• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kloning

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Kloning"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KLON I N G

M UH AM M AD RUSD A

Ba gia n Obst e t r i D a n Gin e k ologi Fa k u lt a s Ke dok t e r a n Un iv e r sit a s Sum a t e r a Ut a r a

BAB I PEN D AH ULUAN

A. SEJARAH KLON I N G

Kloning pada t anam an dalam art i m elalui kult ur sel m ula- m ula dilak ukan pada t anam an wort el. Dalam hal ini sel akar w ort el dikult ur, dan t iap selnya dapat t um buh m enj adi t anam an lengkap. Teknik ini digunakan unt uk m em buat klon t anam an dalam perkebunan. Dari sebuah sel yang m em punyai sifat unggul, kem udian dipacu unt uk m em belah dalam kult ur, sam pai ribuan at au bahkan sam pai j utaan sel. Tiap sel m em punyai susunan gen yang sam a, sehingga t iap sel m erupakan klon dari t anam an t ersebut .1

Kloning pada hewan dilakukan m ula- m ula pada am fibi ( kodok) , dengan m engadakan transplantasi nukleus ke dalam t elur kodok yang dienukleasi. Sebagai donor digunakan nukleus sel som at ik dari berbagai st adium perkem bangan. Ternyat a donor nukleus dari sel som at ik yang diam bil dari sel epit el usus kecebong pun m asih dapat m em bent uk em brio norm al.1,2

Sej ak Wilm ut et al. berhasil m em buat klon anak dom ba yang donor nukleusnya diam bil dari sel kelenj ar susu dom ba dewasa, m aka t erbukt i bahwa pada m am m alia pun klon dapat dibuat . At as dasar it u para ahli berpendapat bahwa pada m anusia pun secara t eknis klon dapat dibuat .2

1962 – John Gurdon claim s t o have cloned frog from adult cells.

1963 – J.B.S. Haldane coins t he t erm ‘clone’

1966 – Est ablishm ent of t he com plet e genet ic code

1967 – Enzym e DNA ligase isolat ed

1969 – Shapiero and Beckwit h isolat e t he first gene

1970 – First rest rict ion enzym e isolat ed

1972 – Paul berg creat es t he first recom binant DNA m olecules

1973 – Cohen and Boyer creat e first recom binant DNA organism s

1977 – Karl I llm ensee claim s t o have creat ed m ice wit h only one parent

1979 – Karl I llm ensee m akes claim t o have cloned t hreem ice

1983 – Solt er and McGrat h fuse a m ouse em bryo cell wit h an egg wit hout a nucleus, but fail t o clone t heir t echnique

1984 – St een Wiladsen clones sheep from em bryo cells

1985 – St een Wiladsen clones sheep from em bryo cells. St een Wiladsen j oins Grenad Genet ics t o com ercially clone cat t le

1986 – St een Wiladsen clones cat t le from different iat ed cells

(2)

1990 – Hum an Genom e Proj ect begins

1996 – Dolly, t he first anim al cloned from adult cells, born

1997 – President Bill Clint on proposes a five year m orat orium on cloning

1997 – Richard Seed announces his plans t o clone a hum an

1997 – Wilm ut and Cam pbell creat e Polly, a cloned sheep wit h an insert ed hum an gene

1998 – Teruhiko Wakayam a creat es t hree generat ions of genet ically ident ical cloned m ice.

B. D EFI N I SI

Secara definisi, klon adalah sekelom pok organism e hewan m aupun t um buh-t um buhan yang dihasilkan m elalui reproduksi aseksual dan berasal dari sabuh-t u induk yang sam a. Set iap anggot a dari k lon t ersebut m em punyai susunan dan j um lah gen yang sam a dan kem ungkinan besar fenot ipnya j uga sam a.1,2,3,4,5,6

BAB I I TEH N I K KLON I N G

A. TRAN SFER N UKLEUS

(3)

Ga m ba r 1 . Transfer Nukleus

B. TEH N I K ROSLI N8,9

Kloning dom ba Dolly m erupakan perist iwa pent ing dalam sej arah kloning. Tidak saj a hal t ersebut m em bangkit kan ant usias t erhadap kloning, m elainkan j uga hal t ersebut m em bukt ikan bahwa kloning binat ang dew asa dapat disem purnakan. Sebelum nya, t idak diket ahui bahwa suat u nukleus dewasa t ernyat a m am pu m em produksi suat u hew an yang kom plit . Bila t erj adi kerusakan genet is dan deakt ivasi gen yang sederhana m aka kedua keadaan t ersebut kem ungkinan bersifat m enet ap.

Hal t ersebut di at as bukanlah suat u kasus yang m enyusul set elah penem uan oleh I an Wilm ut dan Keit h Cam bell t ent ang suat u m et ode yang m ana m am pu m elakukan singkronisasi siklus sel dari kedua sel donor dan sel t elur. Tanpa singkronosasi siklus sel, m aka int i t idak akan berada pada suat u keadaan yang opt im um unt uk dapat dit erim a oleh em brio. Bagaim anapun j uga sel donor harus berj uang unt uk dapat m asuk ke Gap Zero, at au st adium sel GO, at au st adium sel dorm an.

(4)

DNA nya diubah, sepert i pada kasus Polly, karena perubahan t ersebut dapat dit elit i unt uk m em ast ikan bahwa m ereka t elah dipengaruhi.

Suat u sel donor diam bil dari j aringan dan dim asukkan ke dalan cam puran, yang hanya m em ilik i nut risi yang cukup unt uk m em pert ahankan kehidupan sel. Hal ini m enyebabkan sel unt uk m enghent ikan seluruh gen yang akt if dan m em asuk i st adium GO. Kem udian sel t elur dar i dom ba bet ina Blackface ( dom ba bet ina yang m ukanya berbulu hit am = Scot t ish Blackface) dienokulasi dan dilet akkan disebelah sel donor.

Sat u sam pai delapan j am set elah pengam bilan sel t elur, kej ut an list rik digunakan unt uk m enggabungkan dua sel t adi, pada saat yang sam a pert um buhan dari suat u em brio m ulai diakt ifkan. Teknik ini t idaklah sepenuhnya sam a sepert i akt ivasi yang dilakukan oleh sperm a, karena hanya beberapa sel yang diakt ifkan oleh kej ut an list rik yang m am pu bert ahan cukup lam a unt uk m enghasilkan suat u em brio.

Ga m ba r 2 . The young lam b nam ed Dolly ( left ) , w it h her surrogat e m ot her, w as creat ed by cloning at t he Roslin I nst it ut e.7

Jika em brio ini dapat bert ahan, ia dibiarkan t um buh selam a sekit ar enam har i, diinkubasi di dalam oviduk dom ba. Ternyat a sel yang dilet akkan di dalam oviduk

lebih awal, di dalam pert um buhannya lebih m am pu bert ahan dibandingkan dengan yang diinkubasi di dalam laborat orium . Akhirnya em brio t adi dit em pat kan ke dalam ut erus bet ina penerim a ( surrogat e m ot her) . I nduk bet ina t ersebut selanj ut nya akan m engandung hasil cloning t adi hingga ianya siap unt uk dilahirkan. Bila t idak t erj adi kekeliruan, suat u duplikat yang persis sam a dari donor akan lahir.

(5)
(6)

C. TEH N I K H ON OLULU8,9

Pada Juli 1998, suat u t im ilm uwan dari Univ ersit as Haw ai m engum um kan bahwa m ereka t elah m enghasilkan t iga generasi t ikus kloning yang secara genet ik ident ik.

Tehnik ini diakredit asi at as nam a Teruhiko Wakayam a dan Ryuzo Yanagim achi dari Univer sit as Haw ai. Tikus t elah sej ak lam a diket ahui m erupakan m am alia yang t ersulit unt uk dikloning, ini m eruj uk pada bahwa segera set elah suat u sel t elur t ikus m engalam i fert ilisasi ia akan segera m em belah. Dom ba digunakan pada t ehnik Roslin karena sel t elurnya m em but uhkan beberapa j am sebelum m em belah, m em ungkinkan adanya wakt u bagi sel t elur unt uk m em program ulang nukleus barunya. Meskipun t idak m endapat kan keunt ungan t ersebut t ernyat a Wakayam a dan Yanagim achi m am pu m elakukan kloning dengan angka keberhasilan yang j auh lebih t inggi ( 3 kloning dari sekit ar serat us yang dilakukan) dibandingkan I an Wilm ut ( sat u dari 277) .

Wakayam a m elakukan pendekat an t erhadap m asalah sinkronisasi siklus sel yang berbeda dibandingkan Wilm ut . Wilm ut m enggunakan sel dari kelenj ar m am m ae yang harus dipaksa unt uk m em asuki ke st adia GO. Wakayam a awalnya m enggunakan t iga t ipe sel yakni, sel Sert oli, sel ot ak dan sel kum ulus. Sel Sert oli dan sel ot ak keduanya t inggal dalam st adia GO secara alam iah dan sel kum ulus ham pir selalu hadir pada st adia G0 at aupun G1.

Sel t elur t ikus yang t idak dibuahi digunakan sebagai resipien dari int i donor. Set elah dienokulasi, sel t elur m em ilik i int i donor yang dim asukkan ke dalam nya. Nukleus donor diam bil dari sel- sel dalam hit ungan m enit dari set iap ekst rak sel dari t ikus t ersebut . Tidak sepert i pada proses yang digunakan unt uk m elahirkan Dolly, t anpa in vit ro at au di luar dari t ubuh hew an, kult ur dilakukan j ust ru pada sel- sel t ersebut . Set elah sat u j am sel- sel t elah m enerim a nucleus- nukleus yang baru. Set elah penam bahan wakt u selam a 5 j am sel t elur kem udian dit em pat kan pada suat u kult ur kim ia unt uk m em beri kesem pat an sel- sel t ersebut t um buh, sebagaim ana layaknya fert ilisasi secara alam iah.

Pada suat u kult ur dengan suat u subst ansi ( cyt ochalasin B) yang m enghent ikan pem bent ukan suat u polar body, sel kedua yang secara alam i t erbent uk sebelum fert ilisasi. Polar body akan m enj adi set engah dari sel gen, m em persiapkan sel lainnya unt uk m enerim a gen- gen dari sperm a.

(7)

berhasil dari proses ini adalah sel kum ulus, m aka penelit ian dikonsent rasikan pada sel- sel dari t ipe t ersebut ( sel kum ulus) .

Set elah t erbukt i bahwa t ekniknya dapat m enghasilkan cloning yang hidup, Wakayam a j uga m em buat cloning dari cloning, dan m em biarkan m ahluk klon yang asli unt uk m elahirkan secara alam iah unt uk m em bukt ikan bahw a m ereka m em iliki kem am puan reproduksi secara sem purna. Pada saat dia m engum um kan keberhasilannya, Wakayam a t elah m encipt akan lim a puluh kloning.

(8)
(9)

BAB I I I

M AN FAAT KLON I N G

A. ALASAN D AN TUJUAN1 0 ,1 1 ,1 2 ,1 3 ,1 4

Secara garis besar kloning berm anfaat :

1 . Un t u k pe nge m ba n ga n ilm u pe nge t a h ua n

Manfaat kloning t erut am a dalam rangka pengem bangan biologi, khususnya reproduksi- em briologi dan diferensiasi.

2 . Un t u k m e nge m ba n gk a n da n m e m pe r ba nya k bibit unggu l

Sepert i t elah kit a ket ahui, pada sapi t elah dilakukan em brio t ransfer. Hal yang serupa t ent u saj a dapat j uga dilak ukan pada hewan t ernak lain, sepert i pada dom ba, kam bing dan lain- lain. Dalam hal ini j ika nukleus sel donornya diam bil dari bibit unggul, m aka anggot a klonnya pun akan m em punyai sifat - sifat unggul t ersebut . Sifat unggul t ersebut dapat lebih m eningkat lagi, j ika dikom binasikan dengan t eknik t ransgenik. Dalam hal ini ke dalam nukleus zigot dim asukkan gen yang dikehendaki, sehingga anggot a klonnya akan m em punyai gen t am bahan yang lebih unggul.

3 . Un t u k t u j ua n dia gn ost ik da n t e r a pi

(10)

dengan t erlebih dahulu dibuat klon pada t ingkat blast om er. Jika t ernyat a salah sat u klon blast om er t ersebut m engandung kelainan gen yang m enj urus ke t halasem ia m ayor, m aka dianj urkan unt uk m elakukan t erapi gen pada blast om er yang lain, sebelum dikem bangkan m enj adi blast osit .

Cont oh lain adalah m engkult ur sel pokok ( st em cells) in vit ro, m em bent uk organ at au j aringan unt uk m enggant ikan organ at au j aringan yang rusak.

4 . Menolong atau m enyem buhkan pasangan infertil m em punyai turunan Manfaat yang t idak kalah pent ing adalah bahw a kloning m anusia dapat m em bant u/ m enyem buhkan pasangan infert il m em punyai t urunan. Secara m edis infert ilit as dapat digolongkan sebagai penyakit , sedangkan secara psikologis ia m erupakan kondisis yang m enghancurkan, at au m em buat frust asi. Salah sat u bant uan ialah m enggunakan t eknik fert ilisasi in vit ro. (in vit ro fert ilizat ion = I VF) . Nam un I VF t idak dapat m enolong sem ua pasangan infert il. Misalnya bagi seorang ibu yang t idak dapat m em produksi sel t elur at au seorang pria yang t idak dapat m enghasilkan sperm a, I VF t idak akan m em bant u.

Dalam hubungan ini, m aka t eknik kloning m erupakan hal yang revolusioner sebagai pengobat an infert ilit as, karena penderit a t idak perlu m enghasilkan sperm a at au t elur. Mereka hanya m em er lukan sej um lah sel som at ik dari m anapun diam bil, sudah m em ungkinkan m ereka punya t urunan yang m engandung gen dari suam i at au ist rinya.

B. H ASI L PEN ELI TI AN YAN G TELAH D I LAKUKAN

Clonaid m engklaim bahw a t elah lahir bayi pert am a hasil kloning ( Eva) dengan persalinan seksio sesarea pada 26 Desem ber 2002 dan bayi kedua di Eropa ( Belanda) dari pasangan lesbian pada awal Januari 2003, dan bayi ket iga pada akhir Januari 2003 dar i pasangan Jepang yang m ana m elakukan kloning dari put era m ereka yang t elah m eninggal, plus bayi lainnya dari pasangan Arab Saudi dan seorang bayi berikut nya yang t idak dipublikasikan berkebangsaan apa16.

C. TI N JAUAN BI OETI KA KLON I N G

Hingga wakt u ini sikap para ilm uwan, organisasi profesi dokt er dan m asyarakat um um nya adalah bahwa pengklonan individu yaitu pengklonan untuk tuj uan reproduksi ( reproduct ive cloning) dengan m enghasilkan m anusia duplikat, kem baran ident ik, m anusia fot okopi yang berasal dari sel induk dengan cara im plant asi int i sel t idak dibenarkan, t et api untuk tujuan t erapi ( therapeut ic cloning) dianggap et is.11,14,15,17

BAB I V KESI M PULAN

(11)

DAFTAR PUSTAKA

1. Barnet t J. US I t alian Expert s Plan t o Clone Hum ans” .E- m ail: ht t p: / / daily new s. yahoo.com / h/ nm / 20010309/ t s/ it aly- kloning- dc- 2.ht m l.

2. Wilm ut I , Schnieke,AE.McWhirJ, Kind AJ,Cam pbell KHS.Viable offspring derived from fet al and adult m am m alian cells,Nat ure,1999; 385: 810- 3.

3. St illm an RJ. Hum an Kloning t echniques.ht t p: / / cac.psu.edu/ ~ gsg 109/ qs / em 01002.ht m l.

4. Eibert , D.M. Hum an kloning, Myt hs. Medical Benefit s and Const it ut ional Right s.U & I Magazine, Wint er 1999 Edit ion.

5. Hum an Kloning Foundat ion. The benefit s of hum an kloning. I nt ernet : ht t p: / / www. hum ancloning.org/ benefit s.ht m ,1998.

6. Wert z DC.Proposed canadian “ Hum an reproduct ive and genet ic t echnologies act ” .I nt ernet : / / www.genelet t er.org/ 0197/ canadian.ht ,1997.

7. Beardsley, T., March, 3 1997, A Clone in Sheep's Clot hing,

ht t p: / / ww w.sciam .com / art icle. cfm ?art icle I D= 0009B07D- BD40- 1C59-

B882809EC588ED9F & page Num ber= 1&cat I D= 4.

8. Roslin Cloning Techniques, ht t p: / / hom e.haw aii.rr.com / j ohns/ art .ht m

9. Honolulu Cloning Techniques, ht t p: / / hom e.hawaii.rr.com / j ohns/ aht .ht m

10. Robinson BA. Et hical aspect s of hum an cloning. ht t p: / / w ww . religioust olerance. org/ kloning.ht m .Last updat ed 1999,Feb- 24.

11. Hanafiah MJ. Beberapa I su Bioet ika Dalam Obst et ri Dan Ginekologi, Pidat o Purnabakt i Sebagai Guru Besar Tet ap FK- USU,2003: 3- 7.

12. Shannon TA. An I nt roduct ion t o Bioet hics ( Pengant ar Bioet ika) , dit erj em ahkan oleh Bert ens K. Penerbit PT. Gram edia Pust aka Ut am a, Jakart a: 1- 6, 131- 43.

13. Casart elli P Poll: Most Am ericans Say Kloningis Wrong.I nt ernet : ht t p: / / princet on.edu/ Poll.ht m l,1997.

14. Sam il RS. Masalah Bioet ik dalam rekayasa Genet ika Kedokt eran, Pert em uan Nasional I I Bioet ika dan Hum aniora. Bandung 31 Okt ober – 2 Nopem ber 2002.

15. The Am erican College of Obst et ricians and Gynecologist s. Et hics in Obst et rics and Gynecology, Washingt on DC, 2002.

16. Dixon, Pat rick. Available from : ht t p: / / www.hum an cloning lat est news. ht m .2003.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

pada persalinan dengan seksio sesarea sebelumnya sehingga pada kehamilan. berikutnya bisa terjadi

Mengingat persalinan seksio sesarea adalah salah satu persalinan pada keadaan darurat, maka penting untuk diketahui penelitian tentang gambaran indikasi terbanyak persalinan

Hubungan Persalinan Secara Seksio Sesarea dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RSUD Dompu Tahun 2010.. Ghazali, M.V., Sastromihardjo, S., Rochani,

Seksio sesarea yang direncanakan dilakukan karena adanya alasan medis. Apabila persalinan dipaksakan secara alami, akan mengancam keselamatan ibu dan bayi. Hal ini terjadi

Tindakan operasi seksio sesarea adalah persalinan buatan untuk melahirkan bayi melalui operasi dinding perut dan uterus. Tindakan itu dilakukan atas indikasi obstetri atau

Persalinan sesarea membuat bayi yang dilahirkan menjadi lebih pandai, bayi yang dilahirkan dengan sesarea menjadi lebih sehat, persalinan caesar dapat membuat anak yang

Terdapat perbedaan bermakna antara jenis persalinan dengan kadar bilirubin bayi yang baru lahir, bahwa yang dilahirkan secara seksio sesarea memiliki kadar bilirubin

Sedangkan resusitasi bayi baru lahir pada persalinan dengan ibu hamil atau kehamilan dengan tindakan termasuk seksio sesarea dilakukan oleh tim yang minimal terdiri dari seorang tenaga