabah dan untuk
menyelidiki harga dari nilai harta yang diagunkan.
Pejabat penilaian dan penyelidikan dapat melakukan tugasnya dengan
meninjau langsung ketempat lokasi jaminan berada dan memberikan penilaian
terhadap jaminan sesuai dengan ketentuan perbankan kemudian memberikan
informasi tentang keadaan barang yang sedang dijaminkan. Informasi tersebut
dituangkan dalam bentuk laporan yang memberikan data tentang kenyataan yang
ditemukan di lapangan. Hal ini bertujuan untuk melindungi bank dari
kemungkinan terjadinya kerugian yang besar karena nasabah tidak sanggup
membayar kewajibannya (wan prestasi) dan untuk menghindari kemungkinan
adanya persengketaan atau perselisihan atau jaminan tersebut telah diagunkan
pada bank lain.
Hasil dari penilaian dan penyelidikan barang jaminan tersebut akan
dilaporkan kepada bagian support dan dibuat surat keterangan kepada account
manager yang bersangkutan dan disetujui oleh kepala bagian urusan support
pembiayaan.
Yang dimaksud dengan proses persetujuan adalah suatu rangkaian
tindakan yang dilakukan oleh account manager setelah melakukan proses awal
dan proses analisa adalah mengajukan usulan pembiayaan kepada komite
pembiayaan. Pembiayaan diberikan tergantung kepada pengambilan keputusan
komite yang menyatakan setuju atau tidak setuju, keputusan ini dapat dilihat
melalui memorandum pembiayaan. Memorandum pembiayaan adalah suatu
analisa yang menggambarkan tentang kualitas permintaan baru yang diajukan
nasabah.
Bila keputusan komite pembiayaan menyatakan setuju akan memberikan
pembiayaan maka hal pertama yang harus dilakukan oleh account manager adalah
membuat Surat Persetujuan Prinsip (SPP).
SPP ini merupakan surat penawaran yang datangnya Bank Syariah
Mandiri yang akan menawarkan beberapa syarat kepada nasabah, jika nasabah
menyatakan setuju dan sanggup untuk memenuhi beberapa persyaratan yang
diajukan Bank Syariah Mandiri dalam batas waktu tertentu maka nasabah tersebut
harus menandatangani surat persetujuan prinsip tersebut. Dan jika nasabah
keberatan atas persyaratan yang diajukan Bank Syariah Mandiri maka nasabah
boleh menyampaikan keberatan atas persyaratan tersebut secara tertulis dan Bank
Syariah Mandiri akan mempertimbangkan atas pengajuan persyaratan tersebut dan
melakukan pertimbangan dangan membuat perubahan pada persyaratan tersebut
dalam masa berlakunya surat penawaran.
Hal kedua yang harus dilakukan account manager adalah mempersiapkan
proses pengikatan maka bagian urusan support pembiayaan terutama bagian legal
dan pimpinan cabang yang bersangkutan harus segera melengkapi seluruh
dokumen yang dibutuhkan.
Pengikatan adalah suatu bentuk perikatan yang berhubungan dengan
hukum (mengenai kekayaan harta benda) antara orang/pihak atau lebih dalam
masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban yang disepakati bersama
untuk suatu periode tertentu. Biaya yang timbul dari proses pengikatan ini diganti
dan dibayar oleh nasabah, seperti biaya administrasi materil, biaya
penyelenggaraan pengikatan (notaris) atau biaya roya (pelepasan jaminan).
Biaya-biaya tersebut harus disampaikan kepada nasabah dan tercantum dalam akad
perjanjian. Biaya ini dapat dibayar langsung oleh nasabah atau melalui
pemotongan dari nilai pembiayaan yang diterima.
5. Proses Pencairan
Sebelum melakukan pencairan, ada hal-hal yang harus dilakukan. Yaitu
memeriksa kelengkapan dokumen pencairan fasilitas pembiayaan murabahah,
misalnya usulan pembiayaan, MAP keputusan komite pembiayaan, surat
keterangan dan notaris sebagai bukti akad, memeriksa kelengkapan persyaratan
pendropingan, membubuhi flat droping pada beberapa dokumen, misalnya Bank
Indonesia.
Dalam melakukan pencairan fasilitas pembiayaan murabahah, maka setiap
pejabat seksi administrasi pembiayaan harus memperhatikan dengan seksama
Pencairan dana dapat dilakukan setelah dokumen yang dipersyaratkan telah
dilengkapi dan diperiksa keabsahannya dan sudah dilakukan pengikatan oleh
pejabat hukum. Kemudian seluruh dokumen tersebut diserahkan ke administrasi
pembiayaan. Apabila terjadi kekurangan atau ketidaklengkapan untuk menyetujui
usulan pembiayaan sesuai ketentuan.
6. Penutupan Asuransi
Nasabah yang mengajukan permohonan pembiayaan murabahah kepada
Bank Syariah Mandiri dan permohonan tersebut telah disetujui oleh komite
pembiayaan dan fasilitas pembiayaan tersebut telah dicairkan, maka nasabah
tersebut harus menutup pembiayaan maupun jaminan tersebut dengan asuransi.
Asuransi yang bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat
Langkat adalah asuransi tafakul yang berbasis syariah. Pembiayaan maupun
jaminan tersebut sdah diasuransikan di tempat lain maka harus ada banker’s close
Bank Syariah Mandiri Cabang Stabat Langkat.
Apabila terjadi claim atau nasabah mengalami musibah atas barang yang
dijaminkan atau nasabah tersebut meninggal dunia maka nasabah akan
mendapatkan ganti kerugian dari suransi sesuai dengan yang sudah diperjanjikan
sebelumnya. Nasabah harus secepatnya melaporkan kejadian tersebut maksimal 3
hari kerja setelah kejadian.
Kemudian nasabah tersebut membuat surat pernyataan kepada Bank
Syariah Mandiri bahwa barang jaminan tersebut benar-benar hilang/rusak dan
bahwa nasabah tersebut benar-benar hilang. Kemudian semua dokumen tersebut
diserahkan kepada account manager. Dan apabila claim tersebut sudah diketahui
oleh pihak asuransi, maka pihak asuransi tafakul akan langsung member ganti rugi
dengan memasukkan dana ke rekening nasabah dan account manager akan
membuat memo untuk mendebet rekening nasabah sesuai dengan hasil
pembiayaan yang dilaksanakan oleh bagian operasi.
7. Pelunasan Pembiayaan
Apabila nasabah tersebut telah selesai menunaikan kewajibannya terhadap
fasilitas pembiayaan yang telah diterima dan telah menyelesaikan seluruh
administrasinya maka bank mempunyai kewajiban untuk mengembalikan jaminan
nasabah yang telah diagunkan kepada Bank Syariah Mandiri yang dijadikan
sebagai persyaratan untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan. Maka tugas dari
account manager adalah membuat surat kepada komite pembiayaa yang isinya
menyatakan bahwa nasabah tersebut telah melunasi seluruh kewajibannya dengan
melampirkan bukti pelunasan dan membuat surat permohonan untuk memberikan
persetujuan pengeluaran dokumen jaminan. Setiap nasabah yang akan melakukan
pelunasan pembiayaan murabahah, maka account manager harus
menginstruksikan ke bagian operasional pembiayaan untuk mendapat rekening
nasabah untuk pelunasan.