Kedudukan Anak Perempuan Dalam Hukum Waris Adat Pada Masyakakat Nias
Teks penuh
Dokumen terkait
Upaya untuk mengakhiri atau menjadikan pembuatan bukti waris yang uniform diseluruh Indonesia, karena dalam kaitannya dengan masalah peralihan harta dari pewaris kepada ahli waris,
dibagikan kepada ahli waris.[20]Pewarisan ditentukan dari ada tidaknya harta kekayaan yang ditinggalkan oleh pewaris. Hukum adat, hukum Islam maupun hukum BW telah mengatur
Dalam sistem hukum adat waris di Tanah Karo, pewaris adalah seorang yang meninggal dunia dengan meninggalkan sejumlah harta kekayaan, baik harta
Hidupnya Ahli Waris harus jelas pada saat Pewaris meninggal dunia. Dengan
Fatwa Waris berlaku sebagai keterangan siapa saja yang berhak untuk mewarisi harta peninggalan si Pewaris (ahli waris). Berdasarkan Fatwa Waris tersebut,
Sedangkan di dalam hukum waris Islam, waris mewaris baru teijadi setelah pewaris rrieninggal dunia (mati). DI dalam hukum waris adat tidak dikenal adanya p'enggolongan ahli
(2) Anak perempuan sebagai anak tunggal dalam hukum waris adat Bali mewaris dari harta orang tuanya yaitu harta gunakaya orang tuanya yang mana menurut hukum adat Bali
putusan tersebut pada dasarnya mengakui hak anak perempuan sebagai ahli waris, mengakui hak janda atas harta gono gini, atau mengakui hak janda sebagai ahli