BAB IV
PEMBAHASAN
Pit dan fisur bagian posterior gigi molar dianggap sangat rentan terhadap adhesi mikroorganisme dan mengakibatkan karies karena bentuk anatomis yang memudahkan plak untuk menempel. Oleh karena itu, jumlah kerusakan pada gigi molar terjadi secara signifikan.10 Pencegahan awal terjadinya kerusakan yang lebih lanjut pada pit dan fisur yang dalam biasanya dilakukan melalui dua cara dengan melapisi dan memberikan kandungan untuk menjaga proses remineralisasi dan demineralisasi. Pemberian pit and fissure sealant atau dengan surface protection dengan glass ionomer dapat mencegah terjadinya kerusakan pada pit dan fisur.2,4,10
Gigi molar yang baru tumbuh struktur emailnya belum matang, karena masih banyaknya ikatan karbonat –CO3 yang menyebabkan email mudah larut sehingga terjadi rawan karies. GIC mengganti –CO3 membentuk ikatan fluorapatite yang lebih tahan asam sehingga mempunyai daya melindungi gigi dari karies. Tujuan dari pencegahan ini untuk mematangkan permukaan email yang baru erupsi, yang masih banyak mengandung karbonat agar terjadi pematangan email karena adanya ikatan fluorapatite yang tahan asam serta melindungi permukaan oklusal gigi yang ada fissiure hitamnya menjadi ikatan
mikro-retensi. Dalam kondisi umumnya yang basah di rongga mulut, Glass Ionomer Cement (GIC) menawarkan alternatif. Karena sifat yang hidrofilik, GIC tidak memiliki kelembaban sensitif seperti resin hidrofobik. 10
Dari perbedaan bahan, bahan pada glass ionomer di kategorikan sebagai medium viscosity (kekentalan), low-viscosity, dan low-viscosity resin-modified (cavity liner). Sedangkan pit and fissure sealant berbahan resin di kelompokkan kedalam auto-cured dan light cured.10
Pemberian sealant di atas lesi awal, yaitu fisur yang mengalami staining, diskolorasi coklat kehitaman, namun belum terjadi kavitasi; yang dapat menghentikan proses karies gigi. Pemberian sealant memungkinkan kerja antibakteri di dalam sealant untuk mengeliminir reservoir bakteri pada pit dan fisur. Surface protection adalah konsep yang lebih maju dalam tindakan sealant. Konsep ini menggunakan bahan semen glass ionomer yang mudah mengalir dan memiliki kandungan fluor tinggi. Surface protection berarti tidak hanya melapisi, tetapi sekaligus mematangkan struktur gigi dan menggantikan ion karbonat pada hidroksiapatit gigi dengan kompleks kalsium, fosfat, fluor, sehingga terbentuklah ikatan fluorapatit pada gigi sehingga lebih tahan asam.11
harus terus-menerus diperiksa pada setiap kunjugan. Apabila keadaan sealant tidak baik sealant dapat diaplikasikan kembali.5
DAFTAR PUSTAKA
1. Welbury R, et all. “EAPD guidelines for the use of pit and fissure sealants”. European Journal Of Paediatric Dentistry. Ed : 3 . 2004
2. Arena Mark,DDS , et all. “ pit and fissure sealant”. Home Study Courses. 2005 3. Ormsby Mary, et all. “ Pit and Fissure Sealants: Evidence-based guidance on the
use of sealants for the prevention and management of pit and fissure caries ”. Irish Oral Health Services Guide line Initiative . 2010
4. Lindemeyer G Rochelle, DMD. “ Clinicalshowcase:The Use of Glass Ionomer Sealants
on Newly Erupting Permanent Molars” . jcda . March 2007, Vol. 73, No. 2
5. Angela Ami . “Pencegahan primer pada anak yang berisiko karies tinggi (Primary prevention in children with high caries risk)”. Maj. Ked. Gigi. (Dent. J.), Vol. 38. No. 3 Juli–September 2005: 130–134
6. Scottish DentalClinical Effectiveness Programme. “Prevention and Management
of Dental Caries in ChildrenDental Clinical Guidance”. April 2010
7. GC Fuji Triage. “ Surface Protection for Ultimate enamel strengthen ”. GC America inc. 2006
8. Fuji VII. “Pink or White “. Fuji VII GC Asia Dental Pte Ltd. 2008
9. GC Fuji VII CAPSULE. “RADIOPAQUE GLASS IONOMER PROTECTION AND TEMPORARY RESTORATIVE MATERIAL IN CAPSULES” . Fuji VII GC Asia Dental Pte Ltd. 2008