• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PRIORITAS MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PRIORITAS MASALAH"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH

4.1. Analisis Masalah

Setelah melakukan pendataan di Desa Wadonggo kecamatan Tinanggea ini, kami kemudian melakukan FGD (Focus Group Discussion) dengan hanya melibatkan semua anggota kelompok kami tanpa ada campur tangan dari pihak luar atau aparat desa. Setelah melakukan diskusi, kami pun akhirnya mendapatkan 7 masalah kesehatan yang ada di Desa Wadonggo. Adapun 7 masalah kesehatan tersebut, yaitu :

1. Masih banyak SPAL yang belum memenuhi syarat

2. Banyak warga yang tidak memiliki tempat sampah yang baik

3. Jarang dilakukan pemberantasan jentik nyamuk di rumah

4. Masih banyaknya perokok aktif yang merokok di dalam rumah

5. Masih banyaknya ibu yang tidak melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini)

6. Banyaknya ibu yang memberikan makanan lain selain ASI kepada balitanya

7. Kurangnya pengetahuan tentang pemakaian garam beryodium dan bahaya dari kekurangan yodium

4.2. Prioritas Masalah

(2)

mendesak. Dalam menentukan prioritas masalah kami lakukan dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Metode USG merupakan salah satu cara menetapkan

urutan prioritas masalah dengan metode teknik scoring 1-5 dan dengan mempertimbangkan tiga komponen dalam metode USG.

1. Urgency

Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi.

2. Seriousness

Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri.

3. Growth

Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan semakin memburuk kalau dibiarkan.

(3)

NO. PRIORITAS MASALAH U S G TOTAL RANKING

U S G

1. SPAL yang tidak memenuhi

syarat 5 5 4 100 I

2. Kurangnya Tempat Pembuangan

Sampah (TPS) 4 3 5 60 III

3.

Kurangnya kegiatan

pemberantasan jentik nyamuk di rumah

3 3 4 36 V

4. Masih banyaknya perokok aktif

di rumah 3 4 4 48 IV

5. Banyaknya ibu yang tidak

melakukan IMD saat bayi lahir 1 3 1 3 VII

6. Pemberian makanan selain ASI

kepada balita 2 3 3 18 VI

7.

Kurangnya pengetahuan tentang pemakaian garam beryodium dan bahaya kekurangan yodium

4 4 5 80 II

Ket:

5 = Sangat Besar 4 = Besar

3 = Sedang 2 = Kecil

1 = Sangat Kecil

Dari matriks di atas, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa, masalah kesehatan yang akan diselesaikan di Desa Wadonggo diambil dari peringkat 1 yaitu masalah SPAL yang belum memenuhi syarat.

(4)

menyelesaikan semua masalah tersebut dan hal ini juga sudah menjadi kesepakatan bersama antara kelompok 10 PBL I dan aparat Desa Wadonggo kecamatan Tinanggea.

4.3. Alternatif Penyelesaian Masalah

Setelah menentukan prioritas masalah kesehatan di Desa Wadonggo, kami kemudian menentukan alternatif penyelesaian masalah yang tentunya sudah kami diskusikan juga bersama aparat Desa Wadonggo. Adapun alternatif penyelesaian masalah yang diusulkan yaitu :

1. Intervensi Fisik

Dalam menyelesaikan masalah SPAL yang tidak memenuhi syarat ini dapat kami lakukan secara fisik yaitu dengan pembuatan SPAL percontohan bagi warga Desa Wadonggo.

2. Intervensi Non-fisik

Secara non-fisik, penyelesaian masalah SPAL ini dapat diselesaikan dengan melakukan penyuluhan dan penyebaran stiker tentang SPAL yang baik/memenuhi syarat.

4.4. Prioritas Alternatif Penyelesaian Masalah

Dalam menentukan alternatif penyelesaian masalah yang menjadi prioritas, kami menggunakan metode CARL ((Capability, Accesibility, Readness, Leverage), dengan memberikan skor pada tiap alternatif penyelesaian masalah dari 1-5 dimana 1 berarti kecil dan 5 berarti besar atau harus diprioritaskan.

Ada 4 komponen penilaian dalam metode CARL ini yang merupakan cara pandang dalam menilai alternatif penyelesaian masalah, yaitu:

1. Capability; ketersediaan sumber daya seperti dana dan sarana 2. Accesibility; kemudahan untuk dilaksanakan

(5)

4. Leverage; seberapa besar pengaruh dengan yang lain

No .

Alternatif Penyelesaian

Masalah C A R L Total Ranking

1. Pembuatan SPAL percontohan

3 3 5 5 225 I

2.

Penyuluhan dan penyebaran stiker tentang SPAL yang

memenuhi syarat

4 3 4 4 192 II

Ket :

5 Sangat Tinggi 4 Tinggi

3 Sedang 2 Rendah

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu Peneliti menganalisa alternatif ancaman potensial yang menjadi prioritas ancaman di Laut Natuna guna menjadi masukan dalam menentukan strategi yang

Penentuan prioritas pemeliharaan irigasi dalam penelitian ini menggunakan metode SAW ( Simple Additive Weighting ), dengan cara menentukan bobot setiap alternatif aset

Berdasarkan dari Hasil penentuan prioritas masalah dengan menggunakan metode USG maka didapatkan prioritas masalah yang terpilih adalah Masih Adanya 65% Pelayanan Kesehatan Pada Usia

Metoda penetapan prioritas masalah kesehatan beradasarkan pencapaian program tahunan yang dilakukan adalah dengan membandingkan antara target yang ditetapkan dari

adalah suatu proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari yang paling penting sampai yang kurang

• Metode ini lebih tepat digunakan untuk menentukan prioritas masalah kesehatan dengan memperhatikan teknik responsif dimana tujuan yang dicapai dari..

Yang menjadi masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana menentukan penyelesaian proyek dan menentukan biaya optimum percepatan (crashing) menggunakan metode CPM dengan

Namun pada dasarnya, setiap metode ini pastinya akan mempermudah pelaku kesehatan dalam menentukan prioritas masalah kesehatan yang dihadapinya, karena itu  pada makalah